Anda di halaman 1dari 45

PEDOMAN PENYUSUNAN

PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA

BRSU TABANAN
2013

Alamat/Address: Jl. Pahlawan 14 Tabanan Bali Indonesia, Phone: +62. 361. 811027, Fax: +62. 361. 811202
Email: diklat_brsu@yahoo.com

DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN


KEPUTUSAN DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN
NOMOR: /SK/BRSU/2013
TENTANG
PANDUAN PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA
BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN
Menimbang : a. bahwa dalam rangka menuju RS Internasional , BRSU Tabanan berupaya
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan disegala lini yang meliputi
program pendidikan pasien dan keluarga;
b. bahwa dalam rangka implementasi pendidikan pasien dan keluarga
berlangsung dengan efektif maka dibutuhkan suatu Panduan yang dijadikan
acuan pelaksanaannya;
c. bahwa sehubungan dengan pertimbangan pada huruf a dan b di atas, maka
dibutuhkan pemberlakuan Panduan Pendidikan Pasien dan Keluarga di BRSU
Tabanan, dengan Keputusan Direktur.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958, tentang Pembentukan Daerah
Daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa
Tenggara Barat dan Nusa tenggara timur (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 1655);
2. Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004, Tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah
diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005
tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4548);
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5063);

4. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit ( Lembaran


Negara Republik Indonesia Tahun 2009, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5072);
5. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman
Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah;
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Produk Hukum Daerah ( Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2011 Nomor 694);
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang
Keselamatan pasien rumah Sakit;
9. Keputusan Menetri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/2008 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit;
10. Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat daerah
kabupaten tabanan ( Lembaran Daerah Kabupaten Tabanan Tahun 2008
Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 3);
11. Peraturan Bupati Tabanan nomor 29 Tahun 2008 tentang Penetapan Badan
RSUD Kabupaten Tabanan sebagai Badan Layanan Umum (BLU) (Lembaran
Daerah Kabupaten Tabanan Tahun 2008, Nomor 30).
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
KESATU

Kebijakan Pendidikan pasien Dan Keluarga Badan Rumah Sakit Umum


Tabanan.

KEDUA

: Kebijakan tentang Pendidikan Pasien dan Keluarga sebagaimana disebutkan


pada dictum KESATU, sesuai yang tercantum pada lampiran keputusan ini..

KETIGA

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila di kemudian hari
ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan
sebagaimana mestinya
Ditetapkan di Tabanan
Pada tanggal ...............2013
DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN,
I NYOMAN SUSILA

KATA PENGANTAR
Badan Rumah Sakit Umum Tabanan ( BRSU) Tabanan menjadi rumah
sakit berstandar inernasional melalui Akriditasi KARS 2012. Salah satu hal
yang dipersyaratkan Akriditasi KARS 2012 adalah pendidikan pendidikan
pasien dan keluarga pasien baik rawat jalan maupun rawat inap . Pendidikan
pasien dan keluarga ini merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas
pelayanan di BRSUD Tabanan.
Pedoman pendidikan pasien dan keluarga ( PPK) disusun sebagai
guidelines dalam memberikan pendidikan/edukasi kepada pasien dan
keluarganya selama mendapatkan pelayanan kesehatan di BRSU Tabanan.
Buku pedoman PPK ini memuat materi materi edukasi dari
Farmasi,Gizi,Manajemen nyeri, Rehab Medik,Medis dan Keperawatan yang
terkait secara langsung dalam perawatan dan pelayanan kepada pasien
dalam memebrikan pendidikan kepada pasien dan keluarga pasien di
seluruh ruangan / unit pelayanan / perawatan
Melalui buku pedoman pendidikan pasien dan keluarga ini diharapkan
pasien dan keluarganya mendapatkan pendidikan / edukasi yang baik
tentang kesehatannya sesuai dengan kebutuhan pasien dalam upaya untuk
meningkatkan kualitas pelayanan BRSUD Tabanan sehingga dapat terwujud
dan sejalan dengan visi . upaya untuk melakukan penyempurnaan terhadap
buku pedoman pendidikan pasien dan keluarga ini tetap dilakukan untuk
memfasilitasi kelancaran pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan
kepada pasien dan keluarga dilapangan secara langsung oleh multidisiplin
ilmu di semua unit yang terlibat dalam perawatan pasien di Rumah Sakit.
Atas Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa , semoga buku pedoman
pendidikan pasien dan keluarga ini memberikan manfaat optimal dalam
usaha peningkatan pelayanan kesehatan di BRSU Tabanan.
Terima kasih

Tim Penyusun
1. Dr sumardika SP
2. Ns I Made Adi Wahyu Udaksana
S.Kep
3. Tim pokja PPK

SAMBUTAN
DIREKTUR BRSU TABANAN
Om Swatyastu
Puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha
Esa yang telah memberikan karunianya kepada kita sehingga pedoman
pendidikan pasien dan keluarga di BRSU Tabanan ini dapat tersusun.
Rumah sakit sebagai salah satu srana kesehatan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat
strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat .
oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang
bermutu sesuia dengan standar yang ditetapkan oleh nasional maupun
internasional untuk seluruh lapisan masyarakat.
Mewujudkan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan
merupakan visi BRSUD Tabanan yang ingin dicapai melalui Akriditasi KARS
2012. Salah satu upaya mewujudkan visi tersebut adalah melalui
peningkatan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan dengan
memberikan pendidikan kepada pasien dan keluarga sesuai dengan
kebutuhannya sehingga diharapakan melalui perubahan pengetahuan sikap
dan prilaku pasien dan keluarga dapat mengambil keputusan dalam
perawatan dan pelayanan dirumah sakit serta mempertahankan dan
pemeliharaan prilaku,lingkungan yang menunjang kesehatan.
Harapan kami melalui buku pedoman pendidikan pasien dan keluarga
yang memuat materi-materi edukasi dari Farmasi,Gizi,Rehab
Medik,Manajemen Nyeri,Medis dan Keperawatan sehingga BRSUD Tabanan
mampu meningkaykan kualitas pelayanannya.
Om Santi, Santi, Santi Om

Tabanan, Juni
2013

Direktur
BRSU Tabanan

dr. I
Nyoman Susila,M.Kes
NIP. 19630222 198903 1 008

DAFTAR ISI

Kata
Pengantar

i
Sambutan
Direktur
ii
Daftar isi

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1
BAB II KETENTUAN
UMUM.
I.

Pengertian pendidikan pasien & keluarga (PPK)

II.

Tujuan Dan Sasaran


PPK..2

III.

Pelaksanaan Pendidikan Pasien Dan


Keluarga.. 3
1. Assasement/Pengkajian kebutuhan komunikasi/pendidikan

dan
pengajaran
.
3
2. Pendidikan Pasien Dan Keluarga Di Rawat
Inap.. 3
3. Pendidikan Pasien Dan Keluarga Di Rawat jalan (individu)..
4
4. Pendidikan Pasien Dan Keluarga yang dilakukan dengan
Penyuluhan
Kelompok
5. Petugas/Edukator
PPK

6. Metode
PPK
5
7. Form
PPK
5
8. Prosedur Pelaksanaan Pengkajian Kebutuhan Pendidikan
/ komunikasi dan
Pengajaran..

9. Prosedur Pelaksanaan Pendidikan Pasien dan Keluarga Pada


(PPK)
Di Rawat
Inap..
10.
Prosedur Pelaksanaan Pendidika Pasien dan Keluarga Pada
(PPK)
di Rawat
Jalan.
7

11.
Monitoring Dan Evaluasi
PPK... 8
BAB III. MATERI PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA
PASIEN.
9
1. Edukasi yang diberikan oleh dokter spesialis/dokter umum/
Dokter penanggung jawab
pasien

2. Edukasi Nutrisi yang diberikan oleh Ahli


Gizi
9
3. Edukasi tentang Manajemen
nyeri..

4. Edukasi dan Rohaniawan bila diperlukan oleh pasien dan


Keluarga
.. 9
5. Edukasi
Farmasi.

6. Edukasi yang diberikan oleh perawat/bidan


9
7. Edukasi Rehabilitasi
Medis10
BAB IV.
PENUTUP

11
LAMPIRAN

BAB 1
PENDAHULUAN
Kesehatan adalah hak azasi manusia, dan sekaligus merupakan investasi sumber daya
manusia,serta memiliki kontribusi yang besar untuk meningkatkan Indeks pembangunan
Manusia ( IPM). Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk
memelihara,meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan seluruh masyarakat
Indonesia.
Guna mewujudkan hal tersebut,maka Pembangunan Kesehatan diarahkan untuk lebih
mengutamakan upaya-upaya peningkatan kesehatan ( Promotif) dan pencegahan penyakit atau
masalah kesehatan ( Preventif), tanpa mengesampingkan upaya-upaya penanggulangan atau
penyembuhan ( Kuratif) dan pemulihan ( Rehabilitatif) sesuai dengan Paradigma Sehat yang
ada.
Pendidikan pasien dan keluarga dirumah sakit membantu pasien berpartisipasi lebih baik
dalam perawatan yang diberikan dan mendapat informasi dalam mengambil keputusan tentang
perawatan dalam pelayanan kesehatan. Berbagai disiplin ilmu yang ada dirumah sakit
memberikan pendidikan kepada pasien dan keluarganya.
Pendidikan yang efektif diawali dengan assesment kebutuhan pembelajaran pasien dan
keluarganya. Assesment ini menjelaskan bukan hanya kebutuhan akan pembelajaran, tetapi
bagaimana pemebelajaran dapat dilaksanakan dengan baik.
Pasien dan keluarga yang datang kerumah sakit mempunyai sosial, pendidikan dan
ekonomi yang berbeda-beda sehingga edukasi dirumah sakit sangnat penting guna menggugah
kesadaran minat pasien dan keluarga untuk berperan positif dalam penyembuhan dan

pencegahan penyakit. Oleh karena itu edukasi dirumah sakit merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari upaya pelayanan kesehatan di rumah sakit.

BAB II
KETENTUAN UMUM
I.

PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK)


Pendidikan pasien dan keluarga (PPK) adalah upaya-upaya yang di laksanakan
dalam rangka memberikan penyuluhan /pendidikan kesehatan kepada pasien atau
keluarga pasien agar meraka dapat menolong diri mereka sendiri (pasien tersebut)
yang berarti orang tersebut mampu menghadapi masalah-masalah kesehatan
potensial (yang mengancam) dengan cara mencegahnya dan mengatasi masalahmasalah kesehatan yang sudah terjadi dengan cara menanganinya secara efektif
serta efisien. Dengan kata lain, masyarakat mampu berperilaku hidup sehat dalam
rangka memecahkan masalah-masalah kesehatan yang sudah di derita maupun yang
potensial (mengancam), yang dilakukan secara mandiri yang sesuai sosial ekonomi
budaya yang dimilikinya.
Pendidikan pasien dan keluarga (PPK) diberikan ketika pasien berinteraksi
dengan dokter, perawat, gizi, farmasi, terapis dan lain sebagainya. Masing-masing
memberikan penyuluhan / pendidikan secara spesifik mulai dari pasien baru masuk,
dalam proses perawatan / pelaksanaan terapi dan persiapan pasien pulang.

II.

TUJUAN DAN SASARAN PENDIDIDKAN PASIEN & KELUARGA


TUJUAN DAN SASARAN PPK

Tujuan umum dan pendidikan pasien dan keluarga adalah meningkatkan


kemampuan individu dan keluarga untuk hidup sehat dan mengembangkan upaya
kesehatan yang bersuber daya masyarakat sesuai sosekbud masyarakat tersebut,
serta terciptanya lingkungan yang kondusif untuk mendorong kemampuan tersebut.
Sedangkan sasaran pendidikan pasien dan keluarga atau PPK adalah :
1. Pasien yang sedang melakukan perawatan di BRSU Tabaanan ( baik di ruang
rawat jalan maupun rawat inap), sejak pasien tersebut masuk RS sampai dengan
keluar Rs.
2. Kelurga pasien yang sedang mendampingi pasien, terutama keluarga pasien dan
anak-anak atau keluarga pasien usia lanjut maupun pasien dengan keterbatasan
fisik maupun mental.
III.

PELAKSANAAN PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK)


1. Assesement/pengkajian kebutuhan komunikasi / pendidikan dan pengajaran

Pendidikan pasien dan keluarga di rencakan dengan melakukan assement


kebutuhan / pendidikan dan pengajaran meliputi penilaian tentang
kepercayaan dan nilai-nilai yang di anut pasien dan keluarganya,
kecakapan baca tulis, tingkat pendidikan dan bahasa, hambatan
emosional dan motivasi, keterbatasan fisik dan kognitif serta kemampuan
pasien untuk menerima informasi yang diberikan.

Proses assement kebutuhan komunikasi / pendidikan dan pengajaran


pasien di BRSU Tabanan dilaksanakan dengan efektif sehingga dapat
menghasilkan keputusan tentang pengobatan pasien yang harus segera di
lakukan dan kebutuhan pengobatan lanjutan untuk emergensi, efektif
atau pelayanan terencana, bahkan ketika kondisi pasien berubah.

Proses assement pasien adalah proses yang terus menerus yang


digunakan pada sebagian besar unit kerja rawat inap dan rawat jalan di
BRSU Tabanan dan di catat pada form pengkajian keperawatan rawat
inap dan rawat jalan.

Kebutuhan pendidikan pasien dan keluarga diidentifikasi pada saat


melakukan pengkajian awal pasien termasuk kebutuhan sarana dan
interpreter.

Proses assement pada pasien anak-anak dan pasien dengan penurunan


kesadaran dilakukan kepada orang tua pasien, keluarga atau penanggung
jawab pasien.

2. Pendidikan Pasien dan Keluarga di Rawat Inap

Setiap pasien dan keluarga rawat inap yang baru masuk rumah sakit
berhak mendapatkan informasi yang lengkap mengenai peraturan rumah
sakit, fasilitas dan cara penggunaanya, penyakitnya, pemeriksaan, terapi
( obat, diet, dan terapi lainnya), perawatan, keamanan pasien /
pencegahan infeksi dan pelayanan kesehatan lain yang diperlukan oleh
pasien.

Setiap pasien dan keluarga rawat inap selama perawatan berhak


mendapatkan edukasi mengenai perkembangan penyakit, prognosa,
pemeriksaan lanjut, tindakan medis, perubahan terapi, terapi lanjutan
( obat, diet dan terapi lainnya), perawatan lanjutan dan pelayanan
lanjutan kesehatan lain yang diperlukan oleh pasien. Diberikan sesuai
dengan situasi dan keadaan perkembangan penyakit pasien.

Setiap pasien dan keluarga rawat inap yang akan pulang atau persiapan
pulang berhak mendapatkan pendidikan mengenai kondisi penyakit
pasien saat pulang, terapi ( obat, diet, dan terapi lainnya) yang akan di
lanjutkan dirumah, data data yang di bawa pulang dan kegunaanya,
pemeriksaan /

kontrol selanjutnya, kebutuhan home visite jika

diperlukan.

Pendidikan/edukasi pada pasien anak-anak dan pasien dengan penurunan


kesadaran diberikan kepada orang tua pasien, keluarga atau penanggung
jawab pasien.

Edukasi dan support psikologis diberikan kepada pasien dengan penyakit


kronis, pasien terminal, pasien dalam pengobatan chemoterapi, pasien
dalam kegawatan/intensif.

Dokumentasi pemberian pendidikan/ edukasi dicatat pada form catatan


Edukasi Terintegrasi A ( Rawat Inap ).

Apabila ada edukasi tambahan yang di perlukan oleh pasien selama


perawatan di catat pada form Catatan Edukasi terintegrasi B ( Rawat
Jalan dan Lanjutan rawat Inap).

3. Pendidika Pasien Dan Keluarga Di Rawat Jalan (Individu)

Setiap pasien dan keluarga rawat jalan mendapatkan pendidikan /


edukasi tentang pelayanan kesehatan di rumah sakit ( sesuai dengan
penyakitnya).

Setiap pasien dan keluarga rawat jalan mendapatkan pendidikan /


edukasi tentang penyakitnya dengan jelas.

Setiap pasien dan keluarga pasien mendapatkan penjelasan mengenai


terapi / tindakan medis, pengobatan dan diet sesuai dengan penyakitnya.

Dokumentasi pemberian edukasi di Rawat Jalan di catat pada form


Catatan Edukasi Terintegrasi B.

4. Pendidikan Pasien dan keluarga Di Rawat Inap dan Di Rawat Jalan yang di
laksanakan secara penyuluhan kelompok .

Setip pasien dan keluarga pasien di rawat inap mendapatkan


penyuluhan / edukasi tentang masalah kesehatan, penyakit, cara
pencegahan, dan pengobatan / penatalaksanaan yang ada di rumah sakit
yang dapat di lakukan dengan penyuluhan kelompok di ruangan tertentu.

Dokumentasi pemberian penyuluhan / edukasi di Rawat Inap yang


dilaksanakan penyuluhan kelompok di catat pada form Catatan Edukasi
Terintegrasi B.

5. Petugas / edukator PPK

Pendidikan pasien dan keluarga diberikan secara kolaboratif oleh multi


disiplin ilmu yang terlibat dalam perawatan pasien dimana mereka yang
memberikan penyuluhan memiliki pengetahuan tentang materi sesuai
kebutuhan pasien, keterampilan komunikasi yang baik dan waktu yang
cukup untuk melakukannya.

Pendidikan Pasien dan Keluarga di laksanakan oleh Dokter Umum,


Dokter Spesialis, Perawat / Bidan, Ahli Gizi/ Nutrisionis, Apoteker,
Dokter Rehabilitasi Medis, Rohaniawan.

6. Metode PPK
Metode pendidikan pasien dan keluarga dipilih dengan mempertimbangkan nilai
dan preferensi pasien dan keluarganya sehingga dapat berpartisipasi dalam
proses perawatan dan untuk memastikan bahwa mereka susdah memiliki
pemahaman yang benar tentang kesehatan.
Metode yang dapat gunakan :

Ceramah

Observasi

Simulasi

Diskusi

Demonstrasi

Praktek langsung

7. Media PPK

Leaflet

Alat peraga

8. Form PPK
Pendidikan pasien dan keluarganya dicatac secara terintegrasi / seragam oleh
semua staf dan di simpan dalam rekam medis pasien.
Form terintegrasi yang terkait dengan pendidikan pasien dan keluarga pasien
yaitu :
1. Form Assesment ( pengkajian Kebutuhan Pedidikan / Komunikasi dan
pengajaran).
2. Form Edukasi Terintegrasi A ( Rawat Inap )
3. Form Edukasi Terintegrasi B ( Rawat Jalan dan Lanjutan Rawat Inap )
9. Prosedur Pengkajian Kebutuhan Pendidikan / Komunikasi dan Pengajaran
adalah sebagai berikut :

a. Beri Salam
b. Perkenalkan diri
c. Siapkan sarana dan prasarana untuk assement kebutuhan komunikasi
pasien.
d. Tanyakan kepada pasien / keluarga apakah pasien dapat berbicara, bila
tidak tanyakan awal terjadi gangguan bicara.
e. Tanyakan Bahasa yang di gunakan sehari-hari oleh pasien / keluarga
dalam berkomunikasi.
f. Tanyakan

apakah

pasien

keluarga

perlu

penerjemah

dalam

berkomunikasi.
g. Kaj adanya hambatan belajar pada pasien/keluarga.
h. Tanyakan cara belajar yang di sukai oleh pasien / keluarga.
i. Tanyakan tingkat pendidikan pasien / keluarga.
j. Tanyakan hal-hal yang perlu dan ingin diketahui oleh pasien / keluarga
tentang kesehatannya.
k. Dokumentasikan hasil pengkajian pada form pengkajian.
l. Lakukan terminasi dengan mengucapkan terimakasih dan lakukan
kontrak waktu untuk pertemuan berikutnya.
10. Prosedur Pelaksanaan Pendidikan Pasiendan keluarga ( PPK ) di Rawat Ianap
adalah sebagai berikut :
a. Beri salam
b. Perkenalkan diri
c. Siapkan sarana dan prasarana untuk edukasi
d. Berikan edukasi sesuai dengan kebutuhan pasien dengan mengguanakan
bahasa yang mudah di pahami dengan melingkari nomor materi yang di
sampaikan.
e. Beri kesempatan pasien / keluarga untuk bertanya, memberi pendapat
dan terlibat dalam pengambilan keputusan.
f. Pastikan bahwa pasien dan keluarga memahami apa yang telah diberikan
oleh edukator.

g. Lakukan dan tulis evaluasi kepada pasien/ keluarga tentang edukasi yang
sudah di sampaikan.
h. Beri reinforcemen terhadap partisipasi pasien / keluarga dalam
mengambil keputusan.
i. Tuliskan tanggal edukasi dilakukan.
j. Tuliskan metode yang digunakan dalam edukasi dan durasi waktu
pemberian edukasi.
k. Pastikan edukator dan pasien/ keluarga menandatangani form catatan
Edukasi Dan Perencanaan Pulang Terintegrasi A.
11. Prosedur Pelaksanaan Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK) di Rawat Jalan
adalah sebagai berikut :
a. Beri Salam
b. Perkenalkan diri
c. Siapkan sarana dan prasarana untuk edukasi
d. Tuliskan materi edukasi sesuai dengan kebutuhan pasien dengan
mengguanakan bahasa yang mudah di pahami.
e. Beri kesempatan pasien / keluarga untuk bertanya, memberi pendapat
dan terlibat dalam pengambilan keputusan.
f. Pastikan bahwa pasien dan keluarga memahami apa yang telah di
berikan oleh edukator.
g. Lakukan dan tulis evaluasi kepada pasien/keluarga tentang edukasi yang
sudah di berikan.
h. Beri reinforcemn terhadap partisipasi pasien / keluarga dalam mengambil
keputusan.
i. Tuliskan tanggal edukasi di lakukan
j. Tuliskan metode yang di gunakan dalam edukasi dan durasi waktu
pemberian edukasi.
k. Pastikan edukator dan pasien / keluarga menandatangani form catatan
Edukasi Dan Perencanaan Pulang Terintegrasi B.
12. Monitoring dan Evaluasi PPK

Monitoring dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan Pendidikan Pasien dan Keluarga


dilakukan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi PPK
Monitoring dan Evaluasi PPK dilaksanakan oleh Kepala Ruangan
masing-masing dan berkoordinasi dengan tim PPK
2. Waktu Monitoring dan Evaluasi PPK
Monitoring dan Evaluasi PPK dilaksanakan setiap 1 bulan sekali.
3. Form Monitoring dan Evaluasi PPK
Form Monitoring dan Evaluasi berupa Form Evaluasi dan Monitoring
Edukasi pasien dan keluarga.

BAB III
MATERI PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA
1. Edukasi yang diberikan oleh dokter spesialis/ dokter umum/ dokter penanggung jawab pasien:
a. Penjelasan penyakit, penyebab, tanda dan gejala, prognosa
b. Hasil pemeriksaan
c. Tindakan medis
d. Perkiraan hari rawat
e. Penjelasan komplikasi yang mungkin terjadi
2. Edukasi nutrisi yang diberikan oleh Ahli gizi:
a. Diet dan nutrisi
b. Penyuluhan nutrisi
3. Edukasi tentang Manajemen nyeri
a. Farmakologi
b. Non-farmakologi
4. Edukasi dan Rohaniawan
a. Bimbingan Rohani
b. Konseling Rohani
5. Edukasi farmasi tentang:
a. Nama obat dan kegunaannya
b. Aturan pemakaian dan dosis obat
c. Jumlah obat yang diberikan
d. Cara penyimpanan obat

e. Efek samping obat


f. Kontraindikasi obat
6. Edukasi yang diberikan oleh perawat/ bidan:
a. Pendidikan kesehatan
b. Penanganan dan cara perawatan di rumah
c. Perawatan luka
d. Alat-alat yang perlu disiapkan di rumah
e. Keamanan penggunaan alat-alat kesehatan
f. Keamanan lingkungan bermain
g. Keamanan lingkungan perawatan di rumah
7. Edukasi Rehabilitasi medis:
a. FT ( Fisioterapi)
b. OT (Okupasi terapi)
c. TW (Terapi wicara)
d. OP (ortotik prostetik)
e. Psikolog
BAB IV
PENUTUP
Sebagaimana tersirat didepan, Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK) bukanlah proses
yang mudah dan sederhana. Keberhasilan pelaksanaan penyuluhan pasien dan keluarga pasien ini
terletakpada prakarsa, inovasi dan kesungguhan seluruh petugas yang terkait dalam
merencanakan dan melaksanakan pendidikan pasien dan keluarga.
Perlu dipahami bahwa pada akhirnya upaya penyuluhan pasien dan keluarga merupakan
tanggung jawab kita bersama dan perlu didukung oleh semua pihak sehingga pelaksanaan
penyuluhan pasien dan keluarga pasien di BRSU Tabanan yang merupakan bagian dari kegiatan
PKRS dan Visi Misi PKRS dapat terwujud sesuai dengan visi dan misi BRSU Tabanan.

Alamat/Address: Jl. Pahlawan 14 Tabanan Bali Indonesia, Phone: +62. 361. 811027, Fax: +62. 361. 811202
Email: diklat_brsu@yahoo.com

DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN


KEPUTUSAN DIREKTUR BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN
NOMOR: /SK/BRSU/2013
TENTANG
PEMBENTUKAN TIM PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA (PPK)
BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN

LAMPIRAN 1. SK DIREKTUR BRSU TABANAN NOMOR113/SK/BRSU/2013


TENTANG PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA

KEBIJAKAN PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA


BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN

1. Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan mempertimbangkan pelayanan yang diberikan
adalah merupakan bagian dari suatu system pelayanan yang terintegrasi dengan para
professional di bidang pelayanan kesehatan dan tingkat pelayanan yang dapat membangun
kontinuitas pelayanan.
2. Rumah Sakit menyediakan Pendidikan yang mendukung partisipasi pasien dan keluarganya
yang mengambil keputusan perawatan dan proses perawatan.
3. Terdapat pencatatan yang seragam untuk pendidikan pasien dan keluarganya oleh semua staf
dan disimpan dalam rekam medis pasien.
4. Setiap pasien adalah unik dengan kebutuhan, kekuatan, budaya dan kepercayaan masingmasing. BRSU Tabanan membangun kepercayaan dan komunikasi terbuka dengan pasien
untuk memahami dan melindungi nilai budaya, psikososial serta nilai spiritual pasien.
5. Pendidikan pasien dan keluarganya direncanakan dengan melakukan assesmen kebutuhan
komunikasi/ pendidikan dan pengajaran meliputi penilaian tentang kepercayaan nilai-nilai
yang dianut pasien dan keluarganya, kecakapan baca tulis, tingkat pendidikan dan bahasa,
hambatan emosional dan motivasi, keterbatasan fisik dan kognitif serta kemampuan pasien
untuk menerima informasi yang diberikan.
6. Proses assesmen kebutuhan komunikasi/ pendidikan dan pengajaran pasien di BRSU
Tabanan di laksanakan dengan efektif sehingga dapat menghasilkan keputusan tentang
pengobatan pasien yang harus segera dilakukan dan kebutuhan pengobatan lanjutan untuk
emergensi, elektif atau pelayanan terencana, bahkan ketika kondisi pasien berubah. Proses
assesmen pasien adalah proses yang terus menerus dan digunakan pada sebagian besar unit
kerja rawat inap dan rawat jalan di BRSU Tabanan.
7. Pendidikan dan pelatihan pasiendan keluarganya bertujuan untuk membantu memenuhi
kebutuhan kesehatan pasien yang berkesinambungan dengan menngidentifikasi dan
membangun hubungan kerja sama dengan sumber daya masyarakat yang mendukung
pendidikan tentang pemeliharaan kesehatan yang berkesinambungan dan pencegahan
penyakit setelah pasien berada dirumah.
8. Pendidikan pasien dan keluarganya mencakup topik-topik yang berkaitan dengan perawatan
pasien, penggunaan obat-obatan yang aman, penggunaan peralatan medis yang aman, potensi
interaksi antara obat-obatan dan makanan, panduan gizi, manajemen nyeri, psikologi serta
tehnik-tehnik rehabilitasi.
9. Pendidikan pasien dan keluarga pasien berfokus pada pengetahuan dan keterampilan khusus
yang akan dibutuhkan pasien dan keluarganya untuk membuat keputusan perawatan,
berpartisipasi dalam perawatan dan melanjutkan perawatan dirumah.
10. Metode pendidikan dipilih dengan mempertimbangkan nilai dan preferensi pasien dan
keluarganya sehingga dapat berpartisipasi dalam proses perawatan dan untuk memastikan
bahwa mereka sudah memiliki pemahaman yang benar tentang kesehatan.
11. Pendidikan pasien dan keluarga diberikan secara kolaboratif oleh multi disiplin ilmu yang
terlibat dalam perawatan pasien dimana mereka yang memberikan penyuluhan memiliki

pengetahuan tentang materi sesuai kebutuhan pasien, keterampilan komunikasi yang baik dan
waktu yang cukup untuk melakukannya.
12. Pasien dengan penurunan kesadaran, anak-anak atau pasien dengan gangguan komunikasi,
assesmen dan edukasi diberikan kepada orang tua, keluarga dekat atau yang bertanggung
jawab terhadap pasien.
13. Pemberian edukasi obat diberikan oleh farmasi klinis atau DPJP.
Ditetapkan di :Tabanan
Pada tanggal : ................ 2013
Direktur Badan RSU Tabanan

dr. I Nyoman Susila, M.Kes


Pembina Tk.1/ IV b
NIP. 19630222 198903 1 008

Alamat/Address: Jl. Pahlawan 14 Tabanan Bali Indonesia, Phone: +62. 361. 811027, Fax: +62. 361. 811202
Email: diklat_brsu@yahoo.com

LAMPIRAN 1. SK DIREKTUR BRSU TABANAN NOMOR113/SK/BRSU/2013


TENTANG PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA

KEBIJAKAN PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA


BADAN RUMAH SAKIT UMUM TABANAN

14. Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan mempertimbangkan pelayanan yang diberikan
adalah merupakan bagian dari suatu system pelayanan yang terintegrasi dengan para
professional di bidang pelayanan kesehatan dan tingkat pelayanan yang dapat membangun
kontinuitas pelayanan.
15. Rumah Sakit menyediakan Pendidikan yang mendukung partisipasi pasien dan keluarganya
yang mengambil keputusan perawatan dan proses perawatan.
16. Terdapat pencatatan yang seragam untuk pendidikan pasien dan keluarganya oleh semua staf
dan disimpan dalam rekam medis pasien.
17. Setiap pasien adalah unik dengan kebutuhan, kekuatan, budaya dan kepercayaan masingmasing. BRSU Tabanan membangun kepercayaan dan komunikasi terbuka dengan pasien
untuk memahami dan melindungi nilai budaya, psikososial serta nilai spiritual pasien.
18. Pendidikan pasien dan keluarganya direncanakan dengan melakukan assesmen kebutuhan
komunikasi/ pendidikan dan pengajaran meliputi penilaian tentang kepercayaan nilai-nilai
yang dianut pasien dan keluarganya, kecakapan baca tulis, tingkat pendidikan dan bahasa,
hambatan emosional dan motivasi, keterbatasan fisik dan kognitif serta kemampuan pasien
untuk menerima informasi yang diberikan.
19. Proses assesmen kebutuhan komunikasi/ pendidikan dan pengajaran pasien di BRSU
Tabanan di laksanakan dengan efektif sehingga dapat menghasilkan keputusan tentang
pengobatan pasien yang harus segera dilakukan dan kebutuhan pengobatan lanjutan untuk
emergensi, elektif atau pelayanan terencana, bahkan ketika kondisi pasien berubah. Proses
assesmen pasien adalah proses yang terus menerus dan digunakan pada sebagian besar unit
kerja rawat inap dan rawat jalan di BRSU Tabanan.
20. Pendidikan dan pelatihan pasiendan keluarganya bertujuan untuk membantu memenuhi
kebutuhan kesehatan pasien yang berkesinambungan dengan menngidentifikasi dan
membangun hubungan kerja sama dengan sumber daya masyarakat yang mendukung
pendidikan tentang pemeliharaan kesehatan yang berkesinambungan dan pencegahan
penyakit setelah pasien berada dirumah.
21. Pendidikan pasien dan keluarganya mencakup topik-topik yang berkaitan dengan perawatan
pasien, penggunaan obat-obatan yang aman, penggunaan peralatan medis yang aman, potensi
interaksi antara obat-obatan dan makanan, panduan gizi, manajemen nyeri, psikologi serta
tehnik-tehnik rehabilitasi.
22. Pendidikan pasien dan keluarga pasien berfokus pada pengetahuan dan keterampilan khusus
yang akan dibutuhkan pasien dan keluarganya untuk membuat keputusan perawatan,
berpartisipasi dalam perawatan dan melanjutkan perawatan dirumah.
23. Metode pendidikan dipilih dengan mempertimbangkan nilai dan preferensi pasien dan
keluarganya sehingga dapat berpartisipasi dalam proses perawatan dan untuk memastikan
bahwa mereka sudah memiliki pemahaman yang benar tentang kesehatan.
24. Pendidikan pasien dan keluarga diberikan secara kolaboratif oleh multi disiplin ilmu yang
terlibat dalam perawatan pasien dimana mereka yang memberikan penyuluhan memiliki

pengetahuan tentang materi sesuai kebutuhan pasien, keterampilan komunikasi yang baik dan
waktu yang cukup untuk melakukannya.
25. Pasien dengan penurunan kesadaran, anak-anak atau pasien dengan gangguan komunikasi,
assesmen dan edukasi diberikan kepada orang tua, keluarga dekat atau yang bertanggung
jawab terhadap pasien.
26. Pemberian edukasi obat diberikan oleh farmasi klinis atau DPJP.
Ditetapkan di :Tabanan
Pada tanggal : ................ 2013
Direktur Badan RSU Tabanan

dr. I Nyoman Susila, M.Kes


Pembina Tk.1/ IV b
NIP. 19630222 198903 1 008

Alamat/Address: Jl. Pahlawan 14 Tabanan Bali Indonesia, Phone: +62. 361. 811027, Fax: +62. 361. 811202
Email: diklat_brsu@yahoo.com

LAMPIRAN 2.

Ketua
Sekretraris

SK DIREKTUR BRSU TABANAN NOMOR113/SK/BRSU/2013


TENTANG PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA
: Dr. I Nyoman Gede Sumardika,Sp.Pk
: Ns. I Made Adi Wahyu Udaksana,S.Kep

Pokja I

Dr. I Made Dwi Sumohadi,Sp.PD

Pokja II

A.A Nyoman Pujawan

Pokja III

: Ni Nengah Riani,SKM

Pokja IV
Pokja V

: Ni Ketut Sri Handayani,S.Si Apt,M.Kes


:

Pokja VI

Dr. Tjokorda Istri Ngurah Sri Nilakusuma,Sp.RM

I Made Wirka,SKM

STRUKTUR ORGANISASI PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA


BRSU TABANAN
DIREKTUR
Dr. I Nyoman Susila,M.Kes

WADIR YANMED MUTU


Dr. Ni Luh Gede Sukardiasih,M.For

Kabid Pelayanan Medik

Kabid Pengendalian Mutu

Dr. NLW Sri Karyawati,Dess

Sang Ketut Arta,SKM

Pendidikan Pasien dan Keluarga

PKRS

Dr. I Nyoman Gede Sumardika,Sp.Pk

Ni Luh Armini,SKM
SEKRETARIS

Ns. I Made Adi Wahyu Udaksana,S.Kep

POKJA 1

POKJA 2

POKJA 3

POKJA 4

POKJA 5

POKJA 6

TIM PENDIDIKAN
MEDIS

TIM PENDIDIKAN
KEPERAWATAN

TIM PENDIDIKAN
GIZI

TIM PENDIDIKAN
FARMASI

TIM PENDIDIKAN
REHAB MEDIS

Dr. I Made Dwi


Sumohadi,Sp.PD

A.A Nyoman
Pujawan

Ni Nengah
Riani,SKM

Ni Ketut Sri
Handayani,S.Si
Apt,M.Kes

Dr. Tjokorda Istri


Ngurah Sri
Nilakusuma,Sp.RM

TIM PENDIDIKAN
PERALATAN
MEDIS
I Made
Wirka,SKM

URAIAN TUGAS :
KETUA :
a. Bertanggung jawab terhadap penyusunan system pendidikan pasien
dan keluarga diBadan Rumah Sakit Umum Tabanan
b. Bertanggung jawab terhadap penyusunan Pedoman Pendidikan Pasien
Dan Keluarga di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan
c. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pemantauan pendidikan
pasien dan keluarga di Badan Rumah Sakit Umum Tabaanan
d. Bertanggung jawab terhadap kegiatan upaya pemberian pendidikan
pasien dan keluarga secara lintas sektoral dan lintas fungsi kebutuhan

e. Bertanggung jawab terhadap kegiatan sosialisasi program pendidikan


dan pelatihan , serta pengembangan staf dibidang pendidikan pasien
dan keluarga
f. Bertanggung jawag terhadap evaluasi, rekomendasi dan tindak lanjut
program dengan melaksanakan pertemuan dan dan pelaporan berkala
setiap 3 bulan sekali

SEKRETARIS:
a. Bertanggung jawab terhadap pencatatan dan pelaporan kegiatan Pokja
Pendidikan Pasien dan Keluarga
b. Bertanggung jawab terhadap pengadaan kelengkapan administrasi
program Pendidikan Pasien dan Keluarga

Pokja I Bidang Pendidikan Medis:


a. ..
b.
Pokja 2 Bidang Pendidikan Keperawatan/kebidananan
a. .
b. .
Pokja 3 Bidang Pendidikan Gizi
a. .
b.
Pokja 4 Bidang Pendidikan Farmasi
a.

Meningkatkan mutu dan memperluas cakupan pelayanan


farmasi di rumah sakit;

b.

Memberikan pelayanan farmasi yang dapat menjamin


efektifitas, keamanan dan efisiensi penggunaan obat;

c.

Meningkatkan

kerjasama

dengan

pasien

dan

profesi

kesehatan lain yang terkait dalam pelayanan farmasi;


d.

Melaksanakan kebijakan obat di rumah sakit dalam rangka


meningkatkan penggunaan obat secara rasional;

Pokja 5 Bidang Pendidikan Rehabilitasi Medik


a. Memberikan pelayanan Fisioterapis kepada pasien
b. Memastikan terlaksananya pelayanan dengan baik
c. Memastikan modalitas
Pokja 6 Bidang Pendidikan Peralatan Medis
a.
b. ..

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan bagi pasien dan keluarganya membantu pasien untuk
dapat berpartisipasi lebih baik dalam perawatan dan mengambil
keputusan-keputusan perawatan. Penyuluhan ini diberikan oleh
berbagai staf rumah sakit. Pendidikan diberikan pada saat pasien dan
keluarga berinteraksi dengan dokternya atau perawat. Pihak lain
memberi pendidikan pada saat mereka memberikan layanan-layanan
khusus, seperti rehabilitasi atau terapi nutrisi, atau saat
mempersiapkan pasien untuk pulang dan perawatan lanjutan. Oleh
karena banyaknya staf yang membantu menyuluh pasien dan

keluarganya, maka staf rumah sakit perlu mengkoordinasikan kegiatan


mereka dan memfokuskan diri pada apa saja yang perlu dipelajari
pasien.
Dengan demikian, pendidikan yang efektif diawali dengan
melakukan penilaian terhadap kebutuhan belajar pasien dan
keluarganya. Penilaian ini menentukan bukan hanya apa yang harus
dipelajari melainkan juga bagaimana cara terbaik untuk melaksanakan
pembelajaran tersebut. Pmbelajaran sendiri akan berlangsung paling
efektif jika disesuaikan dengan pilihan belajar, nilai agama dan budaya
serta kemampuan membaca bahasa seseorang.
Pembelajaran
juga
dipengaruhi
oleh
kapan
waktu
pelaksanaannya dalam proses perawatan. Pendidikan mencakup
pengetahuan yang diperlukan selama proses perawatan dan
pengetahuan yang diperlukan setelah pasien dipindahkan ke tempat
perawatan lain atau dipulangkan. Dengan demikian, pendidikan dapat
mencakup informasi mengenai sumber daya di masyarakat untuk
perawatan tambahan dan perawatan tindak lanjut(follow up) yang
dibutuhkan serta bagaimana cara mengakses layanan gawat darurat
jika diperlukan.
Pendidikan yang efektif dalam suatu rumah sakit menggunakan
format elektronik dan visual yang tersedia, berbagai teknik
pembelajaran jarak jauh, dan cara-cara lain. Mengingat begitu
pentingnya pendidikan pasien dan keluarga maka BRSU Tabanan
memandang perlu untuk membuat Pedoman PPK.

BAB II
DOKUMEN PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA
2.1 PENGERTIAN:

B. Tujuan disusunnya Buku Pedoman PPK adalah agar dalam pelaksanaan


pendidikan pasien dan keluarga lebih terarah dan secara khusus
bertujuan :
(i) Rumah sakit mendidik pasien dan keluarganya sehingga
mereka mendapat pengetahuan dan keterampilan untuk
berpartisipasi dalam proses dan pengambilan keputusan
asuhan pasien.
(b)Pendidikan berfokus pada pengetahuan dan keterampilan
spesifik yang dibutuhkan pasien dan keluarga dalam
pengambilan keputusan, berpartisipasi dalam asuhan
berkelanjutan di rumah.
(c) Rumah sakit secara rutin memberikan pendidikan pada area
yang berisiko tinggi bagi pasien. Pasien dan keluarga
didorong untuk berpartisipasi dalam proses pelayanan dan
memberi kesempatan untuk memberi pendapat dan
mengajukan pertanyaan kepada staf untuk meyakinkan
pemahaman yang benar dan mengantisipasi partisipasi.
(d)Dalam memberi pendidikan kepada pasien, seluruh tenaga
kesehatan professional yang memberi asuhan memahami
kontribusinya satu dan lain, sehingga diperlukan kolaborasi
antar tenaga professional tersebut.
C. SASARAN PEDOMAN
Adapaun sasaran dari buku pedoman PPK ini adalah pimpinan rumah
sakit,kepala/ketua unit kerja yang mengelola edukasi kepada pasien
dan keluarganya/PKRS,pelaksanan edukasi ( tenaga
medis,keperawatan,farmasi,gizi,sarana dan prasarana)

BAB III
PROGRAM PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA
III.1.BATASAN-BATASAN
Batasan-batasan ini berpedoman pada batasan-batasan Tim POKJA
Pendidikan Pasien dan Keluarga RSUP Sanglah Denpasar
1.1

BATASAN UMUM

Pendidikan pasien dan keluarga (PPK) merupakan edukasi yang membantu pasien untuk
lebih banyak berpartisipasi dalam perawatan dan dalam pengambilan keputusan selama
perawatannya.
Pendidikan di Rumah sakit dilakukan untuk pasien rawat inap dan rawat jalan
A. Pendidikan pasien dan keluarga di rawat inap
1.

Edukasi perorangan/ individu


Awal pasien masuk dilakukan assesmen kebutuhan komunikasi dan pengajaran,
selama proses perawatan, dan persiapan pulang

2. Pendidikan pasien dan keluarga yang dilaksanakan dengan cara penyuluhan


kelompok
Dilakuakan diruangan perawatan ibu dan anak dan di ruangan yang
memungkinkan dilakukan edukasi dengan cara berkelompok.
Jadwal kegiatan edukasi kelompok disesuaikan jadwal kegiatan PKRS dan
kegiatan edukasi kelompok di ruangan masing-masing yang diberikan oleh
edukator dari multidisiplin ilmu.

B. Pendidikan pasien di rawat jalan


1. Edukasi perorangan di rawat jalan dilakukan sesuai kebutuhan pasien dan
dilakukan oleh multidisiplin ilmu.
2. Edukasi kelompok di rawat jalan sesuai dengan jadwal kegiatan PKRS.

1.2

BATASAN KHUSUS

D. STANDAR PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA

I.

Standar PPK.1
Rumah sakit menyediakan pendidikan untuk menunjang partisipasi
pasien dan keluarga dalam pengambilan keputusan dan proses
pelayanan.
Elemen penilaian PPK.1

II.

Rumah sakit merencanakan pendidikan dengan misi, jenis


pelayanan dan populasi pasien

Tersedia mekanisme atau struktur pendidikan yang memadai


di seluruh rumah sakit

Struktur dan sumber daya pendidikan di organisasikan secara


efektif

Standar PPK.2
Dilakukan assesmen kebutuhan pendidikan masing-masing pasien
dan dicatat di rekam medisnya
Elemen penilaian PPK.2

Dilakukan assesmen kebutuhan pendidikan pasien dan


keluarga

Hasil assesmen kebutuhan pendidikan dicatat di rekam medis


pasien.

Tersedia system pencatatan pendidikan pasien yang seragam


oleh seluruh staf

Ketika inform consent dipersyaratkan, pasien dan keluarga


belajar tentang proses memberikan inform consent

Pasien dan keluarga belajar tentang bagaimana berpartisipasi


dalam pengambilan keputusan terkait pelayanannya

III.

Pasien dan keluarga belajar tentang kondisi kesehatannya


dan diagnosis pasti

Pasien dan keluarga belajar tentang hak mereka untuk


berpartisipasi pada proses pelayanan

Standar PPK.2.1
Dilakukan assesmen kemampuan dan kemauan belajar pasien dan
keluarga
Elemen penilaian PPK.2.1

Pasien dan keluarga dilakuakan assesmen atau elemen:


a)Keyakinan dan nilai-nilai pasien dan keluarga, b) kemampuan
membaca, tingkat pendidikan dan bahasa yang digunakan, c)
hambatan emosional dan motivasi, d) keterbatasan fisik dan
kognitif, e) kesediaan pasien untuk menerima informasi. Dalam
maksud dan tujuan.

IV.

Temuan assesmen digunakan untuk membuat rencana pendidikan

Temuan assesmen didokumentasikan dalam rekam medis pasien

Standar PPK.3
Pendidikan dan pelatihan membantu pemenuhan kebutuhan
kesehatan berkelanjutan dari pasien
Elemen penilaian PPK.3

Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan dan pelatihan


untuk memenuhi kebutuhan kesehatan berkelanjutan atau
mencapai sasaran kesehatannya

Rumah sakit mengidentifikasi dan menjalin kerjasama dengan


sumber-sumber yang ada di komunitas yang mendukung
promosi kesehatan berkelanjutan dan pendidikan untuk
pencegahan penyakit


V.

Bila kondisi pasien mengindikasikan, pasien dirujuk ke


sumber-sumber yang tersedia di komunitas

Standar PPK.4
Pendidikan pasien dan keluarga termasuk topic-topik berikut ini,
terkait dengan pelayanan pasien: penggunaan obat yang aman,
penggunaan peralatan medis yang aman, potensi interaksi antar
obat dengan makanan, pedoman nutrisi, manajemen nyeri dan
teknik-tenik rehabilitasi.
Elemen penilaian PPK.4

VI.

Terkait dengan pelayanan yang diberikan, pasien dan


keluarga dididik tentang penggunaan seluruh obat-obatan
secara efektif dan aman, serta tentang potensi efek samping
obat, pencegahan terhadap potensi interaksi obat dengan
obat OTC dan atau makanan

Terkait dengan pelayanan yang diberikan, pasien dan


keluarga dididik tentang keamanan dan efektivitas
penggunaan peralatan medis

Terkait dengan pelayanan yang diberikan, pasien dan


keluarga dididik tentang diet dan nutrisi yang benar

Terkait dengan pelayanan yang diberikan, pasien dan


keluarga dididik manajemen nyeri

Terkait dengan pelayanan yang diberikan, pasien dan


keluarga dididik tentang teknik rehabilitasi

Standar PPK.5
Metode pendidikan mempertimbangkan nilai-nilai dan pilihan pasien
dan keluarga, dan memperkenankan interaksi yang memadai
antara pasien, keluarga dan staf agar terjadi pembelajaran.
Elemen penilaian PPK.5
Ada proses untuk memferivikasi bahwa, pasien dan keluarga
menerima dan memahami pendidikan yang diberikan

Mereka yang memberikan pendidikan perlu mendorong


pasien dan keluarganya untuk bertanya dan memberi
pendapat sebagai peserta aktif
Informasi verbal perlu diperkuat dengan materi secara tertulis
yang terkait dengan kebutuhan pasien dan konsisten dengan
pilihan pembelajaran pasien dan keluargannya

VII.

Standar PPK.6
Tenaga kesehatan professional yang memberi pelayanan pasien
berkolaborasi dalam memberi pendidikan
Elemen penilaian PPK.6

Bila ada indikasi, pendidikan pasien dan keluarga diberikan


secara kolaboratif

Mereka yang memberikan pendidikan harus memiliki


pengetahuan yang cukup tentang subjek yang diberikan

Mereka yang memberikan pendidikan harus menyediakan


waktu yang adekuat

Mereka yang memberikan pendidikan harus mempunyai


keterampilan berkomunikasi

BAB IV
PENCATATAN DAN PELAPORAN
A. Pencatatan
1. Pendidikan pasien dan keluarga/ edukasi perorangan yang diberikan kepada pasien
dan keluarga dicatat pada catatan edukasi terintegrasi yaitu form A untuk pemberian
edukasi di rawat inap dan form B untuk pemberian edukasi di rawat jalan.
2. Form B juga digunakan untuk pemberian edukasi tambahan yang mungkin diperlukan
oleh pasien/ keluarga di rawat inap
3. Pendidikan pasien dan keluarga/ edukasi kelompok yang dilaksanakan di ruangan
rawat inap dan rawat jalan dicatat pada form edukasi terintegrasi B
4. Evaluasi dicatat pada form evaluasi dokumen dan pasien.

B. Pelaporan
1.

Laporan Bulanan

Pelaporan evaluasi pelaksanaan edukasi kepada pasien dan keluarga masing-masing


instalasi/ departemen dilaksanakan setiap bulan sekali dan dilaporkan kepada TIM
PPK BRSU Tabanan
2.

Laporan Tahunan
Laporan hasil kegiatan dalam 1 tahun dibuat tim PPK

LAMPIRAN

Alamat/Address: Jl. Pahlawan 14 Tabanan Bali Indonesia, Phone: +62. 361. 811027, Fax: +62. 361. 811202
Email: diklat_brsu@yahoo.com

FORM PENGKAJIAN KEBUTUHAN KOMUNIKASI / PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN


Edukasi diberikan kepada :
Bicara:

Normal

Bahasa Sehari-hari:

Orang tua

Keluarga

Lainnya:

Serangan awal gangguan bicara, kapan:..


Indonesia,aktif/pasif
Inggris, aktif/pasif

Perlu penterjemah :

tidak

Daerah, jelaskan.
Lain-lain,jelaskan.

ya, Bahasa.Bahasa Isyarat:

HambatanBelajar

Tidak

Ya

Cara belajar yang disukai

Bahasa

Cemas

menulis

Pendengaran

Emosi

Audio Visual / gambar

Hilang Memori

Kesulitan bicara

diskusi

Motivasi buruk

Tidak ada partisipasi dari caregiver

membaca

Masalah pengelihtan

Secara fisiologi tidak mampu belajar

mendengar

Kognitif

Tidak ditemukan hambatan belajar

demontrasi

Tingkat pendidikan :

TK

SD

Potensial Kebutuhan Pembelajaran:

SMP

SMA

Proses penyakit
Nutrisi

Akademi

Sarjana

Pengobatan/ Tindakan

Lain-lain
Terapi/ Obat

Lain-lain, Jelaskan

Alamat/Address: Jl. Pahlawan 14 Tabanan Bali Indonesia, Phone: +62. 361. 811027, Fax: +62. 361. 811202
Email: diklat_brsu@yahoo.com

RM.

CATATAN EDUKASI
TERINTEGRASI
A
BRSU
TABANAN
No Penjelasan

1.

Dokter Spesialis / dokter


umum/ dokter gigi
a. Penjelasan penyakit,
penyebab, tanda dan
gejala, prognosa
b. Hasil Pemeriksaan
c. Tindakan medis
d. Perkiraan hari rawat

(RAWAT INAP)

Tanggal Metode/Duras
i

/ EDU.A/2013

Nama :

Umur :

L/P

No RM:

Keterangan dan
Evaluasi
Mampu
menjelaskan
Mampu
mendemonstrasi
kan:

Paraf/
Paraf/
Nama
Nama
Edukator Pasien/
Keluarga

e. Penjelasan komplikasi
yang mungkin terjadi
f. ..
g. ..
2.

Nutrisi
a. Diet dan nutrisi
b. Penyuluhan nutrisi
c. .
d. .

3.

Manajemen nyeri
a. ..
b. .
c. .

4.

Penggunaan alat medis


a. .
b. .
c. .

5.

6.

Mampu
menjelaskan
Mampu
mendemonstrasi
kan:
Mampu
menjelaskan
Mampu
mendemonstrasi
kan:
Mampu
menjelaskan
Mampu
mendemonstrasi
kan:

Farmasi
a. Nama obat dan
kegunaannya
b. Aturan pemakaian dan
dosis obat
c. Jumlah obat yang
diberikan
d. Cara penyimpanan obat
e. Efek samping obat
f. Kontraindikasi obat

Mampu
menjelaskan

Perawat/ bidan
a. Pendidikan kesehatan
tentang:
..

Mampu
menjelaskan

Mampu
mendemonstrasi
kan:
-

..
b. Penanganan & cara
perawatan di rumah
c. Perawatan luka
d. Alat-alat yang perlu
disiapkan di rumah
.
..
7.

8.

Rehabilitasi medis
a. ..
b. .
c. .
d.
.
..

Rohaniawan Care
a. ..
b. .
c. .

Mampu
mendemonstrasi
kan:
-

Mampu
menjelaskan
Mampu
mendemonstrasi
kan:
Mampu
menjelaskan
Mampu
mendemonstrasi
kan:
-

Kode: Diskusi (D) Demonstrasi (demo) ceramah ( C ) Simulasi (S) Observasi (O)Praktek
langsung (PL)

Alamat/Address: Jl. Pahlawan 14 Tabanan Bali Indonesia, Phone: +62. 361. 811027, Fax: +62. 361. 811202
Email: diklat_brsu@yahoo.com

BRSU TABANAN
RM.../EDU.B/2013
CATATAN EDUKASI
TERINTEGRASI
B
BRSU TABANAN

No.

Penjelasan / KIE

( Rawat Jalan Dan Perkembangan


Lanjutan)

Tanggal

Metode/duras
i

Nama :

Umur :

L/P

No
RM:

Keterangan dan
evaluasi

Paraf/
Nama
edukator

Paraf/Nama
pasien/keluarga

Metode: Diskusi (D) Demonstrasi (demo) ceramah ( C ) Simulasi (S) Observasi (O)Praktek
langsung (PL)
Kode Profesi Edukator 1:dokter spesialis/DPJP, 2:dokter umum, 3:dokter gigi, 4:perawat/bidan,
5:apoteker, 6:ahli gizi, 7:Phisiotherapis

BAB V
PENUTUP
Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa Pendidikan Pasien dan
Keluarga untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam perawatan dan
mengambil keputusan-keputusan perawatan. Pada hakekatnya, upaya
pendidikan pasien dan keluarga di rumah sakit baru akan terselenggara
dengan baik apabila pimpinan dan staf rumah sakit yang terkait mempunyai
motivasi dan itikad pengembangan serta penuh kesadaran dan tanggung
jawab untuk melaksanakan semua program yang telah dikembangkan.
Dengan adanya buku pedoman pendidikan pasien dan keluarga ini
diharapkan dapat meningkatkan pelayanan BRSU Tabanan secara berdaya
guna dan berhasil guna.

DAFTAR PUSTAKA

Instrumen Akreditasi RS Th.2012 http://akreditasi.web.id/akre2012/?


page_id=34.Diakses Pada Tanggal 15 Juni 2013