Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH POMPA DAN KOMPRESOR HEAD ISAP POSITIP NETO atau NPSH

DISUSUN OLEH : 1. YUSUF SUSANTO 2. ANISA NOVI ALFIYANA 3. FANDI SEPTIAWAN N. 4. EKO SUSANTO 5. DWI CAHYONO (115524078) (115524239) (115524221) (115524078) (115524090)

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2013

Kelompok 2 NPSH

BAB 1 PENDAHULUAN

Kelompok 2 NPSH

BAB II HEAD ISAP POSITIP NETO

A. Head Isap Positip Neto atau NPSH Menurut ahli teknik di lapangan, lebih banyak pengunaan pompa yang berasal dari penentuan tinggi-tekan hisap positif (net positif suction head NPSH ) daripada yang berasal dari penyebab tunggal lainny. Kesukaran pada npsh dapat mengurangi efisiensi pompa, yang menuju ke kerusakan akibat kevitasi.Seperti diuraikan dalam pasal 1.5, kavitasi akan terjadi bila tekanan statis suatu aliran zat cair turun sampai di bawah tekanan uap jenuhnya. Jadi, untuk menghindari kavitasi, harus diusahakan agar tidak ada satu bagianpun dari aliran di dalam pompa yang mempunyai tekanan statis lebih rendah dari tekanan uap jenuh cairan pada tem-peratur yang bersangkuian. Dalam hal ini perlu diperhatikan dua macam tekanan yang memegang peranan. Pertarna. tekanan yang ditentukan oleh kondisi lingkungan di mana pompa dipasang. dan kedua, tekanan yang ditentukan oleh keadaan aliran di dalam pompa. 2. spesifikasi

Gb. 2.18 NPSH, bila tekanan atmosfir bekerja pada permukaan air yang diisap.

Gb. 2.19 NPSH, bila tekanan uap bekerja di dalam tangki air isap yang tertutup

Kelompok 2 NPSH

Berhubung dengan hal tersebut di atas*maka orang mendefinisikan suatu Head Isap Pogitip Neto atau NPSH, yang dipakai sebagai ukuran keamanan pompa terhadap kavitasi. Di bawah ini akan diuraikan dua macam NPSH, yaitu NPSH yang tersedia pada sistem (instalasi), dan NPSH yang diperlukan oleh pompa. a. NPSH Yang Tersedia NPSH yang tersedia ialah: head yang dimiliki oleh zat cair pada sisi isap pompa (ekivalen dengan tekanan mutlak pada sisi isap pompa), dikurangi dengan takanan uap jenuh zat cair di tempat tersebut.Dalam hal pompa yang mengisap zat cair dari tempat terbuka (dengan tekanan atmosfir pada permukaan zat cair) seperti diperlihatkan dalam Gb. 2.18, maka besarnya NPSH yang tersedia dapat ditulis sebagai berikut:

(2. 29) di mana, hsv : NPSH yang tersedia (m) pa : Tekanan atmosfir (kgf/m2) pv : Tekanan uap jenuh (kgf/m2) y : Berat zat cair per satuan volume (kgf/m3) hs : Head isap statis (m) hs adalah positip (bertanda +) jika pompa terletak di atas permukaan zat cair yang diisap, dan negatip (bertanda ) jika di bawah. hls : Kerugian head di dalam pipa isap (m)

Dari pers. 2.29 dapat dilihat bahwa NPSH yang tersedia merupakan tekanan absolut yang masih tersisa pada sisi isap pompa setelah dikurangi tekanan uap. Besarnya hanya tergantung pada kondisi luar pompa di mana pompa dipasang. Tinggi isap hs biasanya diukur dari permukaan zat cair sampai sumbu poros pompa (untuk pompa dengan poros mendatar) atau sampai titik tertinggi pada lubang isap impeler (pada pompa dengan poros tegak). Jika zat cair diisap dari tangki tertutup seperti diperlihatkan dalam Gb. 2.19, maka pa dalam pers. (2.29) menyatakan tekanan mutlak yang bekerja pada permukaan zat cair di dalam tangki tertutup tersebut. Khususnya jika tekanan di atas permukaan zat cair sama dengan tekanan uap jenuhnya, maka pa = pv sehingga pers. 2.29 akan menjadi

Kelompok 2 NPSH

( 2.30) Dalam Gb. 2.19 hs adalah negatip (-) karena nermukaan zat cair di dalam tangki lebih tinggi dari pada sisi isap pompa. Pemasangan pompa semacam ini diperlukan untuk mendapatkan harga hsv (atau NPSH) positip. Contoh 1. Air bersih dengan temperatur 30C harus dipompa pada tekanan atmosfir sebesar 1,0332 kgf/cm2. Lubang isap pompa terletak 4 m di atas permukaan air. Berapakah besar NPSH yang tersedia jika kerugian head pipa isap adalah 0,2 m?

Jawaban : 1. pa = 1,0332 kgf/cm2 = 10332 kgf/m2 y = 0,9957 kgf// = 995,7 kgf/m3 pe = 0,04325 kgf/cm2 = 432,5 kgf/m2 Dari pers. (2.29) (Dari Tabel 2.12)

b. NPSH Yang Diperlukan Tekanan terendah di dalam pompa biasanya terdapat di suatu titik dekat setelah sisi masuk sudu impeler. Di tempat tersebut, tekanan adalah lebih rendah dari pada tekanana pada lubang isap pompa. Hal ini disebabkan oleh kerugian head di nosel isap, kenaikan kecepatan aliran karena luas penampang yang menyempit, dan kenaikan kecepatan aliran karena tebal sudu setempat.Jadi, agar tidak terjadi penguapan zat cair, maka tekanan pada lubang masuk pompa, dikurangi penurunan tekanan di dalam pompa, harus lebih tinggi dari pada tekanan uap zat cair. Head tekanan yang besarnya sama dengan penurunan tekanan ini disebut NPSH

Kelompok 2 NPSH

yang diperlukan. Besarnya NPSH yang diperlukan berbeda untuk setiap pompa. Untuk suatu pompa tertentu, NPSH yang diperlukan berubah menurut kapasitas dan putarannya. Agar pompa dapat bekerja tanpa mengalami kavitasi, maka harus dipenuhi persyaratan berikut: NPSH yang tersedia > NPSH yang diperlukan Harga NPSH yang tersedia dapat dihitung dari kondisi instalasi menurut Pers. (2.29) dan (2.30), sedangkan harga NPSH yang diperlukan harus diperoleh dari pabrik pompa yang bersangkutan. Namun, untuk penaksiran secara kasar, NPSH yang diperlukan dapat dihitung dari konstanta kavitasi a seperti diuraikan di bawah ini. Jika head total pompa pada titik efisiensi maksimum dinyatakan sebagai HN, dan NPSH yang diperlukan untuk titik ini HsvN, maka didefinisikan sebagai

(2.13)

2. spesifikasi

Kecepatan spesifik; ns (m3/min, m, rpm)

Gb. 2.20 Hubungan antara koefisien kavitasi dan kecepatan spesifik.

Gb. 2.21 NPSH yang diperlukan dari titik efisiensi tertinggi ke kapasitas besar.

Kelompok 2 NPSH

Dari percobaan diketahui bahwa harga a menunjukkan ketergantungan terhadap ns untuk pompa-pompa yang mempunyai bentuk umum. Dalam hal ini a dapat ditentu-kan dari Gb. 2.20 dan NPSH diperlukan dapat ditaksir sebagai berikut: NPSH yang diperlukan = HsvN = HN (2.32)

Sering kali orang menggunakan bilangan "kecepatan spesifik isap" S sebagai pengganti perhitungan dengan . Adapun definisi kecepatan spesifik isap adalah sebagai berikut:

(2.33) Jika QN dinyatakan dalam m3/min., HsvN dalam m, dan n dalam rpm maka harga S untuk pompa-pompa berbentuk umum adalah sebesar 1200. Harga ini tidak tergantung "pada ns. Maka HsvN dapat ditentukan dari pers.(2.33) :

(2.34) Adapun antara S dan a terdapat hubungan sebagai berikut :

(2. 35) Semua rumus di atas berlaku untuk titik efisiensi tertinggi. Jika titik kerja pompa berada di luar titik efisiensi terbaik ini, maka sudut aliran masuk dan sudut sudu tidak sesuai lagi. Khususnya, jika kapasitas menjadi lebih besar, maka kecepatan aliran juga bertambah besar. Dalam hal demikian, penurunan tekan pada sisi masuk sudu menjadi lebih besar, sehingga NPSH yang diperlukan juga menjadi naik. Hal ini perlu diperhati-kan secara khusus jika pompa harus bekerja pada kapasitas yang lebih besar dari pada kapasitas titik efisiensi optimumnya. Perubahan NPSH yang diperlukan sangat tergantung pada bentuk pompa. Namun untuk penaksiran kasar dapat digunakan Gb. 2.21.

Kelompok 2 NPSH

Contoh 1. Sebuah pompa jenis isapan tunggal satu tingkat mempunyai kapasitas pada titik efisiensi terbaik sebesar QN = 0,7 m3/min dan head HN = 28 m serta putaran n = 2910 rpm. Tentukan NPSH yang diperlukan untuk kapasitas 100% dan 120% kapasitas pada efisiensi terbaik. Jawaban 1. Jawaban Dari Pers. (1.7), kecepatan spesifik ns pada efisiensi terbaik adalah

Dari Gb. 2.20, a = 0,092 untuk ns = 200. Maka menurut Pers. (2.32), NPSH yang diperlukan (Hsv) pada. titik efisiensi terbaik adalah HsvN = aHN = 0,092 x 28 = 2,58 m Dalam Gb. 2.21 untuk Q/QN = 1,2, HJHsvN = 1,5 Jadi NPSH yang diperlukan pada titik 120% QN adalah: Hu= \,5HsvN= 1,5 x 2,58 = 3,87m 2.5.3

Kelompok 2 NPSH