Anda di halaman 1dari 14

BAB V

ULIR PENGGERAK ( POWER SCREW )


Ulir penggerak digunakan untuk meneruskan gerakan secara halus dan
merata, disamping itu juga untuk menghasilkan gerakan linier yang berasal dari
gerakan rotasi ( memutar ). Kinematika ulir penggerak sama dengan baut dan mur,
bedanya terletak pada bentuk geometrisnya. Ulir penggerak mempunyai geometris
yang aplikasinya menghasilkan gerakan oleh karena itu termasuk alat penggerak
(motion devices), sedangkan mur-baut mempunyai geometris yang aplikasinya
sebagai pengikat dua bagian benda (as fastening devices).


Gambar 5.1 atang ulir penggerak Gambar 5.! "esin pres manual

Gambar 5.# atang dan mur ulir penggerak Gambar 5.$ %cre& pump
Gambar 5.5 Ulir penggerak pada mesin bubut
Gambar 5.' Ulir penggerak pada mesin milling
%ecara umum ulir penggerak mempunyai e(isiensi antara #) s*d +5 ,,
tergantung pada sudut heli- dan koe(isien gesek antara ulir pada batang dengan ulir
pada mur. ila diinginkan e(isiensinya naik sampai .),, maka digunakan sistem ulir
ball screw , system ini biasa dipakai untuk mekanisme steer mobil (the steering
mechanism of auto mobile).
Gambar 5.+ all %cre&
Gambar 5./ %kema ball scre&
5.1. Beberapa Tipe Aplikasi Ulir Penggerak
1. 0ongkrak untuk mobil ( automobile jack ).
!. Ulir penggerak pada mesin bubut ( lead sdrew for lathe)
#. Ulir penggerak pada mesin 1res (sre& type presser)
$. 1enggunaan pada alat pemegang ( c-clamps)
5. Katup uap ( valve steam)
'. 2empat tidur di rumah sakit ( hospital bed ) ,
+. 1ompa ulir (sre& pump) dll.

5.2. Bentuk Ulir Penggerak an !tanarisasi
entuk-bentuk yang dipakai untuk ulir penggerak adalah 3
1. 4cme %cre& 2hreads
!. %tub 4cme 2hreads
#. 'o deg. %tub 4cme %cre& 2hreads
$. "odi(ied %5uare 2hreads
5. uttress 2hreads
%pesi(ikasi untuk ulir-ulir tersebut distandardkan oleh 46%7 %tandard tahun
1.+!, seperti 3 4cme 2hreads-46%7 %tandard 1,5 8 %tub 4cme 2hreads-46%7
%tandard 1,/ 8 uttress 2hreads -46%7 %tandard 1,..
5.2.1. A"#e !tanar
2ipe ini adalah tipe yang pertama kali dari ulir penggerak, yang dibuat dengan mesin
perkakas, tipe ini dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu 3
1. Untuk penggunaan secara umum (general purpose)
!. Untuk ulir yang memusat (sentralising threads), tipe ini mempunyai
toleransi tertentu antara diameter mayor ulir pada batang dengan ulir
pada mur-nya.
5.2.2. !tub !tanar
2ipe ini mempunyai ulir yang kasar dan dangkal dan membutuhkan heat
treating. 2ipe ini hanya mempunyai satu kelas !G untuk penggunaan umum.
5.2.$.T%e &'(eg !tub A"#e T%reas
5.2.). !*uareT%reas an +,i-e T%reas
S!are "hreads juga dikenal sebagai "he Sellers "hreads. 0ilihat dari
bentuk ulirnya maka ulir ini lebih e(isien dari ulir lainnya, tetapi punya kelemahan
dalam hal keuntungan mekanis. 9leh karena itu diadakan modi(ikasi menjadi tipe
"odi(ied %5uare2hreads. "odi(ikasi ini dapat memperbaiki kelemahan mekanis.
5.2.5. Buttress T%reas
2ipe ini termasuk ulir penggerak yang hanya mampu menahan beban satu arah saja,
lebih kuat dari tipe-tipe lainnya,
5.!.5.2he ')-deg %tub 4cme 2hreads
5.$. Beberapa .e-inisi
%ebelum memasuki pembahasan lebih lanjut, perlu diketahui beberapa istilah atau
de(inisi yang ada pada ulir penggerak.
1. Pit"% / p 0 3
:arak aksial antara satu elemen ulir dengan elemen ulir berikutnya.
!. Lea / L 0 3
:arak aksial antara satu elemen ulir dengan elemen ulir berikutnya setelah elemen
ulir tersebut berputar #')
o
atau satu putaran.
ila ulirnya tunggal, maka lead sama dengan pitch
ila ulirnya ganda, maka lead sama dengan ! pitch, dan seterusnya.
%ecara umum dapat dirumuskan sebagai berikut 3
; < n. p ( n = jenis ulir : tunggal, ganda, tripel dsb.)
#. 1eli2 angle / suut %elikal 3 0 3
%udut antara garis menyilang tegak lurus sumbu , atau bidang tegak lurus sumbu
normal dengan kemiringan berputarnya satu ulir.
5.). Analisa Tegangan paa Ulir Penggerak
ila ingin mengetahui kekuatan ulir penggerak maka perlu diadakan analisa
terlebih dahulu terhadap macam-macam tegangan yang timbul pada ulir penggerak.
2egangan utama yang terjadi pada ulir penggerak adalah 3
1. 2egangan earing $. 2egangan 2arik
!. 2egangan ending 5. 2egangan Kombinasi
#. 2egangan Geser '. 2egangan 2ekuk (buckling stress)
5.).1. Tegangan Bearing
2egangan ini timbul antara permukaan ulir penggerak dengan permukaan ulir
murnya, yang saling berhubungan. esarnya tegangan bearng ini dapat dirumuskan 3
n h d
W
m

. .

(5-1)
0imana 3 =

< 2egangan bearing (1si)


> < beban, lb(
dm < diameter rata-rata ulir, in
h < kedalaman ulir, in
n < :enis atau jumlah ulir (number o( threads in engegemant)
0i ba&ah ini adalah tabel untuk beberapa aplikasi untuk mendesain tegangan bearing,
yang dikaitkan dengan material dan kecepatan.
2abel 5.1. 0esign bearing pressures (or scre&s
6o 2ype o(
%er?ice

"aterial
0esain earing
1ressure, 1si
@ubber speed at the
mean diameter o(
the thread
%cre& 6ut
1 Aand 1ress %teel ronBe !5))-#5)) ;o& speed, &ell
lubricated
! :ack %cre& %teel Cast 7ron 1/))-!5)) ;o& speed, not o?er
/ (pm
# :ack %cre& %teel ronBe 1'))-!5)) ;o& speed, not o?er
1) (pm
$ Aoisting
%cre&
%teel Cast 7ron '))-1))) "edium speed,
!)-$) (pm
5 Aoisting
%cre&
%teel ronBe /))-1$)) "edium speed, !)-
$) (pm
' ;ead %cre& %teel ronBe 15)-!$) Aibh speed, 5) (pm
and o?er
5.).2. Tegangan Bening
eban > dianggap merata dan bekerja pada diameter rata-rata (d
m
), yang berjarak
),5 h dari kaki ulir. %ehingga dapat dianggap bagian yang diarsir pada gambar sebagai
suatu batang sentile?er yang pendek.
a. "omen bending maksimum
!
.h W
!
b. 2egangan ending
"
c !

.

(5-!)
c. "omen 7nersia
( )
#
. . .
1!
1
b n dm "
d. "omen 2ahanan
( )
( )
'
. .
5 , )
. .
1!
1
!
#
b n dm
b
b n dm
c
"


(5-#)
0arim persamaan (5-!) dan (5-#) besarnya tegangan bending maksimum yang terjadi
adalah 3
( ) ' * . .
5 , ) .
*
.
!
b n dm
h W
c "
!
"
c !


( )
!
. .
. . #
b n dm
h W


(5-$)
5.).$. Tegangan Geser /Trans4erse !%earing !tress0
1ada babD.
#
W . 5 , 1
ma-

( untuk B < nol) (5-5)
0imana 3 4 < luas penampang geser, in!
Untuk batang ulir 3 4 <E.dr.n.b
Untuk mur 4 <E.do.n.b
dr < diameter kaki pada batang ulir, in
do < diameter mayor dari ulir, in
1. 2egangan geser maksimum pada batang ulir
b n dr
W
#
W
. . . . !
. #
. !
. #
ma-


(5-'a)
!. 2egangan geser maksimum pada mur
b n do
W
#
W
. . . . !
. #
. !
. #
ma-


(5-'b)
5.).). Tegangan Tarik atau Tegangan K,#presi
4kibat beban > po&er scre& juga mengalami tegangan tarik atau tegangan
kompresi. ;uas bidang yang mengalami tagangan pada ulir penggerak ini lebih besar
dari pada luasan dari bidang kaki ulir, dan diameternya adalah diameter rata-rata dari
pitch dan diameter kaki (root). ;uas bidang yang mengalami tegangan ini disebut
tensile stress area#. :ika ulirnya sendiri dianggap kuat, maka luasan bidang yang
akan mengalami tegangan tarik atau kompresi ini didasarkan pada diameter kaki ulir,
atau diameter batang yang tidak berulir (bagian dalam). esarnya tegangan tarik atau
tegangan kompresi yang timbul dapat dirumuskan 3
#
W
t

0imana 3 4 < ;uas bidang yang terkena tarik atau kompresi

!
! $

,
_

dp dr
#

(5-+)
0imana 3 dr < diameter kaki (root diameter), in
dp < diameter pitch, in
ila ulirnya dianggap kuat, dan yang dihitung adalah kemampuan batangnya,
maka yang dimaksud dengan luas permukaan tarik atau geser adalah

!
$
dr #

5.).5. Tegangan K,#binasi


ila batang ulir dianggap pendek, maka lenturan yang terjadi diabaikan, sehingga
ulir penggerak secara murni hanya menerima beban kompresi saja. ila ditinjau pada
diameter kaki ulir, maka pada luasan itu akan terjadi tegangan kombinasi antara
kompresi dan geser yang ditimbulkan oleh torsi pada saat memutar ulir tersebut.
1. 2egangan kompresi (terjadi pada area kaki ulir).
!
.
. $
dr
W
#
W
c


(5-/a)
!. 2egangan geser yang disebabkan oleh torsi pemutar (2)
( )
# $
.
. 1'
#!
.
! * ) ! * (
dr
$
dr
dr $
%
dr $

,
_


(5-/b)
2egangan geser maksimum yang terjadi dapat dihitung dengan metode ;ingkaran
"ohr.
( )
!
!
ma-
!

+
,
_

c
!
#
!
!
ma-
.
. 1'
. . !
. $

,
_

+
,
_

dr
$
dr
W

!
#
!
!
ma-
.
. 1'
.
. !

,
_

+
,
_

dr
$
dr
W

(5-.)
5.).&. Tegangan Tekuk /bu"kling stress0
ila ulir penggerak sudah bekerja , berarti ulirnya sudah keluar (misalnya pada
dongkrak * jack). "isal panjang yang keluar ; dan diameter kaki ulir dr, maka bila ; *
dr lebih kecil dari / dianggap tidak terjadi tegangan tekuk, tetapi sebaliknya bila ;*dr
lebih besar dari /, maka tegangan tekuk harus diperhitungkan. Formula yang dipakai
untuk menghitung tegangan tersebut adalah dengan persaman @itter berikut ini.

,
_

,
_

+
& ' k
(
#
)
*p
c
. .
. 1
!
!

(5-1))
0imana 3 =c < 2egangan tekuk, dapat disetarakan dengan tegangan kompresi, 1si
4 < luas melintang dari kolom, in!
; < 1anjang kolom diantara penyangga, in
k < radius girasi, in

#
"
k , in
1 < beban pada kolom, lb(
G < modulus elastisitas, 1si
K < suatu (aktor yang tergantung pada penyangga.
< ),!5 untuk satu penyangga tetap dan yang satu bebas.
< 1,) untuk penyangga yang keduanya dengan pen (engsel).
< !,) untuk satu penyangga tetap dan satunya pen atau roller.
< $,) untuk penyangga yang keduanya tetap.
1ersamaan 5-1) tersebut dipakai, bila beban yang bekerja adalah beban aksial murni,
artinya garis kerja beban tersebut berimpit dengan sumbu batang ulir. ila beban yang
bekerja adalah beban eksentris dengan jarak H e H dari sumbu batang ulir, maka beban
ini akan member tambahan momen bending dan memberikan tegangan tambahan
akibat momen bending tersebut.
c $
!b
Wb
!b
b
*

0iamana 3 c < jarak dari sumbu batang ulir ke posisi paling luar dari kolom
7 < k
!
. 4
! !
.
. .
* .
.
*
.
k #
c e )
c # k
e )
c "
e )
b

%ehingga tegangan kombinasi maksimum menjadi
! !
!
.
. .
1
k
e c
#
)
& ' k
(
#
)
*p
comb
+
1
1
]
1

,
_

(5-11a)
1
1
]
1

+
,
_

+
! !
!
.
. .
1
k
e c
& ' k
(
#
)
*p
comb

(5-11b)
esaran ;*k disebut %lendeness ratio (rasio untuk batang ramping). @umus-rumus
tersebut dipergunakan bila ;*k sampai dengan 1)). ila lebih besar dari pada 1))
maka dipergunakan rumus Guler untuk tekukan pada batang y'ang panjang.
1ersamaan Guler dalam hal ini adalah 3
!
) * (
. . .
k (
& # '
)
cr

(5-1!)
P
"r
adalah beban kritis tekukan, beban ini merupakan beban maksimum untuk tidak
terjadinya tekukan. 0i atas beban kritis ini akan terjadi tekukan pada kolom * batang
ulirnya.
5.5. T,rsi untuk Ulir Penggerak
erikut ini adalah contoh ulir penggerak untuk dongkrak (scre& jack). 1lat
(orm bagian atas penyangga beban sebesar >. 1lat (orm ini dibagian pinggirnya
terdapat roller yang menghubungkan dengan dinding sampingnya. Karena menahan
beban, plat (orm dan batang ulirnya tidak dapat berotasi pada sumbunya, tetapi dapat
bergeser naik dan turun tanpa gesekan karena ada roller
GambarD
Gambar
Untuk menaikkan dan menurunkan plat (orm dan batang ulir penggerak dilaksanakan
dengan memutar mur * nut yang bergeser di atas H collar thrust H (penyangga),
disamping itu antar ulir batang dan nut juga terjadi gesekan.
ila gaya yang dipergunakan untuk memutar nut adalah ( yang bekerja pada H mean
dismeter I ( r
m
) untuk mela&an beban > tersebut, maka besarnya torsi yang
diperlukan adalah 3
m +
r , $ .
0imana 3 , = ,
f
-os . / ,n -os 0
n
1in .

sin . .
s n
n
f -os -os
W
,

:adi
$
+
= r
m
(,
f
-os . / ,n -os 0
n
1in .)
0imana 3 ,
f
= fs . ,n
$
+
= r
m
(fs.,n.-os . / ,n -os 0
n
1in .) (5-1#)
2orsi tersebut adalah torsi yang dibutuhkan untuk memutar mur mela&an
gesekan antar ulirnya sendiri, sedangkan pada mur juga terjadi gesekan dengan H
collar thrustJ. ila koe(isien gesekan adalah (c, jari-jari rata-rata collar adalah r
mc
,
maka gaya gesek pada mur dan collar yang ditimbulkan oleh beban > adalah (c.> ,
sehingga torsi yang yang dibutuhkan untuk mela&an ini adalah 3 r
mc
. (c. >
%ehingga total torsi yang diperlukan adalah 3
$
+
= r
m
(fs. ,n -os . / ,n -os 0n 1in . ) / r
mc
.fc.w (5-1$)
W fc r
1in fs -os -os
1in -os W
1in fs -os -os
-os fs W
r $
mc
n
n
n
m +
. .
.
. .
. .
. .
+

,
_

(5-15)
0imana 3 2@ < torsi yang diperlukan untuk menaikkan ulir, lb(.in
> < beban (lb()
r
m
< d
m
*! dan r
mc
< d
mc
*!
d
m
< diameter rata-rata ulir
(s < koe(isien gesek ulir, dan (c koe(isien gesek antara collar dan support
tan K
n
< C*9 dan C<4G<94 tan K < 9.Cos L. tan K
tan K
n
< CosL. tan K
0alam apalikasi, L relati?e kecil sehingga Cos L M 1 , dan tan K
n
< tan K, dengan
demukian maka dapat dianggap K
n
< K , sehingga 3
!
. .
tan .
tan .
!
. W fc dm
fs -os
-os fs W dm
$
c
+
+

,
_



(5-1')
2orsi yang dibutuhkan untuk menurunkan beban adalah sama dengan 2@, hanya
karena berla&anan arah maka tanda-tanda pada suku gesekan antar ulir dibalik,
sehingga 3
!
. .
tan .
tan .
!
. W fc dm
fs -os
-os fs W dm
$
c
(
+

,
_



(5-1+)
"elihat kembali ke depan, dimana 3
dm
p n
dm
l
.
.
.
tan


0imana 3 l = lead = n.p
p = pitch
%ubstitusikan ke persamaan di atas, sehingga menjadi 3
!
. .
. . .
. .
!
. W fc dm
l fs -os dm
l-os dm fs W dm
$
c
n
n
+
+

,
_



(5-1/)
!
. .
. . .
. .
!
. W fc dm
l fs -os dm
l-os dm fs W dm
$
c
n
n
(
+

,
_



(5-1.)
ila dalam aplikasi, dimana pada collar dipergunakan 3 ball atau roller thrust
bearing, maka koe(isien gesek (c dapat dianggap sama dengan nol, sehingga dmc. Fc
&*! menjadi nol, dengan demikian suku dapat dihapus dari persamaan tersebut,
sehingga torsi yang dibutuhkan menjadi lebih kecil atau ringan. esarnya koe(isien
gesek (s dan (c dapat dilihat pada 2abel $$$$$$$
2abel 5./. Koe(isien gesek (s dan (c
%rec& "aterial %teel rass ronBe Cast 7ron
%teel (dry) ),15 N ),!5 ),15 N ),!# ),15 N ),1. ),15 N ),!5
%teel (lubricated) ),11 N ),1+ ),1) N ),1' ),1) N ),15 ),11 N ),1+
ronBe ),)/ N ),1! ),)$ N ),') ),)' N ),).
Catatan 3
1. 1ada saat start, koe(isien gesek yang diambil 1,## kali dari (s dan (c yang ada
dalam table.
!. Koe(isien gesek yang rendah, disarankan diambil untuk operator yang
kemampuanny (skill) tinggi dan angka yang beasar, untuk operator skill
rendah.