Anda di halaman 1dari 38

BAB I PENDAHULUAN

Dengan sejalannya perkembangan bidang teknologi pada masa sekarang ini, perusahaan-perusahaan makin dipacu untuk menggunakan teknologi yang maju sebagai nilai jual untuk tetap survive dan memenangkan persaingan yang kian hari semakin ketat . Akhirakhir ini penggunaan internet yang menjurus kepada cyberspace kelihatannya akan mendominasi seluruh kegiatan bisnis secara global, teknologi akan berubah menjadi alat untuk persaingan antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Ini pun akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap perusahaan. Memasuki era globalisasi, para pengusaha perlu mempertimbangkan pemanfaatan teknologi komputer dan telekomunikasi seperti internet untuk melakukan kegiatan bisnis dengan jangkauan pasar yang luas. Dengan teknologi itu, para pengusaha dapat membangun unit-unit bisnis secara elektronik, artinya tidak membutuhkan tempat secara fisik. (Budi Sutedja,2001:86) Kini makin banyak perusahaan di Indonesia yang menerapkan e-business sebagai sarana untuk membantu perkembangan perusahaan, terutama untuk memperbaiki proses bisnis mereka. Dampak pada aspek persaingan adalah terbentuknya tingkat kompetisi yang semakin nyata terlihat. Sehingga perusahaan harus memiliki kemampuan yang cepat untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi sehingga perusahaan akan mampu bersaing dengan para kompetitornya. Penggunaan teknologi diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif tersebut. Perusahaan yang mampu bersaing dalam kompetisi tersebut adalah perusahaan yang mampu mengimplementasikan teknologi ke dalam perusahaannya. Salah satu jenis implementasi teknologi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk produk adalah dengan menggunakan E-Business. Selama ini juga pelanggan yang ingin membeli suatu produk diharuskan untuk mendatangi tempat dari penjual produk sendiri dan hal itu sangatlah tidak efisien bagi para pelanggan yang mempunyai kesibukan kesibukan yang sangat padat sekali. Dengan adanya layanan E-Business ini maka pelanggan dapat

mengakses serta melakukan pesanan dari berbagai tempat. Dengan adanya era teknologi yang canggih saat ini para pelanggan yang ingin mengakses E-Buiness tidak harus berada di suatu tempat, hal itu dikarenakan di kota kota besar di Indonesia telah banyak tempat tempat yang menyediakan suatu fasilitas akses internet hanya dengan menggunakan laptop/notebook ataupun dengan Personal Digital Assistant (PDA) dengan menggunakan teknologi wifi. Maka

dari itu saat sekarang sangat diperlukan dan diminati perusahaan-perusahaan yang menerapkan layanan E-Business. Dalam pembahasan ini penerapan E-Business di Indonesia, akan mengambil studi kasus PT.Garuda Indonesia. Dalam upayanya untuk kelangsungan e-business Garuda Indonesia di

masa depan, pihak perusahaan menyadari bahwa e-commerce dapat menjadi salah satu faktor untuk mengendalikan ekonomi, dan perusahaan tanpa sebuah platform e-commerce tidak akan dapat berkompetisi secara global. Dalam pelaksanaan aktivitas sehari-harinya, Garuda Indonesia juga menggunakan internet yang ditampilkan dalam website khusus dalam hal e-ticketing. Setiap orang yang akan menggunakan jasa Garuda Indonesia tidak hanya dapat memesan tiket secara konvensional, tetapi juga bisa secara online melalui internet. Selain itu, fungsi internet disini adalah untuk memperkenalkan Garuda Indonesia kepada masyarakat itu sendiri, sejarah Garuda Indonesia, serta jasa-jasa yang dilayani. Dari sini dapat dilihat bahwa Garuda Indonesia memanfaatkan e-commerce untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Bentuk penerapan ecommerce Garuda Indonesia ini adalah dengan menyediakan pusat layanan call centre selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, reservasi online, serta e-auction. Garuda Indonesia mempersiapkan dirinya untuk menjadi market leader domestic dan berharap agar dirinya siap untuk menghadapi kompetisi secara internasional. Selain itu, visi Garuda Indonesia sendiri saat ini adalah menjadi market leader dalam bidang e-travel dengan terlebih dahulu menjadi pioneer dalam penerapan teknologi ini di dalam sistem mereka. Dengan adanya fondasi yang kokoh, Garuda Indonesia telah menjadi salah satu kebanggaan bagi Indonesi

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

Nama Perusahaan Alamat Kantor Pusat Telepon Faksimili Email Website Cabang di Indonesia Cabang du Luar Negri Bidang Usaha

: PT. Garuda Indonesia Airline : Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 13 Jakarta 10110 : (021) 231 2612 : (021) 381 1486 : corporate@garuda-indonesia.com : www.garuda-indonesia.com : 21 Kantor Cabang : 24 Kantor Cabang : Jasa Angkutan Udara

Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Sejarah Garuda Indonesia berawal dari tahun 1940-an pada saat Indonesia masih berperang melawan Belanda. Garuda Indonesia berdiri pada tanggal 26 Januari 1949 yang pada saat itu bernama Indonesian Airways. Pesawat pertama Garuda Indonesia di beri nama Seulawah atau Gunung Emas yang dananya di dapatkan dari sumbangan masyarakat Aceh dengan harga 120.000 dolar Malaysia. Pada tanggal 28 Desember 1949, nama Garuda Airways diganti menjadi Garuda Indonesian Airways. Pada tanggal 1 Maret 1950 Garuda Indonesia baru dapat beroperasi dengan sejumlah pesawat yang diterima pemerintah Republik Indonesia dari perusahaan penerbangan KLM. Garuda Indonesia adalah sebuah perusahaan milik negara Republik Indonesia. Garuda Indonesia berkantor pusat di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13. Jakarta Pusat, Indonesia. Selain berpusat di Jakarta, Garuda Indonesia juga memiliki kantor perwakilan yang tersebar di hampir seluruh kota besar di Indonesia dan juga kota kota di luar negeri. Kegiatan Garuda lainya adalah mengangkut ribuan jemaah haji setiap tahunnya. Selain itu Garuda Indonesia juga

merupakan sarana angkutan bagi kunjungan resmi kepala negara ke berbagai negara. Sebagai perusahaan penerbangan pembawa bendera bangsa nasional, Garuda Indonesia berjuang sekuat tenaga dalam menegakkan citra bangsa dan negara melalui pelayanannya. Kini jaringan penerbangan Garuda telah menjangkau seluruh wilayah Republik Indonesia, sedangkan ke luar negeri meliputi kotakota di benua Asia, Australia dan Eropa. Garuda Indonesia telah menerapkan standar internasional sesuai dengan standar ISO 9001 2001. Visi

Menjadi Perusahaan penerbangan yang disegani / memiliki keunggulan bersaing di Asia dan mengalami pertumbuhan berkesinambungan (sustainable grow).

Misi

Memberikan pelayanan jasa angkutan udara yang berkualitas dan berorientasi kepada kepuasan pengguna jasa melalui pengelolaan secara professional.

Mengupayakan keuntungan dengan menyelenggarakan usaha jasa pengangkutan udara untuk orang dan barang dari suatu tempat ke tempat lainnya baik domestik maupun internasional serta kegiatan lain yang berhubungan dengan bidang usaha pengangkutan udara.

Melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang pembangungan dan ekonomi nasional, khususnya di bidang jasa pengangkutan udara dan di bidang lainnya yang terkait.

PRODUK DAN LAYANAN


GA-Express Premium Economy Class GA City Check-in GA Frequent Flyer (GFF)

Ulasan tentang PT.GAruda indonesia airline: Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi udara, perusahaan ini adalah milik negara. perusahaan ini memiliki misi menjadi perusahaan yang di segani dan memberikan pelayanan jasa angkutan yang berkualitas,perusahaan ini melaksanakan program kebijakan pemerintah di bidang pembangunan dan ekonomi nasional.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN TENTANG E-BUSINESS Banyak perusahaan di Indonesia sekarang dituntut untuk mempersiapkan diri dengan berbagai perangkat e-business sebagai bagian baru dari pola interaksinya dengan para pelanggannya, pemasoknya, dan bahkan juga dengan karyawannya sendiri. Hal ini sejalan dengan semakin beratnya tantangan persaingan dari luar yang dihadapi perusahaan di Indonesia, terlebih di era perdagangan bebas seperti sekarang. Dalam bidang manufaktur, misalnya, persaingan ketat datang dari Tiongkok, Malaysia, Vietnam, yang dapat membuat produk-produk lebih murah. Produk-produk murah tersebut sulit disaingi karena memang skala eknomi peruashaan-perusahaan yang dari Tiongkok itu lebih baik posisinya dibanding perusahaan di indonesia. Mereka mempunyai pasar lokal yang begitu besar sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih murah. Untuk itu perusahaan-perusahaan nasional harus meningkatkan efisiensi, kecepatan, dan penggalangan kekuatan bersama atau kolaborasi. Pemanfaatan e-business merupakan salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan daya saing melalui perolehan efisiensi biaya operasi, kecepatan menjangkau pasar, maupun jangkauan geografis usaha yang lebih luas. (Warta Ekonomi-No.23/THN XIV/9 Oktober 2002:14) Begitu banyak definisi tentang e-business yang terdapat dalam literatur dan internet. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

a. E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan data yang telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business. Prentice Hall. 2002) b. E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi ke konsumen. (Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill)

c. Penggunaan internet dan teknologi digital lainnya untuk komunikasi, koordinasi, dan manajemen organisasi. (Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2001. Esssentials of Management Information Systems: Organization and Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall) d. E-business adalah mengenai penggunaan teknologi internet untuk melakukan transformasi proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-business yang paling mudah terlihat adalah pembelian barang secara online baik retail maupun grosir. (Samantha Shurety.1999. E-business with Net.Commerce. Prentice Hall) e. Definisi e-business menurut IBM adalah sebuah pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan sistem dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet. (Christoper Stoole. 2000. E-business Just What is It? http://ebusiness.about.com/industry) f. Menghubungkan sistem teknologi informasi tradisional dengan internet akan menjadi sebuah e-business. (Daniel Amor. 2000. The E-business Revolution. Prentice Hall) g. E-business adalah mengelola bisnis di internet yang terkait dengan pembelian, penjualan, pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan bisnis. Istilah ebusiness pertama kali digunakan salah satunya oleh IBM pada tahun 1997. (SearchCIO.com) h. Perusahaan di internet; Penggunaan internet untuk pengelolaan bisnis misalnya untuk menghubungkan dengan konsumen, supplier, pekerja, dan rekan bisnis.; Perusahaan yang menggunakan teknologi internet. (MSN Encarta) i. Definisi e-business secara sederhana adalah penggunaan internet untuk berhubungan dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik dengan mereka memanfaatkan internet.Beda e-business dengan e-

commerce adalah ecommerce hanya berupa transaksi secara elektronik di internet sedangkan e-business termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen mereka, dan sebagainya. (Executive Guides: Business To Customer www.netessence.com.cy)

j.

E-bisnis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bisnis yang dijalankan pada internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan keutungan dari suatu bisnis. (http://www.wisegeek.com/what-is-ebusiness.htm)

Berdasarkan beberapa definisi e-bisnis yang dikemukakan di atas, kita dapat menggabungkannya ke dalam suatu definisi e-business yang utuh dengan melihat kesamaan dari setiap definisi tersebut dan menggabungkannya. Kesamaan tersebut dapat kita lihat dari beberapa sudut pandang, yaitu pelaku e-business, alat atau media atau sumber daya yang digunakan, objek atau kegiatan yang menjadi sasaran, tujuannya, dan keuntungan yang diberikan. Hasilnya sebagai berikut:

Pelaku E-Business Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis

Alat/Media/Sumber Daya yang Digunakan Teknologi informasi dan komunikasi Komputer, data yang telah terkomputerisasi internet

Kegiatan Sasaran Kegiatan bisnis Proses bisnis utama Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi Operasi bisnis utama

Tujuan Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi Transformasi proses bisnis Sharing informasi

Keuntungan - Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi - Memberikan nilai bisnis yang berbeda

- Efisien - Peningkatan produktivitas dan keutungan

Dengan demikian, maka akan dengan mudah mendefinisikan e-bisnis dalam satu arti utuh, yaitu: E-bisnis adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu,atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungandapat berupa berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi,optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit. E-Business dan Perubahan dalam Perusahaan

E-business menggambarkan penggunaan alat-alat dan platforms elektronik untuk menjalankan bisnis perusahaan (Kotler,2003:40). Menurut Judy Straus dan rekan (Judy trauss.,et.al,2003:5) e-businessmerupakan optimisasi aktivitas bisnis perusahaan terus menerus melalui teknologi digital. Perkembangan internet telah meningkatkan kemampuan perusahaan secara luar biasa untuk menjalankan bisnis mereka lebih cepat, lebih akurat, melalui batasan waktu dan tempat yang lebih luas, pada biaya yang berkurang, dan dengan kemampuan untuk mengkustomisasi dan mempersonalisasi tawaran kepada konsumen. (Kotler, 2003:40). Sedang menurut Budi Sutedja (Budi Sutedja,2001:97), e-business merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi nama kegiatan-kegiatan bisnis yang dilakukan melalui internet. Perubahan-perubahan yang cukup mendasar pada perusahaan bisnis terjadi akibat adanya e-business. Perubahan tersebut diantaranya : 1. pemasaran dapat dilakukan secara luas dengan tingkat kompetisi yang lebih tinggi, 2. pertumbuhan dan perkembangan industri dan perusahaan sangat bergantung pada informasi dan pengetahuan, 3. produktivitas lebih ditekankan daripada formalitas kehadiran ditempat kerja, 4. produk-produk dan layanan baru dapat dijumpai dalam komunitas e-business, tetapi usia produk menjadi sangat pendek, 5. struktur organisasi menjadi lebih flat, terdistribusi, dan pemberdayaan yang dilakukan dalam organisasi era internet tersebut akan meningkatkan fleksibilitas dan penekanan biaya; kerja tim lebih ditekankan untuk dapat memberi respon atau melahirkan inovasiinovasi baru. (Budi Sutedjo,2001:90)

Manfaat Dan Kendala E-Business

Warta Ekonomi, dalam salah satu artikelnya mengenai e-business menyebutkan beberapa k euntungan penerapan e-business diantaranya 1. meningkatkan daya saing perusahaan, 2. mempercepat proses bisnis, 3. biaya operasi yang lebih murah, 4. jangkauan pasar yang lebih luas, 5. kecepatan menjangkau pasar yang lebih baik (time to market), 6. potensi untuk memperluas usahanya dibidang-bidang yang baru, (7) adanya delivery channel baru dalam berbisnis dengan pelanggan dan pemasok. (Warta Ekonomi no.23/Thn XIV/9Oktober 2002 : 12)

Secara ringkas manfaat yang dapat dipetik baik oleh organisasi, konsumen, masyarakat pada umumnya, diantaranya (Budi Sutedja,2001:102) 1. Bagi Perusahaan atau Pebisnis Perorangan a. Memperpendek Jarak Perusahaan atau pebisnis perorangan dapat lebih mendekatkan diri dengan

dan

konsumen dimana jarak secara fisik dapat diatasi dengan hanya mengklik situs yang dibangun b. Perluasan Pasar Jangkauan pasar dapat menjadi luas dibandingkan dengan sistem bisnis tradisional yang terbatas oleh lokasi c. Perluasan Jaringan Mitra Kerja Selain perluasan pasar, perusahaan dapat juga melakukan perluasan jaringan mitra kerja. d. Biaya Terkendali Perusahaan tidak perlu hadir secara fisik di berbagai kota dan penjuru dunia, namun dapat melakukan transaksi dengan konsumen dari berbagai lokasi. Melalui jaringan kerja antar perusahaan pendukung yang baik apalagi dengan fasilitas internet, maka konsep Just In Time dapat diterapkan

e. Efisien Melalui pola paperless, dimana distribusi data dan informasi dilakukan secara elektronik, maka akan ada penghematan dari segi waktu karena ada integrasi dengan database yang ada di komputer pusat. Waktu pengiriman, biaya kertas, dan perangko pun dapat dihemat f. Cash Flow Terjamin Dengan sistem e-business, cash flow perusahaan akan terjamin karena perusahaan akan menerima pembayaran terlebih dahulu sebelum mengirim barang yang dipesan konsumen. Dengan pola seperti ini, modal yang dibutuhkan relatif lebih kecil g. Manfaat Lainnya Diantaranya meningkatkan citra perusahaan, meningkatkan layanan konsumen, menyederhanakan proses,meningkatkan produktivitas,mempermudah akses informasi, mengurangi biaya transportasi, dan meningkatkan fleksibilitas.

Bagi Konsumen a. Efektif Konsumen dapat memperoleh informasi dan bertransaksi setiap saat dengan akurat, cepat, dan murah b. Biaya Terkendali Biaya transportmenuju lokasi untukmemilih barang, perbandingan harga dengan penjual lain dan transaksi dapat ditekan serendah mungkin, karena semua proses dapat dilakukan dari balik meja dan hanya menekan klik mouse c. Aman Secara Fisik Para konsumen akan merasa aman dalam melakukan transaksi dengan jumlah uang yang sangat besar, dibandingkan pada pasar tradisional. Risiko kecopetan atau perampasan sangat kecil, meskipun ada risiko pencurian nomor kartu kredit dan pembobol sistem (hacker) d. Harga Murah Karena perusahaan dapat menekan biaya pemasaran dan meraih manfaat dari penerapan Just In Time, konsumen kemungkinan mendapatkan harga produk lebih murah

e. Fleksibel Konsumen dapat melakukan transaksi dari berbagai tempat dengan berbagai kondisi, seperti dari rumah, kantor, perpustakaan, warnet, atau tempat lainnya

3. Bagi Masyarakat Pada Umumnya a. Lahirnya era e-business membuka peluang kerja baru dengan pola kerja dan permodalan yang baru. b. E-business akan menjadi wahana kompetisi antar perusahaan atau usaha perorangan yang mengglobal, sehingga masyarakat dapat menikmati produkproduk berkualitas standar dengan harga kompetitif

4. Bagi Dunia Akademis a. Lahirnya era e-business memberi tantangan baru bagi dunia akademis untuk mempersiapkan SDM yang memahami dan menguasai bidang tersebut b. Para peneliti ditantang untuk melakukan analisis terhadap pergeseran pola bisnis, konsumsi, dan transaksi dalam usaha menemukan kesepahaman baru dan pengembangan teori dan konsep baru c. Sistem e-business juga membuka kerangka baru dalam penjualan jasa pendidikan, disamping teknologi internet yangmemungkinkan dilakukannya aksesmateri pendidikan dari jarak jauh.

Saat ini makin banyak perusahaan menerapkan e-business dengan harapan untuk mempercepat proses bisnis, meningkatkan efisiensi, dan meraup pendapatan yang lebih besar. Namummereka menghadapi banyak faktor yang dapat menggagalkan penerapan itu. Beberapa penyebab kegagalan implementasi e-business diantaranya :

1. manajemen tidak memberikan dukungan yang efektif terhadap implementasi e-business di perusahaannnya sendiri, 2. manajemen kurang mengetahui proses penerapan e-business yang benar, 3. manajemen tidak mampu membedakan bahwa e-business bukanlah sekedar investasi teknologi informasi melainkan perbaikan proses bisnis atau peningkatan bisnis dengan didukung teknologi informasi, 4. manajemen kurang menyadari bahwa proses implementasi e-business pada akhirnya harus mampu mengembalikan nilai investasinya dan meningkatkan laba perusahaan,

5. manajemen tidak memberikan sumber daya yang terbaik di proyek implementasi ebusiness (Warta Ekonomi no.23/Thn XIV/9 Oktober 2002 : 13)

Penerapan E-Business di Indonesia

Memasuki era globalisasi, para pengusaha perlumempertimbangkan pemanfaatan teknologi komputer dan telekomunikasi seperti internet untuk melakukan kegiatan bisnis dengan jangkauan pasar yang luas. Dengan teknologi itu, para pengusaha dapatmembangun unit-unit bisnis secara elektronik, artinya tidak membutuhkan tempat secara fisik. (Budi Sutedja,2001:86) Kini makin banyak perusahaan di Indonesia yang menerapkan e-business sebagai sarana untuk membantu perkembangan perusahaan, terutama untukmemperbaiki proses bisnis mereka. Dalam bidang perbankan,misalnya, tercatat bank BCA, BII, Lippobank, Niagamulai membangun e-business dalam menjalankan bisnisnya. Tidak hanya bidang perbankan saja, tetapi e-business juga mulai diterapkan di perusahaan-perusahaan seperti Garuda Indonesia, Telkomsel, Astra, Indosat, Telkom, United Tractor, Metrodata, Ramayana Lestari Sentosa, AIG Lippo, dan masih banyak lagi.Gunawan Loekito,manajer pemasaran PT.SAP Indonesia,melihat kesadaran perusahaan-perusahaan di Indonesia akan pentingnya e-business umumnya sudah mulai ada sejak 3-5 tahun yang lalu berdasarkan pengalaman SAP Indonesia sendiri yang mulai aktif ikut membantu melakukan implemtasi perusahaan-perusahaan di Indonesia sejak lima tahun yang lalu dan benar-benar aktif membantu sejak krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1998 (Warta Ekonomi-No.23/THN XIV/9 Oktober 2002:14)

Warta Ekonomi, salah satu majalah bisnis di Indonesia, memberikan penghargaan ECompany Award 2002 kepada perusahaan-perusahaan yang sudah menerapkan e-business selama minimal satu tahun, yang terbagi dalamlima kelompok besar industri di Indonesia dengan berbagai kriteria penilaian, diantaranya 1. customer value (nilai-nilai yang diterima oleh konsumen yang dilihat dari semua akspek nilai-nilai perusahaan yang melekat dalam produk atau jasa yang diberikan kepada

konsumenmeliputi nilai produk, jasa, personal, dan image), 2. proses efisiensi (kemampuan perusahaan untuk mengoptimalisasi rasio input terhadap output), 3. inovasi

berdasarkan jenis dan frekuensi penerapan ide atau gagasan baru dalamproses bisnis maupun yang berhubungan langsung dengan produk atau jasa yang diberikan), 4. human resources sumber daya manusia dalam perusahaan yang dapat menunjang dan mendukung Strategi perusahaan dalammenerapkan e-business), 5. komitmen manajemen terhadap pengembangan teknologi informasi, 6. revenue per total asset selama kurun waktu tiga tahun terakhir.

Tantangan dan Keterbatasan E-Business di Indonesia

Meskipun model e-business ini memiliki banyak manfaat, tetapi masih ada sejumlah tantangan dan keterbatasan yang harus diatasi. Hambatan e-business di Indonesia diantaranya meliputi (Budi Sutedja,2001:107-108) :

1. Belum terbentuknya high trust society. Perubahan budaya dari pola belanja onvensional yang memungkinkan orang untuk memegang danmencoba barang yang akan dibeli menjadi hanya melihat katalog produk ternyata membutuhkan suatu perjalanan waktu. Sementara itu cyberlaw juga belum juga jelas baik isi apalagi penerapannya, sehingga konsumen banyak yang hati-hati. Kadang-kadang karena terlalu hati-hati maka kepercayaan konsumen kepada penjual menjadi sangat rendah 2. Pada umumnya harga produk tidak dapat ditawar lagi 3. Sarana pra sarana masih belum memadai. 4. Masih sangat sedikit sumber daya manusia yang memahami dan menguasai dengan baik dan benar konsep dan implementasi teknologi informasi dan penerapannya dalam dunia bisnis E-Business: Meningkatkan Daya Saing PerusahaaN. 5. Layanan pendukung utama seperti jasa posmasihmemerlukan pembenahan dan peningkatan supaya jeda waktu dari terjadinya transaksi hingga diperolehnya barang oleh konsumen tidak terlalu lama 6. Adanya tindak kejahatan penyalahgunaan kartu kredit sehingga masyarakat mengalami phobia terhadap mekanisme e-business yang menyertakan nomor kartu kredit dalam formulir transaksi

7. Adanya masalah perbedaan platform yang digunakan dalam perusahaan. Perbedaan platform ini dapat meliputi pola atau format pencatatan dan laporan, prosedur, sistem waktu, dan lain sebagainya 8. Penjual dan pembeli masih menunggu sistem e-business stabil sebelum mereka memanfaatkannya seara optimal.Para penjual juga masih mencoba Dengan menguasai medan bisnis lewat internet 9. E-businessmasih dipandang sebelahmata sebagai sistemyang sulit dioperasikan dan belum ada aturan yang jelas dari pemerintah 10. Perubahan pola konsumen dari konsumen yang cenderung pasif dan menunggu informasi atau promosi dari pembicara menjadi konsumen yang aktif dalam mencari informasi sebelum melakukan transaksi 11. Etika dan moralitas masih belum mendapat tempat yang tepat sehingga sistem ebusiness dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pelanggaran etika dan moralitas, seperti menjajakan situs pornografi

Aplikasi e-business yang ditunjukan pada gambar 1 menunjukan komponen-komponen aplikasinya, hubungan diantaranya, antaramuka (interface) dengan pelanggan, karyawan, rekam bisnis, dan stackholder yang lain didalam suatu perusahaan e-business.

Gambar 1. Aplikasi E-Business

Aplikasi-aplikasi e-business pada dasarnya adalah aplikasi berbasis jaringan artinya kehadirannya adalah untuk menghubungkan pihak-pihak yang berkepentingan baik dari tempat yang sama maupun tempat yang berbeda, seperti yang ditujukan pada gambar 2

Gambar 2 Peran ektranet bagi E-business menghubungkan perusahaan dengan pemasok,pelanggan,rekan,dan kantor cabang

B. PENGGOLONGAN E-BUSINESS Penggolongan e-business yang lazim dilakukan orang ialah berdasarkan sifat transaksinya. Menurut M. Suyanto (2003) tipe-tipe berikut segera bisa dibedakan :

1. Business to business (B2B) 2. Business to Consumer (B2C) 3. Consumer to Consumer (C2C) 4. Consumer to Business (C2B) 5. Non Business e-Commerce 6. Intrabusiness (Organizational) e-Commerce

Gambar 3 Sistem B2B

Secara umum e-business dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).

Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer. Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer, sifatnya terbuka untuk publik sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to Customer.

C. PENGERTIAN E-COMMERCE

Electronic Commerce merupakan kebutuhan esensial saat ini dalam dunia bisnis global, dan sebagai penunjang dalam pengembangan pasar, meningkatkan efisiensi, dapat menekan biaya, serta memberikan akses yang lebih luas bagi partner dan pelanggan perusahaan. Didalam http://www.sentralweb.com disebutkan bahwa e-Commerce telah ada dalam berbagai bentuk selama lebih dari 20 tahun. Teknologi yang disebut dengan Electronic Data Interchange (EDI) dan Electronic Funds Transfer (EFT) pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun1970an. Pertumbuhan penggunaan kartu kredit, Automated Teller Machines dan perbankan via telepon ditahun 1980-an juga merupakan bentuk bentuk Electronic Commerce.

Electronic Commerce (e-commerce) merupakan konsep baru yang biasa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web Internet (Shim, Quershi, Siegel, Siegel, 2000 dalam buku M. Suyanto, 11, 2003) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, King, Chung, 2000 dalam buku M. Suyanto,11,2003). Sedangkan menurut Kalakota dan Whinston (1997) dalam buku M. Suyanto (2003) mendefinisikan e-commerce dari beberapa perspektif berikut : 1. Perspektif Komunikasi : e-commerce merupakan pengiriman indormasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui lini telepon, jaringan computer atau sarana eletronik lainnya. 2. Perspektif Proses Bisnis : e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan. 3. Perspektif Layanan: e-commerce merupakan salah satu alat yang memenuhikeinginan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan. 4. Perspektif Online: e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.

Ruang Lingkup E Commerce

E- Business, merupakan lingkup aktivitas perdagangan secara elektronik dalam arti luas. E-Commerce, merupakan lingkup perdagangan yang dilakukan secara elektronik, dimana didalamnya termasuk Perdagangan via Internet (Internet Commerce), perdagangan dengan fasilitas Web Internet (Web-Commerce), perdagangan dengan sistem pertukaran data terstruktur secara elektronik (Electronic Data Interchange/EDI).

Perbedaan antara proses perdagangan secara manual dengan menggunakan e-commerce menurut http://www.sentralweb.com

Dari gambar tersebut diatas terlihat perbedaan mendasar antara proses manual dengan ecommerce. Pada proses dengan e-commerce terjadi efisiensi pada penggunaan fax, pencetakan dokumen, entry ulang dokumen, serta jasa kurir. Efisiensi tersebut akan menunjukkan pengurangan biaya dan waktu/kecepatan proses. Kualitas transfer data pun lebih baik, karena tidak dilakukan entry ulang yang memungkinkan terjadinya human error. Secara ringkas ecommerce mampu menangani masalah berikut: Otomatisasi, proses otomatisasi yang menggantikan proses manual.(enterprise resource planningconcept) Integrasi, proses yang terintegrasi yang akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses. (just in timeconcept) Publikasi, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan. (electronic catalogingconcept) -Interaksi, pertukaran data atau informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan human error (electronic data interchange/EDIconcept) Transaksi, kesepakatan antara 2 pihak untuk melakukan transaksi yang (electronic

melibatkaninstitusilainnyasebagaipihakyang paymentconcept

menanganipembayaran.

Mekanisme E-Commerce Pembeli yang hendak memilih belanjaan yang akan dibeli bisa menggunakan shopping cartuntuk menyimpan data tentang barang-barang yang telah dipilih dan akan dibayar. Konsep shopping cartini meniru kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar swalayan. Shopping cartbiasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi CGI, database, dan HTML. Barang-barang yang sudah dimasukkan ke shopping cart masih bisa di-cancel, jika pembeli berniat untuk membatalkan membeli barang tersebut. Jika pembeli ingin membayar untuk barang yang telah dipilih, ia harus mengisi form transaksi. Biasanya form ini menanyakan identitas pembeli serta nomor kartu kredit. Karena informasi inibisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah, maka pihak penyedia jasa e-commerce telah mengusahakan agar pengiriman data-data tersebut berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security tertentu. Setelah pembeli mengadakan transaksi, retailer akan mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa pos langsung ke rumah pembeli. Beberapa cybershop menyediakan fasilitas bagi pembeli untuk mengecek status barang yang telah dikirim melalui internet.

Manfaat E-Commerce Manfaat yang dapat diperoleh dari e-commerce bagi organisasi menurut M. Suyanto (2003) adalah : 1. Memperluas market place hingga ke pasar nasional dan international. 2. Menurunkan biaya pembuatan, pemrosesan, pendistribusian, penyimpanan dan pencarian informasi yang menggunakan kertas. 3. Memungkinkan pengurangan inventory dan overhead dengan menyederhanakan supply chain dan management tipe pull. 4. Mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa. 5. Mendukung upaya-upaya business process reengineering. 6. Memperkecil biaya telekomunikasi internet lebih murah dibanding VAN. 7. Akses informasi lebih cepat

Selain mempunyai manfaat bagi perusahaan, menurut M. Suyanto (2003) ecommerce juga mempunyai manfaat bagi konsumen, yaitu : 1. Memungkinkan pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi dengan menggunakan fasilitas Wi-Fi. 2. Memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan. 3. Pengiriman menjadi sangat cepat. 4. Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detail dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau minggu. 5. Memberi tempat bagi para pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta pengalaman. 6. Memudahkan persaingan yang ada pada akhirnya akan menghasilkan diskon secara substansial.

Menurut M. Suyanto (2003) selain manfaat terhadap organisasi, konsumen e-commerce juga mempunyai manfaat bagi masyarakat, antara lain : 1. Memungkinkan orang untuk bekerja di dalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk berbelanja. Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas di jalan serta mengurangi polusi udara. 2. Memungkinkan sejumlah barang dagangan dijual dengan harga lebih rendah. 3. Memungkinkan orang di negara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa ecommerce.

Manfaat

yang dirasakan perusahaan khususnya untuk kepentingan pelanggan

memperlihatkan bahwa e-commerce dapat memberikan manfaat : 1. Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang menyebutkan bahwa manfaat penggunaan ecommerce dalam bisnis adalah mendapatkan pelanggan baru dikemukakan oleh Hamill dan Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta Hoffman dan Novak, 2000. Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaan tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik maupun pasar luar negeri. 2. Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 di industri perbakan menemukan bahwa dengan adanya layanan ebanking membuat

nasabah tidak berpindah ke bank lain. Selain itu bank juga akan mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari bank-bank yang bertahan dengan teknologi lama. 3. Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-commerce memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interkasi yang lebih personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan ecommerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan ini dikemukakan oleh Gosh, 1998 4. Melayani konsumen tanpa batas waktu. Studi yang dilakukan oleh Daniel & Storey, 1997 menemukan bahwa adanya pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.

D. PENGERTIAN E-PROCUREMENT e-Procurement adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk mengelola pengadaan barang/jasa berbasis internet yang didisain untuk mencapai suatu proses pengadaan barang/jasa yang efektif, efisien dan terintegrasi. Adanya e-Procurement ini memberikan manfaat bagi perusahaan maupun supplier karena perusahaan maupun supplier akan lebih mudah ketika melakukan hubungan kerjasama dalam pengadaan barang. Manfaat dari penggunaan e-Procurement adalah :

1. Mendapatkan Harga Pembelian Barang yang terkontrol. 2. Mempercepat Waktu Proses Pengadaan. 3. Proses pengadaan akan lebih transparan. 4. Mereduksi biaya pengadaan barang/jasa. 5. Menghemat sampai dengan 50% anggaran. 6. Memperlancar Komunikasi Buyer Supplier. 7. Pelayanan yang baik kepada Supplier.

Salah satu penerapan kemajuan teknologi telematika dalam mendukung proses bisnis adalah dalam proses pengadaan barang/jasa, sehingga proses tersebut akan lebih transparan, efektif dan efisien. Pemanfaatan e-Procurement menjadikan proses pengadaan dapat

dilaksanakan dengan efektif dan efisien dengan prinsip persaingan sehat, transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi semua pihak, sehingga hasilnya dapat dipertanggung jawabkan baik dari segi fisik, keuangan, maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas Pemerintah/ Perusahan. Aplikasi electronic Procurement atau e- Procurement adalah suatu aplikasi yang digunakan untuk mengelola pengadaan barang/jasa berbasis internet yang didisain untuk mencapai suatu proses pengadaan barang/jasa yang efektif, efisien dan terintegrasi. Aplikasi eProcurement memiliki fasilitas transaksi antara Buyer dan Supplier. Yang dimaksud dengan Buyer adalah pihak yang akan melakukan proses pembelian barang/ jasa. Supplier adalah pihak-pihak yang berfungsi sebagai pemasok barang/jasa yang dibutuhkan oleh Buyer Keunggulan e-Procurement :

Tidak adanya batas ruang dan waktu karena menggunakan teknologi berbasis internet. Proses pengadaan barang dapat diikuti oleh pemasok secara terbuka. Proses dalam setiap tahapan pengadaan akan dengan mudah diikuti / diawasi oleh seluruh stakeholder.

Proses akan berlangsung secara :

a. Efisien, b. Efektif, c. Terbuka dan bersaing, d. Transparan, e. Adil/ tidak diskriminatif, f.


Akuntabel.

Akan lebih mendorong terjadinya persaingan antar pemasok yang lebih sehat. Mencegah tindakan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.

Manfaat e-Procurement

1. Mendapatkan Harga Pembelian Barang yang terkontrol. 2. Mempercepat Waktu Proses Pengadaan. 3. Proses pengadaan akan lebih transparan. 4. Mereduksi biaya pengadaan barang/jasa.

5. Menghemat sampai dengan 50% anggaran. 6. Memperlancar Komunikasi Buyer Supplier. 7. Pelayanan yang baik kepada Supplier. Dukungan Hardware, Software, Network, Organware.

E-Procurement sebagai suatu sistem informasi merupakan suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Sehingga dalam membangun suatu sistem informasi eProcurement sedapat mungkin menggunakan metode Siklus Hidup Pengembangan Sistem alias System Development Life Cycle (SDLC). Siklus itu dalam aplikasi e-Procurement terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Pengembangan siklus itu berupa SDLC Model. Berupa metodelogi yang didasarkan pada beberapa aktifitas penting yang meliputi: System/Information Engineering and Modeling, Software Requirements Analysis antar muka aplikasi (interfacing), Systems Analysis and Design, Code Generation, Testing, dan Maintenance. Pada prinsipnya sistem aplikasi e-Procurement merupakan integrasi modul-modul aplikasi yang saling terkait satu dengan lainnya untuk membentuk aplikasi yang utuh dengan fungsi utama mengaplikasikan konsep e-procurement. Sistem aplikasi itu sebaiknya dikenakan audit, standarisasi dan tata kelola yang kokoh. Audit itu menyangkut efektifitas, efisiensi, availability system, reliability, confidentiality, dan integrity, serta aspek security. Tahapantahapan dalam audit sistem e-Procurement pada prinsipnya sama dengan audit TI pada umumnya. Dalam pelaksanaannya, auditor sistem e-Procurement mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik. Dalam proses pengumpulan bukti ini ada beberapa cara yang sering dipakai yaitu, audit around computer, audit trought computer dan audit with computer. Jika tingkat pemakaian sistem e-Procurement tinggi maka audit yang dominan digunakan adalah audit with computer atau yang biasa disebut dengan teknik audit berbantuan komputer atau menggunakan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). Sebagai gambaran, Di AS hasil audit sistem informasi e-Procurement harus dipublikasikan kepada publik. Dengan demikian pengguna jasa mengetahui betul kondisi layanan sistem informasi e- Procurement tersebut. Dari sudut software engineer, tujuan akhir proses rekayasa perangkat lunak adalah menghasilkan perangkat lunak berkualitas tinggi. Philip Crosby dalam bukunya yang terkenal tentang kualitas perangkat lunak menerangkan bahwa manajemen kualitas bukanlah suatu hal yang tidak diketahui. Dalam konteks pengembangan e-Procurement ada dua jenis kualitas yang ada, yaitu kualitas disain dan kualitas konformansi. Kualitas desain mengacu pada karakteristik

yang ditentukan oleh desainer terhadap suatu item tertentu. Nilai material, toleransi, dan spesifikasi kinerja, semua memberikan kontribusi terhadap kualitas desain. Karena material dengan nilai yang lebih tinggi digunakan dan toleransi yang lebih ketat serta tingkat kinerja yang lebih baik ditentukan, maka kualitas desain dari suatu produk bertambah, bila produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Kualitas konformansi adalah tingkat dimana spesifikasi desain terus diikuti selama pembuatan.

BAB IV PEMBAHASAN

PT. Garuda Indonesia merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa penerbangan komersial dan berada di bawah Pembinaan Menteri Negara Pendayaguanaan BUMN. Perusahaan ini sebelumnya, bernama Garuda Indonesia Airways NV, dan berdasarkan akte notaries Raden Kadiman nomor 137 pada tanggal 31 Maret 1950. Perusahaan ini secara konsisten mengembangkan produknya dengan memfokuskan diri pada peningkatan pelayanan kepada pelanggan serta peningkatan efisiensi proses internal guna tercapainya bisnis perusahaan secara keseluruhan, langkah ini mencerminkan komitmen manajemen untuk menjaga realibilitas pelayanan kepada pelanggan dengan mengoptimalkan ketersediaan sumberdaya yang diperlukan untuk pelayanan yang optimal dan konsisten. Dari sekian banyak jenis relasi e-Business, market transaksi bertipe Bto-B (Business to Business) dinilai yang paling besar total nilai bisnisnya, sehingga langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasionalnya dalam masalah pembelian adalah dengan cara melakukan perubahan pada proses atau transaksi melalui penerapan eProcurement, dimana e-Procurement merupakan suatu konsep yang paling mudah untuk dijalankan dan dapat memberikan manfaat yang cukup signifikan dari perusahaan.

A. SISTEM E-COMMERCE GARUDA INDONESIA


Dalam pelaksanaan aktivitas sehari-harinya, Garuda Indonesia juga menggunakan internet yang ditampilkan dalam website khusus dalam hal e-ticketing. Setiap orang yang akan menggunakan jasa Garuda Indonesia tidak hanya dapat memesan tiket secara konvensional, tetapi juga bisa secara online melalui internet. Selain itu, fungsi internet disini adalah untuk memperkenalkan Garuda Indonesia kepada masyarakat itu sendiri, sejarah Garuda Indonesia, serta jasa-jasa yang dilayani. Dari sini dapat dilihat bahwa Garuda Indonesia memanfaatkan ecommerce untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Bentuk penerapan e-commerce Garuda

Indonesia ini adalah dengan menyediakan pusat layanan call centre selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, reservasi online, serta e-auction. Secara umum e-travel adalah penggunaan fasilitas e-commerce untuk mengubah kebiasaan para pelanggan dalam industri travel sesuai dengan pengertian e-travel di internet. Garuda Indonesia menyediakan layanan e-commerce dalam bentuk : e-booking, e-payment, eticket, advance check in, schedule info, e-voucher, dan promo. Easy booking adalah proses reservasi dan transaksi penerbangan yang dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun dengan menghubungi Garuda Indonesia Call Centre. E-payment adalah pembayaran tiket secara lebih mudah dan cepat melalui beragam fasilitas online payment, termasuk kartu kredit, ATM, phone banking, mobile banking, dan internet banking. Setelah mendapat konfirmasi pembukuan dari call centre, calon penumpang akan mendapatkan kode booking dan 13 digit kode pembayaran. Untuk pembayaran melalui kartu kredit, calon penumpang hanya cukup memasukkan 16 digit nomor kartu kredit dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh mesin transakski pada Garuda Indonesia Call Centre selama 24 jam. Calon penumpang juga dapat membayar melalui ATM dan fasilitas perbankan lainnya. Fasilitas e-ticketing merupakan tiket elektronik atau tiket tanpa kertas untuk semua penerbangan tujuan domestik dan Singapura dengan keberangkatan dari Jakarta. E-ticketing ini diyakini dapat menguntungkan kedua belah pihak, baik itu pihak maskapai penerbangan maupun pihak konsumen. Garuda Indonesia mempersiapkan dirinya untuk menjadi market leader domestic dan berharap agar dirinya siap untuk menghadapi kompetisi secara internasional. Selain itu, visi Garuda Indonesia sendiri saat ini adalah menjadi market leader dalam bidang e-travel dengan terlebih dahulu menjadi pioneer dalam penerapan teknologi ini di dalam sistem mereka. Dengan adanya fondasi yang kokoh, Garuda Indonesia telah menjadi salah satu kebanggaan bagi Indonesia. Penggunaan E-Commerce ini dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan penyebaran produk serta pendapatan. Sistem ini dirancang untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pemasaran suatu perusahaan yang timbul keyika memasarkan hasil produksi/layanan jasanyanya masih mengandalkan tenaga sales. Pemasaran melalui tenaga sales akan mengeluarkan biaya lebih banyak dan tenaga serta waktu para sales dalam memasarkan atau mencari customer. Hal ini dapat mempengaruhi kelancaran transaksi pemesanan produk oleh konsumen karena pemesanan barang hanya dapat dilakukan pada saat jam kerja saja. Sedangkan jika menggunakan sistem penjualan secara online, konsumen dapat melakukan pemesanan barang/jasa secara online dari berbagai tempat dan kapan saja.

Melalui sistem E-Commerce, proses pemasaran dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Tampilan E-Commerce

B. E-Procurement di Garuda Indonesia

Pemasok pada PT. Garuda Indonesia diseleksi berdasarkan daya saing, fleksibilitas, inovasi dan kekuatan pada penerapan solusi yang dikembangkan, perusahaan mencari bisnis yang mampu dan mempunyai keinginan serta niat baik untuk berbagai tanggung jawab dalam melakukan usaha untuk mengembangkan tingkat kualitas dan layanan dengan biaya terjangkau, keterikatan pemasok terhadap penawaran perusahaan selanjutnya ditindaklanjuti dengan proses pengiriman proposal oleh para pemasok. Untuk menjalankan program eProcurement ini dibutuhkan juga dukungan dari Hardware, Software, Network, maupun organware. Penerapan e-Procument diperoleh ragam imbas dengan sebaran faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional, seperti: kelancaran proses pelaksanaan kontrak pembelian, peningkatan komunikasi dengan pemasok, percepatan proses pembelian dan pengurangan tingkat kesalahan dalam pembelian. PT. Garuda Indonesia telah beberapa kali melakukan tender. Salah satu tender dengan nilai cukup besar juga telah dilakukan untuk pengadaan bahan bakar jet, dengan nilai transaksi mencapai USD 54 juta. Tender ini dilakukan secara remote (jarak jauh), dimana pemasok

secara fisik tidak perlu datang ke kantor panitia tender di Jakarta. Untuk tender pengadaan bahan bakar jet ini, penghematan yang dicapai cukup signifikan. Tingkatan penghematan yang diperoleh bervariasi sesuai dengan jenis barang dan jasa yang ditender. Selama dalam satu tahun menggunakan e-Procurement, tingkat penghematan yang diperoleh adalah sebagai berikut: untuk pengadaan TRM (Treasury Risk Management) sebesar 14,02%, Forklift sebesar 33,96%, Mesin Absensi sebesar 16, 42%, Time Table sebesar 17%, Kelender sebesar 36,30%, Kartu Lebaran sebesar 60%,Greeting Seassion sebesar 60%. Bagi Supplier dengan adanya e-Procurement ini juga memberikan manfaat. Mereka tidak perlu datang ke Kantor panitia tender di Jakarta. Ini berarti para pemasok akan memperoleh keuntungan dari penghematan biaya yang digunakan. Menurut analis Dari sekian banyak jenis relasi e-Business, market transaksi bertipe B-to-B (Business to Business) dinilai yang paling besar total nilai bisnisnya, sehingga langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kinerja operasionalnya dalam masalah pembelian adalah dengan cara melakukan perubahan pada proses atau transaksi melalui penerapan e-Procurement, dimana e-Procurement merupakan suatu konsep yang paling mudah untuk dijalankan dan dapat memberikan manfaat yang cukup signifikan dari perusahaan. Penerapan e-Procurement memberikan konstribusi positif terhadap kinerja operasional perusahaan dan berimbas langsung pada peningkatan kinerja perusahaan secara keseluruhan apabila kelola dengan benar dan dan juga dapat dikembangkan sesuai tujuan perusahaan, efisinsi internal, keefektifan, daya saing, dan jaminal kualitas yang diperoleh oleh perusahaan. Pada penerapan e-Procurement secara umum menguntungkan kedua belah pihak baik pembeli maupun pemasok. Proses pembelian dari hulu sampai ke hilir mulai dari permintaan kebutuhan sampai diterimanya barang atau jasa hingga pembayaran kepada pemasok, dengan adanya penerapan e-Procurement dapat terlaksana dengan cepat dan termonitor dengan baik, sehingga akan meningkatkan daya saing perusahaan di waktu yang akan datang.

Tampilan E-Proucerement

C. Aplikasi Penggolongan E-business Di PT.Gararuda Indonesia Prioritas channel e-business dari PT. Garuda Indonesia adalah sell-side downstream channel, dimana prioritas channel ini bertujuan untuk memperoleh revenue dari pasar geografis yang baru dan memastikan penyimpanan kunci account customer. Strategi yang digunakan oleh pihak Garuda Indonesia untuk dapat mencapai tujuannya antara lain adalah dengan menggunakan fasilitas e-commerce untuk produk-produk standard, membangun sistem eprocurement, membangun kolaborasi dan project management tools, serta menciptakan partner extranet yang bertujuan untuk paperless support. Menentukan bagaimana pihak Garuda Indonesia harus me-restruktur atau mengubah kemampuannya dalam tujuannya untuk mencapai sekumpulan prioritas untuk e-business. Untuk mencapai tujuannya, PT. Garuda Indonesia melakukan beberapa pendekatan mulai dari proses integrasi sampai dengan proses

pemisahan (separation), yang diantaranya berupa in-house division, joint venture, strategic partnership, dan spin-off. Keuntungan yang diberikan oleh Garuda Indonesia sehubungan dengan pendekatan integrasi yang dilakukannya antara lain adalah kemampuan untuk menshare informasi dan pencapaian efisiensi ekonomi. Model bisnis, layanan, dan revenue yang digunakan oleh Garuda Indonesia adalah Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C), dimana dalam setiap model bisnis yang digunakan oleh Garuda Indonesia selalu diupayakan inovasi-inovasi dalam setiap layanannya untuk meningkatkan kualitas dari pengalaman yang akan ditawarkan. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam menjalankan e-business perusahaan.

Masalah yang berkaitan dengan me-review kembali model bisnis dan revenue baru adalah untuk mempertimbangkan pilihan-pilihan yang diciptakan melalui disintermediation dan reintermediation dalam sebuah pasar. Semua pilihan taktik akan dibutuhkan untuk mengatur channel conflict yang mungkin dapat terjadi sebagai akibat dari proses restruktur. Sebagai contoh adalah penggunaan post-it note di kalangan internal PT. Garuda Indonesia dapat direview baik dari pandangan buy-side maupun sell-side.Strategi pengembangan produk dan pasar yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah dengan market development, dimana channel online disini digunakan untuk melakukan transaksi penjualan ke pasar baru, memperoleh keuntungan dari rendahnya biaya advertising secara internasional tanpa membutuhkan dukungan infrastruktur penjualan dari wilayah pelanggan. Penggunaan internet disini sangat membantu Garuda Indonesia untuk memasuki pasar baru yang diberikan oleh rute mereka dengan alokasi biaya yang lebih efektif. Diferensiasi merupakan tindakan merangkat seperangkat perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dibandingkan penawaran pesaing. Diferensiasi terdiri dari diferensiasi produk, diferensiasi pelayanan, diferensiasi personal, diferensiasi saluran dan diferensiasi citra. Diferensiasi produk terdiri dari bentuk, pernik-pernik, kualitas, kehandalan, mudah diperbaiki gaya dan rancangan. Diferensiasi pelayanan meliputi mudah pemesanan, instalasi pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan, dan pelayanan lainnya. Garuda Indonesia menggunakan strategi diferensiasi pelayanan untuk meraih kesuksesannya. Iklan Garuda Indonesia untuk menggambarkan pelayanan yang menyenangkan dengan e-travel.

Gambar 4 Contoh Server e-Business Dalam Sisten Ticketing dan Model B2C,B2B

BAB V KESIMPULAN
E-business merupakan salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan daya saing melalui berbagai manfaat yang diberikannya, diantaranya perolehan efisiensi biaya operasi, kecepatan menjangkau pasar, maupun jangkauan geografis usaha yang lebih luas. Banyak perusahaan di Indonesia sekarang dituntut untukmempersiapkan diri dengan berbagai perangkat e-business sebagai bagian baru dari pola interaksinya dengan para pelanggannya, pemasoknya, dan bahkan juga dengan karyawannya sendiri. Hal ini sejalan dengan semakin beratnya tantangan persaingan yang semakin besar, terlebih di era perdagangan bebas seperti sekarang. Meskipun model e-business inimemiliki banyakmanfaat, tetapi masih ada sejumlah tantangan dan keterbatasan yang harus diatasi, diantaranya :

1. belum terbentuknya high trust society 2. sarana dan prasarana yang belum memadai, 3. keterbatasan SDM, 4. layanan pendukung utama, seperti jasa pos, masih memerlukan pembenahan dan peningkatan, serta 5. adanya tindak kejahatan dan pelanggaran etika dan moralitas yang dilakukan melalui internet.

DAFTAR PUSTAKA

Budi Sutedjo Dharma Oetomo, Perspektif e-Business: Tinjauan Teknis, Manajerial, dan Strategi,Penerbit Andi Yogyakarta, Yogyakarta, 2001

Kotler, Philip, Dipak C.Jain, Suvit Maesincee, Marketing Moves: A New Approach To Profits, Growth, and Renewal, Harvard Business School Press, Boston Massachusetts, 2002

Kotler, Philip, Marketing Management, International Edition, 11th Edition, Upper Saddle River, NJ:Prentice Hall, 2003

Strauss, Judy,Adel I El-Ansary, and Raymond Frost, E-Marketing,3rd Edition, Prentice Hall, 2003 Obrien, James A. 2006, Sistem Informasi Manajemen, Mc Graw Hill.

M. Suyanto, 2003, Strategi Periklanan pada E-Commerce Perusahaan Top Dunia, Andi Yogyakarta Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business. Prentice Hall. 2002

Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill)

Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2001. Esssentials of Management Information Systems: Organization and Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall

Samantha Shurety.1999. E-business with Net.Commerce. Prentice Hall

Christoper Stoole. 2000. E-business Just What is It? http://ebusiness.about.com/industry

Daniel Amor. 2000. The E-business Revolution. Prentice Hall

Daniel, E.M and Storey, C, 1997, On Line banking strategic and management challenges, Long Range Planning, Vol. 30, no.6,pp. 890-898

Gosh, S, 1998, Making Business sense of the internet, Harvard Business Review, March april, pp. 126-134

Michael, E. Porter, 2001, Strategy and the Internet, Harvard Business Review, March, pp. 63-78

Hamill,J, and Gregory, K,1997, Internet Marketing in the Internationalization of UK SMEs, Journal of Marketing Management, Vol 13. pp. 9-28

Hofman, D.L and Novak, 1995, How to acquire Customers on the Web, Harvard Business Review, May June, pp.179 188
Fenomena: Vol. 1 No. 2 September 2003 ISSN : 1693-4296 Fenomena: Vol. 1 No. 2 September 2003 ISSN : 1693-4296 Warta Ekonomi No.23/thn XIV/9 Oktober 2002 Warta Ekonomi no.23/Thn XIV/9Oktober 2002 : 12 Warta Ekonomi no.23/Thn XIV/9 Oktober 2002 : 13 Warta Ekonomi-No.23/THN XIV/9 Oktober 2002:14 Warta Ekonomi- No.23/THN XIV/9 Oktober 2002 : 26-32)

Executive Guides: Business To Customer www.netessence.com.cy http://www.wisegeek.com/what-is-ebusiness.htm

http://www.sentralweb.com
www.garuda-indonesia.com