Anda di halaman 1dari 13

Mata Kuliah Topik Sub Topik

: Keterampilan Dasar Praktik Klinik : Konsep Dasar Pemberian Obat : 1. Persiapan Pemberian Obat 2. Perhitungan berat dan Dosis Obat 3. Penggunaan Unit Dosis Obat . Pen!egahan "n#ur$ Obat

%aktu Dosen Tanpa melihat hand out:

: 12& menit :

O'()KT"* P)+",-KU S"S%-: 1. Menjelaskan persiapan pemberian obat 2. Menjelaskan perhitungan berat & dosis obat 3. Menjelaskan penggunaan unit dosis obat 4. Menjelaskan kesalahan dalam pengobatan +e.erensi: Johnson dan Taylor, 2 1!! - 1.+/ $otter daan $erry, 2 !. "uku #jar 0undamental %epera1atan &disi 4. Jakarta.&'( )*nit + ,al. ..1 - 1 +./ "renda 'oodner dan 2inda 3kidmore 4oth, 1..!, $anduan Tindakan %epera1atan %linik $raktis. Jakarta. &'(. ),al. 15. - 162/ ,o1ard (. #nsel, 2 ),al. 4 4 - 4 6/ !. $engantar "entuk 3ediaan 0armasi &disi %eempat. *$. ! "uku #jar $raktik %ebidanan. Jakarta.&'(. )*nit +, ,al

P)/D-0U,U-/

Konsep Dasar Pemberian Obat

$emberian obat yang aman dan akurat merupakan salah satu tugas penting bidan. 7bat adalah alat utama yang digunakan dokter untuk mengobati klien yang memiliki masalah kesehatan. 8alaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat dapat menimbulkan e9ek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan e9ek yang berbahaya bila tidak diberikan. 3elain mengetahui kerja obat tertentu bidan juga harus memahami masalah klien saat ini dan sebelumnya untuk menentukan apakah obat tertentu aman untuk diberikan. $ersiapan dan pemberian obat harus dilakukan dengan akurat oleh bidan. "idan harus memberikan perhatian penuh dalam mempersiapkan obat dan sabaiknya. :an sebaiknya tidak melkukan tugas lain ketika memberikan obat. "idan juga menggunakan lima benar dalam pemberian obat.

U+-"-/ M-T)+"
1. P)+S"-P-/ P)M')+"-/ O'-T 3alah satu tanggung ja1ab bidan adalah memberikan obat. %esalahan dalam perhitungan dan pemberian obat adalah umum, tetapi masalah serius dapat dihindari dengan mengikuti aturan dasar untuk pemberian obat diba1ah ini: Mengetahui kebijakan dan prosedur rumah sakit untuk pemberian obat $eriksa instruksi dokter "a;a masing<masing label tiga kali Tanyakan pada pasien jika memiliki alergi terhadap obat<obat tertentu Jangan biarkan gangguan terjadi sementara sedang menyiapkan obat Jangan berpendapat bah1a bagian 9armasi selalu benar. 3elalu lakukan pemeriksaan ulang. Jangan pernah memberikan obat yang tidak memiliki label "ila masih diragukan jangan men;ampur obat Jangan menuangkan kembali ;airan ke dalam botol 3elalu memeriksa peneng pasien sebelum memberikan obat $eriksa ulang perhitungan obat :osis insulin dan heparin harus selalu diperiksa oleh petugas kesehatan %enali antidot, terutama untuk obat intra=ena %enali kerja, e9ek samping dan reaksi balik dari obat sebelum memberikan obat 3elalu mengetahui 1aktu pemberian yang diharuskan bila memberikan obat<obat intra=ena apapun

Konsep Dasar Pemberian Obat

"ila memastikan instruksi dokter, berbi;aralah hanya dengan dokter yang menuliskan resep obat tersebut. Mengetahui lima hal benar> pasen benar, dosis benar, 1aktu benar, ;ara pemberian yang benar, obat yang benar. ,al lain yang harus juga dipertimbangakan adalah benar untuk menolak.

,ima benar pemberian obat 1. 'enar Obat #pabila obat pertama kali diprogramkan, pera1at membandingkan tiket obat dengan atau 9ormat pen;atatan unit - dosis dengan instruksi yang ditulis dokter. %etika memberikan obat, pera1at membandingkan label 1adah obat dengan 9ormat atau tiket obat. $era1at melakukan ini tiga kali yaitu: 1. 3ebelum memindahkan 1adah obat dari la;i atau lemari, 2. pada saat sejumlah obat yang diprogramkan dipindahkan dari 1adahnya, 3. sebelum mengembalikan 1adah obat ke tempat penyimpanan. :engan dosis tunggal, obat yang sebelumnya sudah dikemas, pera1at memeriksa label pada tiket atau 9ormat obat sebanyak tiga kali 1alaupun obat tersebut belum diambil dari 1adah yang besar, pera1at hanya memberikan obat yang dipersiapkannya. Jika terjadi kesalahan, pera1at yang memberikan obat bertanggung ja1ab terhadap e9ek obat. 2. 'enar Dosis 3istem unit dosis distribusi obat meminimalkan kesalahan karena banyak obat tersedia dalam dosis sesuai. #pabila sebuah obat harus disediakan dari =olume atau kekuatan obat yang lebih besar atau lebih ke;il dari yang dibutuhkan atau jika seorang dokter memprogramkan suatu sistem perhitungan obat yang berbeda dari yang disediakan oleh ahli 9armasi, risiko kesalahan meningkat. $ada situasi ini bidan harus memeriksa perhitungan dosis yang dilakukan pera1at lain. (ontoh: beberapa institusi memerlukan dua orang pera1at untuk memeriksa dosis seluruh insulin dan atikoagulasi. 3etelah menghitung dosis menyiapkan obat dengan menggunakan alat perhitungan standar. (ontoh : banyak obat ;air untuk anak dilengkapi alat tetes. 'elas ukur, spuit dan sendok yang diran;ang khusus dapat digunakan untuk menghitung obat dengan akurat. :i rumah klien sebaiknya melakukan perhitungan dengan menggunakan sendok yang biasanya digunakan didapur dari pada sendok teh dan sendok makan datar yang =olumenya ber=ariasi. *ntuk membelah tablet berbentuk biji )s;ored tablet/, pera1at harus yakin bah1a potongan tersebut harus rata. 3ebuah tablet dapat dibagi dua dengan menggunakan sisi pisau atau dengan membungkus tablet dengan tisu kemudian membelahnya dengan jari.

Konsep Dasar Pemberian Obat

3etiap tablet yang tidak terbelah rata dibuang. 3etelah obat dibelah, pera1at dapat memberikan kedua bagian obat berurutan, namun hanya jika bagian obat telah kembali dikemas dan diberi label. 3eringkali serorang pera1at menyiapkan tablet dengan menghan;urkannya dalam sebuah alat penghan;ur khusus, sehingga obat dapat di;ampur dalam makanan. ,al ini harus dilakukan jika klien sulit menelan dan injeksi tidak diperlukan atau tidak diinginkan. #lat penghan;ur harus selalu dibersihkan se;ara keseluruhan sebelum tablet dihan;urkan. 3isa obat yang dihan;urkan terlebih dahulu dapat meningkatkan konsentrasi obat atau menyebabkan klien menerima sebagian obat yang tidak diresepkan. 7bat yang dihan;urkan harus di;ampurkan dengan air atau makan dalam jumlah yang sangat sedikit. $era1at harus membuat penilaian akurat tentang pilihan jel atau sirup ;oklat atau es krim, yang harus bebas dari gula untuk pasien diabetik. 3. 'enar Klien 2angkah penting dalam pemberian obat dengan aman adalah menyakinkan bah1a obat tersebut diberikan pada klien yang benar. $era1at yang bekerja dirumah sakit atau lingkungan pera1atan lain sering bertanggung ja1ab untuk memberikan obat pada banyak klien. %lien sering mempunyai nama akhir yang serupa dan ini menyulitkan untuk mengingat setiap nama dan 1ajah, khususnya bila pera1at bebas tugas sebelumnya selama beberapa hari. *ntuk mengidenti9ikasi klien dengan tepat, pera1at memeriksa kartu, 9ormat atau laporan pemberian obat yang di;o;okan dengan gelang identi9ikasi klien dan memeriksa klien menyebutkan namanya. #pabila sebuah gelang identi9ikasi kotor atau tidak dapat diba;a pera1at harus menggantikannya dengan yang baru. %etika menanyakan nama klien, pera1at sebaiknya tidak menyebutkan suatu nama dan berasumsi bah1a respon klien menunjukkan bah1a klien adalah orang yang benar. 3ebaliknya, pera1at sebaiknya meminta klien menyebutkan nama lengkapnya. ,al ini sangat penting bahkan jika pera1at telah mera1at klien selama beberapa hari. 3upaya klien tidak merasa nyaman, pera1at dapat mengatakan bah1a dalam memberikan obat se;ara rutin ia perlu mengidenti9ikai nama klien. %lien menggunakan obat se;ara mandiri di rumah harus diperingatkan untuk tidak memberi obatnya kepada anggota keluarga atau teman. 3ebelum seseorang menggunakan resep untuk orang lain, sebaiknya konsultasikan hal tersebut kepada seorang dokter karena obat yang aman untuk seseorang dapat berbahaya untuk orang lain.

Konsep Dasar Pemberian Obat

. 'enar +ute #pabila sebuah instruksi obat tidak menerangkan rute pemberian obat, pera1at mengkonsultasikannya kepada dokter. :emikian juga, bila rute pemberian obat bukan ;ara yang direkomendasikan, pera1at harus segera mengingatkan dokter. 3aat melakukan injeksi, rute yang benar sangat penting. Juga sangat penting untuk menyiapkan injeksi hanya dari preparat yang ditetapkan untuk menggunakan parenteral. Menginjeksi ;airan yang diran;ang untuk penggunaan oral dapat menimbulkan komplikasi, misalnya abses steril atau in9eksi sistemik yang 9atal. $erusahaan obat memberikan label ?hanya untuk injeksi? pada obat<obat parental. 4ute 7ral $emberian peroral: obat yang diberikan melalui mulut dan ditelan. %erja obat oral lebih lambat dan e9eknya lama yaitu 3 - 4! menit sebelum diabsorbsi dan e9ek pun;aknya di;apai setelah 1 sampai 1@ jam. $emberian sublingual: obat yang diran;ang supaya setelah diletakkan di ba1ah lidah dan kemudian larut mudah diabsorpsi. 7bat ini tidak boleh ditelan karena e9ek yang diharapkan tidak ter;apai. 7bat ini bereaksi dalam satu menit dan pasien dapat merasakan e9eknya dalam tiga menit. $emberian bukal: obat diberikan dengan menempatkan obat padat di membrane mukosa pipi sampai larut. 4ute $arental $emberian obat dengan mengin9eksi ke dalam jaringan tubuh dengan menggunakan peralatan seperti supit, jarum, =ial dan ampul> meliputi 3ub kutan )3(/ injeksi kedalam jaringan tepat diba1ah lapisan dermis kulit. #rea yang digunakan yaitu lengan atas bagian luar, paha bagian depan, perut, area s;apula, =entrogluteal dan dorsogluteal, jenis obat yang digunakan adalah =aksin, obat pre operasi, narkotik, insulin, heparin. Antradermal )A:/> injeksi ke dalam dermis tepat di ba1ah epidermis. (ara ini laBim digunakan untuk tes tuber;ulin dan tes untuk mengetahui reaksi alergi terhadap obat<obat tertentu serta =aksnasi. #rea yang digunakan yaitu lengan bagian dalam, dada bagian atas dan punggung pada daerah s;apula. Antramus;ular )AM/> injeksi kedalam otot tubuh. #rea yang digunakan yaitu deltoid, dorsogleteal, =entrogluteal, =astus lateralis dan rektus 9emoralis. $ada saat menginjeksi, posisi jarum diatur pada posisi tegak lurus . . Antra=ena )C/> injeksi kedalam =ena.

Konsep Dasar Pemberian Obat

$emberian 7bat ;anggih lainnya seperti: &pidural : obat yang diberikan ke dalam ruang epidural =ia kateter yang telah dipasang oleh pera1at anastesi. Antratekal : obat yang diberikan melalui sebuah kateter yang dipasang ke dalam sebuah subaraknoid atau ke dalam salah satu bentrikel otak. Antraoseosa : obat yang dimasukkan ke dalam sumsum tulang Antraperitoneal : obat yang diberikan ke dalam rongga peritoneum Antrapleura : obat yang dimasukkan melalui dinding dada langsung ke dalam ruang pleura Antraarteri : obat yang dimasukkan langsung ke dalam arteri. Metode lain yang dapat dilakukan oleh dokter yaitu intrakardiak : obat yang langsung ke dalam jantung dan intraartikular )injeksi obat ke dalam sendi/. 7bat suntik dibagi dalam lima jenis yang se;ara umum dide9inisikan sebagai berikut: 1. 7bat larutan atau emulsi yang sesuai untuk obat suntik, memakai judul ?DDDDDDDDDDDAnje;tion?. (ontoh : insulin inje;tion. 2. "ubuk kering atau larutan pekat, tidak mengandung dapar, pengen;er atau tambahan lain dan bila ditambah pelarut lain yang sesuai dengan memberikan larutan yang memenuhi semua aspek persyaratan untuk obat suntik dan ini dibedakan dengan judul : ?steril DDDDDD? );ontoh 3teril #pmpi;ilin 3odium/ 3. 3ediaan<sediaan seperti yang dijelaskan pada nomor 2 ke;uali bah1a mereka mengandung satu atau lebih dapar, pengen;er atau Bat penambah lainnya dan dibedakan dengan judul berbentuk ?DDDDDDDD 9or inje;tion?. );ontoh : Methi;iln 3odium 9or Anje;tion/ 4. $adatan yang disuspensikan dalam media ;air yang sesuai dan tidak untuk disuntikkan intra=ena atau ke dalam ruang spinal, dibedakan dengan judul berbentuk ?steril DDDDDDDD suspension?. );ontoh : 3teril ;ortisol 3uspention/ !. padatan kering yang bila ditambahkan pemba1a yang sesuai menghasilkan sediaan yang memenuhi semua aspek persyaratan untuk steril suspension dan yang dibedakan dengan judul berbentuk ?steril DDDDDDDD 9or suspention? )3terill #mpi;iln 9or suspention/ $emberian Topikal

Konsep Dasar Pemberian Obat

$emberian obat melalui kulit dan membran mukosa, seperti mengoleskan obat suatu daerah kulit, mamasang balutan lembab, meredam bagian tubuh dalam larutan dan dalam bentuk irigasi baik mata, telinga, hidung, =agina, maupun rektum. $emberian obat kulit )dermatologis/ : obat diberikan pada kulit dengan ;ara digosokan, ditepukan, disemprotkan, dioleskan dan ionto9oresis )pemberian obat oada kulit dengan listrik/ Arigasi dan instilasi mata : tindakan pen;u;ian kantung konjungti=a mata. 7bat mata biasanya berbentuk ;airan dan obat salep mata. Anstilasi hidung : obat yang diberikan melalui tetesan hidung dengan maksud menimbulkan astigent e9ek yang merupakan e9ek obat dalam mengkerutkan selaput lendir yang bengkak Arigasi dan intilasi =agina : Arigasi : suatu prosedur membersihkan =agina dengan aliran air yang pelan. Tujuannya yaitu memasukkan larutan antimikroba guna men;egah tumbuhnya mikroorganisme penyebab in9eksi, mengeluarkan kotoran dalam =agina dan men;egah pendarahan dan mengurangi peradangan. Anstilasi =agina : memasukan obat melalui =agina yang dikemas dalam ;ream, jelly, 9oam, supositoria. $emberian obat per rektal da supositoria : obat dimasukan ke dalam rektum. 7bat dalam bentuk ;airan yang diberikan per rektal sering disebut enema. 7bat dalam bentuk kapsul besar dean panjang disebut supositoria. %euntungan penggunaan supositoria yaitu tidak menyebabkan iritas pada saluran pen;ernaan bagian atas, pada obat tertentu dan diarbsorpsi baik malalui permukaan rektum. Anhalasi : obat yang diberikan melalui saluran na9as. Anhalasi nasal : obat inhalasi melalui hidung dengan menggunakan alat yang menghantar obat seperti semprotan 9enile9rin. Anhalasi oral : obat yang diberikan menggunakan inhaler yang dipegang ditangan klien, disebarkan melalui semprotan aerosol, uap atau bubuk masuk kesaluran udara di paru. Anhalasi endotrakea atau trakea : obat yang diberikan melalui selang yang ditempatkan ke dalam trakea klien. Antraokuler : obat yang diberikan dengan menginsersi obat dalam bentuk ;akram, mirip lensa kontak ke dalam mata klien. 'enar %aktu

Konsep Dasar Pemberian Obat

$era1at harus mengetahui alasan sebuah obat diprogramkan untuk 1aktu tertentu dalam satu hari dan apakah jadual tersebut dapat diubah. (ontoh diprogramkan 2 obat, setiap 6 jam dan yang lain 3E sehari. %edua obat diberikan 3 kali dalam 24 jam. Tujuan dokter memberikan obat ini adalah mempertahankan kadar terapeutik obat. $erbedaannya obat tidak diberikan selama klien terjaga. #pabila seorang pera1at bertanggung ja1ab memberikan beberapa obat maka obat yang harus bekerja pada 1aktu<1aktu tertentu harus diprioritaskan. "eberapa obat memerlukan penilaian klinis pera1at dalam menentukan 1aktu pemberian yang tepat. 7bat tidurpun harus diberikan pada klien menjelang tidur. "anyak klien yang memilih tidur lebih a1al daripada yang biasa mereka lakukan di rumah. Famun, jika pera1at menyadari bah1a sebuah prosedur dapat menggangu tidur klien sebaiknya pemberian obat ditunda sampai suatu 1aktu dimana klien dapat memperoleh man9aat optimal obat. :irumah klien harus mengkonsumsi beberapa obat dalam beberapa hari. $era1at membantu klien dalam membuat jadual berdasarkan inter=al obat yang dipilih dan jadual harian klien. Misalnya, obat yang diberikan pada jam makan dapat dengan mudah disesuaikan dengan pilihan klien. *ntuk klien yang sulit mengingat 1aktu minum obat, pera1at dapat membuat bagan yang memuat da9tar 1aktu pemberian setiap obat. "a;a masing<masing label tiga kali Tanyakan pada pasien jika memiliki alergi terhadap obat<obatan tertentu Jangan biarkan gangguan terjadi sementara sedang menyiapkan obat Jangan berpendapat bah1a bagian 9armasi selalu benar. 3elalu lakukan pemeriksaan ulang. Jangan pernah memberikan obat yang tidak memiliki label "ila masih diragukan jangan men;ampur obat Jangan menuangkan kembali ;airan kedalam botol 3elalu memeriksa peneng pasien sebelum memberikan obat $eriksa ulang perhitungan obat :osis insulin dan heparin harus selalu diperiksa oleh pera1at kedua. $eriksa $TT sebelum memberikan heparin %enali antidot, terutama untuk obat intra=ena %enali kerja, e9ek samping dan reaksi balik dari obat sebelum memberikan obat

Konsep Dasar Pemberian Obat

3elalu mengetahui 1aktu pemberian yang diharuskan bila memberikan obat<obat intra=ena apapun "ila memastikan instruksi dokter, berbi;aralah hanya dengan dokter yang menuliskan resep obat tersebut.

2. P)+0"TU/1-/ ')+-T 2 DOS"S O'-T %etepatan pemberian obat tergantung dari kemampuan bidan dalam menghitung dosis obat dengan akurat dan mengukur obat dengan benar. 3istem perhitungan dan pengukuran obat yang laBim dipergunakan adalah sistem metrik, sistem apotthe;ary, ukuran rumah tangga, dan larutan. 2.1. P)+0"TU/1-/ ')+-T Sistem metrik 3istem ini di;iptakan di negara peran;is pada akhir abad ke 16 dan kemudian dipakai se;ara meluas di negara &ropa, #merika dan %anada. *nit metrik dapat dengan mudah dikon=ersikan dan dihitung melalui perkalian dan pembagian sederhana. 3etiap satuan dasar perhitungan disusun ke dalam unit<unit 1 . mengalikan atau membagi 1 membentuk unit<unit sekunder. $ada perkalian, angka desimal berpindah ke kanan, pada pembagian, angka de;imal berpindah ke kiri. (ontoh : 1 , mg E 1 G 1 1 , mg : 1 G 1, mg mg

3atuan dasar perhitungan pada sistem metrik antara lain meter )panjang/, liter )=olume/ dan gram )berat/. $ada sistem metrik, huru9 besar dan ke;il digunakan untuk menandai satuan<satuan utama );ontoh gram G g atau 'm>m liter G 2 atau l/. ,uru9 ke;il merupakan singkatan untuk subbagian satuan utama );ontoh: miligram G mg, mililiterGml/ Sistem Apothechary 3istem yang sudah dikenal oleh orang amerika serikat dan kanada terutama untuk menyatakan obat<obatan yang sejak lama dikeluarkan. 3atuan dasar berat adalah grain )satuan berat di Anggris/ satuan berat yang merupakan turunan grain adalah dram, ons, pound. 3atuan untuk =olume ;airan adalah minim. $ada sistem apothe;ary, huru9 ke;il atau symbol berikut digunakan untuk satuan ukuran : grain G gr, ons G oB. Sistem takaran rumah tangga

Konsep Dasar Pemberian Obat

*kuran rumah tangga meliputi tetesan, sendok teh, dan ;angkir );ups/ untuk olume dan oun;e serta pound untuk berat. %euntungan dari sistem ini yaitu aspek kenyamanan dan mudah dikenali sedangkan kerugiannya yaitu ketidakakuratannya. Larutan 2arutan adalah suatu massa Bat padat yang larut dalam suatu =olume ;airan lain yang diketahui. Jumlah larutan biasanya dalam satuan ;; dimana 1 ;; setara dengan 1g. 2arutan yang dibuat dari ;ampuran suatu bahan dengan suatu ;airan dinyatakan dalam prosentase. (ontoh: 1!H larutan sabun G 1! gm sabun dilarutkan dalam 1 2.2. P)+0"TU/1-/ DOS"S O'-T DOSIS TERAPEUTIK Merupakan dosis yang mempunyai e9ek yang diharapkan yang merupakan alasan suatu obat diberikan. :osis terpeutik dapat dinyatakan sebagai dosis minimal )dosis paling ke;il yang memberikan e9ek medis/, dosis maksimal )dosis paling besar yang memberikan e9ek medis/, dosis optimal )dosis yang ;ukup tepat memberikan e9ek medis/. DOSIS TOKSIS Merupakan dosis yang menimbulkan kera;unan, dapat dikarenakan o=er dosis, menelan obat luar atau menumpuknya obat dalam darah akibat gangguan metabolime dan ekskresi. DOSIS LETAL Merupakan dosis yang dapat menyebabkan kematian PERHITUN AN SEDERHANA :alam perhitungan dosis dapat dipergunakan rumus sederhana. 4umus berikut dapat dipergunakan ketika mempersiapkan obat dalam bentuk padat atau ;air: ;; ;airan.

Jumlah di programkan Jumlah yang tersedia = Jumlah yang diberikan Jumlah yang tersedia
%eterangan: :osis yang diprogramkan :osis yang tersedia : Jumlah obat murni yang diresepkan dokter untuk klien : "erat atau =olume obat yang tersedia dalam satuan yang di suplai oleh 9armasi

Konsep Dasar Pemberian Obat

Jumlah yang tersedia

: 3atuan besar atau jumlah obat yang mengandung dosis yang tersedia

(ontoh kasus: Anstruksi obat adalah suspensi eritromisin 2! berukuran 1 yang harus diberikan I Ja1ab: mg peroral. 0armasi memberikan botol ml dan pada label tertera ?! ml mengandung 12! mg eritromisin?. "erapa ml

250 5 ml =10 ml, 125


Jadi dibutuhkan 1 ml untuk 2! mg suspensi eritromisin PERHITUN AN DOSIS ANAK 1. ,uas permukaan Tubuh :osis anak ditentukan dengan ;ara membagi luas permukaan tubuh anak dengan luas rata<rata permukaan tubuh orang de1asa )1,5 m2/ dikalikan dosis orang de1asa atau dengan rumus :
"osis anak = !uas ermukaan Tubuh ( m 2 ) dosis orang dewasa 1,7 m 2

(ontoh kasus: 3eorang anak mempunyai berat badan 2+ kg dan tinggi badan + ;m mempunyai luas permukaan tubuh ,3 sehingga dosis anak untuk menyesuaikan dosis de1asa )Misal : ampi;ilin ! Ja1ab: mg/

"osis anak =

0,% 500 mg =##,2$ = ## mg 1,7

2. Usia -nak 4umus yang digunakan yaitu 4umus Joung atau rumus 0ried
'oung = &sia anak "osis "ewasa &sia anak + 12

(ried =

&sia anak dalam bulan "osis "ewasa 150 bulan

Konsep Dasar Pemberian Obat

3. 'erat 'adan 4umus (lark digunakan untuk menghitung dosis anak pada tingkat usia
"osis anak = )erat badan anak (pound) "osis "ewasa 150 bulan

"ila menggunakan satuan kilogram maka berat badan anak ditulis dalam kilogram dan berat rata<rata orang de1asa ditulis +6 %g )1 pound G ,4 kg/ (ontoh kasus: "erapa ;; harus dihisap untuk mendapatkan penisilin 1! . + . unitK ;; unit dari =ial yang tertera

Ja1ab:

Jumlah yang diminta =

150*000 1 cc =0*25 cc +00*000

PERHITUN AN TETESAN IN!US"


Jumlah ml yang akan diin.us - (aktor tetesan ="rop per menit atau ke,epatan aliran Total waktu dalam menit

%eterangan: 0aktor tetesan adalah jumlah tetesan dalam satu mililiter larutan. 0aktor tetesan ditentukan oleh pabrik pembuat tube K kanul dan selalu terdapat pada kemasan masing< masing tube K kanul. 3. P)+0"TU/1-/ U/"T DOS"S O'-T 3istem unit terdiri dari sebuah la;i yang berisi suplai obat 24 jam untuk setiap klien. *nti dosis adalah obat yang diprogramkan, yang klien terima pada 1aktu yang diprogramkan. 3etiap hari, pada 1aktu tertentu, ahli 9armasi mengisi kembali la;i berisi ketersediaan obat baru yang masing<masing dibungkus rapi. %euntungan penggunaan sistem unit dosis yaitu mengurangi jumlah kesalahan obat dan mengamankan langkah penyaluran obat. . M)/3)1-0 K)S-,-0-/ P)M')+"-/ O'-T %esalahan pengobatan adalah suatu kejadian yang dapat membuat klien menerima obat yang salah atau tidak mendapat terapi obat yang tepat. "idan memiliki ke1ajiban etis dan pro9esi untuk melaporkan kesalahan pada dokter dan manajer kepera1atan. :okter dapat memutuskan untuk menetralkan e9ek kesalahan dengan memberikan sebuah antidote ketika obat yang diberikan dalam dosis tinggi yang tidak laBim.

Konsep Dasar Pemberian Obat

$ada ;atatan dalam status klien harus ditulis obat apa yang telah diberikan kepada klien, pemberitahuan kepada dokter, e9ek samping yang klien alami sebagai respon terhadap kesalahan pengobatan dan upaya yang dilakukan untuk menetralkan obat. (ara men;egah kesalahan pemberian obat: "a;a label obat dengan teliti karena banyak produk obat tersedia dalam kotak, 1arna dan bentuk yang sama $ertanyakan pemberian banyak tablet atau =ial untuk dosis tunggal 8aspadai obat<obatan yang bernama sama (ermati angka dibelakang koma $ertanyakan peningkatan dosis yang tiba<tiba berlebih %etia suatu obat baru atau obat yang tidak laBim diprogramkan, konsultasikan kepada sumbernya Jangan beri obat yang diprogramkan dengan nama pendek atau singkatan tidak resmi Jangan berupaya menguraikan dan mengartikan tulisan yang tidak dapat diba;a %enali klien yang memiliki nama akhir sama. Juga minta klien menyebutkan nama lengkapnya. (ermati nama yang tertera pada tanda pengenal (ermati eLui=alen );ontoh: diba;a miligram, padahal mililiter/.

Konsep Dasar Pemberian Obat