Anda di halaman 1dari 6

Analisis Situasi Analisis situasi merupakan langkah awal proses penyusunan RO Puskesmas yang bertujuan untuk identifikasi masalah.

Secara konsepsual, analisis situasi Puskesmas adalah proses berikut kecenderungannya dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah tersebut, serta potensi sumber daya Puskesmas yang dapat digunakan untuk melakukan inter ensi. Analisis situasi akan menghasilkan rumusan masalah dan berbagai faktor yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas serta potensi sumber daya Puskesmas yang dapat digunakan untuk melakukan inter ensi. !angkah ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data atau fakta yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas "#epartemen $esehatan, %&&%'. #ata diperoleh dari sistem informasi manajemen Puskesmas "S()P*S' yang bersumber dari sistem pencatatan pelaporan Puskesmas "SP+', sistem informasi posyandu "S(P', laporan sarana kesehatan swasta, sur eilans Puskesmas, sur ei mawas diri "S)#', umpan balik cakupan program dan profil kesehatan dari #inas $esehatan $abupaten,$ota, laporan kantor $ecamatan, dinas,instansi terkait tingkat kecamatan, dan desa,kelurahan. #ata dari SP+, S(P, dan #inas $esehatan $abupaten,$ota akan diperoleh data tentang jenis dan distribusi penyakit, jumlah sasaran dan target program Puskesmas, jumlah dan kualifikasi tenaga kesehatan, jumlah anggaran yang dialokasikan untuk Puskesmas, dan program yang harus dilaksanakan Puskesmas. #ata dari kantor kecamatan dan desa,kelurahan akan diperoleh data tentang kependudukan, sosial ekonomi, keluarga miskin, geografi, organisasi sosial kemasyarakatan. Sedangkan data dari dinas,instansi terkait tingkat $ecamatan seperti dari kantor $ependudukan dan $eluarga -erencana "*P.# -adan $ependudukan $eluarga -erencana dan /atatan Sipil' akan diperoleh data tentang wanita usia subur, pasangan usia usia subur, dan tingkat kepesertaan $-. #ata dari /abang #inas Pendidikan tingkat kecamatan akan diperoleh data tentang jumlah siswa setiap kelas dan data perkembangan program *saha $esehatan sekolah "*$S'. Sedangkan data dari $antor *rusan Agama akan diperoleh data tentang calon pengantin dan pengantin yang dinikahkan. $erangka konsep dan sistematika analisis situasi kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas didasarkan pada konsep Blum "0123' dalam buku 4Planning for Health, Development and Application of Social Change Theory, (a mengemukakan konsep tentang faktor-faktor determinan yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat, yaitu 5 "0' 6aktor lingkungan "fisik, biologis, sosiokultural' sebesar 37 8, "%' 6aktor perilaku kesehatan sebesar +& 8, "+' 6aktor program dan pelayanan kesehatan sebesar %& 8, dan "3' 6aktor genetika dan

kependudukan sebesar 7 8 "9otoatmodjo, %&&+'. :al tersebut digambarkan dalam bagan dibawah ini. 6aktor-faktor yang )emengaruhi #erajat $esehatan )asyarakat "Blum'

-agan diatas menunjukan bahwa faktor terpenting yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat adalah faktor lingkungan. 6aktor lingkungan mencakup lingkungan fisik, biologis, dan sosio-kultural. 6aktor kedua adalah faktor perilaku kesehatan, termasuk dalam kategori ini adalah sikap dan gaya hidup. Program dan pelayanan kesehatan "jenis, cakupan, dan kualitasnya' meliputi upaya promotif, pre entif, kuratif, dan rehabilitatif adalah faktor ketiga terbesar yang menentukan derajat kesehatan. 6aktor terakhir adalah faktor heriditer,keturunan dan kependudukan. $eempat determinan derajat kesehatan di atas saling berinteraksi satu sama lainnya, yang sifat interaksinya dapat positif atau negatif. )elihat konsep diatas, dapat disimpulkan bahwa derajat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja. #emikian pula diketahui bahwa pelayanan kesehatan hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan. #erajat kesehatan yang multifaktorial ini mengharuskan kita menganalisis

masalah kesehatan secara multifaktorial pula. Analisis yang menggunakan kerangka pendekatan Blum akan memotret situasi kesehatan secara holistis. Analisis situasi Puskesmas meliputi hal-hal sebagai berikut 5 a' $ependudukan "#emografi' b' )asalah dan kecenderungan kesehatan c' Perilaku kesehatan d' !ingkungan kesehatan e' Program dan pelayanan kesehatan f' Analisis sarana dan prasarana a. Analisis Situasi Kependudukan #ata demografi sangat penting dalam penyusunan RO Puskesmas karena hal-hal sebagai berikut 5 a' *ntuk perencanaan pembangunan kesehatan, yakni menentukan besarnya masalah dan target program kesehatan b' #apat menggambarkan keadaan kependudukan menurut jumlah dan distribusinya berdasarkan geografis, umur, jenis kelamin serta karakteristik lainnya c' #apat diketahui jumlah penduduk rentan seperti misalnya ibu hamil, ibu melahirkan, bayi baru lahir, anak balita, anak sekolah, kelompok remaja, kelompok tenaga kerja, dan kelompok usia lanjut; d' #apat digunakan sebagai denominator dalam menghitung rate suatu keadaan atau suatu masalah kesehatan. *ntuk analisis situasi kependudukan dan mengetahui derajat kesehatan masyarakat, diperlukan angka nyata yang dipantau, dicatat dan dilaporkan secara dinamis sehingga diperlukan registrasi ital, untuk itu perlu dikembangkan sistem pencatatan dan pelaporan registrasi ital secara menyeluruh dan berjenjang sejak dari tingkat dusun dan desa, kecamatan, kabupaten, pro insi dan pusat. Sumber data yang dapat dipergunakan Puskesmas saat ini adalah dari bagian statistik kecamatan, pemerintahan desa, umpan balik dari #inas $esehatan $abupaten,$ota. #ata kependudukan yang perlu diperoleh adalah sebagai berikut5 < =umlah penduduk dan distribusinya menurut desa,kelurahan, jenis kelamin, tingkat kepadatan penduduk, tingkat pendidikan, pekerjaan < Struktur umur penduduk < >ital statistik tentang kelahiran, kematian dan sebab penyakitnya

< )obilitas penduduk 5 perpindahan penduduk yang mungkin dapat diduga sebagai pembawa "career' bibit penyakit < =umlah penduduk miskin dan jumlah kepala keluarganya serta distribusinya menurut desa < =umlah kelompok khusus,kelompok rentan yakni5 jumlah pasangan usia subur "P*S' dan jumlah peserta $- aktif "current user', ibu hamil, ibu bersalin, bayi, anak balita, anak sekolah, remaja, tenaga kerja, usia lanjut, dan pekerja seks komersial. b. Analisis Situasi Masalah Kesehatan )asalah kesehatan sering kali diartikan terlalu luas oleh sementara pihak. )isalnya, ada yang mengatakan bahwa kurang tersedianya obat adalah masalah kesehatan. .idak tersedianya air bersih untuk sekelompok penduduk tertentu adalah juga masalah kesehatan. $emudian, tingginya angka kesakitan juga masalah kesehatan. Sebetulnya harus dibedakan antara masalah kesehatan, masalah determinan,faktor-faktor kesehatan, dan masalah program kesehatan. )asalah kesehatan adalah gangguan kesehatan yang dinyatakan dalam ukuran kesakitan "morbiditas' dan kematian "mortalitas'. Sedangkan tidak tersedianya obat seperti contoh di atas adalah masalah program kesehatan dan tidak adanya air bersih adalah masalah lingkungan kesehatan sebagai salah satu determinan kesehatan. 6okus analisis masalah kesehatan adalah pada morbiditas "kesakitan' yang dikelompokkan atas penyakit infeksi dan penyakit noninfeksi serta mortalitas "kematian'. Rincian lengkap tentang pengelompokan masalah kesakitan dapat dilihat pada (/# "International Classification of Disease'. *kuran epidemiologi untuk analisis masalah kesehatan5 0' )orbiditas Angka kesakitan atau morbiditas adalah jumlah orang yang terkena penyakit tertentu. Ada % "dua' cara digunakan untuk mengukur angka kesakitan, yaitu Angka (nsidens "incidence rate' dan Angka Pre alens "prevalence rate'. a. Insidens Adalah jumlah kasus baru suatu penyakit yang terjadi di suatu daerah, masyarakat selama periode waktu tertentu "dinyatakan dalam 8'. -iasanya angka insidens dihitung dalam jangka waktu satu tahun. Angka ini memberikan gambaran perkembangan penyakit, kapan mulai timbul, mencapai puncak penyebarannya, dan sebagainya.

)isalnya selama tahun %&&? dilaporkan sebanyak 0%@ kasus penyakit .-/ dari suatu Puskesmas dengan populasi sebanyak +&.&&&. )aka insidens penyakit tersebutA 0%@,+&.&&& B 0.&&& A 3,% kasus,0.&&& populasi "&,3% 8'. b. Prevalens Adalah jumlah orang yang menderita penyakit tertentu meliputi seluruh kasus "kumulatif kasus baru dan lama' dalam suatu daerah,masyarakat selama periode waktu tertentu "dinyatakan dalam 8'. Angka ini dapat dipakai sebagai salah satu indikator keberhasilan program kesehatan. Ada % "dua' metode perhitungan angka pre alens yaitu Point Prevalence Prevalence ate dan Periode Prevalence ate. Point ate yaitu perhitungan jumlah orang yang menderita penyakit tertentu

dalam waktu singkat "misalnya pada satu hari'. :asilnya adalah jumlah orang yang menderita penyakit itu pada hari itu. #alam praktek, hal ini sulit dilakukan sehingga biasanya dilakukan perhitungan Periode Prevalence ate, yaitu menghitung jumlah orang yang menderita penyakit selama jangka waktu tertentu "misalnya dua minggu'.

=ika angka pre alens tersebut dihitung khusus untuk penyakit tertentu hasilnya adalah Disease Specific Prevalence ate "#SPR'. =ika perhitungan dilakukan khusus untuk kelompok umur tertentu maka hasilnya adalah Age Specific Prevalence "ASPR' ")egalia, %&&3'. #alam contoh kasus sebelumnya, di suatu Puskesmas selama tahun %&&?, jumlah kasus .-/ lama "penderita .-/ yang masih dalam pengobatan' sebanyak 00% orang. )aka jumlah penderita .-/ adalah jumlah kasus lama ditambah kasus baru A 0%@ C 00% A +%?. Angka pre alens .-/ di Puskesmas tersebut adalah +%?,+&.&&& B 0.&&& A 0&,1 kasus,0.&&& populasi "0,&18'. Angka pre alens berguna untuk merencanakan olume atau jumlah pelayanan yang disediakan, sedangkan insidens berguna untuk menilai apakah inter ensi atau program kesehatan berhasil menurunkan angka morbiditas. Angka-angka tentang jumlah kasus di Puskesmas tidak menggambarkan keadaan sesungguhnya yang ada di tengah-tengah masyarakat, karena tidak semua kasus berobat ke Puskesmas dan banyak orang sakit yang juga berobat ke fasilitas swasta atau ke pelayanan tradisional. *ntuk memperoleh angka pre alens dan insidens yang tepat harus dilakukan Sur ei $esehatan Rumah .angga "S$R.'. ate

%' )ortalitas #alam kelompok mortalitas, ada beberapa indikator yang laDim dipergunakan, seperti5 < /#R "Crude Death ate atau Angka $ematian $asar' < AS#R "Age Specific Death ate atau Angka $ematian $elompok *mur .ertentu' < ()R "Infant !ortality ate,()R atau Angka $ematian -ayi,A$-, yang sebenarnya adalah salah satu ukuran AS#R' < ))R "!aternal !ortality ate"))R atau Angka $ematian (bu,A$(' < #S#R "Disease Specific Death ate' atau Angka $ematian Eang #isebabkan Oleh Penyakit .ertentu. #ari sejumlah ukuran mortalitas tersebut, hanya /#R yang mudah diperoleh, yaitu dari laporan lahir mati dari desa,kelurahan, dan angkanya dapat diandalkan "saheh', namun nilai /#R tidak ada gunanya dalam RO Puskesmas, karena /#R sebetulnya tidak sensitif menunjukan derajat kesehatan masyarakat, karena /#R dipengaruhi oleh struktur umur penduduk. 9egara yang mempunyai penduduk usia tua dalam jumlah yang banyak, akan mempunyai angka /#R lebih tinggi dari negara yang komposisi penduduknya didominasi oleh kelompok usia muda. Angka ()R dan ))R tidak tersedia di Puskesmas, karena kejadian kematiannya tidak cukup besar untuk dapat dipergunakan menghitung ()R dan ))R. Angka kematian perlu diusahakan untuk mengetahui jumlah absolut kematian dan penyebab kematian, yang dikelompokkan ke dalam kematian ibu bersalin, kematian bayi, kematian anak balita, dan kematian umum. #ata kematian di Puskesmas diperoleh dari laporan lahir mati dari desa,kelurahan yang dikumpulkan oleh bidan desa atau pembina kesehatan desa. $husus untuk kematian ibu bersalin dan bayi baru lahir, setiap kejadian kematian langsung ditindak lanjuti dengan mengadakan audit maternal perinatal "A)P' di tingkat Puskesmas dan,atau #inas $esehatan $abupaten,$ota.