Anda di halaman 1dari 15

Case Report Session

STROKE

Oleh:
Riski Hanika Syafar

0810311011

Pembimbing: dr. Hj. Meiti Frida, Sp.S(K)

BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS RSUP DR M. DJAMIL PADANG 2013

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Pengertian Gangguan Peredaran Darah Otak (GDPO) Gangguan Peredaran Darah Otak (GDPO), dikenal juga dengan istilah stroke, cerebrovascular accident, atau cerebrovascular disease merupakan gangguan fungsi otak akut yang terjadi akibat gangguan suplai darah di otak atau perdarahan yang terjadi mendadak, sehingga menyebabkan defisit neurologik sesuai dengan daerah yang terganggu.

1.2 Vaskularisasi Otak Otak diperdarahi oleh dua pasang pembuluh darah utama, yaitu sepasang pembuluh darah karotis dan sepasang pembuluh darah vertebralis. a. Arteri karotis interna Setelah masuk ke rongga tengkorak, masing-masing pembuluh darah karotis kanan dan kiri akan bercabang 3 menjadi: Arteri serebralis anterior yang menuju ke otak bagian depan Arteri serebralis media yang menuju ke otak bagian tengah Arteri serebralis posterior yang menuju ke otak bagian belakang

b. Arteri vertebralis Memperdarahi batang otak dan serebelum

1.3 Etiologi dan Faktor Risiko GDPO Secara umum, GDPO disebabkan oleh: a. Penyumbatan pembuluh darah oleh trombus atau emboli b. Pecahnya pembuluh darah c. Adanya penyakit dinding pembuluh darah d. Adanya gangguan susunan komponen darah Faktor risiko GDPO diantaranya adalah sebagai berikut: a. Hipertensi b. Diabetes melitus c. Penyakit jantung

d. Gangguan aliran darah otak sepintas e. Hiperkolesteronemia f. Infeksi g. Obesitas h. Merokok i. Kelainan pembuluh darah otak j. Usia lanjut k. Penyakit paru menahun l. Polisitemia dan leukemia m. Asam urat tinggi

1.4 Klasifikasi GPDO GDPO dibedakan menjadi 2, yaitu: a. Nonhemoragik (Iskemik/ Infark) GPDO nonhemoragik dibedakan lagi menjadi 4, yaitu: TIA RIND Trombosis Emboli

b. Hemoragik GPDO hemoragik dapat berupa: Perdarahan intraserebral/intraserebelar Perdarahan subaraknoid

1.5 Patofisiologi GDPO 1.6 Manifestasi Klinik GDPO Gejala yang ditemukan pada GDPO bervariasi, tergantung pada bagian otak yang terganggu. a. Gangguan pada arteri serebri anterior Kelumpuhan salah satu tungkai dan gangguan sensorik Ngompol Tidak sadar

Gangguan mengungkapkan maksud Ekholali (menirukan percakapan orang lain)

b. Gangguan pada arteri serebri media Gangguan sensorik wajah sesisi, dapat juga disertai lengan dan tungkai Hemiparese/ hemiplegi Afasia Buta pada satu sisi atau separuh lapangan pandang (hemianopsia) Mata selalu melirik kea rah satu sisi (deviation conjugae) Penurunan kesadaran Tidak mengenali orang yang sebelumnya sudah dikenal

(prosopagnosia) Disartria Merasa anggota badan sesisi tidak ada Tidak dapat membedakan kanan dan kiri Sudah tampak kelainan namun tidak sadar telah mengalami kelainan (seperti sudah menabrak tapi mengatakan tidak apa-apa) Kehilangan kemampuan music yang dahulu dimiliki (amusia)

c. Gangguan pada arteri serebri posterior Kebutaan seluruh lapangan pandang satu sisi atau separuh lapangan pandang kedua mata Nyeri spontan atau hilangnya rasa nyeri dan getar pada separuh sisi tubuh Kesulitan memahami benda yang dilihat tapi mengerti jika meraba dan mendengarkan suaranya Kehilangan kemampuan mengenal warna

d. Gangguan pada pembuluh darah vertebrobasilaris Gangguan gerak bola mata, sehingga menimbulkan diplopia Kehilangan keseimbangan Paraparesis inferior Vertigo Nistagmus Muntah

Disfagia Disartria Tuli mendadak

1.7 Penatalaksanaan GDPO

BAB II ILUSTRASI KASUS

Seorang pasien perempuan, usia 65 tahun, dirawat di bangsal wanita Bagian Neurologi RSUP DR. M. Djamil Padang sejak tanggal 18 Agustus 2013 dengan keluhan utama lemah anggota gerak kanan.

ANAMNESIS Keluhan Utama: Lemah anggota gerak kanan

Riwayat Penyakit Sekarang: Lemah anggota gerak kanan sejak 4 jam sebelum masuk rumah sakit, terjadi secara tiba-tiba setelah pasien bangun tidur dan hendak ke kamar mandi. Pasien merasakan anggota gerak kanan berat digerakkan, sehingga pasien dibantu untuk berjalan. Kelemahan dirasakan semakin lama semakin berat sehingga pasien tidak mampu berdiri. Kelemahan anggota gerak lengan dengan tungkai dirasakan sama. Keluhan juga disertai dengan mulut mencong dan bicara pelo. Keluhan tidak disertai dengan sakit kepala, muntah, kejang ataupun ataupun penurunan kesadaran..

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat anggota gerak kanan berat 3 tahun yang lalu, namun pasien tidak berobat dan sembuh dalam 3 hari. Riwayat hipertensi dan diabetes mellitus sejak 4 tahun yang lalu, pasien tidak kontrol teratur Riwayat sakit jantung disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga Ayah, ibu, dan saudara kandung juga menderita diabetes melitus.

Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Riwayat kebiasaan, sosial, dan ekonomi Pasien adalah seorang ibu rumah tangga dengan aktifitas fisik ringan Kebiasaan olahraga setiap pagi dengan jalan kaki Riwayat merokok dan kebiasaan minum kopi tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis : Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Nafas Suhu : Tampak sakit sedang : Komposmentis kooperatif : 180/100 mmHg : 82 x /menit : 20 x /menit : 37 C

Status Internus : Mata : Konjunctiva tidak anemis, sklera tidak ikterik Leher : Pembesaran kelenjar getah bening tidak ada JVP 5-2 cmH2O Thorak : Paru: Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Jantung: Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Abdomen : Inspeksi Palpasi Perkusi : Simetris kiri dan kanan : Fremitus sama kiri dan kanan : Sonor : Vesikuler, ronchi (-/-), wheezing (-/-) : Iktus kordis tidak terlihat : Iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V : Batas jantung dalam batas normal : Bunyi jantung murni, teratur, bising (-). : Tidak membuncit : Hepar dan lien tidak teraba : Timpani

Auskultasi Punggung : Tidak ada kelainan

: Bising usus (+) normal

Status Neurologikus : GCS 15 (E4M6V5) Tanda Rangsangan Meningeal : Kaku kuduk (-) Brudzinky I (-) Brudzinky II (-) Kernig (-)

Tanda peningkatan tekanan intrakanial: Muntah proyektil tidak ada Sakit kepala ada Pupil isokor, bulat, diameter 3mm, refleks cahaya +/+

Nn. Kranialis : NI NII : Penciuman baik : Penglihatan baik, reflek cahaya +/+

N III, IV, VI : Pupil isokor, bulat, diameter 3mm, refleks cahaya +/+, gerakan bolamata bebas ke segala arah

NV N VII

: Bisa membuka mulut. Refleks kornea +/+ : Plika nasolabialis kanan lebih datar dari kiri

N VIII : Nistagmus -/N IX, X : Refleks muntah +/+, uvula tertarik ke kiri, fungsi menelan baik N XI : Menoleh dan mengangkat bahu ke kiri dan ke kanan bisa

dilakukan N XII : Lidah tertarik ke kanan

Motorik Ekstremitas Superior : Kanan Gerakan Kekuatan Tonus Tropi Tidak Aktif 222 Eutonus Eutropi Kiri Aktif 555 Eutonus Eutropi

Ekstremitas Inferior Kanan Gerakan Kekuatan Tonus Tropi Tidak Aktif 555 Eutonus Eutropi Kiri Aktif 555 Eutonus Eutropi

Sensorik Eksteroseptif Proprioseptif : Baik : Baik

Fungsi Otonom : BAK ,BAB ,Sekresi keringat baik Refleks Refleks fisiologis : Refleks biceps ++/++ Refleks triceps ++/++ Refleks patologis Refleks KPR ++/++ Refleks APR ++/++

: Refleks Hoffman Trommer -/Refleks Babinsky -/-

Penilaian stroke ketika serangan Gajah Mada Skor : Penurunan kesadaran (-) Nyeri kepala (-) Reflek Babinsky (-) Siriraj Stroke Skor : (2,5 x kesadaran) + (2 x muntah) + (2 x sakit kepala) + (0,1 x diastole) (3 x ateroma) 12 = (2,5 x 0) + (3 x 1) + (2 x 1) + (0,1 x 100) (3 x0) 12 = -2 Kesan : Stroke Iskemik Stroke Iskemik

LABORATORIUM (18-8-2013)

Hemoglobin Leukosit Trombosit

: 13 gr / dl : 6.600 /mm : 191.000/mm

Hematokrit

: 38 %

Gula darah sewaktu : 304 DIAGNOSA KERJA : Diagnosis Klinis : Hemiparese dekstra + parese n. VII dan n. XII dekstra tipe sentral Diagnosis Topik Diagnosis Etiologi : Subkorteks serebri hemisfer sinistra : Trombosi serebri

Diagnosis Sekunder : Hipertensi stage 2 Diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol

PEMERIKSAAN ANJURAN Brain CT Scan

TERAPI Umum: IVFD RL 12 jam/ kolf Diet MB RG DD 1900 kkal

Khusus: Citicolin inj 2 x 1000 mg (iv) Aspilet 2 x 80 mg (po)

FOLLOW UP

Tanggal 19 Agustus 2013 Subjektif Objektif : Lemah anggota gerak kanan mulai berkurang : : Sedang : CMC : 180/80 mmHg Nadi Nafas Suhu : 70x/menit : 20x/menit : 37 C

Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Status Neurologikus: GCS 15 (E4M6V5)

Tanda rangsangan meningeal : (-)

Tanda peningkatan intrakranial : (-) Nervi cranialis : pupil isokor kanan dan kiri, bulat, 3 mm, reflek cahaya (+/+). Motorik : Superior : 444/555 eutonus, eutrofi Inferior : 444/555 eutonus, eutrofi Sensorik Otonom : Eksteroroseptif dan proprioseptif baik : BAB dan BAK terkontrol

Reflek fisiologis : ++/++, Reflek patologis : -/-

Assasement: Diagnosis Klinis : Hemiparese dekstra + parese n. VII dan n. XII dekstra tipe sentral Diagnosis Topik Diagnosis Etiologi : Subkorteks serebri hemisfer sinistra : Trombosi serebri

Diagnosis Sekunder : Hipertensi stage 2 Diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol

Plan

: Terapi Umum: IVFD RL 12 jam/ kolf Diet MB RG DD 1500 kkal

Khusus: Citicolin inj 2 x 1000 mg (iv) Aspilet 2 x 80 mg (po) Novorapid 3 x 8 IU (sc) Gemfibrozil 1 x 300 mg (po)

Tanggal 20 Agustus 2013 Subjektif Objektif : Lemah anggota gerak kanan mulai berkurang : : Sedang : CMC : 180/100 mmHg Nadi Nafas Suhu : 70x/menit : 20x/menit : 37 C

Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah

Status Neurologikus: GCS 15 (E4M6V5) Tanda rangsangan meningeal : (-) Tanda peningkatan intrakranial : (-) Nervi cranialis : pupil isokor kanan dan kiri, bulat, 3 mm, reflek cahaya (+/+). Motorik : Superior : 444/555 eutonus, eutrofi Inferior : 444/555 eutonus, eutrofi Sensorik Otonom : Eksteroroseptif dan proprioseptif baik : BAB dan BAK terkontrol

Reflek fisiologis : ++/++, Reflek patologis : -/-

Assasement: Diagnosis Klinis : Hemiparese dekstra + parese n. VII dan n. XII dekstra tipe sentral Diagnosis Topik Diagnosis Etiologi : Subkorteks serebri hemisfer sinistra : Trombosi serebri

Diagnosis Sekunder : Hipertensi stage 2 Diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol

Plan

: Brain CT Scan Terapi Umum: IVFD RL 12 jam/ kolf Diet MB RG DD 1500 kkal

Khusus: Citicolin inj 2 x 1000 mg (iv) Aspilet 2 x 80 mg (po) Novorapid 3 x 8 IU (sc) Gemfibrozil 1 x 300 mg (po)

Tanggal 21 Agustus 2013 Subjektif Objektif : Lemah anggota gerak kanan mulai berkurang : : Sedang : CMC : 190/80 mmHg Nadi Nafas Suhu : 80x/menit : 22x/menit : 37 C

Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Status Neurologikus: GCS 15 (E4M6V5)

Tanda rangsangan meningeal : (-) Tanda peningkatan intrakranial : (-) Nervi cranialis : pupil isokor kanan dan kiri, bulat, 3 mm, reflek cahaya (+/+). Motorik : Superior : 444/555 eutonus, eutrofi Inferior : 444/555 eutonus, eutrofi Sensorik Otonom : Eksteroroseptif dan proprioseptif baik : BAB dan BAK terkontrol

Reflek fisiologis : ++/++, Reflek patologis : -/-

Assasement: Diagnosis Klinis : Hemiparese dekstra + parese n. VII dan n. XII dekstra tipe sentral Diagnosis Topik Diagnosis Etiologi : Subkorteks serebri hemisfer sinistra : Trombosi serebri

Diagnosis Sekunder : Hipertensi stage 2 Diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol

Plan

: Brain CT Scan Terapi Umum: IVFD RL 12 jam/ kolf Diet MB RG DD 1500 kkal

Khusus: Citicolin inj 2 x 1000 mg (iv) Aspilet 2 x 80 mg (po) Amlodipim 1 x 10 mg (po) Novorapid 3 x 8 IU (sc) Gemfibrozil 1 x 300 mg (po)

Tanggal 22 Agustus 2013 Subjektif Objektif : Lemah anggota gerak kanan bertambah : : Sedang : CMC : 160/80 mmHg Nadi Nafas Suhu : 72 x/menit : 18 x/menit : 37 C

Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Status Neurologikus: GCS 15 (E4M6V5)

Tanda rangsangan meningeal : (-) Tanda peningkatan intrakranial : (-) Nervi cranialis : pupil isokor kanan dan kiri, bulat, 3 mm, reflek cahaya (+/+). Motorik : Superior : 333/555 eutonus, eutrofi Inferior : 333/555 eutonus, eutrofi Sensorik Otonom : Eksteroroseptif dan proprioseptif baik : BAB dan BAK terkontrol

Reflek fisiologis : ++/++, Reflek patologis : -/-

Assasement: Diagnosis Klinis : Hemiparese dekstra + parese n. VII dan n. XII dekstra tipe sentral Diagnosis Topik Diagnosis Etiologi : Subkorteks serebri hemisfer sinistra : Trombosi serebri

Diagnosis Sekunder : Hipertensi stage 2 Diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol

Plan

Brain CT Scan Terapi Umum: IVFD RL 12 jam/ kolf Diet MB RG DD 1500 kkal

Khusus: Citicolin inj 2 x 1000 mg (iv) Aspilet 2 x 80 mg (po) Novorapid 3 x 8 IU (sc) Gemfibrozil 1 x 300 mg (po)