Anda di halaman 1dari 52

ANESTESI UMUM

Disusun Oleh : Eko Budiarto PPDS I Anestesiologi dan Reanimasi

Pengampu : Dr. Soemartanto, Sp. An, KIC Dr. Martunus Judin, SpAn

BAGIAN/ SMF ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI RSUD Dr MOE!ARDI/ FA"ULTAS "EDO"TERAN UNS SURA"ARTA #$$%

ANESTESI UMUM

Pen&ahuluan Anestesi umum di definisikan se agai !ilangn"a rasa sakit di seluru! tu u! "ang di sertai !ilangn"a kesadaran re#ersi el aki at pem erian o at anestesi. Pada anestesi umum ada penekanan susunan saraf pusat "ang menurun se$ara ireguler . Anestesi umum dapat di definisikan le i! %au! se agai suatu keadaan "ang mana sistem fisiologis tertentu dari tu u! di a&a! kendali pengaturan luar ole! o at o atan anestesi . K'MP'(E( A(ES)ESI *M*M Pada anestesi umum terdapat trias anestesi "aitu !ipnotik +!ilang kesadaran, analgetik dan relaksasi . -ipnotik dapat di lakukan dengan !am atan mental , analgetik dapat di lakukan dengan !am atan sensoris dan relaksasi dengan !am atan refleks dan !am atan motoris . A(A./ESIA )er%adi !am atan sensoris, di sini stimulasi n"eri di !am at se$ara sentral se!ingga tidak dapat di artikan di artikan di korteks sere ri . Analgesia isa ter%adi dalam er agai tingkatan di mulai dengan lig!t analgesia + stadium I , sampai + true analgesia , di mana semua sensasi !ilang . RE.AKSASI Bisa ter%adi karena adan"a !am atan motorik dan !am atan reflek .pada !am atan motoris ter%adi depresi area motorik di otak dan !am atan implus efferent,se!ingga ter%adi relaksasi otot skelet . Efek depresi motoris ini tergantung dari kedalaman anestesi , di mana otot pernapasan 0 diafragma "ang paling ak!ir di tekan . Pada !am atan refrek , ter%adi penekanan reflek misaln"a ada sistem respirasi untuk men$ega! spasme ron!us ., spasme laring , pem entukan mukus . pada sirkulasi untuk men$ega! ter%adin"a aritmia dan pada gastrointestinal untuk men$ega! mual dan munta! . -IP(')IK )er%adi !am atan mental . ada e erapa tingkatan di mulai dari tenang ,sedasi , lig!t sleep + !ipnosis , ,deep sleep + narkosis , ,$omplete anaest!esia ,dan terak!ir ter%adi depresi medulla o longata .

I(DIKASI A(ES)ESI *M*M ADA.A- 1 2. Infant dan anak 3anak 4. 'perasi "ang luas 5. Pasien dengan kelainan mental 6. Bila pasien menolak anestesi lokal 7. 'perasi "ang lama 8. 'perasi di mana dengan anestesi lokal tidak praktis dan tidak menguntungkan 9. Pasien dalam terapi anti koagulan :. Pasien "ang alergi ter!adap o at anestesi lokal Pada anestesi umum in!alasi ,masukn"a o at sangat unik karena masuk melalui sistem pernapasan . /as anestetik melalui paru lalu masuk ke dalam dara! arterial , dari dara! arterial masuk ke %aringan , demikian se alikn"a gas anestetik akan ke luar dari %aringan lalu masuk ke dalam dara! #ena dan ak!irn"a ke paru dan seterusn"a ke udara luar . gam ar Pada saat induksi anestesi ,konsentrasi gas anestesi tertinggi adala! pada al#eoli , sedangkan pada eleminasi konsentrasi tertinggi adala! pada otak dan %aringan "ang ka"a pem ulu! dara! lainn"a . A(ES)ESI *M*M I()RA;E(A Pada anestesi umum intra #ena tetap di pegang konsep alans anestesia , namun o at o at anestesi semuan"a di erikan se$ara intra#ena seginga di se ut dengan )I;A < )otal Intra ;enous Anaest!esia = . Pada anestesi umum ter%adi trias anestesi , "aitu > -ipnotik < tidur = Analgetik < !ilangn"a rasa sakit = Relaksasi

Pada anestesi umum in!alasi atau intra#ena , trias anestesi dapat di perole! dengan dosis esar satu ma$am o at anestesi in!alasi atau intra#ena , "etapi akan di sertai adan"a efek samping . misaln"a dengan pentotal sa%a atau dengan !alotan sa%a . untuk men$ega! efek samping terse ut , maka anestesi umum di lakukan dengan konsep anestesi alans <anestesi seim ang = di mana pasien di erikan o at untuk setiap komponen anestesi , "aitu !ipnotik , analgetik , dan relaksasi .

*ntuk ter%adin"a trias ini ,maka pada anestesi umum in!alasi ter%adi lok sensoris , lok motorik , lok reflek dan lok mental .

PADA B.'K SE(S'RIS Stimulli pada endorgan di lok se$ara sentral dan stimuli tidak masuk ke dalam kortek )ingkatan er#ariasi ,dari stadium 2 sampai dengan stadium III di mana semua sensasi !ilang ?ang di tekan adala! kortek , !ipotalamus , su $orti$al t!alamik nuklei ,semua sel sensoris kranial PADA B.'K M')'RIS ?ang di tekan adala! premotor dan motor kortek su $orti$al dan e@trap"ramidal "ang terak!ir di pengaru!i adala! otot pernapasan , mula mula pada otot inter$ostal a&a! , lalu otot inter$ostal atas , dan kemudian otot diafra!ma . PADA B.'K REA.EKS > Reflek "ang tidak men"enangkan !arus di lok , misaln"a pada sistem respirasi adala! pem entukan mukus ,spasme laring , spasme ron$!us , pada sistem kardio#askuler adan"a aritmia , pada sistem gastrointestinal adan"a sali#asi dan munta! PADA B.'K ME()A. *ntuk men$apai tidur ada e erapa ta!apan > 2 , )enang 4 , Sedasi < ngantuk = 5 , -ipnosis < lig!t sleep = 6 , (arkosis < deep sleep = 7 , Anestesi penu! < $omplete anestesia = 8 , Paralisis pada medula < medullari parl"sis = Pada pem erian anestesi umum in!alasi , urutan agian ssp "ang terdepresi > B $orte@ $ere ri dan pusat psiki

B asal ganglia dan $ere ellum B medula spinalis B medula o longata *P)AKE DA( DIS)RIB*SI *ntuk mengam il gas anestesi dari paru paru pen"e arann"a ke dalam %aringan ada 6 faktor utama "aitu > Aaktor respirasi Aaktor sirkulasi Aaktor gas anestesi Aaktor %aringan AAK)'R RESPIRASI FA"TOR PULMONER Ada dua faktor "ang menentukan ke$epatan Cat anestesi segingga faktor ini di se ut C'(CE()RA)I'( EAAEC) K'(SE()RASI I(SPIRASI Semakin tinggi konsentrasi gas inspirasi , akan men"e a kan peninggian "ang le i! $epat dari $onsentrasi al#eolar . SEC'(D /AS EAAEC) Jika gas ke dua di erikan ersama , misaln"a pada (4D 0 D4 di erikan !alotan ,maka peninggian !alotan di al#eoli akan le i! $epat . !al ini ter%di karena $epat n"a (4D masuk ke dalam tu u! melalui paru ,maka unsur lainn"a "ang ada dalam udara inspirasi termasuk gas dan uap anestesi lainn"a akan ikut masuk dengan $epat . EAEK ;E()I.ASI Jika #entilasi le i! esar ,maka konsentrasi gas al#eolar akan le i! $epat meningkat .FA"TOR SIR"ULASI AASE SIRK*.ASI kadar kadar Cat

anestesi dalam al#eoli meningkat , "aitu konsentrasi inspirasi dan #entilasi al#eoli , kedua

)ergantung dari $oefisien partisi < kelarutan = , $ardiak aut put dan per edaan tekanan gas pada al#eoli dan #ena .

KE.AR*)A( Kelarutan gas selalu konstan , istila! kelarutan adala! $oeffi$ient partition < p,$ = , misaln"a llod 0 gas . p,$ . tissu0 gas p,$ . oil 0 gas p,$ .$onto! > lood 0 gas p,$ E 4 artin"a #olume gas pada tekanan partial gas "ang sama di kedua fase per andingann"a adala! 412 Pada tekanan parsial "ang sama , #olume gas anestesi dalam al#eoli adala! 2 #ol F Sedangkan pada dara! adala! 4 #ol F partition $oeffisient lood 0 gas adala! 4 0 2 E 4 )a le 1 PARTITION 'OEFFISIENTS OF (OLATILE ANEST)ETI'S a* +, -. A /E() (itrous oCide -alotan meto@"fluran Enflurane isofluran desflurane Se#ofluran Blood0gas D,69 4,6D 24,DD 2,GD 2,6D D,64 D,7G Brain0 lood 2,2 4,G 4,D 2,7 4,8 2,5 2,9 Mus$le0 lood 2,4 5,7 2,5 2,9 6,D 4,D 5,2 AA)0B.''D 4,5 8D 6G 58 67 49 6:

CARDIAC '*) P*) Dara! mem a&a gas dari paru , maka ila $ardiak output meningkat , uptake %uga

meningkat . pada ke adaan $ura! %antung "ang menurun ter%adi penurunan gradien tekanan gas dalam al#eoli dengan tekanan gas dalam #ena dan makin renda!n"a kelarutan gas anestesi , maka pengeluaran Cat anestesi akan menurun . AAK)'R /AS A(ES)ESI MI(IMA. A.;E'.AR C'(CE()RA)I'( +MAC , 1 Dosis o at pada umumn"a di tentukan ole! erat adan . misaln"a> mg 0 kg m$g0kg ,tetapi dosis o at anestesi in!alasi di tentukan ole! MAC. atau

Ada e erapa istila! "ang !arus di pa!ami > MAC7D,atau le i! sering di se ut MAC sa%a , adala! konsentrasi minimal gas anestesi di dalam al#eoli pada tekanan 2 atmosfir dimana 7D F penderita tidak ergerak ila di

erikan no@ius stimuli . ada istila! lain "aitu MACG7 ,MACe27D ,MAC e2G7 ,MAC ar 7D ,MAC G7 ,MAC a&aeke . G7 artin"aG7 Fpenderita .EI adala! singkatan dari E(D')RA-EA. I()*BASI ,dan BAR adala! singkatan dari lokade adreno reseptor . MACG7 adala! konsentrasi minimal gas anestesi di dalam al#eoli pada tekanan 2 atmosfir di mana G7 F penderita tidak ergerak ila di erikan no@ius stimuli . MAC e27D adala! konsentrasi minimal gas anestesi di dalam al#eoli pada tekanan 2 atmosfer di mana 7DF penderita tidak ergerak ila di lakukan laringoskopi dan intu asi endotrak!eal MACe2G7 adala! konsentrasi minimal gas anestesi di dalam al#eoli pada tekanan 2 atmosfir di mana G7F penderita tidak ergerak ila di lakukan laringoskopi dan intu asi endotrakeal MAC $omparetd &it! anest!eti$ $onsentration MAC Indu$tion D,28 D,98 2,24 2,8: 2,G4 G,4 2D7,D $on$entration #olF *p to 5 4 HHHHH 6 4 HHHHH 6 4 HHHHH 7 2D HHHHH5D 4D HHHHH7D *p to :D

Agent

Maintenan$e $on$entration #olF D,4 HHH 2,D D,7 HHHH 4,D 2,D HHHHH5,D 2,5 HHHHH5,D 6 HHHHHHH27 2D HHHHHHH4D *p to :D

Met!o@"fluran -alotan Isofruran Enfluran Eter C"$lopropan (itrous o@ide

(ilai MAC tidak selalu konstan, tetapi eru a! u a! tergantung e erapa keadaan seperti "ang tertera pada ta el di a&a! ini .
(aria/el Suhu -ipotermia -ipertermia Usia Muda )ua Al0-h-l Intoksikasi Akut Ke$anduan Menurun Meningkat Meningkat Menurun Menurun Menurun Pengaruh pa&a MA'

Anemia -ematokrit I 2DF "ehamilan PaO# I 6D mm -g Pa'O# G7 mm-g Menurun Menurun Menurun Menurun

Te0anan Darah MAP I 6D mm-g Ele0*r-li* -iperkalsemia -ipernatremia -iponatremia O/a* 1 -/a*an Anestetik lokal 'pioid Ketamin Bar iturat BenCodiaCepin ;erapamil .itium Simpatolitik Metildopa Klonidin Deksmedetomidin Simpatomimetik Ampetamin Kronik Akut Kokain Efedrin Menurun Meningkat Meningkat Meningkat Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Menurun Meningkat Menurun Menurun

AAK)'R JARI(/A( JARI(/A( DI BA/I A)AS 6 KE.'MP'K Kelompok %aringan ka"a pem ulu! dara! 'tak , %antung , !epar gin%al ,dan kelen%ar endokrin 'rgan organ ini eratn"a kurang le i! 9 F , tetapi menerima 97F $ardia$ output .

Jaringan ini menerima Cat anestesi dalam %umla! an"ak se%ak a&al induksi . Kelompok intermediate < menenga! = 'tot ,skelet , kulit ,perfusi %aringan renda! < I 5 ml dara! 0 2DD mg %aringan 0 menit . .emak merupakan depo "ang efektif untuk penim unan Cat anestesi ,&alaupun perfusin"a le i! renda! dari kelompok otot ,tetapi mempun"ai ke mampuan esar dalam pengam ilan Cat anestesi ,dalam !al ini dapat melam atkan induksi maupun pemuli!an pada pasien "ang gemuk . Kelompok %aringan sedikit pem ulu dara! .igamen dan tendo ,%aringan ini !ampir tidak megam il Cat anestesi Pada pasien "ang gemuk < o esitas = isa ter%adi reanestesi karena an"akn"a o at

anestesi pada %aringan lemak < terutama "ang larut dalam lemak = INDU"SI Induksi adala! untuk meng!antarkan penderita ke stadium operasi . untuk melakukan induksi dapat di lakukan dengan o at anestesi intra#ena ,intramuskuler , atau langsung dengan agen in!alasi . ila dilakukan dengan anestesi in!alasi tergantung dari %enis o at anestesi in!alasi "ang di erikan , maka te!nik te!nik induksin"a "ang er eda. Bila penderita tidak sadar ,maka masala! utama adala! %alan napas ,karena dapat ter%adi sum atan %alan napas "ang isa parsial atau totol . tanda tanda sum atan parsial adala! adan"a dengkuran <snoring=, keadaan ter$ekik <$ro&ing=, un"i kumur kumur < gargling = atau &!eeCing ,adan"a retraksi dada dan sianosis . un"i ini tergantung lokasi sum atann"a , miasaln"a snoring adala! aki at pangkal lida! 2a*uh 0e /ela0ang 3 .r-4ing a&alah sum/a*an pa&a &aerah laring 3 &an 4hee5ing adala! sum atan pada daera! ron$!us .

Pada sum atan total tidak terdengar atau terasa aliran udara dari mulut 0 !idung , adan"a retraksi supra$la#ikular ,retraksi inter$ostal , dada tidak mengem ang ila di lakukan #entilasi 0 inflasi paru , dan %uga sianosis . Masala! lain selama induksi anestesi adala! sungkup muka < fa$e mask = "ang tidak rapat < misaln"a !idung "ang terlalu man$ung ,pasien ompong ,atau %anggutn"a sangat le at = ,depresi napas , atuk ,spasme laring ,adan"a mukus dan sali#a ,atau %uga munta! . semuan"a !arus segera di tanggulangi . $ara penanggulangann"a adala! dengan mem e askan %alan napas ,misaln"a dengn tripel manou#er safar <e@tensi kepala ,tarik angulus mandi ula , uka mulut = ,peng!isapan lendir 0 sali#a 0munta!an , pasang pipa orofaring < ma"o = , intu asi endotra!eal , a!kan kalau tetap tidak isa mem e askan %alan napas is di lakukan $ri$otirotomi atau trakeastomi . .ARI(/'SK'PI DA( I()*BASI E(D')RAK-EA. 6 LARINGOS"OPI Dalam praktek anestesi , laringoskop di gunakan untuk meli!at laring dan struktur di sekitarn"a dengan tu%uan utama untuk memasukan pipa endotrak!eal melalui glotis ke dalam trakea . .aringoskop er entuk !uruf . , pegangan"a di se ut han&le "ang erisi atu atre , dan "ang melengkung di se ut BLADE . lade ada "ang lurus ada %uga "ang melengkung . pun$ak dari led pada saat melakukan laringoskopi akan men"entu! epiglotis atau #alle$ula < sudut "ang di entuk ole! lida! dan epiglotis = "ang se$ar langsung atau tidak langsung akan menaikan epiglotis se!inga pit suara akan terli!at . )e!nik melakukan laringoskopi adala! > B atur posisi kepala B insersi lade laringoskop B sisualisasi epiglotis B mengangkat epiglotis B meli!at laring dan struktur di sekitarn"a Posisi kepala Kepala di gan%al dengan antal sete al J 7 $m

I(SERSI B.EDE -andel di pegang kanan kiri ,%ari %ari tangan kanan mem uka mulut , masukan lade laringos$op , lida! di dorong ke kiri se!ingga kita meli!at melalui sisi kanan mulut . ;IS*A.ISASI EPI/.')IS Blede di dorong smpai epiglotis treli!at ME(/A(/KA) EPI/.')IS Ada 4 te!nik > 2 . $ara pertama , untuk lede "ang lurus , di masukan ke a&a! epiglotis , "ang ila u%ungn"a di angkat pita suara akan terli!at . 4 . $ara ke dua untuk lede "ang lengkung u%ung lede di letakkan pada #ale$ulla dengan mengangkat dasar lida! , epiglotis %uga akan terangkat dan glotis akan terli!at . Bagian superior epiglotis di persarapi ole! (IK< glosop!ar"ngeal = dan agian inferior <posterior= ole! (. .aringeal . %adi di se a kan karena agian inferior epiglotis tidak di sentu! dan tidak di stimulasi , lade "ang lengkung dapat di gunakan pada lig!t anestesi tampa menim ulkan spasme laring . Selama laringoskopi , laringoskop !arus di angkat naik turun , %angan di gunakan se agai pengungkit dengan gigi atas se agai titik tumpu karena dapat menim ulkan pata!n"a gigi . I()*BASI E(D')RAKEA. Ada istila! "ang di se ut anestesi endotrak!eal , artin"a adala! memasukan gas anestesi ke dalam trakea melalui pipa "ang di masukan melalui pipa "ang di masukan melalui laring < tra$!eostoma = ke dalam trakea . Memasukan pipa terse ut dapat melalui mulut ,< orotrak!eal = ,!idung < nasotra!eal = atau trak!ealstoma INDI"ASI INTUBASI ENDOTRA")EAL 'perasi kepala dan le!er , misal $raniatomi ,struma . 'perasi intra t!orakal .aparatomi 'perasi dengan posisi lateral atau telungkup

Bila di perkirakan akan sulit mem e askan %alan napas dengan metoda seder!ana < ektensi kepala ,orop!ar"ngeal air&a" =

Pasien "ang tidak di pusakan Prosedur operasi di ana anestesiologi !arus %au! dari pasien 'perasi dengn ke mungkinan perdara!an an"ak Pasien dengan keadaan umum uruk )e!nik anestesi "ang k!usus > anestesi !ipotensi , anestesi !ipotermi , Pedriatik Bila perlu IPPB <intermiten positif pressure reat!ing = (on operatif < resusitasi =

ALAT ALAT 7ANG DI PA"AI Pipa en&-*ra0heal 8 e** 1 en&-*ra.heal *u/e 9 Ba!an dapat di uat dari karet sintesis , pol"et!"lene ,atau P;C< pol"#in" $!loride = )ipe E)) isa "ang non 3 kingking < spiral = "ang di uat dari spiral $oil nilon atau ka&at "ang di tanam di dalam lateks . "ang kingking tampa sepiral . Bentukn"a isa singel lumen atau dou el lumen. E)) untuk pedriatik umumn"a tampa alon < $uff = , $uff ini !arus i periksa dulu se elum di gunakan apaka! o$or atau tidak , setela! intu asi $uff di isi udara 7 ml 32D ml !an"a sampai tidak terdengarsuara ke o$oran ila di #entilasi . ?ang paling umum dan sering di gunakan adala! dari a!an P;C karena > B pipan"a lunak dengan su!u tu u! akan men"esuaikan diri dengan anatomi saluran napas se!ingga kurang mengiritasi trakea B ke$enderungan untuk ter%adi kingking le i! renda! dari pada pipa karet (omer E)) adala! ukuran diameter interna dalam mm , misaln"a E)) no : artin"a diameter internan"a : mm . S*:le* St"let !arus di lum rikasi se elum di masukan ke dalam E)) . u%ung st"let tidak ole! keluar mele&ati u%ung E)), se a ada resiko in%uri pada fosa p"riformis ,

mem ran $ri$o t!iroid , mem ran $ri$op!aringeal dengan aki at ter%adin"a empisema su $utis , mediastinitis , pnemotorak . OROP)AR7NGEAL AIR!A7 Pemasangan saat induksi anestesi adala! untuk men$ega! o struksi %alan napas aki at %atu!n"a pangkal lida! di se a kan rilekn"a lida! dan %aringan lunak p!aring . setela! di lakukan intu asi erguna untuk men$ega! tergigitn"a pipa endotra$!eal , memuda!kan peng!isapan lendir .

P)ARINGEAL PA'" 8 TAMPON 9 Pharingeal pa$k di pakai ila tidak menggunakan E))dengan $uff , di pasang pada ke dua sisi E)) sampai $ukup men"um at p!aring untuk men$ega! ter%adin"a aspirasi , u%ungn"a !arus keluar dari mulut agar kita tidak lupa mengeluarkann"a se&aktu melakukan e@tu asi . Lum/ri.an* .um rikan di pakai untuk meli$inkan E)) ila akan melakukan intu asi nasotrakeal , untuk meli$inkan st"let "ang akan di masukan ke dalam E)) atau untuk meli$inkan pipa nasogastrik Anes*esi l-0al sempr-* anestesi lokal semprot di gunakan untuk anestesi lokal p!aring dan laring . "a*e*er Su.*i-n kateter se$tion !rus di sediakan dalam er agai ukuran untuk meng!isap lendir di paring , laring , trakea dan ron!us . )rakea isa di imtu asi melalui mulut , !idung atau stoma trak!eal . intu asi isa di lakukan dalam anestesi ringan dengan o at pelemas otot atau dalam ke adaan sadar < a&ake intu asi = , setela! melalui pita suara , $uff di isi dengan udara se$ukupn"a sampai tidak terdengar ke o$oran udara saat di #entilasi < tekanan ,I 47 mm!g $uff terse ut !arus ada di se ela! pita distal pita suara . ila E)) tidak mempun"ai $uff !arus di masukan smpai 5 3 6 $m , pada distal pita suara < pada de&asa = atau 2L4 $m distal pita suara < pada anak anak = Intu asi nasotrak!eal di lakukan ila ada indikasi se agai erikut > B operasi di daera! rongga mulut

B operasi ma@illofasial B keadaan 3 keadaan di mana tidak mungkin di lakukan intu asi endotrak!eal Intu asi nasotra!eal dapat di lakukan dengan antuan anestesi umum anestesi lokal <a&ake = "OMPLI"ASI INTUBASI ENDOTRA"EAL )edapat e erapa ma$am komplikasi intu asi endotrakeal "aitu > )rauma saat intu asi Pada intu asi nasotra!eal ter%adi perdara!an di !idung E))atau st"let dapat menim ulkan in%uri mukosa mulut , p!aring dan .aring Imtu asi endotra!eal ila pipa di masukan terlalu dalam isa masuk ke ron!us primer

kanan se!ingga isa ter%adi o struksi , atelektasis , $ollap dari paru paru kiri dan lo us atas paru paru kanan . maka tiap kali melakukan intu asi !arus di periksa supa"a #entilasi pada ke dua paru paru sama dengan $ara > Periksa pergerakan dada , !arus sama kanan kiri dengan auskultasi Dengn meli!at monitor saturasi '4 karena intu asi endotrakeal akan menurunkan saturasi Intu asi oesop!geal .aringitis , suara serak , n"eri tenggorokan )ra$!eal stenosis /ranuloma laring STADIUM ANESTESI Un*u0 menen*u0an 0apan pen&eri*a /isa &i -perasi , kita !arus mengeta!ui stadium anestesi , ila anestesi di lakukan dengan eter dan tampa premedikasi , maka kita li!at stadium anestesi seperti erikut "ang di se ut GUEDEL SING STADIUM 6 : Stadium analgesia , stadium disorientasi adala! mulai dari induksi sampai !ilngn"a kesadaran . ada "ang mem agi atas III plana , Plana I > penderita masi! angun elum ada amnesia dan analgesia

Plana 4 > analgesi parsial dan amnesia total Plana 5 > amnesia dan analgesia total STADIUM # : Stadium e@sistasi , dari mulai !ilann"a kesadaran sampai tim uln"a napas reguler , pada stadium ini isa ter%adi spasme laring , munta! , pasien ergerak gerak , mena!an napas , atuk .

STADIUM + : stadium operasi , dari mulai napas reguler sampai paraliis respirasi plana 2 1 dari napas reguler sampai pergerakan ola mata negatif plana 4 1 dari pergerakan ola mata negatif sampai mulai paralisis inter$ostal plana 5 1 mulai paralisis interkostal sampai paralisis interkostal lengkap plana 6 1 mulai paralisis interkostal lengkap sampai paralisis diafrag!ma STADIUM ; : Stadium o#erdosis , dri paralisis diafrag!ma sampai apnue dan meninggal . pada stadium ini semua reflek negatif dan pupil dilatasi . Apa ila menggunakan alan anestesi dengan (4' 0 '4 di sertai !alotan , enfluran , isofluran atau se#ofluran ,seta narkotik se agai analgetik , maka stadium anestesi !an"ala! erdasarkan skoring klinis "ang di se ut PRS) s$oring PRS) singkatan dari 1 P 1 pressure < sistolik arterial pressur = R 1 rate < !eart rate = S1 s&eat ) 1 tears atau lakrimation PRS) SC'I(/ I(DEKES I(DEK C'(DI)I'( S"stoli$ aterial pessure .ess t!an $ontrolJ 27 less t!an $ontrol J 5D

SC' RE D 2

more t!an $ontrol J 5D -eart rete < eats 0 minute= less t!an $ontorol J 27 .ess t!an $ontrol J 5D More t!an $ontrol J 5D S&eat (il Skin moist to tou$! &! e@$ess tears )ears or la$rimation no e@$ess tears &!en e"elids open e@$ess tears #isi le &!en e"elids open tears o#erflo& from $losed e"elids S'ORE # <<< ; : ADE=UATE ANEST)ETI'

4 D 2 4 D 2 4 D 2 4

TI(A 8 TOTAL INTRA (ENOUS ANAESTESIA 9 )i#a adala! suatu te!nik anestesi "ang menguntungkan , ukan sa%a untuk pasien tapi %uga untuk dokter dan pera&at "ang mengelola pasien terse ut di kamar operasi dan ruang pemuli!an . tetapi sa"angn"a !an"a di lakukan ole! se agian ke$il anestesis . ME(/APA M ada eerapa alasan , sala! satun"a adala! anestetis "ang adekuat , pasien ergerak gerak , a&areness dan opeator tidak puas . )i#a adala! te!nik anestesi seim ang di mana tedapat trias anestesi , "aitu !ipnotik , analgetik , dan relaksasi . !ipnotik dapat di perole! dengan o at anestesi intra#ena pentotal , popofol , ketamin , midaColam . analgetik dengan petidin , morpin , fentanil , alfentanil , atau sufentanil . relaksasi dengan pankuranium #ekuronium , atrakurium S"arat o at "ang ideal untuk )I;A adala! > .arut dalam air .arutan "ang sta il , tidak eru a! ila kena $a!a"a )idak di serap ole! selang plastik dari infus set )idak merusak #ena < sakit &aktu suntikan , ple itis ,atau tom osis = atau Kerusakan %aringan ila ada ekstra#asasi atau suntikan intra arteri .ama ker%an"a pendek

Meta olitn"a in 3 aktif , non 3 toksik dan larut dalam air Efek pada kardio #askuler dan respirasi minimal Indikasi anestesi intra#ena > Se agai alternatif lain dari anestesi in!alasi Sedasi pada anestesi regional *ntuk one 3 da" 3 surger" di perlukan pemuli!an "ang $epat dan lengkap Dalam ke adaan tertentu di mana pem erian (4' tidak menguntungkan Men$ega! a&areness selama $ardio pulmoner " pass , untuk proteksi otak pada periode iskemia otak

Pemili!an o at tergantung dari sifat farmkologi o at terse ut Ada !al !al "ang tidak memguntungkan dalam pemakaian )I;A ,misaln"a Ke sulitan ke adekuatan anestesi terutama pada pasien "ang paralisis , se!ingga kemungkinan men%adi a&areness Adan"a depresi napas pada periode pas$a eda! aki at efek narkotik Memerlukan infusion pump Pengontrolan ke dalaman anestesi tidak muda! seperti anestesi in!alasi

Komplikasi dan efek samping seperti mual 3 munta! , rasa sakit !e at ,lama angun , maupun pusing akan memperlam at pasien tinggal di ruang pemuli!an , maka pemili!an o at anestesi men%adi faktor penting untuk meng!ilangkan komplikasi ini . )I;A dapat di erikan se$ara olus , intermiten atau kontin"u . te!nik pem erian kontin"u mempun"ai efek samping "ang le i! ke$il dan pemuli!an "ang le i! $epat dari pada pem erian se$ara intermiten < N-I)E , 2G:5 > N-I)E DKK 2G:8 = )etapi manaka! "ang le i! aik antara )I;A dengan anestesi in!alasi untuk pasien eda! ra&at %alan sampai sekarang mai! kontro#ersial Anstesi intra#ena paling sering di gunakan untuk induksi karena $ara pem eriann"a muda! , onsetn"a $epat dan ke er!asilann"a tinggi . pemeli!araan anestesin"a dengan (4D 0 D4 J #olatile anastetik

' at anestesi "ang ideal adala! 1 -arus non iritan pada %aingan Mula ker%a $epat ,lama ker%a pendek )ampa efek eksitatori )idak mendepresi kardio#askuler Pun"a efek analgesi dan amnesia Meng!asilkan kondisi operasi "ang aik Pemuli!an "ang $epat dan penu! )ampa efek samping )idak men"e a kan mual dan munta!

Nalaupun o at anestesi "ang ideal elom ada , tetapi e erapa o at tetap masi! isa di gunakan , tergantung dari tu%uann"a misaln"a > *ntuk operasi pasien "ang ICP n"a tinggi dapat di pakai ti#a dengan pentotal J norkuron J fentanil *ntuk eda! ra&at %alan dengan > Pentotal 7mg 0 kg J ketamin 2 mg 0 kg Propofol 4,7 mg 0 kg J fentanil 5 ug 0 kg Propofol 4,7 mg 0 kg J ketamin 2 mg 0 kg

*ntuk sedasi pada regional anestesi dapat dengan midaColam , propofol ,ketamin

M-ni*-ring Alat monitoring "ang dipasang adala! standar monitoring di ruang operasi, "ang dise ut satndar monitoring untuk anestesi adala! tekanan dara! non in#asif, pulse o@"metri, EK/, ner#e stimulator +untuk mengukur )'A,, kapnometer. OBAT 1 OBAT ANESTESI UMUM I ANESTETI" IN)ALASI

A NITROUS O"SIDA >N#O? (4' merupakan satu 3 satun"a agen anestetik anorganik "ang digunakan di klinik. (4' memiliki sifat tidak er&arna, tidak er au, tidak muda! meledak, dan tidak muda! ter akar. )idak seperti agen anestetik "ang poten, ( 4' er entuk gas pada su!u ruangan dan tekanan am ien +Morgan, 4DD8,. (4' memiliki erat molekul renda!, erpotensi renda!, dan kelarutan di dara! "ang renda! +D.68,, "ang le i! sering digunakan ersama opioid atau anestetik in!alasi untuk meng!asilkan anestesi umum. Efek analgesik ersifat prominen, menim ulkan relaksasi minimal dari otot skelet +Stoelting, 4DD8,.

Ta/el Pr-per*i Anes*e*i0 Inhalasi Agen Inhalasi Bera* M-le0ul Ti*i0 Di&ih >O'? Te0anan Uap >mm)gB #$O'? Ar-ma Penga4e* S*a/il pa&a s-&a lime "-e@isien Par*isi Gas : Darah MA' /as Manis )idak ?a D.68 2D6 N#O 66 )al-*an 2G9 7D.4 466 'rganik ?a )idak 4.76 D.97 En@luran 2:6 78.7 294 Eter )idak ?a 2.GD 2.85 Is-@luran 2:6 6:.7 46D Eter )idak ?a 2.68 2.29 Des@luran 28: 44.: 88G Eter )idak ?a D.64 8.8 +Stoelting, 4DD8, E@e0 *erha&ap Sis*em Organ 2, Kardio#askuler (4' $enderung menstimulasi sistem saraf simpatis. ( 4' se$ara langsung mendepresi kontraktilitas miokard, tetapi tekanan dara! arterial, $ardia$ output, dan den"ut %antung tidak eru a! atau meningkat sedikit aki at stimulasi katekolamin. Penurunan tekanan dara! arteri dapat men"e a kan iskemia miokard. Konstriksi otot polos #askuler pulmonal meningkatkan resistensi #askuler pulmonal, "ang SeA-@luran 4DD 7:.7 29D Eter )idak )idak D.8G 2.:

mengaki atkan peningkatan tekanan ak!ir diastolik #entrikel kanan. Resistensi #askuler perifer tidak eru a! signifikan. ( 4' meningkatkan kadar katekolamin endogen, "ang di!u ungkan dengan insiden tinggi dari aritmia "ang dipengaru!i epinefrin +Morgan, 4DD8,. (4' tidak meru a! atau sedikit meningkatkan tekanan dara! sistemik. ( 4' %uga akan mendepresi sinus $aroti$us. (4' sedikit meningkatkan $ardia$ output, dise a kan efek simpatomimetik ringan dari (4'. Efek depresan miokard langsung diim angi ole! efek simpatomimetik. (4' tidak mengu a! resistensi #askuler sistemik. ( 4' men"e a kan #asokonstriksi pem ulu! dara! kutaneus. Efek simpatomimetik le i! terli!at saat (4' di erikan ersama !alotan. Efek simpatomimetik menun%ukkan adan"a akti#asi dari nukleus otak "ang meregulasi pengeluaran O 3 adrenergik dari sistem saraf pusat. Stimulasi sistem saraf simpatis %uga ter%adi karena ( 4' meng!am at am ilan nor epinefrin ole! paru, se!ingga mengaki atkan le i! an"ak neurotransmiter +Stoelting, 4DD8,. "ang menempel pada reseptor. 'pioid meng!am at efek simpatomimetik, se!ingga men"em un"ikan efek depresan langsung pada miokard

4, Respirasi (4' meningkatkan frekuensi pernapasan dan menurunkan #olume tidal aki at stimulasi sistem saraf pusat dan akti#asi reseptor regangan paru +P 2 MAC,. Efek ersi! "ang di!asilkan adala! peru a!an minimal pada #entilasi semenit +M;, dan kadar C'4 arteri saat istira!at. -"po@i$ dri#e, "ang merupakan respon #entilasi ter!adap !ipoksia arterial "ang dimediasi ole! kemoreseptor perifer di sinus $aroti$us, terdepresi ole! se%umla! ke$il (4' +Morgan, 4DD8,. (4' akan mendepresi respon #entilasi ter!adap !ipoksemia "ang se$ara normal di mediasi ole! sinus $aroti$us. (4' tidak meningkatkan PaC'4 +Stoelting, 4DD8,.

5, Sere ral Melalui peningkatan CBA dan #olume dara! sere ral, ( 4' meng!asilkan ele#asi ringan pada )IK. (4' meningkatkan CMR'4. (4' tidak menim ulkan amnesia retrograd atau gangguan fungsi intelektual. Meskipun %arang, akti#itas ke%ang tonik 3 klonik ter%adi setela! pem erian ( 4' pada anak se!at. ( 4' merupakan #asodilator

sere ral "ang le i! poten di anding isofluran. ( 4' tidak meningkatkan produksi CSA +Stoelting, 4DD8,. 6, (euromuskuler (4' tidak men"e a kan otot skelet relaksasi, dan dengan dosis P 2 MAC +di erikan dalam ruang !iper arik, akan meng!asilkan rigiditas otot skelet. (4' tidak memiliki efek peng!am at neuromuskuler. (4' merupakan pen$etus !ipertermia maligna "ang lema! +Stoelting, 4DD8,. 7, Renal (4' menurunkan RBA melalui peningkatan resistensi #askuler gin%al. -al ini men"e a kan penurunan /AR dan output urin +Morgan, 4DD8,. 8, -epar Aliran dara! !epar erkurang selama pem erian ( 4', tetapi terke$il di antara agen #olatil +Morgan, 4DD8,. 9, /astrointestinal (4' merupakan pen"e a mual dan munta! paska operasi aki at akti#asi dari

chemoreseptor trigger zone dan pusat munta! di medulla.

In*era0si O/a* Penggunaan (4' menurunkan ke utu!an agen #olatil lain +87F ( 4' menurunkan MAC dari agen #olatil sampai 7DF,. (4' mempotensiasi efek !am atan neuromuskuler +Morgan, 4DD8,.

B )ALOTAN -alotan merupakan deri#at alkana ter!alogenasi. Ikatan trifluorokar on akan mem erikan sta ilitas se$ara molekuler, se!ingga tidak muda! ter akar dan meledak. Pada su!u ruangan er entuk $airan ening. Bentuk uap dari !alotan memiliki au manis dan tidak men"engat +Stoelting, 4DD8,. )imol se agai penga&et dan otol er&arna kemera!an dapat men$ega! ter%adin"a dekomposisi oksidatif spontan +Morgan, 4DD8,. E@e0 *erha&ap Sis*em Organ

2, Kardio#askuler -alotan dengan MAC 4 men"e a kan penurunan tekanan dara! dan $ardia$ output sampai 7DF. Penurunan tekanan dara! arterial dise a kan karena depresi miokard langsung. Depresi $ardia$ men"e a kan peningkatan tekanan atrial kanan. -alotan merupakan #asodilator arteri $oronaria, tetapi aliran dara! koroner erkurang karena tekanan arterial sistemik menurun. Perfusi miokard adekuat diperta!ankan dengan mengurangi ke utu!an ' 4. Perlam atan konduksi nodus SA dapat menim ulkan %un$tional r!"tm, atau eru a! +Morgan, 4DD8,. -alotan %uga menurunkan ke$epatan konduksi impuls nodus A; dan sistem !is 3 purkin%e. -alotan tidak meningkatkan !eart rate +Stoelting, 4DD8,. -alotan dapat menurunkan dosis epinefrin "ang dapat men$etuskan ventrikular cardiac dysrhytmia. -alotan memperpan%ang inter#al Q)$ pada EC/ +Stoelting, 4DD8,. 4, Respirasi -alotan menim ulkan pernapasan $epat dan dangkal. Peningkatan frekuensi tidak dapat mengim angi penurunan #olume tidal se!ingga #entilasi al#eolar turun dan PaC'4 istira!at meningkat. Efek #entilasi !alotan dise a kan ole! mekanisme sentral +depresi medulla, dan perifer +disfungsi otot inter$ostal,. -alotan merupakan ronk!odilator poten. Aksi !alotan tidak di!am at ole! propanolol. -alotan melema!kan reflek saluran pernapasan dan relaksasi otot polos ronk!us melalui peng!am atan mo ilisasi kalsium intrasel. -alotan menekan pem ersi!an mukus dari saluran pernapasan +fungsi mukosiliar, men"e a kan atelektasis dan !ipoksia paska operasi +Morgan, 4DD8,. 5, Sere ral Melalui dilatasi pem ulu! dara! sere ral, !alotan menurunkan resistensi #askuler sere ral dan meningkatkan CBA. Peningkatan )IK dapat di$ega! melalui !iper#entilasi se elum pem erian !alotan. Akti#itas sere ral akan menurun pada pem erian !alotan +Morgan, 4DD8,. Ele$tri$al silent ter%adi pada konsentrasi !alotan "ang tinggi "ang tidak dapat diterima +P 5.7 MAC,. Penurunan ke utu!an '4 meta olik sere ral di!asilkan pada pem erian !alotan +Stoelting, 4DD8,. radikardia. Meskipun aliran dara! ke organ di redistri usi, resistensi #askuler sistemik tetap tidak

6, (euromuskuler -alotan meng!asilkan relaksasi otot skelet. -alotan mempotensiasi efek o at peng!am at neuromuskuler. -alotan merupakan pen$etus !ipertermia maligna "ang paling poten +Stoelting, 4DD8,. 7, Renal -alotan menurunkan RBA, /AR, dan output urin. Penurunan RBA le i! esar dari /AR, se!ingga fraksi filtrasi meningkat +Morgan, 4DD8,. Pada pemakaian !alotan tidak di%umpai adan"a efek nefrotoksik +Stoelting, 4DD8,. 8, -epar -alotan men"e a kan penurunan aliran dara! !epar sesuai dengan depresi $ardia$ output. ;asospasme arteri !epati$a ditemukan pada anestesi dengan !alotan. -alotan mengganggu proses meta olisme dan pem ersi!an dari e erapa o at +fentanil, fenitoin, #erapamil, +Morgan, 4DD8,. -alotan eker%a se agai #asokonstriktor pada sirkulasi !epar. -alotan

mengaki atkan 4 tipe !epatotoksik pada pasien "ang rentan, "aitu 1 H -epatotoksisitas post operatif "ang self limiting Ditandai dengan nausea, letargia, panas, dan peningkatan sedikit konsentrasi enCim transaminase !epar pada plasma. H -alotan !epatitis )er%adi pada 2 1 2D.DDD 3 5D.DDD pasien de&asa, dan dapat eraki at nekrosis !epar "ang masif dan kematian +Stoelting, 4DD8, Bi-*rans@-rmasi -alotan akan mengalami meta olisme oksidatif ole! enCim sitokrom P 3 67D saat ' 4 erlimpa!, dan akan mengalami meta olisme reduktif saat P' 4 !epatik menurun. a, Meta olisme 'ksidatif Meta olit oksidatif utama dari !alotan "ang diaki atkan meta olisme dari enCim sitokrom P 3 67D adala! asam trifluororasetat, klorida, dan romida. , Meta olisme Reduktif

)er%adi saat terdapat !ipoksia !epatosit dan induksi enCim . Meta olit reduktif dari !alotan adala! fluorida dan produk #olatil +Stoelting, 4DD8,. "-n*ra In&i0asi Pem erian !alotan pada pasien dengan disfungsi !epar !arus dipertim angkan. -epatitis !alotan ditemukan pada orang de&asa dan anak pu ertas, pemili!an anestetik in!alasi lain le i! dian%urkan. Pem erian !alotan pada pasien dengan lesi massa intra kranial !arus dengan penga&asan ketat karena dapat men"e a kan !ipertensi intra kranial. Pasien dengan !ipo#olemia dan 4DD8,. In*era0si O/a* Depresi miokard dieksaser asi ole! agen peng!am at O 3 adrenergik dan peng!am at $al$ium $!annel. Kom inasi !alotan dengan aminofilin meng!asilkan aritmia #entrikel "ang erat +Morgan, 4DD8,. e erapa pasien dengan pen"akit %antung erat tidak dapat mentolerir efek inotropik negatif !alotan +Morgan,

' ISOFLURAN Isofluran merupakan metil etil eter ter!alogenasi "ang pada su!u ruangan er entuk $airan ening, muda! menguap dan tidak muda! ter akar. Isofluran memiliki au men"engat. Dera%at kelarutan dalam dara! sedang, potensi tinggi, se!ingga memiliki onset dan pemuli!an anestesi "ang $epat +Stoelting, 4DD8,. Meskipun isofluran merupakan isomer dari enfluran, isofluran memiliki sifat fisikokimia "ang er eda. Isofluran tidak memerlukan tam a!an penga&et dikarenakan sta ilitasn"a +Stoelting, 4DD8,. E@e0 *erha&ap Sis*em Organ 2, Kardio#askuler Depresi $ardia$ minimal ter%adi pada pem erian isofluran. Cardiac output dipeli!ara dengan peningkatan den"ut %antung karena pemeli!araan aroreflek sinus $aroti$us. Stimulasi ringan O 3 adrenergik meningkatkan aliran dara! otot skelet, menurunkan resistensi #askuler sistemik, dan menurunkan tekanan dara! arterial. Isofluran mendilatasi arteri $oronaria, tetapi tidak poten +Morgan, 4DD8,. Pada neonatus, pem erian isofluran men"e a kan penurunan respon reflek sinus $aroti$us, "ang terli!at dari penurunan tekanan dara! tanpa disertai peningkatan

den"ut %antung. Isofluran meningkatkan tekanan atrial kanan dan aliran dara! $utaneus. Isofluran memperpan%ang inter#al Q)$ pada EC/. Isofluran merupakan #asodilator koroner +Stoelting, 4DD8,. 4, Respirasi Depresi respirasi ter%adi selama anestesi dengan isofluran. Penurunan pada #entilasi semenit. Isofluran merupakan se aik !alotan +Morgan, 4DD8,. 5, Sere ral Pada konsentrasi P 2 MAC, isofluran meningkatkan CBA dan )IK. Isofluran mengurangi ke utu!an '4 meta olik sere ral, dan pada 4 MAC isofluran meng!asilkan electrical silent dari EE/ +Morgan, 4DD8,. 6, (euromuskuler Isofluran merelaksasikan otot skelet. Isofluran meng!asilkan peningkatan efek o at peng!am at neuromuskuler. Isofluran dapat men$etuskan !ipertermia maligna +Morgan, 4DD8,. 7, Renal Isofluran menurunkan RBA, /AR, dan output urin +Morgan, 4DD8,. ronk!odilator "ang aik tetapi tidak

8, -epar )otal aliran dara! !epar +aliran arteri !epati$a dan #ena porta, erkurang selama anestesi dengan isofluran. Suplai ' 4 !epar le i! ter%aga dengan isofluran di anding !alotan. Aungsi !epar sedikit dipengaru!i +Morgan, 4DD8,. Bi-*rans@-rmasi Isofluran di meta olisme men%adi asam trifluoroasetat. "-n*ra In&i0asi Pasien dengan !ipo#olemia erat tidak dapat mentolerir efek #asodilatasi "ang

di!asilkan dari pem erian isofluran. In*era0si O/a*

Epinefrin dapat di erikan sampai dosis le i! dari 6.7 Rg0 kg. ' at peng!am at neuromuskuler non depolarisasi di potensiasi ole! isofluran +Morgan, 4DD8,. D SE(OFLURAN Se#ofluran merupakan metil isopropil eter terfluorinasi. Se#ofluran tidak men"engat, meng!asilkan er au

ronk!odilatasi dan men"e a kan iritasi saluran

pernapasan minimal. Koefisien partisi gas 1 dara! men"e a kan induksi dan pemuli!an anestesi $epat setela! peng!entian pem erian anestetik. Produk degradasi utama adala! fluorometil 3 4, 4 3 difluoro 3 2 3 #inil eter +sen"a&a A, "ang men"e a kan kerusakan pada tu ulus proksimal gin%al +Stoelting, 4DD8,. E@e0 *erha&ap Sis*em Organ 2, Kardio#askuler Se#ofluran se$ara lema! mendepresi kontraktilitas miokard. Resistensi #askuler sistemik dan tekanan dara! arterial menurun sedikit di anding isofluran. 4, Respirasi Se#ofluran mendepresi respirasi dan mela&an ronk!ospasme. 5, Sere ral Se#ofluran men"e a kan peningkatan ringan pada CBA dan )IK. Konsentrasi tinggi dari se#ofluran dapat mengganggu autoregulasi dari CBA, "ang mengaki atkan penurunan CBA selama !ipotensi !emoragik. Ke utu!an ' 4 meta olik sere ral menurun +Morgan, 4DD8,. 6, (euromuskuler Se#ofluran meng!asilkan relaksasi otot "ang adekuat untuk intu asi anak se$ara induksi in!alasi. 7, Renal Se#ofluran menurunkan RBA. 8, -epar Se#ofluran menurunkan aliran dara! #ena porta, tetapi meningkatkan aliran dara! arteri !epati$a, se!ingga dapat memeli!ara total aliran dara! !epati$a dan peng!antaran '4. "-n*ra In&i0asi

-ipo#olemia

erat dan indi#idu "ang rentan ter!adap !ipertermia maligna, dan

!ipertensi intra kranial merupakan kontra indikasi pem erian se#ofluran. In*era0si O/a* Se#ofluran mempotensiasi o at peng!am at neuromuskuler. Se#ofluran tidak mensensitisasi %antung ter!adap aritmia "ang dise a kan katekolamin +Morgan, 4DD8,.

II

ANESTETI" NON (OLATIL Anestesi umum tidak di atasi pada pemakaian o at in!alasi. Ban"ak o at "ang di erikan se$ara oral, intra muskuler, dan intra #ena meningkatkan atau meng!asilkan status anestesi dalam rentang dosis terapeutikn"a. Sedasi praoperatif, se$ara seder!ana ter$apai melalui oral atau rute intra #ena +Morgan, 4DD8,. BARBI)*RA) E@e0 pa&a /er/agai Sis*em Organ 2, Kardio#askuler Dosis induksi ar iturat intra #ena men"e a kan suatu penurunan pada tekanan dara! dan peningkatan den"ut %antung. Depresi pusat #asomotor medulla men"e a kan #asodilatasi pem ulu! dara! perifer, "ang meningkatkan pengisian dara! perifer dan menurunkan #enous return ke atrium kanan. )akikardia mungkin karena efek #agolitik sentral. Cardia$ output diperta!ankan ole! peningkatan den"ut %antung dan peningkatan kontraktilitas miokard dari reflek aroreseptor kompensasi. ;asokonstriksi "ang diinduksi se$ara simpatis pada pem ulu! dara! meningkatkan resistensi #askuler perifer. Pada keadaan tidak ditemukann"a respon aroreseptor "ang adekuat +!ipo#olemia atau gagal %antung kongestif, lokade O 3 adrenergik,, $ardia$ output dan tekanan dara! arteri menurun se$ara dramatis karena pengisian perifer "ang tidak terkompensasi dan depresi miokard se$ara langsung "ang tidak terlindungi. Pada pasien dengan !ipertensi tidak terkontrol ditemukan prone to &ide s&ings pada tekanan dara! selama induksi. Efek kardio#askuler dari ar iturat tergantung pada status #olume, tonus autonom dasar, dan ri&a"at pen"akit kardio#askuler. In%eksi perla!an dan !idrasi pre operatif "ang adekuat mengurangi peru a!an ini pada ke an"akan pasien. 4, Respirasi Depresi pusat #entilasi medulla ole! ar iturat menurunkan respon #entilasi ter!adap kondisi !iperkapnia dan !ipoksia. Sedasi ar iturat pada umumn"a memi$u o struksi

saluran pernapasan atas. Apneu

iasan"a mengikuti dosis induksi. Selama puli!

sadar, #olume tidal dan frekuensi pernapasan menurun. Bar iturat tidak sepenu!n"a menekan reflek saluran pernapasan dan ronk!ospasme pasien asma atau spasme laring pada pasien "ang teranestesi dangkal iasa ditemukan setela! manipulasi saluran pernapasan. .aringospasme dan !i$$up le i! umum ter%adi setela! penggunaan dari met!o!eksital di anding t!iopental. Bronk!ospasme setela! induksi dengan t!iopental dise a kan karena stimulasi saraf kolinergik +di$ega! dengan pra medikasi atropin,, pelepasan !istamin, atau stimulasi langsung otot polos ronk!us. 5, Sere ral Bar iturat men"e a kan konstriksi pem ulu! dara! sere ral, se!ingga ter%adi penurunan aliran dara! sere ral dan )IK. Penurunan %elas pada )IK mele i!i penurunan tekanan dara! arteri, se!ingga tekanan perfusi sere ral +CPP, meningkat. +CPP adala! tekanan arteri sere ral dikurangi tekanan #ena sere ral ter esar atau )IK,. Penurunan aliran dara! sere ral tidak merugikan, karena ar iturat men"e a kan penurunan konsumsi oksigen $ere ral "ang esar +!ingga 7DF dari normal,. Peru a!an akti#itas sere ral dan ke utu!an oksigen diperli!atkan ole! peru a!an pada EE/, dari akti#itas $epat #oltase renda! dengan dosis ke$il ke akti#itas lam at #oltase tinggi dan ketiadaan elektrik +supresi, dengan dosis esar ar iturat + olus t!iopental 27 3 6D mg0 kg "ang diikuti ole! infus D.7 mg0 kg0 menit,. Bar iturat mem erikan perlindungan untuk otak dari episode transien iskemia fokal +misaln"a, em oli sere ral, tetapi mungkin tidak iskemia glo al +misaln"a, !enti %antung,. Dosis "ang diperlukan untuk supresi EE/ er!u ungan dengan puli! sadar "ang lama, ekstu asi "ang tertunda, dan ke utu!an inotropik. )ingkat depresi sistem saraf pusat "ang diinduksi ole! ar iturat men$akup sedasi ringan !ingga tidak sadar, tergantung pada dosis "ang di erikan. )idak seperti opioid, ar iturat tidak mengganggu persepsi n"eri se$ara selektif. Bar iturat memiliki efek antianalgesik dengan menurunkan am ang rasa sakit. Dosis ke$il men"e a kan suatu keadaan gem ira dan disorentasi. Bar iturat tidak meng!asilkan relaksasi otot, dan e erapa menginduksi kontraksi otot skelet se$ara in#olunter +met!o!eksital,. Dosis ke$il t!iopental +7D 3 2DD mg intra #ena, dengan $epat mengendalikan grand mal seiCure. )oleransi akut dan ketergantungan fisiologis pada efek sedatif ar iturat erkem ang dengan $epat. Ta/el Penggunaan &an D-sis<&-sis Bar/i*ura* Agen )!iopental, )!iamilal Penggunaan Induksi Ru*e I; "-nsen*rasi 4,7 D-sis 538

Sedasi Met!o!eksital Induksi Sedasi Induksi Seko ar ital, Pento ar ital Premedikasi

I; I; I; Rektal 'ral IM Rektal

4,7 2 2 2D 7

D.7 3 2.7 234 D.4 3 D.6 47 4 3 6S 4 3 6S 5

S Ma@imum dosis adala! 27D mg 6, Renal Bar iturat mengurangi CBA dan /AR se anding dengan penurunan tekanan dara!. 7, -epar Aliran dara! !epar menurun. Paparan lama ar iturat mempun"ai efek erla&anan pada iotransformasi o at. Induksi enCim !epar meningkatkan tingkat meta olisme dari e erapa o at +digitoksin,, sedangkan kom inasi dengan sistem enCim sitokrom P 3 67D meng!am at iotransformasi dari o at lain +antidepresan trisiklik,. Induksi asam aminole#ulinat sintetase merangsang pem entukan porfirin +perantara di dalam sintese !eme,, "ang dapat mempresipitasi porfiria intermiten akut atau porfiria #ariegat pada indi#idu "ang peka. 8, Imunologi Reaksi alergi anafilaktik dan anafilaktoid %arang ditemukan. )!io ar iturat "ang mengandung sulfur menim ulkan pelepasan !istamin mastosit in #itro, sedangkan oksi ar iturat tidak. Met!o!eksital le i! dipili! di anding t!iopental atau t!iamilal pada pasien atopik atau asma. In*era0si -/a* Media kontras, sulfonamida, dan o at lain "ang menduduki lokasi ikatan protein "ang sama seperti t!iopental akan meningkatkan %umla! o at e as "ang ada dan mempotensiasi efek ter!adap sistem organ dari pem erian ar iturat. Etanol, opioid, anti!istamin, dan depresan sistem saraf pusat "ang lain mempotensiasi efek sedatif ar iturat. Farma0-l-gi "linis T)IOPENTAL

Se&iaan *ntuk penggunaan klinis, t!iopental di uat dalam preparat larutan 4.7F. penggunaan sediaan 7F tidak direkomendasikan. .arutan t!iopental merupakan larutan "ang sangat asa +p- 2D.7,, sta il dan steril sampai 8 !ari . larutan ini kompati el untuk di $ampur dengan opioid, katekolamin, dan pelumpu! otot +Stoelting, 4DD8,. E@e0 *erha&ap Sis*em Organ 2, Kardio#askuler Pada pasien normo#olemia, t!iopental 7 mg0 kg, men"e a kan penurunan sementara tekanan dara! se esar 2D 3 4D mm -g "ang dikompensasi dengan peningkatan den"ut %antung. )!iopental menim ulkan efek depresi miokard "ang minimal !ingga tidak ada. Kompensasi takikardia dan tidak aroreseptor sinus $aroti$us +Stoelting, 4DD8,. Pem erian t!iopental intra #ena perla!an le i! memungkinkan eker%an"a respon reflek kompensasi se!ingga meminimalkan penurunan tekanan dara! sistemik. Pem erian dosis 7D mg se$ara perla!an dan erta!ap untuk men$apai tu%uan klinis utama le i! aik daripada pem erian dosis tunggal intra #ena +Stoelting, 4DD8,. eru a!n"a kontraktilitas miokard dise a kan peningkatan akti#itas sistem saraf simpatis perifer "ang dimediasi

4, Respirasi )!iopental menurunkan sensiti#itas pusat #entilasi medulla ter!adap stimulasi C' 4. 5, Sere ral Infus kontin"u t!iopental, 6 mg0 kg, meng!asilkan EE/ isoelektrik "ang konsisten mendekati penurunan maksimal ke utu!an '4 meta olik otak. 6, -epar )!iopental meng!asilkan penurunan ringan aliran dara! !epar. Dosis induksi t!iopental tidak mengganggu tes fungsi !ati paska operasi. 7, Renal Efek t!iopental ter!adap gin%al "aitu penurunan CBA dan /AR. 8, Reaksi Alergi

)!iopental meng!asilkan ge%ala reaksi alergi tanpa paparan se elumn"a, se agai reaksi anafilaktoid +Stoelting, 4DD8,.

BENCODIACEPIN BenCodiaCepin merupakan o at "ang digunakan untuk mendapatkan efek utama farmakologik 1 2, An@iolisis 4, Sedasi 5, Anti kon#ulsan 6, Relaksasi otot skelet 7, Amnesia anterograd BenCodiaCepin menggantikan ar iturat untuk medikasi pre operatif dan meng!asilkan sedasi selama anestesi. MidaColam tela! mengganti peran diaCepam "ang di erikan pada periode selama operasi untuk medikasi pre operatif dan sedasi intra #ena +Stoelting, 4DD8,. Ta/el Penggunaan &an D-sis Ben5-&ia5epin Agen DiaCepam Penggunaan Premedikasi Sedasi Induksi MidaColam Premedikasi Sedasi Induksi .oraCepam Premedikasi Ru*e 'ral I; I; IM I; I; 'ral IM Sedasi I; D-sis >mg/0g? D.4 3 D.7S D.D6 3 D.4 D.5 3 D.8 D.D9 3 D.27 D.D2 3 D.2 D.2 3 D.6 D.D75 D.D5 3 D.D7SS D.D5 3 D.D6SS

Ma@imum dosis 27 mg SS )idak direkomendasikan untuk anak

E@e0 pa&a Sis*em Organ 2, Kardio#askuler

BenCodiaCepin memperli!atkan efek depresan kardio#askuler "ang minimal &alaupun pada dosis induksi. )ekanan dara! arteri, cardiac output, dan resistensi #askuler perifer sedikit menurun, sedangkan !eart rate meningkat. MidaColam $enderung menurunkan tekanan dara! dan resistensi #askuler perifer le i! dari diaCepam. Peru a!an dalam #aria ilitas heart rate selama sedasi midaColam menandakan adan"a tonus #agal "ang menurun (drug induced vagolysis). 4, Respirasi BenCodiaCepin menekan respon #entilasi ter!adap C' 4. Depresi ini iasan"a tidak signifikan ke$uali %ika o at di erikan intra #ena atau ersama dengan depresan napas "ang lain. DiaCepam dan midaColam suda! dapat menim ulkan !enti napas. Kur#a dose response "ang $uram, onset "ang sedikit meman%ang +di andingkan dengan t!iopental atau diaCepam,, dan potensi tinggi dari midaColam meng!aruskan titrasi "ang seksama untuk meng!indari o#erdosis dan apneu. ;entilasi !arus dimonitor pada semua pasien "ang menerima enCodiaCepin intra #ena, dan peralatan resusitasi !arus tersedia. 5, Sere ral BenCodiaCepin menurunkan konsumsi '4 sere ral, aliran dara! sere ral, dan )IK tetapi tidak setinggi ar iturat. ' at ini sangat efektif dalam men$ega! dan mengendalikan grand mal seiCures. Dosis sedatif oral meng!asilkan amnesia anterograd. Efek pelumpu! otot ringan dari o at ini dimediasi pada tingkat medulla spinalis, ukan di neuromus$ular %un$tion. An@iolisis, amnesia, dan efek sedatif terli!at pada dosis renda! dan erlan%ut ke stupor dan tidak sadar pada dosis induksi. Di andingkan dengan t!iopental, induksi dengan memiliki efek analgesik langsung +Morgan, 4DD8,. In*era0si -/a* Simetidin erikatan dengan sitokrom P 3 67D dan mengurangi meta olisme diaCepam. Eritromisin mengin!i isi meta olisme midaColam dan men"e a kan perpan%angan dan intensifikasi efek 4 3 5 kali. -eparin meminda!kan diaCepam dari lokasi ikatan dengan protein dan meningkatkan konsentrasi o at e as +peningkatan 4DDF setela! pem erian 2DDD unit !eparin,. Kom inasi opioid dengan diaCepam menurunkan tekanan dara! arterial dan resistensi #askuler perifer. BenCodiaCepin mengurangi MAC gas anestetik se esar 5DF. Etanol, ar iturat, dan depresan sistem saraf pusat lain mempotensiasi efek sedatif dari enCodiaCepin. enCodiaCepin meng!asilkan penurunan kesadaran le i! lam at dan pemuli!an le i! pan%ang. BenCodiaCepin tidak

Farma0-l-gi "lini0 A MIDACOLAM MidaColam merupakan enCodiaCepin larut air dengan $in$in midaColam "ang men%adi sta il dalam larutan aTueus dan meta olisme "ang $epat. MidaColam menggantikan peran diaCepam se agai medikasi pre operatif dan sedasi. Di andingkan diaCepam, midaColam 4 3 5 kali le i! poten. MidaColam memiliki afinitas untuk reseptor enCodiaCepin 4 kali dari diaCepam. Efek amnesia midaColam le i! poten daripada efek sedatif. Se&iaan Solu ilitas $airan dari midaColam men"ingkirkan ke utu!an dari persiapan pelarut, seperti propilen glikol. MidaColam men"e a kan ketidakn"amanan minimal selama atau setela! in%eksi intra #ena atau intra muskuler. MidaColam kompati el dengan larutan ringer laktat dan dapat di$ampur dengan o at lain "ang ersifat asam, seperti opioid dan antikolinergik. E@e0 *erha&ap Sis*em Organ 2, Kardio#askuler MidaColam D.4 mg0 kg intra #ena, untuk induksi anestesi memproduksi penurunan "ang le i! esar pada tekanan dara! sistemik dan peningkatan den"ut %antung daripada diaCepam D.7 mg0 kg intra #ena. MidaColam menginduksi peru a!an !emodinamik "ang sama dengan peru a!an "ang dise a kan ole! t!iopental 5 3 6 mg0 kg intra #ena. Cardia$ output tidak diu a! ole! midaColam, menandakan a!&a peru a!an tekanan dara! dise a kan ole! penurunan resistensi #askuler sistemik. 4, Respirasi MidaColam meng!asilkan penurunan dalam #entilasi dengan dosis D.27 mg0 kg intra #ena sama dengan diaCepam D.5 mg0 kg intra #ena. Apneu transien dapat ter%adi setela! in%eksi dosis esar "ang $epat dari midaColam +P D.27 mg0 kg intra #ena,, terutama pada medikasi pre operatif. MidaColam menekan reflek menelan dan menurunkan akti#itas saluran pernapasan. 5, Sere ral MidaColam meng!asilkan penurunan ke utu!an meta olik ' 4 sere ral dan aliran dara! sere ral analog ter!adap propofol dan ar iturat. MidaColam tidak men"e a kan EE/ isoelektrik. MidaColam men"e a kan penurunan aliran dara! sere ral regional dalam area otak "ang er!u ungan dengan fungsi normal dari arousal, per!atian, dan memori. ;asomotor sere ral sensitif ter!adap C' 4 selama

anestesi midaColam. MidaColam merupakan alternatif untuk

ar iturat pada

induksi anestesi untuk pasien dengan lesi intra kranial. Seperti t!iopental, induksi anestesi dengan midaColam tidak men$ega! peningkatan )IK "ang er!u ungan dengan laringoskopi direk atau intu asi trakea. MidaColam merupakan anti kon#ulsan poten "ang efektif untuk terapi status epileptikus. Penggunaan "linis MidaColam paling sering digunakan untuk medikasi pre operatif pada pediatrik. 6? Me&i0asi Pre Opera*i@ MidaColam oral sirup 4 mg0 ml, efektif untuk meng!asilkan sedasi dan an@iolisis pada dosis D.47 mg0 kg dengan efek minimal pada #entilasi. Saturasi ' 4 di erikan pada dosis 2 mg0 kg +maksimum 4D mg,. MidaColam D.7 mg0 kg di erikan se$ara oral 5D menit se elum induksi meng!asilkan sedasi dan an@iolitis pada anak tanpa peman%angan puli! sadar. Amnesia retrograd ter%adi ketika di erikan se$ara oral 2D menit se elum operasi. #? Se&asi In*raAena MidaColam dosis 2.D 3 4.7 mg intra #ena efektif untuk sedasi selama anestesi regional. Efek samping "ang signifikan adala! depresi #entilasi "ang dise a kan penurunan dalam !ipoksia. Efek depresan #entilasi dari midaColam le i! dari loraCepam dan diaCepam. MidaColam menginduksi depresi #entilasi, sinergis dengan opioid dan o at depresan SSP lainn"a.

+? In&u0si Anes*esi Induksi anestesi dengan pem erian D.2 3 D,4 mg 0kg intra #ena. 'nset ketidaksadaran difasilitasi ketika opioid menda!ului in%eksi midaColam 2 3 5 menit. ;? Pemeliharaan anes*esi MidaColam di erikan se agai suplemen opioid, propofol, atau anestesi in!alasi selama pemeli!araan anestesi. Ke utu!an akan agen anestesi menurun dalam dosis terkait dengan midaColam. Puli! sadar induksi dengan midaColam 2 3 4.7 kali le i! lama di anding penggunaan t!iopental. D? Se&asi Pas.a Opera*i@ Pem erian intra #ena midaColam %angka pan%ang +loading dose D,7 3 6 mg intra #ena dan dosis pemeli!araan 2 3 9 %am intra #ena, memproduksi sedasi pada pasien "ang diintu asi.

E? Gera0an Para&-0s pi*a suara Merupakan pen"e a o struksi %alan napas atas non organik dan stridor paska operasi. MidaColam dosis D.7 3 2.D mg intra #ena +Stoelting, 4DD8,.

B DIACEPAM Merupakan enCodiaCepin larut lipid tinggi dengan durasi aksi "ang le i! pan%ang di anding midaColam. Se&iaan DiaCepam di!an$urkan dalam pelarut organik +propilen glikol, sodium #ena n"eri. E@e0 *erha&ap Sis*em Organ 2, Kardio#askuler DiaCepam dosis D.7 3 2 mg0 kg intra #ena meng!asilkan penurunan minimal tekanan dara! sistemik, cardiac output dan resistensi #askuler sistemik. 4, Respirasi DiaCepam meng!asilkan efek depresan minimal pada #entilasi "ang tampak dengan tidak ter%adin"a peningkatan PaC' 4 !ingga dosis D,4 mg0 kg intra #ena. Efek depresan #entilasi dipuli!kan dengan stimulasi operasi tetapi tidak dengan nalokson. 5, 'tot Skelet (euromuskuler Efek relaksan otot skelet menggam arkan aksi diaCepam pada neuron spinal internun$ial dan tidak eraksi pada !u ungan neuromuskuler. OAer&-sis Intoksikasi sistem saraf pusat ter%adi pada konsentrasi diaCepam plasma le i! dari 2DDD ng0 ml. Penggunaan "lini0 DiaCepam merupakan o at medikasi pre operatif untuk de&asa dan enCodiaCepin "ang sering dipili! untuk terapi delirium. Efek relaksasi otot skelet sering digunakan dalam tata laksana pen"akit dis$us lum al. A0*iAi*as An*i0-nAulsan enCoat,

karena tidak larut air. .arutan dengan p- 8.8 3 8.G. In%eksi intra muskuler atau intra

DiaCepam D.2 mg0 kg intra #ena efektif dalam meng!ilangkan akti#itas ke%ang "ang dise a kan lidokain, delirium, dan status epileptikus +Stoelting, 4DD8,.

A OBAT ANESTESI INTRA (ENA NON BARBITURAT 6 "ETAMIN Ketamin merupakan deri#at fenisiklidin "ang meng!asilkan anestesi disorientasi, ditandai dengan ke%adian disosiasi pada EE/ antara sistem t!alamokortikal dan lim ik. Anestesi disosiasi men"erupai status kataleptik "ang men"e a kan mata tetap ter uka dengan nistagmus lam at. Ketamin mem eri keuntungan daripada propofol dan etomidat karena larut dalam air dan meng!asilkan analgesia "ang $ukup pada dosis su 4DD8,. E@e0 *erha&ap Sis*em Organ 2, Kardio#askuler Ketamin meningkatkan tekanan dara! arteri, den"ut %antung, dan $ardia$ output. Efek kardio#askular tidak langsung ini adala! karena stimulasi sistem saraf simpatis sentral dan in!i isi ter!adap am ilan ulang dari norepinefrin. Peru a!an dalam peningkatan tekanan arteri pulmoner dan ker%a otot %antung %uga ditemukan. Ketamin !arus di!indarkan pada pasien dengan pen"akit arteri koroner, tekanan dara! tinggi "ang tidak terkendali, gagal %antung kongestif, dan aneurisma arteri. Efek langsung depresan miokard pada dosis ketamin "ang esar, dise a kan karena in!i isi kalsium transien, ter uka ole! lokade simpatis atau $adangan katekolamin "ang makin menipis. Se alikn"a, efek stimulasi tidak langsung dari ketamin menguntungkan pasien dengan s"ok !ipo#olemik akut +Morgan, 4DD8,. Ta/el Penggunaan &an D-sis &ari "e*amin3 E*-mi&a*3 Pr-p-@-l3 &an Dr-peri&-l Agen Ketamin Penggunaan Induksi Pem/erian I; IM Etomidat Propofol Induksi Induksi Pemeli!araan infus I; I; I; D-sis 2 3 4 mg0 kg 5 3 7 mg0 kg D.4 3 D.7 mg0 kg 2 3 4.7 mg0 kg 7D 3 4DD m$g0 kg anestesi. Puli! sadar dengan delirium mem atasi penggunaan klinis ketamin. Ketamin tergolong o at potential a use +Stoelting,

Sedasi infus Droperidol Premedikasi Sedasi Antiemetik

I; IM I; I;

47 3 2DD mg0 kg D.D6 3 D.D9 mg0 kg D.D4 3 D.D9 mg0 kg D.D7 mg0 kgS

S dosis maksimum de&asa tanpa kedaruratan "ang meman%ang adala! 2.47 3 4.7 mg +Morgan, 4DD8, )ekanan dara! arteri sistemik dan pulmonal, !eart rate, $ardia$ output, $ardia$ &ork, dan ke utu!an oksigen miokard meningkat setela! pem erian ketamin intra #ena. )ekanan dara! sistolik meningkat se$ara progresif selama 5 3 7 menit pertama setela! in%eksi intra #ena ketamin dan kemiudian menurun setela! 2D 3 4D menit +Stoelting, 4DD8,. 4, Respirasi /erakan #entilasi sedikit dipengaru!i ole! dosis induksi ketamin, &alaupun pem erian olus intra #ena se$ara $epat atau medikasi pra operatif dengan opioid dapat men"e a kan apneu. Ketamin merupakan ronk!odilator poten dan agen induksi "ang aik untuk pasien asma. Meskipun reflek saluran diintu asi. -ipersali#asi "ang pernapasan atas se agian esar tetap ter%aga, pasien dengan resiko tinggi ter%adin"a pneumonia aspirasi !arus di!u ungkan dengan ketamin dapat dikurangi dengan premedikasi o at antikolinergik +Morgan, 4DD8,. Ketamin tidak meng!asilkan depresi #entilasi. Respon #entilasi ter!adap C' 4 diperta!ankan selama anestesi dengan ketamin dan Pa'4 tidak ole! naik P 5 mm -g +Stoelting, 4DD8,. 5, Sere ral Konsisten dengan efek kardio#askulern"a, ketamin dapat meningkatkan konsumsi oksigen sere ral, aliran dara! sere ral, dan )IK. Efek ini mem atasi penggunaan pada pasien dengan spa$e o$$up"ing lesion intrakranial. Akti#itas mioklonik di!u ungkan dengan peningkatan akti#itas elektrik su kortikal, "ang tidak terli!at n"ata EE/. Efek samping psikomimetik "ang tidak diinginkan selama kondisi pemuli!an le i! sedikit ter%adi pada anak dan pada pasien "ang di erikan premedikasi dengan enCodiaCepin. Diantara o at anestesi non #olatil, ketamin merupakan o at anestesi "ang le i! mendekati lengkap karena meng!asilkan analgesia, amnesia, dan ketidaksadaran +Morgan, 4DD8,. 6, -epar Ketamin tidak mempengaru!i fungsi !epar +Stoelting, 4DD8,.

7, Renal Ketamin tidak mempengaru!i fungsi renal +Stoelting, 4DD8,. In*era0si -/a* ' at pelumpu! otot non depolarisasi dipotensiasi ole! ketamin. Kom inasi teofilin dan ketamin merupakan predisposisi untuk ter%adin"a ke%ang. DiaCepam mengurangi efek kardiostimulasi dari ketamin dan memperpan%ang &aktu paru! eliminasi. Propranolol, fenoksi enCamin, dan antagonis simpatik "ang lain mem uka efek depresan miokard "ang langsung dari ketamin. Ketamin meng!asilkan depresi miokard ketika di erikan kepada pasien "ang dianestesi dengan !alotan atau anestetik #olatil "ang lain. .itium dapat memperpan%ang durasi ker%a ketamin +Morgan, 4DD8,. Penggunaan "linis Ketamin menim ulkan analgesia pada dosis su induksi anestesi anestesi dan meng!asilkan

ila di erikan intra #ena pada dosis le i! tinggi. Ketamin atuk dan laringospasme karena sekresi sali#a aki at

termasuk antisalogogue pada medikasi preoperatif "ang direkomendasikan untuk menurunkan ge%ala pem erian ketamin. a, Analgesia Analgesia "ang kuat di$apai dengan dosis su anestesi ketamin D.4 3 D.7 mg0 kg intra #ena. Efek analgesia ketamin adala! primer sesuai akti#itas di t!alamus dan sistem lim ik, "ang ertanggung %a&a ter!adap interpretasi n"eri. Dosis ke$il ketamin digunakan se agai a%u#an opioid analgesia +Stoelting, 4DD8,. , Analgesia (euroaksial Efek epidural ketamin relatif ke$il, tetapi kom inasi dengan analgesia epidural se agai a%u#an, meng!asilkan efek sinergis. Pem erian intratekal +7D mg dalam 5 ml salin, meng!asilkan analgesia ringan. Ketamin dikom inasikan dengan epinefrin untuk memperlam at a sorpsi +Stoelting, 4DD8,. $, Induksi Anestesi Induksi anestesi di!asilkan dengan pem erian ketamin 2 3 4 mg0 kg intra #ena atau 6 3 : mg0 kg intra muskuler. In%eksi ketamin intra #ena tidak menim ulkan n"eri atau iritasi #ena. Kesadaran !ilang dalam 5D 3 8D detik setela! pem erian intra #ena dan 4 3 6 menit setela! in%eksi intra muskuler. Puli! sadar ter%adi dalam 2D 3 4D menit setela! dosis induksi

ketamin di erikan, tetapi orientasi penu! mem utu!kan tam a!an &aktu 8D 3 GD menit. Induksi anestesi pada pasien akut !ipo#olemia sering dilakukan dengan ketamin, dengan keuntungan efek stimulasi kardio#askuler. Kom inasi dosis su anestesi ketamin dengan propofol meng!asilkan anestesi dengan !emodinamik "ang le i! sta il di anding propofol dengan fentanil, untuk men$ega! reaksi pemuli!an "ang tidak diinginkan dari pem erian ketamin dosis esar. Keuntungan ketamin pada saluran pernapasan adala! efek ronk!odilatasi "ang men%adikan ketamin se agai o at pili!an induksi $epat pada pasien asma. Ketamin se aikn"a di!indari pada pasien dengan !ipertensi pulmonal atau sistemik atau )IK meningkat. Ketamin di erikan pada pasien dengan !ipertermia maligna +Stoelting, 4DD8,. d, Pemuli!an )oleransi 'pioid Pem erian su anestesi ketamin +D.5 mg0 kg0 %am, menurunkan ke%adian toleransi opioid dan meng!asilkan anestesi +Stoelting, 4DD8,. e, Per aikan Depresi Mental Reseptor (MDA untuk glutamat dili atkan pada patofisiologi depresi mental dan mekanisme ker%a antidepresan. Se agai antagonis (MDA, ketamin dalam dosis ke$il memper aiki depresi post operatif pada pasien dengan depresi mental +Stoelting, 4DD8,.

f, Sindrom Cere ral Restless .eg Ketamin meng!am at neuroinflamasi pada medulla spinalis atau pusat "ang le i! tinggi. Pada medulla spinalis, sindrom restless leg menggam arkan akti#asi reseptor (MDA dan produksi mediator inflamasi "ang dirusak aliran dara! medulla spinalis +Stoelting, 4DD8,. E@e0 Samping a, Sistem Saraf Pusat Ketamin meningkatkan aliran dara! sere ral dan CMR' 4 +Stoelting, 4DD8,. , )ekanan Intrakranial Pasien dengan lesi intrakranial se$ara umum le i! muda! mengalami peningkatan )IK setela! pem erian ketamin +Stoelting, 4DD8,.

PROPOFOL Propofol merupakan pengganti isopropifenol +4, 8 3 diisopropifenol, "ang di erikan intra #ena se agai larutan 2F dalam larutan aTueus "ang terdiri dari 2DF min"ak kedelai> 4.47F gliserol> dan 2.4F fosfatida telur "ang dipurifikasi. Pem erian propofol intra #ena 2.7 3 4.7 mg0 kg menim ulkan ketidaksadaran dalam 5D detik. Kesadaran "ang diperole! setela! induksi anestesi dengan propofol le i! $epat dan sempurna di anding o at lain "ang digunakan untuk induksi anestesi intra #ena +Stoelting, 4DD8,. Se&iaan Propofol merupakan o at "ang tidak larut air dan mem utu!kan pem a&a lemak untuk emulsifikasi. Aormulasi propofol menggunakan min"ak kedelai se agai fase lemak dan lesitin telur se agai agen emulsifikasi "ang disusun ole! rantai trigliserida rantai pan%ang +Stoelting, 4DD8,. Campuran propofol dengan o at lain tidak direkomendasikan &alaupun lidokain sering ditam a!kan pada propofol untuk men$ega! rasa sakit "ang tim ul saat pen"untikan intra #ena. Campuran antara propofol dengan lidokain dapat mengaki atkan ter entukn"a ga ungan droplet min"ak "ang merupakan faktor risiko ter%adin"a em oli pulmonal +Stoelting, 4DD8,. E@e0 *erha&ap Sis*em Organ 2, Kardio#askuler

Efek utama propofol ter!adap sistem kardio#askuler adala! penurunan tekanan dara! arteri aki at resistensi #askuler sistemik "ang menurun drastis +in!i isi akti#itas #asokonstriktor simpatis,, kontraktilitas %antung, dan preload. -ipotensi le i! %elas di anding dengan t!iopental tetapi ditutupi ole! rangsangan "ang men"ertai laringoskopi dan intu asi. Aaktor 3 faktor "ang memper uruk !ipotensi antara lain dosis "ang esar, suntikan $epat, dan aroreflek ersifat eru a! umur tua. Propofol dengan %elas mengganggu respons normal

arteri men%adi !ipotensi, terutama sekali pada kondisi normokar ia atau !ipokar ia. Peru a!an pada den"ut %antung dan cardiac output sementara dan tidak signifikan pada pasien se!at, tetapi dapat

men%adi sangat erat !ingga memi$u asistol, terutama pada pasien dengan usia ekstrim, dalam terapi kronotropik negatif, atau sedang dalam prosedur operasi "ang er!u ungan dengan reflek o$ulo$ardia$. Pasien dengan fungsi #entrikel "ang terganggu dapat mengalami penurunan drastis pada cardiac output se agai aki at penurunan tekanan pengisian #entrikel dan kontraktilitas. Meskipun konsumsi oksigen miokard dan aliran dara! koroner menurun, produksi laktat sinus koroner meningkat pada e erapa pasien. -al ini mengindikasikan adan"a mismat$! antara permintaan dan suplai oksigen miokard +Morgan, 4DD8,. Efek inotropik negatif propofol di!asilkan dari penurunan a#aila ilitas sekunder kalsium intrasel sampai peng!am atan influks kalsium transsarkolemal +Stoelting, 4DD8,. Efek tekanan dara! ole! propofol le i! esar pada pasien !ipo#olemia,

pasien usia tua, dan pasien dengan penurunan fungsi #entrikel kiri "ang er!u ungan dengan pen"akit arteri koroner +Stoelting, 4DD8,. -idrasi adekuat se elum pem erian propofol intra #ena direkomendasikan untuk meminimalisasi efek tekanan dara! "ang di!asilkan +Stoelting, 4DD8,. Penam a!an nitrit oksida tidak mengu a! efek kardio#askuler propofol. Respon ter!adap epinefrin meningkat dengan pem erian propofol +Stoelting, 4DD8,. Bradikardia dan asistol ditemukan setela! induksi anestesi dengan propofol. -al ini men"e a kan direkomendasikann"a o at anti kolinergik se!u ungan dengan di erikann"a propofol +Stoelting, 4DD8,. 4, Respirasi

Propofol merupakan depresan sistem pernapasan "ang dalam "ang iasan"a men"e a kan apneu setela! dosis induksi. Ketika digunakan untuk pem erian sedasi "ang sadar pada dosis su anestesi, infus propofol meng!am at pengara! #entilator" !"po@i$ dan menekan respon normal ter!adap !iperkar ia. Depresi reflek saluran pernapasan atas "ang diinduksi ole! propofol mele i!i t!iopental dan sangat mem antu selama intu asi atau insersi .MA tanpa pemakaian pelumpu! otot. Propofol dapat men"e a kan pelepasan !istamin +Morgan, 4DD8,. Infus propofol se agai terapi pemeli!araan menurunkan #olume tidal dan frekuensi pernapasan. Propofol men"e a kan ronk!odilatasi dan menurunkan wheezing intraoperatif pada pasien asma. 5, Sere ral Propofol menurunkan ke$epatan meta olik oksigen sere ral +CMR' 4,, aliran dara! sere ral dan )IK. Pada pasien dengan )IK "ang meningkat, propofol dapat men"e a kan reduksi "ang kritis pada CPP +I 7D mm -g,. Propofol dan t!iopental mem erikan proteksi sere ral "ang sama selama iskemia fokal. Propofol memiliki efek anti pruritus dan efek anti emetik. Induksi dapat disertai ge%ala eksitasi seperti ke%ang otot, gerakan spontan, opistotonus, atau $egukan mungkin aki at antagonis glisin su Propofol menurunkan tekanan intraokular +Morgan, 4DD8,. Pem erian propofol untuk meng!asilkan sedasi pada pasien dengan lesi desak ruang intra kranial tidak meningkatkan )IK. Dosis esar propofol dapat menurunkan tekanan dara! sistemik dan perfusi sere ral. Autoregulasi sere ro#askuler ter%adi se agai respon ter!adap peru a!an tekanan dara! sistemik dan reakti#itas aliran dara! sere ral ter!adap peru a!an PaC' 4 pada pem erian propofol dan midaColam +Stoelting, 4DD8,. 6, -epar Propofol tidak se$ara langsung mempengaru!i fungsi !epar +Stoelting, 4DD8,. 7, Renal Propofol tidak se$ara langsung mempengaru!i fungsi renal +Stoelting, 4DD8,. Penggunaan "linis Propofol digunakan se agai o at induksi pili!an untuk er agai induksi, terutama ketika puli! sadar di utu!kan $epat dan sempurna. Pem erian propofol se agai infus kontin"u digunakan untuk menim ulkan efek sedasi agi pasien "ang di ra&at di IC*. kortikal.

2, Induksi Anestesi Dosis induksi propofol 2.7 3 4.7 mg0 kg intra #ena, dengan konsentrasi di dara! 4 3 8 Rg0 ml meng!asilkan ketidaksadaran pada pasien. Kesadaran ter%adi pada konsentrasi propofol plasma 2 3 2.7 Rg0 ml. 4, Sedasi Intra ;ena Pemuli!an $epat tanpa efek residual dan insiden nausea dan #omitus "ang renda! mem uat propofol le i! sesuai untuk teknik sedasi pada pasien sadar se$ara am ulatorik. Dosis k!usus untuk sedasi pada pasien sadar 47 3 2DD Rg0 kg0 menit intra #ena, dimana akan meng!asilkan efek analgesia minimal dan efek amnesia. MidaColam dan opioid dapat ditam a!kan pada propofol untuk sedasi intra #ena "ang kontin"u +Stoelting, 4DD8,. 5, Pemeli!araan Anestesi Dosis propofol "ang digunakan untuk pemeli!araan anestesi adala! 2DD 3 5DD Rg0 kg0 menit intra #ena seringkali di kom inasi dengan opioid ker%a singkat +Stoelting, 4DD8,. 6, Efek Anti Emetik Insiden nausea dan #omitus post operatif menurun ketika propofol di erikan, tanpa memper!atikan teknik anestesi atau o at anestesi "ang digunakan. Dosis su !ipnotik propofol + 2D 3 27 mg intra #ena, digunakan dalam pera&atan post operatif untuk mengatasi nausea dan #omitus. Konsentrasi propofol plasma se agai anti emetik didapat pada dosis tunggal intra #ena se esar 2D mg diikuti 2D Rg0 kg0 menit +Stoelting, 4DD8,. Dosis su !ipnotik propofol "ang efektif se agai anti emetik tidak

meng!am at pengosongan lam ung dan propofol tidak direkomendasikan se agai prokinetik +Stoelting, 4DD8,. 7, Efek Anti Pruritus Propofol 2D mg intra #ena efektif dapat mengatasi pruritus "ang er!u ungan dengan opioid neuroaksial atau kolestasis +Stoelting, 4DD8,. 8, Akti#itas Anti Kon#ulsi Propofol memiliki efek anti epileptik +Stoelting, 4DD8,. 9, Bronk!okonstriksi Propofol menurunkan pre#alensi &!eeCing setela! induksi anestesi dan intu asi endotrak!eal pada pasien se!at dan penderita asma +Stoelting, 4DD8,.

In*era0si O/a* Pelumpu! otot non depolarisasi dapat dipotensiasi ole! formulasi propofol se elumn"a, "ang interaksi potensiasi. Konsentrasi fentanil dan alfentanil dapat meningkat pada pem erian propofol se$ara ersamaan. Penam a!an dosis ke$il midaColam se elum induksi dengan propofol meng!asilkan efek sinergistik +Stoelting, 4DD8,. erisi $remop!or. Aormulasi ter aru tidak menim ulkan

B OPIOID 'pioid meng!asilkan analgesia "ang unik tanpa disertai ke!ilangan kesadaran, propioseptif dan ke ingungan. Klasifikasi "ang muda! dari opioid antara lain mem agi men%adi agonis opioid, antagonis 3 agonis opioid dan antagonis opioid +Stoelting, 4DD8,. 'pioid meng!asilkan e erapa dera%at tingkat sedasi, tetapi o at ini paling efektif dalam meng!asilkan efek analgesia. Efek farmakodinamik dari opioid spesifik ergantung pada reseptor "ang diikat, afinitas ikatan, dan akti#asi reseptor. Meski kedua %enis agonis opioid dan antagonis terikat pada reseptor opioid, !an"a agonis "ang mampu mengaktifkan reseptor. Agonis 3 antagonis merupakan o at "ang mempun"ai aksi erla&anan pada tipe reseptor "ang er eda +Morgan, 4DD8,. Endorfin, enkefalin, dan dimorfin adala! peptida endogen "ang anatomi, dan afinitas reseptor. Akti#asi reseptor opioid mengin!i isi pelepasan presinaps dan respon postsinaps ter!adap neurotransmiter eksitatori dari neuron nosiseptif. Mekanisme selular untuk neuromodulasi ini meli atkan peru a!an pada konduktansi ion kalium dan ion kalsium. )ransmisi impuls n"eri dapat diinterupsi di tingkat $ornu dorsalis medulla spinalis dengan pem erian opioid di dalam ruang intratekal atau epidural. Modulasi %aras in!i isi des$endens dari su stansi gris$ea periaTuedu$tal sampai nukleus rap!e magnus ke $ornu dorsal medulla spinalis %uga erperan dalam analgesia opioid. Meski opioid mem erikan efek ter esar di dalam sistem saraf pusat, reseptor opioid %uga tela! ditemukan pada saraf perifer somatik dan simpatik +Morgan, 4DD8,. erikatan pada

reseptor opioid. )iga peptida opioid ini er eda pada protein prekursor, distri usi

'#erdosis opioid men"e a kan depresi pernapasan sampai apneu, miosis, flasid otot skelet, dan o struksi saluran pernapasan atas. )rias miosis, !ipo#entilasi, dan koma merupakan tanda o#erdosis opioid. Penatalaksanaan dengan oksigenasi paru dengan #entilator dan pem erian antagonis opioid +Stoelting, 4DD8,. Opi-i& Neur-a0sial Penempatan opioid di ruang epidural atau su ara$!noid untuk mengatasi n"eri akut atau kronik erdasarkan pada pengeta!uan tentang reseptor opioid +reseptor R, "ang erada pada su stansia gelatinosa medulla spinalis. Analgesia "ang di!asilkan ole! opioid neuroaksial, pada pem erian opioid intra #ena atau anestesi regional dengan anestetik lokal, tidak er!u ungan dengan degenerasi sistem saraf simpatik, kelumpu!an otot skelet, atau !ilangn"a persepsi propioseptif. Analgesia er!u ungan dengan dosis dan spesifik untuk n"eri #is$eral di anding n"eri somatik. Morfin neuroaksial dapat menurunkan MAC untuk anestetik #olatil +Stoelting, 4DD8,. "ara0*eris*i0 @isi0 -pi-i& :ang menen*u0an &is*ri/usi6 Agen Fra0si N-n i-nisasi Morfin Petidin Aentanil Sufentanil Alfentanil Remifentanil
2

I0a*an Pr-*ein

S-lu/ili*as Lema0

JJ J J JJ JJJJ JJJ

JJ JJJ JJJ JJJJ JJJJ JJJ

J JJ JJJJ JJJJ JJJ JJ

J, sangat renda!> JJ, renda!> JJJ, tinggi> JJJJ,sangat tinggi.

E@e0 pa&a Sis*em Organ 2, Kardio#askuler 'pioid tidak mengganggu fungsi kardio#askuler. Meperidin $enderung meningkatkan den"ut %antung, sedangkan dosis tinggi dari morfin, fentanil, sufentanil, remifentanil, dan alfentanil er!u ungan dengan radikardia "ang dimediasi #agus. Ke$uali radikardia, #asodilatasi #ena, dan meperidin, opioid tidak menekan kontraktilitas %antung. Meskipun egitu, tekanan dara! arteri sering kali menurun aki at dari penurunan reflek simpatis, kadang memerlukan tam a!an #asopressor. Meperidin dan morfin men"e a kan pelepasan !istamin pada e erapa indi#idu "ang dapat memi$u penurunan "ang signifikan pada resistensi #askular sistemik dan tekanan

dara! arteri. Efek dari pelepasan !istamin dapat diminimalisir pada pasien "ang peka dengan $ara infus opioid se$ara lam at, #olume intra#askular $ukup, atau pre medikasi dengan antagonis !istamin -2 dan -4 +Morgan, 4DD8,. -ipertensi intraoperatif selama anestesi opioid, terutama morfin dan meperidin, iasa ter%adi. Seringkali di!u ungkan dengan kedalaman anestesi "ang tidak adekuat dan dapat dikendalikan dengan penam a!an #asolidator atau agen anestetik #olatil. Kom inasi opioid dengan o at anestetik "ang lain dapat mengaki atkan depresi miokard "ang signifikan +Morgan, 4DD8,. 4, Respirasi 'pioid men"e a kan depresi #entilasi, terutama la%u respirasi. PaC' 4 istira!at meningkat dan respon ter!adap peru a!an C' 4 dalam dara! men%adi tumpul, meng!asilkan suatu pergeseran dari kur#a respon C' 4 mengara! ke a&a! dan ke kanan. Efek ini dimediasi melalui pusat pernapasan di atang otak. Batas apneu 3 kadar PaC'4 paling tinggi di mana pasien masi! apneu 3 meningkat, dan pengara! !ipoksik menurun. Per edaan %enis kelamin mungkin erpengaru!, dimana &anita memperli!atkan le i! mendepresi pernapasan. Morfin dan meperidin dapat men"e a kan ronk!ospasme "ang diinduksi ole! pelepasan !istamin pada pasien "ang peka. 'pioid dapat menginduksi kekakuan dinding dada "ang $ukup ter%adi setela! olus o at "ang erat !ingga meng!alangi #entilasi adekuat. Kontraksi otot "ang diatur se$ara sentral esar dan se$ara efektif diterapi dengan agen pelumpu! otot. 'pioid se$ara efektif menumpulkan respon ronk!okonstriksi aki at stimulasi saluran pernapasan, seperti saat intu asi. 'pioid mem eri efek pada pusat atuk di medulla +Stoelting, 4DD8,. 5, Sere ral Efek opioid pada perfusi sere ral dan )IK er#ariasi. Se$ara umum, opioid mengurangi konsumsi oksigen sere ral, aliran dara! sere ral, dan )IK, tetapi le i! renda! di anding ar iturat atau enCodiaCepin. Efek ini diperkirakan merupakan pemeli!araan dari normokar ia ole! #entilasi uatan. (amun, terdapat laporan peningkatan "ang ringan 3 dan transien 3 pada ke$epatan aliran dara! arteri sere ral dan )IK setela! pem erian opioid olus pada pasien dengan tumor otak atau trauma kepala. 'pioid $enderung meng!asilkan suatu penurunan MAP "ang ringan, penurunan CPP "ang tim ul signifikan pada pasien dengan elastansi intra kranial "ang a normal. Setiap kenaikan ke$il )IK "ang dise a kan ole! opioid !arus di andingkan dengan peningkatan )IK "ang esar "ang potensial ter%adi selama intu asi pada pasien "ang di anestesi se$ara tidak adekuat. Stimulasi kemoreseptor trigger Cone medullar ertanggung %a&a atas persentase "ang tinggi dari ge%ala mual dan munta!. Ketergantungan fisik merupakan suatu masala! "ang penting "ang

di!u ungkan dengan pem erian opioid "ang erulang. )idak seperti ar iturat atau enCodiaCepin, dosis esar opioid se$ara relatif diperlukan untuk memperta!ankan pasien tidak sadar. 'pioid tidak dapat meng!asilkan efek amnesia "ang aik. 'pioid intra #ena merupakan metode terpili! untuk mengendalikan n"eri +Morgan, 4DD:,. Ta/el 6# Pengunaan &an D-sis Opi-i& :ang Umum Agen Morfin Penggunaan Premedikasi Anestesi intraop Analgesia paskaop Ru*e IM I; IM I; Pet!idin Premedikasi Anestesi intraop Analgesia paskaop IM I; IM I; Aentanil Anestesi intraop Analgesia paskaop Sufentanil Alfentanil Anestesi intraop Anestesi intraop Dosis loading Infus pemeli!araan Remifentanil Anestesi intraop Dosis loading Infus pemeli!araan Analgesia paskaop I; I; I; 2.D m$g0 kg D.7 3 4D m$g0 kg0 menit D.D7 3 D.5 m$g0 kg0 menit I; I; : 3 2DD m$g0 kg D.7 3 5 m$g0 kg0 menit I; I; I; D-sis D.D7 3 D.4 mg0 kg D.2 3 2 mg0 kg D.D7 3 D.4 mg0 kg D.D5 3 D.27 mg0 kg D.7 3 2 mg0 kg 4.7 3 7 mg0 kg D.7 3 2 mg0 kg D.4 3 D.7 mg0 kg 4 3 27D m$g0 kg D.7 3 2.7 m$g0 kg D.47 3 5D m$g0 kg

6, Efek Samping 'pioid (euroaksial

Efek samping opioid neuroaksial dise a kan masukn"a opioid ke dalam CSA atau sirkulasi sistemik. Be erapa efek samping "ang tim ul dimediasi melalui interaksi dengan reseptor opioid "ang spesifik antara lain pruritus, nausea, #omitus, dan retensi urin serta depresi napas +Stoelting, 4DD8,. Meperidin se$ara struktural mirip sameridin mempun"ai kualitas anestetik lokal ketika di erikan ke dalam ruang su ara$!noid. Penggunaan meperidin se$ara klinis di atasi ole! efek samping opioid "ang klasik, tidak seperti "ang diperli!atkan dengan sameridin. Meperidin intra #ena +47 mg, suda! ditemukan se agai opioid "ang paling efektif untuk mengurangi menggigil. 7, /astrointestinal 'pioid memperlam at &aktu pengosongan lam ung dengan $ara mengurangi peristaltik. Kolik ilier ter%adi aki at kontraksi sfingkter oddi "ang diinduksi opioid. Spasme ilier, dapat meniru gam aran atu duktus ilier komunis pada esar efek $!olangiografi, se$ara efektif dipuli!kan dengan nalokson. Pasien "ang menerima pengo atan opioid %angka pan%ang men%adi toleran ter!adap se agian +Morgan, 4DD8,. 8, Endokrin Respon stres ter!adap stimulasi operasi mengaki atkan sekresi !ormon spesifik, termasuk katekolamin, !ormon antidiuretik, dan kortisol. 'pioid meng!alangi pelepasan !ormon ini se$ara men"eluru! di anding anestesi in!alasi. )erutama pada penggunaan opioid potensi kuat seperti fentanil, sufentanil, alfentanil, dan remifentanil. Se$ara k!usus, pasien dengan pen"akit %antung iskemia mendapat manfaat dari penurunan respon stres +Morgan, 4DD8,. In*era0si -/a* Kom inasi opioid 3 terutama meperidin 3 dan MA' in!i itor dapat mengaki atkan !enti napas, !ipertensi, !ipotensi, koma, dan !iperpireksia. Pen"e a dipa!ami. Bar iturat, enCodiaCepin, dan depresan sistem saraf pusat lain dapat mem erikan efek sinergistik pada kardio#askuler, respirasi, dan efek sedatif dengan opioid. Biotransformasi alfentanil, tetapi +Morgan, 4DD8,. ukan sufentanil, dapat eru a! setela! konsumsi interaksi ini elum samping, ke$uali sem elit ole! karena motilitas gastrointestinal "ang menurun

eritromisin selama 9 !ari, "ang men"e a kan sedasi "ang meman%ang dan depresi nafas

AGONIS OPIOID Agonis opioid termasuk morfin, meperidin, fentanil, sufentanil, alfentanil, dan remifentanil. 'pioid ini digunakan ersama anestetik in!alasi selama anestesi umum. A MORFIN Morfin merupakan prototipe opioid, dan meng!asilkan analgesi, eup!oria, sedasi, dan ke!ilangan konsentrasi. Sensasi lain termasuk nausea, tu u! terasa !angat, ekstremitas terasa erat, mulut kering, dan pruritus terutama di sekitar !idung. Morfin dosis renda! dapat meningkatkan am ang n"eri dan modifikasi persepsi dari stimulasi nosiseptif. ("eri tumpul le i! di!am at daripada n"eri ta%am. Morfin efektif men"ingkirkan n"eri #is$era se aik pada otot skelet, sendi, dan struktur integumen. Morfin !arus di erikan se elum ada rangsang n"eri. )erkadang morfin meng!asilkan disforia di anding eup!oria. Morfin men"e a kan dilatasi pem ulu! dara! kutaneus, &a%a!, le!er, dan dada agian atas terasa le i! !angat dan memera! +Stoelting, 4DD8,. E@e0 Samping 2, Kardio#askuler Pem erian opioid intra #ena dosis esar +2 mg0 kg, pada posisi supine dan radikardia atau pelepasan normo#olemia dapat men"e a kan depresi miokard atau !ipotensi. Morfin men"e a kan penurunan tekanan dara! karena !istamin. Pem erian morfin perioperatif atau se elum induksi anestesi mem uat den"ut nadi melema! selama terpapar agen #olatil, dengan atau tanpa stimulasi eda!. Morfin menginduksi pelepasan !istamin dan penurunan tekanan dara!, "ang dapat diminimalisasikan melalui 1 H H H Pem atasan pem erian infus morfin sampai 7 mg0 menit Meru a! posisi pasien dari supine men%adi !ead do&n 'ptimalisasi $airan intra#askuler

Pem erian morfin 2 mg0 kg intra #ena durasi 2D menit dapat men"e a kan pelepasan !istamin plasma, sedangkan pada pem erian fentanil 7D Rg0 kg intra #ena dalam 2D menit tidak menim ulkan pelepasan !istamin. Begitu %uga sufentanil. Penurunan tekanan dara! dan resistensi #askuler sistemik sering ter%adi ila opioid dikom inasikan dengan enCodiaCepin +Stoelting, 4DD8,. 4, Respirasi 'pioid mendepresi sistem pernapasan melalui efek agonis reseptor R 4 "ang merupakan efek langsung depresi "ang terdapat pada pusat pernapasan di atang otak se!ingga menurunkan sensiti#itas ter!adap penurunan C' 4 "ang

digam arkan pada meningkatn"a PaC'4 -al ini men"e a kan ter%adin"a penurunan frekuensi pernapasan "ang dikompensasi ole! meningkatn"a #olume tidal +Stoelting, 4DD8, 5, Sedasi )itrasi morfin paska operasi meng!asilkan sedasi se elum analgesia. Direkomendasikan titrasi morfin dengan inter#al olus +7 3 9 menit, tanpa limit dosis +Stoelting, 4DD8,. 6, Sistem Pen$ernaan Morfin, meperidin, dan fentanil men"e a kan spasme otot polos saluran $erna, selain efek samping lain "aitu konstipasi, kolik ilier, dan &aktu pengosongan lam ung "ang lam at +Stoelting, 4DD8,. 7, Sistem /enitourinaria Morfin meningkatkan tonus dan akti#itas peristalti$ ureter. Pem erian morfin untuk analgesia paska operasi tidak memi$u pelepasan arginine #asopressin +Stoelting, 4DD8,. 8, Plasenta Plasenta ukanka! arier n"ata, se!ingga depresi %anin dapat ter%adi %ika morfin di erikan pada i u selama persalinan +Stoelting, 4DD8,. In*era0si O/a* Depresi pernapasan karena opioid dapat diper erat ole! amfetamin, fenotiaCin, MA' in!i itor, dan depresan trisiklik +Stoelting, 4DD8,. B MEPERIDIN Meperidin merupakan opioid sintetik reseptor R dan U, analog meperidin termasuk fentanil, sufentanil, dan remifentanil. Meperidin termasuk amin tersier dan kelompok ester. Meperidin memiliki struktur men"erupai atropin dan erefek antispasmodik. Penggunaan "lini0 Meperidin digunakan untuk analgesia selama persalinan dan paska operasi +Stoelting, 4DD8,.

E@e0 Samping H H H H -ipotensi ortostatik Bradikardia %arang ditemukan, tetapi %ustru meningkatkan den"ut nadi +atropin like effe$t, Konstipasi dan retensi urin %arang ditemukan di anding morfin Midriasis

' FENTANIL Aentanil merupakan agonis sintetik opioid fenil piperidin, "ang memiliki struktur seperti meperidin. Se agai analgesia, fentanil 97 3 247 kali le i! poten dari morfin +Stoelting, 4DD8,. Penggunaan "lini0 Dosis renda! fentanil 2 3 4 Rg0 kg intra #ena untuk meng!asilkan analgesia. Aentanil 4 3 4D Rg0 kg intra #ena dapat di erikan se agai tam a!an untuk anestesi in!alasi untuk menumpulkan respon respirasi aki at 1 H H Intu asi trak!ea dengan laringoskopi direk Peru a!an ti a 3 ti a stimulasi eda!

Dosis tinggi fentanil 7D 3 27D Rg0 kg intra #ena di erikan tunggal digunakan untuk meng!asilkan analgesia. Keuntungan "ang didapat antara lain 1 H H H Depresi miokard minimal )anpa pelepasan !istamin Supresi stres eda!

Aentanil dapat di erikan melalui transmukosa +7 3 4D Rg0 kg,. )ransdermal di erikan se elum induksi +Stoelting, 4DD8,. E@e0 Samping Aentanil 7D Rg0 kg intra #ena tidak memi$u pelepasan !istamin. Bradikardia le i! menon%ol pada fentanil di andingkan morfin selain penurunan tekanan dara! dan $ardia$ output. Pem erian fentanil pada pasien $edera kepala men"e a kan peningkatan 8 3 G mm -g tekanan intra sere ral "ang dikaitkan dengan penurunan MAP dan CBA +Stoelting, 4DD8,. In*era0si O/a* Efek analgesia fentanil le i! poten karena interaksi dengan midaColam dan menurunkan penggunaan propofol +Stoelting, 4DD8,.

D TRAMADOL )ramadol merupakan analgesik "ang eker%a sentral "ang memiliki afinitas sedang ter!adap reseptor R, dan lema! ter!adap reseptor V dan U, tetapi 7 3 2D kali kurang poten di anding morfin. Se agai tam a!an pada efek agonis reseptor R, tramadol memperkuat spinal des$ending in!i itor" pat!&a" melalui in!i isi reuptake neuronal norepinefrin dan 7 3 !idroksitriptamin +serotonin,, seperti stimulasi presinaps dari pelepasan 7 3 !idroksitriptamin +Stoelting, 4DD8,. )ramadol merupakan $ampuran rasemik dari dua enansiomer, "ang 1 H H Bertanggung %a&a pada in!i isi uptake norepinefrin Berperan pada in!i isi dari reuptake 7 3 !idroksitriptamin dan memfasilitasi pelepasann"a, ditam a! ker%a tramadol pada reseptor R +Stoelting, 4DD8,. )ramadol 5 mg0 kg "ang di erikan per oral, intra muskuler, atau intra #ena efektif untuk pengo atan n"eri sedang 3 erat. Penurunan insiden menggigil paska operasi, efek depresi minimal pada pernapasan di%umpai setela! penggunaan tramadol. )ramadol memperlam at &aktu pengosongan lam ung. )ramadol erguna untuk pengo atan n"eri kronik karena tidak menim ulkan toleransi atau adiksi dan tidak erkaitan dengan toksisitas organ utama atau efek sedasi. )ramadol erguna pada pasien "ang tidak dapat mentolerir (SAID. Kerugian tramadol meliputi interaksin"a dengan anti koagulan Coumadin, dan tim uln"a ke%ang. )ramadol %arang digunakan perioperatif se agai analgesia karena insidensi "ang tinggi untuk ter%adin"a nausea dan #omitus. 'ndansetron dapat mempengaru!i komponen analgesia dari tramadol "ang erkaitan efekn"a pada reuptake dan pelepasan 7 3 !idroksitriptamin +Stoelting, 4DD8,.