Anda di halaman 1dari 23

+

Pemilihan Sumber Informasi dan Ilmu Pengetahuan oleh Sivitas Akademika : antara Perpustakaan Perguruan tinggi dan Sumber Informasi Lain

1. Latar Belakang Sivitas akademika di perguruan tinggi, terutama dosen dan mahasiswa, oleh masyarakat umum dianggap sebagai sebuah kelompok manusia yang memiliki kebutuhan, perhatian dan perlakuan pada ilmu pengetahuan lebih tinggi daripada anggota kelompok masyarakat pada umumnya. Untuk mampu menjalankan peran dan fungsi sesuai tuntutan masyarakat umum, perguruan tinggi harus menciptakan dan menjaga suasana akademik academic atmosphere!, terutama pada proses belajar mengajar, agar semua anggota sivitas akademika selalu terangsang untuk melakukan tindakan"tindakan ilmiah yang produktif bagi kepentingan kemajuan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar tersebut, diperlukan sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang memadai. universitas, Untuk menjamin ketersediaan sumber pengetahuan yang memadai institut maupun sekolah tinggi, memiliki perpustakaan. $i dalam kuantitas dan kualitas sumber!, semua perguruan tinggi di #ndonesia, baik perpustakaan inilah semua sumber informasi dan pengetahuan dikumpulkan, disimpan, dikelola dan disediakan untuk keperluan sivitas akademika. %amun ternyata pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar mengajar serta kegiatan ilmiah lainnya masih sangat rendah. $ari berbagai laporan yang disampaikan oleh para pustakawan dan pengelola perpustakaan perguruan tinggi dalam pertemuan rutin yang diselenggarakan oleh &orum 'erpustakaan 'erguruan (inggi #ndonesia &''(#! pada tingkat pusat maupun daerah, diketahui bahwa pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi oleh sivitas akademika masih sangat rendah. )endahnya pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi oleh sivitas akademika merupakan sebuah masalah besar untuk universitas atau institut atau sekolah tinggi karena dengan tidak memanfaatkan perpustakaan, informasi dan pengetahuan yang digunakan untuk menjalankan tugas dan membuat keputusan akademik bisa saja informasi dan pengetahuan yang keliru dan bukan berasal dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. *aminan pada kualitas dan

kelengkapan informasi dan ilmu pengetahuan yang disediakan oleh perpustakaan perguruan tinggi lebih tinggi daripada sumber di luar karena sumber informasi dan ilmu pengetahuan di perpustakaan merupakan pemilihan yang didasari oleh studi tentang kebutuhan dosen dan mahasiswa melalui observasi, kajian kurikulum dan komponen proses belajar mengajar, oleh itu dapat dipertanggung jawabkan oleh pengelola perpustakaan. 'erpustakaan juga menyediakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang tidak dimiliki sumber lain seperti karya ilmiah dosen dan mahasiswa yang selayaknya menjadi rujukan utama untuk kegiatan ilmiah dan akademik. $ari pengalaman berkecimpung dalam bidang perpustakaan dan dari pengkajian pada diskusi, seminar dan makalah"makalah ilmiah tentang perpustakaan, dapat disebutkan bahwa terdapat dua alasan utama mengapa sivitas akademika sebaiknya memilih perpustakaan. 'ertama, sumber di luar perpustakaan, terutama dalam format cetakan, tidak tersajikan dalam organisasi pengetahuan yang tepat sehingga pengguna sumber harus memilah"milahnya sendiri, sedangkan di perpustakaan semua sumber format cetak dan digital! sudah terklasifikasi sesuai bidang ilmu dan kajian sehingga tidak akan membingungkan mereka yang ingin menemukan sumber yang tepat. Sementara itu sumber yang diakses dari situs jaringan berbasis #nternet tidak memiliki jaminan kebenaran dan ketepatan isi dari siapapun karena #nternet menyimpan apapun yang disimpan dan menyajikan apapun yang diminta tanpa pernah menyeleksi atau menyaring permintaan. ,edua, investasi yang dikeluarkan oleh penyelenggara perguruan tinggi untuk penyediaan dan pengelolaan sumber di perpustakaan cukup besar. (idak digunakannya perpustakaan mengakibatkan investasi yang dikeluarkan tidak termanfaatkan dengan optimal. $ari berbagai kajian, pengamatan dan penelitian, terungkap bahwa terdapat empat faktor yang selalu dinilai rendah oleh pengguna perpustakaan di perguruan tinggi dan kemudian diduga menjadi penyebab rendahnya pemanfaatan perpustakaan, yaitu +! koleksi yang tidak lengkap, -! fasilitas penunjang yang kurang berkualitas, .! pustakawan yang tidak profesional dan /! lokasi perpustakaan yang kurang strategis. $ari fakta ini kemudian seluruh perpustakaan perguruan tinggi di #ndonesia melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dan kuantitas pada empat faktor tersebut, yaitu dengan menambah koleksi, memperbaiki dan melengkapi fasilitas penunjang, meningkatkan profesionalisme

. pustakawan dan membangun perpustakaan di tempat yang lebih strategis agar mudah dijangkau. %amun dari catatan kunjungan dan pemanfaatan fasilitas perpustakaan perguruan tinggi diketahui bahwa walaupun telah banyak dilakukan perbaikan dan perubahan pada empat faktor tersebut, kondisi pemanfaatan perpustakaan masih saja rendah. 0leh karena itu muncul asumsi bahwa faktor penyebab rendahnya pemanfaatan perpustakaan berada pada pihak sivitas akademika yang diduga memanfaatkan sumber informasi dan ilmu pengetahuan selain perpustakaan. Untuk perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana sivitas akademika, yaitu dosen dan mahasiswa, memilih dan memanfaatkan sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan untuk menunjang proses belajar mengajar. $ari hasil telaah pada hasil"hasil penelitian terdahulu, penelitian mengenai perpustakaan dari perspektif sosiologi, terutama tentang mengapa masyarakat memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan di luar perpustakaan, tidak ditemukan. 'enelitian tentang perpustakaan lebih terfokus pada bagaimana tindakan pemanfaatan perpustakaan dan dampaknya pada diri pengguna, seperti yang dilakukan oleh #ndayati tentang &aktor"faktor yang mempengaruhi minat baca mahasiswa di perpustakaan Universitas 1erdeka 1adiun *urnal Sosial, -223!, 1S Shridar tentang Patterns of user-visit, movement and length of stay in a special library : a case study (Banglore, 2009 !, $aryanto mengenai 'emanfaatan 'erpustakaan oleh 'engajar : ,asus di Universitas *endral Soedirman U%S04$! 'urwokerto (esis S- U#!, dan 5emuel 6. 6atson berjudul Ho do students! perceptions of their library usage influence their educational outcomes -22+!. (erdapat juga penelitian yang ditujukan untuk mengenali alasan masyarakat tidak memanfaatkan perpustakaan, yaitu yang dilakukan oleh *avier Stan7iola, 'h.$. berjudul "ttracting library non-users: #hat have penelitian ini lebih berusaha menemukan e learned so far$ -223!. %amun mengapa masyarakat tidak

menggunakan perpustakaan, tidak menemukan gambaran tentang apa yang dipilih mereka untuk memenuhi kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan. *ika ditelaah, penelitian"penelitian tersebut lebih memfokuskan pada relasi perpustakaan dan masyarakat pengguna, bukan pada tindaka masyarakat sendiri dalam memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan, padahal penemuan mengenai bagaimana masyarakat perguruan tinggi, terutama sivitas akademika memilih dan memanfaatkan informasi dan ilmu pengetahuan sangat penting.

/ $engan diketahuinya bagaimana dosen dan mahasiswa memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan selain perpustakaan, dan faktor"faktor pendorong tindakan tersebut, maka akan dapat ditemukan strategi untuk menarik dosen dan mahasiswa kembali memilih perpustakaan sebagai sumber utama dalam memenuhi kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan sebagai pendukung kegiatan proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai tugas dan peran utama sivitas akademika. 2. Rumusan Masalah Penelitian $ari tujuan penelitian yang ingin dicapai melalui penelitian ini maka dirumuskan sebuah masalah yaitu: 8agaimana faktor"faktor yang mempengaruhi sivitas akademika memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan untuk menunjang proses belajar mengajar9 . !u"uan Penelitian 'enelitian ini secara umum ditujukan untuk: +. 1enemukan fakta tentang faktor universitas sebagai struktur dalam mempengaruhi sivitas akademika memilih dan memanfaatkan sumber

informasi dan ilmu pengetahuan untuk menunjang proses belajar mengajar dan melaksanakan (ridharma 'erguruan tinggi. -. 1endapatkan gambaran tentang kaitan faktor pengalaman dan kebiasaan dosen berinteraksi dengan sumber"sumber informasi dan ilmu pengetahuan dengan tindakannya memilih dan memanfaatkan sumber informasi dan ilmu pengetahuan. .. 1emperoleh gambaran tentang kaitan faktor proses belajar mengajar yang diikuti mahasiswa dengan tindakannya memilih dan memanfaatkan sumber informasi dan ilmu pengetahuan. /. 1enemukan upaya"upaya peningkatan pemanfaatan perpustakaan perguruan tinggi oleh sivitas akademika sebagai sumber utama informasi dan ilmu pengetahuan. #. $egunaan Penelitian /.+ ,egunaan (eoritis

: 'enelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada bidang Sosiologi terutama konsep pendorong tindakan pemanfaatan sumber pemenuhan kebutuhan manusia. 'enelitian ini juga diharapkan dapat memperkaya teori"teori dalam pengorganisasian informasi dan layanan perpustakaan. /.- ,egunaan 'raktis $engan diperolehnya gambaran tentang faktor"faktor pendorong sivitas akademika dalam memilih sumber informasi dan pengetahuan diharapkan akan dapat membantu para pengelola perpustakaan dan pembuat kebijakan perguruan tinggi dalam mengembang alternatif layanan perpustakaan sebagai sumber informasi dan pengetahuan.

>

II. $a"ian Pustaka


2.1 Pendahuluan Untuk dapat melakukan penelitian mengenai tindakan pemanfaatan sumber informasi dan ilmu pengetahuan oleh sivitas akademika yaitu dosen dan mahasiswa dalam mendukung kegiatan proses belajar mengajar, diperlukan kajian awal mengenai semua komponen yang terlibat dalam permasalahan penelitian, yaitu dosen dan mahasiswa, universitas, sumber informasi dan pengetahuan, dan tindakan pemanfaatan. ,ajian pada setiap komponen akan dilakukan dengan pendekatan sosiologi, yaitu menjelaskan setiap komponen dari perspektif sosiologi mengacu pada teori, konsep dan pendapat para tokoh sosiologi. Salah satu bidang yang dipandang paling dapat memayungi kajian pemanfaatan sumber informasi dan ilmu pengetahuan adalah Sosiologi 'endidikan, yang dalam 6ikieducator secara umum dinyatakan bahwa: %he sociology of education is the study of ho social institutions and individual e&periences affects education and its outcome' (ducation is )t is concerned ith all forms of education ie formal and informal education systems of modern industrial societies' )t is relatively a ne branch and t o great sociologist *mile +ur,heim and -a& #eber ere the father of sociology of education' *mile +ur,heim!s or, on moral education as a basis for social solidarity is considered the beginning of sociology of education' 6ikieducator, -223! 8erdasarkan bidang sosiologi ini maka tokoh yang dirujuk mulai dari tokoh sosiologi klasik seperti 1a; 6eber dan 4mile $urkheim, dan tokoh sosiologi modern seperti <nthony =iddens dan 'ierre 8ourdieu. 8idang sosiologi lain yang digunakan untuk melingkupi penelitian ini adalah Sosiologi 'engetahuan yang secara bebas dikemukakan dalam 6ikipedia yaitu: %he sociology of ,no ledge as pioneered primarily by the sociologists *mile +ur,heim and -arcel -auss at the end of the .9th and beginning of the 20th centuries' %heir or,s deal directly ith ho conceptual thought, language, and logic could be influenced by the sociological milieu out of hich they arise' #hile neither author specifically coined nor used the term !sociology of ,no ledge!, their or, is an important first contribution to the field 6ikipedia, -2++!. 'enjelasan umum ini kemudian dijadikan dasar untuk menggunakan pemikiran dan teori"teori yang dikemukakan oleh $urkheim, baik teori maupun konsep sosiologi

B pendidikan maupun sosiologi pengetahuan untuk menjelaskan fakta dan fenomena yang ditemukan. ,edua bidang sosiologi ini digunakan karena memiliki kaitan yang sangat erat di mana pengetahuan sebagai modal kehudupan manusia akan terpelihara dan tersebar melalui pendidikan.

2.2 Pendidikan Sebagai Penerus Pengetahuan untuk dan dalam Mas%arakat Seperti telah disampaikan pada uraian pengetahuan dalam pandangan sosiologi, pendidikan adalah sebuah metode untuk membuat pengetahuan tersembunyi menjadi pengetahuan terbuka dan membuat pengetahuan terbuka eksplisit! dapat dimiliki banyak orang. $alam 6ikipedia, para ahli pendidikan menyebutkan bahwa: 'endidikan selalu dilihat sebagai usaha manusia optimistik mendasar yang dikenali dari aspirasi untuk kemajuan dan kesejahteraan. 6ikipedia 8ahasa #ndonesia: http:??www.w..org!. %amun apakah memang pendidikan " terutama pendidikan formal " merupakan sesuatu yang penting, dijelaskan dengan baik oleh <nthony =iddens dengan contoh pendidikan di #nggris. $ia mengatakan bahwa pendidikan semakin sangat penting dalam kehidupan masyarakat lebih ari masa"masa sebelumnya. @al ini menurut =iddens adalah karena pendidikan adalah perangkat peradaban civilising device! dan ekonomi pengetahuan merupakan realitas yang semakin meningkat dimana sekitar 32A dari populasi di #nggris bekerja pada bidang berbasis pengetahuan atau layanan. 0leh karena itu ia berpendapat bahwa sudah menjadi sebuah keharusan untuk kita mengembangkan pendidikan. 8erdasarkan pendapat para sosiolog pendidikan, kebutuhan akan pendidikan sangat tinggi dalam masyarakat di negara maju developed countries! namun tidak demikian dengan kesadaran yang dimiliki oleh masyarakat di negara berkembang developing countries!. $i negara berkembang banyak orang tua yang karena desakan ekonomi lebih memikirkan bagaimana anak"anak bisa mencari uang daripada memikirkan manfaat jangka panjang dari pendidikan. $itambah lagi bukti"bukti berupa rendahnya penerimaan calon mahasiswa oleh universitas yang bagus di negara yang berpenduduk padat. Selanjutnya dikatakan: )n the most of countries, there is uniform, overstructured and infle&ible type of centrali/ed programs especially from a central agency hich is regulates the all aspects of education. 4ducation Sociology " http:??www.sims"independent.co.uk!

3 <kibat dari regulasi yang dibuat oleh satu lembaga pusat, banyak sekali tekanan yang dirasakan oleh siswa berupa banyaknya aktivitas yang berputar kembali ke kegiatan yang sama terutama di tingkat S1< dan sederajat!. $apat disebutkan bahwa kondisi yang segalanya dipusatkan akan memungkinan terhambatnya fungsi pendidikan sebagai penerus pengetahuan dalam masyarakat. Selanjutnya untuk dapat mengelola mahasiswa dalam sistem pendidikan perguruan tinggi yang baik, universitas perlu menyediakan banyak sarana proses belajar mengajar, baik peralatan praktek, laboratorium dan sumber belajar berupa perpustakaan. 2. &osen dan Mahasis'a( Para Agen Pendidikan dalam Struktur )niversitas 2. .1 )niversitas Sebagai Struktur Universitas sebagai sebuah lembaga pendidikan memiliki sistem untuk menjalankan peran dan fungsinya menyelenggarakan program pendidikan. Untuk menjalankan peran dan fungsi tersebut, universitas menggunakan banyak komponen pendukung berupa sumber daya manusia, peraturan, sistem manajemen dan peralatan kerja. Setiap komponen ini, layaknya sebuah sistem besar, saling terhubung satu dengan yang lainnya dan bergerak bekerja bersama untuk mencapai satu tujuan bersama, yaitu menghasilkan sarjana yang memiliki kompetensi sesuai profil dan tujuan universitas. $ari gambaran komponen yang masing"masingnya saling terhubung dan bekerja bersama, maka dari telaah sosiologi, universitas adalah sebuah struktur, terutama dengan menggunakan definisi dan teori struktur yang dikemukakan oleh <nthony =iddens dalam bukunya %he 0onstitution of 1ociety: 2utline of the %heory of 1tructuration, yang menyatakan bahwa: structures are rules and resources (sets of transformation relations3 organi/ed as properties of social systems''4 +C3/, terjemahan -2+2!. Selanjutnya =iddens menjelaskan bahwa aturan"aturan itu merupakan pola yang akan diikuti oleh orang"orang dalam kehidupan sosial. <turan yang dimiliki sebuah universitas juga merupakan pola yang kemudian dikuti oleh semua orang civitas academica! dalam interaksi sosial di kampus atau di luar kampus. (eori struktur =iddens menyebutkan bahwa terdapat tindakan berulang"ulang yang dihambat dan didukung oleh struktur yang sebenarnya juga dibangun dan dibangun ulang oleh tindakan"tindakan tersebut. =iddens juga menyatakan bahwa struktur

C dibentuk oleh adanya aturan rules! dan sumber daya resources! yang mengatur dan disediakan untuk agen. 2. .2 &osen dan Mahasis'a Sebagai Aktor dan $eagenan $alam menjalankan semua tugas dan perannya sesuai aturan rules! universitas, dosen atau mahasiswa tidak bertindak sendiri berdasarkan aturan" aturan itu, tetapi merupakan sebuah kesatuan di mana masing"masing saling mengetahui, melibatkan dan memperhatikan tindakan dosen atau mahasiswa yang lain ketika menjalankan tugas dan perannya di universitas. *ika menggunakan pendapat =iddens dalam bukunya yang sama yang menyebutkan bahwa individu dalam bertindak tidak hanya melibatkan perilaku sendiri tetapi juga perilaku individu"individu lain, aktor juga memonitor aspek"aspek lain, baik sosial maupun fisik, dari konteks"konteks di mana mereka bergerak =iddens, +C3/!, maka dosen dan mahasiswa boleh disebut sebagai aktor. Sebutan dosen dan mahasiswa sebagai aktor sangat tepat terutama jika menggunakan profil aktor yang dikatakan: selalu mempertahankan suatu pemahaman teoritis yang terus menerus tentang landasan"landasan aktivitas mereka, karena itulah yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa sebagai bagian struktur universitas. Semua tindakan $osen dan mahasiswa dalam perannya masing"masing dilakukan dengan sengaja dan dengan tujuan yang telah ditetapkan untuk menghasilkan sesuatu. #ni membuat dosen dan mahasiswa dapat disebutkan menjalankan fungsi keagenan agency!. $alam fungsi keagenan ini dosen dan mahasiswa tidak hanya melakukan apa yang ditentukan oleh universitas sebagai struktur namun juga mampu melakukan tindakan yang mempengaruhi atau bahkan mengubah transforming! universitas di mana mereka menjadi bagiannya. =iddens menyebut konsep ini sebagai pengawasan tindakan reflektif refle&tive monitoring of actions! yaitu kemampuan agen dosen, mahasiswa! menilai efektivitas tindakan ketika sedang berusaha mencapai tujuan 6ikipedia!. $ari pendapat"pendapat ini dapat dibuat sebuah gambaran bahwa sebagai sebuah struktur, universitas menentukan bagaimana anggota struktur yang ada di dalamnya harus bertindak dalam mencapai tujuan universitas yaitu menghasilkan sarjana yang memiliki kompetensi cukup untuk dapat bekerja atau berwiraswasta. Sebagai struktur, universitas menyediakan semua fasilitas sumber daya resources!, mulai dari ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan yang

+2 menyediakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan, semi kelancaran kegiatan proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sementara itu dosen dan mahasiswa sebagai agen dari struktur universitas harus mengikuti semua aturan dan tugas yang diberikan oleh universitas, yaitu menjalankan proses belajar mengajar, penelitian dan pengabdian masyarakat. $engan aturan dan pengendalian tindakan yang dibuat dan diterapkan oleh universitas secara rutin dan berulang"ulang dalam waktu yang lama, maka akan terbentuk sebuah kebiasaan perilaku dan tindakan yang dimiliki dosen dan mahasiswa yang salah satunya adalah selalu menggunakan sumber informasi dan pengetahuan dalam menyampaikan pendapat atau berargumentasi. 2.# Pemanfaatan Informasi dan Ilmu Pengetahuan( Sebuah *abitus Habitus 8ourdieu mengatakan bahwa tindakan sehari"hari manusia, baik dalam kehidupan sendiri atau ketika sedang berinteraksi sosial didorong oleh hasil tindakan berulang"ulang dalam waktu yang panjang dalam sebuah lingkungan sosial atau budaya, yang kemudian menjadi sebuah tindakan otomatis yang kadang tidak dilakukan karena kesengajaan tetapi karena kebiasaan. (indakan ini oleh 8ourdieu disebut habitus. @abitus adalah sebuah hal yang penting bagi manusia karena akan membantu dia untuk melakukan tindakan memecahkan masalah. 8ourdieu manyatakan bahwa habitus adalah: the strategy-generating principle enabling agents to cope ith unforeseen and ever-changing situations 5 a system of lasting and transposable dispositions hich, integrating past e&periences, functions at every moment as a matri& of perceptions, appreciations and actions and ma,es possible the achievement of infinitely diversified tas,s 8ourdieu D 6acEuant, +CC-: +3!. $ari pernyataan ini maka dapat disebutkan bahwa habitus akan memampukan seorang agen untuk mengatasi situasi yang tidak jelas kelihatan atau yang berubah"ubah. ,emudian habitus juga merupakan sistem yang tahan lama dan sifatnya bisa berganti"ganti sehingga dapat berfungsi setiap saat dan memungkan untuk menyelesaiakan bermacam pekerjaan. @al yang sama juga terjadi pada dosen dan mahasiswa saat menjalankan tugas dan peran sebagai agen dalam struktur universitas. 5ebih lanjut 8ourdieu D 'asseron +CC/! menyebutkan bahwa habitus merupakan bentuk yang terlihat secara terus

++ menerus tumbuh melalui sebuah dialektik dari konstruksi budaya dan

perseorangan.

@al ini semakin menjelaskan mengapa interaksi dosen dengan

dosen, mahasiswa dengan mahasiswa, dan dosen dengan mahasiswa kemudian melahirkan kebiasan untuk menggunakan pemikiran ilmiah dan bertindak dengan basis pengetahuan. ,onsep habitus sendiri sebenarnya tidak dimulai oleh 8ourdieu seperti yang dikatakan oleh Omar Lizardo dari University of Arizona dalam makalahnya berjudul The Cognitive Origins of Bourdieu's Habitus (2009). Dikatakan bah a! "#habitus has its origins in a creative blend of concepts originating in the proto-structural anthropology of Durkheim and auss! the post-"ausserian structural anthropology of #evi-"trauss and in the psychological genetic structuralism of $ean %iaget (2009)$ 6ungsi Habitus Setelah mengkaji penjelasan dan teori mengenai habitus yang memberikan kemampuan pada manusia yang secara otomatis digunakan jika dihadapkan pada sebuah atau bermacam"macam situasi dan pekerjaan, muncul pertanyaan: <pa fungsi habitus pada diri manusia9 1engapa manusia mau mengikuti fungsi habitus9 'ertanyaan ini perlu diajukan untuk dapat memahami lebih jauh tentang fungsi habitus sehingga perlu dimiliki, diperlihara, dan jika mungkin, diciptakan dengan sengaja pada manusia. $alam sebuah tulisan, 8ourdieu (Bourdieu 7 #ac8uant, .992: .993 mengatakan bahwa habitus yang diperoleh dari keluarga, pendidikan atau posisi dalam kelas sosial, berfungsi mengatur pengalaman" pengalaman dan munculnya ingatan terdalam yang dimiliki manusia. Selanjutnya terjelaskan juga bahwa habitus dapat mengatur pengalaman dan ingatan manusia karena kebanyakan manusia secara umum terbiasa menghadapi permasalahan yang cenderung dapat disesuaikan atau diselesaikan dengan cara"cara yang sudah menjadi habitus. 2.+ Ilmu Pengetahuan $ari pendapat para filsuf dan teoritisi dapat dinyatakan bahwa sosiologi memandang ilmu pengetahuan sebagai kumpulan lambang dan gambaran yang bersama"sama merepresentasikan !:epr;sentations collectives!! gagasan, kepercayaan, dan nilai"nilai yang dielaborasi secara bersama"sama dan tidak

+dibuat khusus untuk individu. $i dalamnya termasuk kata"kata, slogan, gagasan, atau sejumlah bentuk materi yang menunjukkan lambang, seperti abuah tanda salib, sebuah batu, sebuah candi, selembar bulu, dsb. mengelaborasi dengan mengatakan bahwa pengetahuan: Fare created through the intense interaction of religious rituals' %hey are products of collective activity and as such these !repr;sentations! have the particular, and some hat contradictory, aspect that they e&ist e&ternally to the individual (since they are created and controlled not by the individual but by society as a hole354 1elalui representasi kolektif Grepr;sentations collectivesG! kelompok melakukan tekanan pada individu untuk mau menerima norma moralitas dan pemikiran masyarakat. $i samping itu representasi kolektif membantu menyusun dan membuat apa yang terjadi di dunia menjadi masuk akal, tetapi representasi itu juga menjelaskan, melambangi symboli/e! dan memaknai relasi sosial. <nthony =iddens +C3/! yang dikutip dalam makalah berjudul 1tructural 0orrelations bet een "ction and <no ledge -2+2!, berpendapat bahwa: ,no ledge is more li,e the structural features of action rather than structural elements' #ni berarti bahwa =iddens melihat bahwa pengetahuan lebih nampak sebagai gambaran atau bentuk tindakan daripada sekedar elemen"elemen yang terstruktur. $alam membangun teori ini, =idden memulainya dengan mengambil aktor yang berpengetahuan sebagai titik pangkal yang logis, dan kemudian mulai mendiskusikan hubungan antara aktor, pengetahuan dan tindakan, melengkapi teori strukturasinya dari hasil diskusi ini. $ari diskusi ini =iddens membuat kesimpulan dasar bahwa aktor memiliki pengetahuan setelah melakukan analisis pada model stratifikasi, pemosisian sosial social positioning! dan akibat tindakan dari sang aktor. $ari apa yang dilakukan =iddens dalam membangun model sampai pembuatan kesimpulan dapat dinyatakan bahwa bagi =iddens, pengetahuan sang aktor pada apa yang dilakukannya dan akibat dari tindakannya akan membuat tindakan itu akhirnya dapat terjadi. 1enurut kesimpulan =iddens selanjutnya adalah bahwa tanpa pengetahuan, tindakan itu mustahil dapat terjadi. 1elalui pengujian dari signifikansi praktis pengetahuan, komposisi dari pengetahuan yang mutual, refleksivitas tindakan berbasis pengetahuan, dan hubungan antara pengetahuan umum commonsense ,no legde! dan pengetahuan ilmiah, makalah 5ebih jelas $urkheim

+. ini mampu menjelaskan korelasi struktural antara tindakan dan pengetahuan yang dibuat oleh =iddens. $alam sebuah makalah berjudul %he 1ociology of <no ledge and )ts 0onsciousness, (heodor 6. <dorno -2+2! mengritik ,arl 1annheim, seorang *erman yang disebut"sebut sebagai pembuat teori Sosiologi 'engetahuan dengan menyebutkan bahwa daya tarik sesungguhnya dari sosiologi pengetahuan dapat hanya dapat dicari pada fakta bahwa perubahan"perubahan dalam kesadaran itu, sebagai pencapaian dari planning reason, langsung terkait dengan alasan"alasan pada perencana jaman ini, yaitu bahwa: %he fact that the comple& actions of a functional, thoroughly rationali/ed society can be thought through only in the head of a fe organi/er assures the latter of a ,ey poisition in society'4 $engan kata lain, fakta bahwa aksi yang rumit yang dilakukan semua masyarakat fungsional yang dirasionalisasi, dapat dipikirkan hanya melalui pemimpin beberapa kelompok yang yang diyakini memegang posisi kunci di masyarakat. Bentu, Pengetahuan yang +imili,i -anusia $alam dunia pengetahuan modern, terutama sejak ditemukannya metode pengelolaan pengetahuan ,no ledge management! mulai banyak dikemukakan pembagian dua jenis pengetahuan, yaitu pengetahuan yang tersampaikan? terkemukakan e&plicit ,no ledge! dan pengetahuan yang masih tersembunyi tacit ,no ledge! dalam pikiran seseorang. 8ourdieu +CBB! memberikan definisi pengetahuan tersembunyi sebagai Hpengetahuan yang secara tidak sadar dimiliki oleh seorang agen dan dia tidak mampu mengartikulasikan secara jelas, namun pengetahuan itu mengatur aktivitasnya.I ,onsep 8ourdieu ini dipengaruhi oleh tradisi filsafati abad -2 yang dikemukakan oleh 1artin @eidegger yang memperlakukan tacit ,no ledge sebagai keterampilan atau kemampuan yang dimiliki karena kebiasaan habituation!. 'engaruh @eidegger ini nampak pada definisi lanya tentang tacit ,no ledege, yaitu: as something = hich e&ists in a practical state in an agent>s practice and not in their consciousness or rather in their discourse> 8ourdieu, +CBB: -B!. $ari pernyataan 8ourdieu dapat dibuat gambaran umum bahwa manusia dalam melakukan tindakannya didukung oleh pengetahuan yang secara tidak sadar dimilikinya dan mengendalikan geraknya dan pengetahuan ini tercipta dari kebiasaan.

+/ $ari pendapat"pendapat ini maka bisa disebutkan bahwa ketika

pengetahuan tersembunyi kemudian dituliskan dan diajarkan secara terbuka kepada orang lain, maka pengetahuan ini menjadi pengetahuan yang terlihat dan diketahui atau secara sadar dimiliki seseorang sehingga ia mampu mengartikulasikan pengetahuan apa yang dimilikinya. Sementara ini <ristoteles mengatakan bahwa pembentuk pengetahuan sebenarnya lebih merupakan persoalan karakter dari pada kemampuan intelektual. 5ebih jauh disebutkan bahwa karakter tersebut tidak dapat didapatkan sedirian. 1anusia memiliki karakter sebagai hal alami keduanya dengan hidup bersama dalam sebuah masyarakat dimana standar perilaku sopan santun terkandung dalam setiap tindakan praktis. 'endapat <ristoteles dapat berarti bahwa pengetahuan akan muncul dengan baik di masyarakat yang menjunjung tinggi sopan santun beradab! dalam berperilaku. Untuk mengatasi persoalan dalam kehidupan sehari"hari, baik sosial maupun akademik, ternyata pengetahuan dan pengertian yang dimiliki seseorang tentang sebuah subjek tidak cukup, tetapi harus dilengkapi dengan keterampilan. $engan menggunakan contoh persoalan lingkungan, 6als +CC2:> dikutip langsung oleh &ien, +CC.a! menyatakan bahwa: ,no ledge and understanding are =not sufficient in resolving environmental problems' )n order for people to be able to act upon their ,no ledge and a areness they need to become ac8uainted ith a variety of action skills>'4 seperti analisis, komunikasi, Selanjutnya juga disebutkan bahwa manusia kolaborasi dan kerjasama kemampuan harus mengembangkan dan memberi nilai pada bermacam"macam keterampilan mendiskusikan dan mencari kesepakatan untuk bertindak!, berfikir mendalam terlibat dalam analisis HkritisI untuk diri sendiri dan masyarakat!, pembuatan keputusan, perencanaan, dan lain"lain 8ryne, -222:/C! 2., $erangka Pemikiran 8erdasarkan pengkajian terhadap teori dan konsep yang dikemukakan oleh para tokoh sosiologi mengenai ilmu pengetahuan, pendidikan, struktur agen dari dan teori habitus, dapat disusun sebuah kerangka pemikiran berupa prepoisi bahwa: +. Universitas sebagai sebuah struktur memiliki sistem dan aturan yang memaksa dosen dan mahasiswa sebagai agen untuk menjalankan tugas dan fungsinya dalam proses belajar mengajar. Sistem dan aturan yang memaksa

+: tersebut, setelah diikuti terus menerus oleh dosen dan mahasiswa, kemudian akan menyerap ke dalam diri mereka untuk selanjutnya tanpa memerlukan kesadaran lagi, dosen dan mahasiswa menjalankan sistem dan aturan universitas, mulai dari berfikir dan berperilaku ilmiah setiap kali menyatakan dan menerima pendapat lisan dan tertulis!. -. Selama menjalankan tugas dan fungsinya, seorang dosen selalu menggunakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang berkarakter ilmiah dan dari pengalamannya mencari dan menemukan informasi dan ilmu pengetahuan selama bertahun"tahun, ia kemudian memiliki pola kebiasaan dalam mencari sumber"sumber tersebut, baik dari lokasi sumber dan dan cara memperolehnya. .. 1ahasiswa, sebagai peserta didik di universitas, selama masa mengikuti perkuliahan memiliki ketergantungan yang sangat tinggi pada dosen dalam memperoleh dan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diminati dan diperlukannya artinya semua tindakan sebagai cara untuk memperoleh dan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan ditentukan oleh dosen. 0leh karena itu cara dosen mengajarkan cara menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan akan membentuk pola pemilihan sumber ilmu pengetahuan yang dia anggap perlu dan dapat digunakan. /. )endahnya pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang paling tepat dan utama, disebabkan oleh pola pemilihan sumber informasi dan pengetahuan yang sudah sudah menjadi habitus dosen dan mahasiswa. 8erdasarkan kerangka pemikiran berupa preposisi, dilakukan penelitian untuk dapat memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana universitas mempengaruhi cara dan kebiasaan dosen dan mahasiswa sivitas akademika! untuk berfikir dan bertindak ilmiah, dan bagaimana kebiasaan dosen dalam memilih sumber informasi dan pengetahuan, serta menggambarkan bagaimana metode pengajaran mempengaruhi pola mahasiswa memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan.

+>

. Metode Penelitian
..+ 1etode ,ualitatif 1etode kualitatif digunakan untuk meneliti tindakan dosen dan mahasiswa memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan karena tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan memahami serta menjelaskan mengenai tindakan"tindakan sosial yang dilakukan oleh subjek penelitian. Jreswell -22B! yang dikutip oleh Jreswell sendiri dalam bukunya )esearch $esign menyatakan bahwa: 'enelitian kualitatif merupakan metode"metode untuk mengeksplorasi dan memahami ma,na yang " oleh sejumlah individu atau sekelompok orang " dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan Jreswell, -2+2!. ..- ,arakteristik 'enelitian 'enelitian tentang tindakan dosen dan mahasiswa ini memiliki beberapa karakteristik, yang dengan menggunakan pembagian yang dibuat oleh Jreswell -2+2! adalah seperti berikut: a. 5ingkungan alamiah natural setting!: data penelitian dikumpulkan langsung dari lapangan di mana dosen dan mahasiswa berada, yaitu tanpa tindakan mengumpulkan dosen dan mahasiswa ke dalam tempat tertentu setting tertentu! untuk diwawancarai, dan tidak ada pemberian daftar pertanyaan untuk diisi. 'engumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung face to face! dengan dosen dan mahasiswa. $engan cara ini dapat langsung terlihat semua tindakan dan reaksi dari subjek penelitian saat wawancara berlangsung. b. 'eneliti sebagai instrumen kunci researcher as ,ey instrument !: pengumpulan data tindakan dosen dan mahasiswa dalam berinteraksi sosial dan memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan dilakukan sendiri, artinya semua hasil pengamatan dan wawancara diinterpretasikan oleh peneliti berdasarkan pedoman teoritis yang sudah disusun. c. 8eragam sumber data multiple sources of data! : data yang dikumpulkan untuk keperluan penelitian ini tidak hanya bersumber dari hasil wawancara dan pengamatan pada tindakan dosen dan mahasiswa, namun juga berupa banyak data seperti hasil pengamatan dan analisis pada dokumen kurikulum, beberapa contoh =8''? S<', pedoman pelaksanaan proses belajar mengajar '81!,

+B hasil wawancara dengan beberapa orang yang kapasitasnya relevan dengan penelitian, seperti pimpinan fakultas dan universitas. d. <nalisis data induktif inductive data analyses!: data hasil pengamatan dan wawancara dikelompokkan dalam unit"unit tertentu tergantung dari penemuan hasil pengamatan dan wawancara. ,emudian dari unit ini akan dibuat peta atau skema untuk menemukan kaitan antar unit. $ari peta atau skema ini kemudian akan dibangun tema hasil penelitian yang lebih utuh. e. 1akna dari partisipan participant>s meaning!: penelitian tindakan dosen dan mahasiswa ini hanya akan berfokus pada pemaknaan tindakan dari dosen dan mahasiswa saja, dan tidak menggunakan pemaknaan dari peneliti atau literatur. $engan demikian kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian tidak tepengaruh oleh pemaknaan di luar subjek. f. )ancangan yang berkembang emergent design!: 6alaupun tujuan peneltian tentang tindakan dosen dan mahasiswa telah ditetapkan di awal, penelitian ini masih dapat berkembang mengikuti perkembangan perolehan data yang ada di lapangan penelitian, terutama jika ada variabel baru yang ditemukan dan tidak mungkin dipisahkan dari variabel penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. g. 'erspektif teoritis theoretical lens!: untuk dapat memaknai data hasil pengamatan dan jawaban informan, akan digunakan perspektif teoritis seperti perspektif tindakan sosial, interaksi sosial, struktur agen, dan habitus sebagai penyebab tindakan. h. 8ersifat penafsiran interpretive!: data yang dikumpulkan selama penelitian merupakan hasil interpretasi dari apa yang didengar, dilihat dan dipahami oleh peneliti dari tindakan dan pernyataan informan serta nara sumber, dan dokumen yang diamati dan dikumpulkan. #nterpretasi ini didasari pengetahuan teoritis dan pengalaman peneliti. i. 'andangan menyeluruh holistic account!: data yang terkumpul dalam variabel penelitian yang telah dihubungkan dalam tema"tema kemudian diamati secara menyeluruh sehingga menghasilkan model visual! utama yang menjadi hasil penelitian yang utuh yang mampu menggambarkan keadaan lapangan penelitian. $ari gambaran besar ini dapat ditemukan faktor? kondisi penyebab masalah jika ada! dan kemudian dibuat rekomendasi sebagai pemecahan masalah.

+3 ... #nforman 'enelitian #nforman yang menjadi sumber penelitian tindakan sosial sivitas akademika dosen dan mahasiswa! memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan adalah dosen dan mahasiswa dipilih dengan sengaja purposive! sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu: +. $osen yang berstatus aktif tidak sedang cuti dari kegiatan tridharma perguruan tinggi!, dari bidang eksakta dan non eksakta. Untuk memperluas variasi data, dosen juga dipilih dari jabatan fungsional asisten ahli, lektor dan lektor kepala. -. 1ahasiswa yang berstatus aktif tidak sedang cuti dan masih aktif melakukan kegiatan kuliah atau penulisan skripsi!, pada jenjang S+, S- dan S. bukan dosen di perguruan tinggi lokasi penelitian!. 1ahasiswa pada tingkat diploma tidak dijadikan informan dengan alasan pembatasan subjek dan karena sifat kurikulum diploma yang lebih berfokus paa kegiatan praktek daripada pengkajian teori? pustaka. Seperti la7imnya dalam metode memenuhi semua kebutuhan analisis. ../ 5angkah"langkah 'enelitian ../.+ (ehnik pengumpulan data (ehnik pengumpulan data penelitian yang akan digunakan adalah: a. 0bservasi : dilakukan dengan mengamati sumber"sumber informasi dan ilmu pengetahuan selain perpustakaan perguruan tinggi, baik sumber tercetak maupun dalam format elektronik dan situs jaringan ebsite! melalui #nternet. 'engamatan juga dilakukan pada tindakan"tindakan yang dilakukan dalam interaksi sosial antara dosen dan dosen, dosen dan mahasiswa. b. 6awancara: dilakukan terhadap dosen dan mahasiswa dengan mengajukan pertanyaan untuk dapat mengeksplorasi dasar dan alasan tindakan mereka memilih sumber informasi dan ilmu pengetahuan. 6awancara juga dilakukan kepada nara sumber yang diketahui banyak terkait dalam pelaksanaan proses belajar mengajar seperti pembantu dekan bidang akademik, pembantu rektor bidang akademik, dan pengelola perpustakaan di fakultas maupun di universitas. kualitatif, tidak ada ketentuan jumlah informan. 'engumpulan data dari informan akan dihentikan apabila data telah

+C c. Studi dokumentasi: studi ini dilakukan dengan mempelajari:+! pedoman pelaksanaan proses belajar mengajar yang dikeluarkan oleh universitas, -! =8''? S<' dari mata kuliah yang sedang diterapkan dalam perkuliahan, .! kurikulum yang sedang dilaksanakan di fakultas dan universitas. $ari pengamatan ini diharapkan dapat diperoleh gambaran relevansi proses pelaksanaan belajar mengajar dengan kondisi fasilitas perpustakaan yang ada di fakultas dan universitas. ../.- 'engolahan $ata Pemilahan data Untuk membuat analisis data dapat dilakukan dengan tepat, maka data yang diperoleh dari lapangan penelitian selanjutnya dipilah dan dikelompokan ke dalam beberapa unit berdasarkan jenis format, yaitu format tekstual, format rekaman suara, dan format grafik atau gambar. 'emilahan data berdasarkan format ini dilakukan untuk memudahkan pencarian data yang dibutuhkan pada saat akan dilakukan analisis. $ata pada masing"masing format kemudian dipilah lagi ke dalam kelompok sumber data, yaitu sumber dari dosen dan sumber dari mahasiswa. 'engelompokan juga nantinya akan dilakukan pada tahap analisis data. 1ele,si dan :edu,si +ata 8erdasarkan pengalaman penelitian sebelumnya diketahui adanya data yang terkumpulkan selama pengumpulan data namun tidak diperlukan dalam analisis data. $ata ini ternyata juga membebani pengolahan data dan beberapa bahkan menyulitkan peneliti saat akan berfokus hanya pada data primer. Untuk itu maka setelah pemilihan data, dilakukan seleksi untuk menemukan data yang dianggap tidak diperlukan dalam analisis. Selanjutnya data yang diperlukan masih mungkin berjumlah terlalu banyak untuk disajikan. 0leh karena itu maka dilakukan juga pengurangan reduksi! data sehingga data yang tersajikan hanya data yang sangat relevan dan mendukung analisa. ../.. <nalisis dan #nterpretasi $ata "nalisis +ata <nalisis data dalam penelitian ini, mengutip pendapat Jreswell -2+2! adalah proses analisis data secara keseluruhan untuk dapat memaknai data, baik

-2 berupa teks, gambar, atau rekaman suara yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. $engan menggunakan rujukan dari Jreswell, akan dilakukan analisis data untuk dapat membuat sebuah gambaran mengenai semua fenomena yang ada selama penelitian dan menemukan faktor"faktor yang mungkin menjadi penyebab atau berkaitan erat dengan fenomena. <nalisis pada data hasil penelitian dilakukan berdasarkan tema dan persepktif tertentu dengan menggunakan landasan teoritis dan konsep dari para ahli, terutama ahli sosiologi. $engan landasan teori dan konsep ini fenomena yang ditemukan akan dapat dipahami sehingga diharapkan akan dapat ditentukan metode pemecahan jika diperlukan. %riangulasi +ata *awaban dan pendapat yang sangat beragam dari informan dapat menyulitkan dalam penentuan perspektif saat dilakukan interpretasi data penelitian. Untuk itu akan dilakukan triangulasi data yang dikatakan oleh 1oleong +CC.! sebagai tehnik pemeriksaan keabsahan data dengan membandingkan data penelitian dengan data bersumber dari luar. (riangulasi akan dilakukan dengan melakukan wawancara dengan nara sumber pimpinan fakultas dan universitas yang bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar dan pengelola perpustakaan! untuk mengkonfirmasi data jawaban dari informan. $engan triangulasi diharapkan interpretasi data yang dilakukan akan lebih tepat dan mengurangi kemungkinan penilaian data dari perspektif peneliti saja. .././ 'enyajian @asil 'enelitian $ata yang telah dipilah dan diolah akan disajikan dalam beberapa bentuk, yaitu narasi, tabel jika ada!, visualisasi atau model, dan gambar foto! yang dianggap relevan dan memperkuat penjelasan hasil analisa. ,emudian penjelasan dan analisa data akan dilengkapi dengan teori dan konsep yang telah diuraikan pada bab kajian pustaka dan teori serta konsep yang tidak dibahas sebelumnya namun dianggap dapat memperkuat analisa. ..: 5okasi 'enelitian 'enelitian ditentukan! akan dilakukan di jurusan? fakultas? universitas belum

-+ &A-!AR P)S!A$A 8ourdieu, 'ierre, +CCC, (he 5ogic of 'ractice translated by )ichard %ice3, Stanford Jalifornia, Stanford University 'ress .res'ell/ 0ohn 1., -22-, :esearch +esign: ?ualitative 7 ?uantitative "pproaches' (erjemahan <ngkatan ###D#K ,#, U# dan %ur ,habibah, *akarta, ,ik 'ress LLLLLLLLLLLLLLL, -2+2. )esearch $esain: 'endekatan ,ualitatif, ,uantitatif dan 1i;ed, (erjemahan <chmad &awaid, Mogyakarta,,'ustaka 'elajar $urkheim, 4mile, +C>/, (he )ules of Sociological 1ethod, 5ondon, (he &ree 'ress 4ducation"world.net. -22C, (ducation ibannere;change.comO sociology , melalui Nhttp:??www.

&aragP, 'Qter. -22-. )elativism #n (he Sociology 0f ,nowledge. 8udapest, 'eriodica 'olytechnica Ser. Soc. 1an. Sci. Kol. +2, %o. +, 'p. +BBR+33 -22-! =ane, %icholas. -22-. 1a; 6eber and 'ostmodern (heory: )ationali7ation versus )e"enchantment. %ew Mork, 'algrave =arna, *udistira ,., +CC-. %eori-teori Perubahan 1osial, 8andung, 'rogram 'ascasarjana Universitas 'adjadjaran =errans, 'hilip. -22:, (acit ,nowledge, )ule &ollowing <nd 'ierre 8ourdieuIs 'hilosophy 0f Social Science, 5ondon, S<=4 'ublications LLLLLLLLLLLLL , +C+:.. (he 4lementary &orms of (he )eligious 5ife %ranslated from the 6rench by @oseph #ar 1 ain!, 5ondon, (he &ree 'ress =iddens, <nthony, -2+2. -etode 1osiologi: <aidah-,aidah Baru terjemahan oleh 4ka <dinugraha!, Mogyakarta, 'ustaka 'elajar LLLLLLLLLLLLLLLL, +C3>. Jentral 'roblems #n Social (heory: <ction, Structure <nd Jontradiction #n Social <nalysis, 8erkeley and 5os <ngeles, University of Jalifornia 'ress LLLLLLLLLLLLLLLL, 8aron =iddens, 6ikipedia, the free encyclopedia. 1elalui Nhttp:??en.wikipedia.orgO /?+.?-2++! @ardin, )ussell, 8orgotta 4d!. -222, )ational Jhoice (heory, 4ncyclopaedia - nd 4dition, %a&millan 'eferen&e U(A$ )e *ork (++$ 22,- . 2,/,) ,usnaka <dimihardja dan @arry @ikmat, -22/ , Participatory :esearch "ppraisal, 8andung, @umaniora

--

@ann, Jhriss, -222, Social <nthropology, Jhicago, %(J? Jontemporary 'ublishing Jompany ,evin *. $ougherty and &loyd 1. @ammack. -222, 4ducation <nd $evelopment, 4ncyclopaedia -nd 4dition, %a&millan 'eferen&e U(A$ )e *ork (++$ 0/1 . 002) 5ehman, *ennifer 1. 4d!. -22:. Social (heory <s 'olitics #n ,nowledge . 2urrent 3ers+e&tives 4n (o&ial 5heory 6olume 2,7 Amsterdam7 8lsevier Lizardo7 Omar$ 2009$ "5he 2o9nitive Ori9ins of :ourdieu;s <abitus=$7 5u&son7 (o&ial (&ien&es /00 De+artment of (o&iolo9y7 University of Arizona$ %elalui >8mail! olizardo?email$arizona$edu@ 1acionis, *ohn *., -22/, 1ociology, %inth 4dition, Singapore, 'earson 4ducation South <sia 'te 5td.

1ark 5im Shan"5oong. +CC3 <ddressing the class ineEuality problem: (he role of SingaporeIs education system on the widening class divide, 1elalui Shttp:??members.tripod.com (13/10/1998) 1oleong, 5e;y *. +CC.. -etodologi Penelitian <ualitatif, 8andung, )emaja )osdakarya %et #ndustries and its 5icensors. -2++. 'ractices " 'ierre 8ourdieu <nd <nthony =iddens: social structure actors actions particular action habitus intentions. 1elalui N http:??platform.twitter.com?widgetsO .?+.?-2++! %g Jhing"fai, -22+. Jreating the best academic atmosphere, @ongkong, %ew @ori7ons 0ekan Soekotjo <bdoellah, +CC., )ndonesian %ransmigrants "nd "daptation: "n (cological-"nthopological Perspective, Jenter for Southeast <sia Studies, 1onograph %o. .., 8erkeley, (he )egent of (he University of Jalifornia )it7er =eorge, -2+2. 1osiologi )lmu Pengetahuan Berparadigma Aanda . (erjemahan <limandan, *akarta, )ajawali 'ers Shridar, 1.S., +CC/, %on"use and %on"Users of 5ibrary. 8anglore, Bibrary 1cience .+, +CC/ Smith, 1. ,. -22-! =lobali7ation and the incorporation of educationGI , the encyclopedia of informal education, www.infed.org?biblio?globali7ation.htm.

-. Stephen Sharot. -22-. 8eyond Jhristianity: < JritiEue of the )ational Jhoice (heory of )eligion from a 6eberian and Jomparative )eligions 'erspective 1ociology of :eligion 2002, C9:D D2E-DFD (he 'articipation, 'ower and Social Jhange, 8ourdieu and H@abitusI, Gnderstanding po er for social change, #nstitute of $evelopment Studies, University of Susse;, 1elalui Nhttp:??www.w..org .?-:?-2++!O

6eber, 1a;. +C/> terjemahan -22>!. 1osiologi judul asli: (ssay in 1ociology!' (erjemahan %oorkholis, Mogyakarta, 'ustaka 'elajar LLLLLLLLLLL. -2+2. $efinitions of Sociology and Social action, Basic %erms (%he 6undamental 0oncepts of 1ociology3 1elaluiNhttp:??ssr+.uchicago.edu " >?-:?-2+2!O

Anda mungkin juga menyukai