Anda di halaman 1dari 13

I.

TEKNOLOGI DALAM EKONOMI GLOBAL DAN PENGELOLAAN DALAM TANTANGAN TEKNOLOGI

A. Latar Belakang Masalah Perubahan kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam berbagai pertimbangan bisnis. Bagaimanapun, sebuah perusahaan dituntut untuk selalu siap menghadapi perubahan jika ingin tetap eksis di dunia bisnis. Ini dikarenakan tuntutan pasar yang juga akan berubah dari waktu ke waktu seiring berubahnya kondisi lingkungan. Sehingga tak heran bila kemampuan adaptasi terhadap perubahan menjadi salah satu aspek krusial dalam perkembangan sebuah perusahaan. Salah satu perubahan kondisi lingkungan yang dinamikanya paling cepat adalah teknologi. Tak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan teknologi bisa saja terjadi di setiap menit setiap harinya. Penemuan-penemuan serta inovasi-inovasi baru tak henti-hentinya mewarnai segala aspek kehidupan tak hanya di negara maju, namun juga di negara-negara berkembang sekalipun, tak terkecuali Indonesia. Semua perusahaan kini dituntut untuk memenuhi standar teknologi yang berlaku secara informal di tengah-tengah masyarakat. Tak ada acuan baku mengenai hal ini, namun kemajuan teknologi menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Kemudahan serta kualitas yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi menjadi nilai plus di mata masyarakat. Salah satu contoh mudah adalah perusahaan transportasi yang kini beramai-ramai memberlakukan pemesanan tiket on-line. Pelayanan-pelayanan semacam ini amat mempengaruhi minat pasar yang pada akhirnya mempengaruhi omset perusahaan. Pengaruh teknologi yang amat besar dan dirasakan amat penting bagi dunia bisnis ini akan dielaborasi secara lebih spesifik pada bab-bab selanjutnya.

B. Pengertian Teknologi Istilah teknologi berasal dari techne atau cara dan logos atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia. Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan. Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka.

Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet,

telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir. Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnya hanya menyangkut permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional. C. Hubungan Teknologi dengan Organisasi Bisnis Infrastruktur teknologi informasi merupakan isu sentral dalam beberapa tahun terakhir baik dalam bisnis maupun dalam manajemen sistem informasi. Infrastruktur teknologi informasi telah menjadi alat yang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai keunggulan bersaing sehingga menjadikan penggunaan infrastruktur teknologi informasi sebagai kebutuhan strategi yang merupakan kunci yang memungkinkan implementasi dari sistem inovasi, mengurangi biaya, meningkatkan bargaining power, mendefinisikan kembali dan meningkatkan pelayanan dan memungkinkan perusahaan untuk menawarkan produk-produk baru. Selain itu, infrastruktur teknologi informasi dibutuhkan oleh perusahaan agar dapat mengalami perubahan-perubahan gradual untuk mendapatkan keuntungan dengan adanya teknologi baru dan efisiensi. Infrastruktur teknologi informasi juga dibutuhkan untuk mengadakan perubahan-perubahan proses bisnis guna memenuhi kebutuhan strategi saat ini dan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Teknologi Informasi adalah bagian dari sistem informasi dan teknologi informasi merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan dan mengolah informasi. Teknologi sudah memberikan perubahan yang sangat mendasar baik bagi organisasi swasta maupun publik.

Oleh sebab itu teknologi informasi sangat berperan penting dalam menentukan daya saing dan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis di masa yang akan datang. Sumber daya teknologi informasi dapat digunakan para pemimpin perusahaan dan konsultan untuk menentukan keberhasilan dalam suattu perusahaan. Hubungan teknologi informasi dengan kinerja perusahaan sangat erat kaitannya. Menurut para peneliti sistem informasi, teknologi informasi dapat meningkatkan Knowledge Management Capability Organisasi. Knowledge Management Capability dapat memberikan manfaat kompetitif serta meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Oleh sebab itu teknologi informasi dapat mempengaruhi kinerja perusahaan melalui Knowledge Management Capability. Broadbent dan Weill (1996) mengemukakan bahwa infrastruktur teknologi informasi memberikan pondasi dasar bagi kapabilitas teknologi informasi yang digunakan untuk membangun aplikasi bisnis dan biasanya dikelola oleh kelompok sistem informasi, seperti terlihat dalam gambar berikut ini. Tingkat paling dasar dari komponen teknologi informasi, seperti komputer dan teknologi komunikasi, yang saat ini merupakan komoditi utama dan dapat dengan mudah diperoleh di market place. Pada lapisan kedua terdiri dari serangkaian pelayanan yang tersedia seperti: management of large scale data processing, provision of electronic data interchange (EDI) capability, atau management of firm-wide database. Komponen tingkat dasar diubah ke dalam penggunaan pelayanan infrastruktur teknologi informasi oleh human information technology infrastructure yang merupakan kombinasi dari knowledge, skill dan experience. Dengan demikian, human information technology infrastructure mengubah komponen infrastruktur teknologi informasi menjadi serangkaian pelayanan infrastruktur teknologi informasi yang dapat dipercaya. Investasi teknologi informasi yang digunakan, dan terletak di atas, merupakan aplikasi infrastruktur, seperti order entry pembukaan rekening bank, analisis penjualan dan sistem pembayaran, yang merupakan bentuk proses bisnis sesungguhnya. Duncan et al (1995) mengemukakan ada empat dimensi infrastruktur teknologi aspek manusia yaitu: (1) pengetahuan dan keahlian manajemen tentang teknologi informasi, (2) pengetahuan dan keahlian fungsional tentang bisnis, (3) keahlian interpersonal dan manajemen, dan (4) pengetahuan dan keahlian teknikal. Pengetahuan dan keahlian manajemen tentang teknologi berhubungan dengan dimana dan bagaimana menyebarkan teknologi informasi secara efektif dan menguntungkan untuk mencapai tujuan-tujuan strategi

bisnis. Pengetahuan dan keahlian fungsional tentang bisnis meliputi tingkat pengetahuan dan variasi fungsi di dalam bisnis dan kemampuan untuk mengetahui semua lingkungan bisnis. Keahlian interpersonal dan manajemen meliputi kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dengan personal dalam area fungsional dan untuk bekerja di dalam suatu lingkungan kolaborasi, serta kemampuan untuk memimpin tim proyek. Pengetahuan dan keahlian teknikal mengukur dalam dan luasnya keistimewaan teknologi informasi teknik (sistem operasi, bahasa pemrogaman, sistem manajemen database, network, telekomunikasi, dan lain-lain) di dalam organisasi. D. Mengelola Sistem Informasi dalam Organisasi Bisnis

Sistem Informasi, dengan dukungan teknologi informasi, telah menjadi komponen penting dalam organisasi bisnis modern yang sukses menjalankan usahanya, karena mampu membantu dalam pengembangan bisnis dan mengelola keunggulan kompetitif. Sistem dan teknologi informasi juga diandalkan untuk meningkatkan efiektivitas dan efisiensi prosesproses bisnis yang ada di organisasi, sehingga menjadi proses bisnis unggulan (best practice), juga mampu memfasilitasi jajaran manajer dalam pengambilan putusan dan kolaborasi antar bagian. Sistem informasi mengintegrasikan sumber daya manusia, teknologi (hardware, software dan jaringan komunikasi), sumber data serta kebijakan dan prosedur kerja, untuk mengelola (menyimpan, mengakses kembali, mengubah dan menyebarluaskan) informasi dalam sebuah organisasi. Sistem Informasi pada sebuah organisasi, dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu sistem pendukung operasional (misalnya untuk mengefisienkan transaksi bisnis, mengendalikan proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi) dan

sistem pendukung manajemen (misalnya untuk menyediakan laporan dan tampilan, dukungan langsung pada proses pengambilan putusan).

Foundation Concepts: fundamental behavioral, technical, business and managerial concepts Information Technology: Hardware, software, networks, data management and Internetbased technology Business Applications: Major uses of the IS in the organization Development Processes: How to plan, develop and implement IS to meet business opportunities Management Challenges: The challenges of effectively and ethically managing IT

E. Melindungi Kekayaan Intelektual dalam Organisasi Bisnis

Pencurian informasi rahasia dan rahasia dagang dapat merusak bisnis Anda sama halnya dengan penggelapan atau perbuatan curang lain oleh karyawan. Perkuat perlindungan keunggulan kompetitif Anda dengan beberapa petunjuk ini. 1. Belilah beberapa mesin pencabik kertas, dan manfaatkanlah Berhati-hatilah bilamana Anda membuang dokumen yang sifatnya sensitif atau rahasia. Ini termasuk: laporan keuangan, usulan, keterangan nasabah, laporan, tanda terima, tagihan, faktur, dll. Jangan hanya membuang mereka ke keranjang sampah. Robeklah terlebih dahulu. Membuang kertas ke tempat sampah tanpa dirobek dapat menimbulkan sejumlah persoalan keamanan. Jika sampah Anda tidak dibuang dengan benar maka semua dokumen ini dengan mudahnya dapat jatuh ke tangan orang yang tak berhak atau ditiup angin sepanjang jalan ke arah para pesaing Anda. Lagi pula, mata-mata industri dikenal biasa mengorek sampah untuk mencari data rahasia. Usahakan agar pencabikan ini menjadi praktek umum dari perusahaan wajibkan semua karyawan untuk membuang kertas dengan cara ini. 2. Susunlah rencana untuk karyawan yang diberhentikan Jangan biarkan mantan karyawan yang tidak puas menjadi ancaman keamanan. Siapkan rencana untuk mencegah orang pergi dari perusahaan Anda dengan membawa dokumen rahasia. Beberapa langkah untuk ditempuh termasuk:

Usahakan agar orang tersebut segera meninggalkan perusahaan begitu dipecat. Dengan membiarkan karyawan tersebut berkeliaran beberapa hari untuk menyelesaikan urusannya hanya akan mengundang orang ini untuk kabur dengan segala kertas dan informasi lain yang mungkin berharga bagi perusahaan Anda. Usahakan agar atasan mendampingi selagi karyawan tersebut memindahkan semua barang pribadi dari mejanya.

Aturlah untuk pengembalian segera seluruh informasi rahasia perusahaan seperti daftar pelanggan, daftar harga, dll. Jadikanlah pengembalian tepat waktu dari semua dokumen ini sebagai syarat untuk menerima uang pesangon.

Desaklah orang itu untuk mengembalikan semua kunci, baik untuk tempat bisnis maupun untuk meja dan lemari filenya. Jika ia tidak mengembalikan mereka, gantilah semua kunci Anda.

Segera hapus kata sandi orang tersebut dari jaringan komputer Anda. Ini terutama penting kalau orang tersebut dapat memasuki jaringan Anda dari rumah, dan lalu cukup log in dan men-download informasi penting. 3. Manfaatkan kata sandi komputer Wajibkan para karyawan Anda untuk menggunakan kata sandi dalam mengakses

semua komputer Anda atau jaringan Anda. Ini akan berguna untuk mencegah orang yang tidak berhak untuk mengambil file penting. Jangan biarkan karyawan malas mengurus kata sandi mereka wajibkan mereka mengubah kata sandi mereka setiap bulan. Cegahlah karyawan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak orang lain - ini akan memudahkan orang tidak berhak memasuki sistem Anda. Wajibkan pengguna untuk mematikan jaringan Anda kapan saja mereka meninggalkan meja mereka, sehingga pengguna yang tak berhak tidak dapat memasuki sistem Anda dari tempat mereka. 4. Wajibkan semua karyawan menandatangani perjanjian anti-penyingkapan Pastikan bahwa semua karyawan paham bahwa pencurian kekayaan intelektual sama seriusnya untuk bisnis Anda dengan pencurian barang fisik. Gunakanlah perjanjian antipenyingkapan atau klausula anti-penyingkapan dalam kontrak kerja karyawan, untuk menjelaskan tanggung jawab karyawan mengenai informasi rahasia atau rahasia dagang. Pastikan Anda menetapkan apa saja yang perusahaan Anda anggap sebagai rahasia. Ini penting sekali, karena akan membedakan dengan jelas informasi apa saja adalah milik perusahaan dan informasi apa saja adalah milik mantan karyawan dimaksud. Perjanjian tersebut juga perlu menggariskan semua langkah yang harus ditempuh karyawan dalam menjaga kerahasiaan, seperti pemakaian kata sandi komputer, tidak membawa daftar penjualan keluar tempat kerja, tidak menyalin dokumen ke disk, dll. 5. Berikan label pada semua dokumen Anda Tentukan dan jalankan semua prosedur secara ketat untuk mengakses informasi rahasia atau rahasia dagang. Susunlah hierarki akses diantara para karyawan Anda untuk

mengakses informasi sensitif hanya perbolehkan mereka yang membutuhkan informasi tertentu untuk melihatnya. Misalnya, seorang tenaga penjual mungkin membutuhkan informasi kontak nasabah untuk wilayahnya. Namun tenaga penjual tersebut tidak membutuhkan semua daftar pelanggan, dan tidak perlu mengakses data tagihan. Berilah label pada semua dokumen elektronik (seperti database nasabah) sebagai "untuk dibaca saja" sehingga mereka tidak dapat diubah atau disalin ke disk. 6. Jangan menggoda pengintai Jangan memudahkan orang yang tidak berwenang untuk melihat dokumen rahasia. Doronglah setiap orang dalam bisnis Anda untuk mengambil tindakan pencegahan tertentu. Jangan penah membiarkan dokumen tercecer di sembarang tempat. Simpanlah semua dokumen ditempat masing-masing kalau Anda telah selesai mempergunakan mereka atau pada saat meninggalkan meja Anda. Kunci semua lemari dokumen dan meja Anda bilamana Anda pergi. Tutuplah file komputer kalau tidak sedang dipergunakan dan jangan sekali-kali membiarkan file ditayangkan pada monitor kalau Anda sedang pergi meninggalkan meja Anda.

II.Hak para Stakeholder dan Mengelola Keanekaragaman Tenaga Kerja dalam Organisasi Bisnis

F. Peranan Pemerintah Dalam Melindungi Kepentingan Organisasi Bisnis


Sesuai GBHN (Garis Besar Haluan Negara), disebutkan bahwa kebijakan pokok pemerintah dibidang ketenagakerjaan yang utama adalah perluasan dan pemerataan kesempatan kerja serta peningkatan mutu dan perlindungan tenaga kerja. Artinya para tenaga kerja tidak hanya sebagai pekerja yang bekerja pada pemilik perusahaan. F.1. Equal Employment Opportunity Perintah eksekutif dimaksudkan untuk mempromosikan perlakuan yang sama dari karyawan, yaitu, kesempatan kerja yang sama. Aturan-aturan pemerintah berlaku untuk kebanyakan bisnis dengan cara berikut: a. Diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, asal negara, cacat fisik atau mental, atau usia dilarang dalam semua kegiatan. Ini termasuk perekrutan, promosi, klasifikasi pekerjaan, dan penugasan, kompensasi, dan kondisi kerja lainnya. b. Kontraktor pemerintah harus membuat rencana aksiafirmatif, merinci bagaimana mereka bekerja secara positif untuk mengatasi efek diskriminasi dalam tenaga kerja mereka. Namun, rencana dan tindakan afirmatif hanya bersifat sementara dan fleksibel yang dirancang untuk memperbaiki diskriminasi masa lalu, dan tidak dapat mengakibatkan diskriminasi terbalik terhadap kulit putih atau laki-laki. c. Wanita dan pria harus menerima upah yang sama untuk melakukan pekerjaan yang sama, dan pengusahatidak boleh melakukan diskriminasi atas dasar kehamilan. F.2. Aksi afirmatif Salah satu cara untuk mempromosikan kesempatan yang sama dan menghilangkan diskriminasi di masa lalu adalah melalui tindakan afirmatif. Sejak pertengahan I960, kontraktor pemerintah dituntut oleh perintah eksekutif presiden untuk mengadopsi tindakan afirmatif melalui penetapan tujuan, tindakan, dan jadwal untuk mempromosikan lebih besar di tempat kerja. Tujuan mereka adalah untuk mengurangi diskriminasi pekerjaan dengan

mendorong perusahaan untuk berpikir positif (yaitu, afirmatif) langkah-langkah untuk mengatasi praktek kerja masa lalu dan tradisi yang mungkin telah diskriminatif. F.3. Pelecehan Seksual dan Rasial Peraturan pemerintah melarang pelecehan seksual dan rasial. Dari dua jenis, kasus pelecehan seksual lebih banyak terjadi, dan peraturan hukum untuk pelecehan itu telah dibuat. Tapi kasus pelecehan ras telah berkembang sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi majikan. Pelecehan seksual di tempat kerja terjadi ketika setiap karyawan, wanita atau pria, mengalami perhatian seksual yang tidak diinginkan atau ketika di tempat kerjaan dan kondisi bermusuhan atau mengancam dengan cara seksual.

G. Isu dalam Memberikan Kompensasi untuk Para Eksekutif


Seperti yang sudah diketahui bahwa pada umumnya tenaga kerja selalu berusaha dengan keras dalam melaksanakan aktivitas kerjanya. Tetapi usaha kerasnya tersebut akan diperoleh balas jasa yang memuaskan kepada tenaga kerja tersebut. Namun jika balas jasa yang diberikan tidak memuaskan maka para tenaga kerja tidak akan berusaha dengan keras dalam melaksanakan aktivitasnya. Di setiap perusahaan, baik pada skala kecil, menengah dan besar imbalan balas jasa kepada karyawan selalu merupakan hal fundamental bagi karyawan perusahaan bersangkutan. Dan di jaman serba modern ini ilmu pengetahuan, teknologi, organisasi, transportasi terus berkembang ditambah lagi dengan pemikiran kritis terhadap keadilan sosial dalam hubungan antarmanusia maka isu kompensasi makin menjadi kompleks. Karena itu dalam pengendalian manajemen, harus diterapkan sistem imbalan yang fair atau sesuai untuk karyawan atas kerja kerasnya. Dalam praktik, banyak sistem kompensasi yang tidak dihubungkan dengan prilaku manusia agar mengarah pada tujuan organisasi atau memberikan balas jasa yang bertentangan dengan pelilaku untuk pencapaian tujuan. Manajemen dan dewan komisaris harus merancang rancana kompensasi insentif bagi para tenaga kerja sehingga dapat menghindari kesalahan dalam pemberian insentif dan bonus. Manajemen organisasi biasanya menghadapi masalah dalam memotivasi manusia yang bekerja dalam organisasi agar mereka mengarah pada pencapaian tujuan stakeholders

atau keuntungan maksimal. Manajemen organisasi mau mencapai tujuan stakeholders, jika tujuan pribadinya juga tercapai. Salah satu tujuan manusia bekerja dalam organisasi adalah untuk memperoleh kompensasi atau balas jasa. Balas jasa adalah gaji dan tunjangan yang diberikan pada para karyawan, yaitu mencakup gaji pokok dan tunjangan langsung maupun tidak langsung misalnya bonus, bagian laba, pensiun, asuransi jiwa, kendaraan, perumahan, pengobatan, makanan-minuman. Balas jasa merupakan intensif untuk mencapai tujuan pribadi para karyawan. Jika dihubungkan masalah kompensasi ini dengan sistem pengendalian manajemen, kompensasi memberikan pengaruh besar dalam menjalankan suatu usaha atau organisasi. Karena setiap individu berpacu melaksanakan prestasi yang terbaik untuk organisasi demi mendapat pembalasan jasa yang setimpal. Oleh karena itu pengendalian manajemen secara berkesinambungan berhubungan dengan masalah

kompensasi. Termasuk makin tinggi tingkat tanggung jawab, tugas dan pengawasan maka makin tinggi pula tingkat kompensasi yang didapat. Setiap individu termotivasi jika menerima laporan umpan balik mengenai kinerja, sehingga tujuan perusahaan atau organisasi tercapai dan mencapai keselarasan tujuan.

H. APLIKASI MENGELOLA KEANEKARAGAMAN KARYAWAN


Karyawan atau Manajemen Sumber daya manusia (SDM) selalu menjadi pusat perhatian dari berbagai pihak. Alasannya adalah karena karyawan adalah pelaku utama produksi dan pemasaran. Tidak ada cara strategi Bisnis akan tercapai jika tidak ada pelaku. Oleh karena itu, selama mereka bekerja, mereka adalah aset penting perusahaan. Dalam hal ini diperhatikan oleh manajemen adalah bagaimana memiliki produktivitas kerja mereka dapat ditingkatkan melalui kegiatan pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia dapat melalui pendidikan dan pelatihan. Ketika produktivitas kerja yang lebih tinggi, itu akan meningkatkan kinerja perusahaan. Sebagai hasil dari kompensasi yang diterima oleh karyawan juga akan meningkat. Dengan harapan, karyawan dan keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pertanyaannya adalah apakah perhatian manajemen hanya terbatas pada nilai output saja? Di sisi lain jika manajemen tidak mendengarkan setiap karyawan yang telah terjebak tangga kariernya, harapan martabat manusia yang menurun ketika karyawan berhenti bekerja, kehidupan keluarga yang terhenti setelah karyawan pensiun, dan terjadinya fenomena stres

kerja dan depresi? Beberapa pertanyaan penting dijawab ketika perusahaan hanya berfokus pada program yang relatif jangka pendek yang meningkat produksi dan menurunkan biaya produksi dan untuk kepuasan karyawan sementara saja.

Memastikan manajemen memperhatikan karyawan sebagai faktor kunci keberhasilan di perusahaan. Jangan biarkan oleh keunggulan kompetitif, perusahaan mendorong meningkatkan produksi berikut dengan mengurangi biaya tenaga kerja. Sementara di sisi lain dari unsur manusia karyawan hampir diabaikan. Jika hal ini dibiarkan dapat menjadi titik masalah kemanusiaan akan meningkat. Hal ini terjadi karena strategi yang diterapkan lebih pada efisiensi ekonomi daripada efisiensi sosial (motivasi, manfaat psikologis, kebutuhankebutuhan mental yang nyaman, dll). Idealnya kedua belah pihak harus memiliki efisiensi yang sama. Jika strategi sebelumnya dipertahankan, yang berarti perusahaan tidak akan cukup bergairah untuk meningkatkan produktivitas dan biaya produksi yang rendah. Selain itu perusahaan tidak akan cukup pintar atau memiliki sensitivitas yang tinggi dalam mengelola karyawan yang memiliki karakter beragam dalam menciptakan kepuasan terbaik bagi karyawan mereka. Pada gilirannya, jika dua hal yang tidak diselesaikan akan menyebabkan karyawan menurunkesehatan mental. Dasar dasar Manajemen sumber daya manusia melindungi posisi karyawan di anggap sebagai pendekatan yang terbaik adalah melalui penerapan model perilaku oraganisasi. Di dalam perilaku organisasi, perhatian utama adalah model kepemimpinan dan perilaku karyawan berikut unsur-unsur yang mempengaruhinya. Untuk itu perhatian sentral harus difokuskan pada pengelolaan keragaman dan aktifitas optimal karyawan. Penerapan suasana kemitraan kerja antara manajemen dan karyawan, kepemimpinan yang nyaman, lingkungan yang bermotivasi tinggi, dan pelatihan dapat diterapkan untuk meningkatkan sikap karyawan. Selain aspek membangun hubungan kerja (formal dan nonformal), soft skill manajemen dan karyawan, khususnya mengenai manfaat nonkeuangan perlu ditangani. Semua ini harus tercermin dalam strategi bisnis dan strategi SDM perusaahaan yang berorientasi jangka panjang.