Anda di halaman 1dari 20

ERIDIKTAT KULI

W RI SUPRAP I m

Prakata
Buku Mekanika Tanah Lanjutan ini merupakan buku lanjutan dari buku DasarMekanika Tanah dan juga merupakan salah satu dari serangkaian seri diktat kuliah yang diterbitkan oleh Univeristas Gunadarma. Buku ini terutama diperuntukkan bagi mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Univeristas Gunadarma yang tengah mengikuti perkuliahan Mekanika Tanah II, serta untuk melengkapi buku referensi lain yang telah ada. Buku ini terdiri atas empat bab. Bab satu menjelaskan mengenai permeabilitas dan aliran air dalam tanah, bab dua menjelaskan mengenai konsolidasi dan penurunan, bab tiga menjelaskan mengenai kuat geser tanah, serta bab empat menjelaskan mengenai perencanaan perkerasan jalan.
Akhimya dengan ini penulis ingin menyatakan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendorong penulis hingga terselesaikannya buku ini, dan disadari bahwa buku ini masih jauh dari sempuma, karena itu segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca dan pemakai buku ini sangat diharapkan. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Jakarta, Nopember 1998
Penulis

Daftar Isi
BAB 1
PERMEABILITAS DAN ALIRAN DALAM TANAH
PENDAHULUAN

MENENTUKAN NILAI K DI LABORATORIUM TANAH ANISOTROPIS DAN TANAH BERLAPIS


TANAH BERLAPIS-LAPIS MENENTUKAN K DI LAPANGAN TEORI REMBESAN DAN FLOW NET PERSAMAAN LAPLACE BENTUK GARIS REMBESAN / GARIS PHREATIK

KOREKSI GARIS REMBESAN TERHADAP PARABOLA DASAR


DEBIT REMBESAN MELALUI BENDUNGAN KOREKSI GARIS REMBESAN DI HILIR GAMBAR FLOW NET PADA BENDUNGAN TANAH REMBESAN PADA BENDUNGAN TANAH ANISOTROPIS

BAB 2
KONSOLIDASI DAN PENURUNAN
PENDAHULUAN KONSOLIDASI PERCOBAAN KONSOLIDASI DI LABORATORIUM NILAI INDEK KOMPRESSI (CC)

INDEKS KOMPRESI UNTUK TANAH PRAKONSOLIDASI PENURUNAN PONDASI


PENURUNAN TANAH PRAKONSOLIDASI WAKTU PROSES KONSOLIDASI DAN DERAJAT KONSOLIDASI

BAB 3
KUAT GESER TANAH
A.
PENDAHULUAN

CARA PENGUJIAN UNTUK MENENTUKAN KUAT GESER


PERCOBAAN KUAT GESER STAB ILITAS LERENG

50

BAB 4
PERENCANAAN PERKERASAN JALAN
A. PENDAHULUAN B. CARA CBR DAFTAR PUSTAKA

Bab 1 Permeabi/itas dan Aliran Air Dalam Tanah


A. PENDAHULUAN
Permeabilitas adalah sifat bahwa zat cair dapat mengalir lewat bahan berpori. Tanah termasuk bahan yang permeabel sehingga air dapat mengalir melalui pori-pori tanah. Derajat permeabilitas tanah ditentukan oleh : Ukuran pori Jenis tanah Kepadatan tanah yang dinyatakan dalam k (satuan kecepatan cm/s atau rn/s)

Di dalam air tanah juga berlaku hukum-hukum hidraulika.


Hukum Bernoulli :

(jumlah tenaga dari air pada setiap tempat adalah konstan) tinggi tekanan total (m) tinggi elevasi terhadap suatu bidang datum (m) tekanan hidrostatis (KN/m3) berat jenis air (KN/m3) = kecepatan aliran (m/s) = percepatan gravitasi (In/52)
Khusus aliran air dalam tanah : P diganti tekanan pori (U)

V umumnya kecil sehingga - 0 (bisa diabaikan)


8 maka hukum Bemoulli untuk aliran air dalam tanah :

Aliran air terjadi jika terdapat perbedaan tinggi tenaga antara dua tempat.

Ah = h I - hz. Kecepatan aliran ditentukan oleh gradien hidraulik antara kedua tempat i = % .
Aliran air dalam tanah pada umumnya berupa aliran laminer, maka berlaku hukum Darcy bahwa kecepatan berbanding langsung dengan gradien hidraulik Besamya debit atau volume air yang mengalir persatuan waktu : q = debit (m3/s) A = luas tampang tanah yang dialiri air (m2) V = Kecepatan aliran (In/s) Nilai k untuk jenis-jenis tanah Lanau tidak murni M nilai k sebagai bahan drainase tanah dengan :

k cm/s : good drainage 10'6 k 10*4 : poor drainage k 10'6 : impervious


nilai k tanah untuk bahan bangunan k > 10'4 : digunakan sebagai bahan pervious k : digunakan sebagai bahan impervious

Shell untuk stabilitas terbuat dari bahan yang pervious Core (inti) untuk menahan kebocoran terbuat dari bahan yang impervious B. MENENTUKAN NILAI K DI LABORATORIUM

Alat yang digunakan : permeameter terdapat 2 jenis


1. Constan Head Parameter

untuk tanah yang permeabilitasnya tinggi k > 10'3 cm/s 2. Falling Head Parameter Untuk tanah yang permeabilitasnya rendah k 10'3 cm/s
1. Constan Head Parameter air dimasukan benda uji filter / J- .LV-k gelas ukur Dari gambar gradien hidraulik ; i = %

kecepatan aliran : V = ki Debit : q = A V Volume air yang tertampung dalam Waktu t : v = q t v L maka ; k = __

Aht
jadi nilai k dapat dihitung jika percobaan dilakukan dalam waktu t dan air yang tertampung v cm3.

2. Falling Head Parameter Misalkan pada saat t tinggi air h, selang waktu s air tu-run sebesar -dh. Pengurangan air dalam jika selama t detik, maka air dalam pipa diamati turun dari hl sampai h2 :
"- FI tinggi muka air saat tl

Untuk pasir yang mempunyai ukuran efektif D10 antara 0.1 - 3.0 mm, nilai k dapat diperkirakan secara empiris dengan rumus Hazen:

k = C (DIO)2 cm/s Dlo = Ukuran efektif dari butiran cm


C = koefisien (antara 40 - 150) C = 40 - 80 pasir sangat halus, bergradasi baik atau bercampur batu halus

C = 80 - 120 pasir butir sedang, bergradasi jelek pasir kasar, bersih, bergradasi baik C = 120 - 150 pasir sangat kasar, bersih, berkerikil, bergradasi sangat jelek. C. TANAH ANISOTROPIS DAN TANAH BERLAPIS

Tanah homogen yang mempunyai nilai k yang sama besamya pada semua arah disebut tanah isotropis. Pada tanah isotropis = = ks. Dalam prakteknya tanah bersifat anisotropis
sehingga biasanya > dengan E = 2-30 atau tanah berlapis-lapis yang kondisi tiap lapisnya dapat bersifat isotropis atau masing-masing anisotropis. Tanah anisotropis: Nilai k tidak sama pada semua arah, biasanya arah mendatar memiliki nilai terbesar dan arah vertikal memiliki nilai terkecil. Jika dan kz diketahui, harga ks untuk sembarang arah didapat dari hukum Darcy : hubungan antara komponen-komponen kecepatan : Vx = Vs cos a Vz = Vs sin a

D. TANAH BERLAPlS-LAPIS 1. Permeabilitas searah dengan lapisan Perhatikan empat lapis tanah yang tebalnya berbeda-beda masing-masing tanah anisotropis, sehingga kxi kzi. Jika hanya ada aliran arah mendatar maka tidak akan berpengaruh. Nilai koefisien permeabilitas ekuivalen arah x = kx, jika seluruh tebal tanah dianggap homogen (mempunyai satu nilai kx). Untuk setiap lebar satu satuan panjang setiap pasang titik tengah lapisan (misalnya 3 dan 3') memiliki selisih potensial sama dengan selisih tinggi tekanan yang sama = h. Jarak lintasan sama dengan panjang horisontal setiap lapisan sama = L, maka gradien hidrolik bagi setiap lapisan i = % Untuk setiap lapis dengan nilai berbeda, kecepatan pada masing-masing lapis berbeda. Dengan hukum Darcy : seandainya diangap tanah homogen setebal z, dengan koefisien permeabilitas yang sama kx, maka : kecepatan aliran v = i
debit aliran q = z i (2) persamaan 1 dan 2, maka

zl kxl + + kx4
22