Anda di halaman 1dari 20

Bgm

I n a civil engineering blog

CIVI

Sambutan Menteri Pendidikan dan iii Sambutan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi v Kata Pengantar vii Nama-nama yang terkait dalam rangka pembuatan ix BAB I PENDAHULUAN

1.] Pengertian Fundasi 1 1.2. Tujuan 2 1.3. Kriteria 2 BAB II TEKANAN TANAH LATERAL 2.2. Kondisi 5 2.3. Kondisi Rankine 13 2.4. Pemilihan Kondisi Rankinc atau 16 2.5. Tekanan Tanan Lateral Menurut Coulomb dan Rankine Dengan menggunakan Lingkaran Mohr 21
2.6. Tekanan Aktif Akibat Beban Diatas Tanah Isian 29

2.7. Pengaruh Muka Air Tanah 33

BAB III TEKANAN TANAH LATERAL CARA GRAFIS BAB IV PERANCANGAN DINDING PENAHAN TANAH
BAB V DRAINASE PADA DINDING PENAHAN TANAH BAB VI TURAP 3.2. Tekanan Tanah Cara 3.3. Tekanan Tnah Cara Poncelet 3.4.Menca11 Titik Tangkap Tekanan Aktif

dan 4.2. Estimasi Dimensi Dinding Penahan 4.3. Penentuan Tekanan Tanah yang Bekerja Pada Dinding Penahan Tanah...
4.4. Cek Stabilitas

5.2. Jenis Drainase Pada Dinding Penahan Tanah 5.3. Tanah 6.2. Dinding Turap 6.3. Dinding Turap 6.4. Penjangkaran 6.5. Diagram Tegangan Tanah Dinding Turap

1. PENGERTIAN FUNDASI
Fundasi adalah suatu konstruksi pada bagian dasar strukturfbangunan (sub-structure) yang berfungsi meneruskan beban dari bagian atas struktur/bangunan (upper-structure) ke lapisan tanah yang berada di bagian bawahnya tanpa mengakibatkan : - keruntuhan geser tanah, dan - penurunan (settlement) tanah/fundasi yang berlebihan. Secara

umum bayangan mengenai fundasi adalah suatu konstruksi : a. Fundasi dangkal (shallow footing) yang berupa : - fundasi tapak (square footing) - fundasi menerus (continous footing)
- fundasi lingkaran (circle footing)

b. Fundasi Dalam (Deep Footing), yang antara lain :


Fundasl umum WN..? 1 W.-- U,, _ _

- fundasi sumuran (bored pile) dibedakan yang menggunakan casing atau tanpa cas
ing.

- fundasi tiang pancang - tundasl uang Fanema, - fundasi caisson; yaitu macam pondasi dalam yang mempunyai diameter tiang yang
besar.

Pada umumnya fundasi dangkal digunakan untuk kondisi lapisan tanah keras terletak dekat permukaan, sedangkan fundasi dalam digunakan apabila lapisan tanah keras jauh dari

Tekanan Tanah
2.1. UMUM
Seperti yang telah diterangkan dalam bab 1, pembahasan tekanan tanah lateral pada buku ini

dilakukan atas dasar teori klasik dari Coulomb dan Rankine. Masing-masing cara atau kondisi diuraikan dengan segala anggapan-anggapan dasar dan dirinci untuk mendapat tekanan tanah aktif dan pasif.

2.2. KONDISI COULOMB


Dasar dari kondisi Coulomb ini antara lain adalah : - Tanah adalah isotropik. Homogen, dan tak bcrkohesi

- Permukaan bidang longsor adalah datar, dimana bidang longsong melewati ujung tumit dari dinding - Permukaan tekanan adalah datar. - Terdapat gaya geser tembok pada permukaan tekanan - Segitiga longsor adalah rigid body. - Longsor dalam dua dimensi.

/ Bidang kelongsorm sesungguhnya yalg / terjadi > Idcalisasi tida kclongsoran ya lg terjadi

Gambar 2.1. Tekanan aktif yang bekerja pada dinding menurut Coulomb Lihat gambar

Derah AB (1) : Waktu W akan longsor, masa tanah dengan dinding akan tergelincir d Iri B ke A, ditanah oleh friksi dari A ke B. Jika Pn adalah total normal dengan friksi yang dimobilisir akan menimbulkan gaya PA (tekanan ti Daerah AC (2) :Keterangan sama dengan butir 1, pada waktu segitiga tanah akan lor gs terdapat friksi dari A ke C, dengan Wn memberikan gaya resultante R. Jadi terdapat keseimbangan gaya seperti pada Gambar 2.2. Gambar 2.2. Keseimbangan gaya pada mobilisasi tekanan akthc

Harga PA maksimum didapat dengan mcndefersiasi persamaan (2.3) terhadap 0 - O atau dapat dituliskan P
A

Apabila dinding vertikal dan licin seangkan tanah isian horizontal, maka :

i
oc = 900 Rumus (2-5) menjadi :

lll

2.2.2 Tekanan pasif ,f


Gambar 2.5. Tekanan pasif yang bekerja pada dinding menurut Coulomb bidang longor AC mempunyai keterangan seperti butir (l) dan (2) pada sub. Bab 2 .2.1 tetapi dengan arah yang berlawanan. Jadi keseimbangan gayanya :

Gambar 2.6. Keseimbangan gaya pada tekanan pasif

11
Mencari sudut-sudut yang membentuk segi tiga gaya tekanan pasif kondisi Coulomb. Gambar 2.7. Sudut antara Pp dan W untuk kondisi gambar 2.7. Maka sudut antara Pn dengan W = OL

maka sudut antar PP dengan W = oc + 6.


Untuk kondisi gambar 2.8.
Perhatikan titik K

karena L 9 + 1 * = 90 maka,
sudut antara W dan R = L G) + Z a)

Gambar 2.8. Sudut antara W dengan R