Anda di halaman 1dari 24

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Presbikusis adalah tuli sensorineural pada usia lanjut akibat proses penuaan

organ pendengaran yang terjadi secara berangsur-angsur, dan simetris pada kedua sisi telinga. Presbikusis, merupakan penurunan ketajaman pendengaran yang bersifat progresif lambat ini terbanyak pada usia 70-80 tahun, pada usia 70 tahun biasanya penderita belum merasakna adanya gangguan pendengaran namun ketika usia mencapai 80 tahun gangguan pendengaran terasa lebih nyata. Presbikusis dialami sekitar 30-35 pada populasi berusia !5-75 tahun dan "0-50 pada populasi di atas 75 tahun. Perbedaan pre#alensi presbikusis antar ras belum diketahui secara pasti.$,% Presbikusis merupakan salah satu masalah kesehatan yang terpenting dalam masyarakat. &ampir "0 penderita usia !5 tahun ke atas mengalami gangguan pendengaran. 'kibat gangguan pendengaran tersebut penderita mengalami gangguan masalah sosial, seperti frustasi, depresi, cemas, paranoid, merasa kesepian dan meningkatnya angka kecelakaan.%,3 (omite nasional penanggulangan gangguan pendengaran dan ketulian menyatakan bah)a diperlukan pengetahuan, pengenalan, dan pencegahan presbikusis oleh masyarakat bersama-sama kader dan tenaga kesehatan, selain peningkatan pengetahuan dan ketrampilan bagi tenaga kesehatan di lini terdepan untuk mendiagnosis presbikusis. *krining pendengaran sebaiknya juga dilakukan secara rutin pada penderita dengan usia di atas !0 tahun untuk menurunkan morbiditas akibat presbikusis." +egara-negara barat memiliki pola yang begitu berbeda pada tuli jenis ini. ,aporan National Institute on Aging memberikan informasi sepertiga penduduk 'merika antara usia !5-7" tahun dan separuh penduduk berusia 85 tahun ke atas memiliki gangguan pendengaran jenis ini. Pre#alensi tersebut meningkat pada tahun %030 menjadi 70 juta orang. -umlah penduduk .ndonesia dengan usia lebih dari !0 $

tahun pada tahun %005 diperkirakan penderita presbikusis akibat usia lanjut tersebut akan meningkat menjadi " kali lipat dan merupakan jumlah tertinggi di dunia.3 /tiologi presbikusis belum diketahui secara pasti. 0anyak faktor yang diduga dapat mempengaruhi terjadinya presbikusis. 0erbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara berbagai faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, hipertensi, diabetes mellitus, hiperkoleterol dan kebiasaan merokok terhadap penurunan pendengaran pada usia lanjut.3," Penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus dan hiperkolesterol secara langsung dapat mempengaruhi aliran pembuluh darah koklea dan menurunkan transportasi nutrisi akibat perubahan pembuluh darah yang berakibat degenerasi sekunder pada saraf pendengaran.3," Presbikusis merupakan salah satu gangguan pendengaran yang menjadi perhatian program penanggulangan gangguan pendengaran dan ketulian 1P2P(34. 3ujuan program tersebut adalah menurunkan angka kejadian presbikusis sebesar 50 pada tahun %030. 6iharapkan dengan program tersebut dapat dicegah peningkatan populasi presbikusis dengan memperhatikan faktor-faktor risikonya.3

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1

Definisi Presbikusis Presbikusis adalah tuli sensorineural pada usia lanjut akibat proses degenerasi

organ pendengaran, simetris 1terjadi pada kedua sisi telinga4 yang terjadi secara progresif lambat, dapat dimulai pada frekuensi rendah atau tinggi serta tidak ada kelainan yang mendasari selain proses menua secara umum.$ 2.1.1 Eti l gi *chuknecht menerangkan bah)a penyebab kurang pendengaran akibat degenerasi ini dimulai terjadinya atrofi di bagian epitel dan saraf sel ganglion spiral pada daerah basal hingga ke daerah apeks yang pada akhirnya terjadi degenerasi selsel pada jaras saraf pusat dengan manifestasi gangguan pemahaman bicara. (ejadian presbikusis diduga mempunyai hubungan dengan faktor-faktor herediter, metabolisme, aterosklerosis, bising, gaya hidup atau bersifat multifaktor.5 2.1.2 Anat !i a. Telinga luar 3elinga luar terdiri dari aurikula 1pinna4 dan kanalis auditoris eksternus, yang berfungsi sebagai resonator dan meningkatkan transmisi suara. 'urikula tersusun sebagian besar kartilago yang tertutup oleh kulit. ,obules adalah bagian yang tidak mengandung kartilago. (artilago dan kulit telinga akan berkurang elastisitasnya sesuai dengan pertambahan usia. *aluran auditorius pada de)asa berbentuk * panjangnya 7%,5 cm dari aurikula sampai membrane timpani. *erumen disekresi oleh kelenkar-kelenjar yang berada di sepertiga lateral kanalis auditorius eksternus. *aluran menjadi dangkal pada proses penuaan akibat lipatan ke dalam, pada dinding kanalis menjadi lebih kasar, lebih kaku dan produksi serumen agak berkurang serta lebih kering 12ambar $4 $,% 3

"a!bar 1. 'natomi telinga" B. Telinga tenga# 8uangan berisi udara terletak dalam tulang temporal yang terdiri dari 3 tulang artikulasi 9 maleus, inkus dan stapes yang dihubungkan ke dinding ruang timpani oleh ligament. :embran timpani memisahkan telinga tengah dari kanalis auditorius eksternus. ;ibrasi membrane menyebabkan tulang-tulang bergerak dan mentransmisikan gelombang bunyi mele)ati ruang ke foramen o#al. ;ibrasi kemudian bergerak melalui cairan dalam telinga tengah dan merangsang reseptor pendengaran. 0agian membran yang tegang yaitu pars tensa sedangkan sedikit tegang adalah pars flaksida. Perubahan atrofi pada membrane karena proses penuaan mengakibatkan membrane lebih dangkal dan retraksi 1teregang4."

"

$. Telinga %ala! &k klea' (oklea adalah struktur yang berbentuk lingkaran sepanjang 35 mm yang terdiri dari9 skala #estibuli, skala timpani yang mengandung perilimfe dan unsur potassium dengan konsentrasi " m/<=, dan konsentrasi sodium sebesar $35 m/<=,. *kala media yang berisi endolimfe dibatasi oleh membrane 8eisner, membrane basilar dan lamina spiralis oseus serta dinding lateral. *kala media ini mengandung unsure potassium sebesar $"" m/<=, dan sodium sebesar $3 m/<=,.5 'rus listrik potensial saat istirahat di dalam skala media sebesar 80-50m; dan potensial endokoklear yang dihasilkan oleh stria #askularis pada dinding lateral mengandung +a>(> '3Pase. Perilimfe pada skala #estibule berhubungan dengan perilimfe pada skala timpani di daerah apeks koklea yang disebut helikotrema. (omponen sebagian besar organ corti adalah sel sensori 1tiga baris sel rambut luar dan satu baris sel rambut dalam4, sel-sel penunjang 16eiters, &ensen, ?laudius4, membrane tektorial, dan lamina retikular-retikular.5 *araf pendengaran mengandung 30.000 neuron yang menghubungkan sel sensori ke saraf otak. 0adan sel saraf pendengaran terletak di sentral yang masingmasing memiliki $0-%0 dendrit koneksi. 3ipe fiber saraf pendengaran mempunyai % tipe, yaitu tipe serabut yang lebih besar, bermielin, neuron bipolar yang menginer#asi sel rambut dalam sebanyak 50-55 . 3ipe fiber yang kedua lebih kecil, tidak bermielin, menghubungkan dengan sel rambut luar sebanyak 5-$0 .5 2.1.(. )isi l gi 6efleksi sterosilia 1rambut4 sel sensori seperti gelombang travelling mekanik yang menga)ali proses transduksi. 2elombang sepanjang membran basilaris bergerak dari dasar apeks koklea, mirip dengan gerakan piston stapes pada telinga tengah. 2elombang ini memiliki puncak yang tajam menimbulkan suara frekuensi tinggi kemudian bergerak ke arah apeks sehingga suara berangsur-angsur menurun. 6efleksi stereosilia dengan cara terbuka dan tertutupnya kanal ion, menyebabkan aliran ion (> menuju sel sensori. Perubahan ion potassium dari nilai positif 80-50 m; di skala media menjadi potensial negatif pada sel rambut luar dan dalam. &asil 5

depolarisasi ini akan menghasilkan en@im cascade, melepaskan transmitter kimia dan kemudian mengakti#asi serabut saraf pendengaran." 2.1.*. Pat genesis A. Degenerasi K klea Patofisiologi terjadinya presbikusis menunjukkan adanya degenerasi pada stria #askularis 1tersering4. 0agian basis dan apeks koklea pada a)alnya mengalami degenerasi, tetapi kemudian meluas ke region kokela bagian tengah dengan bertambahnya usia. 6egenerasi hanya terjadi sebagian tidak seluruhnya. 6egenerasi sel marginal dan intermedia pada stria #askularis terjadi secara sistemik, serta terjadi kehilangan +a>(> '3Pase. (ehilangan en@im penting ini, dapat terdeteksi dengan pemeriksaan imunohistokimia.! Pre#alensi terjadinya presbiskusi metabolic 1strial presbyacusis4 cukup tinggi. *tria #askularis yang banyak mengandung #askularisasi, pada penelitian histopatologi tikus kecil yang mengalami penuaan terdapat keterlibatan #askuler antara faktor usia dengan terjadinya kurang pendengaran.! 'nalisis dinding lateral dengan kontras pada pembuluh darah menunjukkan hilangnya stria kapiler. Perubahan patologi #askular terjadi berupa lesi fokal yang kecil pada bagian apical dan ba)ah basal yang meluas pada region ujung koklea. 'rea stria yang tersisa memiliki hubungan yang kuat dengan mikro#askular normal dan potensial endoklokea. 'nalisis ultrastuctural menunjukkan ketebalan membrane basal yang signifikan, diikuti dengan penambahan deposit laminin dan akumulasi immunoglobulin yang abnormal pada pemeriksaan histokimia. Pemeriksaan histopatologis pada he)an dan manusia menunjukkan hubungan antara usia dengan degenerasi stria #askularis.! 6egenerasi stria #askularisasi akibat semua penuaan berefek pada potensial endolimfe yang berfungsi sebagai amplifikasi koklea. Potensial endolimfatik yang berkurang secara signifikan akan berpengaruh pada amplifikasi koklea. +ilai potensial endolimfatik yang menurun menjadi %0m; atau lebih, maka amplifikasi

koklea dianggap kekurangan voltage dengan penurunan maksimum. Penambahan %0 d0 di apeks koklea akan terjadi peningkatan potensial sekitar !0 d0 di daerah basis.! 6egenerasi stria yang melebihi 50 , maka nilai potensial endolimfe akan menurun drastic. 2amabran khas degenerasi stria pada he)an yang mengalami penuaanA terdapat penurunan pendengaran sebesar "0-50 d0 dan potensial endolimfe %0 m; 1normalB50 m;4. 'mbang dengar ini dapat diperbaiki dengan cara menambahkan %0-%5 d0 pada skala media. ?ara mengembalikan nilai potensial endolimfe untuk mendekati normal adalah mengurangi penurunan pendengaran yang luas yang dapat meningkatkan ambang suara compound action potential 1?'P4 sehingga menghasilkan sinyal moderate high. 6egenerasi stria #askularis yang diesebut sebagai sumber energy 1battery4 pada koklea, menimbulkan penurunan potensial endolimfe yang disebut teori dead battery pada presbikusis.! B. Degenerasi sentral 6egenerasi sekunder terjadi akibat degenerasi sel organ corti dan saraf-saraf yang dimulai pada bagian basal koklea hingga apeks. Perubahan yang terjadi akibat hilangnya fungsi ner#us auditorius akan meningkatkan nilai ambang ?'P dari ner#us. Penurunan fungsi input-output dari ?'P pada he)an percobaan berkurang ketika terjadi penurunan nilai ambang sekitar 5-$0 d0. .ntensitas sinyal akan meningkatkan amplitude akibat peningkatan ?'P dari fraksi suara yang terekam. Cungsi input-output dari ?'P akan terefleksi juga pada fungsi fungsi input-output dari potensial saraf pusat. Pengurangan amplitude dari potensial aksi yang terekam pada proses penuaan memungkinkan terjadinya asinkronisasi aktifitas ner#us auditorius.! (eadaan ini mengakibatkan penderita mengalami kurang pendengaran dengan pemahaman bicara yang buruk. Pre#alensi jenis ketulian ini sangat jarang, tetapi degenerasi sekunder ini penyebab terbanyak terjadinya presbikusis sentral.!

+. ,ekanis!e ! lekular Penelitian tentang penyebab presbikusis sebagian besar menitikberatkan pada abnormalitas genetic yang mendasarinya, dan salah satu penemuan yang paling terkenal sebagai penyebab potensial presbikusis adalah mutasi genetic pada 6+' mitokondrial.3 a. Caktor genetik 6ilaporkan bah)a salah satu strain yang berperan terhadap terjadinya presbikusis, yaitu ?570,=!- sebagai penyandi saraf gangkion spiral dan sel stria #askularis pada koklea. *tarin ini sudah ada sejak lahir pada tikus yang memiliki persamaan dengan gen pemba)a presbikusis pada manusia. ')al mula terjadinya kurang pendengaran pada strain ini dimulai dari frekuensi tinggi kemudian menuju frekuensi rendah. 3eori aging pada mitokondria, menyatakan bah)a 8D* 18eacti#e DEygen *pecies4 sebagai penyebab rusaknya komponen mitokondria.3 Pembatasan kalori akan memperlambat proses penuaan, menghambat progesi#itas presbikusis, mengurangi jumlah apoptosis di koklea dan mengurangi proapoptosis mitokondria 0cl-% family 0ak. 'poptosis terdiri dari % jalur, yaitu jalur intrinsik atau jalur mitokondria yang ditandai dengan hilangnya integritas pada membrane mitokondria dan jalur ekstrinsik yang ditandai dengan adanya ikatan ligan pada permukaan reseptor sel.$,3 'nggota dari family 0cl-%, proapoptosis protein 0ak dan 0aE berperan dalam fase promotif apoptosis pada mitokokndria. Protein 0cl% ini meningkatkan permeabilitas membrane terluar mitokondria, memicu akti#asi en@im kaspase dan kematian sel.$,3 b. 8adikal 0ebas *istem biologik dapat terpapar oleh radikal bebas baik yang terbentuk endogen oleh proses metabolism tubuh maupun eksogen seperti pengaruh radiasi ionisasi. :embran sel terutama terdiri dari komponen-komponen lipid. *erangan radikal bebas yang bersifat reaktif dapat menimbulkan kerusakan terhadap komponen lipid ini dan menimbulkan reaksi peroksidasi lipid yang menghasilkan produk bersifat 8

toksik terhadap sel, seperti malondialdehida 1:6'4, 5-hidroksineonal, hidrokarbon etana 1?%&!4 dan pentane 1?5&$%4. 0ahkan dapat terjadi ikatan silang 1cross lingking4 antara dua rantai asam lemak dan rantai peptide 1protein4 yang menyebabkan kehidupan sel. (erusakan sel akibat stress oksidatif tadi menumpuk selama bertahuntahun sehingga terjadi penyakit-penyakitdegeneratif, keganasan, kematian sel-sel #ital tertentu yang pada akhirnya akan menyebabkan proses penuaan.7 3eori mitokondria menerangkan bah)a reactive oxygen species 18D*4 menimbulkan kerusakan mitokondria termasuk mt6+' dan kompleks protein. :utasi mt6+' pada jaringan koklea berperan untuk terjadinya presbikusis.7 c. 2angguan transduksi sinyal Fjung sel rambut organ korti berperan terhadap transduksi mekanik, merubah stimulus mekanik menjadi sinyal elektrokimia 2en famili cadherin %3 1?6&%34 dan protocadherin $5 1P?6&$54 diidentifikasi sebagai penyusun ujung sel rambut koklea yang berinteraksi untuk transduksi mekanoelektrikal. 3erjadinya mutasi menimbulkan defek dalam interaksi molekul ini dan menyebabkan gangguan pendengaran.3 2.1.-. Pat fisi l gi Klinik Penurunan sensiti#itas ambang suara pada frekuensi tinggi merupakan tanda utama presbikusis. Perubahan dapat terjadi pada de)asa muda, tetapi terutama terjadi pada usia !0 tahun keatas. 3erjadi perluasan ambang suara dengan bertambahnya )aktu terutama pada frekuensi rendah. (asus yang banyaj terjadi adalah kehilangan sel rambut luar pada basal koklea. Presbikusis sensori memiliki kelainan spesifik, seperti akibat trauma bising. Pola konfigurasi audiometric presbikusis sensori adalah penurunan frekuensi tinggi yang curam, seringkali terdapat notch 1takik4 pada frekuensi "k&@ 1"00 &@4.! Caktor lain seperti genetik, usia, ototoksis dapat memperberat penurunan pendengaran. Perubahan usia yang akan mempercepat proses kurang pendengaran dapat dicegah apabila paparan bising dapat dicegah. 2oycoolea dkk, menemukan 5

kurang pendengaran ringan pada kelompok pnduduk yang tinggal di daerah sepi 1/aster .sland4 lebih sedikit jika dibandingkan kelompok penduduk yang tinggal di tempat ramai dalam jangka )aktu 3-5 tahun. (esulitan mengontrol efek bising pada manusia yang memiliki struktur dan fungsi yang sama dengan mamalia. :ills dkk menyatakan bah)a terdapat kurang pendengaran lebih banyak akibat usia pada kelompok he)an yang tingaal di tempat bising. .nteraksi efek bising dan usia belum dapat dimengerti sepenuhnya, oleh karena kedua faktor a)alnya mempengaruhi frekuensi tinggi pada koklea. 0agaimanapun, kerusakan akibat bising ditandai kenaikan ambang suara pada frekuensi 3-! k&@, )alaupun a)alnya dimulai pada frekuensi tinggi 1biasanya 8 k&@4.! 2.1... )akt r /isik Presbikusis diduga berhubungan dengan faktor herediter, metabolisme, aterosklerosis, bising, gaya hidup, dan pemakaian beberapa obat. 0erbagai faktor risiko tersebut dan hubungannya dengan presbikusis adalah sebagai berikut.$,%,3,! Usia dan Jenis Kelamin Presbikusis rata-rata terjadi pada usia !0-!5 tahun ke atas. Pengaruh usia terhadap gangguan pendengaran berbeda antara laki-laki dan perempuan. ,aki-laki lebih banyak mengalami penurunan pendengaran pada frekuensi tinggi dan hanya sedikit penurunan pada frekuensi rendah bila dibandingkan dengan perempuan. Perbedaan jenis kelamin pada ambang dengar frekuensi tinggi ini disebabkan laki-laki umumnya lebih sering terpapar bising di tempat kerja dibandingkan perempuan.3 *unghee et al menyatakan bah)a perbedaan pengaruh jenis kelamin pada presbikusis tidak seluruhnya disebabkan perubahan di koklea. Perempuan memiliki bentuk daun dan liang telinga yang lebih kecil sehingga dapat menimbulkan efek mas!ing noise pada frekuensi rendah. Penelitian di (orea *elatan menyatakan terdapat penurunan pendengaran pada perempuan sebesar % k&@ lebih buruk dibandingkan lakilaki. Pearson menyatakan sensiti#itas pendengaran lebih baik pada perempuan daripada laki-laki.3 $0

"ipertensi &ipertensi yang berlangsung lama dapat memperberat resistensi #askuler yang mengakibatkan disfungsi sel endotel pembuluh darah disertai peningkatan #iskositas darah, penurunan aliran darah kapiler dan transpor oksigen. &al tersebut mengakibatkan kerusakan sel-sel auditori sehingga proses transmisi sinyal mengalami gangguan yang menimbulkan gangguan komunikasi. (urang pendengaran sensori neural dapat terjadi akibat insufisiensi mikrosirkuler pembuluh darah seperti emboli, perdarahan, atau #asospasme.$,3 #iabetes melitus Pada pasien dengan diabetes melitus 16:4, glukosa yang terikat pada protein dalam proses glikosilasi akan membentuk advanced glicosilation end product 1'2/P4 yang tertimbun dalam jaringan dan mengurangi elastisitas dinding pembuluh darah 1arteriosklerosis4. Proses selanjutnya adalah dinding pembuluh darah semakin menebal dan lumen menyempit yang disebut mikroangiopati. :ikroangiopati pada organ koklea akan menyebabkan atrofi dan berkurangnya sel rambut, bila keadaan ini terjadi pada #asa ner#us ;..., ligamentum dan ganglion spiral pada sel *ch)ann, degenerasi myelin, dan kerusakan aEon maka akan menimbulkan neuropati.$,3 National "ealth $urvey F*' melaporkan bah)a %$ penderita diabetik menderita presbikusis terutama pada usia !0-!5 tahun. &asil audiometri penderita 6: menunjukkan bah)a frekuensi derajat penurunan pendengaran pada kelompok ini lebih tinggi bila dibandingkan penderita tanpa 6:.$,3 "iper!olesterol &iperkolesterolemia adalah salah satu gangguan kadar lemak dalam darah 1dislipidemia4 di mana kadar kolesterol dalam darah lebih dari %"0 mg=d,. (eadaan tersebut dapat menyebabkan penumpukan plak=atherosklerosis pada tunika intima. Patogenesis atherosklerosis adalah arteroma dan arteriosklerosis yang terdapat secara $$

bersama. 'rteroma merupakan degenerasai lemak dan infiltrasi @at lemak pada dinding pembuluh nadi pada arteriosklerosis atau pengendapan bercak kuning keras bagian lipoid dalam tunika intima arteri sedangkan arteriosklerosis adalah kelainan dinding arteri atau nadi yang ditandai dengan penebalan dan hilangnnya elastisitas= pengerasan pembuluh nadi. (eadaan tersebut dapat menyebabkan gangguan aliran darah dan transpor oksigen. 3eori ini sesuai dengan penelitian ;illares yang menyatakan terdapat hubungan antara penderita hiperkolesterolemia dengan penurunan pendengaran.$,%,3 %ero!o! 8okok mengandung nikotin dan karbonmonoksida yang mempunyai efek mengganggu peredaran darah, bersifat ototoksik secara langsung, dan merusak sel saraf organ koklea. (arbonmonoksida menyebabkan iskemia melalui produksi karboksi-hemoglobin 1ikatan antara ?D dan haemoglobin4 sehingga hemoglobin menjadi tidak efisien mengikat oksigen. *eperti diketahui, ikatan antara hemoglobin dengan ?D jauh lebih kuat ratusan kali dibanding dengan oksigen. 'kibatnya, terjadi gangguan suplai oksigen ke organ korti di koklea dan menimbulkan efek iskemia. *elain itu, efek karmonmonoksida lainnya adalah spasme pembuluh darah, kekentalan darah, dan arteriosklerotik. .nsufisiensi sistem sirkulasi darah koklea yang diakibatkan oleh merokok menjadi penyebab gangguan pendengaran pada frekuensi tinggi yang progresif. Pembuluh darah yang menyuplai darah ke koklea tidak mempunyai kolateral sehingga tidak memberikan alternatif suplai darah melalui jalur lain. :i@oue et al. meneliti pengaruh merokok dan bising terhadap gangguan pendengaran melalui data pemeriksaan kesehatan ".!%" pekerja pabrik baja di -epang. &asilnya memperlihatkan gambaran yang signifikan terganggunya fungsi pendengaran pada frekuensi tinggi akibat merokok dengan risiko tiga kali lebih besar. &,',(

)i*ayat +ising $%

2angguan pendengaran akibat bising adalah penurunan pendengaran tipe sensorineural yang a)alnya tidak disadari karena belum mengganggu percakapan sehari-hari. Caktor risiko yang berpengaruh pada derajat parahnya ketulian ialah intensitas bising, frekuensi, lama pajanan per hari, lama masa kerja dengan paparan bising, kepekaan indi#idu, umur, dan faktor lain yang dapat berpengaruh. 0erdasarkan hal tersebut dapat dimengerti bah)a jumlah pajanan energi bising yang diterima akan sebanding dengan kerusakan yang didapat. &al tersebut dikarenakan paparan terus menerus dapat merusak sel-sel rambut koklea.3 2.1.0. Klasifikasi Presbikusis *chuknecht membagi klasifikasi presbikusis menjadi " jenis9 *ensori 1outer hair-cell4, neural 1ganglion-cell4, metabolic 1strial atrophy4, dan koklea konduktif 1stiffness of the basilar membrane4. *chuknecht menambahkan dua kategori9 mixed dan interminate, terdapat %5 kasus, dimana terjadi akibat perubahan patologi yang dan sensorik $$,5 ." bermacam-macam. Pre#alensi terbanyak menurut penelitian adalah jenis metabolic 3",! , jenis lainnya neural 30,7 , mekanik %%,8 $. *ensori 3ipe ini menunjukkan atrofi epitel disertai hilangnya sel-sel rambut dan sel penyokong organ corti. Proses berasal dari bagian basal koklea dan perlahanlahan menjalar ke daerah apeks. Perubahan ini berhubungan dengan penurunan ambang frekuensi tinggi, yang dimulai setelah usia pertengahan. *ecara histology, atrofi dapat terbatas hanya beberapa millimeter a)al dari basal koklea dan proses berjalan dengan lambat. 0eberapa teori mengatakan perubahan ini terjadi akibat akumulasi dari granul pigmen lipofusin. ?iri kahs dari tipe sensory presbyacusis ini adalah terjadi penurunan pendengaran secara tiba-tiba pada frekuensi tinggi 1slooping4. 0erikut ini merupakan gambaran konfigurasi menurut *chuknecht, jenis sensori adalah tipe noiseinduced hearing loss 1+.&,4. 0anyak terdapat pada laki-laki dengan ri)ayat bising.$," %. +eural $3

3ipe ini memperlihatkan atrofi sel-sel saraf di koklea dan jalur saraf pusat. 'trofi terjadi mulai dari koklea, dengan bagian basilanya sedikit lebih banyak terkena dibanding sisa dari bagian koklea lainnya. 3idak didapati adanya penurunan ambang terhadap frekuensi tinggi bunyi. (eparahan tipe ini menyebabkan penurunan diskriminasi kata-kata yang secara klinik berhubungan dengan presbikusis neural dan dapat dijumpai sebelum terjadinya gangguan pendengaran. /feknya tidak disadari sampai seseorang berumur lanjut sebab gejala tidak akan timbul sampai 50 neuron akhirnya hilang. Pengurangan jumlah sel-sel neuron ini sesuai dengan normal speech discrimination 0ila jumlah neuron ini berkurang di ba)ah yang dibutuhkan untuk transmisi getara, terjadilah neural presbyacusis. :enurunnya jumlah neuron pada koklea lebih parah terjadi pada basal koklea. 2ambaran klasik9 speech discrimination sangat berkurang dan atrofi yang luas pada ganglion spiralis 1cooie-bite4.$," 3. :etabolik 1*trial presbyacusis4. 3ipe presbikusis yang sering didapati dengan cirri khas kurang pendengaran yang mulai timbul pada decade ke-! dan berlangsung perlahan-lahan. (ondisi ini diakibatkan atrofi stria #askularis. &istologi9 atrofi pada stria #askularis, lebih parah pada separuh dari apeks koklea. *tria #askularis normalnya berfungsi menjaga keseimbangan bioelektrik, kimia)i dan metabolic koklea. Proses ini berlangsung pada seseorang yang berusia 30-!0 tahun. 0erkembang dengan lambat dan mungkin bersifat familial. 6ibedakan dari tipe presbikusis lain yaitu pada strial presbi!usis ini gambaran audiogramnya rata, dapat mulai frekuensi rendah, speech discrimination bagus sampai batas minimum pendengarannya melebihi 50d0 1flat4. Penderita dengan kasus kardio#askular 1heart attacks, stroke, intermittent claudication4 dapat mengalami presbikusis.$," ". (oklea konduktif 3ipe kekurangan pendengaran ini disebabkan gangguan gerakan mekanis di membrane basalis. 2ambaran khas audiogram yang menurun dan simetris $"

1skisloop4. &istologi9 tidak ada perubahan morfologi pada struktur koklea ini. Perubahan atas respon fisik khusus dari membrane basalis lebih besar di bagian basal karena lebih tebal dan jauh lebih kurang di apical, di mana di sini lebih besar dan lebih tipis. (ondisi ini disebabkan oleh penebalan dan kekakuan sekunder membrane basilaris koklea. 3erjadi perubahan gerakan mekanik dari duktus koklearis dan atrofi dari ligamentum spiralis. 0erhubungan dengan tuli sensorineural yang berkembang sangat lambat.$," 2.1.1 yaitu9 'mbang dengar 1'64 B '6 500 &@ 1&ert@4 '6 $000 &@ > '6 %000 &@ 3 :enentukan derajat kurang pendengaran yang dihitung hanya ambang dengar udaranya 1'?=G'ir ?onductionG4 saja. 6erajat menurut -erger9 0-%0 d0 1desibel4 H%0-"0 d0 H"0-55 d0 H55-70 d0 H70-50 d0 H 50 d0 2.2 2.2.1 Diagn sis Ana!nesis 2ejala yang timbul adalah penurunan ketajaman pendengaran pada usia lanjut, bersifat sensorineural, simetris bilateral dan progresif lambat. Fmumnya terutama terhadap suara atau nada yang tinggi. 3idak terdapat kelainan pada pemeriksaan telinga hidung tenggorok, seringkali merupakan kelainan yang tidak disadari. Penderita menjadi depresi dan lebih sensiti#e. (adang-kadang disertai dengan tinnitus yaitu persepsi munculnya suara baik di telinga atau di kepala.",8 $5 9 +ormal 9 3uli ringan 9 3uli sedang 9 3uli sedang berat 9 3uli berat 9 3uli sangat berat. Dera2at 3resbikusis* 6erajat kurang pendengaran dihitung dengan menggunakan indeks Cletcher

Caktor risiko presbikusis adalah 9 $4 Fsia dan jenis kelamin, %4 &ipertensi, 34 6iabetes :elitus, "4 :erokok, 54 8i)ayat paparan bising, !4 &iperkolesterol. Drang dengan ri)ayat bekerja di tempat bising, tempat rekreasi yang bising, dan penembak 1tentara4 akan mengalami kehilangan pendengaran pada frekuensi tinggi. Penggunaan obat-obatan antibiotic golongan aminoglikosid, cisplatin, diuretik, atau anti inflamasi dapat berpengaruh terhadap terjadinya presbikusis.3 2.2.2 Pe!eriksaan fisik Pemeriksaan fisik pada telinga biasanya normal setelah pengambilan serumen, yang merupakan problem pada penderita usia lanjut dan penyebab kurang pendengaran terbanyak. Pemberian sodium bicarbinat solusi topikal $0 , sebagai serumenolitik. Pada membrane timpani normal tampak transparan.3 2.2.(. Pe!eriksaan 3enun2ang Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan misalnya pemeriksaan audiometric nada murni, menunjukkan tuli saraf nada tinggi, bilateral dan simetris. Penurunan yang tajam 1slooping4 pada tahap a)al setelah frekuensi %000 &@. 2ambaran ini khas pada presbikusis sensorik dan neural. (edua jenis presbikusis ini sering ditemukan. 2aris ambang dengar pada audiogram jenis metabolic dan mekanik lebih mendatar, kemudian pada tahap berikutnya berangsur-angsur terjadi penurunan. *emua jenis presbikusis tahap lanjut juga terjadi penurunan pada frekuensi yang lebih rendah. 'udiometric tutur menunjukkan adanya gangguan diskriminasi )icara 1speech discrimination4 dan biasanya keadaan ini jelas terlihat pada presbikusis jenis neural dan koklear." ;ariasi nilai ambang audiogram antara telinga satu dengan lainnya pada presbikusis ini dapat terjadi sekitar 5-$0 d0. :anusia sebenarnya sudah mempunyai strain 6+' yang menyandi terjadinya presbikusis. *ehingga dengan adanya penyebab multifactor risiko akan memperberat atau mempercepat presbikusis terjadi lebih a)al."

$!

Pemeriksaan audiometrik tutur pada kasus presbikusis sentral didapatkan pemahaman bicara normal sampai tingkat phonetically balanced *ords akan memburuk seiring dengan terjadinya o#erstimulasi pada koklea ditandai dengan adanya roll over Penderita presbikusis sentral pada intensitas tinggi menunjukkan penurunan dalam nilai ambang tutur sebesar %0 2.2.* Skrining 3en%engaran *krining pendengaran dilakukan pada pemeriksaan fisik rutin atau pada penderita dengan usia di atas !0 tahun. Pertanyaan yang diberikan Iadakah masalah dengan pendengaranJG sangat efektif dan disertai penggunaan alat sensitif untuk mendeteksi presbikusis. *epuluh item dari "earing handicap inventory for the elderly-short 1&&./-*4 banyak digunakan untuk skrinning.! Penilaian klinis seperti, tes bisik dan isyarat seringkali tidak jelas dan tidak efektif dalam skrining. 'udiometric yang dilakukan oleh pera)at atau seorang asisten merupakan pemeriksaan praktis untuk mendeteksi kurang pendengaran yang signifikan. Pemeriksaan yang dibutuhkan untuk skrining audiometric harus jelas, biaya murah dan dapat diterima oleh penderita.! *tandar tes skrining audiometric pada le#el frekuensi $ k&@, % k&@, dan 3 k&@ dan le#el intensitas %5 d0, "0 d0, dan !0 d0. (elainan pada frekuensi %5 d0 bagi penderita de)asa muda atau "0 d0 bagi usia lanjut merupakan penilaian yang tepat. .ndikasi pemeriksaan metabolik dilakukan pada penderita yang belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan terutama dengan ri)ayat diabetes, disfungsi renal, hipertensi, hiperlipidemi.! 2.( Penatalaksanaan :eskipun pre#alensi dan dampak presbikusis tinggi, pengobatan yang diarahkan untuk mencegah atau membalikkan dampaknya tidak tersedia. +amun, beberapa pilihan dapat mengkompensasi gangguan pendengaran dan meningkatkan fungsi sehari-hari dan kesejahteraan.. Pengakuan sederhana dari masalah bisa menjadi langkah positif yang besar, seperti gangguan pendengaran pada orang de)asa yang $7 atau lebih.!

lebih tua sering keliru untuk gangguan kognitif. .dentifikasi gangguan pendengaran dapat meyakinkan bagi banyak pasien. -ika diagnosis presbikusis dibuat, seseorang dapat berusaha untuk mengidentifikasi dan menghindari faktor-faktor tambahan yang dapat berkontribusi terhadap gangguan pendengaran, seperti paparan kebisingan yang sedang berlangsung atau penggunaan obat yang berpotensi ototoksik.$ (ebanyakan pasien dengan gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia yang signifikan akan mendapatkan keuntungan dari penggunaan alat bantu dengar. .mplantasi koklea digunakan untuk gangguan pendengaran refrakter terhadap alat bantu dengar. Perangkat alat bantu dengar dan rehabilitasi pendengaran juga dapat membantu dalam pengelolaan presbikusis. .nter#ensi untuk meningkatkan pendengaran sangat penting pada pasien yang lebih tua dengan demensia karena gangguan pendengaran lebih lanjut memperburuk gangguan kognitif dan penurunan fungsional pada indi#idu-indi#idu.$ Alat bantu %engar - 'lat bantu dengar dapat meningkatkan fungsi pendengaran untuk sebagian besar kasus presbikusis. Perkembangan gangguan pendengaran jarang menjadi begitu parah sehingga alat bantu dengar tidak efektif dalam memulihkan kemampuan untuk berkomunikasi. *eseorang dinyatakan perlu untuk menggunakan alat bantu dengar apabila kehilangan pendengaran lebih dari "0 d0. Penggunaan alat bantu dengar yang tepat dan cocok dapat memperbaiki penarikan, depresi, dan dampak emosional yang umumnya terkait dengan presbikusis dan dapat menyebabkan peningkatan kualitas hidup. .su-isu spesifik terkait untuk mendengar amplifikasi dibahas secara terpisah, termasuk identifikasi kandidat yang tepat, memilih jenis alat bantu dengar. 'lat bantu dengar memiliki beberapa jenis, diantaranya9 3 a. b. c. 3ipe behind the ear 103/4 adalah jenis alat bantu dengar yang ditempatkan di belakang telinga. 3ipe in the ear 1.3/4 adalah alat bantu dengar yang ditempel menutupi 3ipe in the canal 1.3?4 adalah alat bantu dengar paling kecil dan mahal yang ditempatkan di meatus acusticus e!sternus 1lubang telinga4. $8 konkha.

d.

3ipe contralateral routing of signal 1?8D*4 adalah alat bantu dengar yang dibuat dan diletakkan pada tangkai kaca mata. 0anyak pasien telah memiliki pengalaman negatif terhadap alat bantu dengar,

atau telah mendengar reaksi negatif pasien terhadap Kuntuk alat bantu dengar. (adang-kadang, amplifikasi pendengaran tidak ditoleransi baik karena pasien menghasilkan terlalu banyak cerumen, meatus terlalu kecil, atau perangkat telah meningkat statis atau kebisingan. 0antuan tersebut juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan, dan menjadi perhatian kosmetik untuk banyak pasien. 'khirnya, hal itu mungkin tidak mengi@inkan pasien untuk memahami pembicaraan lebih baik, melainkan hanya memungkinkan pasien untuk mendengar suara pada tingkat lebih keras. Pengalaman yang tidak menguntungkan dapat dihindari melalui pengujian hatihati, konseling, pemilihan perangkat, dan pas oleh audiolog berpengalaman. (ebanyakan audiolog akan mena)arkan masa percobaan untuk meminimalkan risiko keuangan kepada pasien. (emajuan teknologi dalam alat bantu dengar, seperti arah khusus mikrofon, strategi pengolahan pidato ditingkatkan, dan pilihan kustomisasi tambahan, mungkin telah meningkatkan kinerja secara signifikan dari ketika pasien terakhir mencoba amplifikasi.$ 'lat bantu dengar baik-fit juga akan membantu tinnitus yang dialami oleh banyak pasien dengan presbikusis. 'da keseimbangan antara suara terdengar eksternal dan internal yang dihasilkan.$ 3erlepas dari kenyataan bah)a alat bantu dengar mena)arkan bantuan potensial, hanya sebagian kecil pasien dengan presbikusis benar-benar menerima pengobatan yang efektif dengan amplifikasi. *tudi di negara-negara 0arat menunjukkan bah)a hanya $0 sampai %0 persen orang de)asa dengan gangguan pendengaran yang signifikan benar-benar memiliki alat bantu dengar. *elain itu, sebanyak %5 sampai "0 persen orang de)asa yang telah melepas alat bantu dengar atau meninggalkan penggunaan alat bantuan pendengaran. .ni menunjukkan adanya kebutuhan bagi para profesional pendengaran terlatih untuk memberikan konseling, perangkat alat bantu dengar yang pas, dan = atau pelayanan rehabilitasi untuk memaksimalkan manfaat.$ $5

I!3lantasi k klea - 0erkat kemajuan teknologi, baru-baru ini diperkenalkan teknik pemasangan implant cochlea. 3eknik ini menggunakan tindakan operatif dengan cara menempatkannya di telinga dalam. Implant cochlea secara elektrik akan menstimulasi membran tissue dari neural dan saraf kranial ;.... .mplantasi koklea melibatkan penempatan sebuah array elektroda dalam telinga bagian dalam untuk memotong koklea rusak, dan merangsang neuron koklea yang tersisa langsung dengan stimulasi listrik. Prosedur ini dapat dilakukan dengan aman, bahkan dalam octogenarians.$ &asil implan koklea pada pasien presbikusis mungkin dibatasi oleh hubungan dengan usia pada penurunan kemampuan untuk memproses informasi suara, serta defisit kognitif yang berkaitan dengan usia. :eskipun pertimbangan ini, sebagian besar pasien yang menjalani implantasi koklea untuk presbikusis dapat diharapkan untuk mencapai peningkatan fungsional yang signifikan, mirip dengan yang terlihat pada pasien yang lebih muda. .mplan koklea diindikasikan untuk orang dengan gangguan pendengaran bilateral yang parah yang tidak meningkat secara signifikan dengan alat bantu dengar.$ Perangkat alat bantu %engar - 0erbagai perangkat alat bantu dengar dapat mengurangi dampak dari presbikusis pada kehidupan sehari-hari. .ni dapat dihubungkan dengan alat bantu dengar, seperti telecoil untuk penggunaan telepon atau frekuensi modulasi sistem yang mengirimkan informasi suara langsung ke alat bantu dengar indi#idu. Perangkat alat bantu dengar juga mungkin independen dari alat bantu dengar, seperti taktil atau tanda #isual yang dapat mengkompensasi kurangnya masukan auditori 1misalnya, lampu berkedip untuk bel pintu4.$ (epuasan pasien dengan perangkat alat bantu dengar bantu umumnya baik , meskipun ada beberapa #ariabilitas tergantung pada lingkungan mendengarkan spesifik di mana mereka diterapkan. &igh-fidelity sistem frekuensi modulasi yang mengirimkan suara langsung ke telinga pengguna adalah pilihan yang populer, dan dapat bermanfaat khususnya di bioskop dan ruang kuliah dengan akustik sebaliknya %0

merugikan. :ereka dapat membantu untuk mendengarkan tele#isi, dan dapat mengurangi stres mencoba untuk menemukan #olume yang tepat untuk sejumlah pemirsa tele#isi. Penggunaan captioning untuk menonton tele#isi juga dapat secara signifikan meningkatkan pemahaman bagi pasien dengan presbikusis. Perangkat mendengarkan bantu dapat digunakan dalam beberapa pengaturan , termasuk di rumah, di tempat kerja, dan di kelas.$ /e#abilitasi 3en%engaran - rehabilitasi auditori atau aural didefinisikan sebagai manajemen sensorik, instruksi, pelatihan persepsi, dan konseling bagi tunarungu. 8ehabilitasi pendengaran termasuk inter#ensi seperti pelatihan aktif mendengarkan, membaca pidato, dan peningkatan komunikasi. ?ontoh-contoh spesifik meliputi pendidikan membaca ekspresi )ajah atau kontur bibir pembicara, menafsirkan isyarat kontekstual seperti postur untuk mengatasi pidato cepat, dan memaksimalkan faktor lingkungan seperti memastikan pencahayaan yang memadai atau pentahapan keluar bersaing sumber suara. Pera)atan ini biasanya diberikan melalui satu -satu pelatihan , serta dalam pengaturan kelompok. 8ehabilitasi pendengaran, bila tersedia , biasanya dilakukan dalam kombinasi dengan alat dengar.$ Pasien dapat menggunakan strategi khusus untuk meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. :emilih restoran dan tempat dengan akustik yang menguntungkan secara signifikan dapat meningkatkan pengalaman, karena dapat posisi sahabat di sisi telinga yang lebih menguntungkan. *alah satu strategi yang paling penting adalah bagi mereka dengan gangguan pendengaran untuk secara aktif menginformasikan sahabat tentang gangguan pendengaran. 6engan cara ini sahabat mereka dapat membuat kebiasaan menggunakan teknik komunikasi yang menguntungkan 1misalnya, berbicara perlahan dan jelas sambil menghadap indi#idu dengan gangguan pendengaran4.$ Peninjauan sistematis rehabilitasi pendengaran menemukan bah)a ada sedikit bukti bah)a rehabilitasi meningkatkan komunikasi karena gangguan pendengaran. *elain itu, tidak diketahui mana metode rehabilitasi yang paling mungkin untuk membantu di mana populasi, sendiri atau dalam kombinasi dengan alat dengar. %$

:eskipun kurangnya kemanjuran, rehabilitasi pendengaran masih rutin dilakukan, dan metode rehabilitasi yang lebih baru sedang dikembangkan seperti pelacakan pidato dan pelatihan pendengaran analitik dalam bentuk komputerisasi yang dapat memberikan manfaat.$ Inter4ensi ,asa De3an - Pera)atan :asa 6epan untuk gangguan pendengaran dapat mencakup genetik, seluler, atau farmakoterapi untuk mendorong regenerasi selsel rambut untuk terisi kembali daerah yang rusak dari koklea. .dentifikasi sel induk endogen dalam telinga bagian dalam mena)arkan harapan untuk terapi sel induk. (emampuan untuk membuka potensi regeneratif sel-sel tersebut dapat membantu untuk mengatasi defisit mendasar dalam presbikusis. Pemahaman lebih lanjut diperlukan dari penyebab gangguan pendengaran yang berkaitan dengan usia sehingga inter#ensi yang lebih ditargetkan dapat dikembangkan.$

BAB III PENUTUP

%%

(.1

Kesi!3ulan Presbikusis adalah kurang pendengaran sensorineural pada usia lanjut akibat

proses degenerasi, terjadi secara berangsur-angsur, dan simetris pada kedua sisi telinga. (ejadian presbikusis dipengaruhi banyak faktor, antara lain usia, jenis kelamin, genetik, hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterol, paparan bising, dan merokok. Presbikusis termasuk gangguan pendengaran yang dapat dicegah dan diinter#ensi dengan mengurangi faktor risiko.

DA)TA/ PUSTAKA

%3

$. 0el#ins, +&. Presbycusis. 'ccessed on %0 Cebruary, %0$". '#ailable on http9==))).uptodate.com=contents=presbycusis %. 8oland, P*. Presbycusis. 'ccessed on %0 Cebruary, %0$". '#ailable on http9==reference.medscape.com=article=855585-o#er#ie) 3. :uyassaroh. Caktor 8esiko Presbikusis. - .ndon :ed 'ssoc, ;olum9 !%, +omor9 ", 'pril %0$%. ". *u)ento 8, &endarmin &. 2angguan Pendengaran pada geriatric. 6alam9 *oepardi /', .skandar +, 0ashiruddin -, 8estuti 86, eds. 0uku 'jar .lmu (esehatan 3elinga &.dung 3enggorok (epala dan ,eher. /disi ke-!. -akarta9 0alai penerbit C(F. A %007. P.$0-"3 5. *chuknecht &C, 2acek :8. Pathology of presbycusis. 'nn Dtol 8hynol ,aryngol $553A $0%9 $-$!. !. 2ates 2'. :ills -&. Presbycusis. ,ancet %005A 3!!9 $$$$ -%0. 7. ?ochrane 2?. ?ellular injury by oEidant. 'm - :ed $55$93-%". 8. 8olland P*, /aton 6, :eyerhoff L,. 'ging in the auditory #estibular system. .n9 0ailey 0-, editor . &ead M +eck *urgery -Dtolaryngology. 3rd /d. Philadelphia, F*'9 ,ippincott Lilliams and LilkinsA %00$.p.$5"$-%.

%"