Anda di halaman 1dari 3

Geografi Pembangunan

5 JANUARI 2009

Deskripsi Konsep-konsep dasar geografi dan pembangunan Topik I Geografi dan Pembangunan. 1. Geografi adalah Suatu Ilmu Pengetahuan yang mempelajari kaitan sesama antara manusia, ruang, ekologi, kawasan dan perubahan-perubahan yang terjadi sebagai akibat dari kaitan sesame tersebut. Perkuliahan Geografi pembangunan adalah suatu studi yang memperhatikan aspek-aspek geografi yang menunjang suatu pembangunan wiliayah, baik pedeseaan, perkotaan maupun daerah yang dibatasi oleh batas-batas politis atau administratif. Dari pengertian diatas jelas sekali bahwa ruang lingkup geografi itu luas sekali, geografi tidak hanya mempelajari atau mendeskripsikan tentang bumi tapi juga semua fenomina yang menyangkut perbedaan, persamaan, Pola, penyegaran dan fenomena lain yang dikatikan dengan ruang dan waktu. Geografi adalah disiplin ilmu yang saling berkaitan dengan ilmu lain. Kaitan Ilmu Geografi dengan kimia disebut Geo Kimia, kaitan dangan sikia disebut geofisika, dan geografi yang mengacu pada pembangunan disebut Geografi Pembangunan. Geografi pembangunan sangat penting untuk dipelajari dalam rangka mensukseskan pembangunan. Karena setiap perencanaan yang akan dilakukan oleh ahli-ahli planologi harus selalu mempertimbangkan aspek gaeografinya. Aspek itu antara lain aspek fisik seperti tanah, daerah perairan, iklim, dan lain-lain. Aspek Manusiawi atau aspek sosial seperti jumlah penduduk.Pertumbuhan penduduk, penyebarannya dan lain-lain. Aspek biotis seperti hewan dan tanaman, Serta Aspek absrak yang meliputi letak, luas, batas, bentuk ruang. Agar tujuan pembangunan dapat tercapai maka harus ada kerjasama yang baik antara keduanya.

1. Objek material geografi adalah yang mempelajari semua tentang fisik bumi (geosfer) seperti atmosfer, litosfer, biosfer, hidrosfer, antroposfer, dan pedosfer. Sedangkan objek formal geografi adalah cara memandang dan cara berfikir objek material tersebut dari segi geografi, yaitu dan segi keruangan, pola, sistem dan proses hal ini secara sederhana ditanyakan dalam bentuk 5 W + IH. Menurut Helinga ada tiga hal yang pokok dalam empelajari objek formal dari sudut pandang keruangan yaitu pola dari gjala-gejala dimuka bumi (spatial Patterns). Keterkatian atau hubungtan sesama antar gejala tersebut (spatial system), dan perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala (spatial Processes). Objek kajian Geografi Material dan Formal saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri, karena objek geografi formal merupakan metode atau cara untuk mempelajari geografi material. Tidak hanya sekedar itu ia juga membahas tentang interaksi dan interdependensi antara objek material dan formal dalam kontek keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan. 1. Fase-fase keterlibatan geografi dalam pembangunan Fase-fase keterlibatan geografi dalam pembangunan dibagi menjadi 4 tahap yaitu: 1. Fase Studi Idiografis, yaitu masa sekitar zaman penjajah, pada zaman ini pembangunan dan keterbelakangan belum dibicarakan. 2. Fase Nemotetik, yaitu sekitar periode tahun 1950 an, Pada fase ini mulai membicarakan tentang pembangunan dengan tekanan pada distribusi keruangan. 3. Fase Struktural historis yaitu sekitar tahun 19600an dengan penekanan studi konteks keruangan keberbelakangan. 4. Fase Sinthesa dan dan peninjauan kembali fase ini dimulai tahun 1980-an dengan meninjau kembali ide-ide geografi

pembangunan yang nomotetik dan studi tentang place pada tingkat mikro. Dapat kita lihat bahwa dari tahun ke tahun ilmu geografi semakin berperan dalam pembangunan dari mulai awalnya orang-orang tidak mengetahui dan mengabaikan keterbelakangan sampai pada akhirnya orang menyadari pentingnya spasial dan penelitian tentang kebijakan perencanaan pembangunan yang berorientasi pada aspek geografipun di perhatikan sehingga pada akhirnya geografi merupakan ilmu yang interdeseplier terhadap masalah-masalah pembangunan dan keterbelakangan. 1. Contoh. Sumbangan ilmu Geografi dalam pertimbangan pembangunan. Peranan geografi sebagai ilmu penelitian dimanfaatkan dalam aspek keruangan dalam suatu wilayah dalam menyusun rancangan, perncanaan pembangunan wilayah yang bersangkutan. Contohnya saja dalam tata guna lahan, geografi, dapat melakukan organisasi keruangan (spatial organization). Geografi membantu planologi dalam analisis faktor-fkator geografi untuk menata ruang, misalnya berapa persen untuk pemukiman, untuk industri, perkantoran, dan lain lain dengan bantuan data geografi. 1. Sejauh ini ruang lingkup atau skop keterlibatan geografi dalam pembangunan mencakup kegiatan penelitian perencanaan analisis dan evaluasi. Geografi berusaha meneliti dan mendeskripsikan semua fenomena geografi menganalisis dampak, dan mengevaluasi hasil pembangunan. Hal ini wajar karena objek kajian geografi itu sendiri mencakup objek materil dan formal, artinya geografi harus mempu melakukan tugasnya meneliti, merencanakan, menganalisis dan mengevaluasi suatu fenomena yang sangat berguna bagi pembangunan