Anda di halaman 1dari 20

BAB I TINJAUAN PUSTAKA 1.

Definisi Diabetes Melitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetic dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat (Price dan Wilson, 1995) Diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai keluhan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada berbagai organ dan system tubuh seperti mata, gin!al, saraf, dan pembuluh darah, dan lain"lain (Mans!oer, 1999) Diabetes melitus adalah sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia (#runner dan $uddarth, %&&%) Diabetes mellitus adalah sindrom yang disebabkan oleh ketidaseimbangan antara tuntutan dan suplai insulin (' (umahorbo, 1999) 2. Etiologi Penyebab diabetes mellitus sampai sekarang belum diketahui dengan pasti tetapi umumnya diketahui karena kekurangan insulin adalah penyebab utama dan faktor herediter memegang peranan penting a )nsulin Dependent Diabetes Mellitus ()DDM) $ering ter!adi pada usia sebelum *& tahun #iasanya !uga disebut +u,enille Diabetes, yang gangguan ini ditandai dengan adanya hiperglikemia (meningkatnya kadar gula darah) -aktor genetik dan lingkungan merupakan faktor pencetus )DDM .leh karena itu insiden lebih tinggi atau adanya infeksi ,irus (dari lingkungan) misalnya co/sackie,irus # dan streptococcus sehingga pengaruh lingkungan dipercaya mempunyai peranan dalam ter!adinya DM 0irus atau mikroorganisme akan menyerang pulau 1 pulau langerhans pankreas, yang membuat kehilangan produksi insulin Dapat pula akibat respon autoimmune, dimana antibody sendiri akan menyerang sel bata pankreas -aktor herediter, !uga dipercaya memainkan peran munculnya penyakit ini (#runner 2 $uddart, %&&%)

3on )nsulin Dependent Diabetes Mellitus (3)DDM) 0irus dan kuman leukosit antigen tidak nampak memainkan peran ter!adinya 3)DDM -aktor herediter memainkan peran yang sangat besar (iset melaporkan bah4a obesitas salah satu

faktor determinan ter!adinya 3)DDM sekitar 5&6 klien 3)DDM adalah kegemukan .,er4eight membutuhkan banyak insulin untuk metabolisme 7er!adinya hiperglikemia disaat pankreas tidak cukup menghasilkan insulin sesuai kebutuhan tubuh atau saat !umlah reseptor insulin menurun atau mengalami gangguan -aktor resiko dapat di!umpai pada klien dengan ri4ayat keluarga menderita DM adalah resiko yang besar Pencegahan utama 3)DDM adalah mempertahankan berat badan ideal Pencegahan sekunder berupa program penurunan berat badan, olah raga dan diet .leh karena DM tidak selalu dapat dicegah maka sebaiknya sudah dideteksi pada tahap a4al tanda"tanda8ge!ala yang ditemukan adalah kegemukan, perasaan haus yang berlebihan, lapar, diuresis dan kehilangan berat badan, bayi lahir lebih dari berat badan normal, memiliki ri4ayat keluarga DM, usia diatas 9& tahun, bila ditemukan peningkatan gula darah (#runner 2 $uddart, %&&%)

3. Insiden 7ingkat pre,alensi dari DM adalah tinggi, diduga terdapat sekitar 1& !uta kasus diabetes di :$; dan setiap tahunnya didiagnosis <&& &&& kasus baru serta =5 6 penderita DM akhirnya meninggal karena penyakit ,askuler Penyakit ini cenderung tinggi pada negara ma!u dari pada negara sedang berkembang, karena perbedaan kebiasaan hidup Dampak ekonomi !elas terlihat akibat adanya biaya pengobatan dan hilangnya pendapatan Disamping konsekuensi finansial karena banyaknya komplikasi seperti kebutaan dan penyakit ,askuler Perbandingan antara 4anita dan pria yaitu * > %, hal ini kemungkinan karena faktor obesitas dan kehamilan (Price dan Wilson, 1995)

4. Anatomi dan Fisiologi a ;natomi Pankreas Pankreas terletak melintang dibagian atas abdomen dibelakang gaster didalam ruang retroperitoneal Disebelah kiri ekor pankreas mencapai hilus limpa diarah kronio 1 dorsal dan bagian atas kiri kaput pankreas dihubungkan dengan corpus pankreas oleh leher pankreas yaitu bagian pankreas yang lebarnya biasanya tidak lebih dari 9 cm, arteri dan ,ena mesentrika superior berada dileher pankreas bagian kiri ba4ah kaput pankreas ini disebut processus unsinatis pankreas Pankreas terdiri dari dua !aringan utama yaitu > 1) ;sinus, yang mengekskresikan pencernaan ke dalam duodenum

%) Pulau ?angerhans, yang tidak mempunyai alat untuk mengeluarkan getahnya namun sebaliknya mensekresi insulin dan glukagon langsung kedalam darah Pankreas manusia mempunyai 1 1 % !uta pulau langerhans, setiap pulau langerhans hanya berdiameter &,* mm dan tersusun mengelilingi pembuluh darah kapiler Pulau langerhans mengandung tiga !enis sel utama, yakni sel"alfa, beta dan delta $el beta yang mencakup kira"kira <& 6 dari semua sel terletak terutama ditengah setiap pulau dan mensekresikan insulin @ranula sel # merupakan bungkusan insulin dalam sitoplasma sel 7iap bungkusan ber,ariasi antara spesies satu dengan yang lain Dalam sel # , molekul insulin membentuk polimer yang !uga kompleks dengan seng Perbedaan dalam bentuk bungkusan ini mungkin karena perbedaan dalam ukuran polimer atau agregat seng dari insulin )nsulin disintesis di dalam retikulum endoplasma sel #, kemudian diangkut ke aparatus golgi, tempat ia dibungkus didalam granula yang diikat membran @ranula ini bergerak ke dinding sel oleh suatu proses yang tampaknya sel ini yang mengeluarkan insulin ke daerah luar dengan eksositosis Aemudian insulin melintasi membran basalis sel # serta kapiler berdekatan dan endotel fenestrata kapiler untuk mencapai aliran darah (@anong, 1995) $el alfa yang mencakup kira"kira %5 6 dari seluruh sel mensekresikan glukagon $el delta yang merupakan 1& 6 dari seluruh sel mensekresikan somatostatin (Pearce, %&&&)

@ambar anatomi pankreas dapat dilihat berikut ini > Borpus pankreatikus Banalis Pylorica Ductus pankreaticus Ductus Boledukus

Bauda Pankreatis

Duodenum Pars asendens Baput pankreatis Duodenum pars horisontal Processus uricinatus

@ambar 1 @ambar anatomi pankreas, duodenum

-isiologi Pankreas Aelen!ar pankreas dalam mengatur metabolisme glukosa dalam tubuh berupa hormon"hormon 'ormon"hormon ini dapat diklasifikasikan sebagai

yang disekresikan oleh sel1sel dipulau langerhans glukosa darah yaitu glukagon Fisiologi Insulin :

hormon yang merendahkan kadar glukosa darah yaitu insulin dan hormon yang dapat meningkatkan

'ubungan yang erat antara berbagai !enis sel dipulau langerhans menyebabkan timbulnya pengaturan secara langsung sekresi beberapa !enis hormone lainnya, contohnya insulin menghambat sekresi glukagon, somatostatin menghambat sekresi glukagon dan insulin )nsulin dilepaskan pada suatu kadar batas oleh sel"sel beta pulau langerhans (angsangan utama pelepasan insulin diatas kadar basal adalah peningkatan kadar glukosa darah Aadar glukosa darah puasa dalam keadaan normal adalah 5&"9& mg8dl )nsulin beker!a dengan cara berkaitan dengan reseptor insulin dan setelah berikatan, insulin beker!a melalui perantara kedua untuk menyebabkan peningkatan transportasi glukosa kedalam sel dan dapat segera digunakan untuk menghasilkan energi atau dapat disimpan didalam hati (@uyton 2 'all, 1999)

. Patofisiologi a DM 7ipe ) Pada Diabetes tipe ) terdapat ketidak mampuan pankreas menghasilkan insulin karena hancurnya sel"sel beta pulau langerhans Dalam hal ini menimbulkan hiperglikemia puasa dan hiperglikemia post prandial Dengan tingginya konsentrasi glukosa dalam darah, maka akan muncul glukosuria (glukosa dalam darah) dan ekskresi ini akan disertai pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan (diuresis osmotic) sehingga pasien akan mengalami peningkatan dalam berkemih (poliurra) dan rasa haus (polidipsia) Defesiensi insulin !uga mengganggu metabolisme protein dan lemak sehingga ter!adi penurunan berat badan akan muncul ge!ala peningkatan selera makan (polifagia) ;kibat yang lain yaitu ter!adinya proses glikogenolisis (pemecahan glukosa yang disimpan) dan glukogeonesis tanpa hambatan sehingga efeknya berupa pemecahan lemak dan ter!adi peningkatan keton yangdapat mengganggu keseimbangan asam basa dan mangarah ter!adinya ketoasidosis (Bor4in, %&&&) b DM 7ipe )) 7erdapat dua masalah utama pada DM 7ipe )) yaitu resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin 3ormalnya insulin akan berkaitan pada reseptor kurang dan meskipun kadar insulin tinggi dalam darah tetap sa!a glukosa tidak dapat masuk kedalam sel sehingga sel akan kekurangan glukosa

Mekanisme inilah yang dikatakan sebagai resistensi insulin :ntuk mengatasi resistensi insulin dan mencegah terbentuknya glukosa dalam darah yang berlebihan maka harus terdapat peningkatan !umlah insulin yang disekresikan 3amun demikian !ika sel"sel beta tidak mampu mengimbanginya maka kadar glukosa akan meningkat dan ter!adilah DM tipe )) (Bor4in, %&&&)

!. "anifestasi Klini# a Poliuria Aekurangan insulin untuk mengangkut glukosa melalui membrane dalam sel menyebabkan hiperglikemia sehingga serum plasma meningkat atau hiperosmolariti menyebabkan cairan intrasel berdifusi kedalam sirkulasi atau cairan intra,askuler, aliran darah ke gin!al meningkat sebagai akibat dari hiperosmolariti dan akibatnya akan ter!adi diuresis osmotic (poliuria) b Polidipsia ;kibat meningkatnya difusi cairan dari intrasel kedalam ,askuler menyebabkan penurunan ,olume intrasel sehingga efeknya adalah dehidrasi sel ;kibat dari dehidrasi sel mulut men!adi kering dan sensor haus terakti,asi menyebabkan seseorang haus terus dan ingin selalu minum (polidipsia) c Poliphagia Aarena glukosa tidak dapat masuk ke sel akibat dari menurunnya kadar insulin maka produksi energi menurun, penurunan energi akan menstimulasi rasa lapar Maka reaksi yang ter!adi adalah seseorang akan lebih banyak makan (poliphagia)

d Penurunan berat badan Aarena glukosa tidak dapat di transport kedalam sel maka sel kekurangan cairan dan tidak mampu mengadakan metabolisme, akibat dari itu maka sel akan menciut, sehingga seluruh !aringan terutama otot mengalami atrofidan penurunan secara otomatis e Malaise atau kelemahan (#runner 2 $uddart, %&&%)

$. Kom%li#asi Diabetes Mellitus bila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan komplikasi pada berbagai organ tubuh seperti mata, gin!al, !antung, pembuluh darah kaki, saraf, dan lain"lain (Bor4in, %&&&)

&. Tes Diagnosti# a b ;danya glukosa dalam urine Dapat diperiksa dengan cara benedict (reduksi) yang tidak khasuntuk glukosa, karena dapat positif pada diabetes Diagnostik lebih pasti adalah dengan memeriksa kadar glukosa dalam darah dengan cara 'egedroton +ensen (reduksi) 1) @ula darah puasa tinggi C 19& mg8dl %) 7est toleransi glukosa (77@) % !am pertama C %&& mg8dl *) .smolitas serum *&& m osm8kg 9) :rine D glukosa positif, keton positif, aseton positif atau negati,e (#are 2 suEanne, %&&%) Menurut kriteria diagnostik PF(AF3) (Perkumpulan Fndokrinologi )ndonesia) %&&<, seseorang dikatakan menderita Diabetes !ika memiliki kadar gula darah puasa G1%< mg8d?, pada plasma ,ena dan G1&& mg8dl pada darah kapiler sedangkan gula darah se4aktu G%&& mg8dl

'. Penatala#sanaan Diabetes Mellitus !ika tidak dikelola dengan baik akamn menimbulkan berbagai penyakit dan diperlukan ker!asama semua pihak ditingkat pelayanan kesehatan :ntuk mencapai tu!uan tersebut dilakukan berbagai usaha dan akan diuraikan sebagai berikut > a. Perencanaan Makanan. $tandar yang dian!urkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat, protein dan lemak yang sesuai dengan kecukupan giEi baik yaitu > 1) Aarbohidrat sebanyak <& 1 =& 6 %) Protein sebanyak *) ?emak sebanyak 1& 1 15 6 %& 1 %5 6

+umlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status giEi, umur, stress akut dan kegiatan !asmani :ntuk kepentingan klinik praktis, penentuan !umlah kalori dipakai rumus #roca yaitu #arat #adan )deal D (7#"1&&)"1&6, sehingga didapatkan 1) #erat badan kurang D C 9&6 dari ## )deal

%) #erat badan normal *) #erat badan lebih 9) @emuk

D 9&"11&6 dari ## )deal D 11&"1%&6 dari ## )deal D H 1%&6 dari ## )deal

+umlah kalori yang diperlukan dihitung dari ## )deal dikali kelebihan kalori basal yaitu untuk laki"laki *& kkal8kg ##, dan 4anita %5 kkal8kg ##, kemudian ditambah untuk kebutuhan kalori akti,itas (1&"*&6) untuk peker!a berat Aoreksi status giEi (gemuk dikurangi, kurus ditambah) dan kalori untuk menghadapi stress akut sesuai dengan kebutuhan Makanan se!umlah kalori terhitung dengan komposisi tersebut diatas dibagi dalam beberapa porsi yaitu > 1) Makanan pagi sebanyak %) Makanan siang sebanyak *) Makanan sore sebanyak %&6 *&6 %56

9) %"* porsi makanan ringan sebanyak 1&"15 6 diantaranya

b. Latihan Jasmani Dian!urkan latihan !asmani secara teratur (*"9 kali seminggu) selama kurang lebih *& menit yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi penyakit penyerta $ebagai contoh olah raga ringan adalah ber!alan kaki biasa selama *& menit, olehraga sedang ber!alan cepat selama %& menit dan olah raga berat !ogging

c.

Obat Hipoglikemik 1) $ulfonilurea .bat golongan sulfonylurea beker!a dengan cara > Menstimulasi penglepasan insulin yang tersimpan Menurunkan ambang sekresi insulin

Meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa

.bat golongan ini biasanya diberikan pada pasien dengan ## normal dan masih bisa dipakai pada pasien yang beratnya sedikit lebih Alorpropamid kurang dian!urkan pada keadaan insufisiensi renal dan orangtua karena resiko hipoglikema yang berkepan!angan, demikian !uga gibenklamid @lukuidon !uga dipakai untuk pasien dengan gangguan fungsi hati atau gin!al %) #iguanid Preparat yang ada dan aman dipakai yaitu metformin $ebagai obat tunggal dian!urkan pada pasien gemuk ()M7 *&) untuk pasien yang

berat lebih ()M7 %="*&) dapat !uga dikombinasikan dengan golongan sulfonylurea *) )nsulin )ndikasi pengobatan dengan insulin adalah > $emua penderita DM dari setiap umur (baik )DDM maupun 3)DDM) dalam keadaan ketoasidosis atau pernah masuk kedalam ketoasidosis DM dengan kehamilan8DM gestasional yang tidak terkendali dengan diet (perencanaan makanan) DM yang tidak berhasil dikelola dengan obat hipoglikemik oral dosif maksimal Dosis insulin oral atau suntikan dimulai dengan dosis rendah dan dinaikkan perlahan1lahan sesuai dengan hasil glukosa darah pasien #ila sulfonylurea atau metformin telah diterima sampai dosis maksimal tetapi tidak tercapai sasaran glukosa darah maka dian!urkan penggunaan kombinasi sulfonylurea dan insulin d. Pen()l)*an :ntuk merancanakan pengelolaan sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal Fdukator bagi pasien diabetes yaitu pendidikan dan pelatihan mengenai pengetahuan dan keterampilan yang bertu!uan menun!ang perubahan perilaku untuk meningkatkan pemahaman pasien akan penyakitnya, yang diperlukan untuk mencapai keadaan sehat yang optimal Penyesuaian keadaan psikologik kualifas hidup yang lebih baik

BAB II I+UST,ASI KASUS 1.Identitias Pasien a 3ama b :mur c ;lamat 2. Anamnesis $eorang 4anita usia <& tahun datang ke Puskesmas $eberang Padang dengan keluhan utama> Kel)*an 1 % * 9 5 < = > Aontrol gula darah ,i-a(at Pen(a#it Se#a.ang/ Pasien sering merasa letih 4alaupun tidak melakukan akti,itas berat Pasien sering merasa haus Pasien sering merasa lapar Pasien sering terbangun malam hari karena ingin #;A Pasien mengeluhkan pandangan kabur pada saat"saat tertentu 3ilai gula darah paling tinggi H9&&, pada pemeriksaan % minggu yang lalu Penurunan berat badan 15 kg selama setahun terakhir tanpa sebab > (osna > <& tahun > ;ur Duri

,i-a(at Pen(a#it Da*)l) Pasien sudah dikenal dengan diabetes mellitus se!ak 19 tahun yang lalu, sering tidak kontrol berobat ,i-a(at Pen(a#it Kel)a.ga Aeluarga pasien yang menderita penyakit diabetes mellitus disangkal ,i-a(at Sosial E#onomi )bu (osna adalah seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 9 orang anak 7inggal bersama % orang anak dan 1 orang menantu beserta % orang cucu )bu (osna tinggal di sebuah rumah permanen ?uas rumah 5/=m% yang terdiri atas rumah inti dan pa,iliun, rumah inti terdiri

dari % kamar tidur, ruang keluarga dan dapur :ntuk MBA di kamar mandi yang terdapat di dalam rumah $irkulasi udara baik dan terdapat ,entilasi yang cukup di dalam rumah Aebiasaan sehari"hari, setiap hari pasien makan */ sehari dengan porsi yang secukupnya setengah piring dengan lauk pauk seperti ikan, tahu, tempe, dan sering mengkonsumsi sayuran dan buah"buahan Pasien baru memulai untuk hidup sehat 1,5 tahun terakhir (se!ak kebutuhan ekonbomi meningkat), sebelumnya pasien sering mengkonsumsi makanan di luar !ad4al makan, seperti membeli sate, bakso, dll Aebiasaan pada saat sakit, ketika pasien merasa sering lelah, pasien !uga mengkonsumsi air rebusan tanaman herbal yang diminum paling banyak */ dalam seminggu, dan pernah membeli obat amaryl sendiri di apotek Aebiasaan olahraga !arang dilakukan, akti,itas sehari"hari sebagai ibu rumah tangga !uga tidak terlalu banyak karena telah dibantu oleh kedua anak dan seorang menantu 3. Peme.i#saan Fisi# Aeadaan umum 7inggi badan #erat badan )M7 7ekanan darah '( $uhu > baik > 151 cm > <1 kg > %<,=5 > 1*&8 5&mm'g > 9&/8menit (( > %&/8menit > *<,5& B

Mata kon!ungti,a tidak anemis, sclera tidak ikterik 7elinga dalam batas normal 'idung dalam batas normal 7enggorok, tonsil 71871 faring dalam batas normal To.a#s Paru )nspeksi Palpasi Perkusi ;uskultasi > simetris kiri dan kanan > fremitus kiri D kanan > sonor > suara nafas bronko,esikuler, ronkhi ("), 4heeEing (")

Jant)ng )nspeksi Palpasi Perkusi ;uskultasi A0domen )nspeksi Palpasi Perkusi ;uskultasi E1t.emitas 7idak ditemukan adanya edema maupun sianosis, capillary refill kurang dari 1 detik 4.Peme.i#saan Pen)n2ang @D( > 159 > 7idak tampak membuncit Distensi (") > 'epar dan lien tidak teraba, 37("), 3?(") > 7impani > #ising usus (I) normal > )ktus tidak terlihat > )ktus teraba 1 !ari medial ?MB$ ()B 0 > batas"batas !antung dalam batas normal > irama teratur, bising (")

.Diagnosis 3olisti# 1 ;spek personal "Pasien sering merasa letih padahal tidak melakukan kegiatan yang berat, sering merasa haus dan lapar, #;A sering pada malam hari "Pasien mengeluhkan pandangan kabur pada saat"saat tertentu "Aedua keluhan tersebut mengganggu akti,itas pasien melakukan peker!aan sebagai ibu rumah tangga

;spek klinis Diabetes Mellitus tipe )) tidak terkontrol .bes kelas ) ()M7 %<,=5)

;spek -aktor (esiko )nternal 1 % * Pola Makan #erat badan berlebih ;kti,itas yang kurang > Pola makan yang tidak sehat, > Dengan )M7 %<,=5 (dikategorikan sebagai obes 1) > Peker!aan sebagai ibu rumah tangga Dikategorikan

sebagai akti,itas sedang, kegiatan sehari"hari membereskan rumah memasak, !ika tidak ada krgiatan duduk"duduk 9 9 -aktor usia > pasien H 9& tahun

;spek faktor resiko eksternal 1 % Pola makan keluarga Perhatian keluarga > Pasien dan keluarga sering makan berat diantara > Aeluarga pasien tidak terlalu mengerti diet untuk 4aktu makan ynag telah ditentukan, ini men!adi suatu kebiasaan pasien diabetes, sehingga !arang bisa membatasi makan pasien

;spek penilaian fungsional 7erganggu akti,itas sehari"hari karena sering merasa letih dan pola tidur pasien terganggu karena sering #;A di malam hari

"ANAJE"EN P.omotif 1 $emua pihak memprogandakan pola hidup sehat dan menghindari pola hidup beresiko contohnya dengan mengkampanyekan makanan sehat dengan pola tradisional yang mengandung rendah lemak, misalnya tempe adalah makanan tradisional yang selain sangat bergiEi , ternyata !uga bisa sebagai anti bakteri dan menurunkan kadar kolesterol % Mempromosikan pola makanan seimbang adalah alternatif terbaik dan harus ditanamkan pada anak"anak sekolah se!ak usia dini, misalnya tempe, tahu * Promosikan agar menghindari cara hidup beresiko seperti !aga berat badan agar tidak gemuk, olahraga yang teratur 9 :bah pola pikir masyarakat terutama pada anak, masyarakat sering beranggapan anak yang gemuk adalah anak yang sehat )ni akan mempengaruhi pola makan anak sampai de4asa nanti dan bisa terancam anak memiliki berat badan lebih Pola pikir yang benar adalah anak yang sehat adalah anak yang tercukupi kebutuhannya dan melakukan akti,itas sesuai umur anak tersebut P.e4entif Pen5ege*an %.ime. Pemeriksaan penyaring dilakukan pada senua indi,idu de4asa dengan )M7 G %5 kg 8m% dengan faktor resiko lain sebagai berikut > 1) ;kti,itas fisik kurang %) (i4ayat keluarga mengidap DM pada turunan pertama *) Wanita dengan ri4ayat melahirkan bayi dengan berat G 9&&& gram atau ri4ayat Diabetes 9) 'ipertensi 5) Aolesterol 'D? C *5 mg8Dl dan trigliserida G %5& mg8Dl <) Wanita dengan sindrom polikistik o,arium =) (i4ayat toleransi glukosa terganggu dan glukosa darah puasa terganggu 5) Aeadaan lain yang berhubungan denah resistensi insulin (obesitas)

9) (i4ayat penyakit kardi,askular Pada penapisan dapat dilakukan pemeriksaan glukosa darah puasa atau atau se4aktu atau 77@. :ntuki kelompok resiko tinggi yang hasil pemeriksaan penyaringnya negati,e , pemeriksaan penyaring ulangan dilakukan tiap tahun, sedangkan yang berusia H95 tahun tanpa factor resiko , pemeriksaan penyaring dapat dilakukan setiap * tahun atau lebih cepat tergantung dari klinis masing"masing pasien Pada pasien yang beresiko menderita diabetes mellitus, !ika mengalami berat badan lebih lakukan pengontrolan pola makan yang sehat sesuai dengan kalori yang dibutuhkan .lahraga yang teratur Pen5ega*an se#)nde. 1 % Aadar glukosa darah harus selalu terkendali mendekati angka normal 7ekanan darah dan kadar lipid !uga harus normal ( :ntuk penanggulangannya lebih diutamakan terapi non farmakologis misalnya dengan diet, dan olahraga, tidak merokok) Pen5ega*an te.sie. :ntuk mencegah komplikasi dan kecacatn yang diakibatkannya Perlu ker!asama yang baik antara dokter dan pasien Dalam hal ini peran penyuluhan sangat dibutuhkan untuk memoti,asi pasien untuk mengendalikan diabetesnya K).atif 3on -armakologis 1 7erapi @iEi Medis Perubahan pola makan yang didasarkan pada gaya hidup dan pola kebiasaan makan #eberapa faktor yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perubahan pola makan pada pasien diabetes adalah tinggi badan, berat badan, status giEi, status kesehatan, akti,itas fisik, dan factor usia

Pasien seorang 4anita berusia <& tahun, mempunyai tinggi 151 cm dan berat badan <1 kg, mempunyai peker!aan sebagai ibu rumah tangga #erat #adan )deal D (151"1&&)" 1& 6 D51"5,1 D 95, 9 kg $tatus @iEi J D (## actual > ## ideal) / 1&& 6 D(<1 kg>95,9 kg) / 1&& 6 D 1*% 6 +umlah kebutuhan kalori perhari " " Aebutuhan kalori basal D ## ideal / %5 kalori D 95,9 / %5 kaloriD 119=, 5 kalori Aebutuhan untuk akti,itas ditambah %& 6 D %& 6 / 119=,5 D%%9,5 kalori Aoreksi karena kelebihan berat badan dikurangi 1& 6 D 1&6 / 119=,5 D119, =5 kalori :mur diatas 9& tahun dikurangi 5 6 D 56 / 119=,5 D 5=, *=5 kalori +adi total kebutuhan kalori perhari untuk penderita 119=,5 kalori I %%9,5 kalori" 119,=5kalori "5=,*=5 kalori D1%&9,5=5kalori :ntuk mempermudah perhitungan dalam konsultasi giEi digenapkan men!adi 1266 #alo.i

Distribusi makanan > 1 % * Aarbohidrat <& 6 D <& 6 / 1%&& kalori D =%& kalori dari karbohidrat yang setara dengan 15& gram karbohidrat (=%& kalori> 9 kalori8gram karbohidrat) Protein %& 6 ?emak %& 6 D%& 6 / 1%&& kalori D %9& kalori dari protein yang setara dengan D%&6 / 1%&& kalori D %9& kalori dari lemak yang setara dengan <& gram protein (%9& kalori > 9 kalori8gram protein) %<,= gram lemak (%9& kalori > 9 kalori 8gram lemak)

7onto* %ola ma#an se*a.i8*a.i %ada %asien dia0etes Pasien dengan kebutuhan kalori per hari 1%&& kalori (dikurangi men!adi 11&& kalori) +umlah bahan makanan sehari menurut $tandar Diet Diabetes Mellitus 9olongan Ba*an "a#anan 3asi atau penukar )kan atau penukar Daging atau penukar 7empe atau penukar $ayuran8penukar ; $ayuran8penukar # #uah atau penukar $usu atau penukar Minyak atau penukar J)mla* %K % 1 % $ % 9 " *

Pembagian makanan sehari tiap $tandar Diet Diabetes Mellitus dan 3ilai @iEi Jenis "a#anan Pagi 3asi )kan 7empe $ayuran ; Minyak P)#)l 16.66 #uah $usu Siang 3asi Daging 7empe $ayuran ; $ayuran # #uah Minyak 1 1 1 $ 1 1 1 1 gls L bh sdg 1 sdm K gelas 1 ptg sdg % ptg sdg 3asi Daging 7empe goring $op oyong I tomat ?alapan kc pan!ang 3enas J)mla* K 1 " $ 1 1 " 1 sdm 1 ptg sdg Papaya Ta#a.an K gls 1 ptg sdg % ptg sdg "en) 3asi Pepes ikan .seng"oseng tempe $op oyongItomat

P)#)l 1!.66 #uah "alam 3asi )kan 7empe $ayuran ; $ayuran # #uah Minyak 1 1 1 1 $ 1 1 1 1 gls 1 ptg sdg 1 bh K gls 1 ptg sdg % ptg sdg Pisang 3asi Pepes ikan 7empe bacem $op ayam tomat $tup buncis I 4ortel Papaya

#ahan makanan yang tidak dian!urkan (dibatasi8dihindari) 1 Mengandung banyak gula sederhana, seperti > a b c % * gorengan Mengandung bnayak natrium, seperti ikan asin, telur asin, makanan yang dia4etkan @ula pasir, gula !a4a $irop, !am, !eli, buah"buahan yang dia4etkan dengan gula, susu kental manis, minuman botol ringan dan es krim Aue"kue manis, dodol, cake, dan tarcis Mengadung banyak lemak, seperti cake, makan siap sa!i (fast food), goring"

+ati*an 2asmani %ada %asien dia0etes


1 % * 9 -rekuensi per minggu )ntensitas Durasi +enis > (ingan dan sedang (<&"=& 6 Ma/imum 'eart (ate) > *&"<& menit > latihan !asmani untuk meningkatkan kemmapuan kardiorespirasi seperti > !umlah oalahraga perminggu sebaiknya dilakukan denga teratur *"5 kali

!alan, !ogging, berenang, dan bersepeda Ma/imum 'eart (ate D %%&"umur D %%&" <& D1<& 7argert 'eart (ate D=5 6 / 1<& D1%& (pasien dapat melakukan latihan !asmani, sasaran denyut nadinya adalah sekitar 1%&8menit

Fa.ma#ologis 1 % Metformin %/%5& mg @libenklamid 1/5 mg

,e*a0ilitatif "Aontrol teratur ke puskesmas dan pemeriksaan gula darah secara berkala

Dinas Aesehatan Aodya Padang Puskesmas $eberang Padang

Dokter > dr 'eka Widya Putri 7anggal> 1& -ebruari %&19

(8 Metformin tab 5&& mg 3o M0 $ % dd tab ) (8@libenklamid tab 5 mg $ 1 dd tab ) 3o 0)) N N

Pro

> (osna

:mur > <& tahun ;lamat> ;ur Duri