Anda di halaman 1dari 3

Aku, Tere-Liye, dan Tangisan Daun

Oleh Rahmad Riza Bahrudin

Secara tidak langsung, waktu saya ke rumah Bu Ida untuk bersilaturahmi sekaligus iseng-iseng mau pinjam buku untuk bacaan di waktu luang, saya dipinjamilah buku Tere-Liye yang berjudul Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin Buku yang mem!ti"asi saya untuk memajukan diri dengan cinta yang tulus Bu Ida adalah mantan guru saya waktu di #Ts #i$tahul %uda &ambu 'ulu dia mengajar bi!l!gi (arena dia murah senyum dan p!la mengajarnya dengan p!la guyonan, membuat pelajaran lebih mudah untuk dipahami 'ulu dia juga pernah membedah buku Tere-Liye) Aku Kau dan Sepucuk Angpau Merah *ku ingat saat dia mengajak teman lamaku si (h!irul untuk membuat k!munitas Tere-Liye +amun itu hanyalah canda belaka untuk mengisi kek!s!ngan waktu itu Buku dengan tebal ,-. halaman ini berisi tentang perjalanan se!rang anak bernama Tania yang putus sek!lah dan terpaksa mengamen di jalanan dengan adiknya 'ede untuk mencukupi kebutuhanya sehari-hari *yahnya meninggal karena kecelakaan saat dia masih sek!lah dasar Ibunya pun kini sakit-sakitan %anya bisa tiduran saja %asil dari mengamennya sehari-hari hanya cukup untuk membeli !bat untuk ibunya 'ia belajar dan tumbuh dari ukiran telapak kakinya di jalan Berbagai kehidupan jalanan ia cerna #ulai dari berlari mengejar jadwal berhenti bus/ menyanyikan lagu-lagu dewasa dengan gaya dewasa pula sambil meng!c!k kencrengan dari tutup b!t!l/ bersama adiknya meny!d!rkan satu kant!ng plastik lusuh dan kumuh untuk kumpulan seratus dua ratus dari para peramah (epulan asap kenalp!t, debu-debu jalanan yang tajam, dan terik matahari bersatu padu menyerang tubuhnya hingga hitam dekil- ireng bledeng *pakah Tania tak pernah berpikir untuk sek!lah0 1ah , sangat berpikir +amun situasi masih belum memihaknya 2ernah dia merasa iri pada anak yang berseragam naik metr!mini Tapi itu dulu saat masih sebulan-dua bulan mengamen 'alam pikirannya hanyalah d!a pada tuhan sem!ga keajaiban dilimpahkan padanya Tak lama kemudian, benar-benar saat yang tak terduga, dan itu adalah saat yang dinantikan !leh Tania 3aktu itu hari sudah malam Tania dan 'ede memilih rute yang berbeda dari biasanya dengan alasan rute itu tidak terlalu ramai saingan pengamen dan penumpang yang pulang dari kerja tidak berdesakan Sehingga tidak terlalu susah untuk meny!d!rkan plastik lusuh pada para peramah 1a, memang benar alasan yang Tania pilih sangat jitu Tapi sayang penumpang banyak yang tertidur karena kecapekan bekerja seharian 'ede juga sudah sangat lelah dan mengantuk 'ia tidak bersemangat untuk bernyanyi dan meny!d!rkan plastik Tania pun juga terkena musibah kakinya tertusuk paku 'ia hanya merintih namun tak ada satupun dari mereka yang berbelas kasih padanya %anya ada satu-dua yang meneng!k kemudian tidur lagi *da satu yang berbelas kasih 'ia membelai rambut Tania sambil tersenyum manis menyenangkan #engambil saputangan #engangkat kaki Tania 'ibersihkannya (emudian dia bungkus dengan sapu tangan itu

Rujakan Buku#2: Aku, Tere-Liye, dan Tangisan Daun 4 1

Itu adalah awal dari keajaiban yang menghampiri Tania Itu juga awal munculnya perasaan yang tak sewajarnya ia rasakan sebagai gadis kecil seumuran dia) perasaan cinta 'an mulai saat itu juga dia berk!mitmen dengan janji, 5*ku akan mengh!rmati dan menuruti semua yang dikatakanya setelah ibu6 O,iya ada yang paling mengesankan dari buku ini Si Tania hanya berdiri di lantai dua t!k! buku 7 tempat

yang teramat istimewa bagi dia sambil memperhatikan ramainya jalan 7 mampu mengenang semua perjalanan yang dialaminya) mulai dari mengamen sampai dewasa saat ini Begitu pula si Tere-Liye 'ia mampu menghemat waktu untuk mengarang cerita dengan alur maju-mundur dalam waktu satu jam tujuh belas menit/ mulai dari jam ,8 88 sampai ,9 9: ditambah entah berapa menit tiba-tiba sudah jam 8; 88<kembali pagi= %anya dengan waktu yang sedemikian itu dia mampu mengekspl!rasi t!k!h Tania untuk bercerita tentang kehidupan yang dialaminya secara detail hanya dalam waktu hitungan jam Buku ini patut dibaca Buku ini berwarna-warni isinya Beruntun ceritanya 3aktu saya baca, yang ada di awal cerita dan sampul belakang isinya sama Saya seperti terhipn!tis untuk harus membaca buku ini sampai akhir< itu waktu baca yang pertama= 1a, biasalah remaja kalau ada cerita tentang cinta pasti tak mau berhenti &ika dihubungkan dengan saat ini jelas berhubungan erat Tapi itu tergantung bagaimana si pembaca mampu melihat dari pandangan lain atau tidak Sekarang manusia berl!mba-l!mba untuk mencari ilmu setinggi mungkin dengan berbagai cara +ah itu seperti yang dialami t!k!h Tania ini<mengingat itu bila dilihat dari sudut pandang lain= >!ba bayangkan si Tania yang dulu pengamen kecil di jalanan, hitam dekil, dan dipandang sebelah mata 'engan berbagai pr!ses dia sekarang menjadi gadis yang berwajah amat sangat menyenangkan dan mampu menyelesaikan kuliahnya jurusan commerce di +?S hanya dengan waktu dua setengah tahun tanpa ada nilai yang kurang secenti pun ?mur tania semakin brrtambah 2un perasaan yang belum ia mengerti itu juga semakin membara pada !rang yang jauh lebih dewasa darinya Orang itu bernama 'anar 'ia yang mengangkat derajad keluarga mereka mulai dari makan, tempat berteduh, sek!lah, dan sebagainya ditanggung !leh Om 'anar Tania mengalami perg!lakan jiwa tentang perasaan itu sampai dewasa Tania mulai meneruskan sek!lah lagi Ia meneruskan sek!lah dasar yang dulu pernah terputus hingga lulus Tania lulus dengan nilai yang memuaskan +amun di balik semua itu ada kesedihan yang sangat mendalam Ibunya meninggal 'ari kesedihan itu juga ada kabar yang menggembirakan 'ia menerima ASEAN Scholarship yang diurus dua bulan sebelum ibunya meninggal untuk melanjutkan pendidikan Junior High School atau S#2 di Singapura Sebenarnya dia enggan mengambil beasiswa itu Tapi berkat bujukan Om 'anar ia terpaksa mau untuk melanjutkan sek!lah di sana sampai lulus Lulus &uni!r %igh Sch!!l *S@*+ Sch!larship menjamin satu kursi di &uni!r %igh Sch!!l Tania juga sebenarnya enggan mengambilnya, tapi bila dia tak mau mengambilnya mungkin Om 'anar juga akan memaksa untuk mengambilnya 'engan perasaan mengalah sebelum berperang ia tetep mengambil kursi itu

Rujakan Buku#2: Aku, Tere-Liye, dan Tangisan Daun 4 2

'i S#* semuanya serba mandiri dibandingkan dengan masih di S#2 dulu Semuanya serba diatur !leh #iss A Bagi Tania itu bukan beban berat yang harus dipikul karena sudah terbiasa Bisa jadi Tania sudah memiliki managemen yang tertata rapi 3aktu s eet se!enten<ulang tahun Tania= dirayakan di Singapura, Om 'anar dan 'ede juga datang untuk merayakannya Tania diberi hadiah !leh Om 'anar berupa li!ntin 'i li!ntin itu ada huru$ 5T6 Tania amat senang 'ia tak memikirkan ada kata atau kalimat apa di balik huru$ tersebut 1ang ia pikirkan hanyalah T B Tania *cara ulang tahun selesai Tania mulai mencari jawaban tentang teka-teki li!ntin itu *ne teman seasrama Tania menyeringai CT B TemanD sambil tertawa 2adahal ia berharap lebih dari itu Tapi bagaimanapun Om 'anar jauh lebih dewasa darinya +ah saat itulah perg!lakan jiwa Tania membara 2erasaanya yang dulu masih seumur jagung semakin hari semakin tumbuh Sekarang Tania sudah kelas , S#* 'ia mencintai malaikat keluarganya sendiri Semakin hari perasaanya semakin tak karuan +amun itu tak mengurangi nilainya satupun di kelas 3aktu berjalan amat cepat Tiba-tiba Om 'anar memutuskan untuk menikah dengan Tante Ratna 7 !rang yang paling dibenci Tania karena menjadi pacar Om 'anar Seketika itu runtuhlah perasaan Tania 'ia memilih untuk tidak pulang meski ada libur lama setelah kelulusan Seni!r %igh Sch!!l #ulai munculah si$at buruk Tania 2adahal dia sudah berjanji apa yang dikatakan Om 'anar akan ia turuti +amun k!mitmen janji itu telah ia lawan Itu berati Tania tidak menyetujui pernikahan itu Lulus dari &uni!r %igh Sch!!l, +?S menjamin satu kursi untuk Tania 'ia ambil dengan alasan untuk dirinya sendiri *gar bisa melupakan semua kenangan buruknya untuk memiliki malaikat keluarganya sendiri (arena 'ia sekarang sudah menjadi milik !rang lain >ukup sampai itu saja saya ceritakan Sebab lanjutan cerita itu semakin sedih Saya benci kesedihan 'ua atau tiga bab terakhir tidak saya baca ulang dan tidak saya ceritakan di sini kerena bab itu isinya hanyalah kesedihan yang beruntun Saya benci itu &ika ada kekurangan dalam hal apapun saya minta maa$ Terima kasih

EEEEEEEEEEEEEEEEEEE
9 , ?lasan ringkas ini disampaikan dalam Rujakan BukuF, yang digelar di Aelaran Buku &ambu pada G +!"ember ,89G 2enulis adalah penggiat di Aelaran Buku &ambu Siswa S#( >anda Bhirawa 2are-(ediri &urusan #esin *lumnus #Ts #i$tahul %uda &ambu (ayen (idul (egiatan sehari-hari sek!lah dan bekerja paruh waktu

Rujakan Buku#2: Aku, Tere-Liye, dan Tangisan Daun 4 3