Anda di halaman 1dari 8

Asinan Asinan adalah sejenis makanan yang dibuat dengan cara pengacaran (melalui pengasinan dengan garam atau

pengasaman dengan cuka), bahan yang diacarkan yaitu berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Asinan merupakan salah satu hidangan khas seni kuliner Indonesia. Istilah asin mengacu kepada proses pengawetan dengan merendam buah atau sayur dalam larutan campuran air dan garam. Asinan sangat mirip dengan rujak, perbedaan utamanya antara lain bahan rujak disajikan segar, sedangkan bahan asinan disajikan dalam keadaan diasinkan atau diacar. Terdapat banyak jenis asinan, akan tetapi yang paling terkenal adalah Asinan Betawi dan Asinan Bogor.Bedanya Kalau asinan Betawi bahan yang biasa digunakan berupa berbagai jenis sayuran yang diasinkan dan diawetkan sepert sawi, kubis, taoge, tahu, selada disajian dalam bumbu kacang yang dicampur cuka dan cabai, ditaburi kacang goreng dan krupuk (khususnya krupuk mi.Sedangkan asinan Bogor,bahannya adalah buah-buahan . Berbagai jenis bua-buahan tropis yang diasinkan atau diacar seperti mangga muda, jambu air, pepaya, kedondong, bengkoang, pala dan nanas disajikan dalam kuah cuka yang asam, manis dan pedas, ditaburi dengan kacang goreng. Makanan ini merupakan hidangan sehat, kaya antimikroba dan antioksidan. Asinan juga mengandung zat penangkal kanker dan hipertensi, serta membuat awet muda dan bebas osteoporosis. Dalam pembuatan Asinan Bogor diperlukan proses fermentasi. Dimana proses

fermentasi tidak memerlukan kadar oksigen sedikitpun sehingga dalam penutupan toples diharuskan serapat rapatnya agar tidak terkontaminasi dengan Oksigen diluar toples. Asinan bogor merupakan produk farmentasi yang disebabkan adanya lactobacillus sp yang terdapat dalam salah satu komponen bumbu kuahnya yaitu terasi. bakteri

Tinjauan Bahan
1. Garam

Garam adalah senyawa atau ion positif basa dengan ion negative asam, misalnya natrium klorida (NaCl), ammonium klorida, dan natrium asetat. Garam, juga dikenal sebagai garam makan atau garam batu / garam kasar, garam adalah sejenis mineral yang komponen utamanya adalah natrium klorida. Garam sangat penting untuk kehidupan

manusia dan hewan dalam jumlah kecil, namun berbahaya jika berlebihan. Rasa garam (asin) merupakan salah satu dari rasa dasar manusia. Garamlah yang menyebabkan laut terasa asin. Garam berfungsi untuk menyedapkan makanan untuk pembangkit nafsu makan dan merangsang konsumsi. Kebanyakan garam digunakan sebagai garam makan, dan berfungsi sebagai penyedap makanan namun sejak akhir-akhir ini garam juga digunakan dalam industri medis. Sebagai contoh, kebanyakan garam digunakan untuk menawarkan sesuatu komposisi kimia yang berlebihan dalam tubuh penderita. Selain itu, garam dapat mengawetkan ikan karena garam mempunyai sifat osmotik yaitu menyerap air yang terkandung dalam ikan sehingga ikan tidak membusuk, karena air sebagai media untuk jamur dan pembusukan
2. Terasi

Terasi adalah produk awetan dari ikan atau udang rebon segar yang telah diolah melalui proses pemeraman atau fermentasi, penggilingan disertai dan dengan penjemuran proses yang

berlangsung relatif lama (sekitar 20 hari). Terasi umumnya berbentuk padat, teksturnya agak kasar, dan mempunyai kekhasan berupa aroma yang tajam namun rasanya sangat gurih. Terasi yang diperdagangkan secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan bahan bakunya, yaitu terasi udang dan terasi ikan. Terasi udang

biasanya memiliki warna cokelat kemerahan, sedangkan terasi ikan berwarna kehitaman. Seperti telah disebutkan diatas, idealnya bahan baku pembuatan terasi adalah ikan atau udang (rebon) yang masih segar. Namun dalam praktiknya sebagian perajin terasi yang nakal banyak menggunakan ikan busuk atau limbah (kepala) udang sebagai bahan bakunya. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya produksi, namun tentusaja terasi yang dihasilkan akan memiliki kualitas (baik rasa maupun aroma) yang buruk bahkan membahayan kesehatan. Selain terasi, dikenal juga petis sebagai bahan pangan olahan dari ikan atau udang. Petis banyak digunakan dalam hidangan khas Jawa Timur. Banyak dihasilkan oleh industri rumahan di daerah pantai. Seperti halnya terasi, petis juga merupakan hasil fermentasi udang atau ikan yang ditambahkan gula atau garam. Berbeda dengan terasi yang umumnya berbentuk padat atau serbuk, petis berbentuk cairan kental (pasta) dan mempunyai aroma yang kuat dan sangat baik. Kandungan Zat Gizi: Berdasarkan bahan baku pembuatan terasi yang berupa udang dan ikan-ikan kecil, dapat disimpulkan bahwa terasi mempunyai kandungan protein, kalsium dan yodium yang cukup tinggi. Energi 147 Kal; Protein 30.0 gr; Lemak 3.5 gr; Karbohidrat 3.5 gr; Kalsium 100 mg; Fospor 250gr. Namun perlu diingat bahwa penggunaan terasi dalam hidangan relatif sedikit sehingga peranan zat gizi bagi tubuh juga sangat kecil, karena fungsinya dalam makanan hanyalah sebagai penyedap. Manfaat Terasi: Terasi merupakan bahan penambah rasa gurih dengan aroma khas yang menggugah selera untuk berbagai jenis makanan terutama sambal, tumisan maupun hidangan berkuah. Terasi jarang dikonsumsi secara langsung dan tersendiri, biasanya digunakan dalam jumlah yang relatif sedikit dan dicampurkan dengan bahan lain.
3. Cabai Merah

Cabai atau cabai merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat

digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai

bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan.

Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" ke sepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai. Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980). Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung.
4. Cabai Rawit

Cabai rawit atau cabai kathur, adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird's eye chili pepper. Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varietas cabai lainnya, ia dianggap cukup pedas karena kepedasannya mencapai 50.000 - 100.000 pada skala Scoville. Cabai rawit biasa di jual di pasar-pasar bersama dengan varitas cabai lainnya.

5. Gula Pasir

Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman. Gula pasir berbentuk butiran butiran kristal kecil menyerupai pasir.
6. Kacang Tanah

Kacang tanah atau yang dikenal dengan nama latin Arachis hypogaea L. dan dikenal dengan istilah peanut di Inggris, merupakan tumbuhan yang dimasukkan dalam daftar

kekerabatan polong-polongan atau Fabaceae. Kacang tanah pada permulaannya ditanam secara luas oleh suku Indian. Namun pada

perkembangannya, kini, kacang tanah telah dibudidayakan hampir di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Tetapi secara statistik jumlah, pemasok kacang tanah terbesar saat ini adalah Brasil. Kacang tanah memiliki rasa serta aroma yang khas, karena itu tak heran jika banyak yang menggemarinya.
7. Asam Cuka

Asam cuka atau asam asetat (acetic acid) adalah senyawa kimia organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan, selain dapat berfungsi juga sebagai pengawet bahan makanan. Asam cuka encer merupakan golongan asam lemah yang paling aman bagi tubuh. Selain dalam makanan, asam asetat encer juga sering digunakan sebagai pelunak air dalam rumah tangga.
8. Kerupuk

Kerupuk atau krupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sebelum dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak.

Kerupuk bertekstur garing dan sering dijadikan pelengkap untuk berbagai makanan Indonesia seperti nasi goreng dan gado-gado. Kerupuk udang dan kerupuk ikan adalah jenis kerupuk yang paling umum dijumpai di Indonesia. Kerupuk berharga murah seperti kerupuk aci atau kerupuk mlarat hanya dibuat dari adonan sagu dicampur garam, bahan pewarna makanan, dan vetsin. Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng.Kerupuk kulit atau kerupuk ikan yang sulit mengembang perlu digoreng sebanyak dua kali. Kerupuk perlu digoreng lebih dulu dengan minyak goreng bersuhu rendah sebelum dipindahkan ke dalam wajan berisi minyak goreng panas.Kerupuk kulit (kerupuk jangek) adalah kerupuk yang tidak dibuat adonan tepung tapioka, melainkan dari kulit sapi atau kerbau yang dikeringkan.
9. Kedondong

Kedondong tergolong ke

adalah

tanaman suku

buah

yang

dalam

mangga-manggaan

(Anacardiaceae). Tanaman ini dikenal pula dengan nama ambarella, hog plum, hevi (Filipina), mokah (Kamboja), gway (Myanmar), makak farang

(Thailand).Buah kedondong dapat dimakan langsung dalam kondisi segar, atau sering pula diolah menjadi rujak, asinan, acar atau dijadikan selai. Buah ini memiliki biji tunggal yang berserabut. Daun dijadikan penyedap dalam pembuatan pepes ikan.
10. Bengkuang

Bengkuang (Yam bean pachyrrhizuz erosus) adalah buah buahan yang bentuk bulat, lekuk-lekuk dengan ujungnya runcing. Kulit luarnya berwarna agak kecoklatcoklatan, tipis dan sangat mudah untuk dikupas, daging buah bengkuang berwarna putih, renyak, serta

menyegarkan, ini tentu karena buah bengkuang mengandung air cukup tinggi. Secara kimia buah bengkuang banyak mengandung vitamin C, potasium atau kalsium, fosfor dan juga serat, dan kesemua zat tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh kita.

11. Nanas

Nanas merupakan tanaman buahberupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol

menyebutnya pina. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia, masuk ke Indonesia pada abad ke-15, (1599). Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan, dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik
12. Ubi Merah

Daftar Pustaka http://sulwanmubarok.blogspot.com/2012/08/laporan-praktikum-asinan-bogor.html http://rifqiabbas.blogspot.com/2012/10/laporan-asinan-bogor.html http://id.wikipedia.org/wiki/Gula http://tentangkacang.blogspot.com/2012/11/klasifikasi-kacang-tanah.html http://id.wikipedia.org/wiki/Kerupuk http://id.wikipedia.org/wiki/Kedondong http://semogaberkahuntukanda.blogspot.com/2013/05/khasiat-bengkuang.html http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/nenas.pdf