Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI BIOTA AIR

ANESTESI DAN PEMBEDAHAN

OLEH :

NAMA STAMBUK KELOMPOK ASISTEN

: MARWAH SALAM : L211 11 264 : II (DUA) : IRFAN S ASIAH ZAHRAH ZAINUDDIN

LABORATORIUM FISIOLOGI BIOTA AIR JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

PENDAHULUAN

Latar Belakang Perikanan merupakan suatu bidang ilmu yang terus berubah dan berkembang. Sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan penangkapan, pemeliharaan, dan pembudidayaan ikan, ilmu perikanan sangat membantu pencapaian sasaran pembangunan nasional, yakni masyarakat maritime yang mandiri. Karenanya, ilmu perikanan harus terus dikaji dan dikembangkan terutama oleh dosen dan mahasiswa perikanan sebagai ujung tombak pengembangan dan penerapan teknologi perikanan (Fujaya, 2008). Fisiologi sebagai salah satu cabang ilmu biologi yang berkaitan dengan fungsi dan kegiatan kehidupan dapat lebih mudah dipahami bila organisasi dan fungsi sel diketahui. Fisiologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari fungsi, mekanisme dan cara kerja dari organ, jaringan dan sel-sel organisme. Fisiologi mencoba menerangkan faktor-faktor fisika dan kimia yang mempengaruhi seluruh proses kehidupan. Oleh karena luas bidang fisiologi, maka dibagi menjadi bagian-bagian yang lebih khusus, diantaranya yaitu fisiologi hewan air dalam hal ini ikan dimana didalamnya terdapat salah satu yang akan dibahas adalah tentang anestesi dan pembedahan (Fujaya, 2008). Anestesi adalah suatu tindakan untuk menghilangkan kesadaran disertai hilangnya rasa sakit yang sifatnya sementara. Anestesi pada setiap keadaan membawa masalah-masalah tersendiri sesuai dengan penderita atau pasien yang sedang ditangani karena efek samping dari obat-obat anestesi mendepresi organorgan vital di tubuh (Irawan, 2011). Jenis jenis anestesi antara lain: a. Anestesi lokal, seperti namanya, digunakan untuk operasi kecil pada bagian tertentu tubuh. Suntikan diberikan pada area yang akan dioperasi

untuk mengurangi rasa sakit. b. Anestesi regional diberikan pada dan di sekitar saraf utama tubuh untuk mematikan bagian yang lebih besar. obat anestesi disuntikkan dekat sekelompok saraf untuk menghambat rasa sakit selama dan setelah prosedur bedah. c. Anestesi umum ditujukan membuat pasien sepenuhnya tidak sadar selama operasi (Bambuta, 2013). Pembedahan atau operasi selalu dihubungkan dengan penggunaan pisau dan gunting. Tindakan pembedahan sering menghasilkan sesuatu yang sangat menakjubkan menenangkan, tetapi semuanya tidak lepas dari anestesi. yang Anestesi yaitu

menidurkan,

mencegah

refleks

tidak

dikehendaki,

menghilangkan rasa nyeri dan menjaga stabilitas penderita selama menjalani pembedahan (Soenarjo, 2004). Agar dapat mengetahui organisme berjenis kelamin jantan atau betina maka dapat dibedakan dengan melihat dari gonad. Untuk dapat melihat gonad dari ikan tersebut salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan melakukan pembedahan maka perlu dilakukan anestesi dan pembedahan. Sehubungan dengan hal di atas maka praktikum anestesi dan pembedahan perlu dilakukan.

Tujuan dan Kegunaan Tujuan dari praktikum fisiologi biota air mengenai anestesi dan pembedahan yaitu untuk mengetahui jenis kelamin jantan (testes) dan betina (ovarium) berdasarkan karateristik seks primer dan seks sekunder pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) melaui warna gonad. Untuk mengetahui bagaimana teknik anestesi pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Untuk mengetahui metode pembedahan pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus).

Kegunaan dari praktikum ini

yaitu untuk memberikan keterampilan dan

informasi kepada mahasiswa tentang perbedaan gonad jantan dan gonad betina dan bagaimana cara melakukan anestesi dan pembedahan pada ikan, dan untuk membandingkan antara teori dan praktikum yang ada.

METODE PRAKTIKUM

Waktu dan Tempat

Praktikum Fisiologi Biota Air Percobaan Anestesi dan Pembedahan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 15 Maret 2013, pukul 11.00 13.00 WITA, di Laboratorium Fisiologi Biota Air, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum fisiologi biota air mengenai anestesi dan pembedahan dapat dilihat pada tabel 1 dan 2 sebagai berikut: Tabel 1. Alat yang digunakan dalam praktikum beserta fungsinya No. Alat Fungsi 1 Papan preparat Tempat meletakkan ikan yang akan dibedah 2 Lap basah Mempertahankan suhu pada ikan 3 Pinset Pencabut sisik ikan dan membantu dalam proses penjahitan 4 Pisau bedah Menyayat tubuh ikan yang akan dibedah 5 Gunting bedah Menggunting benang dan menggunting daging 6 Jarum bedah Tempat melekatnya benang 7 Baskom Wadah ikan saat pembiusan 8 Akuarium Tempat ikan saat pemulihan 9 Aerator Penyuplai oksigen 10 Scapel Untuk alat bantu dalam pembedahan ikan 11 Stopwatch Untuk menghitung waktu Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam praktikum serta fungsinya No. Bahan Fungsi 1 Ikan Nila (Oreochromis Sampel yang akan dibedah dan diamati niloticus) gonadnya 2 Es batu Membius ikan 3 Alkohol 70% Untuk mensterilkan alat-alat yang akan digunakan 4 Air tawar Membantu dalam proses pembiusan dan sebagai media dalam pemulihan ikan 5 Methylenblue Mensterilkan air 6 Tissue Membersihkan mucus dan darah ikan 7 Benang catgut Menyatukan daging yang telah dibedah

Prosedur Kerja

Prosedur kerja dari praktikum anestesi dan pembedahan yaitu : 1. Melakukan sterilisasi alat dengan menggunakan alkohol 70%. 2. Memasukkan ikan ke dalam wadah yang berisi es batu (ikan baru dimasukkan setelah suhu air turun), kemudian menghitung waktu pingsan. 3. Setelah ikan pingsan yang ditandai dengan tidak ada lagi respon pada saat ikan disentuh, matikan waktu pingsan dan nyalakan waktu rentang pingsan kemudian diangkat dan diletakkan pada papan preparat yang telah dialasi lap kasar yang basah dan di berikan es batu pada bagian kepala, punggung dan perut dan nyalakan waktu bedah. 4. Lendir pada ikan dibersihkan dengan menggunakan pinset dan tissue. 5. Mencabut sisik ikan sejajar dengan sirip perut tiga sisik di bawah gurat sisi di tarik sampai di depan anus. 6. Membedah menggunakan pisau bedah dengan dilanjutkan dengan gunting bedah. Setelah itu amati gonad dari ikan tersebut. 7. Menjahit luka menggunakan jarum bedah, cat gut, pinset, dan gunting bedah. Simpul yang digunakan adalah simpul tunggal (dihitung waktu pembedahan). 8. Setelah dijahit matikan waktu pembedahan, ikan dimasukkan kedalam akuarium dan mulai menghitung waktu pulih kemudian diberikan

Methylenblue sebanyak dua tetes. Saat ikan sudah pulih yang ditandai dengan berenang bebasnya ikan maka hentikan waktu pulih dan waktu rentang pingsan. 9. Ikan dipuasakan selama dua hari.

Pengukuran Peubah

Waktu Pingsan

Waktu pingsan adalah waktu dimana ikan mulai dimasukkan ke dalam wadah yang berisi es batu hingga ikan kehilangan keseimbangan dan aktifitas akibat pengaruh anestesi fisik dalam hal ini suhu dingin. Penghitungan dimulai ketika ikan dimasukkan kedalam baskom hingga ikan kehilangan kesadaran.

Rentang Waktu Pingsan

Rentang waktu pingsan adalah waktu selama ikan dalam keadaan pingsan yang ditandai dengan gerak tubuh melemah, operculum dan mulut bergerak lambat, posisi tubuh tetap stabil tetapi bila disentuh tidak memberikan respon sampai ikan stabil bergerak normal kembali seperti semula.

Waktu Pembedahan

Waktu pembedahan adalah waktu yang digunakan selama proses pembedahan dan penutupan luka berlangsung dengan cara menjahitnya.

Waktu Pulih

Waktu pulih adalah lamanya waktu yang dihitung setelah ikan dipindahkan ke dalam akuarium setelah proses pembedahan. Kondisi ikan akan diamati sampai ikan sadar, aktif, lincah, dan kembali bergerak normal.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Hasil dari praktikum Anestesi dan pembedahan dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Hasil pengamatan pada ikan Nila (Oreochromis niloticus) Jenis Perlakuan Waktu pingsan Rentang waktu pingsan Waktu pembedahan Waktu pulih Waktu Ikan I () 05 menit 14 detik 02 menit 45 detik 17 menit 26 detik 04 menit 37 detik Pembahasan Waktu Pingsan Waktu pingsan adalah dimana ikan di mulai dimasukkan kedalam wadah yang berisi es batu hingga ikan kehilangan keseimbangan akibat pengaruh suhu dingin. Waktu pingsan antara Ikan Jantan adalah 05 menit 14 detik dan Ikan Betina adalah 06 menit 18 detik. Perbedaan waktu pingsan antara Ikan Jantan dan Ikan Betina diakibatkan karena perbedaan ukuran suhu media pendingin. Pingsan (sinkop) adalah kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, biasanya hanya beberapa menit atau detik, karena otak tidak mendapatkan cukup oksigen. Perubahan tekanan darah dapat menyebabkan pingsan. Kadang-kadang, jantung dan pembukuh darah tidak bereaksi cukup cepat ketika kebutuhan oksigen tubuh anda berubah (Salma, 2010). Rentang Waktu Pingsan Rentang waktu pingsan adalah waktu selama Ikan dalam keadaan pingsan (sejak Ikan mulai dibedah) hingga ikan dapat berenang aktif. Rentang waktu pingsan pada Ikan Jantan adalah 02 menit 45 detik, sedangkan pada Ikan Betina adalah 01 menit 30 detik. Faktor yang mempengaruhi perbedaan rentang waktu Ikan II () 06 menit 18 detik 01 menit 30 detik 16 menit 11 detik 07 menit 21 detik

pingsan pada Ikan tersebut adalah pengaruh dari ukuran ikan serta pengaruh anestesi umum yang bekerja sebagai penghilang rasa. Anestesi yang dilakukan adalah anestesi umum, karena anestesi umum adalah tindakan meniadakan nyeri secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan bersifat pulih kembali (reversible), (Ivan, 2010). Waktu Pembedahan Waktu pembedahan adalah waktu yang digunakan selama Ikan dalam proses pembedahan dan penjahitan pada waktu pembedahan. Adapun waktu pembedahan yang digunakan pada Ikan Jantan adalah 17 menit 26 detik, sedangkan pada Ikan Betina adalah 16 menit 11 detik. Sebelum melakukan pembedahan, dilakukan sterilisasi alat yang digunakan. Setelah dilakukan pembedahan dapat dilihat bahwa ikan yang di bedah adalah ikan jantan jika warna gonadnya keputihan dan Ikan Betina jika warna gonadnya kekuningan. Gonad Jantan berwarna putih berisi cairan putih. Gonad Betina berwarna kuning, dan telur mulai terlihat. Kadang-kadang dengan tekanan halus pada perutnya maka aka nada yang menonjol pada lubang pelepasan (Sofaqohiriyah, 2012) Waktu Pulih Waktu pulih adalah waktu yang dihitung setelah Ikan dipindahkan ke dalam aquarium setelah proses pembedahan. Kondisi ikan akan diamati sampai Ikan sadar, dan kembali bergerak normal. Adapun waktu pulih yang dibutuhkan oleh Ikan Jantan adalah 04 menit 37 detik, sedangkan Ikan Betina adalah 07 menit 21 detik. Hal ini disebabkan karena kondisi fisik dan lamanya waktu pembedahan yang dilakukan, dimana Ikan Jantan lebih cepat dari pada Ikan Betina. Pembukaan bagian tubuh tubuh ini umumnya dilakukan dengan membuat sayatan, setelah bagian ditangani ditampilkan, dilakukan tindak perbaikan yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. Perawatan selanjutnya akan termasuk dalam perawatan pasca bedah atau waktu pulih (Zein, 2010).

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dalam praktikum Anestesi dan Pembedahan ikan Nila (Oreochromis niloticus), maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Karateristik seks primer yaitu dengan melihat gonad dan seks sekunder dengan melihat ciri fisik dari Ikan Nila (Oreochromis niloticus), dimana gonad pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) betina berwarna kuning dan Ikan Nila Jantan berwarna putih susu. 2. Metode anestesi yang digunakan yaitu anestesi umum yang

menyebabkan tubuh Ikan tidak sakit apabila dibedah. 3. Praktikum dapat mengetahui metode pembedahan Ikan Nila

(Oreochromis niloticus) dengan cara membuat pola dengan patokan tiga sisik di bawah gurat sisi hingga ke sirip dubur. Saran Laboratorium: Seharusnya sarana dan prasarana untuk praktikan lebih dilengkapi. Asisten : IRFAN S Sebaiknya pada saat praktikum kakak memberikan penjelasan tentang cara menjahit yang benar pada saat pembedahan. ASIAH ZAHRAH ZAINUDDIN

Dari percobaan praktikum ini kakak sudah baik memberikan penjelasan dalam laboratorium dan pada saat asistensi.

DAFTAR PUSTAKA

Bambuta. 2013. Ketahui 3 Jenis Anestesi dan Efek Sampingnya (online). http://bumbata.com. Diakses pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 17.30 WITA. Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. PT. Rineka Cipta. Jakarta. Ivan. 2010. Anestesi umum (online). http://ifan050285.wordpress.com. Diakses pada tanggal 16 Maret 2013 pukul 23.00 WITA. Irawan, Indra. 2011. Pengertian Anestesi. (online). http://www.ilmubidan.com. Diakses pada tanggal 10 Maret 2013 pukul 20.19 WITA. Salma. 2010.7penyebab pingsan. (online). http://majalahkesehatan.com.Diakses pada tanggal 16 Maret 2013 pukul 23.25 WITA. Sofaqohiriyah. 2012. Tingkat kamatangan gonad menurut takata dalam ghufron. (online). http://blog.ub.ac.id.Diakses pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 00.00 WITA. Soenarjo. 2004. Peranan Anestesi dan Pengelolaan Rawat Intenstif Dalam Hubungan dengan Kualitas Hidup.Pdf. Fakultas ked Universitas Dipenogoro. Semarang. Diakses pada tanggal 12 Maret 2013 pukul 22.00 WITA. Zein, Ryan. 2010. Anestesi . (online). http://www.scribd.com. Diakses pada tanggal 17 Maret 2013 pukul 00.00 WITA.

Beri Nilai