Anda di halaman 1dari 20

BAB I TINJAUAN PUSTAKA 1.

1 LATAR BELAKANG Diare akut masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di negara berkembang. Terdapat banyak penyebab diare akut pada anak. Pada sebagian besar kasus penyebabnya adalah infeksi akut intestinum yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit, akan tetapi berbagai penyakit lain juga dapat menyebabkan diare akut, termasuk sindroma malabsorbsi. Diare karena virus umumnya bersifat self limiting, sehingga aspek terpenting yang harus diperhatikan adalah mencegah terjadinya dehidrasi yang menjadi penyebab utama kematian dan menjamin asupan nutrisi untuk mencegah gangguan pertumbuhan akibat diare. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa.1 1.2 DEFINISI Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Pada bayi yang minum A ! sering frekuensi buang air air besarnya lebih dari 3"# kali per hari, keadaan ini tidak dapat disebut diare, tapi masih bersifat fisiologis atau normal. elama berat badan bayi meningkat normal, hal tersebut tidak tergolong diare, tetapi merupakan intoleransi laktosa sementara akibat belum sempurnanya perkembangan saluran cerna. $ntuk bayi yang minum A ! secara ekslusif definisi diare yang praktis adalah meningkatnya frekuensi buang air besar atau konsistensinya menjadi cair yang menurut ibunya abnormal atau tidak seperti biasanya. %adang"kadang pada seorang anak buang air besar kurang dari 3 kali perhari, tetapi konsistensinya cair, keadaan ini sudah dapat disebut diare.1 1.3 KLASSIFIKASI DIARE &enurut lamanya, diare dibagi menjadi tiga, yaitu1 ' 1. Diare akut yang berlangsung kurang dari 1# hari

(. Diare kronik yang berlangsung lebih dari 1# hari dengan etiologi non" infeksi 3. Diare persisten yang berlangsung lebih dari 1# hari dengan etiologi infeksi &enurut derajat dehidrasi nya, diare akut dapat dibagi menjadi(' 1. Diare akut Dehidrasi berat (. Diare akut Dehidrasi ringan"sedang 3. Diare akut tanpa Dehidrasi

1.4 ETIOLOGI Pada saat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari () jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. Penyebab infeksi utama timbulnya diare umumnya adalah golongan virus, bakteri dan parasit. *eberapa penyebab diare akut yang dapat menyebabkan diare pada manusia adalah sebagai berikut1 ' +olongan bakteri' 1. Aeromonas (. Bacillus Cereus 3. Campylobacter jejuni #. Clostridium perfringens ). Clostridium defficile ,. Eschericia coli -. Plesiomonas shigeloides +olongan virus' 1. Astrovirus (. Calcivirus Sapovirus" 3. Enteric adenovirus #. Coronavirus +olongan Parasit ' 1. Balantidium coli ). (iardia lamblia ( orovirus! ). #otavirus ,. or$al% virus -. &erpes simple' virus .. Cytomegalovirus .. Salmonella /. Shigella 10. Staphylococcus aereus 11. Vibrio cholera 1(. Vibrioparahaemolyticus 13. Yersinia enterocolitica

(. Blastocystis homonis 3. Cryptosporidium parvum #. Entamoeba histolytica

,. )sospora belli -. Strongyloides stercoralis .. *richuris trichiura

1.5 EPIDEMIOLOGI Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk di !ndonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama usia di ba1ah ) tahun. Di dunia, sebanyak , juta anak meninggal tiap tahunnya karena diare dan sebagian besar kejadian tersebut terjadi di negara berkembang. ebagai gambaran 1-2 kematian anak di dunia disebabkan oleh diare sedangkan di !ndonesia, hasil 3iskesdes (00diperoleh bah1a diare masih merupakan penyebab kematian bayi yang terbanyak yaitu #(2 dibanding pneumonia (#2, untuk golongan 1"# tahun penyebab kematian karena diare (),(2 dibanding pneumonia 1),)2.1 4ara penularan diare pada umumnya melalui cara fekal"oral yaitu melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen, atau kontak langsung tangan dengan penderita atau barang"barang yang tercemar tinja penderita atau tidak lansung melalui lalat. 5melalui # 67 finger! flies! fluid! field8.1 F. PATOGENESIS Patogenesis terjadinya diare yang disebabkan virus yaitu virus yang menyebabkan diare pada manusia secara selektif menginfeksi dan menghancurkan sel"sel ujung"ujung villus pada usus halus. 9irus akan menginfeksi lapisan epithelium di usus halus dan menyerang villus di usus halus. :al ini menyebabkan fungsi absorpsi usus halus terganggu. el"sel epitel usus halus yang rusak diganti oleh enterosit yang baru, berbentuk kuboid yang belum matang sehingga fungsinya belum baik. 9illus mengalami atrofi dan tidak dapat mengabsorbsi cairan dan makanan dengan baik. elanjutnya cairan dan makanan yang tidak terserap;tercerna akan meningkatkan tekanan koloid osmotik usus dan terjadi hiperperistaltik usus sehingga cairan beserta makanan yang tidak terserap terdorong keluar usus melalui anus, menimbulkan diare osmotik dari penyerapan air dan nutrien yang tidak sempurna.1

Pada usus halus, enterosit villus sebelah atas adalah sel"sel yang terdiferensiasi, yang mempunyai fungsi pencernaan seperti hidrolisis disakharida dan funsi penyerapan seperti transport air dan elektrolit melalui pengangkut bersama 5kotransporter8 glukosa dan asam amino. <nterosit kripta merupakan sel yang tidak terdifferensiasi, yang tidak mempunyai en=im hidrofilik tepi bersilia dan merupakan pensekresi 5sekretor8 air dan elektrolit. Dengan demikian infeksi virus selektif sel"sel ujung villus usus menyebabkan 518 ketidakseimbangan rasio penyerapan cairan usus terhadap sekresi, dan 5(8 malabsorbsi karbohidrat kompleks, terutama laktosa.1 Patogenesis terjadinya diare oleh karena bakteri seperti salmonella, shigella, < coli agak berbeda dengan patogenesis diare oleh virus, tetapi prinsipnya hampir sama. *edanya bakteri ini dapat menembus 5invasi8 sel mukosa usus halus sehingga dapat menyebabkan reaksi sistemik. Toksin shigella juga dapat masuk ke dalam serabut saraf otak sehingga menimbulkan kejang. Diare oleh bakteri ini dapat menyebabkan adanya darah dalam tinja yang disebut disentri.1 Disamping itu penyebab diare non infeksi yang dapat menimbulkan diare pada anak antara lain' kesulitan makan, defek anatomis, malabsorbsi, endokrinopati, kecarunan makanan, neoplasma dan lain"lain.1 1.7 GEJALA KLINIS *ila terdapat demam dimungkinkan karena proses peradangan atau akibat dehidrasi. Panas badan umum terjadi pada penderita dengan inflammatory diare. >yeri perut yang lebih hebat dan tenesmus yang terjadi pada perut bagian ba1ah serta rektum menunjukkan terkenanya usus besar. &ual dan muntah adalah simptom yang non spesifik akan tetapi muntah mungkin disebabkan oleh karena organisme yang menginfeksi saluran cerna bagian atas seperti' enterik virus, bakteri yang memproduksi enterotoksin, (iardia, dan Cryptosporidium.1 &untah juga sering terjadi pada non inflammatory diare. *iasanya penderita tidak panas atau hanya subfebris, nyeri perut periumbilikal tidak berat, $atery diare, menunjukkan bah1a saluran cerna bagian atas yang terkena.1,3 Tabel (. +ejala khas diare akut oleh berbagai penyebab

+ejala %linik &asa tunas Panas &ual

3otavirus 1-"-( jam ? ering

higella (#"#. jam ?? @arang

almonella <T<4 ,"-( jam ?? ering ,"-( jam " ? " " ("3 hari

<!<4 ,"-( jam ?? "

%olera #."-( jam " ering

muntah >yeri perut Tenesmus Tenesmus Tenesmus >yeri %epala Aamanya akit Sifat tin a 9olume 6rekuensi edang )"10C;hr edikit D10C;hari Aembek E E &erah hijau edikit ering Aembek %adang *usuk %ehijauan )"- hari D- hari 3"- hari " %ramp ? %olik ?

Tenesmus %ramp %ramp " 9ariasi " 3 hari

*anyak ering 4air " ? Tak ber1arna

edikit ering Aembek ? Tidak &erah hijau

*anyak Terus" menerus 4air " Amis khas eperti air cucian beras

%onsistensi 4air Darah *au Barna " Aangu %uning hijau

Aeukosit Aain"lain

" AnoreCia

? %ejang E

? epsis E

"

" sistemik

" E

&eteorismus !nfeksi

1.7 DIAGNOSIS Tabel 3. Penentuan derajat dehidrasi menurut B:F 1//) P!ni"aian A B Aihat' %eadaan umum *aik, sadar G+elisah, re1el # GAesu, lunglai

&ata Airmata &ulut dan lidah 3asa haus

>ormal Ada *asah &inum biasa tidak haus

4ekung Tidak ada %ering G:aus,ingin banyak minum G%embali lambat

atau tidak sadar angat cekung %ering angat kering G&alas minum atau tidak bisa sangat berat minum G%embali

Periksa' Turgor kulit :asil Pemeriksaan'

%embali cepat Tanpa dehidrasi

lambat Dehidrasi ringan; Dehidrasi sedang

bila ada 1 tanda G

bila ada 1 tanda G ditambah 1 atau ditambah 1 atau lebih tanda lain Terapi umber' oenarto1,( 3encana A lebih tanda lain 3encana * 3encana 4

P<&<3!% AA> AA*F3ATF3!$& Pemeriksaan laboratorium yang kadang"kadang diperlukan pada diare akut' Darah ' darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah, glukosa darah, kultur dan tes kepekaan antibiotika $rine ' urine lengkap, kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotika 6eses ' makroskopis 5perlu dilakukan pada semua penderita diare8 dan mikroskopis %ultur tinja harus segera dilakukan bila dicurigai terdapat &emolytic +remic Syndrome, diare dengan tinja berdarah, bila terdapat leukosit pada tinja, %A* diare dan pada penderita immunocompromised.1,3 1.$ PENATALAKSANAAN Departemen %esehatan menetapkan lima pilar penatalaksanaan diare bagi semua kasus diare yang diderita anak balita baik yang dira1at di rumah maupun sedang dira1at di 3umah sakit, yaitu'1,( 1. 3ehidrasi dengan menggunakan oralit baru (. Hinc diberikan selama 10 hari berturut"turut

3. A ! dan makanan tetap diteruskan #. Antibiotik selektif ). >asihat kepada orang tua %etentuan pemberian oralit baru1' 1. *eri ibu ( bungkus oralit formula baru persediaan (# jam 3. *erikan larutan oralit pada anak setiap kali buang air besar, dengan ketentuan sebagai berikut' $ntuk anak berumur I( tahun ' berikan )0"100 ml tiap kali *A* $ntuk anak ( tahun atau lebih ' berikan 100"(00 ml tiap *A*. #. @ika dalam 1aktu (# jam persediaan larutan oralit masih tersisa, maka sisa larutan harus dibuang. Dasar pemikiran penggunaan =inc dalam pengobatan diare akut didasarkan pada efeknya terhadap fungsi imun atau terhadap struktur dan fungsi saluran cerna dan terhadap proses perbaikan epitel saluran cerna selama diare1. Dosis =inc untuk anak"anak' Anak di ba1ah umur , bulan ' 10 mg 51;( tablet8 per hari Anak di atas umur , bulan' (0 mg 51 tablet8 per hari Hinc diberikan selama 10"1# hari berturut"turut meskipun anak telah sembuh dari diare. A ! dan makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang sama pada 1aktu anak sehat untuk mencegah kehilangan berat badan serta pengganti nutrisi yang hilang1. Antibiotik jangan diberikan kecuali ada indikasi misalnya diare berdarah atau kolera. Pemberian antibiotik yang tidak rasional justru akan memperpanjang lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium difficile yang akan tumbuh dan menyebabkan diare sulit disembuhkan. Antibiotik pada umumnya tidak diperlukan pada semua diare akut oleh karena sebagian besar diare infeksi adalah rotavirus yang sifatnya self limited dan tidak dapat dibunuh dengan antibiotika. :anya sebagian kecil 510"(02 yang disebabkan oleh bakteri (. Aarutkan 1 bungkus oralit formula baru dalam 1 liter air matang, untuk

patogen seperti V,cholera, Shigella, Enteroto%sigeni% E,coli, Salmonella, Campylobacter dan sebagainya.1 >asihat pada ibu dan pengasuh untuk kembali segera jika demam, tinja berdarah, berulang, makan atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering, atau belum membaik dalam 3 hari1. a. Dia%! a&'t tan(a )!*i)a%a+i ,%!n-ana t!%a(i A. @elaskan kepada ibu tentang # aturan pera1atan di rumah1,(' *eri cairan tambahan, beri tablet =inc, lanjutkan pemberian makan, kapan harus kembali 1. *eri cairan tambahan 5sebanyak anak mau8 @elaskan kepada ibu Pada bayi muda, pemberian A ! merupakan pemberian cairan tambahan yang utama. *eri A ! lebih sering dan lebih lama pada setiap kali pemberian @ika anak memperoleh A ! ekslusif, beri oralit atau air matang sebagai tambahan @ika anak tidak memperoleh A ! ekslusif, beri 1 atau lebih cairan berikut ini' oralit, cairan makanan 5kuah sayur, air tajin8 atau air matang. Anak harus diberi oralit di rumah jika' Anak telah diobati dengan 3encana Terapi * atau 4 dalam kunjungan ini Anak tidak dapat kembali ke klinik jika diare nya bertambah parah

Ajari ibu cara mencampurkan dan memberikan oralit di rumah. Tunjukkan kepada ibu berapa banyak cairan yang harus diberikan sebagai tambahan bagi kebutuhan cairannya sehari"hari' 4airan rumah tangga' 10 ml;kg**, atau I1 tahun' )0"100 ml 1") tahun 100"(00 ml )"1( tahun' (00"300 ml De1asa' 300"#00 ml setiap *A*

4airan oralit' $ntuk anak berumur I( tahun ' berikan )0"100 ml tiap kali *A*

$ntuk anak ( tahun atau lebih ' berikan 100"(00 ml tiap *A*. *eri tablet =inc Pada anak berumur ( bulan ke atas, beri tablet =ink selama 10 hari dengan dosis' $murI, bulan' J tablet 510 mg8 per hari $murD, bulan' 1 tablet 5(0 mg8 per hari Aanjutkan pemberian makan;A ! %apan harus kembali /. Dia%! a&'t )!n0an )!*i)%a+i %in0an +!)an0 ,%!n-ana P!n01/atan B. @umlah larutan oralit yang harus diminum selama 3 jam pertama adalah -) ml; kg**. Dapat juga diberikan berdasarkan umur , bila berat badan tidak diketahui ' $mur I 1 tahun $mur 1") tahun $mur D ) tahun De1asa ' 300 cc ' ,00 cc ' 1(00 cc ' (#00 cc

etelah 3 jam nilai lagi keadaan anak dengan menggunakan bagan penilaian kemudian pilih rencana A, *, atau 4 untuk melanjutkan pengobatan1,(. -. Dia%! )!n0an )!*i)%a+i /!%at ,R!n-ana P!n01/atan #. $mur I 1 tahun D 1 tahun 30 ml; kg** 1 jam pertama J jam pertama -0 ml; kg** ) jam berikutnya ( J jam berikutnya

>ilai kembali pemberian tiap jam, bila rehidrasi belum membaik, tetesan !.9. dapat dipercepat. @uga berikan Fralit ) ml; kg**; jam bila penderita bisa minum elah , jam pada bayi atau 3 jam pada anak lebih besar, lakukan evaluasi, pilih rencana terapi yang sesuai yaitu' pengobatan diare dengan dehidrasi ringan" sedang atau pengobatan diare tanpa dehidrasi.1,( K. KEGAGALAN UPA2A RE3IDRASI ORAL

%egagalan upaya rehidrasi oral dapat terjadi pada keadaan tertentu misalnya pengeluaran tinja cair yang sering dengan volume banyak, muntah yang menetap, tidak dapat minum, kembung dan ileus paralitik, serta malabsorbsi glukosa. Pada keadaan"keadaan tersebut mungkin penderita harus diberikan cairan intravena. %ejang Pada anak yang mengalami dehidrasi, 1alaupun tidak selalu, dapat terjadi kejang sebelum atau selama pengobatan rehidrasi. %ejang tersebut daat disebabkan oleh karena' hipoglikemi, kebanyakan terjadi pada bayi atau anak yang gi=inya buruk, hiperpireksia, kejang terjadi bila panas tinggi, misalnya melebihi #004, hipernatremi atau hiponatremi.

BAB II ILUSTRASI KASUS I)!ntita+ (a+i!n >ama $mur @enis kelamin uku bangsa Alamat ' 33 ' 1 ,;1( Tahun ' Aaki"laki ' &inang ' *andar Purus nomor 3, padang

A""1ana4n!+i+ ,)i/!%i&an 1"!* I/' &an)'n0. eorang anak laki"laki berumur 1 ,;1( tahun dira1at di *angsal Anak 3 Dr. &. Djamil Padang sejak tanggal 1. 6ebruari (011, dengan '

10

K!"'*an Uta4a 5 %ejang 3 jam yang lalu Ri6a7at P!n7a&it S!&a%an0 Demam sejak 1 hari yang lalu, tinggi, terus menerus, tidak berkeringat, tidak menggigil *erak"berak encer sejak 1. jam yang lalu, frekuensi 10"1) C, jumlah E ( sdm"1;# gelas;kali, berlendir, tidak berdarah %ejang 3 jam yang lalu, frekuensi 1 C, lama kejang E) menit, kejang seluruh tubuh dengan mata melihat ke atas, kejang berhenti setelah diberi obat kejang Anak sadar setelah kejang, ini merupakan kejang pertama kali &ual muntah tidak ada Anak mendapat A ! dari lahir sampai usia 1 tahun # bulan, kemudian diberi susu formula dari usia 1 tahun # bulan, sampai sekarang, frekuensi (C;hari, jumlah E100 cc 3i1ayat ganti susu formula tidak ada Anak masih mau makan dan minum, oralit belum dicoba *atuk pilek tidak ada, sesak nafas tidak ada 3i1ayat trauma kepala tidak ada *erat badan terakhir / %g, ditimbang di Posyandu ( bulan yang lalu *uang air kecil, jumlah berkurang, 1arna lebih pekat, terakhir ( jam yang lalu Anak telah diba1a berobat ke p.A diberi tesolid suppos ) mg, dan dilanjutkan untuk dira1at di 3 $P &.Djamil dengan keterangan kejang demam simpleks dan diare akut dehidrasi ringan"sedang Ri6a7at P!n7a&it Da*'"' 5 Tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya. Ri6a7at P!n7a&it K!"'a%0a 5 Tidak ada anggota keluarga yang menderita berak"berak encer Tidak ada anggota keluarga yang menderita kejang dengan atau tanpa demam

11

Ri6a7at K!*a4i"an 5 elama hamil !bu tidak pernah menderita penyakit yang berat, kontrol teratur ke *idan, suntikan TT (kali, hamil cukup bulan. Ri6a7at K!"a*i%an 5 Aahir spontan ditolong oleh *idan, cukup bulan, **A ()00 gram, Panjang badan lahir #. cm, saat lahir langsung menangis kuat Ri6a7at Ma&anan )an Min'4an 5 A ! PA ! *uah biskuit *ubur susu >asi Tim ' dari lahir sampai 1 tahun # bulan ' dari 1 tahun # bulan sampai sekarang ' , bulan K sekarang ' # bulan K sekarang 53C 3"# sdm;hari8 ' , bulan K sekarang 53C 3"# sdm;hari8

%< A> makanan dan minuman ' kuantitas cukup, kualitas cukup Ri6a7at I4'ni+a+i 5 *4+ DPT Polio :epatitis * 4ampak ' 0 bulan 5scar ?8 ' (,3,dan # bulan ' 0,( dan 3 bulan ' 1,(, dan , bulan ' / bulan

%< A> ' !munisasi Dasar lengkap dengan *idan

Ri6a7at S1+ia" E&1n14i 5 " Anak ke"3 dari 3 bersaudara, lahir spontan, di tolong bidan, cukup bulan, **A (000 gr, P* #. cm, langsung menangis " 3i1ayat imunisasi dasar lengkap sesuai umur " 3i1ayat pertumbuhan normal, perkembangan normal ":igiene dan santasi lingkungan cukup " Ayah umur 3) tahun, pendidikan &A, supir " !bu umur (/ tahun, pendidikan &A, ibu rumah tangga. " Penghasilan dalam keluarga 3p. )00.000 ; bulan

1(

Ri6a7at P!%'4a*an )an Lin0&'n0an 5 Tinggal di rumah permanen, sumber air minum dari PA&, pekarangan ada, buang air besar di B4 dalam rumah, sampah dibuang di tempat pembuangan dan dibakar. %< A> ' higiene dan sanitasi cukup Ri6a7at P!%t'4/'*an )an P!%&!4/an0an 5 Pertumbuhan fisik Perkembangan mental +igi pertama ' , bulan !sap jempol ' tidak ada Terta1a ' ) bulan +igit kuku ' tidak ada &iring ' , bulan >gompol ' tidak ada Tengkurap ' , bulan Aktif sekali ' tidak ada Duduk ' - bulan Apati ' tidak ada &erangkak ' . bulan &embangkang ' tidak ada *erdiri ' . bulan %etakutan ' tidak ada %< A> ' Pertumbuhan fisik dan perkembangan mental normal

B. PEMERIKSAAN FISIK K!a)aan U4'4 K!+a)a%an T!&anan )a%a* F%!&'!n+i Na)i F%!&'!n+i Nafa+ S'*' B!%at Ba)an Tin00i Ba)an $dema tidak ada Anemis tidak ada !kterus tidak ada Stat'+ Gi8i '5&enurut P")0 standar >4: 8 **;$ ' -3,0#2 T*;$ ' 1002 **;T*' -)2 %< A> ' tatus gi=i %urang ' tampak sakit sedang ' sadar ' /0;,0 mm:g ' 1#0 C;menit ' 30C;menit ' 3-,.o4 ' .,# %g ' .( cm *erat badan terehidrasi 7 .,.# %g

13

KGB K'"it K!(a"a

tidak teraba pembesaran %+* teraba hangat, sianosis 5"8, ikterik 5"8, Pucat 5"8, turgor kurang bentuk bulat simetris, rambut hitam tak mudah dicabut, lingkaran kepala #, cm 5>ormal menurut standar >ellhauss8, $$* telah menutup. cekung, air mata 5?8 sedikit, konjungtiva anemis, sklera tak ikterik, pupil isokor, 3efleks cahaya ?;? > , diafemeter ( mm;( mm Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan &ukosa mulut dan bibir basah, oral trush tidak ada T1 K T1 , tidak hiperemis Tidak :iperemis %aku kuduk 5"8, %+* tak membesar, @9P sukar dinilai 5 !nspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi ' normochest,simetris kiri 7 kanan ' fremitus kiri 7 kanan ' sonor ' vesikuler, ronki 5"8, 1hee=ing 5"8, lendir 5"8 ' iktus tidak terlihat ' iktus teraba 1 jari medial A&4 3!4 9 ' batas jantung normal ' bunyi jantung murni, irama teratur, bising 5"8

Mata T!"in0a 3i)'n0 M'"'t T1n+i" Fa%in0 L!*!% Da)a Pa%'

Jant'n0 !nspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi A/)14!n !nspeksi Palpasi Perkusi 5 ' tidak membuncit, distensi tidak ada ' supel, hepar dan lien tidak teraba, turgor kembali lambat ' timpani

Auskultasi ' bising usus 5?8 >ormal P'n00'n0 ' tidak ada kelainan

A"at &!"a4in ' tidak ada kelainan Stat'+ P'/!%ta+ ' A1P1+1 An'+ ' 4olok dubur tidak dilakukan <ritema natum tidak ada

1#

E&+t%!4ita+ ' akral hangat, refilling kapiler baik,udema 5"8, sianosis 5"8, 36 ?;?, 3P ";", tanda rangasangan meningeal ";" #. PEMERIKSAAN LABORATORIUM 1. Da%a* " :b " leukosit " hitung jenis " trombosit "<ritrosit " :t 2. U%in " makroskopis " mikroskopis 3. F!+!+ " makroskopis " mikroskopis 3etikulosit ' ) 0;00 &49 7 :t;eritrosit C 10 fl 7 3#;#,3# C 1002 7 -.,3# fl 5-,"/,8 &4: 7 :b ; eritosit C 10 pL 7 10,-;#,3# C 10027(#,,) 5(-"3(8 &chc7 hb;ht C 100 2 7 10,-;#,3# C 1002731,#-2 53("3-8 % anemia mikrositik hipokrom 4. E"!&t%1"it " %alsium " >atrium " %alium " %lorida serum ' /,/ mg;dl ' 11# mmol;A ' 3,. mmol;A ' /- mmol;A ' 1arna kuning, encer, ph netral, lendir 5"8, darah 5"8 ' leukosit 5"8, eritrosit5"8 ' 1arna kuning tua, kekeruhan 5"8 ' albumin 5"8,reduksi 5"8, sedimen 5"8 edimen ' Aeukosit 1"(;AP*, eritrosit 0"1;AP* ' 10,- gr 2 ' 13.#00 ;mm3 ' 0;0;,;)#;(/;11 ' 30/.000 ;mm3 ' #,3#2 ' 3#2

D. DIAGNOSIS KERJA 1. Diare akut dehidrasi ringan"sedang ec suspect bakteri (. %ejang demam simpleks dd gangguan elektrolit

1)

3. Anemia mikrositik hipokrom ec. usp defisiensi 6e #. +i=i kurang ). :iponatremi E. DIAGNOSIS BANDING 1. Diare akut dehidrasi ringan"sedang ec rotavirus (. +angguan elektrolit

F. TERAPI 1. !96D (A (00 ml;%g**;(# jam

1,.0 ml;(# jam ' 1. tts;mnt 5makro8


(. !ndoralit 100 ml ; *A* encer 3. &AT .00 %kal #. Dia=epam # C 1 mg 5p.o8 ). Paracetamol # C 100 mg ,. Hinkid 1 C (0 mg -. Aacto * ( C 1 sachet .. 4eftriaCon 1C #00 mg /. %oreksi natrium :asil labor >a' 11# mmol;A %esan' :iponatremia %oreksi natrium %ebutuhan 51()"11#8C0,,C.,# kg 7((#,# mg ementara pasien mendapat !96D (A (00 ml;kg**;hr71,.0 cc;hr71. tts;i makro Dalam 1000 ml (A terdapat 1)# mg >a @umlah dalam 1,.0 cc (A terdapat ().,- mg 5tercukupi dengan pemberian (A selama (# jam8 %7 3,. mmol;l Dalam batas normal

1,

4l /- mmol;l Dalam bts norml 4a ' /,/ mg dl Dalam bts normal F1""16 U( Pa0i9 1: F!/%'a%i 2;11 ; " Demam ada, tidak tinggi " %ejang tidak ada " *erak encer 1C, E) sdm, darah 5"8, lendir 5"8,muntah 5"8 " !ndoralit habis E1)0 ml F; "%$ 7 sakit sedang, %es 7 sadar, >adi 7 11,C;mnt, >afas 7 (.C;mnt, uhu 7 3-o4, ** 7 .,# %g. $$* &ata ' telah menutup ' tidak cekung, airmata ada, konjungtiva 5tidak anemis8, klera 5tidak ikterik8 Thorak' cor dan pulmo dlm batas narmal Abdomen ' Dalam batas normal <kstensor ' akral hangat, refilling kapiler baik k; hemodinamika stabil *erat badan .,# kg %esan ' perbaikan rehidrasi belum tercapai Terapi !96D (A (00 ml;%g**;(# jam

1,.0 ml;(# jam ' 1. tts;mnt 5makro8


!ndoralit 100 ml ; *A* encer &AT .00 %kal Dia=epam # C 1 mg 5p.o8 Paracetamol # C 100 mg Hinkid 1 C (0 mg Aacto * ( C 1 sachet 4eftriaCon 1C #00 mg

1-

3encana ' 4ek elektrolit ulang Pemeriksaan Tibc dan rotavirus 5pasien menolak dengan alasan biaya8 P'&'" 13.5; <IB 'Pasien pulang atas permintaan sendiri

BAB III DISKUSI Telah dilaporkan sebuah kasus seorang pasien anak laki"laki berumur 1. bulan dengan diagnosis Diare akut dehidrasi ringa"sedang dengan kejang demam simpleks, hiponatremi dan anemia mikrositik hipokrom. Diagnosis tersebut ditegakkan berdasarkan anamnesis adanya berak"berak encer 1. jam sebelum masuk 3 , frekuensi 1)C, jumlahnya E ( sdm"1;# gelas;kali, lendir tidak ada, darah tidak ada. Dari pemeriksaan fisik ditemukan adanya suhu yang tinggi yaitu 3-,.o4, , mata yang cekung dan turgor kulit kembali lambat. Dari pemeriksaan laboratorium ditemukan pemeriksaan darah, urin dan feses rutin dalam batas normal kecuali adanya peningkatan leukosit, kemungkinan besar diare pada anak ini disebabkan oleh bakteri. Pada pasien ini terdapat dehidrasi sedang dengan intake sulit sehingga dira1at dengan rencana pengobatan * atau sesuai dengan P3FTAP bagian !%A 6%" $>A>D. !bu dianjurkan terus memberikan makanan dan sesuai dengan kebutuhan anak dalam rangka usaha untuk tetap memberikan makan. dan makanan yang bergi=i. etelah pulang orang tua disarankan untuk tetap meningkatkan dan menjaga kebersihan

1.

DAFTAR PUSTAKA 1. @uffrie &ohammad,dkk. +astroenterologi"hepatologi jilid 1, @akarta, !DA!,(010' .-"11/. (. Tim Adaptasi !ndonesia. Pelayanan %esehatan anak di 3umah @akarta, B:F, (00.' 13("1#( 3. http';;repository.usu.ac.id;bitstream;1(3#),-./;33..;1;penydalamumar#.p df akit,

1/

(0