Anda di halaman 1dari 6

BATUAN SEDIMEN

Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk pada permukan bumi, pada temperatur rendah, oleh proses fisis, kimia dan biologi. Pada umumnya batuan sedimen diklasifikasikan berdasar ukuran fragmen, bentuk fragmen dan komposisi partikel atau fragmen pembentukannya. Dengan dasar tersebut, batuan sedimen di kelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu: Batuan sedimen silisiklastik, yaitu batuan yang terbentuk dari fragmen-fragmen batuan yang lain atau batuan asli. Batuan asal dapat berupa batuan beku, metamorf atau sedimen. Fragmentasi batuan asal tersebut dimulai dari pelapukan mekanis (disintegrasi) maupun se ara kimia!i (dekomposisi), kemudian tererosi dan tertransportasi menuju suatu ekungan pengendapan. "etelah pengendapan berlangsung, sedimen mulai mengalami diagenesa, yakni proses perubahan-perubahan yang berlangsung pada temperatur rendah didalam suatu sedimen, selama dan sesudah litifikasi terjadi (#.$. %uang, &'()) a. Batuan "edimen "ilisiklastik *olkaniklastik Piroklastik +kumulasi masterial piroklastik atau sering pula disebut sebagai tephra merupakan hasil banyak proses yang berhubungan dengan erupsi ,ulkanik tanpa memandang penyebab erupsi dan asal dari materialnya. Fragmen piroklastik merupakan fragmen -seketika. yang terbentuk se ara langsung dari proses erupsi ,ulkanik. /aterial piroklastik saat dierupsikan gunung api memiliki sifat fragmental, dapat berujud air maupun padat, dan setelah menjadi massa padat material tersebut disebut sebagai batuan piroklastik. piroklastik aliran adalah aliran panas dengan konsentrasi tinggi, dekat permukaan, mudah bergerak, berupa gas dan partikel terdispersi yang dihasilkan oleh erupsi ,olkanik. Dilihat dari lapisan yang dibentuk menunjukkan sortasi yang buruk dengan ketebalan lapisan yang tidak teratur dan menipis pada tinggian dan menebal pada ekungan. Biasanya dijumpai lapisan yang sudah masif dengan gradasi normal pada endapan yang berasal dari suspensi turbulen dan menutupi bagian laminasi. piroklastik jatuhan Piroklastik yang dilontarkan se ara ledakan ke udara sementara akan tersuspensi yang selanjutnya jatuh ke ba!ah dan terakumulasi membentuk endapan piroklastik jatuhan. Dilihat dari lapisan pada endapan piroklastik ini menunjukkan sortasi yang baik (well sorted) dengan ketebalan lapisan yang teratur dan mengikuti permukaan yang ditutupi (mantle bedding). Biasanya jarang dijumpai lapisan yang masif, bahkan juga jarang ditemukan gradasi normal. piroklastik surge dibentuk se ara langsung oleh erupsi freatomagmatik maupun freatik dan asosiasinya dengan piroklastik aliran. Breksi volkanik : tersusun dari fragmen yang diameternya 01)mm bentuknya run ing Agglomerat : Fragmennya berupa bomb dengan ukuran .0 1)mm Lapilli : Fragmen tersusun atas lapilli dengan ukuran 2-1)mm Tuf kasar : Fragmen tersusun atas babu kasar dengan ukuran 3,)4-2mm Tuf halus : Fragmen tersusun oleh abu halus dengan ukuran , 3,)4mm %idroklastik

/aterial ini dihasilkan oleh suatu erupsi hidro,ulkanik yaitu erupsi yang terjadi karena kontak air dengan magma. Berdasarkan ara transportasi sebelum diendapkan, akumulasi material hidroklastik dapat dibedakan menjadi ), yaitu: 5ndapan %idroklastik 6atuhan +dalah endapan yang terjadi dari akumulasi material hidroklastik yang dilemparkan dari pusat erupsi ke udara dan kemudian jatuh di tempat pengendapannya. 7ara transportasi material hidroklastik jatuhan dapat dibedakan menjadi ) yaitu transportasi gerak peluru (trajectory) dan turbulensi a!an erupsi. 5ndapan %idroklastik +liran 5ndapan ini terjadi dari akumulasi material hidroklastik yang terlempar dari pusat erupsi, kemudian bergerak sepanjang permukaan bumi menuju tempat pengendapannya +utoklastik Biasanya dijumpai sebagai breksi ,ulkanik autoklastik yaitu bentuk fragmentasi padat karena letusan gas-gas yang ada di dalamnya karena oleh penghan uran la,a. 6adi material ini merupakan gesekan penghan uran la,a sebagai hasil dari perkembangan lanjut dari pembekuan. +lloklastik Biasanya disebut dengan breksi ,ulkanik alloklastik yaitu breksi yang dibentuk oleh fragmentasi dari beberapa batuan -pree8isting. oleh proses ,ulkanik ba!ah permukaan. 6adi proses breksiasi dari batuan ini terjadi di dalam gunung api, baru kemudian ekstrusi sebagai aliran breksi. Breksiasi ini mungkin dihasilkan oleh pengembangan gas atau oleh runtuhnya gunung api yang kemudian terbentuk rongga-rongga dan akhirnya diikuti erupsi. +liran breksi pada type ini terjadi pada derajat kemiringan dan bergerak dari gunung api dengan media iar menjadi lahar. 7iri breksi ini adalah ketebalannya yang besar dan tidak berlapis, material penyusunnya sangat kasar dan tidak tersortasi. Fragmen mempunyai ukuran beraneka ragam, namun fragmen yang berupa pumis, skoria dan batuan afanitik jarang dijumpai. 5piklastik /erupakan hasil dari pelapukan dan erosi dari batuan ,ulkanik dan umumnya bukan merupakan hasil ,ulkanisme yang seumur. 9arena endapan epiklastik ini merupakan hasil proses re!ork dan telah mengalami transportasi, maka pada umumnya fragmennya lebih rounded. Fragmen-fragmen tersebut dapat terbentuk oleh proses-proses non ,ulkanik atau proses epigenik sehingga membentuk modifikasi butiran yang agak membulat. /aterial epiklastik di alam sering dijumpai sebagai breksi laharik. b. Batuan "edimen "ilisiklastik non,ulkanik Batuan sedimen jenis ini didominasi oleh detrital grain (mineral silika dan fragmen batuan khusunya). Batuan yang termasuk jenis ini antara lain: 9onglomerat +dalah batuan yang terbentuk dari endapan gra,el yang sudah terkonsolidasi dengan ampuran pasir atau lumpur pada ruang antar butirnya. :mumnya batuan ini berukuran cobble atau pebble yang well rounded (membulat baik). 9ebanyakan konglomerat menunjukkan perlapisan yang kurang baik dan kadang-kadang juga terdapat lensa batupasir. 9onglomerat yang terbentuk saat ini terakumulasi di atas rangkaian pegunungan, di pantai dan pada kanal sungai. "e ara petrologis menunjukkan tekstur kemas terbuka dengan sortasi buruk, dengan fragmen berukuran kerikil sampai boulder () ; 0)4( mm) sedangkan untuk matriknya berukuran lempung sampai pasir (< &=)4( ; ) mm) Breksi

+dalah batuan yang terbentuk dari material ,ulkanik yang kemudian mengalami konsolidasi dengan fragmen-fragmen batuan beku lainnya yang juga hasil dari ,ulkanik. "e ara petrologis batuan ini menunjukkan kemas terbuka dengan sortasi buruk, dengan fragmen berukuran kerikil sampai boulder () ; 0)4( mm) dan biasanya fragmen berupa batuan beku dengan bentuk yang merun ing (angular), sedangkan untuk masa dasarnya berupa batuan beku yang berukuran afanit. 6ika dilihat dengan bantuan mikroskop, masa dasar dapat berupa glass ,ulkanik Batupasir +dalah batuan sedimen klastik yang paling banyak dijumpai. "ejak tersingkap di permukaan bumi, batuan ini sangat mudah dikenali karena biasanya batuan ini tahan terhadap pelapukan. Pada dasarnya batupasir bisa disusun oleh material apa saja, tetapi kenyataanya butiran kuarsa selalu paling melimpah. %al ini disebabkan karena kuarsa merupakan mineral utama dalam batuan beku, sedimen maupun metamorfik, selain itu mineral ini tahan terhadap abrasi dan pelapukan kimia!i. Partikel pasir pada kebanyakan batupasir disemen oleh kalsit atau oksida besi. 9omposisi batupasir merupakan kun i penting tentang sejarah pengendapannya. "elama tertransportasi yang jauh, fragmen batuan (ke il) dan mineral-mineral tertentu yang siap mengalami dekomposisi (pelapukan kimia!i), seperti hanlnya oli,in, piroksen, feldspar dan mika akan han ur menjadi partikel yang lebih halus dan kemudian tertampi (winnowed) keluar, terpisah dengan mineral kuarsa yang ultra stabil. Batupasir yang bersih, terpilah dengan baik dengan komposisi kuarsa yang membundar baik, berarti batupasir tersebut telah tertransport jauh atau telah berulang kali mengalami siklus erosi dan deposisi. "e ara petrologis batuan ini mempunyai tekstur kemas tertutup dan sortasi yang baik, sedangkan komposisinya berupa material-material sedimen berukuran pasir ( &=&( ; ) mm) dengan bentuk butir rounded. +rkose "e ara petrologis arkose menunjukkan kemas terbuka dengan sortasi yang buruk. /atriks biasanya berukuran pasir ( &=&( ; ) mm) yang berupa material-material sedimen berukuran pasir, sedangkan untuk fragmen berukuran pasir ; kerikil ( &=&( ; 2 mm ) dengan fragmen berupa mineral-mineral seperti 7hert, /us o,ite, Biotite, 9uarsa, >rtoklas. Pembundaran angular-subangular. Batulanau +dalah batuan sedimen klastik berbutir halus ( antara &=&( mm ; &=)4( mm). Batulanau umumnya berstruktur laminasi (perlapisan < & mm) dan sering mengandung struktur -burro!.. "iltstone ini merupakan hasil konsolidasi material berbutir halus yang terba!a se ara susupensi oleh air (sungai, laut) dan diendapkan pada dataran banjir atau delta. "erpih /erupakan lumpur dan lempung yang telah terkonsolidasi. Batuan ini sangat melimpah di alam, kebanyakan berstruktur laminasi. "erpih hitam mengandung material karbon dan terakumulasi pada air tenang seperti halnya lagoon, laut dangkal, daerah pasang surut (tidal flat). "edang serpih merah menandakan banyak mengandung oksida besi yang berarti teroksidasi pada lingkungan terbentuknya (streem channels, flood plain, tidal plan) &. Batuan sedimen non klastik &. Batuan 9arbonat Batuan karbonat adalah batuan sedimen dengan komposisi yang dominan (lebih dari 43?), terdiri dari mineral-mineral atau garam-garam karbonat, yang dalam prakteknya se ara umum meliputi batugamping dan dolomit. /erupakan batuan sedimen non klastik yang paling melimpah di alam. Batuan ini berkomposisi utama berupa kalsium karbonat (7a7>1) yang berasal dari proses kimia!i bersama-sama dengan biologis. Banyak tumbuhan dan binatang in,ertebrata mengeluarkan 7a7>1 dari air dalam proses kehidupannya dan mengggunakan garam yang sama untuk membangun sarang dan bagian kerangkanya. Bila organisme tersebut mati, kerangkanya akan terakumulasi di dasar

lautan. Dalam !aktu yang sangat lama, akumulasi kerang tersebut akan membentuk lapisan karbonat dengan tekstur terdiri dari kerang atau pe ahan kerang. $ype batugamping ini terutama disusun oleh skeletal atau rombakan skeletal dan bisa men apai ketebalan lebih dari &33 meter, dan bisa mempunyai penyebaran hori@ontal = lateral sangat luas (riubuan km)). Proses pembentukannya dapat terjadi se ara insitu berasal dari larutan yang mengalami larutan yang mengalami proses kimia maupun biokimia, dimana organisme turut berperan. "elain itu juga dapat terjadi rombakan yang mengalami transportasi se ara mekanik dan diendapkan di tempat lain sehingga terjadi proses diagenesa batuan karbonat lain. "eluruh proses tersebut belangsung pada lingungan air laut dari detritus asal darat. batugamping klastik adalah batugamping yang terbentuk dari pengendapan kembali detrital batugamping asal 9alsilutit merupakan batuan karbonat klastik yang didominasi oleh detritus karbonat dengan ukuran butir berukuran lempung < &=&( mm 9alkarenit merupakan batuan karbonat klastik yang didominasi oleh detritus karbonat dengan ukuran butir berukuran pasir&=&( ; ) mm 9alsirudit merupakan batuan karbonat klastik yang didominasi oleh detritus karbonat dengan ukuran butir berukuran 0 ) mm batugamping non klastik adalah batugamping yang terbentuk dri proses-proses kimia!i maupun organisme, umumnya bersifat mono mineral Biostrome : merupakan batugamping nonklastik yang pembentukanya dari hasil proses biokimia dan juga merupakan hasil timbunan tubuh atau kerangka plankton dan nekton yang sudah mati, biasanya berlapis dan berseling dengan kalsilutit Bioherm : merupakan batugamping nonklastik yang pembentukannya dari hasil proses biokimia. "elain itu biasanya terdiri dari bentuk-bentuk bentonik masif dan berbentuk lensa yang dikelilingi oleh sedimen klastik Travertin : merupakan batugamping nonklastik yang pembentukanya dari hasil proses larutan 9imia dengan komposisi penyusun utama berupa 9alsit (7a7>1) Chalk : Batugamping skeletal, dimana skeletal fragmennya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop, komposisi penyusun utama berupa 7a7>1 dengan tekstur berupa angkang organisme mikroskopik

&. Batuan sedimen kimia!i /erupakan batuan sedimen yang terbentuk karena proses penguapan, konsentrasi dan pengendapan dari laruitan yang telah jenuh dan biasanya tersusun dari kristal-kristal gypsum, garam dapur (halite), anhidrit dll. Aeaksi kimia yang dimaksud adalah kristalisasi langsung atau reaksi organik 7hert 7hert atau sering disebut batu rijang mempunyai bentuk bedded dan nodular. 7hert dengan bentuk

bedded biasanya ditemukan pada daerah laut dalam dan berasosiasi dengan radiolaria dan la,a bantal. "edangkan hert dengan bentuk nodular biasa ditemukan pada batugamping yang terbentuk oleh proses diagenesa berupa penggantian (replacement) Bypsum Bypsum terbentuk oleh proses e,aporasi yang dapat sebagai indikator penting paleo-iklim dan paleo-geografi. Bypsum mempunyai bentuk nodular dengan tekstur chicken-wire. $erbentuknya gypsum terjadi karena material sedimen yang diendapkan di laut, biasanya berukuran lempung, kemudian lempung itu akan melepaskan ion-ion >)- dan kemudian ditangkap oleh unsur 7a)C dan senya!a ">2)-. :nsur-unsur tersebut berikatan membentuk senya!a 7a">2.)%)> yang disebut dengan gypsum Dronstone Dronstone biasanya merupakan >olitik dan >oids yang dapat terdiri dari hematit, Beothite, magnetit dan hamosit. Dronstone ini biasanya diendapkan pada lingkungan deposisional dan kadang terdapat fosil yang mengindikasikan daerah dengan kondisi hiposalin Dolomit $erbentuk karena adanya pergantian batugamping. Proses yang terjadi dapat berlangsung se ara epat setelah proses deposisi pada daerah intertidal tinggi, dataran supratidal. Dedolomites +dalah batuan yang komposisi mineralnya berupa dolomit ( al ium /agnesium 7arbonate E 7a/g(7>1)). Batuan ini mirip dengan batugamping dalam hal tekstur, struktur dan ara terdapatnya. Batuan ini bisa berasal dari presipitasi langsung air laut, tetapi kebanyakan berasal dari substitusi al ium oleh magnesium pada batugamping %alite %alite terbentuk oleh prespitasi langsung dari danau yang kadar garamnya tinggi atau pada teluk disepanjang pantai lautan 1. Batuan "edimen "apropelite a. +ntrasit Batuan mempunyai !arna hitam, "truktur masif dengan tekstur nonklastik, ukuran butir mikrokristalin ( < 3,3& mm ), keseragaman kristal seragam, hubungan antar kristal anhedra ; euhedra. Batuan tersusun oleh 7arbon ( material organik ), ber!arna hitam, kelimpahan dominan, ukuran butir mikrokristalin ( < 3,3& mm ) b. Batubara muda (Fignit) Batuan mempunyai !arna hitam, struktur brittle, dengan tekstur bioklastik, ukuran butir pasir ( &=&( ; ) mm ), bentuk butir angular, sortasi baik, kemas tertutup. Batuan tersusun oleh material-material organik, Ber!arna hitam, ukuran butir pasir ( &=&( ; ) mm ), kelimpahan melimpah PUSTAKA Boggs, "., &'GH, rinciple of !edimentology and !tratigraphy, /erril Publishing 7o. + Bell I %o!ell 7o., 7olombus, >hio http:== smres.jmu.edu=geollab=Fi hter=Fi hter=!ebsites.html http:==!!!.eos.ub . a= ourses=eos ))&=ed=silli= ompa t.html %uang, #.$., &'(). etrology, / Bra! %ill-Book Dn ., Je! Kork

Pettijohn, F.6., &'H4, !edimentary "ocks, #rd $dition, %arperIAo!, Je! Kork "oekardi, "asongko,#., %endratno, +., )332, %iktat &uliah etrografi Batuan Beku, Batuan iroklastik dan Batuan !edimen &lastik, Faboratorium Beologi >ptik 6urusan $eknik Beologi Fakultas $eknik :ni,ersitas Badjah /ada, Kogyakarta