Anda di halaman 1dari 49

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Air merupakan zat cair dengan rumus kimia H2O, yang terionisasi lemah menjadi ion hidrogen [H+] dan ion hidroksida (OH- , dan memiliki massa jenis maksimum !" #$ titik %eku "" # serta titik didih &""" # pada tekanan & atmos'er( Air memiliki daya hantar listrik yang %uruk, tidak %er)arna, tidak %erasa dan tidak %er%au$ serta %er'ungsi se%agai pelarut uni*ersal( Air merupakan sum%er daya ter%atas, padahal air diperlukan mutlak untuk mendukung keterlanjutan kehidupan di %umi dan juga sangat penting %agi semua sektor sosio-ekonomi( +ari seluruh jumlah air yang ada di %umi se%anyak &,-" juta km, hanya "(,2.&/* yang %ersi'at ta)ar, %erupa air sungai, air danau, air tanah, air %umi sampai jeluk 0"" m, dan air atmos'er( 12,2/* %erupa air laut dan 2,&./* %erada dalam %entuk selu%ung es dan gletser (3trahler 4 3trahler, &12, ( Akan tetapi, dalam perkem%angan populasi hidup manusia yang sangat pesat sekarang ini, memaksa untuk terjadinya perkem%angan teknologi dan ilmu pengetahuan yang pesat pula, terutama dalam %idang industri untuk memenuhi segala ke%utuhan manusia( Hal ini mengaki%atkan adanya lim%ah-lim%ah %er%ahaya dari hasil industri modern terse%ut sehingga dapat mencemari sum%er-sum%er air yang ada( 5enurut 66 7o( 02 8ahun 2""& tentang 9engelolaan :ualitas Air dan 9engendalian 9encemaran Air, menyatakan air se%agai sum%er daya alam yang sangat penting maka harus dipergunakan untuk se%esar-%esarnya untuk kemakmuran rakyat( Hal ini %erarti %ah)a penggunaan air untuk %er%agai man'aat dan kepentingan hanya %oleh dilakukan secara %ijaksana dengan memperhitungkan kepentingan generasi masa kini dan masa depan( 6ntuk itu air perlu dikelola agar tersedia dalam jumlah aman, %aik kuantitas maupun kualitasnya dan %erman'aat %agi kehidupan dan perkehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya agar tetap %er'ungsi secara ekologis serta dapat terus menunjang pem%angunan yang %erkelanjutan, karena pencemaran air dapat %erdampak luas, misalnya dapat meracuni
1

sum%er air minum, meracuni makanan he)an, ketidakseim%angan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan aki%at hujan asam, dan se%againya( +i %adan air, sungai dan danau, nitrogen dan 'os'at (dari kegiatan pertanian telah menye%a%kan pertum%uhan tanaman air yang di luar kendali (eutro'ikasi %erle%ihan ( ;edakan pertum%uhan ini menye%a%kan oksigen, yang seharusnya digunakan %ersama oleh seluruh he)an dan tum%uhan air, menjadi %erkurang( :etika tanaman air terse%ut mati, dekomposisi mereka menyedot le%ih %anyak oksigen( 3e%agai aki%atnya, ikan akan mati, dan akti*itas %akteri menurun( +an untuk menyatakan kualitas air di%utuhkan %e%erapa parameter yang terkait( 3alah satu diantaranya adalah Chemical Oxygen Demand (#O+ atau :e%utuhan Oksigen :imia (:O: yang dide'inisikan se%agai jumlah oksigen (mgO2 yang di%utuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang ada dalam sampel air atau %anyaknya oksigen yang di%utuhkan untuk mengoksidasi zat organik menjadi #O 2 dan H2O( 9ada reaksi oksigen ini hampir semua zat yaitu sekitar 0./ dapat teroksidasi menjadi #O 2 dan H2O dalam suasana asam, sedangkan penguraian secara %iologi (<O+ tidak semua zat organik dapat diuraikan oleh %akteri (=ardiaz, &112 ( Angka #O+ merupakan ukuran %agi pencemaran air oleh zat-zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasikan melalui proses mikro%iologis, dan mengaki%atkan %erkurangnya oksigen terlarut didalam air( (Alaerts, &10! ( :e%utuhan oksigen kimia)i atau yang le%ih dikenal se%agai Chemical Oxygen Demand (#O+ kimia dengan menggunakan oksidator kuat( Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dan penga)asan yang rutin oleh manusia, untuk menguji dan menganalisa kualitas air yang tersedia, sehingga dapat ditentukan %atas kuantitati' se%uah lim%ah cair yang terdapat dalam sum%er air yang ada, agar keseim%angan kehidupan di muka %umi ini dapat dipertahankan dengan %aik( <adan ;ingkungan Hidup merupakan suatu lem%aga pemerintah di >ndonesia yang %ertugas untuk melaksanakan penelitian dan penga)asan terhadap sum%er air yang ada di negara ini( 3ehingga keselamatan dan kesejahteraan hidup masyarakat dapat %enar-%enar dijamin oleh pemerintah( +an mahasis)a se%agai salah satu komponen dari masyarakat dan adalah %anyaknya oksigen yang di%utuhkan untuk mengoksidasi seluruh %ahan organik (yang terurai dan sukar terurai secara

pemerintahan itu sendiri, %ertugas untuk mengetahui dan mempelajari le%ih jauh mengenai analisis kualitas sum%er air yang ada di negara ini, melalui se%uah 9raktek :erja ;apangan 1.2 Batasan Masalah <erhu%ung kegiatan analisis #O+ sum%er mata air dalam praktek lapangan ini %erasal dari %er%agai sum%er mata air yang terdapat di 7usa 8enggara 8imur, maka praktikan mem%atasi masalah yang dipilih dalam penelitian analisis :adar #O+ air yang %erasal dari sum%er mata air <aumata saja(

1.3 Tujuan Praktek Kerja Lapangan Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam 9raktek :erja ;apangan di <adan ;ingkungan Hidup +aerah 788 adalah se%agai %erikut ? 8ujuan umum? 5engetahui dan mempelajari cara menganalisa kualiatas air 5enerapkan teori yang didapat saat kuliah dengan kenyataan yang terjadi di lapangan

8ujuan :husus? 5endapatkan persyaratan akademis dari =akultas 5atematika dan >lmu 9engatahuan Alam 67@>AA :upang

1. Man!aat Praktek Kerja Lapangan 5endapat pengalaman serta ketrampilan kerja dalam la%oratorium agar dapat diaplikasikan ke dunia kerja nantinya Hasil penulisan laporan ini dapat dijadikan acuan dan in'ormasi %agi masyarakat, serta pihak-pihak yang terkait untuk dapat menjaga dan melestarikan sum%er air yang ada(

BAB II "AMBA#AN UMUM BADAN LIN"KUN"AN HIDUP DAE#AH P#$PIN%I NU%A TEN""A#A TIMU#

2.1 "a&'aran U&u& UPT La'(rat(r)u& Ba*an L)ngkungan H)*up Daerah Nusa Tenggara T)&ur +engan ter%itnya 9eraturan +aerah 7omor && 8ahun 2""0 tentang Organisasi dan 8ata :erja >nspektorat, <appeda dan ;em%aga 8eknis +aerah 9ro*insi 7usa 8enggara 8imur %erdasarkan 9eraturan 9emerintah 7omor !& 8ahun 2""2 tentang Organisasi 9erangkat +aerah, dimana instansi yang %ertanggung ja)a% dalam pengelolaan lingkungan hidup +aerah mengalami peru%ahan nomenklatur dari <adan 9engendalian +ampak ;ingkungan +aerah (<A9B+A;+A 9ro*insi 7usa 8enggara 8imur menjadi <adan ;inkungan Hidup +aerah (<;H+ 9ro*insi 7usa 8enggara 8imur( Cuna menunjang pelaksanaan kegiatan dalam %idang lingkungan hidup di 9ro*insi 7usa 8enggara 8imur saat ini, <adan ;ingkungan Hidup +aerah (<;H+ 9ro*insi 7usa 8enggara 8imur masih mengacu dengan 9eraturan 5enteri +alam 7egeri 7omor &, 8ahun 2""tentang pedoman 9engelolaan :euangan +aerah dan 9eraturan daerah 7omor , 8ahun 2""-

tentang 9engendalian ;ingkungan Hidup serta Aenstra :ementerian 7egara ;ingkungan Hidup 8ahun 2"".-2""1

2.2 +)s) *an M)s) UPT La'(rat(r)u& Ba*an L)ngkungan H)*up Daerah Nusa Tenggara T)&ur +)s) M)s) , 8er)ujudnya lingkungan hidup yang lestari ,

a( 5e)ujdukan pemulihanDper%aikan kualitas 'ungsi lingkungan hidup $ %( 5e)ujudkan pem%angunan %er)a)asan lingkungan dan %erkelanjutan melalui penataan dan pengkajian lingkungan$ c( 5e)ujudkan penga)asan dan pengendalian dampak lingkungan dengan penerapan tata kepemerintahan yang %aik( d( 5eningkatkan kapasitas sum%er daya manusia dan kelem%agaan pengelola lingkungan hidup di daerah e( 5e)ujudkan penegakan hukum lingkungan 2.3 Tugas *an -ungs) a( 3ekretaris 5erencanakan operasional, mengendalikan dan menge*aluasi pelaksanaan kegiaan keseketariatan meliputi program, data dan e*aluasi, keuangan,kepega)aian, dan umum %erdasarkan ketentuan dan prosedur yang %erlaku agar ter)ujudnya pelayanan administrati' yang cepat, tepat dan lancar( %( <idang tata lingkungan dan pengkajian dampak lingkungan 5erencanakan operasional, mengendalikan dan menge*aluasi pelaksanaan kegiatan tata lingkungan dan pengkajian dampak lingkungan meliputi$ tata lingkungan dan pengkajian dampak lingkungan %erdasarkan ketentuan dan prosedur yang %erlaku agar ter)ujudnya penataan lingkungan yang %er)a)asan A5+A;( c( <idang penga)asan dan pengendalian lingkungan
5

5erencanakan operasional, mengendalikan dan menge*aluasi pelaksanaan kegiatan penga)asan dan pengendalian lingkungan meliputi penga)asan dan pengendalian pencemaran serta penga)asan dan pengendalian kerusakan %erdasarkan prosedur dan ketentuan yang %erlaku untuk mencegah terjadinya kerusakan pada lingkungan( d( <idang pemulihan dan konser*asi lingkungan 5erencanakan operasional, mengendalikan dan menge*aluasi pelaksanaan kegiatan pemulihan dan konser*asi lingkungan meliputi pemulihan lingkungan dan konser*asi lingkungan %erdasarkan ketentuan dan prosedur yang %erlaku untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan( e( <idang penataan lingkungan dan komunikasi lingkungan 5erencanakan operasional, mengendalikan dan menge*aluasi pelaksanaan kegiatan penataan lingkungan dan komunikasi lingkungan meliputi penegakan lingkungan dan pem%erdayaan masyarakat dan komunikasi lingkungan %erdasarkan prosedur dan ketentuan yang %erlaku agar lingkungan hidup dapat diman'aatkan secara optimal( '( <idang la%oratorium lingkungan 5erencanakan pelaksanaan operasional, ketatausahaan mengkoordinir, dan pengelolaan mengendalikan la%oratorium dan menge*aluasi meliputi lingkungan

pemeriksaan parameter lingkungan, kali%rasi, standarisasi sistem mutu, pengelolaan lim%ah, penyediaan data dan in'ormasi %erdasarkan ketentuan dan prosedur yang %erlaku untuk mencegah kerusakan dan pencemaran lingkungan(

2. B)*ang.')*ang Keg)atan UPT La'(rat(r)u& Ba*an L)ngkungan H)*up Daerah Nusa Tenggara T)&ur a( 3eksi :imia ;ingkungan 5empuyai tugas melakukan penyusunan rencana dan program serta e*aluasi dan penyusunan laporan, pelaksanaan pemeriksaan secara la%oratorium, pengujian dan penilaian mutu di %idang kimia ;ingkungan, serta melakukan pemantauan kualitas lingkungan( Scope kegiatan pemeriksaan pada seksi :imia ;ingkungan antara lain

pemeriksaan kualitas air minum, kualitas air %ersih, 9emantauan ke%isingan, pemantauan kualitas udara dan pemantauan kualitas lingkungan contohnya pemeriksaan lim%ah( %( 3eksi 5ikro%iologi 5empunyai tugas melakukan peyusunan rencana dan program serta e*aluasi dan penyusunan laporan, pelaksanaan pemeriksaan secara la%oratorium, pengujian dan penilaian mutu secara mikro%iologi(

c( 3u% <agian 8ata 6saha 5erencanakan dan melaksanakan kegiatan ketatausahaan meliputi urusan kepegai)aian, keuangan, perlengkapan, tata usaha umum serta mem%erikan layanan administrati' kepada semua unsur dilingkungan 698( d( 3eksi 9elayanan 8eknis ;a%oratorium 5erencanakan dan melaksanaan pelayanan teknis la%oratorium meliputi pengujian, pemeriksaan kalitas lingkungan, pemeliharaan peralatan, sampling dan pengelolaan lim%ah %erdasarkan ketentuan dan prosedur yang %erlaku untuk mengetahui tingkat kualitas lingkungan( e( 3eksi 9emantauan dan 9engendalian :ualitas ;ingkungan 5erencanakan dan melaksanakan pemantauan serta pengendalian kualitas lingkungan meliputi analisa data, penyediaan in'ormasi dan dokumentasi, sistem mutu, pengem%angan program serta %aku mutu %erdasarkan ketentuan dan prosedur yang %erlaku untuk pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan(

2./ %truktur $rgan)sas) *ala& UPT La'(rat(r)u& Ba*an L)ngkungan H)*up Daerah Nusa Tenggara T)&ur
:B9A;A +rs( Ahmad 7 +jahilape

7>9( -2" "22 .-. D >>> D d 8(;hr( 2&D"0D&1.0

:elompok Ea%atan =ungsional

:A36<AC 8A8A 63AHA :asiah 9ilapadji, 3(3os 7>9( 2," ""2 &2! D >>> D %

3B:3> 9B;AFA7A7 8B:7>3 ;A<OAA8OA>65 +ominikus 3oka, 38

BAB III PELAK%ANAAN P#AKTEK KE#0A LAPAN"AN

9raktek :erja ;apangan (9:; merupakan salah satu program kegiatan akademik di Eurusan :imia =akultas 5atematika dan >lmu 9engetahuan Alam, se%agai )ujud realisasi dari tuntutan 8ujuan 9endidikan 7asional dan 8ri +harma 9erguruan 8inggi di 6ni*ersitas @idya 5andira :upang yang mengkhususkannya dalam %idang keilmuan 3ains( 3u%jek program 9:; adalah mengenai mengidenti'ikasi dan menganalisis serta interpretasi terhadap segala 'enomena yang terjadi di atas permukaan %umi yang terjadi secara alami ataupun %uatan, agar didapatkan solusi dari segala permasalahan lingkungan yang kerap terjadi( <erdasarkan pengalaman praktikan dalam melaksanakan 9:; saat ditempatkan di <adan ;ingkungan Hidup +aerah, praktikan %erhasil mendapatkan %er%agai macam pengetahuan tam%ahan, khususnya dalam pemakaian alat-alat lapangan dan la%oratorium serta mendapat penjelasan mengenai standar peneletian yang %erlaku secara nasional dalam negara Aepu%lik >ndonesia yang dikhususkan terhadap pengujian kualitas air yang %erada dalam )ilayah 9ropinsi 7usa 8enggara 8imur( +an saat kegiatan praktek dilakukan, praktikan tidak hanya diarahkan untuk mengetahui tentang hal-hal yang %erhu%ungan dengan la%oratorium saja tetapi praktikan
8

dengan %im%ingan para pega)ai di <adan ;ingkungan Hidup +aerah diarahkan juga tentang disiplin kerja yang %erlaku dalam ruang lingkup instansi serta %ersosialisasi langsung dengan para pega)ai yang dimana keadaan sosial dalam se%uah instansi jauh le%ih kompleks di%andingkan dengan )ilayah 6ni*ersitas tempat praktikan melaksanakan study akademik( 9elaksanan 9raktek :erja ;apangan (9:; di <adan ;ingkungan Hidup +aerah (<;H+ 9ropinsi 7usa 8enggara 8imur dan %erlangsung selama dua %ulan terhitung sejak tanggal 22 Euli sampai dengan tanggal 22 3eptem%er 2""1( 9raktikan mengadakan 9:; pada la%oratorium kimia dan %iologi yang dikhususkan untuk menguji kualitas air yang %erada dalam )ilayah 9ropinsi 7usa 8enggara 8imur( 9ada pelaksanaan 9:;, praktikan diarahkan untuk mengetahui teknik menguji kualitas kadar air dengan parameter-parameter umum, yaitu ? parameter 'isika (suhu, )arna, %au, rasa, kekeruhan dan 8+3 yang dilakukan di lapangan saat pengam%ilan sample air yang akan diuji, parameter %iologi (#O+, <O+ dan #olli yang dilakukan dalam la%oratorium yang kemudian hasil dari uji co%a terse%ut akan menjadi %ahan rekomendasi ke penelitian le%ih lanjut dengan menggunakan parameter kimia (anorganik dan organik 9raktikan se%elum melaksanakan pengujian dimulai dengan pengenalan alat-alat dan %ahan%ahan pada la%oratorium seperti ? &( Alat Brlenmeyer, 9ipet Golumetrik, 9ipet 6kur, 9ipet Condok, 9ipet 5ikro, Celas 9ialaD<eaker, Gacuum 9ump, Celas 6kur, ;a%u 8akar, 8a%ung Aeaksi, #a)an 9orselen, Celas Arloji, #orong 9isah, <otol 9olyetilen, O*en, =urnaceD8anur, Alat destilasi AHuades, <uret, <O+ >ndikator, Autocla', AHua)a*e, :olom Aeduksi, #entri'us, 3eker, 7eraca 6kur, 7eraca Analitik, +esikator, 3tirer, Hot 9late, Aerator, 3eeding, 6ltraonic, >nku%ator 5ikro%iologi, 3patula, ;aminar'lo)D;emari 3teril, 9enangas Air, #orong 9isah, :ulkasD;emari 9endingin, ;emari Asam, 8+3, #entri'us, ;a%u Alas <ulat, +iameter Gorta%le 2( <ahan :alium dikromat (:2#r2O2 , 9erak sul'at (Ag3O! , AHuades, 5erkuri sul'at (Hg3O! , 7atrium nitrat (7a7O, , :alium hydrogen phospat (:H29O! , 7atriumthiosul'atpentahydrat (7a2O,32(.H2O , 7atrium kar%onat, 7atrium hidroksida (7aOH , :alium
9

hydrogen phtahlat (#0H.:O! , :alium hidroksida (:OH , 7atrium azid (7a7 , , :alium iodat (:>O, , 3tarch ((#-H0O. n , :alium hydrogen phospat ( dihydrat (7a2H9O!(2H2O , <esi (>>> klorid heIahydrat (=e#l,(-H2O , 7atrium hidroksida (7aOH , :alium dihidrogen phospat (:H29O! , :alium iodid (:> , :alsium klorida (#a#l2 , 5agnesium sul'at
(

heptahydrat (5g3O!(2H2O , 7atrium iodid (7a> , +ikalium hydrogen phospat (:2H9O! ,

Amonium klorida (7H!#l , 5etanol, Alkohol tehnis, Alkohol 2"/, 7utrient agar, B5< agar, ;e*ine Ju%eiretung, <rila-%aillon, 5etil orange, 5etilen %iru, 9henopthalein (#2"H&!O! , 3odium dihidrogen phospat (7aH29O!(!H2O , +edoksil sul'at sodium (#&2H2.7aO!K3 , 5angan (>> sul'at monohydrate (5n3O!(!H2O , Aseton (#H,#OOH, +an setelah uitu %arulah praktikan diarahkan untu melakukan pengujian tentang menguji kualitas air dengan metode yang dipakai di tempat praktikan melaksanakan 9raktek :erja ;apangan

BAB I+ PEMBAHA%AN

3.1 T)njauan A)r Air ta)ar di %umi ada dalam %e%erapa %entuk, yaitu LstockM %erupa air tanah dan L'lo)M atau aliran yang dise%ut juga air permukaan( +alam menentukan %erapa %esar air permukaan merupakan suatu pekerjaan yang sangat sulit, karena sum%er air ini le%ih %anyak dipengaruhi oleh 'aktor yang terkait dengan sistem 'isik, misalnya akumulasi dan pencairan salju di gunung, curah hujan, perem%esan dan lain-lain( +engan kata lain, total aliran air le%ih %ersi'at ser%a kemungkinan (pro%a%ilistic ( 9royek-proyek penanganan air permukaan pada dasarnya %ertujuan mengatur aliran yang tidak teratur sedemikian rupa menjadi tidak merugikan( 9em%angunan )aduk, dam atau %endungan menjadi jelas tujuannya yaitu pada saat air melimpah mampu ditampung %ahkan penyimpanannya dapat dipakai jika terjadi kekeringan( Air tanah menjadi penting terutama pada saat terjadi kekeringan karena se%agian

10

%esar air permukaan %erasal dari air ini( Air tanah %anyak dipakai untuk sektor perkotaan dan industri %ahkan di daerah tertentu juga dipakai untuk pengairan lahan pertanian( 3i'at air yang cukup mencolok adalah adanya saling ketergantungan antar pemakai( 3aling ketergantungan ini menurut Ho)e (&102 antara lain adalah ? :etergantungan aliran Eika mereka yang ada di hulu mengkonsumsi cukup %anyak atau mencemarkan air, maka mereka yang %erada di hilir akan kekurangan atau menerima air yang tercemar( :etergantungan *olume atau stock 8erjadi jika hanya ada satu *olume air yang relati' tetap yang harus dialokasi seperti pada kasus air tanah yang tidak %isa diisikan kem%ali (recharge ( 9enggunaan oleh satu pihak akan mengurangi penggunaan potensial pihak lain dan tentu saja menaikkan %iaya penggunaannya(

:etergantungan kualitas >ni %erkaitan erat dengan point pertama( 3etiap penggunaan air akan meru%ah kualitasnya( <e%erapa industri mengalirkan %ermacam-macam zat pencemar yang kadang-kadang sulit untuk terurai( >rigasi mengalirkan pestisida, pupuk dan lain-lain yang dapat %eraki%at %uruk %agi pemakai yang %erada pada %agian hilir(

:etergantungan pasar :etergantungan pasar tercemin dalam transaksi di pasar( 5isalnya pada sektor industri memakai %ahan mentah dari sektor pertanian yang masing-masing menggunakan %anyak air dalam proses produksinya( 9em%angunan proyek irigasi mungkin meningkatkan hasil tanaman tetapi hal terse%ut %eraki%at pula kemungkinan turunnya harga( <entuk-%entuk inilah yang dimaksud se%agai ketergantungan dalam keuangan dan pasar
11

+alam konteks pem%angunan sosio-ekonomi, sum%er daya air perlu di%angun menuruti )atak multisektoralnya, sedang dalam peman'aatannya perlu diarahkan memenuhi kepentingan ganda untuk pertanian, industri, pem%angunan perkotaan, tenaga air, perikanan darat, pengangkutan, rekreasi, dan kegiatan-kegiatan lain (67#B+, &112 ( <erkenaan dengan pemeliharaan lingkungan hidup, pengelolaan sum%er daya air harus mencakup rasionalisasi peman'aatan air, penghematan penggunaan air, konser*asi air, dan pencegahan pencemaran air( Akan tetapi air juga merupakan )ahana penyakit, sehingga menim%ulkan persoalan kesehatan %esar di %anyak negara sedang %erkem%ang( +iperkirakan 0"/ dari semua penyakit dan le%ih daripada sepertiga kematian di negara-negara sedang %erkem%ang dise%a%kan karena air mem%a)a jasad patogen atau *ektor penyakit( 5aka sanitasi air menjadi sangat perlu %erkenaan dengan ketermukiman )ilayah (67#B+, &112 (

3.2 A)r Ter1e&ar Air dikatakan tercemar apa%ila air terse%ut menjadi tidak layak untuk suatu peruntukan atau komposisinya %eru%ah se%agai aki%at dari akti*itas manusia (anthropogenic dan kejadian alam (Ahmad et al(, 2""! ( 9em%uangan lim%ah atau kimia)i ke lingkungan akan %erdampak langsung ke air tanah( +i %er%agai negara maju upaya pencegahan polusi perairan mulai dilakukan pada tahun &12"( Akan tetapi, upaya ini terutama ditujukan untuk %adan air di permukaan$ %ukan melindungi air tanah( Ada dugaan %ah)a peraturan-peraturan pem%uangan lim%ah yang diterapkan saat ini malahan mem%uat pihak pencemar leluasa mem%uang lim%ahnya ke dalam tanah yang relati' sulit dipantau( 3elain dise%a%kan oleh industri, pencemaran terhadap air juga dise%a%kan oleh kegiatan domestik penduduk, terutama di perkotaan( 3istem pem%uangan air lim%ah, termasuk jam%an, di kota-kota di >ndonesia umumnya kurang memadai dan cenderung mengaki%atkan perem%esan ke dalam tanah( 9erem%esan terse%ut dapat mencapai lapisan aHui'er dan mencemari air tanah( 3alah satu alasan mengapa air tanah kurang terlindungi adalah %adan-%adan air ini tidak terlihat sehingga kerentanannya terhadap polusi kurang dimengerti (B9A, &112 ( 5asih %anyak pihak yang menganggap %ah)a air tanah %erada dalam suatu jaringan MsaluranM atau Msungai %a)ah tanahM yang mengalirkan air dengan cepat dalam jarak jauh, atau se%agai M
12

danau %a)ah tanah M yang menampung air dalam *olume yang sangat %esar yang setiap saat dapat ditarik keluar dengan mem%uat sumur( Anggapan seperti ini sangat jauh dari kenyataan( 6mumnya air tanah %ergerak sangat lam%an sehingga rentan terhadap rem%esan kontaminan( +emikian pula *olumenya relati' ter%atas sehingga masuknya kontaminan dalam jumlah kecil saja sudah dapat menghasilkan konsentrasi kontaminan yang tinggi( Para&eter untuk &en2atakan t)ngkat pen1e&aran a)r 9anduan ini merupakan panduan dari <adan :esehatan +unia mengenai %atas maIimum maupun minimum mengenai parameter kualitas %aku mutu air yang %aik dari segi estetika dan kesehatan? 13 -)s)k o %uhu a % c d e >ntensitas rasa paling tinggi pada suhu kamar 9ada air dengan suhu rendah *irus akan %ertahan hidup 9ada pH tertentu dan suhu tinggi penguraian asam hipoklorit (HO#l le%ih kuat :ecepatan pem%entukan 8rihalometan (8H5s %ertam%ah dengan naiknya suhu 3uhu rendah menye%a%kan kandungan oksigen terlarut dalam air menjadi le%ih %esar, sehingga kecepatan korosi meningkat :enaikan suhu perairan secara alamiah %iasanya dise%a%kan oleh akti*itas pene%angan *egetasi di sekitar sum%er air terse%ut, sehingga menye%a%kan %anyaknya cahaya matahari yang masuk terse%ut mempengaruhi akui'er yang ada secara langsung atau tidak langsung (#hay, &11. o 4arna a % @arna dalam air minum %erpengaruh terhadap segi estetika @arna yang %erga%ung dengan zat organik terklorinasi dan dapat menya%a%kan pem%entukan 8H5s
13

:andungan asam humus N 2,. mgD; di dalam air air minum adalah aman %agi manusia 7ilai pnduan yang dianjurkan di dalam air minum N &. 8#6 (8rue #olor 6nit

o Bau a % 7ilai am%ang %atasnya adalah ! 8O7 (8hreshold Odor 7um%er ( :andungan H23 se%anyak ",""& mgD; dapat menye%a%kan air menjadi %au 7ilai panduan yang dianjurkan adalah N & 8O7 atau air tidak %er%au o #asa 7ilai am%ang rasa rata-rata untuk sisa klor se%esar ",&.- pada %atas ","2-",21 mgD; pada pH O 2( 7ilai ini akan naik %ila nilai sisa klor naik dari ","2.-",!." mgD; dan pH naik dari .,"-1," Am%ang %atas rasa yang dise%a%kan kation ? #a2+ 5g2+ 7a2+ :+ =e2+ [%esi terlarut] Jn2+ terdeteksi pada O &"" mgD; O ," mgD; O &"" mgD; O ,"" mgD; O ","!-",&2 mgD; dalam air mineral O !,, mgD; (dalam aHuadest O -,0 mgD; (dalam air mineral 7ilai panduan yang dianjurkan N & =87 (=la*our 8hreshold 7um%er o Kekeruhan

14

7ilai panduan yang harus dipertahankan N & 786 dengan ketentuan %ah)a %ila nilai kekruhan air tinggi, maka akan melindungi mikroorganisme dari e'ek desin'eksi

o 0u&lah 5at terlarut 6TD%3 8+3 (8otal +issol*ed 3olid %erpengaruh terhadap ? rasa, kesadahan, si'at-si'at korosi' dan tndensi terhadap pelapisanDpem%entukan kerak( <ahan padat adalah %ahan yang tertinggal se%agai residu pada penguapan dan pengeringan pada suhu &",-&"" #, dalam porta%le )ater ke%anyakan %ahan %akar terdapat dalam %entuk terlarut yang terdiri dari garam anorganik selain itu juga gas-gas yang terlarut( :andungan total solids pada porta%le )ater %iasanya %erkisar antara 2" sampai dengan &""" mgDl dan se%agai satu pedoman kekerasan dari air akan meningkatnya total solids, disamping itu pada semua %ahan cair jumlah koloit yang tidak terlarut dan %ahan yang tersuspensi akan meningkat sesuai derajat dari pencemaran (3utrisno, &11& ? ,, ( Jat padat selalu terdapat dalam air dan kalau terlalu %anyak tidak %aik untuk air minum, %anyaknya zat padat yang disyaratkan untuk air minum adalah kurang dari ."" mgDl( pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan kualitas air minum dalam hal total solids ini yaitu %ah)a air akan me%erikan rasa tidak enak pada lidah dan rasa mual( 23 K)&)a a3 K)&)a An(rgan)k o Alu&)n)u& 6Al3+ +i dalam air minum kandungan Al,+ P ",& mgD;, jika tidak akan menim%ulkan kekeruhan dalam air( <erdasarkan nilai estetika nilai panduan yang dianjurkan adalah ? ",2 mgD; o Arsen 6As3

15

3i'at toIik tergantung dari %entuk kimianya (As,+ le%ih %er%ahaya dari As.+ dan le%ih %er%ahaya dari Arsen organik( Eika kandungan As se%esar ",". mgD;, se%aiknya diketahui dengan pasti jenis kimia)inya( :eracunan akut yang dise%a%kan oleh As dapat mempengaruhi system syara' pusat sehingga dapat menye%a%kan koma dan dosis As 2"-0" mg dapat menye%a%kan kematian( :eracunan kronis As se%esar ,-- mgDhari dengan periode )aktu yang panjang( :ejadian 'atal %ila meminum air yang mengandung As se%esar 2,- mgD; selama dua setengah tahun( :andungan As ",2 mgD; mem%erikan resiko kanker kulit ./( 7ilai panduan As O ",". mgD; dengan kategori tidak %erhu%ungan dengan kesehatan( o Bar)u& 6Ba3 :eracunan akut <a, jika garam-garam <a terlarut terhisap %erle%ihan( +osis <a#l yang %eraki%at 'atal ? .."--"" mg( 9ada dosis tinggi menye%a%kan aksi rangsangan otot, termasuk jantung dan alat pencernaan( +osis keracunan akut ? 2""-."" mg( 9enyakit L9a Q 9ingM di #hina aki%at pengam%ilan <a dari garam meja (P2." gr <a#l2Dkg o Bes) 6-e3 Air yang mengandung %anyak %esi akan %er)arna kuning dan menye%a%kan rasa logam %esi dalam air, serta menim%ulkan korosi pada %ahan yang ter%uat dari metal( <esi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan %atuan induk yang %anyak ditemukan diperairan umum( <atas terkandung didalam air adalah &," mgDl o -lu(r)*a 6-3 maksimal yang

16

9ada dosis tinggi = dapat menghalangi *itamin, enzim dan mineral( Cejala akut jika = %ersenya)a dengan #a, = dalam gigi akan menghalangi melarutnya enamel pada kondisi asam sehingga menye%a%kan karies gigi( :aries gigi dapat dicegah dengan meningkatkan = sampai & mgD;, tetapi gejala noda pada gigi tim%ul jika = meningkat pada dosis &,.-2," mgD; :onsumsi = se%anyak ,"-!" mgDhari, pada periode )aktu yang lama, akan mengaki%atkan lumpuh karena terjadinya R=luoritis tulangM( :eracunan akut dapat menye%a%kan peru%ahan patologis pada pencernaan, radang %uah pinggang, kerusakan hati dan otot jantung( +osis mematikan adalah . gr se%agai 3odium 'luoride (7a= o :esa*ahan :esadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahan nonkar%onat (permanen ( :esadahan sementara aki%at ke%eradaan :alsium dan 5agnesium %ikar%onat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menam%ahkan kapur dalam air( :esadahan nonkar%onat (permanen dise%a%kan oleh sul'at dan kar%onat, #hlorida dan 7itrat dari 5agnesium dan :alsium disamping <esi dan Alumunium( :onsentrasi kalsium dalam air minum yang le%ih rendah dari 2. mgD; dapat menye%a%kan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang le%ih tinggi dari 2"" mgDl dapat menye%a%kan korosi'itas pada pipa-pipa air( +alam jumlah yang le%ih kecil magnesium di%utuhkan oleh tu%uh untuk pertum%uhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang le%ih %esar &." mgD; dapat menye%a%kan rasa mual( o Kl(r)*a 67l3 +alam konsentrasi yang layak, tidak %er%ahaya %agi manusia( #hlorida dalam jumlah kecil di%utuhkan untuk desin'ektan namun apa%ila %erle%ihan dan %erinteraksi dengan ion 7a+ dapat menye%a%kan rasa asin dan korosi pada pipa air( 7ilai panduannya adalah 2." mgD; #lo Kr(&)u&
17

<erdasarkan konsumsi air minum per hari, #r yang tekandung dalam air dapat menye%ar N &"-!" Sg, #r-+ (krom heksa*alen %ersi'at racun dan kandungan . mgD; dapat menye%a%kan keracunan( +osis sampai 2,. mgD; masih dianggap aman( :adar &" mgDkg %erat %adan manusia menye%a%kan kerusakan hati dan kematian( +osis yang le%ih rendah menye%a%kan iritasi selaput lender pencernaan makanan( #r-+ dengan dosis tinggi diimplikasikan menye%a%kan kanker alat pencernaan dan menam%ah resiko kanker paru-paru %agi pekerja yang menghirup #r( o Mangan 6Mn3 5n dengan konsentrasi yang tinggi terdapat pada daun teh( 3ecangkir teh mengandung &,!-,,- Sg( :apasitas 5n dalam hati ter%atas &-&,, mgDkg %erat %asah( :onsentrasi 5n P ",&. mgD; dapat mempengaruhi rasa dan P ","2 mgD; %erpengaruh terhadap rasa dan noda pada pakaian( 7ilai panduan ? ",& mgD; o N)trat8 n)tr)t se'aga) N 9encemaran air dari nitrat dan nitrit %ersum%er dari tanah dan tanaman( 7itrat dapat terjadi %aik dari 7O2 atmos'er maupun dari pupuk-pupuk yangdigunakan dan dari oksidasi 7O2 oleh %akteri dari kelompok 7itro%acter( Eumlah 7itrat yang le%ih %esar dalam usus cenderung untuk %eru%ah menjadi 7itrit yang dapat %ereaksi langsung dengan hemoglo%ine dalam daerah mem%entuk methaemoglo%ine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tu%uh( o Perak 6Ag3 B'ek yang terjadi pada manusia apa%ila kele%ihan dosis Ag adalah memudarnya )arna kulit, ram%ut serta kuku( +osis minimum Ag adalah &""" mg ekiu*alen dengan perolehan selama 2" tahun o Derajat keasa&an 6pH3 9enting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya dise%a%kan gas Oksida yang larut dalam air terutama kar%ondioksida( 9engaruh
18

yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang le%ih kecil -,. dan le%ih %esar dari 1,2 akan tetapi dapat menye%a%kan %e%erapa senya)a kimia %eru%ah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan( o %elen)u& 6%e3 :adar 3e dalam tu%uh manusia terdapat dalam hati dan ginjal( 9erolehan 3e yang tinggi dapat menye%a%kan gangguan pencernaan, kulit memucat dan kerusakan gigi( 9ada air minum 3e ? 2 mgD; dapat menye%a%kan kematian ." / (pada tikus dalam )aktu N 2 %ulan o %eng 69n3 <atas maksimal Jink yang terkandung dalam air adalah &. mgDl( penyimpangan terhadap standar kualitas ini menim%ulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual( +alam jumlah kecil, Jink merupakan unsur yang penting untuk meta%olisme, karena kekurangan Jink dapat menye%a%kan ham%atan padapertum%uhan anak( 7ilai panduan . mgD; o 7)an)*a 67N3 :lorinasi air pada pH P 0,. akan mengkon*ersikan #7 menjadi 3ianat (#73 yang tidak %er%ahaya, tetapi pada akhirnya terurai menjadi #O 2 dan 72( +osis 'atalnya adalah ."--" mg( 9erolehan perhari se%esar ?2,1-!,2 mg tidak %er%ahaya( :adar yang dapat diterima untuk pengam%ilan #7 perhari adalah 0,! mg o %ul!at 6%$ 3 :andungan sul'at yang %erle%ihan dalam air dapat mengaki%atkan kerak air yang keras pada alat mere%us air (panci D ketel , selain mengaki%atkan %au dan korosi pada pipa( 3ering dihu%ungkan dengan penanganan dan pengolahan air %ekas( 7ilai panduan sul'at ? !"" mgD; '3 K)&)a $rgan)k

19

o Al*r)n *an D)el*r)n Aspek terhadap kesehatan adalah %erpengaruh pada system syara' pusat( 9erolehan yang diper%olehkan perhari adalah O ","""& mgDkg %erat %adan( o Ben5ena 5enye%a%kan keracunan secara akut, yaitu depresi system syara' pusat( :eracunan toluene (salah satu deri*ate %enzene secara akut jika dikonsumsi dalam air adalah depresi syara' pusat( 7ilai panduan untuk %enzene dalam air minum adalah &" SgD; o Kl(r*an +osis klordan se%anyak 2,. mgD; adalah kerusakan li*er (pada tikus ( 9erolehan perhari yang diper%olehkan untuk manusia adalah ",""& mgDkg %erat %adan( o 28 : D 6D)1hl(r(phen(;2a1et)1 a1)*3 <ila terkena 2,! + maka gejala yang dialami manusia adalah keletihan, sakit kepala dan kehilangan na'su makan, %ahkan %ias meye%a%kan penyakit li*er( <atas panduan di dalam air minum adalah ",& mgD;, tetapi jika tidak ingin meraskan %au di dalam air adalah ","". mgD; o DDT (D)kl(r( *)!en)l tr)kl(r(etan3 +osis ++8 yang mematikan adalah 2." mgDkg %erat %adan( B'ek utama ++8 adalah terhadap system syara'( ++8 menye%a%kan tumor dan li*er pada tikus( 9erolehan perhari yang diper%olehkan adalah "-",""". mgDkg %erat %adan o D)kl(r(eten 3uatu zat se%agai pelarut dan insektisida( <ereaksi se%agai narkotik dan merusak hati dan ginjal serta system jantung( <ersi'at karsinogenik terhadap %inatang( 7ilai panduan dalam air minum adalah &" SgD;

20

o Heptakl(r 5enye%a%kan %erkem%angnya katarak( 7ilai panduan dalam air minum adalah ",. SgDkg %erat %adan o Heksakl(r('ensen 6H7B3 3e%agai 'ungisida (pem%asmi jamur ( 5em%erikan e'ek teratogen (pada tikus dan %ersi'at karsinogenik( 7ilai panduan dalam air minum adalah ","& SgD; o Pest)s)*a Hu%ungannya dengan masalah kualitas air adalah hidrokar%on terklorinasi dan turunannya, he%risida dan insektisida( 9estisida dalam air minum digunakan untuk pengontrolan *ector dan tujuan lainnya( 7ilai panduan yang dapat diterima per hari dalam air minum adalah & /( o Tr)hal(&etan 6THMs3 5erupakan senya)a yang ter%entuk dari hasil samping klorinasi, yaitu reaksi antara organic dengan halogen [klor dan %rom]( 3enya)a 8H5s adalah dikloro%romometan, kloro%romometan, kloro'orm dan %romo'orm, dan dikenal se%agai senya)a yang %ersi'at karsinogenik terhadap %inatang( +osis mematikan pada manusia adalah !! gD2" kg %erat %adan atau -," mgDkg %erat %adan( 7ilai panduan kloro'orm dalam air minum adalah ," SgD;( 33 B)(l(g) o 7(ll) Air minum tidak %oleh mengandung %akteri-%akteri penyakit (patogen dan sama sekali tidak %oleh mengandung %akteri coli mele%ihi %atasQ%atas yang telah ditentukan yaitu & coliD&"" ml air (3utrisno, &11& ? 2, ( o 7$D 67he&)1al $;2gen De&an*3

21

#O+ yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang di%utuhkan oleh %ahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi %ahan-%ahan organik yang terdapat dalam air (7urdijanto, 2""" ? &. ( :andungan #O+ dalam air %ersih %erdasarkan 9eraturan 5enteri :esehatan A> 7o 02 D 2""& mengenai %aku mutu air minum golongan < maksimum yang dianjurkan adalah &2 mgDl( Apa%ila nilai #O+ mele%ihi %atas dianjurkan, maka kualitas air terse%ut %uruk( o B$D 6B)(1he&)1al $;2gen De&an*3 Adalah jumlah zat terlarut yang di%utuhkan oleh organisme hidup untuk memecah %ahan-%ahan %uangan didalam air (7urdijanto, 2"""? &. ( <O+ adalah suatu analisa empiris yang menco%a mendekati secara glo%al proses mikro%iologis yang %enar -%enar terjadi dalam air( 9emeriksaan <O+ diperlukan untuk menentukan %e%an pencemaran aki%at air %uangan dan untuk mendesainsistem pengolahan secara %iologis (C( Alerts dan 33 3antika, &102 ( 7ilai <O+ tidak menunjukkan jumlah %ahan organik yang se%enarnya tetapi hanya mengukur secara relati' jumlah oksigen yang di%utuhkan( 9enggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih, mikroorganisme tidak tertarik menggunakan %ahan organic$ makin rendah <O+ maka kualitas air minum terse%ut semakin %aik( :andungan <O+ dalam air %ersih menurut 9eraturan 5enteri :esehatan A> 7o 02 D 2""& mengenai %aku mutu air dan air minum golongan < maksimum yang dianjurkan adalah - mgD;

3.3 Anal)sa Kual)tas A)r 3.3.1 Pe&antauan Kual)tas a)r 9emantauan kualitas air dapat juga dide'enisikan se%agai suatu kegiatan pengumpulan in'ormasi yang aktual pada lokasi tertentu dan inter*al yang tertentu untuk menghasilkan data hasil pemantauan yang dapat digunakan untuk menyatakan kondisi saat itu( <erhasilnya suatu pemantauan kualitas air sangat erat kaitannya dengan tahapan pelaksanaan yang harus dilalui agar kesinam%ungan pekerjaan dapat
22

menyajikan data secara integral untuk mencapai tujuan( +engan demikian, tidak ada pekerjaan yang harus diulang kem%ali karena ada satu tahap pekerjaan terlampaui dan yang %erpengaruh terhadap tahap %erikutnya( 8erhadap pemantauan yang perlu dilaksanakan secara %erurutan meliputi pemantauan tujuan pemantauan, pem%uatan disain kajian pemantauan, program sampling di lapangan, analisis la%oratorium, pengolahan data dan pelaporan 3.3.2 Tujuan Pe&antauan 3ecara garis %esar, penentuan tujuan pemantauan dapat diperoleh melalui langkah-langkah se%agai %erikut ? 9enentuan isu (identi'ikasi masalah >denti'ikasi masalah atau isu %isa diperoleh dari pengamatan, )a)ancara, in'ormasi, kasus, in'ormasi sekunder dari penduduk atau in'ormasi dari hasil diskusi dengan stakeholdr( #ontoh isu umum program pemantauan adalah ? o 9eledakan populasi alga (algae blooming o 9eningkatan salinitas air, menye%a%kan air menjadi tidak dapat digunakan untuk air minum, pertanian dan mempunyai e'ek pada ekologi aHuatik( o 9encemaran mikro%a dari kotoran manusia atau he)an yang menye%a%kan air sungai tidak %isa digunakan untuk air minum atau penggunaan rekreasi( o 9engaruh peru%ahan temperatur o 9engaruh peru%ahan pH, dll( 9engumpulan in'ormasi yang mendukung isu yang telah diidenti'ikasikan( 3etelah isu yang spesi'ik dapat diidenti'ikasikan, maka perlu dilakukan pengumpulan in'ormasi yang telah teridenti'ikasi( 9engumpulan in'ormasi dapat dilakukan melalui ? o :aji ulang literatur atau in'ormasi pemantauan yang ada, %aik dari lokasi sasaran atau lokasi lain( o @a)ancara dan rekaman pengamatan atau kejadian yang dikumpul oleh masyarakat setempat(
23

o +ata yang sudah dipu%likasikan, atau terdapat dalam laporan dari %er%agai instansi atau lem%aga penelitian( +ata ini dapat terdiri dari data pengukuran kualitas air, rekaman arus air, data %iologi dll( 9engumpulan in'ormasi juga dapat dilakukan melalui %er%agai akti'itas yang %erpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap kualitas air se%agai %erikut? o =aktor alam, yaitu gam%aran geogra'is area? topogra'i, relie', luas areal, meteorologi, iklim, penggunaan tanah, hidrologi, dll( o 9enggunaan air termasuk %endungan, kanal, akti'itas kota, industri, pertanian dan 'asilitas pengolah lim%ah( o 9eraturan dan ke%ijakan( <e%erapa contoh in'ormasi yang mungkin dapat diperoleh untuk mendukung isu antara lain ? o +aya dukung %adan air untuk menerima lim%ah tanpa menye%a%kan pencemaran o :esesuaian dan e'ekti'itas langkah strategis pengendalian pencemaran o 9eru%ahan trend kualitas air aki%at akti'itas manusia di daerah tangkapan o 9arameter kimi dan %iologi dalam air yang menye%a%kan air tidak sesuai dengan peruntukannya o <ahaya terhadap kesehatan manusia aki%at kualitas air yang %uruk o 9engem%angan daerah tangkapan yang %erpengaruh terhadap kualitas air o +ampak penurunan kualitas air terhadap kehidupan tanaman dan %inatang di dalam atau dekat %adan air( 9emahaman sistem dan model 'ormulasi proses konseptual (59: 9engenalan 9roses :unci +alam pem%uatan model 'ormulasi proses konseptual perlu diidenti'ikasikan le%ih dahulu proses kunci yang menentukan se%a% dan aki%at dari sistem dan %agaimana sistem terse%ut %ekerja( 9roses yang mempengaruhi kualitas air diklasi'ikasikan se%agai hydrodinamika, 'isika, kimia dan %iologi yang terdiri dari? 8ransportasi, aliran, tur%ulensi, pengelontoran, pencampuran dan strati'ikasi
24

9engendapan, penguapan, deposisi kering dan %asah 8ransportasi kontaminasi, sedimen, penim%unan, resuspensi dan di'usi +egradasi, adsorpsi, desorpsi 9ertum%uhan organisme, produkti*itas utama +aur ulang nutrien, kehilangan, transpormasi, amoni'ikasi, nitri'ikasi, denitri'ikasi

9ada skala yang le%ih luas, harus diperhatikan sum%er dan transportasi kontaminasi dari daerah tangkapan aliran air, sungai dan muara( Hipotesis teruji dan model konseptual 8ujuan pemantauan kadang digam%arkan dengan hipotesis teruji( Hipotesis ini umumnya digunakan jika ingin melihat per%edaan yang signi'ikan antar lokasi( #ontoh hipotesis untuk sampling nutrien antara lain ? :adar 'os'or le%ih rendah atau le%ih tinggi dari standar kualitas air tertentu :e%eradaan 'os'or mengendalian %iomassa alga :etersediaan 'os'or dan nitrogen mem%atasoi pertum%uhan alga, dll 9enetapan tujuan pemantauan

8ujuan pemantauan dapat ditetapkan se%agi isu yang menjadi 'okus sudah ditentukan dan isu terse%ut disertai dengan in'ormasi yang mendukung( 8ujuan pemantauan yang %aik hasilnya dapat terukur dan dapat tercapai dengan %iaya yang minimal, realistis, singkat dan jelas serta dapat dimegerti( 8ujuan terse%ut harus secara jelas dinyatakan dan dicatat sehingga dapat mem%eri pertim%angan secara cermat dan dapat mem%antu dalam mem%eri jaminan %ah)a program pemantauan telah secara sistimatik direncanakan, serta dapat digunakan untuk menge*aluasi apakah tujuan telah tercapai( <e%erapa contoh umum tujuan pemantauan kualitas air adalah se%agai %erikut ? 6ntuk mengukur kualitas air 6ntuk mem%eri kepastian %ah)a air terse%ut memenuhi standar untuk penggunaan tertentu 6ntuk penyelidikan kenapa air terse%ut tidak memenuhistandar

25

6ntuk menilai %e%an material yang masuk kedalam %adan air dari daerah tangkapan air 6ntuk mengetahui karakteristik %iota dalam air 6ntuk menilai status lingkungan 6ntuk menilai e'ekti'itas pengendalian pencemaran air 6ntuk identi'ikasi trend kondisi %adan air( 6ntuk pengem%angan standar kualitas air dan peraturan pem%uangan lim%ah, dll(

<e%arapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk mem%antu dalam penetapan tujuan pemantauan adalah ? 5engapa pemantauan akan dilakukanT Apakah in'ormasi dasar, perencanaan atau in'ormasi ke%ijakan, in'ormasi operasional atau pengelolaan, peraturan dan penaatan, penilaian sum%er, atau maksud lain( >n'ormasi apa yang diperlukan pada kualitas air untuk %er%agai penggunaanT <agaimana ketersediaan sum%er daya manusia dan sum%er danaT 3iapa pengguna data pemantauan dan apa yang dapat dilakukan dari in'ormasi terse%utT Apa hasil terse%ut digunakan untuk mendukung keputusan pengelolaan, menjamin pentaatan, identi'ikasi prioritas untuk tindakan, peringatan dini terhadap pro%lem dimasa datang atau mendeteksi per%edaan pengetahuan yang ada sekarang( 3.3.3 Desa)n pe&antauan +isain pemantauan perlu di%uat agar pelaksanaan pemantauan dapat dilakukan secara terencana sehingga program sampling dan analisis dapat dilakukan secara e'ekti' dan e'isien sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan( 3e%elum mem%uat disain pemantauan se%aiknya dilakukan sur*ei pendahuluan, karena sur*ei pendahuluan ini akan mem%antu dalam pem%uatan disain pemantauan khususnya dalam perencanaan sampling yang menyangkut penentuan titik sampling, 'rekuensi sampling, pemilihan parameter, data yang di%utuhkan, dan kelayakan pelaksanaannya termasuk %iaya yang diperlukan, serta menjamin %ah)a program sampling dan analisis dapat dilaksanakan secara e'isien dan e'ekti'( 9em%uatan disain
26

pemantuan dia)ali dengan pemilihan tipe yang sesuai dengan tujuan yang yang telah ditetapkan(

3ecara skematis kerangka disain pemantauan dapat digam%arkan se%agai %erikut ?


Pemilihan tipe kajian yang sesuai dengan tujuan

Penentuan ruang lingkup pemantauan (batas ruang, skala dan durasi)

Survei

Pertimbangan disain sampling

Lokasi sampling

Variasi

Frekuensi

Jumlah & Presisi

Parameter

Efektifitas
biaya

Kebutuhan data

Akurasi

3.3. Pe&)l)han T)t)k %a&pl)ng 8ujuan dari pemilihan titik sampling adalah agar dapat diperoleh sampel yang me)akili sehingga dapat memenuhi tujuan pemantauan yang ditargetkan( 9emilihan titik samping juga harus mempertim%angkan hal-hal se%agai %erikut ? 9roses yang mempengaruhi kualitas air(
27

9engetahuan tetang geogra'i, penggunaan air dan pem%uangan lim%ah( Analisis statistik yang digunakan untuk interpretasi :emungkinan *ariasi musim dan *ariasi lokal terhadap parameter yang diukur 5eminimisasi inter'ensi manusia yang %ukan merupakan %agian dari program pemantauan, demikian juga hindari struktur di %adan air yang dapat mengganggu 'lo) atau kondisi kimia %ila ke%eradaan struktur terse%ut %ukan 'okus pemantauan( 6ntuk itu titik sampling perlu ditempatkan jauh kearah hilir dari struktur terse%ut %ila kualitas air pada aliran %e%as yang dijadikan 'okus pemantauan( :eamanan harus dijamin pada semua kondisi( ;okasi harus diidenti'ikasikan dengan tepat sehingga pengulangan pengam%ilan sampel dapat dilakukan kem%ali( C93 digunakan untuk area datar atau di lautan(

9rogram pemantuan kualitas air tanah perlu mempertim%angkan geologi local, adanya kontaminasi karena getaran, pola penggunaan lahan( 3.3./ -rekuens) sa&pl)ng =rekuensi sampling tergantung pada tujuan sampling dan %iasanya dapat diestimasikan setelah sampling pendahuluan( 6ntuk titik dimana kualitas airnya %er*ariasi maka diperlukan 'rekuensi sampling yang le%ih tinggi di%andingkan dengan titik yang kualitas airnya relati' konstan( 9eru%ahan kualitas air terse%ut dapat dipengaruhi oleh %e%erapa 'aktor seperti kadar unsur yang masuk ke dalam %adan air, kecepatan dan *olume atau de%it air( 9eru%ahan terse%ut dapat terjadi sesaat atau terus menerus dengan penye%a% peru%ahan dapat terjadi secara alamiah atau dari kegiatan manusia( 9rogam %aru, tanpa ada in'ormasi mengenai *ariasi kualitas air harus didahului dengan kajian pendahuluan( :ajian pendahuluan untuk mengetahui *ariasi kulaita air dilakukan dengan 'rekuensi pengam%ilan sampel yang relati' sering, misalnya tiap minggu atau tiap hari selama seminggu yang diulang %e%erapa kali selama setahun dan seterusnya( =rekuensi pengumpulan sampel tergantung pada %adan air dan karakteristik spesi'iknya( 9ada dasarnya apa%ila dari kajian ini sudah diketahui data *ariasi kualitas air yang relati' konstan maka 'rekuensi pengam%ilan sampel yang pasti untuk program pemantauan dapat ditetapkan dan dapat diu%ah sesuai ke%utuhan(

28

6ntuk melihat trend kualitas air pada periode )aktu tahunan atau untuk melihat rata-rata tahunan kualitas air maka pengam%ilan sampel dilakukan dengan 'rekuensi minimal setiap %ulan sekali atau minimal &2 kali pertahun pada )aktu yang sama (minggu dan hari yang sama , sedangkan untuk tujuan pengendalian, diperlukan sampling mingguan( Eika ditemui per%edaan yang signi'ikan, maka sampel harus dikumpulkan harian atau %erkelanjutan( Eika memungkinkan sampel dapat juga diam%il secara komposit, akan tetapi harus dipertim%angkan sesuai dengan tujuan( 3ampling secara komposit tidak dapat digunakan untuk penentuan *aria%el yang tidak sta%il sepeerti +O( 3ampel indi*idu yang diam%il dari stasiun yang telah ditentukan, jika memungkinkan se%aiknya diperoleh pada perkiraan )aktu yang sama karena kualitas air dapat %er*ariasi dalam sehari( 6ntuk mem%andingkan dengan pedoman atau standar maka sampling dapat dilakukan harian, mingguan dan empat %ulanan( 9er%edaan musim juga merupakan pertim%angan dalam 'rekuensi sampling( 9enentuan skala )aktu didasarkan pada? 8ujuan sampling :arakteristik parameter yang diukur 3tatistik atau alat lain yang akan digunakan untuk interprestasi data, cthnya untuk analisis seri )aktu( 3.3.< Penga&atan *an pengukuran *) lapangan 9engukuran lapangan diperlukan untuk parameter tertentu, khususnya parameter yang mungkin %eru%ah %aik secara 'isika, kimia atau %iologi selama transportasi( 9arameter yang penting dan hanya dapat diukur di lapangan seperti 'lo), temperatur, kedalaman sungai( 6ntuk parameter lain seperti +O, pH, pengukuran lapangan le%ih diutamakan karena nilai parameter ini mungkin %eru%ah setelah diam%il( 9engukuran lapangan ini tidak saja mem%erikan nilai secara langsung tapi juga hasilnya dapat juga diperiksa secara cepat sehingga pemilihan lokasi sampling dapat diseleksi secara cepat jika diperlukan( +ata lapangan juga %isa diperoleh secara otomatis dan dapat dimasukkan atau ditrans'er melalui telemetri( #ara seperti ini cukup menguntungkan

29

karena pengukuran dapat kontinyu dan pada inter*al )aktu yang tetap sehingga memungkinkan untuk kajian trend )aktu dengan dana yang cukup e'ekti'( 6ntuk parameter yang tidak %eru%ah selama transportasi dan penyimpanan, analisis %isa dilakukan di la%oratorium( 6ntuk sampel yang dilakukan di la%oratorium dapat dilakukan penga)etan dan penyimpanan di tempay dingin selama transportasi agar dapat meminimalisasi peru%ahan( 3elain pengukuran lapangan, pengamatan lapangan selama pengam%ilan sampel sangat penting dilakukan, karena dapat mem%antu dalam interpretasi data( Hasil pengamatan lapangan saat pengam%ilan sampel perlu dicatat atau direkam se%elum meninggalkan lokasi sampling, termasuk %ila ada kejadian luar %iasa pada saat sampling( 9engamatan lapangan terse%ut perlu dilengkapi dengan 'oto dan sketsa lokasi sampling yang menggam%arkan titik sampling yang diam%il serta in'ormasi yang ada seperti sum%er pencemar ds%( 3.3.= Penga&')lan sa&ple 9engam%ilan sampel air dan sedimen di satu lokasi diutamakan untuk melakukan sampel air le%ih dahulu, sehingga saat pengam%ilan sampel sedimen, kualitas air tidak terganggu( +alam pengam%ilan sampel sedimen, terkadang dapat mengalami kesulitan dengan penggunaan grab dan core( Grab sampel sering tidak memasuki sedimen secara tegak lurus dan lapisan sedimen akan %ercampur saat alat terse%ut ditutup( <e%erapa pertim%angan perlu di%erikan pada lintasan lingkungan yang dilalui oleh alat sampling, sehingga tidak ada kesalahan sampling yang dise%a%kan oleh kontak antara alat sampling dengan media yang %ukan menjadi target( #ontohnya dalam pengumpulan sampel air di lapisan %a)ah permukaan untuk analisis hidrokar%on, maka alat sampling terse%ut harus masuk dalam kondisi tertutup, jika tidak maka hidrokar%on dari lapian permukaan yang akan diam%il( 3e%aliknya jika air yang dangkal akan disampling maka harus hati-hati jangan sampai mengaduk air di dasar ke atas <e%erapa petunujuk umum dalam pengam%ilan sampel diantaranya adalah ? 3e%elum mengumpulkan sampel, pastikan %ah)a titik sampling sudah %enar( Eika sampling harus dilakukan dengan kapal maka titik sampling harus di%eri tanda(

30

+alam pengam%ilan sampel, hindarkan %agian yang tidak homogen dalam sampel seperti daun ds%( Hindari menyentuh dan mengganggu dasar %adan air ketika mengam%ila sample air yang dalam karena hal ini akan menye%a%kan partikel yang tersuspensi ter%a)a sehingga memerlukan penyaringan sampel air se%elum ditempatkan di %otol( :edalaman sampling diukur dari permukaan air sampai pertengahan alat sampling( 3ampel yang diam%il untuk menggam%arkan pro'il *ertikal seharusnya diam%il secara %erkelanjutan yang dimulai dari permukaan dan %erakhir di dasar( Eika mengam%il sampel pada kedalaman maksimum, penting untuk menjamin dasar alat sampling paling sedikit & m di atas dasar( Eangan menurunkan alat sampling pada kedalaman tertentu terlalu cepat( +iamkan alat terse%ut pada kedalaman yang telah ditentukan selama &. detik se%elum melepaskan penutup sampler( 9enurunan tali seharusnya *ertikal pada saat pengam%ilan sampel( 9ada air yang mengalir, perlu diperhitungkan penurunan mencapai kedalaman yang diinginkan( 3emua pengukuran yang diam%il di lapangan harus dicatat langsung di lapangan se%elum meninggalkan lokasi sampling( 3emua in'ormasi pendukung harus dicatat se%elum meninggalkan lokasi sampling seperti temperatur udara am%ien, cuaca, ke%eradaan ikan mati yang mengapung, lapisan minyak, pertum%uhan alga, atau pemandangan yang tidak umum ataupun %au( #atatan terse%ut akan sangat mem%antu dalam anterpretasi hasil analisis( 3ampel harus dipindahkan ke %otol sampel secara cepat setelah pengam%ilan %ial sampel terse%ut akan ditransportasikan( Eika analisis dilakukan di lapangan maka pengerjaannya harus dilaksanakan sesegera mungkin( 6ntuk sampel %iologi ditam%ahkan dengan hal %erikut ? 3ampel untuk parameter %iologi harus ditempatkan pada )adah yang steril dan pengam%ilan sampel %iologi dilakukan se%elum pengam%ilan sampel untuk analisis yang lain(

31

9erlu dilakukan secara hati-hati agar %agian dalam )adah sampel tidak terkena tangan atau alat lain yang terkontaminasi(

<otol untuk sampel %iologi harus diperlakukan secara khusus dalam pengumpulan dan transportasinya sesuai dengan tujuannya( 3.3.> Penanganan %a&ple 9enga)etan( :esta%ilan analit tergantung pada ke%enaran cara penga)etan contoh( 9etunjuk penga)etan menspesi'ikasikan )adah yang sesuai, pH, terlingdung dari cahaya, tidak adanya ruang kosong, penam%ahan %ahan kimia, dan pengendalian temperatur( 9enyaringan( 6ntuk %e%erapa parameter uji, sampel harus disaring terle%ih dahulu, penyaringan contoh dilakukan untuk pemeriksaan parameter terlarut( 9engangkutan( #ara pengangkutan sampel ke la%oratorium harus tidak meru%ah komposisi sampel( 9enyimpanan( Apa%ila sampel tidak dapat segera dianalisis, maka sampel harus disimpan di tempat yang tidak meru%ah komposisi sampel, dengan dilakukan penga)etan dan disimpan di ruang pendingin ( ! # 3.3.? Anal)s)s La'(rat(r)u& 8ujuan dari analisis di la%oratorium adalah untuk mendapatkan data yang akurat dan teliti pada lingkungan yang aman( Alur disain program analisis se%agai %erikut ?
Identifikasi analisis yang diinginkan

Pemilihan metode analisis yang tepat sesuai dengan limit deteksi dan presisi yang dibutuhkan

Prioritas analisis berdasarkan kestabilan analis

32

Pelaksanaan analisis

erekam hasil

3. Anal)sa 7he&)1al $;2gen De&an* @7$DA . Ke'utuhan $ks)gen K)&)a @K$KA *ar) &ata a)r Bau&ata 5enurut 5etcal' and Bddy (&11& , #O+ adalah %anyaknya oksigen yang di%utuhkan untuk mengoksidasi senya)a organik dalam air, sehingga parameter #O+ mencerminkan %anyaknya senya)a organik yang dioksidasi secara kimia( 8es #O+ digunakan untuk menghitung kadar %ahan organik yang dapat dioksidasi dengan cara menggunakan %ahan kimia oksidator kuat dalam media asam( 9ada reaksi oksigen ini hampir semua zat yaitu sekitar 0./ dapat teroksidasi menjadi #O2 dan H2O dalam suasana asam, sedangkan penguraian secara %iologi (<O+ tidak semua zat organik dapat diuraikan oleh %akteri (=ardiaz, &112 ( <e%erapa %ahan organik tertentu yang terdapat pada air lim%ah, ke%al terhadap degradasi %iologis dan ada %e%erapa diantaranya yang %eracun meskipun pada kosentrasi yang rendah( <ahan yang tidak dapat didegradasi secara %iologis terse%ut akan didegradasi secara kimia)i melalui proses oksidasi, jumlah oksigen yang di%utuhkan untuk mengoksidasi terse%ut dikenal dengan Chemical Oxygen Demand (#O+ (#heremisiono'' and Bliza%eth, &10& ( #O+ merupakan salah satu parameter indikator penting untuk pencemar di dalam air yang dise%a%kan oleh lim%ah organik, ke%eradaan #O+ di dalam lingkungan sangat ditentukan oleh lim%ah organik, %aik yang %erasal dari lim%ah rumah tangga maupun industri, secara umum konsentrasi #O+ yang tinggi dalam air menunjukkan adanya %ahan pencemar organik dalam jumlah %anyak( Angka yang ditunjukkan #O+ merupakan ukuran %agi pencemaran air dari zat-zat organik yang secara alamiah dapat mengoksidasi melalui proses mikro%iologis dan dapat

33

juga mengaki%atkan %erkurangnya oksigen terlarut dalam air( 3e%agian %esar zat organis melalui tes #O+ ini dioksidasi oleh larutan :2#r2O2 dalam keadaan asam yang mendidih( 8heoretical OIygen +emand (8hO+ atau :e%utuhan Oksigen 8eoritis adalah ke%utuhan oksigen untuk mengoksidasi zat organis dalam air yang dihitung secara teoritis( Eumlah oksigen terse%ut dihitung %ila komposisi zat organis terlarut telah diketahui dan dianggap semua #, H dan 7 ha%is teroksidasi menjadi #O2, H2O, 7O,:adar #O+ dalam air lim%ah %erkurang seiring dengan %erkurangnya konsentrasi %ahan organik yang terdapat dalam air lim%ah, kosentrasi %ahan organik yang rendah tidak selalu dapat direduksi dengan metode pengolahan yang kon*ensional( 6ntuk mengoksidasi senya)a-senya)a organik (#lair, 2"", , khususnya yang sukar terurai diperlukan suatu oksidator kuat( Jat kimia yang %ersi'at oksidator kuat yang sering dipakai adalah :5nO! dan :2#r2O2( +aya oksidasi :5nO! le%ih tinggi di%andingkan dengan daya oksidasi :2#r2O2( 7amun dalam analisis #O+, oksidator yang paling sering dipakai adalah :2#r2O2( Hal ini dise%a%kan senya)a :2#r2O2 mempunyai %e%erapa keuntungan yaitu dapat diperoleh dengan tingkat kemurnian yang tinggi, larutannya le%ih sta%il, larutan standarnya mudah di%uat, mudah larut dalam air dan kelarutannya homogen( +alam suasana asam kuat (H23O! , se%agian %esar senya)a organik yang terdapat dalam air dapat dioksidasi oleh oksidator :2#r2O2 menjadi senya)a yang le%ih sederhana( +alam suasana asam kuat dan adanya zat yang %isa dioksidasi (reduktor , #r2O22- direduksi menjadi #r,+ dengan melepaskan , atom oksigen, sesuai dengan persamaan ? #r2O22- + 0H+ U 2#r,+ + !H2O + ,O +alam hal ini %ahan %uangan organik akan dioksidasi oleh :alium dichromat menjadi gas #O2 dan H2O serta sejumlah ion #hrom( Kalium bichromat atau :2#r2O2 digunakan se%agai sum%er pengoksidasi (oxyidizing agent (#lair, 2"", ( Aeaksi Kalium dichromat dengan %ahan lim%ah organik akan mengikuti reaksi %erikut ? #nHaOh7g + d#r2O22- + (0d+c H+ U n#O2 + +imana ? d O 2 nD, + aD- Q %D, QcD2 Aeaksi terse%ut perlu pemanasan dan juga penam%ahan katalisator perak sul'at (Ag23O! untuk mempercepat reaksi( +imana oksigen yang dilepaskan ini akan mengoksidasi senya)a organik yang terdapat dalam air (#lair, 2"", , sesuai dengan persamaan ?
a + 0d ,c H 2O +c7H!+ + 2d#r,+(organik 2

34

#nHaO%7c + (n +

a b , a , c O2 U n#O2 + c H2O + c7H, ! 2 ! 2 2

#-H&2O- + -O2 U -#O2 + -H2O + energi 3edangkan merkuri sul'at ditam%ahkan untuk menghilangkan gangguan klorida yang umumnya terdapat di dalam air %uangan( 6ntuk memastikan %ah)a hampir semua zat organis hampir teroksidasi maka zat pengoksidasi :2#r2O2 yang sesudah dire'luks masih harus tersisa( :2#r2O2 yang tersisa dalam larutan terse%ut digunakan untuk menentukan %e%rrapa oksigen yang telah terpakai( 9erairan dengan nilai #O+ yang tinggi tidak diinginkan %agi kepentingan perikanan dan pertanian, nilai #O+ pada perairan yang tidak tercemar %iasanya kurang dari 2" mgDl, sedangkan pada perairan tercemar dapat le%ih dari 2"" mgDl dan pada lim%ah industri dapat mencapai -"(""" mgD;( Analisis <O+ dan #O+ dari suatu air lim%ah dan menghasilkan nilai-nilai yang %er%eda karena kedua uji mengukur %ahan yang %er%eda( 7ilai #O+ selalu le%ih tinggi dari nilai <O+( (Eenie dan Aahayu, &11, dalam B''endi 2"", ( 9er%edaan diantara kedua nilai dise%a%kan %anyak 'aktor antara lain ? <ahan kimia yang tahan terhadap oksidasi %iokimia tetapi tidak tahan terhadap oksidasi kimia seperti lignin( <ahan kimia yang dapat dioksidasi secara kimia dan peka terhadap oksidasi %iokimia tetapi tidak dalam uji <O+. seperti sellulosa, lemak %erantai panjang atau sel-sel mikro%a( Adanya %ahan toksik dalam lim%ah yang akan mengganggu uji <O+ tetapi tidak uji #O+( 5enurut <ene'ield (&102 , per%edaan #O+ dan <O+ dapat dilihat se%agai %erikut ? Angka <O+ adalah jumlah komponen organik biodegradable dalam air %uangan, sedangkan tes #O+ menentukan total organik yang dapat teroksidasi, tetapi tidak dapat mem%edakan komponen biodegradableDnon biodegradable( <e%erapa su%stansi inorganik seperti sul'at dan tiosul'at, nitrit dan %esi 'errous yang tidak akan terukur dalam tes <O+ akan teroksidasi aleh kalium dikromat, mem%uat nilai #O+-

35

inorganik yang menye%a%kan kesalahan dalam penetapan komposisi organik dalam la%oratorium( Hasil #O+ tidak tergantung pada aklimasi %akteri sedangkan pada tes <O+ sangat dipengaruhi aklimasi seeding %akteri( Air yang telah tercemar lim%ah organik se%elum reaksi oksidasi %er)arna kuning, dan setelah reaksi oksidasi %eru%ah menjadi )arna hijau( Eumlah oksigen yang diperlukan untuk reaksi oksidasi terhadap lim%ah organik seim%ang dengan jumlah Kalium dichromat yang digunakan pada reaksi oksidasi( 3emakin %anyak Kalium dichromat yang digunakan pada reaksi oksidasi, %erarti semakin %anyak oksigen yang diperlukan( 6ji #O+ pada umumnya menghasilkan nilai ke%utuhan oksigen yang le%ih tinggi di%andingkan dengan uji <O+, karena %ahan-%ahan yang sta%il terhadap reaksi %iologi dan mikroorganisme dapat ikut teroksidasi dalam uji #O+( 3elulosa adalah salah satu contoh yang sulit diukur melalui uji <O+ karena sulit dioksidasi melalui reaksi %iokimia, akan tetapi dapat diukur melalui uji #O+( 3edangkan kekurangan dari tes #O+ adalah tidak dapat mem%edakan antara zat yang se%enarnya yang tidak teroksidasi (inert dan zat-zat yang teroksidasi secara %iologis( Hal ini dise%a%kan karena tes #O+ merupakan suatu analisa yang menggunakan suatu oksidasi kimia yang menirukan oksidasi %iologis, sehingga suatu pendekatan saja( 6ntuk tingkat ketelitian penyimpangan %aku antara la%oratorium adalah &, mgDl( 3edangkan penyimpangan maksimum dari hasil analisa dalam suatu la%oratorium se%esar ./ masih diperkenankan( 3./. Instru&en %pektr(!(t(&eter U+.+I% 3pektro'otometer 6G-Gis merupakan satu diantara metode analisis instrumental yang 'rekuensi pemakaiannya %anyak dilakukan dalam la%oratorium kimia analisis( Hal ini dise%a%kan karena %e%erapa alasan yakni? &( 2( ,( 5etode spektro'otometer 6G-Gis merupakan metode pertama yang lahir di lingkungan kimia instrumental( 9elaksanaan analisisnya cepat, mudah dan relati' murah( 9engenalan, pem%acaan dan operasional instrumentasi dapat dilaksanakan dengan mudah(
36

!( .(

Hampir semua molekul organik dan anorganik dapat ditentukan( Hasil analisa kuantitati'nya dapat dipercaya dan sahih( @alaupun spektro'otometri 6G-Gis memiliki %e%erapa keunggulan namun pada kenyataannya masih %anyak ilmu)an kimia anlisis yang %ekerja di la%oratorium kimia analisis %elum %erhasil mencapai tingkat yang diharapkan( 9ada umumnya sistem optik se%uah spektro'otometer 6G-Gis terdiri dari dua macam yaitu, sistem optik radiasi %erkas tunggal (single %ean dan sistem optik radiasi ganda (do%le %ean (

:eterangan ? 3A 3: A 7 + G+ ? 3um%er radiasi ? 3ampel kompartement ? Ampli'ier ? 5onokromator ? +etektor ? Gisual +isplay

9enjelasan 8entang komponen spektro'otometer ? a( 3um%er radiasi 3um%er radiasi yamg digunakan ada dua yaitu, lampu +V2 atau deuterium yang mem%erikan radiasi W O &1"-,0" nm dan lampu tungsten yang mem%erikan radiasi W O ,0"-20" nm( %( 5onokromator
37

5onokromator %er'ungsi meru%ah radiasi polikromatis menjadi monokromatis( c( :u*et 8er%uat dari le%uran silika atau ter%uat dari gelas( Celas dipakai untuk penentuan di daerah radiasi *isi%el se%a% gelas menga%sor%si radiasi 6G( :u*et dari le%uran silika dipakai untuk penentuan di daerah &1"-&&"" nm( d( elektronik( +etektor =ungsi detektor yaitu mengu%ah sinyal radiasi yang diterima menjadi sinyal

3.< Pr(se*ur Kerja #uang L)ngkup 3tandar ini di gunakan untuk penentuan #O+ dalam air dan lim%ah cair dengan 3pektro'otometer secara re'luks tertutup oleh kalium dikromat pada kisaran kadar 2-1" mgD; dan &""-1"" mgD;( A1uan 3tandard 5ethods Bdisi 2", &110, .22" +, hal( .-&2( Alat *an Bahan Alat o 3pektro'otometer o Aeaktor #O+ o ;a%u ukur ." ml, &"" ml, &""" ml 9ipet ukur ",. ml 9ipet *olum 2 ml, ! ml, 0 ml, dan &"ml
38

Celas ukur &"" ml, 2"" ml 7eraca analitik O*en +esikator

Bahan o Larutan *)gest) 6(ks)*at(r3 k(nsentras) t)ngg) 8am%ahkan &",2&- g :2#r2O2, kualitas %aku primer (keringkan dalam o*en &." "# selama 2 jam kedalam ."" ml air suling( :emudian tam%ahkan &-2 ml H23O! pekat dan ,,,, g Hg3O!( Aduk sampai larut, dinginkan dan tepatkan menjadi & ;( o Larutan *)gest) 6(ks)*at(r3 k(nsentras) t)ngg) 3iapkan seperti di atas tetapi :2#r2O2 hanya &,"22 g o Pereaks) asa& sul!at 8am%ahkan Ag23O! kualitas pereaksi atau tehnik, :ristal atau ser%uk, kedalam H 23O! pekat dengan ketentuan .,. g Ag23O! D kg H23O! pekat atau &",&2 g Ag23O!D; H23O! pekat (<E H23O! pekat O &,0! kgD; , %iarkan &-2 hari sampai larut( o %tan*ar Kal)u& H)*rg(gen Pthalat 6KHP3 3uhu &&" "# sampai %eratnya sta%il( ;arutkan 0." mg :H9 dengan aHuades sampai *olume &""" ml( 3ecara teori nilai #O+ :H9 adalah &,&2- mg O 2Dmg dan larutan ini mengandung &""" Sg O2Dml( 3impan dalam lemari pendingin dan %isa digunakan jika tidak ada tum%uhan %iologi yang nampak(

Pers)apan Penguj)an
39

&( 9em%uatan larutan induk &""" mgD; #O+ a :eringkan :alium Hidrgogen 9thalat (:H9 pada temperature &", "# selama 2 jam, dinginkan dalam desikator( % c 8im%ang dengan teliti 0." mg, larutan dalam la%u ukur &""" ml 8am%ahkan air suling sampai tanda tera(

2( 9em%uatan ;arutan %aku #O+ &"" mgD; a % 9ipet &"," larutan induk &""" mgD;, masukan kedalam la%u &"" ml 8am%ahkan air suling sampai tanda tera(

,( 9em%uatan larutan kerja #O+ (untuk kur*a konsentrasi rendah a 9ipet "$ .$ &"$ 2"$ dan !. ml larutan %aku &"" mgD; dan masukkan kedalam la%u ." ml % 8epatkan pada tanda tera dengan menggunakan air suling sehingga diperoleh kosentrasi #O+ dalam larutan masing-masing " mgD;$ &" mgD;$ 2" mgD;$ !" mgD;$ dan 1" mgD;( !( 9em%uatan larutan kerja #O+ (untuk kur*a konsentrasi tinggi a 9ipet "$ .$ &"$ 2"$ dan !. ml larutan %aku &""" mgD; dan masukkan kedalam la%u ." ml % 8epatkan pada tanda tera dengan menggunakan air suling sehingga diperoleh kosentrasi #O+ dalam larutan masing-masing " mgD;$ &"" mgD;$ 2"" mgD;$ !"" mgD;$ dan 1"" mgD;( Pr(se*ur Pers)apan 1(nt(h uj) a 6kur *olume contoh uji, %lanko, dan larutan standar serta pereaksi kedalam ta%ung atau ampul se%agaimana di ditunjukkan pada ta%el di %a)ah ini?
40

6kuran ta%ung &" m; 6rutan

3ample(ml 2,. 2

;ar( +igesti(ml &,. ,

Ag3O!(ml ,,. &

Gol total (ml 2,.

7atatan , 7u1) ta'ung 'eserta tutupan2a *engan H 2%$ *an pereaks) *engan &enggunakan alat ukur D(lu&etr)1. % c 5asukkan contoh uji kedalam ta%ung lalu tam%ahkan larutan digesti

2BC se'elu&

*)gunakan8 untuk &en1egah terja*)n2a k(nta&)nas). Pengukuran 1(nt(h uj)

3ecara hati-hati masukan pereaksi asam sul'at di%agian %a)ah ta%ung sehingga lapisan asam ter%entuk di%a)ah lapisan contoh uji larutan digesti(

d e

8utup ta%ung dan kocok sampai homogen( 5asukkan ta%ung dalam reactor #O+ selama 2 jam suhu &." "#( +inginkan sampai suhu kamar secara perlahan untuk mencegah ter%entuknya endapan(

Pengukuran a :ocok ta%ung sehingga uap air %erga%ung secara homogen dengan isi ta%ung( +inginkan perlahan-lahan contoh yang sudah di re'luks sampai suhu ruang( <iarkan suspense mengendap dan pastikan %agian yang akan di ukur %enar-%enar jernih( % 6kur serapan contoh uji, %lanko, dan standar pada panjang gelom%ang yang sesuai (!2" nm c 9ada !2" nm, gunakan air suling se%agai re'erens( 6kur serapan contoh uji, %lanko dan standar( 3erapan yang terukur dari %lanko yang tidak dire'luks adalah serapan dikromat( #ontoh uji, %lanko dan standar yang di re'luks mem%erikan nilai #O+ dengan serapan yang le%ih rendah dise%a%kan %erkuangnya ion dikromat (#r2O 2 d
2

6kur %lanko yang dire'luks untuk meyakinkan kualitas pereaksi yang digunakan dan untuk mengetahui pengaruh pereaksi selama pemanasan terhadap penurunan serapan(

41

9er%edaan serapan antara contoh uji yang di re'luks dan %lanko yang dire'luks adalah nilai #O+ contoh uji( 6ntuk standar yang dire'luks terhadap kosentrasi #O+ setiap standar(

3.=. Has)l *an Pe&'ahasan

42

+ari hasil analisis spektro'otometer, didapat data ? 5isalnya$ :onsentrasi ;arutan :erja A%sor%ansi spektro'otometer X F ?X ?F XF
43

X2

F2

" &" 2" !" 1"

",.,"" ",."1" "(!21" "(!22" ",212"

" .,"1" 1,.0" &2,"0" 2-,2,"

" &"" !"" &-"" 0&""

",20"1" ",2.1"0& ",221!!& ",&02,21 ","002"1

o n o YX

O. O " + 2" + !" + 1" O &-"

o YF

O ",.,"" + ",."1" + ",!21" + ",!22" + ",212" O 2,2!2"

o YXF

O " + .,"1"" + 1,.0"" + &2,"0"" + 2-,2,"" O .0,!0""

o YX2

O " + &"" + !"" + &-"" + 0&"" O &"(2""

" + &" + 2" + !" + 1" .

&-" .

O ,2

O O

",.,"" + ",."1" + ",!21" + ",!22" + ",212" . 2,2!2" . 44

O ",!!0! X O c + dF (8eknik Analisis Aegresi dan :orelasi$ +r(3udjana, 5A,5(3c dO


n(XY (X (Y n(Y 2 (Y 2 .(.0,!0"" (&-" (2,2!2" .(&(",11- (2(2!2" 2
212,!""" ,.0,22"" .(&110 .("2-.
--,,2"" ",&2,,

dO

dO

dO

d O -,02,-001 c O -% c O ,2 Q Z(-,02,-001 ",!!0![

c O ,2 + &2&,.122

c O 2",(.122 9ersamaan Caris Aegresi ?

45

:onsentrasi #O+ O -,02,-0Aeading + 2",,.11

maka, :onsantrasi #O+ untuk <lanko O -,02,-0(",&.,0"& + 2",,.11 O -.0,0.- + 2",,.11 O &!!,2", :onsentrasi #O+ untuk 3ample O -,02,-0(",&021,! + 2",,.11 O -2","". + 2",,.11 O 22,,-"! Eadi, :onsentrasi #O+ O :onsentrasi #O+ sample Q konsentrasi #O+ %lanko O 22,,-"! Q &!!,2", O &20,1"& ppm O &2,01"& mgD;

46

BAB + PENUTUP .1. Kes)&pulan +ari hasil 9raktek :erja ;apangan di <alai ;ingkungan Hidup +aerah yang dilakukan dapat disimpulkan %ah)a ? &( 9raktek :erja ;apangan mem%eri man'aat yang sangat %esar %agi mahasis)a, di mana mahasis)a %enar-%enar dilatih kemampuan dan keterampilan dalam menganalisa dan penguasaan la%oratorium mencakup ketrampilan dalam menggunakan alat-alat la%oratorium yang diperlukan untuk menganalisa( 2( 8olok ukur #O+ dapat digunakan untuk mengetahui %anyaknya oksigen yang diperlukan untuk menguraikan %ahan organik( 5akin %esar kadar oksigen yang di%utuhkan untuk menguraikan %ahan organik, maka kadar #O+ juga akan semakin tinggi( ,( +ari hasil pengujian la%oratorium, kadar #O+ dalam air dari mata air <aumata masih %erada dalam kategori %aik, yaitu &2,01"& mgD; air .2 %aran
47

&( 3angat diharapkan kepada mahasis)a yang melakukan 9:; untuk memiliki disiplin kerja dan semangat kerja yang tinggi serta rasa tanggung ja)a% sehingga dapat meman'aatkan kesempatan 9:; untuk menim%a pengalaman se%anyak-%anyaknya se%agai %ekal untuk memasuki dunia kerja( 2( :epada pihak 6ni*ersitas untuk mengadakan sarana dan prasarana la%oratorium yang %erstandar nasional agar mahasis)a 9:; tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan alat-alat la%oratorium yang le%ih moderen di tempat 9:;( ,( <;H+ diharapkan %isa mengam%il tindakan secara langsung dan secara tegas terhadap para pencemar sum%er daya air yang ada di ka)asan propinsi 7usa 8enggara 8imur( !( <agi masyarakat agar menjaga kualitas air yang %erada di mata air %aumata(

DA-TA# PU%TAKA

!onomi Sumber Daya "lam dan nergi 9ro'( 3ukanto Aeksohadiprodjo, 5(#om, 9h(+(# <9=B( Fogyakarta http?DDms()ikipedia(orgD)ikiDAirV/20molekul/21 >lmu 9eluang dan 3tatistika untuk >nsinyur dan >lmu)an( Aonald B( @alpole, Aaymond H( 5yers( 9ener%it >8< <andung, &10$emadu!an Kepentingan $emenang!an Kehidupan# >lya 5oeliono, ;arry =isher, 3te'an @odicka, 3uporahardjo(# :onsorium 9engem%angan 5asyarakat 7usa 8enggara :eputusan 5enteri :esehatan 7o( 1"2D5enkesD3:DG>>D2""2 tahun 2""2 tentang 3yarat-syarat dan 9enga)asan :ualitas Air 5inumM Kimia %ntu! Se!olah $enegah %mum Kelas &# E( Coena)an(# 98( Carsindo 9eraturan 9emerintah 7o( 02 8ahun 2""& tentang 9engelolaan :ualitas Air dan 9engendalian 9encemaran Air 9eraturan 5enteri :esehatan 7o( !&- tahun &11" tentang 3yarat-syarat dan 9enga)asan :ualitas Air 9edoman 9ersyaratan :esehatan 9elayanan 3ehat pakai Air (39A
48

9eraturan 5enteri :esehatan 7o( &2".D5enkesD9BADXD2""! tentang Analisis :imia :uantitati'( Spe!tro'otometer# \98( Cramedia >ndonesia 9edoman 9emantauan :ualitas Air( <adan ;ingkungan Hidup +aerah 9elatihan L@ater ]ualityM, 5odul 9engolahan dan 9enga)asan :ualitas Air( <adan ;ingkungan Hidup +aerah 3tandar 7asional >ndonesia( "nalisis Kabutuhan Kimia(i O!sigen Dalam Sampel "ir Dengan )e'lu!s *ertutup Secara Spe!tro'otometer# <adan 3tandarisasi 7asional

49