Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

KARBOHIDRAT

NAMA NIM KELOMPOK HARI / TGL. PERC. ASISTEN

: NURHAJRAH : H 311 09 275 : II (DUA) : KAMIS / 21 APRIL 2011 : MUH. YUSUF

LABORATORIUM BIOKIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi manusia. Karbohidrat terdapat dalam semua tumbuhan dan hewan dan penting bagi kehidupan. Lewat fotosintesis, tumbuhan mengonversi karbondioksida atmosfer menjadi karbohidrat, terutama selulosa, pati, dan gula. Selulosa ialah blok pembangun pada dinding sel yang kaku dan jaringan kayu dalam tumbuhan, sedangkan pati ialah bentuk cadangan utama dari karbohidrat untuk nantinya digunakan sebagai makanan atau sumber energi. Karbohidrat adalah senyawa-senyawa polihidroksi yang juga mengandung gugus lain, yang dapat berupa aldehid atau keton. Meskipun karbohidrat merupakan senyawa biologis yang paling banyak jumlahnya di muka bumi ini, karbohidrat tubuh manusia hanyalah 1% saja dari keseluruhan tubuh manusia. Senyawa ini diolah oleh tubuh sebagai bahan makanan, disimpan sebagai glikogen dan digunakan sebagai bahan bakar sel yang utama. Karbohidrat juga penting dalam membentuk rawan dan tulang. Di Indonesia bahan makanan pokok yang biasa kita makan adalah beras, jagung, sagu dan kadang-kadang juga umbi-umbian. Bahan makanan tersebut berasal dari karbohidrat dan terdapat sebagai amilum atau pati. Komponen karbohidrat dalam bahan makanan telah tersusun dalam kadarnya masing-masing. Berdasarkan hal tersebut, dalam percobaan ini akan dilakukan isolasi kandungan pati pada kentang dan menguji larutan amilum dalam larutan iod dalam berbagai keadaan (asam, basa, dan netral).

1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1.2.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari isolasi kanji (starch) dari kentang dan mengamati reaksi uji amilum dengan larutan iod dalam berbagai keadaan (asam, basa, dan netral).

1.2.2 Tujuan Percobaan Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah : 1. 2. Menentukan kadar kandungan kanji pada kentang. Menguji reaksi antara larutan amilum dan larutan iod dalam suasan asam, basa, dan netral.

1.3 Prinsip Percobaan 1.3.1 Isolasi Kanji (Starch) dari Kentang Menentukan kadar kanji pada kentang dengan mengisolasi berdasarkan prinsip homogenasi, penyaringan, suspensi dan dekantasi dengan pelarut air dan etanol.

1.3.2 Uji Iodida untuk Starch Menentukan sifat reaksi amilum dengan larutan iodin dalam suasana netral, asam dan basa berdasarkan terbentuknya kompleks Iod-amilum yang berwarna biru.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Karbohidrat merupakan salah satu senyawa organik makromolekul alam yang banyak ditemukan dalam tanaman maupun hewan. Pada tanaman, karbohidrat dibentuk melalui reaksi antara karbondioksida dan molekul air dengan bantuan sinar matahari dalam proses fotosintesis pada sel tanaman yang berklorofil. Pada hewan tingkat tinggi, glukosa adalah komponen yang paling penting. Dua macam gula, yaitu D-ribosa dan 2-deoksiribosa adalah merupakan penyusun kerangka inti molekul genetik DNA dan RNA. Karbohidrat juga merupakan bagian penting dalam koenzim, antibiotika, tulang rawan, kulit kerang dan dinding sel bakteri (Tim Dosen Kimia, 2009). Karbohidrat merupakan persenyawaan antara karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Melihat rumus empiris tersebut, maka senyawa ini pernah diduga sebagai hidrat dari karbon, sehingga disebut karbohidrat. Sejak tahun 1880 telah disadari bahwa gagasan hidrat dari karbon merupakan gagasan yang tidak benar, hal ini karena ada beberapa senyawa yang mempunyai rumus empiris seperti karbohidrat, tetapi bukan karbohidrat (Tim Dosen Kimia, 2009). Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan nabati, baik berupa gula sederhana, heksosa, pentosa maupun karbohidrat dengan berat molekul yang tinggi seperti pati, pektin, selulosa, dan lignin. Selulosa dan lignin berperan sebagai penyusun dinding sel tanaman. Pada umumnya buah-buahan mengandung monosakarida seperti glukosa dan fruktosa. Disakarida seperti gula tebu banyak terkandung dalam batang tebu; di dalam air susu terdapat laktosa atau gula susu. Beberapa olisakarida seperti

dekstrin terdapat dalam sirup pati, roti dan bir. Sedangkan berbagai polisakarida seperti pati, banyak terdapat dalam serealia, dan umbi-umbian; selulosa dan pektin banyak terdapat dalam buah-buahan. Selama proses pematangan, kandungan pati dalam buah-buahan berubah menjadi gula-gula pereduksi yang akan menimbulkan rasa manis. Sumber karbohidrat utama bagi bahan makanan kita adalah serealia dan umbi-umbian. Misalnya kandungan pati dalam beras = 78,3 %, jagung = 72,4 %, singkong = 34,6 %, dan talas 40 %. Padahal hasil ternak khususnya daging, karbohidrat terdapat dalam bentuk glikogen yang disimpan dalam jaringan-jaringan otot dan dalam hati (Winarno, 2004). Karbohidrat merupakan salah satu golongan utama bahan organik yang terdapat di alam. karbohidrat terdapat di semua bagian bahan sel baik sebagai komponen struktur maupun sebagai komponen berfungsi. Bobot kering tumbuhtumbuhan secara khas terdiri atas 50 80% karbohidrat polimer selulosa bersama dengan bahan struktur sejenis. Karbohidrat adalah tulang punggung struktur asam nukleat, RNA dan DNA dan merupakan gula yang memberikan cadangan energi yang diperoleh dari matahari untuk fotosintesis. Isolasi, pemurnian dan pengubahan karbohidrat merupakan dasar banyak industri penting, kayu adalah bahan bangunan utama di hampir seluruh bagian dunia. Kayu jika diubah secara kimia melalui proses pembuatan pulp, menjadi sumber kertas. Gula dan produk pati yang didapat dari bahan tumbuh-tumbuhan berperan utama dalam nutrisi dan industri bahan makanan sejenis (Pine dkk., 1988). Karbohidrat digolongkan sebagai monosakarida atau gula (satu unit aldehida/keton); oligosakarida (beberapa unit monosakarida); dan polisakarida, molekul besar linear atau bercabang yang mengandung banyak unit mosakarida. Monosakarida atau gula sederhana memiliki satu unit aldehida atau keton. Golongan

ini juga mempunyai sedikitnya satu atom karbon asimetrik, dan karenanya terdapat dalam bentuk stereoisomer. Gula yang paling banyak terdapat di alam, seperti ribosa, glukosa, fruktosa dan monosakarida adalah rangkaian gula D. Gula sederhana dengan 5 atau lebih atom karbon dapat berada dalam bentuk cincin-tertutup hemiasetal, sebagai furanosa (cincin beranggota-lima) atau piranosa (cincin beranggota-enam). Furanosa dan piranosa terdapat dalam proses mutarotasi. Gula yang dapat mereduksi senyawa oksidator disebut gula pereduksi (Lehninger, 1982). Selain glukosa, fruktosa dan galaktosa juga jenis monosakarida. Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri karenanya disebut juga levulosa. Fruktosa mempunyai rasa yang lebih manis daripada glukosa, juga lebih manis daripada gula tebu atau sukrosa. Pada umumnya monosakarida dan disakarida mempunyai rasa manis. Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff dalam asam HCl. Galaktosa jarang terdapat bebas di alam dan biasanya terdapat dalam bentuk laktosa. Rasanya kurang manis dan kurang larut dalam air. Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan (Poedjiadi, 1994). Senyawa yang termasuk disakarida adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa. Sukrosa ialah gula yang kita kenal sehari-hari, baik yang berasal dari tebu maupun dari bit. Sukrosa juga terdapat pada tumbuhan lain, misalnya buah nanas dan dalam wortel. Dengan hidrolisis sukrosa akan terpecah dan menghasilkan glukosa dan fruktosa. Molekul sukrosa tidak mempunyai gugus aldehida atau keton bebas, atau tidak mempunyai gugus OH glikosidik. Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Laktosa merupakan gabungan dari galaktosa dan glukosa. Dalam susu terdapat laktosa yang sering disebut gula susu. Dibandingkan terhadap glukosa, laktosa mempunyai rasa yang kurang manis. Maltosa juga merupakan

disakarida yang terbentuk dari dua molekul glukosa. Maltosa larut dalam air dan mempunyai rasa yang lebih manis daripada laktosa, tetapi tetap kurang manis daripada sukrosa. Maltosa merupakan hasil antara dalam proses hidrolisis amilum dengan asam maupun dengan enzim (Poedjiadi, 1994). Amilum merupakan salah satu jenis polisakarida yang terdapat banyak di alam, yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Amilum atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut pati terdapat pada umbi, daun, batang dan biji-bijian. Batang pohon sagu mengandung pati yang setelah dikeluarkan dapat dijadikan bahan makanan. Umbi yang terdapat pada ubi jalar atau akar pada ketela pohon atau singkong mengandung pati yang cukup banyak, sebab ketela pohon tersebut selain dapat digunakan sebagai makanan sumber karbohidrat, juga digunakan sebagai bahan baku dalam pabrik tapioka. Butir-butir pati apabila diamati dengan menggunakan mikroskop, ternyata berbeda-beda bentuknya, tergantung dari tumbuhan apa pati tersebut diperoleh. Bentuk butir pati pada kentang berbeda dengan yang berasal dari terigu atau beras (Poedjiadi, 1994). Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20-28%) dan sisanya amilopektin. Amilosa terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan 1,4glikosidik, jadi molekulnya merupakan rantai terbuka. Amilopektin juga terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1,4-glikosidik dan sebagian lagi ikatan 1,6-glikosidik. Adanya ikatan 1,6-glikosidik ini menyebabkan terjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang. Molekul amilopektin lebih besar daripada molekul amilosa karena terdiri

atas lebih dari 1000 unit glukosa. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa (Poedjiadi, 1994). Amilosa merupakan komponen pati yang mempunyai rantai lurus dan larut dalam air. Umumnya amilosa menyusun pati 17-21 %, terdiri dari satuan glukosa yang bergabung melalui ikatan -(1,4) D-glukosa. Amilosa juga mempunyai sifat alir dan daya kompresibilitas yang baik, sehingga dalam formulasi tablet cetak langsung dapat digunakan sebagai bahan pengisi, lubrikan dan akan memberikan waktu hancur yang lebih efektif. Sementara amilopektin merupakan komponen pati yang mempunyai rantai cabang, terdiri dari satuan glukosa yang bergabung melalui ikatan -(1,4) D-glukosa dan -(1,6) D-glukosa. Amilopektin tidak larut dalam air tetapi larut dalam butanol dan bersifat kohesi sehingga sifat alir dan daya kompresibilitas kurang baik (Ben dkk., 2007). Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi manusia, hampir 80 % dari yang didapat oleh tubuh manusia terutama bangsa-bangsa yang ada di Asia Tenggara berasal dari karbohidrat. Walaupun jumlah kalori yang dihasilkan oleh 1 gram karbohidrat hanya 4 kalori, namun bila dibandingkan dengan protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber kalori yang murah. Selain daripada itu ada beberapa golongan karbohidrat yang menghasilkan serat-serat yang berguna bagi pencernaan. Karbohidrat juga mempunyai peranan penting dalam menetukan karakteristik bahan makanan, misalnya dalam hal rasa, warna tekstur dan lain-lain (Sultanry dan Kuseger, 1985). Banyak cara yang dapat digunakan untuk menentukan banyaknya karbohidrat dalam suatu bahan yaitu antara lain dengan cara kimiawi, cara fisik, cara enzimatik dan cara kromatografi. Penentuan karbohidrat polisakarida maupun oligosakarida

memerlukan perlakuan pendahuluan yaitu hidrolisa terlebih dahulu sehingga diperoleh monosakarida (Sudarmadji dkk., 1996). Karbohidrat golongan polisakarida akan memberikan reaksi dengan larutan iodin dan memberikan warna spesifik bergantung pada jenis karbohidratnya. Amilosa dengan iodin akan berwarna biru, amilopektin dengan iodin akan berwarna merah violet, glikogen maupun dextrin dengan iodin akan berwarna merah cokelat (Sudarmadji dkk., 1996).

BAB III METODE PERCOBAAN

3.1 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain, kentang, etanol 95%, aquades, larutan amilum 1%, larutan HCl 6 M , larutan NaOH 6 M, larutan Iod 0,01 M, kertas saring, kertas label, spiritus, korek, sabun dan tissue roll.

3.2 Alat Alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain neraca Ohaus, pisau, blender, kain tipis, corong, gelas ukur 250 mL, gelas piala 200 mL, gelas piala 500 mL, erlenmeyer 250 mL, batang pengaduk, oven, cawan petri, tabung reaksi, rak tabung, sikat tabung, pipet tetes 2 mL, labu semprot, pembakar spiritus, dan gegep.

3.3 Prosedur Kerja 3.3.1 Isolasi Kanji (Starch) dari Kentang Kentang yang akan digunakan ditimbang, dikupas dan dicuci lalu dipotong kecil-kecil dan dihomogenasikan dengan 200 mL air dalam blender sehingga terbentuk suspensi. Campuran tersebut disaring dengan kain kasa dan cairannya ditampung dalam gelas piala sedangkan residunya ditambahkan aquades 50 mL dan diblender kembali. Campuran tersebut disaring dan cairannya dimasukkan dalam gelas piala dan residunya dibuang. Cairan tersebut dibiarkan mengendap. Setelah terbentuk endapan, kemudian didekantasi dengan cara cairannya dibuang dan endapan yang tersisa ditambahkan 50 mL air dan dibiarkan mengendap. Endapan yang terbentuk didekantasi lagi dengan 50 mL air. Kemudian didekantasi lagi dengan 15 mL etanol 95%. Kemudian di cuci dengan etanol dan disaring dengan kertas

saring yang sudah diketahui bobotnya. Setelah itu starch tersebut dikeringkan dalam oven selama beberapa menit dan setelah kering ditimbang. Dicatat hasil

penimbangan dan dihitung kadar amilum dalam kentang. 3.3.2 Uji Iodida untuk Starch Disiapkan 3 tabung reaksi. Dipipet 3 mL amilum ke dalam masing-masing tabung reaksi. Pada tabung reaksi I ditambahkan 2 tetes air, tabung reaksi II ditambahkan 2 tetes HCl 6 M dan tabung reaksi III ditambahkan 2 tetes NaOH 6 M. Masing-masing tabung ditambahkan 4 tetes iod 0,01 M. Diamati warna yang terbentuk. Kemudian dilanjutkan dengan pemanasan dan diamati warna yang terbentuk. Kemudian larutan didinginkan dalam air es dan diamati warna yang terbentuk.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil 4.1.1 Isolasi Starch dari Kentang 1. 2. Berat contoh (kentang) = 117,025 gram Kentang setelah diblender akan terjadi campuran dari kentang dan air yang berbentuk bubur. 3. 4. 5. Amilum dalam suspensi alkohol berwarna putih, setelah kering berwarna putih. Berat amilum setelah kering = (7,2180 1,0600) gram = 6,158 gram Kadar amilum dalam contoh kentang : 0,05262 % Berat amilum Kadar amilum = Berat kentang 6,158 g = 117,025 g = 0,05262 % x 100%

4.1.2 Uji Iodida untuk Starch Penambahan Perlakuan Amilum Penambahan iod 0,01M Pemanasan Pendinginan Tabung I (H2O) Bening Biru Bening Biru muda Tabung II (HCl) Bening Biru Bening Biru Tabung III (NaOH) Bening Bening Bening Bening

4.2 Reaksi 1. Reaksi amilum + H2O + I2

CH2OH H H OH O H O O H H

CH2OH O H OH H O H

+ H2O + nI2

OH

OH

amilum / bening

CH2OH H H OH O H O O H H

CH2OH

O H OH H

dipanaskan
O

OH

OH

I Biru

CH2OH H H OH O H O O H H

CH2OH O H OH H O H

+ nI2

didinginkan

OH

OH

amilum / bening

CH2OH H H OH O H O O H H

CH2OH

O H OH H

OH

OH

I Biru muda

2. Reaksi amilum + HCl + I2

CH2OH H H OH O H O O H H

CH2OH O H OH H O H

+ HCl + nI2

OH

OH

amilum / bening

CH2OH H H OH O H O O H H

CH2OH

O H OH H

dipanaskan
O

OH

OH

I Biru
CH2OH H H OH O H O O H H H OH H CH2OH O H

+ nI2
O

didinginkan

OH

OH

amilum / bening

CH2OH H H OH O H O O H H

CH2OH

O H OH H

OH

OH

I Biru

3. Reaksi Amilum + NaOH + I2

CH2OH H H OH O H O O H H

CH2OH O H OH H O H

+ NaOH + nI2

OH

OH

amilum / bening
CH2OH H H OH O H O O H H H OH H O CH2OH O H

+ NaI + NaOI + H2O

OH

OH

bening

4.3 Pembahasan 4.3.1 Isolasi Starch dari Kentang Kentang mula-mula dihomogenkan dengan air dalam blender sehingga terbentuk suspensi dan disaring untuk memisahkan filtrat dari residu. Penyaringan dilakukan dengan kain kasa tipis agar lebih mudah menyaring dan penyaringan berlangsung lebih cepat. Cairan keruh didekantasi sebanyak 2 kali dengan aquades, fungsi dekantasi adalah untuk memisahkan filtrat dengan residu dan menghilangkan kotoran-kotoran karena air dapat mengikat kotoran dan melarutkan zat-zat dalam sampel. Setelah itu didekantasi dengan etanol 95%. Etanol berfungsi untuk melarutkan bahan-bahan organik yang tidak larut dalam air dan agar filtrat yang tersisa hanya amilum saja. Hasil dekantasi terakhir disaring dengan kertas saring dan dikeringkan dalam oven sehingga diperoleh tepung amilum yang kering dan

ditimbang. Dari percobaan yang dilakukan diperoleh berat amilum sebesar 6,158 gram dan kadar amilum yang terdapat pada kentang adalah 0,05262 %. Hasil yang

didapat tidak sesuai dengan teori yaitu 16% dari sampel kentang artinya jika kentang sebanyak 117,025 gram dapat menghasilkan 18,724 gram amilum. Hal ini mungkin disebabkan beberapa faktor seperti kurang teliti dalam kalibrasi neraca, masih adanya amilum yang belum terisolasi, masih ada yang menempel pada blender, masih ada yang menempel pada gelas piala, dan banyaknya amilum yang terbuang pada saat didekantasi. 4.3.2 Uji Iodida untuk Starch Uji iodida untuk starch dilakukan dengan mereaksikan amilum dengan iodida pada lingkungan asam, basa, dan netral. Amilum yang ditambahkan air, HCl, dan NaOH hasilnya bening dan setelah ditambahkan iod, tabung I dan II, yaitu yang bersuasana netral dan asam, berwarna biru sedangkan tabung III yang bersuasana basa bening. Tabung I dan II dilanjutkan dengan pemanasan. Setelah pemanasan warna pada kedua tabung yang terbentuk tadi hilang, larutan kembali bening. Setelah didinginkan, larutan pada tabung I berwarna biru muda. Pada tabung II, larutan kembali berwarna biru yang sama dengan warnanya sebelum dipanaskan. Warna biru yang terbentuk berasal dari ikatan antara amilum dan iod. Dalam suasana netral terbentuk larutan berwarna biru dan pada suasana asam terbentuk larutan berwarna biru. Hal ini menunjukkan, pada suasana netral dan asam, dapat terjadi ikatan antara iod dan amilum. Pada suasana basa, tidak terjadi perubahan warna karena iod tidak berikatan dengan amilum. Setelah dipanaskan larutan yang berwarna biru tersebut menjadi bening karena ikatan antara iod dan amilum terputus. Setelah didinginkan ternyata warna pada tabung kembali menjadi berwarna biru yang menandakan ikatan iod dan amilum kembali terbentuk. Hal ini menunjukkan bahwa ikatan antara iod dan amilum berupa ikatan semu karena dapat putus saat dipanaskan dan terbentuk kembali pada saat didinginkan. Apabila dipanaskan rantai amilum

akan memanjang sehingga iod mudah terlepas. Sebaliknya, ketika didinginkan, rantai pada amilum akan mengerut sehingga iod kembali terikat dengan amilum. Sedangkan pada NaOH, yaitu pada suasana basa tidak terjadi perubahan dengan perlakuan apapun. Hal ini karena kemampuan menghidrolisis amilum oleh basa, sehingga amilum berubah menjadi glukosa. Jadi reaksi ini hanya berlaku pada suasan netral dan asam.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: 1. 2. Kadar amilum dalam kentang adalah 0,05262 % Pada uji larutan amilum dengan larutan iodin, dalam keadaan netral dan asam dapat bereaksi, yang ditunjukkan dengan perubahan warna dari bening menjadi biru. Sedangkan dalam keadaan basa tidak bereaksi, karena tidak menunjukkan perubahan.

5.2 Saran Untuk laboratorium, agar peralatan yang akan digunakan pada saat praktikum diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum berlangsung. Untuk asisten, sudah baik dalam membimbing praktikannya, namun caranya ditingkatkan lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Ben, E. S., Zulfianis, dan Halim, A., 2007, Study Awal Pemisahan Amilosa dan Amilopektin Pati Singkong dengan Fraksinasi Butanol Air, Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi, 12 (1),1-11. Lehninger, A. L., 1982, Dasar-dasar Biokimia diterjemahkan oleh Maggy Thenawijaya, Penerbit Erlangga, Jakarta. Pine, S. H., Hendrickson J. B, Cram D. J., dan Hammond G. S., 1988, Kimia Organik 2 edisi keempat, diterjemahkan oleh Hamid A., ITB, Bandung. Poedjiadi, A., 1994, Dasar-Dasar Biokimia, UI-Press, Jakarta. Sudarmadji, S., Haryono B., dan Suhardi, 1996, Analisa Bahan makanan dan Pertanian, Liberty Yogyakarta Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sultanry dan Kaseger, 1985, Kimia Pangan, Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Bagian Timur, Makassar. Tim Dosen Kimia, 2009, Kimia Dasar 2, UPT MKU Universitas Hasanuddin, Makassar. Winarno, F. G., 2004, Kimia Pangan dan Gizi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

LEMBAR PENGESAHAN

Makassar, 26 April 2011 Asisten Praktikan

(Muh. Yusuf)

(Nurhajrah)

LAMPIRAN

BAGAN KERJA 1. Isolasi Starch dari Kentang

Kentang - dibersihkan, dipotong-potong 117,025 g kentang - dihomogenasikan dengan 200 mL air - disaring dengan kain putih residu - dibuang Cairan keruh - didekantasi dengan air 50 mL - dikocok dan dibiarkan mengendap filtrat - dibuang endapan putih - didekantasi dengan air 50 mL - dikocok dan dibiarkan mengendap filtrat - dibuang endapan putih - didekantasi dengan etanol 15 mL - disaring filtrat - dibuang starch - dikeringkan dalam oven - setelah kering ditimbang

Data

2. Uji Iodida untuk Starch

Amilum

Amilum

Amilum

- Dipipet 3 ml ke dalam tabung reaksi - Ditambahkan 2 ml air - Ditambahkan 4 tetes iod 0,01M - Dipanaskan dan diamati - Didinginkan dan diamati
Hasil

- Dipipet 3 ml ke dalam tabung reaksi - Ditambahkan 2 ml HCl - Ditambahkan 4 tetes iod 0,01M - Dipanaskan dan diamati - Didinginkan dan diamati
Hasil

- Dipipet 3 ml ke dalam tabung reaksi - Ditambahkan 2 ml NaOH - Ditambahkan 4 tetes iod 0,01M - Dipanaskan dan diamati - Didinginkan dan diamati
Hasil