Anda di halaman 1dari 9

A. Pendahuluan Sebagaimana kita ketahui tingkatan interaksi dengan Al-Quran yaitu membaca/tilawah AL-Quran, menghafalkannya, memahaminya/mentadaburinya, dan mengamalkannya/mengajarkannya.

Adapun aum !uslim dewasa ini, pada kenyataannya jauh dari AL-Quran, masih banyak kita temui yang tidak melakukan keempat bentuk interaksi ini. "ahkan, masih banyak di kalangan kaum !uslim yang menyikapi dan memperlakukan al-Quran sebagai jimat, pengusir gangguan jin, kitab keramat penangkal bala, dll. Adapun al-Quran sebagai mukji#at terbesar $abi Saw., pilar p%k%k ajaran &slam, pegangan utama setiap !uslim dalam segala aspek kehidupannya, masih luput dari pemahaman sebagian kaum !uslim. &ntrekasi sebagian besar kaum !uslim dengan al-Quran tidak melampaui pembacaan lahiriah untuk mendatangkan keberkahan, tanpa merasakan makna yang dimuatnya, apalagi sampai kepada tahap tadabbur. &ni berarti bahwa sebagian umat &slam belum mampu memahami kedudukan alQuran sebagai rislah samwiyah nan kekal abadi yang Allah peruntukkan bagi manusia dan kemanusiaannya. 'adahal (isalah al-Quran yang mencakup semua aspek kehidupan itu terjamin keabadian, keutuhan, %risinalitas serta kesinambungannya. B. Definisi Ijz ata muji#at berasal dari bahasa Arab, aja#a yang merupakan kata dasarnya berarti lemah, tidak mampu atau tidak kuasa. ata ijz secara kebahasaan berarti itsbt al-ajz )menetapkan ketidakmampuan*. Sedang kata ajz sendiri berarti ketidakmampuan atau ketidakkuasaan melakukan sesuatu, yakni kebalikan kata alqudrah )kuasa* . ata ijz merupakan bentuk mashdar, artinya sama dengan aldhaf )lemah* )Abu +halib, !asmu, ,--.*. /alam semua literatur Ulm al-Qur`n, tepatnya pada pembahasan tentang kemukji#atan al-Quran, dijelaskan bahwa pengertian mukji#at secara umum adalah suatu kejadian di luar kebiasaan yang dibarengi dengan tantangan dan musuh yang ditantang tidak dapat memberikan perlawanan. $abi Saw. sendiri ketika menantang bangsa Arab dengan mukji#at terbesarnya, yakni al-Quran, mereka tidak mampu melawan atau menandinginya, betapa pun mereka terkenal dengan kefasihan dan kesusastraannya,. !enurut !anna Qatthan kata muji#at berarti hal yang luar biasa yang tampak pada se%rang rasul ataupun nabi yang tidak mungkin untuk ditandingi. Sebagaimana diungkapkan %leh Al-Suyuthi dalam Al- &t0an 1 9887 ..4 $-3# .456 3 12# ! ./0 ,- *+ ! %&'(" )#$ ! : 2 Sesuatu dapat dikatakan sebagai mukji#at apabila sekurangnya memenuhi tiga syarat. Pertama, adanya tantangan. 3aitu tuntutan untuk diadakannya sebuah perl%mbaan atau pertandingan. Kedua, adanya d%r%ngan untuk melayani )membalas* tantangan. Ketiga, tidak ada penghalang untuk melakukan dua syarat
1

Manna Al-Qaththan, Mabahits, hal. 259

sebelumnya4. Sementara itu !asm5 Ahmad +h6lib menyebut tujuh syarat7 Pertama, keluar dari kebiasaan. Kedua, dilakukan %leh sese%rang yang mengklaim sebagai nabi atau rasul. Ketiga, dibarengi dengan klaim nubuwah dan risalah. Keem at, tidak dapat dikalahkan %leh tantangan musuh. Kelima, sesuai dengan apa yang diklaim %leh %rang yang mengaku sebagai nabi atau rasul. Keenam, mukji#at yang timbul tidak justeru memb%h%ngkan %rang yang mengaku sebagai nabi atau rasul, dan !etujuh, para nabi dan rasul menantang mereka yang mengingkari nubuwah dan risalah dengan mukji#at itu. Sedangkan pengertian ijz ketika diidhafatkan kepada kata al-Qurn )ijz alQurn* adalah memperlihatkan kebenaran klaim risalah $abi !uhammad Saw. dengan cara menampakkan ketidakmampuan bangsa Arab pada waktu itu dan generasi-generasi berikutnya untuk melawan mukji#at abadi $abi saw., yakni alQuran8. :. Bahasan ;a<alah

8. ;a=a>?>a=a> ;u<@iAaB /ari definisi di atas dapat diambil pengertian bahwa mukji#at merupakan salah satu sarana yang dipersiapkan Allah untuk menguatkan kebenaran risalah dan nubuwah para nabi-$ya. Sementara itu dalam s"rah nabawiyah dikenal beberapa bentuk mukji#at. Ada mukji#at hissiyah ya!ni mukji#at yang sifatnya materi atau inderawi1 dapat dilihat dengan mata dan dapat ditangkap dengan panca indra seperti mengalirnya air pada jari-jari tangan (asul, memperbanyak makanan yang sedikit, menyembuhkan penglihatan sahabat Qat6dah, dll. /an ada pula mukji#at manawiyah. &mam al-Suy5th9 menamai mukji#at manawiyah dengan mukji#at aqliyah#. !enurut al-Suy5th9, karena tingkat kemampuan akalnya yang rendah serta minimnya kekuatan pandangan nalar "ani &srail pada waktu !us6 diutus kepada mereka, maka kebanyakan mukji#at yang ditampakkan kepada mereka bersifat hissiyah. Sementara itu, kebanyakan mukji#at yang ditampakkan kepada umat ini bersifat aqliyah. &tu tidak lain karena mereka mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi dan kemampuan k%gnisi yang sempurna. :al ini dapat dipahami segera setelah kita sadar bahwa syariat yang dibawa $abi saw. berkarakteristik kekal-abadi sepanjang bentangan masa hingga hari kiamat. ;elasnya, syariat dengan karakter seperti ini tentu membutuhkan mukji#at pen%pang yang menitikberatkan sentuhansentuhan rasi%nal yang berdaya tahan abadi agar dapat dicerna dan diterima %leh umat manusia yang mempunyai daya nalar tinggi. /alam hal ini al-Quran termasuk dalam kel%mp%k mukji#at manawiyah-aqliyah. C. Da<i<aB ;u<@iAaB al?EuFGan
2 3

Al-Shabuni, Muhammad, Al-Tibyan fi Ulum Al-Quran, hal. 258-259 Manna Al-Qaththan, Mabahits, hal. 258-259 Al-Suyuthi, !alaluddin, Al-"t#$n fi Ulum Al-Quran, hal. 252

!enurut !anna Qaththan, $abi Saw. menantang %rang Arab dengan al-Quran melewati tiga fase. Pertama, $abi Saw. menantang mereka dengan keseluruhan alQuran dan dengan redaksi tantangan yang umum mencakup %rang Arab dan n%nArab, bahkan jin dan manusia agar mereka bergabung mengerahkan segenap kemampuannya untuk membuat sesuatu yang semisal dengan al-Quran. Seperti digambarkan dalam QS. al-&sr6</,=7 >>. Kedua, $abi Saw. menantang mereka untuk membuat sepuluh ayat saja yang semisal dengan al-Quran. Sebagaimana diceritakan dalam QS. :5d/,,7 ,8-,.. Ketiga, terakhir, $abi Saw. menantang mereka untuk membuat satu surat terpendek saja yang semisal al-Quran. Seperti diceritakan dalam QS. 35nus/,?7 8> dan al-"a0arah/47 48 @. H. BeIeFaJa Bu<Bi Ke>u<@iAaBan al?EuFGan Ada beberapa fakta hist%ris dan sejumlah nas yang dapat kita nilai sebagai bukti bahwa al-Quran adalah benar-benar itab !ukji#at. /i antaranya7 Pertama, keyakinan kita bahwa al-Quran yang sekarang kita baca, yang termaktub dalam lembaran-lembaran mushhaf adalah Al-Quran yang sama seperti yang dibawa %leh $abi !uhammad Saw., yang beliau bacakan kepada kaumnya dalam rentang waktu sekitar 48 tahun )!amduh :asan, &ja# Al-Quran*. eyakinan ini muncul karena adanya jaminan bahwa al-Quran diterima dan disampaikan dengan sanad yang mutawatir dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga memberi jaminan akan %risinalitas dan %tentisitas al-Quran. Selain kemutawatiran periwayatannya, %tentisitas al-Quran diperkuat dengan kenyataan hist%ris mengenai pr%ses k%difikasi Al-Quran dari catatan-catatan yang masih tercecer tidak lama setelah $abi Saw. wafat. :afalan-hafalan para penghafal yang tidak pernah luput dari generasi ke generasi semakin memperkuat keutuhan dan kemurnian al-Quran )!amduh :asan, &ja# Al-Quran*. Kedua, setelah kita yakin akan kemurnian al-Quran, dengan sendirinya kita mesti percaya atas kebenaran khabar yang dibawanya. /alam QS. al-"a0arah/47 48-4., :5d/,,7 ,8-,., al-&sr6</,=7 >> dan al-+h5r/@47 88-8., al-Quran pernah menantang %rang Arab yang terkenal dengan kesusastraannya yang tinggi untuk membuat ayat atau surat yang semisal dengan al-Quran. /an mereka tidak mampu melakukannya. Adanya tantangan al-Quran dan ketidakmampuan pihak yang ditantang, dua hal yang merupakan syarat bahwa al-Quran itu betul-betul merupakan mukji#at )!amduh :asan, &ja# Al-Quran*. ;ika untuk membuat ayat atau surat saja mereka tidak sanggup apalagi untuk mendatangkan makna-makna, ajaran-ajaran dan dimensi-dimensi seperti yang dikandung %leh ayat-ayat al-Quran. Ketiga, pengaruh al-Quran terhadap %rang Arab. 'engaruhnya terhadap %rang Arab musyrikin terlihat pada pengakuan mereka akan keindahan gaya dan tata bahasa serta susunan redaksi%nalnya yang sangat memikat. enyataan inilah yang memaksa al-Aal9d bin al-!ugh9rah al-!akh#5m9 untuk mengakui dan berterus terang kepada Ab5 ;ahal bahwa al-Quran adalah al-haqq )kebenaran* yang luhur dan tidak ada yang lebih tinggi darinya )(asyid (idh%, Al-Aahy*. L. BeIeFaJa AsJe< Ke>u<@iAaBan al?EuFGan
5

Manna Al-Qaththan, Mabahits, hal. 259

!erupakan kesepakatan para ulama bahwa al-Quran mempunyai mukji#at bukan hanya dalam satu sisi tertentu saja, melainkan dalam banyak aspek7 lafzhiyah )aspek kebahasaan*, manawiyah dan rhiyah. Semuanya menjadi satu kesatuan mukji#at yang manusia tidak mampu berbuat apa pun di hadapannya ) halaf, B&lm Cshul*. +erdapat perbedaan dalam menentukan berapa jumlah aspek kemukji#atan alQuran. 'enulis dan pemikir !uslimah !esir, D6thimah &sm69l dalam bukunya alQurn wa al-$azhr al-%ql misalnya, lebih menekankan bahwa kemukji#atan alQuran terdapat pada sisi rasi%nalitasnya. Al-Quran, menurutnya, senantiasa menyeru manusia dengan menggunakan bahasa akal. E%nt%h paling kentara adalah ketika kaum musyrik menuntut !uhammad mendatangkan ayat-ayat )mukji#at* yang bersifat materi-indrawi, dengan tegas al-Quran membalas tuntutan itu dengan jawaban rasi%nal )QS. al-Ankab5t/4-7 @?-@,*. Selain itu (asul Saw. menyeru kaumnya seraya menegaskan bahwa al-Quran bukanlah tipe mukji#at yang menyepelekan akal dan budaya berpikir. !elainkan berupa ayat-ayat yang memerlukan tadabur yang mendalam akan isi kandungannya. 'enulis dan pemikir !esir lainnya, BAbb6s !ahm5d al-A006d, lebih meny%r%ti sisi kemukji#atan al-Quran pada keseluruhan ideal-m%ralnya. !enurutnya, kemukji#atan al-Quran tertumpu pada releFansi ajaran akidah ) falsafah qurniyah* yang dibawanya bagi kehidupan manusia tanpa mengenal batas ruang dan waktu. "agi (6yid (idh6, selain terdapat pada keindahan uslub dan balaghahnya yang luar biasa, dia lebih menilik kemukji#atan al-Quran pada pengaruh kejiwaannya terhadap bangsa Arab umumnya, dan terhadap penganutnya secara khusus. Al-Quran, menurutnya, telah melahirkan perubahan besar dan reF%lusi dahsyat yang dilakukan %leh mereka yang memped%maninya dengan benar dan baik. !ann6 al-Qathth6n mempunyai s%r%tan yang sama dengan (6syid (idh6, yaitu ketika ia mengatakan bahwa al-Quran, bagaimana pun adalah itab Suci yang telah mengubah bangsa Arab para penggembala binatang ternak menjadi pemimpin dan pemegang kendali peradaban manusia. enyataan ini saja cukuplah menjadi kesaksian bagi kemukji#atan al-QuranG. Sedangkan menurut BAbdul Aahh6b hallaf, aspek-aspek kemukji#atan al-Quran antara lain7 Pertama, keterpaduan dan keserasian antara ungkapan-ungkapan, makna-makna, hukum-hukum dan k%nsep-k%nsep yang dibawa dan ditawarkannya. Al-Quran, dengan G??? lebih ayat yang dikandungnya, ketika ia mengungkapkan sesuatu yang hendak disampaikannya, baik tentang masalah keimanan, akhlak, hukum, maupun beberapa k%nsep dasar tentang semesta, kehidupan s%sial dan indiFidual, menggunakan ungkapan-ungkapan dan redaksi yang berc%rak dan beragam. /alam keragaman ini tidak ditemukan adanya pertentangan dan k%ntradiksi satu sama lainnya. Kedua, kesesuaian ayat-ayatnya dengan penemuanpenemuan ilmiah. Ketiga, kandungan beritanya tentang berbagai peristiwa yang hanya diketahui %leh 3ang !aha !engetahui tentang alam gaib. Keem at, kefasihan kata-kata yang dipilihnya, keindahan redaksi yang digunakannya serta kekuatan pengaruh yang ditimbulkannya.
%

Manna Al-Qaththan, Mabahits, hal. 259

Sementara itu al-Shab5n9 menandai tidak kurang dari > aspek kemukji#atan alQuran, sebagai berikut7 ,. Susunan kata-katanya yang sangat indah dan menarik, sangat berbeda dengan susunan yang kerap diucapkan %leh bangsa Arab. 4. Susunan redaksi%nal yang indah menawan, sangat berbeda dengan uslub-uslub %rang Arab umumnya. 8. ekayaan dan kepadatan makna yang dikandungnya. +idak mungkin ada makhluk yang mampu mendatangkan ayat serupa ayat al-Quran.

.. !uatan ajaran tasyriknya yang lengkap dan sempurna. Sama sekali berbeda dengan hukum-hukum buatan manusia. @. "erita-berita gaib yang diceritakannya yang tidak mungkin diketahui selain lewat wahyu. G. +idak adanya pertentangan dengan ilmu-ilmu kealamsemestaan. =. !emenuhi segala kebutuhan manusia. >. 'engaruhnya yang mendalam dalam hati para pengikutnya =. /ari sekian aspek kemukji#atan al-Quran tersebut di atas, ada tiga sisi yang terpenting, yaitu al-ijz al-ilm" )kemukji#atan al-Quran dalam aspek ilmu pengetahuan kealaman*, al-ijz al-lughaw" )kemukji#atan al-Quran dalam aspek kebahasaan, uslub yang digunakan dan susunan serta tertib ayatnya* dan al-ijz altasyr"" )kemukji#atan al-Quran dalam aspek ajaran syariat yang dikandungnya*. 1) Al-Ijz al-Ilm +entang hubungan al-Quran dengan ilmu pengetahuan, Quraish Shihab menyatakan bahwa ada sekian kebenaran ilmiah yang dipaparkan %leh al-Quran, tetapi tujuan pemaparan ayat-ayat tersebut adalah untuk menunjukkan kebesaran +uhan dan keesaan-$ya, serta mend%r%ng manusia seluruhnya untuk mengadakan %bserFasi dan penelitian demi lebih menguatkan keimanan dan kepercayaan kepada-$ya. +entang hal ini, Quraish menyimpulkan . hal7 ,. Al-Quran adalah kitab hidayah yang memberikan petunjuk kepada manusia seluruhnya dalam pers%alan-pers%alan akidah, tasyrik dan akhlak demi kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. 4. +iada pertentangan antara al-Quran dan ilmu pengetahuan. 8. !emahami hubungan al-Quran dengan ilmu pengetahuan bukan dengan melihat adakah te%ri-te%ri ilmiah atau penemuan-penemuan baru tersimpul di dalamnya, tapi dengan melihat adakah al-Quran atau jiwa ayat-ayatnya menghalangi kemajuan ilmu pengetahuan atau mend%r%ng lebih maju. .. !emahami ayat-ayat al-Quran sesuai dengan penemuan-penemuan baru adalah ijtihad yang baik, selama paham tersebut tidak dipercayai sebagai akidah
&

Al-Shabuni, Muhammad, Al-Tibyan fi Ulum Al-Quran, hal. 1'1-1'2

Quraniyah dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip atau ketentuan bahasa. 2) Al-Ijz al-Lughaw Al-Shab5n9 menandai adanya . karakteristik uslub al-Quran7 ,. Sentuhan serta nuansa kata-kata al-Quran yang indah dan menawan, seperti terlihat dalam keindahan bunyi dan nada yang ditimbulkan serta bahasa yang el%k menarik. 4. !embuat rela dan puas semua kalangan, baik khalayak awam maupun kalangan khusus tertentu. /alam arti, semua sepakat mengakui keagungannya dan merasakan keindahannya. 8. ualitas pemaparan yang tinggi serta cara penuangan makna-makna yang k%k%h. !emadukan antara penuturan gl%bal dengan penjelasan detil.

.. Singkat redaksi padat arti. 3) Al-Ijjz al-Tasyr emukji#atan al-Quran dalam aspek ini adalah bahwa al-Quran datang membawa manhaj tasyr" yang sempurna, yang menjamin terpenuhinya segala kebutuhan manusia seluruhnya pada setiap #aman dan tempat. !asm5 Ab5 +h6lib menilik beberapa butir yang menjadi bukti kemukji#atan alQuran dalam aspek ini. Sebagai berikut7 ,. !emperbaiki dan meluruskan akidah dengan jalan menunjukkan manusia akan hakikat asal kejadian )al-mabda`* dan akhir )al-mad* kehidupan serta kehidupan di antara keduanya. "utir ini berisi ajaran tentang keimanan kepada Allah, malaikat, kitab, para rasul dan hari akhir. 4. !emperbaiki dan meluruskan praktik ibadah dengan jalan menunjukkan manusia akan ajaran-ajaran dan nilai-nilai yang dapat menyucikan jiwa dan mental manusia. 8. !emperbaiki akhlak dengan jalan menunjukkan manusia akan nilai-nilai keutamaan dan perintah untuk menjauhi segala bentuk kekejian dan keburukan, serta menjaga keseimbangan. .. !emperbaiki dan meluruskan kehidupan dengan jalan memerintahkan manusia agar mereka menyatukan barisan, menghapus segala benih fanatisme dan gap yang membawa kepada perpecahan. &ni dilakukan dengan jalan mengingatkan mereka bahwa mereka berasal dari jenis dan jiwa yang sama. @. !eluruskan kehidupan p%litik dan tata kehidupan bernegara. &ni dilakukan dengan jalan memancangkan keadilan mutlak, persamaan antara sesama manusia dan memelihara nilai-nilai luhur keutamaan seperti keadilan, dedikasi, kasih sayang, persamaan dan kecintaan dalam segala bentuk hukum dan interaksi s%sial.

G. !emperbaiki dan meluruskan perilaku ek%n%mi dan pendayagunaan harta, dengan jalan anjuran untuk membudayakan hidup hemat, memelihara harta dari kesia-siaan dan kepunahan. =. !eluruskan aturan perang dan perdamaian, dengan jalan memberikan pengertian hakiki tentang perang, larangan menganiaya, kewajiban menepati perjanjian dan mengutamakan perdamaian daripada peperangan. >. !emerangi sistem perbudakan dan anjuran untuk memerdekakan para budak. -. !embebaskan akal budi dan nalar pikir dari segala tiran yang membelenggunya, seraya memerangi pemaksaan, intimidasi dan abs%lutisme.

&

D. Kesi>Julan

8.

ata !ukji#at berasal dari kata &ja# yang artinya ketidakmampuan/ketidakkuasaan melakukan sesuatu. Secara istilah berarti suatu kejadian di luar kebiasaan manusia yang tidak bisa dilawan atau ditandingi. C. !acam-macam mukji#at terbagi menjadi 4, yakni mukji#at hissiyah )material indrawi yang tidak kekal* dan mukji#at manawiyah atau Ba0liyah )immaterial, l%gis dan kekal abadi*. H. !ukji#at hissiyah c%nt%hnya adalah perahu nabi $uh, tidak terbakarnya nabi &brahim, t%ngkat nabi !usa, dll. Sedangkan mukji#at manawiyah c%nt%hnya adalah mukji#at Al-Quran nabi !uhammad saw. L. +ahapan tantangan Al-Quran kepada manusia, yakni pertama, tantangan yang bersifat umum kepada jin dan manusia untuk bergabung mengerahkan kemampuannya membuat yang semisal dengan Al-Quran )0s. Al-&sra7 >>*, kedua, tantangan untuk membuat ,? ayat saja )0s. :ud7 ,8-,., ketiga, tantangan untuk membuat satu surat terpendek saja )0s. 3unus7 8> dan Al-"a0arah7 48*. M. "ukti kemukji#atan Al-Quran, di antaranya yaitu7 'ertama, keyakinan keshahihan periwayatan Al-Quran dari masa ke masa karena adanya kemutawatiran periwayatannya. edua, percaya terhadap khabar Al-Quran di mana tidak ada se%rang pun mampu membuat satu surat pun seperti Al-Quran sampai kapan pun )QS. Al"a0arah7 48-4., :ud7 ,8-,., Al-&sra7 >> dan Al-+hur7 88-8.*. etiga, pengaruhnya terhadap %rang arab, di mana mereka mengakui akan keindahan gaya/tata/susunan bahasa Al-Quran seperti pengakuan Al-Aalid bin !ughirah. &allhu alam.

DafBaF PusBa<a halaf, BAbdul Aahh6b, 'lm Ushl al-(iqh,Eair%7 !aktabah al-/awah al-&sl6miyah, cet. H&&&, ,--?. Al-Qathth6n, !ann6, )abhits f" Ulm al-Qurn, "eirut7 !ansy5r6t al-Ashr al:ad9ts, cet. &&&, ,-=8. Al-Shab5n9, !uhammad BAl9, al-*ibyn f" Ulm al-Qurn ,"eirut7 !u<assasah !an6hil al-&rf6n, cet. &&, ,->?. Al-Suy5th9, ;al6ludd9n, al-'tqn f" Ulm al-Qurn ,"eirut7 /6r al- utub al-&lmiyah, cet. &&&, ,--@. Shihab, !uhammad Quraish, )embumi!an al-Quran,"andung7 !i#an, cet. I&&&, ,--G.