Anda di halaman 1dari 49

TINJAUAN PUSTAKA PENATALAKSANAAN FASE SUB AKUT PADA LUKA BAKAR

Dokter Pembimbing: dr. Bismedi, S .BP

Dis!s!n o"e#: $!ti%r% S%&ki% '('.').*+,

Ke %niter%%n K"inik I"m! Pen-%kit Bed%# R!m%# S%kit Um!m Pendidik%n F%tm%.%ti J%k%rt% F%k!"t%s Kedokter%n Uni/ersit%s Tris%kti J%k%rt% A ri" 0'*(

KATA PEN1ANTAR

Assalamualaikum wr. wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa, atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan sehingga pada akhirnya saya dapat menyelesaikan makalah tinjauan pustaka yang berjudul Penatalaksanaan ase Sub akut pada !uka "akar# ini dengan sebaik$baiknya. Tinjauan pustaka ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi tugas di %epaniteraan %linik &lmu "edah di 'S(P atmawati )akarta. *alam kesempatan ini, saya ingin mengu+apkan terima kasih kepada dr. "ismedi, Sp."P selaku pembimbing makalah tinjauan pustaka saya di %epaniteraan %linik &lmu "edah di 'S(P atmawati )akarta yang telah memberikan bimbingan dan kesempatan dalam penyusunan makalah ini. Saya sadari betul bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. ,leh karena itu, saya mengharapkan saran dan kritik yang si-atnya membangun untuk kesempurnaan makalah yang saya buat ini. *emikian yang dapat saya sampaikan, sem.ga makalah tinjauan pustaka ini dapat berman-aat bagi masyarakat dan khususnya bagi mahasiswa ked.kteran. Terima kasih /assalamualaikum wr. wb. )akarta, April 0123 Penyusun,

Mutiara Sa4kia 131.15.267


2

B%b I Pend%#!"!%n
"eberapa bidang dalam ked.kteran se+ara medis dan pembedahan memiliki si-at yang menantang seperti dalam perawatan luka bakar.3 !uka bakar merupakan suatu jenis trauma dengan m.rbiditas dan m.rtalitas tinggi yang memerlukan penatalaksanaan khusus dari sejak awal sampai -ase lanjut.2 !uka bakar dapat terjadi pada .rang tua ataupun muda, kaya atau miskin, negara maju maupun negara berkembang, namun negara miskin dan kurang mampu memiliki risik. lebih tinggi dan pada umumnya menerima penatalaksanaan yang kurang baik.6 !uka bakar dapat ber8ariasi dari luka ke+il yang dapat dengan mudah dikel.la di klinik rawat jalan hingga +edera luas yang dapat mengakibatkan kegagalan beberapa sistem .rgan dan sakit yang berkepanjangan.3,6 "ekas luka -isik yang terlihat dan bekas luka psik.l.gis yang tak terlihat se+ara bersamaan dapat menyebabkan +a+at berat yang bertahan +ukup lama.6 !uka bakar dan +edera yang berhubungan dengannya masih merupakan penyebab kematian dan ke+a+atan utama di Amerika Serikat. 0 Menurut National Institutes of General Medical Sciences, diperkirakan 2,2 juta luka bakar memerlukan perhatian medis setiap tahun di Amerika Serikat. 3 *ari mereka yang terluka, sekitar 91.111 memerlukan rawat inap dan sekitar :.911 meninggal setiap tahun dari luka bakar.
3

Sur8i8al luka bakar berikut telah

meningkat se+ara signi-ikan selama abad ke$01. 3 Perbaikan dalam resusitasi, pemberian agen antimikr.ba t.pikal, dan, yang paling penting, praktek eksisi luka bakar dini telah berk.ntribusi terhadap hasil perbaikan. 3 ;amun luka bakar yang luas tetap berp.tensi -atal. 3 /awasan klinis dari perawatan luka bakar menga+u pada -isi.l.gi +airan dan elektr.lit, in-eksi bedah, pemeliharaan nutrisi, pemantauan kard.ipulm.nar, dan perawatan luka, dimana tak satu pun dapat diatasi sebagai k.ndisi$k.ndisi yang terpisah tanpa pemahaman pr.ses penyakit se+ara keseluruhan.0

B%b II Tin2%!%n P!st%k%


3

ANAT3$I KULIT %ulit merupakan pembatas tubuh dengan lingkungan sekitar karena p.sisinya yang terletak di bagian paling luar. !uas kulit dewasa 2,9 m0 dengan berat kira$kira 29< berat badan. %lasi-ikasi berdasar = 2. /arna =
o o o

terang >-air skin?, pirang, dan hitam merah muda = pada telapak kaki dan tangan bayi hitam ke+.kelatan = pada genitalia .rang dewasa

0. )enisnya =
o o o o o

Elastis dan l.nggar = pada palpebra, bibir, dan preputium Tebal dan tegang = pada telapak kaki dan tangan .rang dewasa Tipis = pada wajah !embut = pada leher dan badan "erambut kasar = pada kepala

Gambar 1. Lapisan kulit

Anat.mi kulit se+ara hist.pat.l.gik 2. !apisan Epidermis >kutikel?

Gambar 2. Lapisan epidermis

!apisan kulit o Stratum %.rneum >lapisan tanduk? @A lapisan kulit paling luar yang terdiri dari sel gepeng yang mati, tidak berinti, pr.t.plasmanya berubah menjadi keratin >4at tanduk?
o

Stratum !usidum @A terletak di bawah lapisan k.rneum, lapisan sel gepeng tanpa inti, pr.t.plasmanya berubah menjadi pr.tein yang disebut eleidin. !apisan ini lebih jelas tampak pada telapak tangan dan kaki.

Stratum Branul.sum >lapisan kerat.hialin? @A merupakan 0 atau 3 lapis sel gepeng dengan sit.plasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. "utir kasar terdiri dari kerat.hialin. Muk.sa biasanya tidak mempunyai lapisan ini.

Stratum Spin.sum >stratum Malphigi? atau prickle cell layer >lapisan akanta ? @A terdiri dari sel yang berbentuk p.lig.nal, pr.t.plasmanya jernih karena banyak mengandung glik.gen, selnya akan semakin gepeng bila semakin dekat ke permukaan. *i antara stratum spin.sum, terdapat jembatan antar sel >intercellular bridges? yang terdiri dari pr.t.plasma dan t.n.-ibril atau keratin. Perlekatan antar jembatan ini membentuk penebalan bulat ke+il yang disebut n.dulus "i44.4er.. *i antara sel spin.sum juga terdapat pula sel !angerhans.

Stratum "asale @A terdiri dari sel kubus >k.lumnar? yang tersusun 8ertikal pada perbatasan derm.$epidermal berbaris seperti pagar >palisade?. Sel basal bermit.sis dan ber-ungsi repr.dukti-.

Sel k.lumnar @A pr.t.plasma bas.-ilik inti l.nj.ng besar, di hubungkan .leh jembatan antar sel. Sel pembentuk melanin >melan.sit? atau +lear +ell @A sel berwarna muda, sit.plasma bas.-ilik dan inti gelap, mengandung pigmen >melan.s.mes?

0. !apisan *ermis >k.rium, kutis 8era, true skin? @A terdiri dari lapisan elastik dan -ibr.sa pada dengan elemen$elemen selular dan -.likel rambut.

Gambar 3. Lapisan dermis

Pars Papilare @A bagian yang men.nj.l ke epidermis, berisi ujung serabut sara- dan pembuluh darah. Pars 'etikulare @A bagian bawah yang men.nj.l ke subkutan. Terdiri dari serabut penunjang seperti k.lagen, elastin, dan retikulin. *asar >matriks? lapisan ini terdiri dari +airan kental asam hialur.nat dan k.ndr.itin sul-at, dibagian ini terdapat pula -ibr.blas. Serabut k.lagen dibentuk .leh -ibr.blas, selanjutnya membentuk ikatan >bundel? yang mengandung hidr.ksipr.lin dan hidr.ksisilin. %.lagen muda bersi-at elastin, seiring bertambahnya usia, menjadi kurang larut dan makin stabil. 'etikulin mirip k.lagen muda. Serabut elastin biasanya bergel.mbang, berbentuk am.r-, dan mudah mengembang serta lebih elastis.

3. !apisan Subkutis >hip.dermis? @A lapisan paling dalam, terdiri dari jaringan ikat l.nggar berisi sel lemak yang bulat, besar, dengan inti mendesak ke pinggir sit.plasma lemak yang bertambah. Sel ini berkel.mp.k dan dipisahkan .leh trabekula yang -ibr.sa. !apisan sel lemak disebut dengan panikulus adip.sa, ber-ungsi sebagai +adangan makanan. *i lapisan ini terdapat sara- tepi, pembuluh darah, dan getah bening. !apisan lemak ber-ungsi juga sebagai bantalan, ketebalannya berbeda pada beberapa kulit. *i kel.pak mata dan penis lebih tipis, di perut lebih tebal >sampai 3 +m?.

Gambar 4. Lapisan subkutan

Caskularisasi di kuli diatur pleksus super-isialis >terletak di bagian atas dermis? dan pleksus pr.-unda >terletak di subkutis? Adneksa %ulit 2. %elenjar %ulit @A terdapat pada lapisan dermis
o

%elenjar :$6,5.

%eringat

>glandula

sud.ri-era?

%eringat mengandung air, elektr.lit, asam laktat, dan gluk.sa. pD nya sekitar

%elenjar Ekrin @A ke+il$ke+il, terletak dangkal di dermis dengan se+ret en+er. %elenjar Ekrin terbentuk sempurna pada minggu ke 05 kehamilan dan ber-ungsi :1 minggu setelah kelahiran. Salurannya berbentuk spiral dan bermuara langsung pada kulit dan terbanyak pada telapak tangan, kaki, dahi, dan aksila. Sekresi tergantung beberapa -akt.r dan sarak.linergik, -akt.r panas, stress em.si.nal.

%elenjar Ap.krin @A lebih besar, terletak lebih dalam, se+retnya lebih kental. *ipengaruhi .leh sara- adrenergik, terdapat di aksila, aer.la mammae, pubis, labia min.ra, saluran telinga. ungsinya belum diketahui, waktu lahir ukurannya ke+il, saat dewasa menjadi lebih besar dan mengeluarkan se+ret

%elenjar Palit >glandula sebasea? Terletak di seluruh permukaan kuli manusia ke+uali telapak tangan dan kaki. *isebut juga dengan kelenjar h.l.krin karena tidak berlumen dan sekret kelenjar ini berasal dari dek.mp.sisi sel$sel kelenjar. %elenjar palit biasanya terdapat di samping akar rambut dan muaranya terdapat pada lumen akar rambut >-.likel rambut?. Sebum mengandung trigliserida, asam lemak bebas, skualen, waE ester, dan k.lester.l. Sekresi dipengaruhi .leh h.rm.n andr.gen. Pada anak$anak, jumlahnya sedikit. Pada dewasa menjadi lebih banyak dan ber-ungsi se+ara akti-.

FUN1SI KULIT 2. ungsi Pr.teksi %ulit punya bantalan lemak, ketebalan, serabut jaringan penunjang yang dapat melindungi tubuh dari gangguan =
o o o o

-isisF mekanis = tekanan, gesekan, tarikan. kimiawi = iritan seperti lis.l, karbil, asam, alkali kuat panas = radiasi, sengatan sinar (C in-eksi luar = bakteri, jamur

"eberapa ma+am perlindungan =


o

Melan.sit @A lindungi kulit dari pajanan sinar matahari dengan mengadakan tanning >penggelapan kulit? Stratum k.rneum impermeable terhadap berbagai 4at kimia dan air. %easaman kulit kerna ekskresi keringat dan sebum @A perlindungan kimiaw. terhadap in-eksi bakteri maupun jamur

o o

Pr.ses keratinisasi @A sebagai sawar >barrier? mekanis karena sel mati melepaskan diri se+ara teratur.

0.

ungsi Abs.rpsi @A permeabilitas kulit terhadap ,0, G,0, dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil -ungsi respirasi. %emampuan abs.rbsinya bergantung pada ketebalan kulit, hidrasi, kelembaban, metab.lisme, dan jenis 8ehikulum. PEnyerapan dapat melalui +elah antar sel, menembus sel epidermis, melalui muara saluran kelenjar.

3.

ungsi Ekskresi @A mengeluarkan 4at yang tidak berguna bagi tubuh seperti ;aGl, urea, asam urat, dan am.nia. Pada -etus, kelenjar lemak dengan bantuan h.rm.n andr.gen dari ibunya mempr.duksi sebum untuk melindungi kulitnya dari +airan amni.n, pada waktu lahir ditemui sebagai CerniE Gase.sa.

:.

ungsi Persepsi @A kulit mengandung ujung sara- sens.ri di dermis dan subkutis. Sara- sens.ri lebih banyak jumlahnya pada daerah yang er.tik.
o o o o o

"adan 'u--ini di dermis dan subkutis @A peka rangsangan panas "adan %rause di dermis @A peka rangsangan dingin "adan Taktik Meissner di papila dermis @A peka rangsangan rabaan "adan Merkel 'an8ier di epidermis @A peka rangsangan rabaan "adan Pa++ini di epidemis @A peka rangsangan tekanan

9.

ungsi Pengaturan Suhu Tubuh >term.regulasi? @A dengan +ara mengeluarkan keringat dan mengerutkan >.t.t berk.ntraksi? pembuluh darah kulit. %ulit kaya pembuluh darah sehingga mendapat nutrisi yang baik. T.nus 8askuler dipengaruhi .leh sara- simpatis >asetilk.lin?. Pada bayi, dinding pembuluh darah belum sempurna sehingga terjadi ekstra8asasi +airan dan membuat kulit bayi terlihat lebih edemat.sa >banyak mengandung air dan ;a?

6.

ungsi Pembentukan Pigmen @A karena terdapat melan.sit >sel pembentuk pigmen? yang terdiri dari butiran pigmen >melan.s.mes?

H.

ungsi %eratinisasi @A %eratin.sit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan, sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spin.sum, makin ke atas sel makin menjadi gepeng dan bergranula menjadi sel granul.sum. Makin lama inti makin menghilang dan keratin.sit menjadi
10

sel tanduk yang am.r-. Pr.ses ini berlangsung 2:$02 hari dan memberi perlindungan kulit terhadap in-eksi se+ara mekanis -isi.l.gik. 5. ungsi Pembentukan Citamin * @A kulit mengubah H dihidr.ksi k.lester.l dengan pert.l.ngan sinar matahari. Tapi kebutuhan 8it * tubuh tidak hanya +ukup dari hal tersebut. Pemberian 8it * sistemik masih tetap diperlukan.

L!k% B%k%r
De4inisi !uka bakar adalah kerusakan kulit tubuh yang disebabkan .leh api, atau .leh penyebab lain seperti .leh air panas, listrik, bahan kimia, dan radiasi.2 E idemio"ogi !uka bakar dapat terjadi pada .rang yang sangat muda hingga sangat tua dari kedua jenis kelamin.3 &nsiden luka bakar di Amerika Serikat +ukup tinggi, bahkan di negara berkembang seperti di &ndia, insiden luka bakar merupakan masalah yang penting dengan diperkirakan lebih dari 0 juta kejadian luka bakar per tahun terjadi.6 Angka kematian di negara berkembang juga jauh lebih tinggi, misalnya di ;epal memiliki p.pulasi 01 juta .rang dengan kejadian 2.H11 kematian akibat luka bakar setiap tahunnya, tingkat kematian di sana, 2H kali lebih tinggi daripada di &nggris.6 Setiap tahun hampir 2,09 juta .rang yang mengalami luka bakar di Amerika Serikat, namun jumlah kejadian ini terus menurun. 9 Sekitar 61.111 sampai 51.111 luka bakar per tahun memerlukan rawat inap, dan sekitar 9911 dari pasien ini meninggal dunia.9 &nsiden tertinggi luka bakar terjadi selama beberapa tahun pertama kehidupan dan antara usia 01 hingga 07 tahun.9 *i antara 27H2 dan 2772, jumlah kematian akibat luka bakar menurun sebesar :1<, dengan penurunan 20< kematian yang berhubungan dengan +edera inhalasi.9 Sejak tahun 2772, jumlah kematian akibat luka bakar per kapita telah menurun 09< lagi menurut statistik dari Centers for Disease Control and Prevention >www.+d+.g.8Fn+ip+FwisIars?.9 Perbaikan ini dapat disebabkan .leh karena strategi pen+egahan yang mengakibatkan luka bakar yang terjadi lebih sedikit dan tidak terlalu berat, serta kemajuan yang signi-ikan dalam teknik perawatan.9 Peningkatan dalam bidang perawatan dari pasien yang mengalami
11

luka bakar se+ara pasti telah meningkatkan kelangsungan hidup, terutama anak$anak. 9 Pada tahun 27:7, "ull dan isher pertama kali melap.rkan perkiraan 91< angka kematian untuk luka bakar di beberapa kel.mp.k usia berdasarkan data dari unitnya. 9 Mereka melap.rkan bahwa sekitar setengah dari anak usia 1 sampai 2: dengan luka bakar :7< luas permukaan tubuh t.tal akan meninggal.9 Statistik suram ini telah se+ara dramatis membaik, dengan lap.ran terbaru menunjukkan angka m.rtalitas 91< untuk luka bakar 75< luas permukaan tubuh t.tal pada anak$anak dibawah 2: tahun.9 Se.rang pasien muda yang sehat dengan luka bakar ukuran berapapun masih dapat diharapkan untuk bertahan hidup.9 ;amun hal yang sama tidak dapat dinyatakan bagi mereka yang berusia :9 tahun atau lebih, di mana perbaikan telah jauh lebih sederhana, terutama pada pasien lebih dari 69 tahun di mana luka bakar 39< masih dapat membunuh setengah dari pasien. 9 Perbaikan dramatis dari angka kematian ini setelah luka bakar yang besar adalah karena kemajuan dalam pemahaman resusitasi, perbaikan dalam perawatam luka dengan eksisi awal dan pen+angk.kan kulit, dukungan yang lebih baik dari resp.n hipermetab.lik pas+a +edera, perbaikan nutrisi dini, k.ntr.l yang lebih tepat dari in-eksi, dan peningkatan penanganan +edera inhalasi.9 *ua$pertiga dari seluruh kejadian luka bakar terjadi di rumah, dimana 61< dari luka bakar yang terjadi di rumah berhubungan dengan memasak.6 Setengah dari semua kematian akibat luka bakar di dalam negeri terjadi pada pukul 00.11 malam sampai pukul 15.11 pagi dan k.nsumsi alk.h.l yang berlebihan sering memainkan peranan yang penting. %embang api dan api unggun adalah penyebab luka bakar tersering di dalam negeri.6 Sepertiga sisa dari seluruh kejadian luka bakar sebagian besar terjadi pada ke+elakaan industri.6 %ebanyakan luka bakar dapat di+egah, terutama pada laki$laki ke+uali pada usia lanjut.6 Anak$anak ke+il dan .rang tua berada pada risik. terbesar dari luka bakar dan juga menderita kematian yang tidak pr.p.rsi.nal dari mereka. *ua puluh persen dari semua luka bakar terjadi pada anak$anak dengan usia dibawah : tahun, H1< di antaranya adalah luka bakar yang disebabkan .leh +airan panas yang tumpah atau .leh paparan air panas untuk mandi. *i antara luka bakar yang paling umum dari balita adalah akibat mereka menarik wadah +airan panas dari k.mp.r atau meja. Dal ini mengakibatkan luka bakar pada lengan yang terlihat, wajah, leher, dan bagian depan dada dan luka bakar ini dapat men+akup area yang luas >lihat Bambar. 2H,:?. Sepuluh persen dari luka bakar terjadi antara usia 9 dan 2:.6 'emaja paling sering terbakar sebagai akibat dari kegiatan ilegal, misalnya dengan bensin, bahan peledak atau listrik tegangan tinggi.6 Se+ara keseluruhan, 61< luka bakar yang terjadi antara usia 29 sampai 6:, dimana setengah dari penyebabnya adalah api yang menyala, sering
12

dikaitkan dengan +edera inhalasi, hal ini +enderung menjadi penyebab luka bakar yang dalam >lihat Bambar. 2H,9?.6 Sepuluh persen dari k.rban luka bakar berusia lebih dari 69 tahun, sering sebagai akibat dari im.bilitas, reaksi yang terlambat dan penurunan ketangkasan yang menempatkan mereka pada risik. dari luka bakar akibat +airan panas, k.ntak dengan benda padat yang panas, dan akibat api.6

Etio"ogi !uka bakar dapat terjadi akibat beberapa ma+am penyebab.3 Yang termasuk dari penyebab luka bakar adalah api, +airan panas, k.ntak dengan benda padat yang panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi.9 $ Luka bakar akibat api !uka bakar api dibagi menjadi dua bagian, luka bakar api ledakan dan luka bakar api bukan ledakan.9 Api yang menyala merupakan penyebab tersering dari luka bakar, biasanya berasal dari api rumah, api unggun, dan pembakaran daun atau sampah.3 !edakan api juga merupakan sumber yang +ukup umum dan biasanya berasal dari hasil pembakaran pr.pana atau bensin.3 !uka bakar akibat api merupakan penyebab tersering kematian akibat luka bakar, sementara luka bakar akibat +airan panas merupakan penyebab tersering kedua.9 Pada luka bakar akibat api, jika pakaian pasien ikut terbakar, biasanya luka bakar yang terjadi adalah dengan ketebalan yang penuh.3 !uka bakar akibat api ledakan biasanya melukai kulit yang terlihat >paling sering wajah dan ekstremitas? dan biasanya mengakibatkan luka bakar ketebalan parsial.3 $ Luka bakar akibat cairan panas !uka bakar akibat +airan panas merupakan eti.l.gi tersering dari luka bakar pada p.pulasi sipil.3 !uka bakar akibat +airan panas dibagi menjadi tiga, yaitu akibat +airan kental yang panas, akibat +airan en+er yang panas, serta akibat uap panas, dan luka bakar akibat +airan en+er yang panas yang dibagi lagi menjadi dua, yaitu akibat tumpahan +airan panas dan akibat ter+elupnya ke dalam +airan yang panas. 9 %edalaman dari luka bakar akibat +airan panas tergantung dari temperatur dari +airan, durasi k.ntak +airan panas dengan kulit, dan 8isk.sitas +airan >biasanya terjadi k.ntak yang lebih lama pada +airan yang lebih kental?. 3,6 Dal ini penting untuk diperhatikan
13

pada penderita yang sangat muda atau sangat tua dimana dermis yang ada lebih tipis dari biasanya.6 )ika diterapkan untuk waktu yang +ukup lama, air pada suhu :9J G akan menyebabkan kerusakan ketebalan penuh. Dal ini sering menjadi mekanisme luka bakar tragis di masa kanak$kanak.6

Luka bakar akibat kontak dengan benda padat yang panas !uka bakar k.ntak terjadi dari k.ntak dengan tungku api, l.gam panas, plastik, atau batu bara.3 !uka bakar k.ntak biasanya dalam tapi luasnya terbatas sesuai ukuran benda s.lid tersebut.3

Luka bakar kimia !uka bakar kimia biasanya terjadi akibat ke+elakaan dalam industri tetapi dapat juga disebabkan .leh pr.duk kimia sehari$hari di rumah. Tingkat keparahan tergantung pada agen penyebab, k.nsentrasi dan kuantitas, serta durasi k.ntak. !uka bakar kimia +enderung dalam karena si-at k.r.si-nya yang terus bekerja sampai bahan kimia tersebut sepenuhnya ditiadakan. "ahan kimia yang bersi-at basa lebih buruk daripada asam. Asam hidr.-lu.rida se+ara luas digunakan dalam pembuatan ka+a dan k.nstruksi papan sirkuit dan merupakan penyebab umum dari luka bakar kimia industri. "ahan kimia tersebut harus dinetralkan dengan bahan t.pikal atau suntikan l.kal kalsium gluk.nat untuk men+egah pr.ses pembakaran yang berkelanjutan. Manajemen awal luka bakar kimia hampir sama untuk semua agen, yaitu melepas semua pakaian yang terk.ntaminasi bahan kimia dan mengen+erkan atau men+u+i bahan kimia dengan mengairi daerah yang terkena bahan kimia dengan seksama, biasanya dengan menyiramkan air ke pasien.6

Luka bakar listrik !uka bakar listrik disebabkan .leh k.n8ersi energi listrik menjadi panas, dan listrik bertanggung jawab untuk sekitar 3< dari penerimaan k.rban ke unit luka bakar. 6 Tingginya tegangan listrik adalah kun+i penentu beratnya k.ndisi penderita. Tegangan yang rendah hanya menyebabkan luka bakar k.ntak ke+il yang dalam baik di l.kasi keluar maupun di l.kasi masuknya listrik. 6 Gedera tegangan tinggi terjadi
14

pada tegangan lebih dari 2111 C dan jumlah ini menyebabkan banyak jaringan lunak dan jaringan tulang yang nekr.sis serta dapat kehilangan tungkai kakinya. selalu -atal.6 Perluasan dari pembakaran berbanding lurus dengan hambatan listrik dari jaringan tempat listrik ditransmisikan. Tulang memiliki resistensi tertinggi, jika arus melewati tungkai kaki, tulang menjadi panas dan .t.t di sekitar tulang tersebut menjadi rusak. asi.t.mi kemungkinan akan menjadi suatu hal yang diperlukan untuk men+egah k.mpartemen .t.t. Pembuluh darah juga dapat mengalami kerusakan pada hingga bagian tunika intima dan mengalami tr.mb.sis. ;ekr.sis jaringan dalam mungkin tidak dapat terlihat jelas dari penampilan klinis sampai beberapa hari setelah luka bakar listrik terjadi dan perluasan kerusakan seringkali jauh lebih besar dari yang diperkirakan.6 $ Luka bakar radiasi !uka bakar radiasi dapat disebabkan .leh sinar matahari.Sering berhubungan dengan pekerjaan, seperti nelayan dan peselan+ar, serta akti8itas seperti berjemur di bawah sinar matahari langsung tanpa pelindung kulit yang mengandung sp-.
6

menyebabkan penderita harus

%erusakan .t.t yang terjadi dapat menimbulkan

rhabd.my.lysis dan gagal ginjal. 6 %.ntak dengan tegangan listrik lebih dari H1 111 C

P%to4isio"ogi !uka bakar pada umumnya diklasi-ikasikan sebagai dangkal >pertama derajat?, ketebalan parsial >derajat kedua?, ketebalan penuh >derajat ketiga?, dan derajat luka bakar keempat, yang mempengaruhi jaringan lunak di bawahnya. %etebalan partial luka bakar tersebut kemudian diklasi-ikasikan derajat luka bakar super-isial atau pr.-unda dilihat dari kedalaman dermis yang terlibat.0 Se+ara klinis, luka bakar derajat pertama memberikan gejala sakit, tetapi tidak melepuh, luka bakar derajat dua menyebabkan keterlibatan hingga bagian dermal kulit dan menimbulkan lepuh dan rasa yang sangat sakit saat terusap, dan luka bakar derajat tiga adalah luka bakar yang berat, tanpa rasa sakit, dan dan tidak membuat kulit menjadi putih.0 !uka bakar akibat api, +airan panas, dan k.ntak dengan benda panas dapat
15

menyebabkan kerusakan sel terutama .leh trans-er energi yang menyebabkan nekr.sis k.agulati-, sementara +edera langsung pada membran sel adalah penyebab dari +edera .leh bahan kimia atau listrik.9 %ulit umumnya menyediakan penghalang yang kuat untuk trans-er energi ke jaringan yang lebih dalam.9 Setelah -.kus penghambat tersebut hilang, maka resp.n dari jaringan l.kal bahkan dapat menyebabkan +edera lebih lanjut.9 Tiga 4.na luka bakar utama telah dijelaskan .leh )a+ks.n pada tahun 27:H.6 Terdapat 4.na sentral yang mengalami k.agulasi dengan kerusakan yang maksimal di mana sel$sel kulit yang terkena akan rusak dan tidak dapat kembali seperti semula (irreversible).0,6 *aerah yang mengelilingi 4.na nekr.tik memiliki tingkat m.derat +edera yang awalnya menyebabkan penurunan per-usi jaringan. 9 &ni disebut 4.na stasis dan, tergantung pada lingkungan luka, dapat berkembang menjadi 4.na nekr.sis k.agulati- jika aliran darah l.kal tidak dipertahankan.0,9,6

Gambar 5. Perluasan dan penyembuhan zona luka bakar

Cas.dilat.r end.gen seperti peptida kalsit.nin yang berkaitan dengan gen dan substansi P, yang kadarnya meningkat dalam plasma pasien terbakar, juga diperkirakan memiliki peran dalam hal ini. &nteraksi l.kal seluler seperti agregasi neutr.-il justru +enderung akti- dalam membentuk 4.na stasis. %edua 4.na tersebut dapat meluas dan semakin mendalam, sedangkan 4.na ketiga dan terluar, yaitu 4.na eritema, hanya terdapat dibagian super-isial.6 *aerah terakhir yaitu 4.na hiperemis, berhubungan dengan 8as.dilatasi sebagai resp.n in-lamasi di sekitar luka bakar.9 K.na ini berisi jaringan yang se+ara jelas
16

masih hidup dimana pr.ses penyembuhan dimulai >Bbr. 91$2?.9 Sel$sel di sini hanya akan mengalami +edera yang minimal dan akan sembuh dalam tujuh hari.6

Gambar 6. Zona luka bakar.6

Gambar 7. Zona luka bakar pada pasien

Perubahan sistemik yang terjadi pada luka bakar yang luas >pada .rang dewasa lebih dari 29< luas permukaan tubuh atau 21< pada anak$anak? L Dilangnya +airan ke permukaan tubuh atau r.ngga tubuh lainnya dapat menyebabkan sy.k hip.8.lemik L Sindr.m resp.n in-lamasi sistemik >Systemic inflammatory response syndrome SI!S)
17

terjadi pada luka bakar yang lebih atau sama dengan 31< dari luas permukaan tubuh L %.ntraktilitas mi.kard menjadi terdepresi L Pada kasus pasien dengan inhalasi asap, br.nk.k.nstriksi dan A'*S dapat terjadi L Metab.lisme basal >"asal metabolic rate$"M'? meningkat hingga 3 kali lipat L ungsi dari sistem kekebalan tubuh bawaan menjadi terdepresi L Permeabilitas kapiler se+ara umum meningkat L Cas.k.nstriksi pembuluh darah peri-er dan splanknikus dapat terjadi L Sel$sel darah merah dapat han+ur .leh luka bakar L Sepsis +enderung terjadi jika luka bakar tersebut terin-eksi, dan dapat menyebabkan kegagalan .rgan serta kematian.6

E4ek sistemik !uka bakar yang luas menyebabkan kehilangan +airan yang +ukup besar.6 Penghan+uran epidermis menghilangkan penghalang n.rmal yang se+ara -isi.l.gis ber-ungsi untuk men+egah penguapan air tubuh.6 Selain itu, eksudasi +airan yang mengandung banyak pr.tein sebagai resp.ns in-lamasi ke dalam ruang ekstraselular menyebabkan edema l.kal dan lepuh.6 Gairan yang hilang dengan 8.lume yang besar perlu diganti segera >lihat Bambar. 2H,H?.6 )umlah yang hilang tergantung pada daerah luka bakar ketimbang kedalaman. Dal yang penting diketahui bahwa 4.na eritemat.sa tidak termasuk dalam perhitungan luas area luka bakar. 6 Setelah 31< dari luas permukaan terbakar, terutama jika ada jaringan nekr.tik, mediat.r in-lamasi dan sit.kin dilepaskan sebagai resp.n in-lamasi ke dalam sirkulasi umum, dan dapat menyebabkan resp.n in-lamasi sistemik. Dal ini menimbulkan peningkatan umum dalam permeabilitas kapiler, sehingga meningkatkan 8.lume plasma yang meninggalkan sirkulasi ke dalam Mruang ketigaM. %ehilangan +airan yang terbanyak terjadi dalam beberapa jam pertama namun tsetelah itu terus berlanjut hingga minimal 36 jam.6 %ehilangan epidermis yang luas dan adanya jaringan nekr.tik menempatkan

pasien pada p.sisi yang berisik. tinggi untuk terin-eksi.6 ,rganisme utama penyebab in-eksi pada luka bakar adalah Streptococcus pyogenes selama minggu pertama dan Pseudomonas aeruginosa minggu$minggu setelahnya.6 'isik. sepsis meningkat jika luka bakar terin-eksi dan hal ini bertanggung jawab dalam kegagalan .rgan dan kematian substansial, bahkan dalam era antibi.tik.6
18

1e2%"% k"inis Sejarah harus men+akup in-.rmasi tentang sumber luka bakar, suhu, dan lama k.ntak, serta apakah ada inhalasi asap pembakaran yang berbahaya.6 Penting juga diketahui lamanya dan l.kasi pajanan kulit dengan sumber. 2 %.nsumsi .bat$.batan atau alk.h.l terakhir juga perlu ditanyakan.2 Mekanisme +edera yang berhubungan juga perlu ditanyakan, misalnya ledakan, jatuh, ke+elakaan lalu lintas, dan sebagainya. 2 Anamnesis menyeluruh mengenai luka bakar dapat memberikan in-.rmasi penting yang akan mempengaruhi manajemen penganan pasien. 'in+ian yang terkait dengan l.kasi +edera >di dalam atau di luar ruangan?, jenis +airan yang terlibat sebagai penyebab, durasi ekstraksi dari api, serta rin+ian masalah lain pasien medis, merupakan elemen penting dari sebuah anamnesis yang memadai.3 %erusakan dapat menyertakan jaringan di bawah kulit.2 ase pada luka bakar = I. F%se %k!t5 %.%"5 s-ok ase ini mulai dari saat kejadian sampai masa sy.k telah teratasi. Masalah = gangguan saluran napas karena +edera inhalasi, gangguan sirkulasi, serta keseimbangan +airan dan elektr.lit. "iasanya berlangsung sampai :5 jam pertama. II. F%se s!b%k!t5 sete"%# s-ok ter%t%si ase ini berlangsung setelah -ase sy.k berakhir atau dapat teratasi. !uka terbuka akibat kerusakan jaringan >kulit dan jaringan di bawahnya? menimbulkan masalah = Pr.ses in-lamasi. Pr.ses in-lamasi pada luka bakar berlangsung hebat disertai eksudasi dan keb.+.ran pr.tein. Terjadi reaksi in-lamasi l.kal yang kemudian berkembang menjadi reaksi sistemik dengan dilepasnya 4at$4at yang berhubungan dengan pr.ses imun.l.gik, yaitu, k.mpleks lip.pr.tein >lipid pr.tein +.mpleE, burn$t.Ein? yang menginduksi resp.n in-lamasi metab.lisme. &n-eksi yang dapat menimbulkan sepsis. Dipermetab.lisme
19

Pr.ses penguapan +airan tubuh disertai panasFenergi >e8ap.rate heat l.ss? yang menyebabkan perubahan dan gangguan pr.ses metab.lisme.

III.

F%se "%n2!t ase ini terjadi setelah penutupan luka sampai terjadi maturasi. Masalah pada -ase ini adalah timbulnya penyulit berupa parut hipertr.-ik, k.ntraktur dan de-.rmitas lain yang terjadi karena kerapuhan jaringan atau .rgan.

Pemeriks%%n 4isik $eng#it!ng L!%s L!k% B%k%r Penilaian awal dari area luka bakar adalah suatu hal yang penting, paling tidak karena membantu menentukan 8.lume +airan yang dibutuhkan untuk resusitasi.6 Penilaian daerah sering dilakukan dengan kurang baik bahkan .leh para ahli dan memang rumit pada kenyataannya bahwa eritema perlu dike+ualikan untuk menghindari resusitasi yang berlebihan.6 Perhatikan bahwa pada seluruh wilayah luka bakar yang +ukup besar akan tidak memiliki tingkat kedalaman yang seragam.6 Penilaian awal dapat segera dilakukan, tetapi penilaian de-initi- harus ditunda selama beberapa jam hingga eritema menghilang.

20

Gambar . !turan "embilan !turan #alla$e untuk memperkirakan persentase luas permukaan kulit yan% terbakar. Perkiraan alternati& yan% ber%una dapat men%%unakan bidan% telapak tan%an ditambah 'ari('ari pasien sendiri adalah sekitar 1) dari area kulit total6

Ada beberapa teknik yang digunakan untuk menghitung luas permukaan tubuh t.tal >T"SA? dibakar.3 Saat menghitung T"SA, hanya men+akup daerah$daerah luka bakar parsial dan t.tal dari dermal.3 !uka bakar ringan yang hanya melibatkan epidermis tidak dimasukkan dalam perhitungan.3 Semua area yang terbakar harus diperlihatkan untuk memastikan pasien tetap hangat adalah dengan memperlihatkan daerah$daerah tersebut se+ara berurutan. Penting untuk di+atat bahwa pr.p.rsi bayi dan anak berbeda dengan .rang dewasa.3 (ntuk .rang dewasa, aturan /alla+e met.de penilaian sembilan >Bbr. 2H,6? +ukup dapat diandalkan untuk
21

daerah yang luasnya besar hingga menengah dan +epat untuk dilaksanakan, namun tidak akurat untuk anak$anak.3,6 %epala anak +enderung lebih besar dari 7< !PTT, dan ekstremitas bawah +enderung kurang dari 25< !PTT.3 Gara lain adalah dengan menggunakan area telapak tangan dan jari$jari pasien sendiri untuk menunjukkan sekitar 2< dari luas permukaan tubuh t.tal. Dal ini berguna untuk memperkirakan luas luka bakar ke+il, atau pada luka bakar yang sangat besar di mana daerah yang tidak terbakar yang dihitung. 6 Met.de yang paling akurat untuk semua kasus adalah dengan menggunakan gra-ik !und dan "r.wder yang dapat mengk.mpensasi 8ariasi bentuk tubuh yang terjadi sesuai usia, gra-ik tersebut juga memberikan penilaian yang akurat pada anak$anak.6

22

Gambar *. Gra&ik Lund dan +ro,der. Gra&ik ini memberi petun'uk penilaian yan% lebih tepat dari perkiraan luka bakar dari LP-- untuk setiap tubuh berdasarkan usia indi.idu. 3

KATEGORI KEDALAMAN LUKA BAKAR DI AMERIKA SERIKAT

*erajat !uka "akar *erajat 2 >super-isial?

Penyebab %.ntak dengan api yang singkat, sinar matahari >ultra8i.let?

Penampakan permukaan %ering, tidak ada bullae, tanpa atau edema minimal

/arna Eritem

Tingkat rasa nyeri ;yeri

23

*erajat 0 >parsial?

%.ntak dengan +airan atau benda padat yang panas, api ke pakaian, api se+ara langsung dalam waktu singkat, bahan kimia, ultra8i.let %.ntak dengan +airan atau benda padat yang panas, api se+ara langsung dalam waktu singkat, bahan kimia, listrik

"ullae yang lembab

"er+ak putih atau pink, merah terang +herry red

Sangat nyeri

*erajat 3 >t.tal?

%ering dengan eskar yang kasar hingga debridementN pembuluh darah yang hangus terlihat di bawah eskar Sama seperti derajat 3, .t.t, tend.n, atau tulang dapat terlihat

"er+ampur antara putih, seperti lilin atau mutiara, kegelapan, +.klat muda, mah.gany, hangus Sama seperti derajat 3

Sedikit atau tanpa nyeriN rambut mudah ditarik

*erajat : >mengenai struktur di bawah kulit?

%.ntak yang lama dengan api, listrik

Sama seperti derajat 3

$eni"%i Ked%"%m%n L!k% B%k%r Gedera termal dapat merusak epidermis, sebagian atau seluruh dermis, serta jaringan subkutan. %edalaman luka bakar mempengaruhi pr.ses penyembuhan luka, penilaian kedalaman luka bakar penting untuk manajemen luka yang tepat dan keputusan untuk inter8ensi .perati-. !uka bakar derajat satu terbatas hanya pada bagian epidermis. !uka bakar ini terasa sangat nyeri, eritem, memu+at saat disentuh, dengan pembatas epidermis yang intak, tanpa bullae.9 G.nt.h dari luka bakar derajat satu adalah luka bakar akibat sinar matahari atau air yang +ukup panas.9 !uka bakar ini akan sembuh dalam tiga sampai enam hari. !uka bakar ini tidak akan menimbulkan jaringan parut, dan tujuan penatalaksanaannya
24

ialah untuk membuat pasien nyaman dengan pemakaian salep pereda t.pikal dengan atau tanpa ekstrak lidah buaya atau .bat anti in-lamasi g.l.ngan n.n ster.id, atau asetamin.-en.3,9

Gambar 1/. Luka bakar dera'at 1

!uka bakar derajat dua >ketebalan parsial? dibagi menjadi dua tipe, yaitu super-isial dan pr.-unda.2,9,6 Semua luka bakar derajat dua telah mengenai struktur dermal, dan pembagiannya berdasarkan kedalaman luka yang terjadi pada struktur ini. Giri$+iri dari luka bakar dermal super-isial yaitu eritem, sangat nyeri, basah, memu+at saat disentuh, dan sering menimbulkan bullae.3,9,6 Terkadang bullae tersebut tidak timbul dalam beberapa jam setelah kulit terbakar.9 !uka bakar yang diperkirakan sebagai derajat satu selanjutnya dapat didiagn.sis sebagai luka bakar derajat dua pada hari ke$0.9 !uka ini akan mengalami reepitelisasi se+ara sp.ntan dari struktur epidermis yang masih ada seperti rete ridges, -.likel rambut, dan kelenjar keringat dalam tujuh sampai empat belas hari. 9 Gedera kulit dapat menyebabkan hilangnya pewarnaan kulit dalam waktu yang lama. 9 !uka bakar dermal yang lebih dangkal >parsial super-isial? akan terlihat lebih pu+at daripada merah muda atau memiliki warna yang tidak rata, tidak akan memu+at saat disentuh, tetapi tetap sakit saat dilakukan tes dengan jarum.9,6

25

Gambar 11. Luka bakar dera'at 2a

Pada luka bakar derajat dua yang lebih dalam >parsial pr.-unda?, sensasi jarum tersebut menjadi lebih tumpul >kurang sensiti- bila dibandingkan dengan kulit n.rmal di sekitarnya?.2,3,9,6 %apiler dapat terisi lebih lambat atau tidak terisi sama sekali setelah penekanan pada kulit. Saat dilakukan tes dengan tusukan jarum, darah lebih lambat keluar dari biasanya.6 !uka bakar ini dapat sembuh dalam 02 sampai 05 hari atau lebih lama dengan reepitelisasi -.likel rambut dan keratin.sit pada kelenjar keringat, sering kali dengan jaringan parut yang hipertr.pik.9 Semakin lama luka bakar tersebut sembuh, semakin berat jaringan parut yang terjadi.9

Gambar 12. Luka bakar dera'at 2b

!uka bakar derajat tiga adalah luka bakar dengan ketebalan t.tal melewati dermis dan memiliki +iri sebagai eskar yang kuat dan kasar serta tidak sakit, dan dapat berwarna hitam, putih, atau merah terang.9 Eskar merupakan struktur yang tidak sensiti- bila dilakukan tes nyeri dengan jarum.2,3,9,6 Tidak ada epidermis atau dermis yang tersisa, dan luka ini akan sembuh dengan +ara reepitelisasi dari tepi luka dimana akan terjadi tarikan. 9 !uka bakar derajat tiga tidak berdarah saat dilakukan tes tusukan jarum. 6 !uka bakar dermal yang dalam serta luka bakar dengan ketebalan t.tal membutuhkan eksisi dan pen+angk.kan dari kulit pasien sendiri dengan tujuan agar luka sembuh lebih +epat. 0,3,9,6 Pen+angk.kan kulit biasanya diperlukan karena epithelialisasi dari pinggir luka terjadi se+ara lambat dan rentan terhadap k.mplikasi tertentu seperti in-eksi, jaringan parut dan k.ntraktur.6

26

Gambar 13. Luka bakar dera'at 3

!uka bakar derajat empat meliputi .rgan lain dibawah kulit, seperti .t.t, tend.n, dan tulang. !uka bakar ini memiliki penampilan hangus yang disebabkan dari k.ntak dengan api yang lama atau .bjek seperti knalp.t panas, atau luka bakar listrik yang bertegangan tinggi.9

Gambar 14. Luka bakar dera'at 4

27

Gambar 15. 0lasi&ikasi kedalaman luka bakar6

Eritema$merah, kulit kering yang mudah k.ntan memu+at kemudian isi ulang +epat

>tidak digambarkan di sini? L Super-i+ial$merah, luka lembab yang memu+at pas+a penekanan pada kulit dan pembuluh darah +epat terisi ulang L *ermal super-i+ial$ pu+at, kering, memu+at pas+a penekanan pada kulit namun pembuluh darah terisi ulang se+ara perlahan L *ermal pr.-unda$ berbintik$bintik +eri merah dan tidak pu+at >pewarnaan kapiler tetap?. Terjadi tr.mb.sis darah yang menetap di dalam kapiler yang rusak di bagian pleksus dalam dermis. L %etebalan penuh$ kering, kasar, seperti lilin, atau dapat berupa luka keras yang tidak pu+at. Pada luka bakar yang luas, luka bakar dengan ketebalan penuh bisa dikira sebagai kulit yang tidak terbakar.6 Pemeriks%%n Pen!n2%ng %urang beruntung bahwa, bahkan ahli bedah yang berpengalaman memiliki kemampuan terbatas untuk se+ara akurat memprediksi p.tensi penyembuhan luka bakar ketebalan parsial, salah satu alasannya adalah bahwa luka bakar berkembang selama :5$H0 jam setelah terbakar.0 "anyak teknik telah dikembangkan dengan gagasan bahwa prediksi kedalaman luka bakar se+ara dini akan memper+epat pengambilan keputusan bedah yang tepat. Salah satu +ara yang paling e-ekti- untuk menentukan kedalaman luka bakar adalah dengan bi.psi ketebalan penuh, tapi hal ini memiliki beberapa keterbatasan. Tidak hanya karena pr.sedur tersebut yang menyakitkan dan berp.tensi menimbulkan jaringan parut,
28

namun pemba+aan hist.pat.l.gi yang akurat memerlukan ahli pat.l.gi khusus dan kemungkinan pergantian perputaran yang lambat.0 !aser *.ppler dapat mengukur per-usi kulit dan dengan menggunakan pengukuran tersebut untuk memprediksi kedalaman luka bakar, dengan nilai prediksi p.siti- sampai 51< dalam beberapa penelitian.0 (SB n.n$k.ntak telah didalilkan sebagai m.dalitas yang tidak begitu menyakitkan untuk memprediksi luka yang sulit sembuh, dan memiliki keuntungan mudah dilakukan untuk penilaian berulang.0 Sayangnya, tidak satupun dari terapi baru telah terbukti +ukup unggul untuk mengurangi biaya pemeriksaan tersebut, sehingga belum ada pemeriksaan penunjang berkala .leh ahli bedah yang berpengalaman.0

29

Gambar 16. 2ana'emenet a,al luka bakar

Di%gnosis
30

Pen%t%"%ks%n%%n Peng.batan yang .ptimal dapat mengurangi m.rbiditas dan m.rtalitas luka bakar pada luka bakar yang besar. Peng.batan yang e-ekti- dapat memperpendek masa penyembuhan, memper+epat kembali -ungsi tubuh, dan mengurangi kebutuhan untuk rek.nstruksi sekunder. Sebe"!m ke r!m%# s%kit Pr.ses pembakaran harus dihentikan sesegera mungkin, misalnya dengan

memadamkan api, mengen+erkan dan men+u+i bahan kimia yang merusak, atau melepaskan k.rban dari k.ntak dengan arus listrik penyebab.0 Saat mengeluarkan pasien dari sumber +edera, perawatan harus dilakukan untuk memastikan bahwa penyelamat tidak menjadi k.rban lain.:,H Satu hal yang paling penting untuk diatasi sebelum transp.rtasi pasien, seperti dalam setiap pasien trauma, adalah jalan napas.3 )ika pasien memiliki tanda$tanda dan gejala +edera inhalasi atau keadaan luka bakar yang disertai dengan ke+urigaan +edera inhalasi >misalnya, api ruang tertutup?, maka pengamanan jalan napas sebelum membawa pasien dianjurkan.3 )ika pasien terbakar dalam ruangan tertutup, maka perlu diperkirakan adanya kera+unan karb.n m.n.ksida dalam derajat tertentu, dan perlu diberikan .ksigen 211< dengan menggunakan masker yang pas.0 )ika k.rban mengalami kegagalan napas, maka suatu selang end.trakeal dan alat bantu pernapasan dapat dipasang.0 Semua +in+in, jam tangan, perhiasan, dan ikat pinggang perlu dilepaskan karena benda$benda tersebut dapat mempertahankan panas dan dapat menghasilkan e-ek seperti t.rniIuet.: Pakaian pasien harus dilepaskan ke+uali menempel pada luka bakar, dan pendinginan akti- yang digunakan untuk menghilangkan panas dari kulit dan perkembangan luka bakar. Air suhu ruangan dapat dituangkan pada luka dalam waktu 29 menit dari +edera untuk mengurangi kedalaman luka, tetapi langkah$langkah berikutnya untuk mendinginkan luka dihindari untuk men+egah hip.termia selama resusitasi.: !uka bakar perlu ditutup dengan kain yang bersih atau kassa pembalut untuk men+egah k.ntaminasi lebih lanjut dari permukaan luka, dan mengurangi nyeri pada daerah$daerah ketebalan tertentu dari luka bakar.0 Selanjutnya pasien diselimuti dengan selimut yang bersih guna men+egah kehilangan panas tubuh dan mengurangi risik. hip.termia.0 Prinsip dari perawatan luka bakar yang sukses adalah tim. Tidak ada se.rang indi8idu yang mampu memenuhi sendiri kebutuhan$kebutuhan akut dan jangka panjang dari pasien luka bakar.3 Maka dari itu, perawatan luka bakar yang terbaik diserahkan di sebuah pusat
31

luka bakar khusus di mana d.kter yang berpengalaman, perawat, terapis -isik dan pekerjaan, ahli gi4i, psik.l.g, dan pekerja s.sial semua dapat berpartisipasi dalam perawatan indi8idu.3 *engan penge+ualian dari luka bakar yang ke+il, semua pasien luka bakar harus dirujuk ke pusat penanganan luka bakar. The Ameri+an "urn Ass.+iati.n >A"A? telah menetapkan kriteria -.rmal untuk trans-er ke pusat luka bakar >Tabel 2H.0?.3 TA"E! 2H.0 %'&TE'&A PE;YE'ADA; %E P(SAT !(%A "A%A' #$e %merican "urn %ssociation telah mengidenti-ikasi pasien dengan +edera yang biasanya membutuhkan rujukan ke pusat luka bakar. Pasien dengan luka bakar tersebut harus dirawat di sebuah -asilitas khusus luka bakar setelah penilaian awal dan perawatan di unit gawat darurat. Pertanyaan tertentu tentang pasien dapat ditangani dengan k.n-irmasi di pusat luka bakar. $ !uka bakar derajat dua dan tiga A 21< dari luas permukaan t.tal tubuh >!PTT? pada pasien O21 tahun atau A91 tahun. $ !uka bakar derajat dua dan tiga A 01< dari luas permukaan t.tal tubuh >!PTT? pada kel.mp.k usia yang lain >usia 21 sampai 91 tahun? $ !uka bakar derajat dua dan tiga dengan an+aman serius dari gangguan -ungsi.nal atau k.smetik yang melibatkan wajah, tangan, kaki, alat kelamin, perineum, dan send$sendi utama. $ !uka bakar derajat tigaA 9< !PTT dalam setiap kel.mp.k usia. $ !uka bakar listrik, termasuk luka bakar akibat petir $ !uka bakar kimia dengan an+aman serius dari gangguan -ungsi.nal atau k.smetik. $ !uka bakar dengan +edera inhalasi $ !uka bakar sirkum-erensial $ !uka bakar pada pasien dengan gangguan medis yang telah ada, yang bisa mempersulit tatalaksana, memperpanjang masa pemulihan, atau mempengaruhi angka kematian. $ Setiap pasien luka bakar dengan trauma lain >misalnya patah tulang? di mana luka bakar menimbulkan risik. terbesar dalam m.rbiditas atau m.rtalitas. 3 ;amun, jika trauma menimbulkan risik. langsung yang lebih besar, pasien dapat dirawat di sebuah pusat trauma pada awalnya sampai stabil, sebelum dikirim ke pusat luka bakar. %eputusan d.kter akan diperlukan dalam situasi seperti ini, dan harus dalam ren+ana pengendalian kesehatan regi.nal dan pr.t.k.l triase.3 'umah sakit tanpa teknisi ahli atau peralatan untuk perawatan luka bakar pada anak$anak harus memindahkan anak$anak ke pusat luka bakar dengan kemampuan$kemampuan ini.3
32

,rganisasi dan Pers.nil (nit !uka "akar: Ahli bedah yang berpengalaman dalam kasus luka bakar >pengurus unit luka bakar dan ahli bedah yang berkualitas? Tenaga keperawatan yang berdedikasi Terapis -isik dan pekerjaan Para pekerja s.sial Ahli gi4i Ap.teker Terapis perna-asan Psikiater dan psik.l.g klinis Pr.sthetists: Sete"%# di r!m%# s%kit

A.%" Res!sit%si

Airway= Pemeliharaan jalan napas dengan k.ntr.l G$tulang belakang. &ntubasi jika di+urigai +edera inhalasi, edema saluran napas dapat +epat -atal ". "reathing= Pernapasan dan 8entilasi G. Gir+ulati.n= sirkulasi dengan k.ntr.l perdarahan *. *isability= %e+a+atan dan status neur.l.gis E. EEp.sure= %.ntr.l paparan dan lingkungan . luid resusitati.n= Gairan resusitasi terutama pada anak dengan luka bakar A 21< !PTT, dewasa dengan luka bakar A 29< !PTT *ua jalur 8ena peri-er, sebaiknya menggunakan kaliber besar bila melalui kulit yang terbakar. %irim darah untuk pemeriksaan lab *P!, pembekuan, karb.ksihaem.gl.bin. "erikan +airan s.lusi. Dartmann3$:ml F kg F< !PTT luka bakar. Setengah dari ini diberikan pada 5 jam pertama, setengah berikutnya diberikan selama 26 jam berikutnya

Anak$anak membutuhkan +airan rumatan tambahan Memantau resusitasi dengan kateter urin >dengan tujuan .utput urin 1.9$2m!FkgFjam?. Pertimbangkan E%B, denyut nadi, tekanan darah, tingkat pernapasan, saturasi .ksigen, dan analisa gas darah. %emudian lakukan sur8ei sekunder.H 'esusitasi +airan >penggantian +airan yang hilang?
33

!uas luka bakar harus ditentukan dan kemudian dilanjutkan dengan resusitasi +airan. Tujuan resus+itasi +airan adalah untuk mempertahankan per-usi .rgan 8ital serta menghindari k.mplikasi terapi yang tidak adekuat atau berlebihan. Gara E8ans Dari & = a. luas luka ><? E "" ;aGlF0:jam b. luas luka ><? E "" plasmaF0:jam +. 0111++ deEtr.sa 9<F0:jam 5 jam & = P >2Q0Q3? 26 jam && = P >2Q0Q3? Dari && = P jumlah +airan hari & >dibagi 0: jam ? Gara "aEter >Parkland? Dari & = !uas luka ><? E "" E :++ '!F0:jam Dari && = a. !uas luka ><? E "" E 1,9++ plasmaF0:jam b. deEtr.se 9 < 'esusitasi +airan pada anak >O31kg? Dari & = >!uas luka ><? E "" E:++? Q kebutuhan maintanan+e '!F0: jam %ebutuhan maintanan+e = 21 kg & = 211++Fkg""F0:jam 21 kg && = 91++Fkg""F0:jam

34

21 kg &&& = 01++Fkg""F0:jam 5 jam & = P 26 jam && = P Dari && = P jumlah +airan hari & >dibagi 0: jam ?

Pemasangan kateter urine Pemasangan kateter harus dilakukan untuk mengukur pr.duksi urine setiap jam. ,utput urine merupakan indikat.r yang reliable untuk menentukan keadekuatan dari resusitasi +airan.

6EDERA in#%"%si &ndikasi pasien dengan +edera inhalasi yang kemungkinan akan membutuhkan intubasi end.trakeal dan 8entilasi adalah sebagai berikut= Sebuah riwayat luka bakar atau luka bakar api dalam ruang tertutup Strid.r, takipnea atau dispnea 'ambut hidung Dangus %etebalan Penuh atau luka bakar kulit dalam ke wajah, leher atau bagian atas tubuh Perubahan suara dengan suara serak atau batuk yang keras Sputum atau partikel karb.n yang terlihat dalam .r.-aring Eritema atau pembengkakan .r.-aring pada pemeriksaan langsung %erusakan .rgan perna-asan dan sistemik dari menghirup udara, asap dan gas bera+un panas >misalnya karb.n m.n.ksida atau sianida dari pembakaran uph.lstery? merupakan penyebab utama kematian dan k.mplikasi bahkan jika luka bakar pada kulit yang sedikit. 6 Panas gas inhalasi sering +ukup untuk menyebabkan edema in-lamasi pada r.ngga mulut, muk.sa hidung dan laring atau luka bakar bahkan serius. 6 Menghitam .leh asap atau kulit terbakar sekitar r.ngga hidung atau mulut memperingatkan +edera inhalasi. Selain itu, gas bera+un bisa melukai parenkim paru, sehingga menyebabkan edema paru, atelektasis dan pneum.nia sekunder satu atau dua hari kemudian.6
35

&n8estigasi meliputi sinar$R dada, gas darah dan estimasi karb.n m.n.ksida dan pemeriksaan saluran pernapasan bagian atas dengan pharyng.s+.py -leksibel dan br.nk.sk.pi.6 Peng.batan awal melibatkan pemberian udara yang dilembabkan dengan masker dan antibi.tik untuk men+egah in-eksi dada. 6 %asus yang lebih parah membutuhkan .ksigen .leh masker, maju ke intubasi end.trakeal dan 8entilasi tekanan p.siti- intermiten jika gas darah memburuk atau edema paru berkembang. )ika di+urigai terjadi inhalasi karb.n m.n.ksida atau inhalasi sianida, pasien harus diberikan 211< .ksigen melalui masker wajah.3 An%"gesi% !uka bakar dapat sangat menyakitkan dengan rasa sakit yang terbesar terjadi pada luka bakar super-isial.6 Penanganan nyeri yang terbaik dapat di+apai dengan pendinginan dan menutupi luka bakar selain memberikan .bat analgesik.6 Manajemen nyeri untuk pasien luka bakar telah diakui se+ara luas selama 09 tahun terakhir. 0 ;amun, kita juga harus mempertimbangkan peng.batan ke+emasan jangka panjang.0 ,leh karena itu, penting untuk pengel.laan pemberian anti anEietas seperti ben4.dia4epin dengan terapi pemberian g.l.ngan nark.tik pada tahap awal.0 Pada luka bakar yang lebih besar, .pi.id diberikan pada awal tahap, kemudian ;SA&*.6

Pen!t! %n L!k% Pasien harus diangkut dengan penutup luka yang hangat dan kering untuk men+egah hip.termia selama transp.rtasi.3 Cling film (P&C film) sangat ideal sebagai penutupan awal luka bakar.6 Penutup luka bakar ini pada dasarnya harus steril, lentur, tidak menempel, dan membentuk penghalang kedap yang transparan untuk memungkinkan pemeriksaan. 6 Penutup ini sebaiknya diletakkan pada luka >tidak dililit? kemudian ditutupi dengan selimut untuk menjaga kehangatan luka.6 Tangan yang terbakar dapat ditutup di dalam kant.ng plastik.6 %ant.ng pendingin hidr.gel, misalnya "urns$ield, perlu disediakan untuk diberikan di tempat kejadian luka bakar. 6 Penerapan agen t.pikal biasanya tidak diperlukan karena luka akan memerlukan pembersihan dan penilaian setelah kedatangan di bakar +enter.3

Pengob%t%n L!k% B%k%r


36

L Ada banyak sekali terapi t.pikal untuk peng.batan luka bakar. *ari jumlah tersebut, sil8er sul-adia4ine adalah yang paling banyak digunakan dalam praktek klinis. Sul-adia4ine perak memiliki berbagai akti8itas antimikr.ba, terutama sebagai pr.-ilaksis terhadap in-eksi luka bakar daripada peng.batan in-eksi yang ada. &ni memiliki man-aat tambahan yang murah dan mudah diterapkan, dan memiliki beberapa kualitas menenangkan. Dal ini tidak signi-ikan diserap se+ara sistemik dan dengan demikian memiliki keka+auan metab.lisme minimal. Perak sul-adia4in memiliki reputasi untuk menyebabkan neutr.penia, namun hubungan ini lebih +enderung menjadi hasil dari marginati.n neutr.-il akibat resp.n in-lamasi terhadap luka bakar. 'eaksi alergi yang benar dengan k.mp.nen sul-a perak sul-adia4in jarang terjadi, dan pasien yang berisik. dapat memiliki sejumlah ke+il diterapkan untuk mengidenti-ikasi sensasi terbakar atau ruam. Sul-adia4ine perak akan menghan+urkan +angk.k kulit dan merupakan k.ntraindikasi pada luka bakar di dekat dengan daerah$daerah yang baru di+angk.kkan. L Ma-enide asetat, baik dalam bentuk krim atau larutan, merupakan +ara yang e-ektiantimikr.ba t.pikal. Dal ini e-ekti- bahkan di hadapan es+har dan dapat digunakan di kedua meng.bati dan men+egah in-eksi luka, dan bentuk s.lusi adalah antimikr.ba yang sangat baik untuk +angk.k kulit segar. Penggunaan ma-enide asetat mungkin dibatasi .leh rasa sakit dengan aplikasi untuk luka bakar parsial$ketebalan. Ma-enide diserap se+ara sistemik, dan e-ek samping utama adalah asid.sis metab.lik akibat anhydrase karb.nat penghambatan. L Perak nitrat adalah agen lain t.pikal dengan spektrum luas akti8itas antimikr.ba. S.lusi yang digunakan harus en+er >1,9<?, dan aplikasi t.pikal dapat menyebabkan elektr.lit ekstra8asasi dengan hasil hip.natremia. Sebuah k.mplikasi langka methem.gl.binemia. Meskipun murah, larutan perak nitrat menyebabkan n.da hitam dan biaya laundry dapat mengimbangi man-aat -iskal ke rumah sakit. L (ntuk luka bakar yang hampir sembuh, ke+il atau besar, salep t.pikal seperti ba+itra+in, ne.misin, dan p.limiksin " dapat digunakan. &ni juga berguna untuk dangkal parsial$ ketebalan luka bakar wajah karena mereka dapat diterapkan dan dibiarkan terbuka terhadap udara tanpa berpakaian +akupan. Gangk.k kulit menyatu, di mana +elah yang hampir ditutup, adalah indikasi lain untuk penggunaan agen ini, sebaiknya dengan kasa berminyak untuk membantu mempertahankan salep di daerah yang terkena. %etiganya telah jarang dilap.rkan menyebabkan ne-r.t.ksisitas dan tidak b.leh digunakan pada luka bakar yang besar. *aya tarik media baru$baru dengan Staphyl.+.++us aureus resisten methi+illin telah menyebabkan digunakan se+ara luas .leh para praktisi masyarakat mupir.+in untuk luka bakar baru.
37

%e+uali pasien telah dikenal -akt.r risik. methi+illin$resistant S. aureus, mupir.+in seharusnya hanya digunakan pada in-eksi luka bakar budaya p.siti- untuk men+egah d.r.ngan perlawanan lebih lanjut. L Sil8er$diresapi dressing seperti A+ti+.at >Smith S ;ephew, !.nd.n, &nggris? dan AIua+el Ag >G.n8aTe+, Prin+et.n, ;)? semakin sering digunakan untuk kedua situs d.n.r dan +angk.k kulit, serta untuk luka bakar yang jelas parsial$ketebalan pada masuk. &ni membantu mengurangi jumlah perubahan rias dan mungkin lebih nyaman bagi pasien, tetapi tidak b.leh digunakan pada luka kedalaman heter.gen, karena men+egah pemeriksaan serial luka. Membran bi.l.gis seperti "i.brane >*.w$Di+kham, Sugarland, TR? memberikan penghalang yang berkepanjangan di mana luka bisa sembuh. %arena si-at .klusi- dressing ini, ini biasanya digunakan hanya pada segar dangkal luka bakar parsial$ketebalan yang jelas tidak terk.ntaminasi. Bambar. 5$0 memberikan alg.ritma yang dapat membantu dalam memilih membakar sesuai penanganan.

Per%.%t%n "!k% berd%s%rk%n &on% Seperti namanya, pada 4.na k.agulasi, jaringan yang terkena menggumpal dan terkadang menjadi nekr.tik, dan akan membutuhkan eksisi serta pen+angk.kan kulit >grafting).0 *i bagian peri-er dari 4.na k.agulasi adalah 4.na stasis, yang memiliki resp.n l.kal berupa 8as.k.nstriksi dan iskemia.0 Dal penting yang harus diketahui dari 4.na statis ialah bahwa sel$sel yang +edera dapat bertahan hidup atau mati sesuai dengan e-ekti8itas peng.batan.6 A0 tr.mb.ksan, suatu 8as.k.nstrikt.r kuat, hadir dalam k.nsentrasi tinggi pada luka bakar, dan aplikasi l.kal inhibit.r tr.mb.ksan telah terbukti dapat meningkatkan aliran darah dan memperbaiki 4.na ini dari stasis.9 Anti.ksidan dan penghambat pr.ses yang dimediasi .leh neutr.-il juga dapat memperbaiki aliran darah dan menjaga jaringan ini dan mengurangi kedalaman +edera. 9 'esusitasi dan perawatan luka yang tepat dapat membantu men+egah k.n8ersi luka tersebut menjadi luka yang lebih dalam, sedangkan in-eksi atau per-usi jaringan yang kurang .ptimal dapat menambah kedalaman luka bakar.0 Dal ini sesuai se+ara klinis karena banyak luka bakar dengan ketebalan yang parsial super-isial akan sembuh dengan manajemen perkiraan, sementara may.ritas luka bakar dengan ketebalan parsial pr.-unda memerlukan eksisi serta pen+angk.kan kulit.0 *aerah terakhir dari luka bakar disebut 4.na hiperemia, yang akan sembuh tanpa atau dengan jaringan parut yang minimal.0 Antibiotik
38

Pasien dengan luka bakar akut tidak b.leh menerima antibi.tik pr.-ilaksis. &nter8ensi ini telah jelas ditunjukkan untuk mempr.m.sikan perkembangan in-eksi jamur dan .rganisme tahan dan ditinggalkan pada pertengahan 2751$an. Sebuah penguat tetanus harus diberikan di ruang gawat darurat.

!uka bakar akibat +airan panas biasanya akan sembuh tanpa memerlukan pen+angk.kan kulit. Brease luka bakar, bagaimanapun, +enderung menyebabkan luka bakar kulit yang lebih dalam dan kadang$kadang akan memerlukan pengel.laan bedah.3

Pen7%ngkok%n "!k% b%k%r L %arena +angk.k penuh ketebalan tidak praktis untuk sebagian luka bakar, split$ketebalan aut.gra-ts lembar dipanen dengan kekuatan dermat.m membuat penutup luka paling tahan lama dan memiliki penampilan k.smetik yang layak. Pada luka bakar yang lebih besar, meshing kulit aut.gra-ted menyediakan area yang lebih luas +akupan luka. Dal ini juga memungkinkan pengaliran darah dan +airan ser.sa untuk men+egah akumulasi bawah +angk.k kulit dengan kehilangan +angk.k berikutnya. Area penting k.smetik seperti wajah, leher, dan tangan harus di+angk.k dengan +angk.k lembar n.nmeshed untuk memastikan penampilan yang .ptimal. Sayangnya, bahkan luas meshing +angk.kan kulit pada pasien dengan situs d.n.r yang terbatas tidak dapat memberikan jumlah yang +ukup kulit. Pilihan untuk +akupan luka sementara termasuk all.gra-t kada8er manusia, yang dimasukkan ke dalam luka tetapi dit.lak .leh sistem kekebalan tubuh dan harus akhirnya digantikan. &ni akan memberikan waktu bagi situs d.n.r untuk menyembuhkan +ukup sehingga mereka dapat rehar8ested. Pen+arian untuk permanen pengganti kulit sintetis yang sempurna tetap sulit dipahami, tetapi ada beberapa pr.duk yang digunakan yang membantu memper+epat penghapusan bakar es+har dan menyediakan +akupan luka sementara. &ntegra >&ntegra !i-eS+ien+es G.rp.rati.n, Plainsb.r., ;)? adalah pr.duk bilayer dengan berp.ri k.lagen$ k.ndr.itin sul-at 6$lapisan dalam yang melekat pada lembar luar silasti+. Dambatan silasti+ membantu men+egah kehilangan +airan dan in-eksi, dan lapisan dalam menjadi 8as+ulari4ed, men+iptakan ne.dermis buatan. Pada sekitar 0 minggu, lapisan silasti+ dihapus dan aut.gra-t tipis ditempatkan di atas ne.dermis tersebut. Dal ini menyebabkan penyembuhan lebih +epat dari situs d.n.r lebih dangkal, dan tampaknya memiliki sedikit jaringan parut hipertr.-ik dan ditingkatkan bersama -un+ti.n.200 All.*erm >!i-eGell G.rp.rati.n, The /..dlands, TR? adalah pengganti kulit lain yang terdiri dari +ry.preser8ed dermis aselular manusia. &ni juga
39

harus

digunakan

dalam

k.mbinasi

dengan

kulit

tipis

split$ketebalan

gra-ts.203

L pengganti kulit epidermal seperti aut.gra-ts epitel berbudaya merupakan pilihan pada pasien dengan luka bakar yang besar dan sangat terbatas d.n.r sites.20: penggunaan klinis mereka telah dibatasi .leh waktu penyelesaian yang lama untuk kultur, serta kerapuhan kulit berbudaya, yang men+iptakan kesulitan besar dengan penanganan intra.perati- dan k.rupsi ambil. Ada perkembangan yang menjanjikan dalam teknik kultur kulit, tapi tidak ada pr.duk akhir yang menjadi k.mersial. L Paha membuat situs d.n.r anat.mi nyaman, yang mudah dipanen dan relati- tersembunyi dari sudut pandang estetika. Semakin tebal kulit punggung berguna pada pasien yang lebih tua, yang memiliki kulit tipis di tempat lain dan mungkin memiliki situs d.n.r penyembuhan kesulitan. ".k.ng adalah situs d.n.r baik pada bayi dan balita, Sil8adene dapat diterapkan ke situs d.n.r dengan p.p.k sebagai +akupan. %ulit kepala juga merupakan situs d.n.r baik, kulit yang tebal dan ada banyak -.likel rambut sehingga menyembuhkan dengan +epat. &ni memiliki keuntungan tambahan yang benar$benar tersembunyi tumbub kembali rambut sekali. Epine-rin +lysis diperlukan untuk panen kulit kepala, untuk kedua hem.stasis daerah ini hiper8as+ular dan juga untuk membuat permukaan halus untuk panen. L *a-tar umum digunakan situs d.n.r dressing adalah panjang dan termasuk -ilm sederhana transparan untuk hydr.+.ll.ids, gau4es petr.latum, dan dressing perak$diresapi. Situs d.n.r dekat dengan +angk.k segar dapat berpakaian dengan kasa n.nadherent berp.ri, dan kedua situs d.n.r dan +angk.k dapat direndam dengan asetat ma-enide untuk kemudahan perawatan. Prinsip di balik memilih dressing harus menyeimbangkan kemudahan perawatan, kenyamanan, pengendalian in-eksi, dan biaya. Pemilihan situs d.n.r berpakaian sebagian besar lembaga dependent data dan beberapa mendukung keunggulan yang jelas dari ren+ana peng.batan tunggal. $%n%2emen "!k% b%k%r L luka bakar kulit super-isial akan sembuh tanpa jaringan parut dalam waktu 0 minggu selama in-eksi tidak memperdalam luka bakar. L (ntuk luka bakar ke+il, peng.batan rawat jalan dengan sederhana, dressing tidak patuh dan inspeksi luka dua kali seminggu sudah +ukup. L Gu+i luka bakar dengan n.rmal saline atau +hl.rheEidine.
40

L le+et besar debride. Tinggikan tungkai untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. L "erpakaian tangan dalam kant.ng plastik untuk memungkinkan m.bilisasi. L sulphadi4ine perak t.pikal digunakan pada luka bakar dalam untuk mengurangi risik. in-eksi >tapi tidak harus diterapkan sampai pasien telah dire8iew .leh unit luka bakar karena membuat sulit untuk menilai kedalaman?. Es7#%rotomi *ilakukan untuk luka bakar ketebalan penuh yang melingkari dada yang membatasi 8entilasi atau ke tungkai yang membatasi sirkulasi. Dilangnya pulsa atau sensasi adalah tanda terlambat. Pada tahap awal, nyeri pada saat istirahat atau pada gerakan pasi- sendi distal menunjukkan iskemia. Pasien mungkin juga perlu asi.t.mi. Eksisi dan pen+angk.kan kulit *ilakukan untuk kulit atau penuh dalam luka bakar ketebalan yang terlalu besar untuk menyembuhkan dengan +epat dengan niat sekunder.H

$%n%2emen "!k% b%k%r ked%"%m%n tertent! !uka bakar dangkal, biasanya terbakar sinar matahari, hanya memerlukan terapi sup.rti- dengan analgesia reguler dan dressing untuk daerah lembab. Penyembuhan terjadi dalam waktu seminggu .leh regenerasi dari keratin.sit rusak. !uka bakar kulit super-i+ial. Terik umum dan terkena sara- dangkal membuat ini membakar sangat menyakitkan. %emajuan untuk membakar lebih tidak mungkin. Penyembuhan diharapkan dalam waktu dua minggu dari keratin.sit dalam kelenjar keringat dan -.likel rambut. Tingkat regenerasi tergantung pada kepadatan adneEae, yaitu kulit berbulu tipis di lengan bagian dalam kel.pak mata atau menyembuhkan lebih lambat dari kulit tebal atau berbulu belakang, kulit kepala atau wajah. Peng.batan seperti dijelaskan di atas meskipun Dypa-iE adalah saus khusus yang melindungi m.bilitas dan memungkinkan men+u+i dengan saus di tempat. Dal ini diterapkan se+ara langsung ke tangan luka bakar, misalnya. Saus ini perlu berubah setidaknya mingguan melalui perendaman dalam minyak. !uka bakar wajah +anggung dibiarkan terbuka tapi bebas dilapisi dengan krim atau salep antimikr.ba. )ika luka bakar yang belum sembuh setelah 0 minggu, dapat diasumsikan bahwa penilaian mendalam adalah salah dan pasien harus dirujuk ke unit luka bakar.

41

!uka bakar kulit pr.-unda. &ni adalah yang paling sulit untuk dinilai. !uka bakar dermal dangkal dapat berkembang menjadi luka bakar kulit dalam >dengan pewarnaan kapiler tetap? dalam waktu :5 jam. %epadatan adneEae kulit kurang pada kedalaman ini dan penyembuhan lebih lambat dan tunduk pada k.ntraktur. "eberapa luka bakar ini sembuh sp.ntan jika tetap hangat, lembab dan bebas dari in-eksi, tetapi jika luka bakar kulit dalam yang luas atau berada di daerah -ungsi.nal atau k.smetik sensiti- mereka lebih dirawat di unit luka bakar dengan eksisi dengan kedalaman yang layak dan pen+angk.kan kulit dalam waktu 9 hari. Dal ini dapat mengurangi m.rbiditas dan memper+epat kembali ke -ungsi n.rmal. !uka bakar ketebalan penuh. Semua elemen regenerati- di area yang terbakar telah han+ur, tanpa men+angk.k, k.ntraksi luka dan dist.rsi akan sangat besar. &dealnya semua luka bakar ketebalan penuh membutuhkan eksisi dan gra-ting ke+uali mereka di wilayah di mana -ungsi tidak akan terganggu dan kurang dari 2 +m.6 $%k%n%n *ukungan nutrisi mungkin lebih penting pada pasien dengan luka bakar yang besar daripada di p.pulasi pasien lainnya. Tidak hanya nutrisi yang +ukup berperan dalam masalah akut seperti resp.n kekebalan tubuh, tapi resp.n hipermetab.lik dalam luka bakar dapat meningkatkan tingkat metab.lisme dasar sebanyak 011<.2 Dal ini dapat menyebabkan katab.lisme pr.tein .t.t dan penurunan massa tubuh tanpa lemak yang dapat menunda -ungsi.nal penyembuhan. 2 Pemerian makanan enteral sedini mungkin untuk pasien dengan luka bakar lebih besar dari 01< T"SA tidak hanya aman, tetapi dapat membantu men+egah kehilangan massa tubuh tanpa lemak,0 memperlambat resp.n hipermetab.lik,5 dan menghasilkan lebih e-isien pr.tein metab.lism.0.5 )ika pemerian makanan se+ara enteral dimulai dalam beberapa jam pertama setelah masuk, ileus lambung seringkali dapat dihindari.0,3,5 "ahan tambahan seperti met.+l.pramide dapat membantu m.tilitas B&, alternati-, memper+epat makanan masuk ke dalam usus ke+il, jalur nas.$jejunal dapat di+.ba jika langkah$langkah lain untuk pemberian makanan ke dalam lambung tidak berhasil. 0,3,7 Pada pasien yang diintubasi end.trakeal, pada perjalanan ke ruang .perasi tidak diperlukan langkah memantau jalur enteral.0,3,: Suplemen m.dulat.r kekebalan tubuh seperti glutamin dapat menurunkan k.mplikasi in-eksi dan kematian pada pasien luka bakar, 0 kemungkinan melalui pen+egahan penekanan T$sel getah bening mesenterika n.des.0 Menghitung kebutuhan kal.ri yang tepat dari pasien luka bakar merupakan suatu hal yang menantang. 'umus yang biasa digunakan pada pasien tanpa luka bakar adalah
42

persamaan Darris$"enedi+t, yang menghitung kebutuhan kal.ri dengan menggunakan -akt.r$ -akt.r seperti jenis kelamin, usia, tinggi badan, dan berat. .rmula ini menggunakan -akt.r akti8itas untuk +edera tertentu, dan untuk luka bakar pengeluaran energi basal dikalikan dua. Persamaan Darris$"enedi+t mungkin tidak akurat pada luka bakar kurang dari :1< !PTT, dan pada pasien ini, rumus Gurreri mungkin lebih tepat. .rmula ini memperkirakan kebutuhan kal.ri @ 09 kkal F kg per hari Q :1 kkal F< !PTT per hari. 0 %al.rimetri se+ara langsung juga dapat digunakan untuk menghitung pengeluaran energi istirahat, tetapi pada pasien luka bakar Tkeranjang metab.likT belum did.kumentasikan untuk menjadi berlebihan daripada prediksi rumus tersebut.0 %ebutuhan kal.ri titrasi erat penting karena pasien luka bakar yang berlebihan dalam nutrisi akan menyebabkan penyimpanan lemak daripada .t.t anab.lism. 0,3,21 M.di-ikasi resp.n hipermetab.lik merupakan daerah studi intensi- dengan beberapa temuan baru.0 Penggunaan beta bl.+ker pada pasien anak dapat menurunkan denyut jantung dan pengeluaran energi istirahat dan abr.gates katab.lisme pr.tein, bahkan dalam penggunaan jangka panjang.
0

Mungkin ada man-aat untuk penggunaan beta bl.+ker pada

pasien dewasa juga, 0 dan banyak pusat telah mulai menggunakan mereka se+ara rutin dalam p.pulasi .rang dewasa.0 Ster.id anab.lik .ksandr.l.ne telah dipelajari se+ara ekstensi- pada pasien anak juga, dan telah menunjukkan perbaikan dalam massa tubuh tanpa lemak dan kepadatan tulang pada pasien anak dengan luka bakar.
0

"erat badan dan perbaikan

-ungsi.nal terlihat dengan .Eandr.l.ne dapat bertahan bahkan setelah menghentikan pemberian .bat.0 A tersamar ganda, studi a+ak baru$baru ini menunjukkan penurunan .Eandr.l.ne lama tinggal, meningkatkan sintesis pr.tein hati, dan tidak ada e-ek samping pada -ungsi end.krin, meskipun penulis men+atat kenaikan transaminase yang signi-ikan. 0 terapi insulin dengan pemantauan klinis yang intensi- di -ase kritis pasien telah menunjukkan man-aat, mungkin dangan menghindari hiperglikemia. 0 ;amun, pada pasien luka bakar, insulin sendiri mungkin memiliki man-aat metab.lik, dengan perbaikan dalam massa tubuh tanpa lemak dan perbaikan dari resp.n in-lamasi untuk membakar injury. 0,3 ,bat hip.glikemik .ral seperti met-.rmin juga membantu untuk menghindari hiperglikemia dan dapat berk.ntribusi untuk pen+egahan katab.lisme .t.t.0,3 6eder% "istrik L tegangan rendah >O2111C?. Pas.kan listrik dalam negeri. Penyebab luka k.ntak l.kal tapi tidak ada +edera yang mendalam. *apat menyebabkan serangan jantung.
43

L tegangan tinggi >A 2111C?. %abel tegangan tinggi, pembangkit listrik, petir. Menyebabkan kerusakan jaringan kulit dan mendalam dengan masuk dan luka keluar. L E%B pada masuk untuk semua +ederaN pemantauan jantung terus menerus untuk 0:h untuk +edera yang signi-ikan. L *alam +edera tegangan tinggi, kerusakan .t.t mungkin memerlukan -as+i.t.my. L my.gl.binuria dapat menyebabkan gagal ginjal= urinA H9$211ml F jam. luka bakar kimia ,bati dengan la8age berlebihan untuk setidaknya 31 menit sampai semua bahan kimia telah dihapus dan pD kulit n.rmal. L Asam. Penyebab nekr.sis +.agulati8e, menembus kulit dengan +epat, tetapi dengan mudah dihapus. L Alkali >termasuk bahan kimia rumah tangga biasa dan semen?. Penyebab liIue-aktinekr.sis sehingga membutuhkan irigasi lama >A 2 jam?. L Asam -lu.rida. &.n -lu.ride menembus kulit terbakar, menyebabkan nekr.sis liIue-akti- dan dekalsi-ikasi. 0< T"SA bakar bisa berakibat -atal. . mengairi dengan air. . P.t.ng kuku. . t.pikal gel kalsium gluk.nat, 21<. . injeksi l.kal dari 21< kalsium gluk.nat. . &C kalsium gluk.nat. . Mungkin perlu eksisi mendesak luka bakar. L Elemental ;a, %, Mg, !i. )angan mengairi awalnya= mereka terbakar dalam air. Tutup dalam minyak, menghapus p.t.ngan, lalu bersihkan dengan air. L .s-.r. Mengairi dengan air, kemudian partikel debride, yang jika tidak akan terus menyala. Terapkan tembaga sul-at, yang ternyata partikel hitam sehingga mereka lebih mudah untuk mengidenti-ikasi. L "itumen. !uka bakar .leh panas, meng.bati dengan pendinginan dengan air. Dapus aspal dingin dengan ka+ang atau minyak para-in. L Tar. !uka bakar .leh panas dan t.ksisitas -en.l. Perlakukan dengan pendinginan dengan air, keluarkan dengan t.luena Kom "ik%si

44

Ada beberapa k.mplikasi umumnya terkait dengan peng.batan pasien luka bakar. Meskipun tidak selalu dihindari, menjaga kewaspadaan untuk k.mplikasi yang khas dan menggunakan teknik yang tepat untuk pen+egahan dapat membatasi -rekuensi dan tingkat keparahan k.mplikasi. Centilat.r$ass.+iated pneum.nia, karena dengan semua pasien sakit kritis, adalah masalah yang signi-ikan pada pasien luka bakar. ;amun, begitu umum pada pasien dengan +edera inhalasi, n.menklatur yang lebih baik mungkin pneum.nia p.stinjury. Sayangnya, nilai yang umum digunakan dalam penyakit kritis seperti %linis paru Sk.r &n-eksi belum terbukti dapat diandalkan pada pasien luka bakar. "udaya br.n+h.s+.pi+ kuantitatidalam pengaturan ke+urigaan klinis pneum.nia harus memandu peng.batan pneum.nia.21H tindakan sederhana seperti mengangkat kepala tempat tidur dan menjaga kebersihan mulut dan paru t.ilet dianjurkan untuk membantu mengurangi risik. pneum.nia p.stinjury. Ada beberapa pertanyaan mengenai apakah trake.st.mi dini akan menurunkan m.rbiditas in-eksi pada pasien luka bakar, dan apakah itu akan mempengaruhi hasil jangka panjang. Ada tampaknya tidak akan ada perbedaan besar dalam tingkat pneum.nia dengan trake.st.mi awal, meskipun mungkin ada sten.sis kurang subgl.tti+ dibandingkan pada pasien luka bakar dengan berkepanjangan end.trakeal intubati.n.215 Dal ini juga tampak bahwa hasil keseluruhan tidak terpengaruh .leh trake.st.mi awal, tapi 217 pertimbangan praktis seperti perlindungan +angk.k kulit wajah mungkin memainkan peran dalam menentukan waktu trake.st.mi. Salah satu pertimbangan utama dalam memutuskan apakah akan melakukan trake.st.mi telah kehadiran es+har di l.kasi penyisipan, yang merumitkan trake.st.mi perawatan situs dan meningkatkan risik. in-eksi saluran napas. "edside trake.st.mi perkutan dilatati.nal adalah met.de lan+ar untuk melakukan trake.st.mi dan dilap.rkan menjadi seaman trake.st.mi terbuka dalam membakar p.pulati.n.221 L resusitasi Massi8e pasien luka bakar dapat menyebabkan sindr.m k.mpartemen perut ditandai dengan tekanan udara meningkat dengan hip.8entilasi, dan penurunan .utput urin dan k.mpr.mi hem.dinamik. !apar.t.mi de+.mpressi8e adalah standar perawatan untuk re-rakt.ri sindr.m k.mpartemen perut tetapi memiliki pr.gn.sis yang sangat mematikan dalam membakar patients.222 tindakan aju8an seperti mengurangi +airan, melakukan es+har.t.mies trun+al, penurunan 8.lume tidal, dan kelumpuhan kimia harus dimulai sebelum beralih ke lapar.t.mi de+.mpressi8e. L *eep 8ein thr.mb.sis >*CT? telah umum diyakini -en.mena langka pada pasien luka bakar, dan ada kurangnya studi terk.ntr.l mengenai pr.-ilaksis heparin di p.pulati.n.220 ini ;amun, data terakhir menunjukkan bahwa 6$09< dari pasien luka bakar dapat memiliki *CT, dan pulm.nary emb.lus yang -atal telah dilap.rkan dalam membakar patients.223, 22:
45

Sebuah studi retr.spekti- besar pada pasien dengan pr.-ilaksis rutin ditemukan *CT hanya 1,09< pasien, dan dilap.rkan tidak ada perdarahan +.mpli+ati.ns.229 demikian, tampak bahwa pr.-ilaksis heparin aman di membakar pasien dan dapat membantu men+egah k.mplikasi tr.mb.tik. L Sayangnya, penggunaan kedua pr.-ilaksis dan terapeutik heparin dapat dikaitkan dengan heparin$indu+ed tr.mb.sit.penia >D&T?. Salah satu studi D&T pada pasien luka bakar menunjukkan kejadian 2,6< pada pasien luka bakar heparini4ed. %.mplikasi tr.mb.tik termasuk *CT, emb.li paru, dan bahkan tr.mb.sis arteri yang memerlukan amputasi angg.ta tubuh. Antik.agulasi ;.nheparin untuk D&T k.mplikasi perdarahan umumnya disebabkan membutuhkan trans-usi.n.226 Meskipun jarang, indeks ke+urigaan yang tinggi untuk D&T harus dipertahankan pada pasien luka bakar thr.mb.+yt.peni+, terutama jika jumlah tr.mb.sit penurunan hari sakit H sampai 21. L Membakar pasien sering membutuhkan akses 8ena sentral untuk resusitasi +airan dan pemantauan hem.dinamik. %arena hubungan anat.mi luka bakar mereka ke situs akses yang umum digunakan, pasien luka bakar mungkin berada pada risik. tinggi untuk in-eksi aliran darah kateter terkait. %arena pasien luka bakar bisa se+ara umum menunjukkan leuk.sit.sis dengan in-eksi aliran darah did.kumentasikan, praktik telah rewire baris atas kawat pemandu dan kemudian budaya kateter. ;amun, hal ini dapat meningkatkan risik. in-eksi kateter terkait pada pasien luka bakar dan situs baru harus digunakan jika mungkin.

Peng.batan agresi- pasien dengan luka bakar yang parah telah meningkatkan hasil ke titik bahwa kelangsungan hidup pada luka besar umum. Ter.b.san masa depan di lapangan +enderung berada di daerah lebih +epat dan lebih baik kembali -ungsi dan ditingkatkan k.smetik .ut+.mes.9

Prognosis The "auE sk.r >angka kematian @ umur Q persen T"SA? digunakan selama bertahun$ tahun untuk memprediksi m.rtalitas pada luka bakar, dan analisis berbagai -akt.r risik. untuk membakar kematian usia di8alidasi dan persen T"SA sebagai predikt.r terkuat m.rtality. %emajuan dalam perawatan luka bakar telah menurunkan m.rtalitas se+ara keseluruhan ke titik bahwa sk.r "auE mungkin tidak lagi akurat. ;amun, usia dan membakar ukuran, serta +edera inhalasi, terus menjadi penanda yang paling kuat untuk membakar m.rtality. (mur, bahkan sebagai 8ariabel tunggal, sangat memprediksi kematian pada luka bakar, dan kematian inh.spital pada pasien luka bakar lansia adalah -ungsi usia terlepas dari
46

+.m.rbidities. lainnya pada pasien n.nelderly, k.m.rbiditas seperti preinjury D&C, kanker metastatik, dan ginjal atau penyakit hati dapat mempengaruhi m.rtalitas dan panjang stay. Sebuah studi baru$baru ini database besar 65.662 pasien luka bakar ditemukan bahwa 8ariabel dengan nilai prediksi tertinggi untuk m.rtalitas adalah usia, persen T"SA, +edera inhalasi, trauma hidup berdampingan, dan pneum.nia.0

B%b III Kesim !"%n


!uka bakar adalah kerusakan kulit tubuh yang disebabkan .leh api, atau .leh penyebab lain seperti .leh air panas, listrik, bahan kimia, dan radiasi. !uka bakar dapat terjadi pada .rang tua ataupun muda, kaya atau miskin, negara maju maupun negara berkembang, namun negara miskin dan kurang mampu memiliki risik. lebih tinggi dan pada umumnya menerima penatalaksanaan yang kurang baik. Aturan /alla+e untuk memperkirakan persentase luas permukaan kulit yang terbakar. Perkiraan alternati- yang berguna dapat menggunakan bidang telapak tangan ditambah jari$jari pasien sendiri adalah sekitar 2< dari area kulit t.tal. Tatalaksana !uka bakar ase sub akut meliputi tatalaksana E8ap.rate heat l.ssm hipermetab.lisme, in-eksi, dan S&'S. *ebridement awal >saat minggu ke$0 sampai ke$3? sebelum debridement lanjutan dilakukan pada luka bakar yang tidak dapat sembuh sendiri. Eskarakt.mi memperbaiki hasil baik -ungsi maupun k.smetik luka bakar.

47

B%b I8 D%4t%r !st%k%

2. Sudjatmik. B. Anat.mi %ulit, Skin Bra-t, dan !uka bakar. &n= Petunjuk Praktis &lmu "edah Plastik 'ek.nstruksi. )akarta= Yayasan %hasanah %ebajikan. 011H.p0$ 3, 0H$07, H7$5H. 0. "runi+ardi G. "urns. &n= S+hwart4Ms Prin+iples .- Surgery. Ed 7th. (SA= The M+Braw$Dill G.mpanies, &n+. 0121. Ghapter 5. 3. Th.rne GD. Thermal, Ghemi+al, and Ele+tri+al &njuries. &n= Brabb S Smiths Plasti+ Surgery. Ed 6th. Philadelphia= !ippin+.tt /illiams S /ilkins. 011H. p230$ 2:7. :. Ballagher )), /.l- SE, Dernd.n *;. "urns. &n= T.wnsend= Sabist.n TeEtb..k .Surgery, 25th Ed. Philadelpia= Saunders$Elsi8ier. Ghapter00. 9. !ee ),, Dernd. *;. "urns and 'adiati.n &njuries. &n= Trauma. 6th ed. ;ew Y.rk=
48

M+Braw$Dill. 0115. Ghapter 91. 6. "urkitt DB, Uui+k G'B, 'eed )". "urns. &n= Essential surgery= Pr.blems, *iagn.sis, and Management. Ed :th. ;ew Y.rk= Ghur+ill !i8ingst.ne. Ghapter2H. H. M+!at+hie BN ".rley ;, Ghikwe ). "urns$Plasti+ Surgery. ,E-.rd Dandb..k .Glini+al Surgery. Ed 3rd. ,E-.rd= ,E-.rd (ni8ersity Press. Ghapter 29. 5. B.tts+hli+h MM, )enkins ME, Mayes T, et al. The 0110 Glini+al 'esear+h Award= An E8aluati.n ,- The Sa-ety ,- Early Cs. *elayed Enteral Supp.rt And E--e+ts ,n Glini+al, ;utriti.nal, And End.+rine ,ut+.mes A-ter Se8ere "urns. ' "urn Care !e$abil 03=:12, 0110. 7. ;erin )P", Dernd.n *;. Prin+iples and Pra+ti+e .- "urn Surgery. ;ew Y.rk= Mar+el *ekker. 0119. 21. G.nn.lly S. Glini+al Pra+ti+e Buidelines= "urn Patient Management= AG& Statewide "urn &njury Ser8i+e. ;ew Y.rk= Agen+y -.r Glini+al &nn.8ati.n. August 0122.

49