Anda di halaman 1dari 10

SKILL 2 RADIOLOGI THORAX & PARANASAL SINUS

I.

Pemeriksan radiologi dada Ucapkan BISMILLAH 1. tentukan radioposisi dada a. posteroanterior projection (indikasi : melihat kelainan pada jantung dan paru) posisi dan cara pengambilan gambar: badan menghadap film sinar diarahkan dari punggung

b. anteroposterior projection (indikasi : melihat kelainan pada jantung dan paru, terutama pada pasien sakit parah tidak bisa bangun, anak / bayi, wanita hamil, obesitas, asites dan tumor abdominal) posisi dan cara pengambilan gambar: pasien posisi tidur, dengan siku diatas kepala punggung menghadap film sinar diarahkan ke dada setinggi T6 atau T7

c. lateral projection (indikasi : melihat kelainan pada jantung dan paru, terutama untuk melihat mediastinal disorder dan abnormalitas yang tidak tampak pada film PA) posisi dan cara pengambilan gambar: pasien berada diantara film dan sinar x-ray tempatkan sisi lateral dada pada film, tanggan di samping kepala sinar diarahkan pada T6 atau T7

d. lateral decubitus projection (indikasi : melihat kelainan pada paru dan pleura, jika pleural fluid mencapai 100-200cc dan akumulasi cairan tersebut tidak dapat ditentukan oleh PA projection) posisi dan cara pengambilan gambar: posisi pasien tidur miring ke kanan atau kiri dengan siku berada di atas kepala sinar diarahkan pada T6 atau T7 dari aspek anterior atau posterior

e. lordotic projection (indikasi : melihat kelainan pada apex paru, terutama pasien TBC) posisi dan cara pengambilan gambar: pasien berada di antara film dan sumber sinar pasien menghadap sumber sinar, dengan punggung pasien menempel pada film sepanjang 30 cm, sedangkan film berada 1 inchi di bawah bahu sinar diarahkan pada manubrium sternum

2. perhatikan syarat syarat pembacaan radiologi a) nama b) umur c) jenis kelamin d) tanggal e) indikasi pemeriksaan (biasanya untuk melihat jantung dan paru secara keseluruhan dengan keluhan batuk > 2minggu, infeksi pernafasan yang berulang, hemoptisis, tbc ekstraparu) 3. nilai apakah hasil radiografinya baik atau tidak a) nilai kualitas filmnya bagus 1) nilai kV (kilo volt), normalnya vertebra akan terlihat hingga T3 atau T4, sedangkan T5 dst tidak terlihat, jika kV terlalu tinggi maka tampakan tulang akan lebih menonjol / lebih putih. 2) nilai mAs (milli ampere second), mAs yang baik atau cukup jika bayangan tangan tidak tampak melalui media atau bagian yang lucent. 3) nilai dari prosessingnya, yaitu dari proses pembuatan foto radiografinya b) nilai apakah thoracic cage simetris atau tidak c) nilai apakah seluruh paru masuk ke dalam film tanpa adanya bayangan hasil dari gerakan saat difoto. d) nilai apakah terdapat marker / identity atau tidak (tanda L atau R di film) e) nilai apakah ada artefak atau tidak (misalnya kalung, kancing dll) f) nilai apakah saat difoto inspirasinya maksimal atau tidak, jika inspirasi maksimal, ribs akan tampak hingga ribs posterior ke-10 atau 11 atau ICS 5 anterior di atas diafragma 4. nilai struktur-struktur pada film secara radiografi a) interpretasi jaringan lunak di dada, apakah terdapat :

pembengkakan / swelling benda asing kalsifikasi emfisema

b) interpretasi struktur tulang dari thoracic cage, yaitu : klavikula ribs thoracic spine

nilai apakah ada fraktur atau perubahan degeneratif c) interpretasi trakea (bagian lucent yang terlihat dari bagian vertebra, biasanya di leher dan dada atas) apakah posisinya simetris atau tidak apakah ada pelebaran atau tidak (normal diameter / kaliber / ca. Adalah 1.5 cm)

d) interpretasi diafragma posisi (pada posterior ribs ke-10 dan 11) ketajaman costophrenic dan cardiophrenic angles (normalnya tajam)

Keterangan : 1. Panah orange = cardiophrenic angle (sudut yang dibentuk oleh jantung dengan diafragma) 2. Panah biru = costophrenic angle (sudut yang dibentuk oleh costa dengan diafragma) lihat pleural space nya, apakah terdapat efusi pleura, penebalan, pneumothorax, dll e) interpretasi jantung nilai ukurannya (a+b / c) Keterangan : a = bagian jantung paling kanan yang diukur dari tengah vertebra b = bagian jantung paling kiri yang diukur dari tengah vertebra c = bagian paru / thoracic cage yang paling luas

apakah ukurannya normal < 50% atau ada hipertrofi >50% nilai bentuknya (apakah normal, atau ada kelainan seperti boot shape dll) nilai posisinya (apakah normal atau dextrocardi)

f) interpretasi struktur pulmonary (paru-paru) apakah radiolucency nya simetris atau tidak apakah ada infiltrat, kalsifikasi, konsolidasi dll jika ada lesi, tentukan dimana lesinya (lobus dan segmen mana)

g) interpretasi hilum paru bagaimana bentuk, lebar, posisinya? apakah terdapat lesi massa atau kalsifikasi?

h) interpretasi pembuluh darah pulmoner (pulmonary vessels) berapa diameter atau kalibernya? apakah ada percabangan (prunning) dari pembuluh darah perifer? (Normalnya 1/3 medial paru, jika lebih dari 1/3 sebutkan corakan bronkovaskular bertambah) Ucapkan ALHAMDULILLAH

II.

Pemeriksan radiologi paranasal sinus Ucapkan BISMILLAH 1. perhatikan syarat syarat pembacaan radiologi a) nama b) umur c) jenis kelamin d) tanggal e) indikasi pemeriksaan 2. tentukan radioposisi paranasal sinus, apakah : a. waters projection, indikasi : melihat kelainan di sinus frontal, ethmoid, maxillary posisi dan cara pengambilan gambar: kepala ekstensi dengan canthomeatal line dagu dan hidung menempel pada film sudut 37o dengan sumber sinar

Ket: Gambar kiri : posisi saat Waters projection Gambar kanan : tampakan hasil x-ray a. frontal sinus b. medial orbital wall c. innominate line d inferior orbital line e. orbital floor f. maxillary antrum g. superior orbital fissure h. zygomatic-frontal suture i. zygomatic arch

b. caldwell projection, indikasi : melihat kelainan pada sinus frontal dan ethmoid anterior posisi dan cara pengambilan gambar: dahi dan hidung (terutama dahi) menempel pada film orbitomeatal line tegak lurus terhadap kaset/film

Ket : Gambar kiri : posisi caldwell projection Gambar tengah dan kanan : tampakan hasil x-ray a. frontal sinus b. innominate line c.inferior orbital rim d. posterior orbital line e. superior orbital fissure f. greater wing of sphenoid g. ethmoid sinus h. medial orbital wall i. petrous ridge j. zygomatic-frontal suture k. foramen rotundum

c. lateral projection, indikasi : melihat kelainan pada sinus frontal, ethmoid, maxillary dan sphenoid posisi dan cara pengambilan gambar: badan telungkup, kepala miring midsagital plane sejajar dengan kaset/film Ket gambar Kiri : posisi lateral projection Kanan : tampakan hasil x-ray a. orbital roof b. frontal sinus c. ethmoid sinus d anterior clinoid process e. sella tursica f. planum sphenoidale

3. tentukan radioanatomi yang tampak dari paranasal sinus, apakah : a) maxillary sinus b) ethmoid sinus c) sphenoid sinus d) frontal sinus 4. nilai tampakan radiologis dari paranasal sinus normal a) bentuk dan ukuran frontal sinus, diameter tinggi = ca. 1.5 2.0 cm ethmoid cells sphenoid sinus, lebar = 0.9 1.4 cm maxillary sinus, diameter tinggi dan lebar = ca. 2.0 cm nasal cavity simetris, nasal septum di tengah

b) pneumatisasi (tampakan lucent) radiolucency tidak ada perkabutan / clouding tidak ada air - fluid level

c) kontur (sisi dan batas) halus dan tajam tidak ada defek kontur tidak ada penipisan atau penebalan batas kortical (circumscribed cortical) tidak ada ekspansi

d) struktur tulang lain tulang fasial, orbit dan petrous ridge, apakah bentuknya simetris, bagaimana struktur dan konturnya? e) jaringan lunak tidak ada benda asing dan kalsifikasi tidak ada pembengkakan / swelling

Ucapkan ALHAMDULILLAH

Tim Osce Asyifa : Dhika, Kiki, Kane, Devi, Veta, Irmar, Caca, TCika, dan Nia

Anda mungkin juga menyukai