Anda di halaman 1dari 20

Desain Pondasi Tahan Gempa

sesuoi ao"

SNI SNI 03 03 -2847-2002 -1726-2002


Anugioh Pomungkos a Erny Horionti

Desain Pondasi Tahan Gempa


Sesuai SNI03-1726-2002 dan SNI 03-2847-2002

Anugrah Pamungkas Erny Harianti

Penerbit AI{D
I Yo

gyakarta

Descin Pondosi Tohon Gempo Sesuoi SNI A3-1762-2A02 don SNI O3-2847-2OO2 Oleh: Anugroh Pnmungkcs & Erny Horionli Hok Cipto

0 20.l3 podo
Penulis Editor : Fl. Sigit Suyontoro Seiting : Bosuki Desoin

Cover :
Bowo Korekfor : Venon Hok Cipto dilindungi undong-undong. Dilorong benluk opopun, memperbonyok boik secoro otou memindohkon elektronis moupun sebogion mekonis, otou seluruh termosuk isi buku memfotocopy, ini dolom merekom otou dengon sistem penyimponon loinnyo, tonpo izin tertulis dori Penulis. Penerbir: C.V ANDI OFFSET (Penerbit ANDI) Jl. Beo 38-40,Telp-{0274) 561881 (Hunting), Fox.(O2741 588282 Yogyokorto 5528 I Percetokon: ANDI OFFSET Jl. Beo 38-4O,Telp.(O274) 56188'l (Hunting), Fox.(O274) 588282 Yosyokorto 5528 r

Perpuslokoon Nosionol: Kololog dolom Terbilqn (KDT) Pomungkos, Anugroh Desoin Pondosi Tohon Gempo Sesuoi SNI 03-1726-2002 dqn SNI 03-2847-2002/ Anugroh Pomungkos & Erny Horionti; Ed.

l. - Yogyokorto:ANDI, 22 21 20 19 t8 17 t6 t5 l4 t3
xii

+
124 hlm.;

l6

x 23 Cm. lo 9 8 7 6 5 4
3 ISBN:978 -979 - 29 - 3569 - | l. Judul 1. Foundotion Engineering 2. Horionii, Erny DDC'21 :624.15

Buku Desoin Pondasi Tohon Gempa merupakan buku dengan pengarang yang sama dengan buku Gedung Beton Bertulong yang telah diterbitkan
ITS Press tahun 2010, yaitu Anugrah Pamungkas dan Erny Harianti.

Buku

ini
membahas teori dan contoh perhitungan struktur bawah dengan langkah yang mudah dipahami dan menggunakan ba- hasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oteh pembaca yang masih pemuta di bidang perencanaan konstruksi.

Struktur bawah yang terdiri dari batok stoof, pondasi (datam atau dangkal) merupakan satah satu bagian terpenting dari suatu struktur secara keseturuhan mengingat kokoh tidaknya suatu gedung tergantung kekuatan struktur bawahnya.
Anatisis pada contoh perhitungan struktur ditakukan dengan mengacu pada Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SNl-03-2847-2002), Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNl-03-1726-2002), dan Peraturan Pembe- banan lndonesia (PPIUG 1983). dari berbagai Datam menyusun pihak. Untuk buku itu, ini penutis penutis mendapat mengucapkan banyak terima masukan kasih sebesar-besarnya kepada Attah SWT dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Penulis menyadari masih banyak kekurangan pada buku ini, baik itu pada penutis materi mengharapkan yang disajikan kritik maupun dan pada saran cara yang penyajiannya. membangun Karena untuk menuju yang tebih baik. Penulis

"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di anlaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa dera.iat."

(Al Mujadiluh:

ll)
BAB 1 BAB 2.1 2 BEBAN STRUKTUR MAT|

(DL) BAWAH
.............3 .................
4 2.2 2.3 BEBAN BEBAN GEMPA H|DUP (LL)

(E)...........
.......... ...........

4 ......
4 2.4APLIKASI BEBAN GEMPATERHADAP STRUKTUR BAWAH

...
6 BAB 3 DATA KARAKTERISTIK

TANAH......
..........9
3.1 3.2
PENYELIDIKAN

TANAH......
.....
10 DAYA DUKUNG

TANAH ..........,
'I1 3.2.1 Perhitungan Daya Dukung

Tanah
.....11
BAB 4.1 4 JENIS-JENI5

PONDASr.... PONDASI.............
.....15 .............15
4.2
DASAR-DASAR PEMILIHAN JENIS

PONDASI.................. 16

Desqin Pondqsi Tqhqn Gempo


BAB 5 PONDASI

DANGKAL...
........19
5.,I PONDASI BATU KALI

..
..,..19
5.2 PONDASITAPAK DARI BETON

BERTULANG ........23
BAB 6

PONDASTTTANG ...............41 6.,I


DAYA DUKUNG IJIN

TIANG
..,......42

1, il

6.1.1 Daya Dukung ljin

Tekan...
..........42
6.1 .2 Daya Dukung ljin

Tarik.
.....50
6.2JUMLAH TIANG YANG

DIPERLUKAN
..,.....54
6.3 EFISIENSI KELOMPOK

TIANG
.....
55 6.4 BEBAN MAKSIMUM TIANG PADA KELOMPOK TIANG

........57 6.5
DAYA DUKUNG

HORIZONTAL
.........60
6.6 KONTROL DEFLEKSITIANG

VERTIKAL...
....63
6.7 KERUNTUHAN KELOMPOK TTANG (BLOCK FATLURE)

......
65 6.8
GESEKAN

NEGATIF..
...........69
BAB 7 PENURUNAN

I TIANG ..........73
I i 7.1 PENURUNAN TIANG

TUNGGAL..

....73
7.2 PENURUNAN

KELOMPOKTIANG
........79
I 1 BAB 8 PILE

CAP ........87
l 8.1 DIMENSI PILE

CAP
......87 8.2 PERHITUNGAN

TULANGAN
.....94
BAB 9 BALOK

SLOOF .................97
9.1 BEBAN BALOK

SLOOF
....97
9.2 PERHITUNGAN TULANGAN

....
......98 9.2.1 Tutangan

Lentur...
.............98
9.2.2 Tutangan

Geser
.....102
9.3 ANALISIS (oNE COLUMN SATU KOLOM ONE P|LE) SATU . TIANG PONDASI

...106

Dqflor lsi

YlI aa DAFTAR

pUSTAKA...
................
109 DAFTAR

NorAsl """
111 TENTANG

pENULIS....
..............
123

Desqin Pondosi Tqhon Gempo


Gambar 5.1 Denah pondasi batu

kati ............21
Gambar 5.2 Dimensi pondasi batu

kati ................22
Gambar 5.3 Dimensi pondasi

tetapak. ......74
Gambar 5.4 Anatisis geser 1 arah

........
....... -...... 26
Gambar 5.5 Anatisis Geser 2 Arah

.........
'..

.....
28

Gambar 5.6 Penampang

Kritis ......32
Gambar 5.7 Tulangan

PondasiTetapak ..........33
Gambar 5.8 dan Grafik (Df) Kjaernsti) dan hubungan lebar pondasi ..... Ui, lto, (B) kedataman (Janbu, Bjerrum pondasi

....35
Gambar 5.9 Faktor pengaruh di bawah sudut berbentuk empat (NAVFAC DM7 .1 I untuk tegangan vertika[ luasan beban terbagi rata

persegi . panjang fleksibet

......37
Gambar 6.1 Data hasi[ , 19821 sondir .... 46 Gambar 6.2 Data hasil boring (1)

...... ..'..48 Gambar 6.3 Data hasil boring (2)

....... .........
49 Gambar Gambar 6.4 6.5 Dimensi Beban yang Pite bekerja Cap dan

pada jarak pile

hitung cap '.'............ .......58 56


Gambar 6.6 Jarak tiang pada ketompok tiang ........'.......59 Gambar 6.7 Tiang sedang (Broms, ujung (c) 1964a) Tiang

jepit
(a) Panjang datam Tiang tanah kohesif Pendek (b)Tiang

...........61
Gambar 6.8 Faktor (Meyerhof bentuk SkemPton) S' untuk ketompok tiang

....66

Desoin Pondosi Tohon Gempo


Gambar 6.9 Faktor kapasitas dukung Nc (Meyerhof).........67 Gambar 7.1 1980)...

Faktor penurunan lo (Poulus dan Davis,

.......75 Gambar 7.2 1980)..


Koreksi kompresi, Rk (Poulus dan Davis,

...........7s Gambar 7.3 1980).......


Koreksi kedataman, Rh (Poutus dan Davis,

.......76 Gambar 7.4 1980)..


Koreksi angka Poisson, R;r (Poutus dan Davis, ........76 Gambar 7.5 (Poutus Koreksi dan kekakuan Davis,

[apisan 1980)...
pendukung,
Rb ......77 Gambar 7.6 Tiang berada pada tanah

pasir...
.......78 Gambar 7.7 bujur

Distribusi sangkar.......
tegangan di bawah pondasi

.........81 Gambar 7.8 settlement

Faktor kedataman oedometer


untuk perhitungan

.........
82 Gambar 7.9 Ketompok

tiang
.....84 Gambar 8.1 Jarak

tiang...
.........
BB Gambar 8.2 Anatisis geser

1 arah

......
.....
89 Gambar 8.3 Anatisis geser 2 arah

.....
.........91 Gambar 8.4 Tulangan Pite

Cap
.............96 Gambar 9.1 Diagram lteraksi

PCACOL
.....102 Gambar 9.2 Tutangan Batok

Stoof
.........105 Gambar 9.3 Tutangan Balok

Stoof
.....107
Tabel 2.1 Faktor SNr 03-1726-20A4 kuat [ebih (dikutip dari Tabel 9

......6
Tabel 3.1 Daftar tanah
Terzaghi..... nitai koefisien daya dukung

.........14
Tabet 5.1 Faktor geotogi pg (MJ. Thomtinson,1977).......... 39
Tabet 6.1 Daya data sondir dukung tekan tiang berdasarkan

......45
Tabet 6.2 Daya data SPT dukung tekan tiang berdasarkan

..........47
Tabet 6.3 Hasil tekan

perhitungan tiang daya dukung ijin

.....50
Tabet 6.4 Daya data sondir dukung tarik tiang berdasarkan

.....52
Tabet 6.5 Daya data SPT dukung tarik tiang berdasarkan

........'..53
Tabet 6.6 Hasil perhitungan daya dukung

ijin tarik tiang ...54


Tabet 6.7 Nitai Kdtand yang disarankan oteh Broms (19761 .70

Desoin Pondosi Tqhqn Gempo


bangunan/gedung Struktur bawah yang merupakan menahan beban bagian dari bawah struktur dari suatu atas. Struktur struktur bawah metiputi batok sloof dan pondasi. yang lain, Batok berfungsi stoof adatah sebagai batok pengikat yang mengikat dan juga untuk pondasi mengantisipasi satu dengan
penurunan pada pondasi agar tidak terjadi secara berlebihan. Pondasi adatah struktur bagian pating bawah dari suatu konstruksi (gedung, jembatan, tanggut atasnya (kotom) , dtt.) jatan raya, terowongan, dinding penahan, menara, yang berfungsi untuk menyaturkan beban vertikal di maupun beban horizontal ke tanah. dengan akan konstruksi menyebabkan Perencanaan tepat yang muttak ditahan. struktur bangunan dipertukan Kesatahan bawah yang datam untuk kokoh untuk perhitungan pada dapat suatu struktur konstruksi menjaga struktur atas kestabitan bangunan

menjadi bawah
runtuh dan berakibat fata[ bagi penghuninya.

Desoin Pondqsi Tqhon Gempo


bangunan Struktur yang bawah berada adalah di bawah seturuh pemukaan bagian struktur tanah, dapat gedung berupa atau besmen dan/atau sistem pondasi. dasar. atas dapat Struktur Pada dianggap gedung atas dapat tanpa terjadi dianggap besmen, pada bidang terjepit taraf penjepitan tetapak tatera[ pondasi pada lateral taraf atau struktur lantai
pada bidang atas kepala tiang (pile cop).

Struktur bawah memikuI beban-beban


dari struktur atas sehingga atas. Beban-beban struktur bawah tersebut tidak dapat boteh berupa gagat tebih beban dahulu mati dari (DL), struktur beban hidup (LL), beban gempa (E), beban angin, d[t.
Namun pada pembahasan buku ini, beban yang dibahas hanyatah beban mati, beban hidup, mengerti aptikasi beban dan beban gempa saja. Diasumsikan pembaca yang lain bita memang direncanakan akan bekerja pada struktur atas. tidak terfaktor Pada pembahasan adatah beban berikutnya, DL

+ LL, yang sedangkan dimaksud beban dengan terfaktor beban


adatah beban uttimit yang berasal dari kombinasi pembebanan seperti yang disyaratkan SNI 03'2847-2002 pasat 11.2.

Desoin Pondosi Tohon Gempo


2.r BEB.IN I\/IATI (DL)
Beban mati merupakan berat dari semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segata unsur tambahan, finishing, mesin-mesin, serta peratatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung itu.

z.?BEBEN HrDUP (LL)


Beban hidup merupakan beban yang terjadi akibat penghunian atau penggunaan suatu gedung, dan di datamnya termasuk beban-beban pada.tantai yang berasa[ dari barang-barang yang dapat berpindah, mesin-mesin serta peratatan yang bukan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung dan dapat diganti selama masa hidup gedung itu sehingga mengakibatkan perubahan datam pembebanan lantai dan atap gedung tersebut.

2.3 BEBAN GEryIPfi, (E)


Beban gempa merupakan beban yang diakibatkan oteh adanya pergerakan tanah di bawah struktur suatu gedung atau bangunan. Akibat pergerakan tanah, struktur atas akan bergoyang. Goyangan tersebut dimodetkan sebagai beban horizontal terhadap struktur atas gedung atau bangunan, dan kemudian diformutasikan sebagai beban gempa rencana.

Bita tidak ditakukan anatisis interaksi tanah-struktur, anatisis gempa rencana struktur atas dan truktur bawah dapat dilakukan secara terpisah.
Berikut dikutipkan dasar perencanaan pembebanan gempa pada struktur bawah gedung atau bangunan.

5N/ 03- 1726-2002 Pasal 5.1.5 Dalam perencanaan struktur atas dan struktur bawah suatu

gedung terhadap pengaruh gempa rencana, struktur bawah tidak boteh gagat tebih dahutu dari struktur atas. Untuk itu, terhadap pengaruh gempa rencana unsur-unsur struktur bawah harus tetap berperilaku elastik penuh, tak bergantung pada tingkat daktilitas yang dimitiki struktur atasnya.

Struktur Bowoh
5N/ 0.3- 1726-2002 Pasol 9.1.1 Berhubung sesuai pasal 5.1.5 akibat pengaruh gempa rencana struktur bawah tidak boteh gagat tebih dahutu dari struktur atas, maka struktur bawah harus dapat memikul pembebanan gempa maksimum akibat pengaruh gempa rencana Vm yang dapat diserap oteh struktur atas datam kondisi di ambang keruntuhan menurut persamaan:

Vm=f2Vy
rencana Di mana yang Vy menyebabkan adatah pembebanan petetehan gempa pertama akibat di pengaruh datam struktur gempa

gedung dan f2 adalah faktor kuat tebih struktur akibat kehiperstatikan struktur gedung yang menyebabkan terjadinya redistribusi gaya- gaya oleh proses pembentukan sendi ptastis yang tidak serempak bersamaan. Faktor kuat tebih struktur f2 nitainya bergantung pada nitai faktor daktititas struktur gedung
Lr yang bersangkutan dan ditetapkan menurut persamaan:

f2
= 0.83 + O.17 1t Maka dengan memperhatikan pasal 4.3.3, pembebanan gempa maksimum akibat pengaruh Gempa Rencana Vm dapat dihitung dari pembebanan gempa nominaI Vn menurut persamaan:

Vm=fVn
Di mana f disebut faktor kuat tebih total yang terdapat di dalam struktur gedung, yang ditetapkan menurut persamaan:

f= fl{2
Dengan

fl Datam Tabet 2.1 dicantumkan = 1,6 sebagai nitai faktor f2 kuat dan f

[ebih untuk beban berbagai dan nitai bahan. p, berikut bahwa faktor reduksi gempa
R yang bersangkutan, dengan ketentuan nitai pr dan R tidak dapat metampaui nitai maksimumnya menurut pasat 4.3.4. - 5D