Anda di halaman 1dari 13

1.

PENDAHULUAN Meningkatkan kesehatan maternal adalah salah satu dari delapan poin Millenium Development Goals (MDG 5) yang diadopsi pada puncak tahun 2000. Dua target untuk menilai kemajuan dari peningkatan kesehatan maternal (MDG 5) adalah dengan menurunkan angka kematian maternal selama 3 periode diantara tahun 1 0 dan 2013! dan mendapatkan akses uni"ersal untuk kesehatan reproduksi pada tahun 2015.#1$ Mortalitas dan mor%iditas pada &anita hamil dan %ersalin adalah masalah %esar di 'egara %erkem%ang. Di 'egara miskin! sekitar 25(30) kematian &anita usia su%ur dise%a%kan hal %erkaitan dengan kehamilan. *ematian saat melahirkan %iasanya menjadi +aktor utama mortalitas &anita muda pada masa puncak produkti"itasnya ,ahun 1 -! ./0 memperkirakan le%ih dari 515.000 i%u per tahunnya meninggal saat hamil atau %ersalin. Menanggapi masalah kematian i%u yang demikian %esar! tahun 1 12 untuk pertama kalinya di tingkat 3nternasional diadakan kon+erensi tentang *ematian 3%u di 'airo%i! *enya. 4alu pada tahun 1 0 ada World Summit for Children di 'e& 5ork! 67! yang mem%uahkan tujuh tujuan utama! diantaranya menurunkan angka kematian i%u menjadi separuh pada tahun 2000. #2$ 8ada tahun 1 ./0 meluncurkan strategi M87 ( Making Pregnancy Safer) didukung oleh %adan(%adan internasional seperti 9':86! 9'3;<:! dan .orld =ank. 8ada dasarnya! M87 meminta perhatian pemerintah dan masyarakat di setiap 'egara untuk > Menempatkan Safe Motherhood se%agai prioritas utama dalam rencana pem%angunan nasional dan internasional Menyusun acuan nasional dan standar pelayanan kesehatan maternal dan neonatal Memper%aiki akses pelayanan kesehatan maternal dan neonatal! keluarga %erencana! a%orsi legal! %aik pu%lic maupun s&asta

Meningkatkan upaya kesehatan promoti+ dalam kesehatan maternal dan neonatal serta pengendalian +ertilitas pada tingkat keluarga dan lingkungannya

Memper%aiki sistem monitoring pelayananan kesehatan maternal dan neonatal

,ingginya angka kematian i%u di 3ndonesia yaitu 3 0 per 100.000 kelahiran hidup tertinggi di 67<6'! menempatkan upaya penurunan 6*3 se%agai program prioritas. 8enye%a% langsung kematian i%u di 3ndonesia! seperti halnya di 'egara lain adalah perdarahan! in+eksi dan eklampsia. *e dalam perdarahan dan in+eksi se%agai penye%a% kematian! se%enarnya tercakup pula kematian aki%at a%ortus terin+eksi dan partus lama. /anya sekitar 5) kematian i%u dise%a%kan oleh penyakit yang mem%uruk aki%at kehamilan! misalnya penyakit jantung dan in+eksi yang kronis. #2$ 7etiap tahun diperkirakan 0?.000 neonatus segera meninggal setelah kelahirannya. *ematian ini erat kaitannya dengan setidaknya 1.02 juta kelahiran %ayi yang terjadi selama &aktu persalinan! mem%erikan total sekitar 2 juta %ayi yang lahir mati dan kematian neonates terutama pada 'egara(negara %erkem%ang. 7e%agai tam%ahan terdapat sejumlah %ayi yang %ertahan hidup meskipun terserang hipoksia tetapi hal terse%ut dapat menye%a%kan gangguan pada kemampuan otak mereka untuk %elajar. *ematian %ayi yang lahir selalu dilaporkan dan diin"estigasi pada 'egara(negara maju. ,etapi pada 'egara( negara %erkem%ang dan miskin! kelahiran %ayi maupun kematian mereka terjadi tanpa adanya catatan maupun laporan. =e%erapa literature menggam%arkan perhatian akan ketiadaannya data kelahiran! kematian maupun penye%a% kematian %ayi yang dapat dipercaya serta pentingnya untuk menghitung dan mem%uat laporan pada setiap kematian untuk menetapkan prioritas dalam meningkatkan sistem kesehatan. #3$ Di 3ndonesia sampai saat ini angka kematian i%u dan angka kematian perinatal menempati urutan tertinggi di 6sia ,enggara! meskipun angka ini telah mengalami penurunan di%andingkan dengan tahun(tahun se%elumnya. 6ngka
2

*ematian 3%u tahun 1 1- tercatat ?50 per 100.000 kelahiran hidup. ,ahun 1

turun menjadi 33? per 100.000 kelahiran hidup dan tahun 2005 %erkisar pada angka 2 0.2 per 100.000 kelahiran hidup. 8ada tahun 2010 dalam 3ndonesia 7ehat 2010 ditargetkan menjadi 125 per 100.000 kelahiran hidup. Demikian juga dengan angka kematian perinatal. 8erinatal juga telah menunjukkan penurunan! tetapi untuk 'egara(negara di 6sia ,enggara! 3ndonesia masih menempati peringkat pertama. 8ada tahun 1 1? 6ngka *ematian 8erinatal ?5 per 1000 kelahiran hidup! dalam 3ndonesia 7ehat 2010 ditargetkan 6ngka *ematian 8erinatal menjadi 15 per 1000 kelahiran hidup. Masih tingginya angka kesakitan dan kematian maternal dan perinatal inilah yang kemudian melatar%elakangi diselenggarakannya audit maternal perinatal di @umah 7akit tingkat *a%upatenA*ota. =erangkat dari keprihatinan ini! %e%erapa pemimpin sepakat untuk mengikuti prakarsa Safe Motherhood. 8emerintah 3ndonesia telah merumuskan ke%ijakan dan strategi yang dija%arkan dalam langkah(langkah kegiatan untuk menurunkan 6ngka *ematian 3%u (6*3). 'amun! ternyata sulit untuk mendokumentasikan penurunan 6*3 yang terukur. 7alah satu upaya untuk mendokumentasikan angka terse%ut dan sekaligus mencegah %erulangnya kejadian kesakitanAkematian! yang se%etulnya dapat dicegah! adalah 6udit Maternal 8erinatal (6M8). #?$

<mpat pilar Safe Motherhood

6khir(akhir ini dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian maternal dan perinatal! Dinas *esehatan telah mengadakan 6M8 secara %erkala. 6M8 sudah %erkem%ang le%ih jauh meskipun apa yang telah dilakukan sekarang %elum seperti yang diharapkan dan %elum dilakukan secara sistematis. 7etelah mengikuti %e%erapa penyelenggaraan audit! %aik di tingkat rumah sakit maupun tingkat ka%upatenAkota masih terasa %ah&a %udaya melaksanakan audit masih %elum seperti yang diharapkan. Masih adanya kesimpangsiuran persepsi tentang apa yang dise%ut audit dan sejauh mana %atas(%atas ke&enangannya. =anyak klinisi yang merasa kurang senang dengan istilah audit. Dalam pelaksanaan 6M8! penting untuk sedapat mungkin mem%erikan in+ormasi tentang standar pelayanan dan pedoman %aku yang sudah disepakati. =egitu pula mekanisme yang tepat yang diharapkan dari satu audit dan penggunaan praktis satu audit memerlukan penjelasan. 3n+ormasi dan klari+ikasi tentang 6M8 sering masih %elum dipahami. *egiatan 6M8 harus dilandasi satu idealism untuk per%aikan kualitas pelayanan maternal(perinatal.
#?$

II. TINJAUAN PUSTAKA 1. DEFINISI 6udit merupakan suatu penilaian yang %erkesinam%ungan meliputi pengamatan dan e"aluasi dari suatu situasi. 7uatu audit in+ormasi haruslah dikumpulkan secara sistematis dan kemudian dipresentasikan secara utuh agar dapat dimengerti. 6udit medik dapat mem%antu kita untuk menemukan masalah dan kemudian mem%uat rencana untuk menemukan solusinya. #5$

7ecara umum! pengertian audit medik seperti yang diin+ormasikan oleh The British Government adalah analisis yang sistematis dan kritis tentang kualitas pelayanan medik! termasuk di dalamnya> #?$ *ualitas hidup dan luaran (outcome) untuk pasien 8rosedur yang dipakai untuk mendiagnosis dan mengo%ati 8enggunaan sum%er(sum%erB dengan tujuan pelayanan yang

di%erikan kepada pasien =erdasarkan pengertian diatas! dapat disimpulkan %ah&a audit maternal perinatal adalah kegiatan penelusuran se%a% kematian atau kesakitan i%u! perinatal dan neonatal guna mencegah kesakitan dan atau kematian serupa di masa yang akan datang. #-$ Menurut *ementerian *esehatan @3 6udit Maternal 8erinatal (6M8) adalah proses penelaahan %ersama kasus kesakitan dan kematian i%u dan perinatal serta penatalaksanaannya! dengan menggunakan %er%agai in+ormasi dan pengalaman dari kelompok terkait! untuk mendapatkan masukan mengenai inter"ensi yang paling tepat dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan *36 di suatu @7 atau &ilayah. 6M8 merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri se%a% kesakitan dan kematian i%u dan perinatal dengan maksud mencegah kesakitan dan kematian dimasa yang akan datang. 8enelusuran ini memungkinkan tenaga kesehatan menentukan hu%ungan antara +aktor penye%a% yang dapat dicegah dan kesakitanAkematian yang terjadi. *egiatan ini mem%antu tenaga kesehatan untuk menentukan pengaruh keadaan dan kejadian yang mendahului kesakitanAkematian. #2$ 3stilah audit mungkin merupakan kata yang kurang menguntungkan dalam konteks 6M8B karena audit disini tidak seperti audit akuntansi! dimana pihak luar ikut serta. *ata audit mem%uat para klinisi! yang sudah si%uk dengan kegiatan sehari(hari menjadi curiga. =e%erapa Dinas *esehatan *a%upatenA*ota telah menggantikan kata ini dengan terminology lain! misalnya Assessment. #?$ 2. TUJUAN AUDIT MATERNAL PERINATAL [4]
5

a. Tujuan Umum Meningkatkan mutu pelayanan *36 di seluruh &ilayah ka%upaten dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian i%u dan perinatal. b. Tujuan Khusus Menerapkan pem%ahasan analitik mengenai kasus ke%idanan dan perinatal secara teratur dan %erkesinam%ungan yang dilakukan oleh Dinas *esehatan *ota! @umah 7akit *a%upaten dan 8uskesmas Menentukan inter"ensi untuk masing(masing pihak yang diperlukan untuk mengatasi masalah(masalah yang ditemukan dalam mengatasi pem%ahasan kasus. Mengem%angkan mekanisme koordinasi antara D**! @umah 7akit *a%upatenADaerah disepakati. . PR!SES AUDIT MATERNAL PERINATAL [4] 8roses audit merupakan +enomena yang %erdaur (cyclic). 7e%etulnya perkataan siklusAdaur disini kurang tepat karena seolah(olah tidak akan terjadi kemajuan. 0leh karena itu! kata spiral le%ih tepat dipakai karena menunjukkan kemajuan. Cadi! selain sirkuler juga maju sesuai dengan penyempurnaan pelayanan kesehatan. dan 8uskesmas dalam perencanaan! pelaksanaan! pematauan dan e"aluasi terhadap inter"ensi yang

Rekomendas i dilaksanakan Audit ulang Rekomendasi yang disetujui AUDI T

Persetujuan untuk

Audit

Tentukan standar

Disiminasi standar 6

Proses Audit

Lan"#ah$%an"#ah &an K'"(a)an AMP 6. 8ersiapan 1. 8em%entukan tim 6M8 7usunan disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat. 7ecara umum susunan tim yang disarankan > 8elindung *etua .akil *etua 7ekretaris > =upatiA.alikota > *epala Dinas *esehatan > Direktur @umah 7akit Dati 33 > Dokter 7pesialis *e%idanan dan 8enyakit *andungan @umah 7akit! Dokter 7pesialis 6nak @umah 7akit 2. 8enye%arluasan in+ormasi dan petunjuk teknis pelaksanaan 6M8. Menyampaikan in+ormasi dan menyamakan persepsi dengan pihak terkait mengenai pengertian dan pelaksanaan 6M8 3. Menyusun rencana kegiatan 6M8 ?. 0rientasi pengelola program *36 dalam pelaksanaan 6M8 =. 8elaksanaan 6M8 1. 8ersiapan pelaksanaan Menentukan > *asus yang menarik 4okasi dilakukan 6M8 :ormat pencatatan dan pelaporan

2. 8elaksanaan *egiatan 6M8 7ecara %erkala dilakukan pelaksanaan 6M8 dengan meli%atkan *epala 8uskesmas dan pelaksana pelayananan *36 di puskesmas. Dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak @umah 7akit
7

*a%upatenA*ota dan sta+ pengelola yang terkait! kepala dinas kesehatan dan sta+ pengelola yang terkait! pihak lain yang terkait! misalnya %idan praktik s&asta! petugas rekam medic @umah 7akit *a%upaten. 3. 8enyusunan rencana tindak lanjut terhadap temuan dari kegiatan 6M8. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut yang telah disepakati dalam pertemuan 6M8. ;. 8encatatan dan 8elaporan 1. 8encatatan a. 8uskesmas @ekam medis yang ada :ormulir @ (rujukan maternal dan perinatal) :ormulir 0M dan 08 (otopsi maternal dan perinatal)

%. @79D *a%upaten :ormulir M8 > semua i%u %ersalin dan ==4 masuk rumah sakit! pengisian dilakukan oleh %idan atau pera&at :ormulir M6 > hasil kesimpulan dari 6MA68. 5ang mengisi adalah dokter yang %ertugas di %agian ke%idanan dan penyakit kandungan (untuk kasus i%u) dan %agian anak (untuk kasus perinatal) 2. 8elaporan ( @79D *a%upaten 4aporan jumlah persalinan normal dan patologis! rujukan dan kematian. 4aporan tri&ulan %erisi in+ormasi mengenai kasus i%u dan perinatal yang ditangani @79D *a%upaten 8ada tahap a&al dilakukan pelaporan komplikasi yang paling sering terjadi pada i%u dan %ayi %aru lahir. Dinas *esehatan *a%upaten 8elaporan pelayanan kesehatan maternal dan perinatal

D. 8emantauan dan <"aluasi 1. 8emantauan ( 8emantauan melalui laporan masalah yang ditemukan dalam pelaksanaan 6M8 ( 8emantauan kegiatan tindak lanjut kegiatan 6M8 2. 7uper"isi =ila terdapat keter%atasan tenaga! dana dan sarana! super"ise dilakukan secara acak! disesuaikan dengan masalah. 3. <"aluasi Dilakukan dengan menggunakan indicator > *ecenderungan case facility rate (;:@) dari setiap jenis komplikasiAgangguan i%u dan perinatal yang diperlukan 8roporsi tiap jenis kesakitan i%uAperinatal yang dipantau ;akupan pelayanan i%u hamil! pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan :rekuensi pertemuan audit di *a%upaten dalam satu tahun :rekuensi pertemuan tim 6M8 di *a%upaten dalam satu tahun

M'#an(sm' K'*ja Au&() Ma)'*na% P'*(na)a% +AMP, [-] *asus kematianAkesakitan maternal dan perinatalAneonatal dilaporkan oleh pasienAmasyarakat! petugas pem%eri pelayanan! dan institusi pem%eri layanan ke 8uskesmas setempat. 9ntuk kematian yang terjadi di masyarakat! =idan *oordinatorA=idan 8uskesmas yang ditunjuk akan melakukan otopsi "er%al dengan menggunakan +ormulir yang tersedia. 9ntuk kematian yang terjadi di 8uskesmas atau +asilitas kesehatan lainnya (@=! =87! =idan di desa)! =idan *oordinatorA=idan 8uskesmas yang ditunjuk akan melengkapi +ormulir kematian di +asilitas dan otopsi "er%alnya. *asus kematian di @7 %aik pemerintah maupun s&asta dilaporkan ke Dinas *esehatan setempat dalam &aktu 3 hari. :ormulir yang sudah dilengkapi dikirimkan ke 7ekretariat 6M8 *a%upatenA*ota setempat. 7ekretariat

mendata! meneliti kelengkapan data! dan melaporkannya ke *oordinator. Data yang %elum lengkap harus dikem%alikan ke 8uskesmas pengirim untuk dilengkapi. Data yang terkumpul dan sudah lengkap di%uat anonim. 7ekretariat kemudian %erkoordinasi dengan *oordinator untuk mengagendakan pertemuan pengkaji dan menyiapkan segala sesuatu yang %erhu%ungan dengan pertemuan terse%ut.

6lur Mekanisme *erja 6udit Maternal 8erinatal (6M8) 4. KEKURAN.AN AMP 6udit maternal perinatal dapat %erjalan dengan %aik jika hal(hal %erikut dapat dilaksanakan > 8engisian rekam medis yang lengkap dengan %enar di semua tingkat pelayanan kesehatan

1"

8elacakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan puskesmas dengan cara otopsi "er%al! yaitu &a&ancara kepada keluatga atau orang lain yang mengetahui ri&ayat penyakit atau gejala serta tindakan yang diperoleh se%elum penderita meninggal sehingga dapat diketahui perkiraan se%a% kematian. 'amun! dalam pelaksanaannya 6udit Maternal 8erinatal masih

memiliki %e%erapa kekurangan yang menye%a%kan tidak %erjalannya 6M8 dengan %aik. 8ada suatu penelitian khusus dise%utkan %ah&a %ahkan pada 'egara(negara yang mempunyai sistem registrasi yang %aik pun sekitar 50) kematian maternal tidak dilaporkan karena tidak terklasi+ikasikan. 7istem registrasi tergantung pada identi+ikasi yang tepat dari penye%a% kematian maternal yang terjadi pada +asilitas kesehatan! hal terse%ut diidenti+ikasi dengan pemeriksaan patologi post(mortem dan dilaporkan dalam otopsi "er%al. 0topsi "er%al adalah in+ormasi tentang se%a% kematian! digunakan untuk menentukan prioritas kesehatan masyarakat! pola penyakit! tren penyakit! dan untuk e"aluasi dampak upaya pre"enti+ ataupun promoti+. 7eringkali ditemukan kematian di masyarakat dan dilaporkan sesudah terjadinya kematian. #1$

III. KESIMPULAN 6udit tidak semata(mata alat untuk penelitian dan dokumentasi! tetapi hasilnya dapat pula dipakai untuk mengatasi kendala dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

11

Dari pengalaman 6M8 di %e%erapa tempat di 3ndonesia! dapat diam%il %e%erapa kesimpulan antara lain > #?$ Dapat diketahui penye%a% medis dan non medis satu kematian maternal ,idak semua meman+aatkan hasil temuan satu 6M8 untuk kegunaan per%aikan pelayanan 6danya 6M8 mendekatkan para pelaku kesehatan maternal di %e%erapa tingkat pelayananB dengan menyatukan para pelaku kesehatan maternal perinatal di tingkat @7 yang +asilitasnya le%ih %aik dengan para pelaku kesehatan maternal perinatal di tingkat komunitas dalam mengatasi kasus mortalitas mor%iditas di masing(masing &ilayahnya. /u%ungan antara Dinas *esehatan dan @umah 7akit serta 8uskesmas dan =idan di desa dapat semakin serasi dan rujukan dapat le%ih lancar tanpa ada rasa kha&atir salah dari para pelaku kesehatan. 7e%aliknya! dengan diketahuinya masalah yang tim%ul di masyarakat! Dinas *esehatan *a%upatenA*ota dapat mem%erikan rekomendasi yang tepat kepada petugas kesehatan yang %erada di &ilayah super"isinya untuk per%aikan pengelolaan kasus maternal(perinatal. Di tingkat pro"insi! 6M8 %erguna karena mengikutsertakan para pakar o%stetric dan pediatricAperinatal yang mungkin tidak dipunyai oleh daerah tertentu! sehingga dapat diciptakan pedoman pelaksanaan yang le%ih jelas dan tepat %agi daerah tertentu terse%ut! termasuk di sini adalah saran tentang siapa yang perlu diikutsertakan dalam tim dan siapa yang %ertanggung ja&a%. 8engikutsertaan pemuka desa! para ulama dan orang lain yang dituakan di dalam 6M8! meningkatkan upaya intersektoral dalam rangka Safe Motherhood. 8endekatan ini meskipun le%ih %aik! tetapi harus dilakukan secara hati(hati! apalagi %ila menyangkut kerahasiaan pro+esi Meskipun 6M8 tidak mencari kesalahan! tetapi terkesan %ah&a dalam sistem sekarang ini! %idan desa %anyak dipojokkan. 6papun yang terjadi! %idan di desa se%etulnya merupakan kunci pelayanan maternal perinatal di desanya. *enyataan %ah&a %anyak sangsi dilimpahkan ke para %idan menunjukkan

12

%esarnya tanggung ja&a% yang dipikulnya. 7e%aliknya! dokter ahli ke%idanan! yang hanya ada satu di daerah! pendapatnya tidak ada yang menentang. 9mumnya! kesimpulan akhir dari satu 6M8 merupakan opini dokter ke%idanan! dan %ukan kesepakatan dari tim. ,idak %oleh ada pihak yang disalahkan! upaya safe motherhood adalah kegiatan %ersama dalam meningkatkan kesehatan maternal perinatal. *erahasiaan adalah inti dari satu audit meskipun diperlukan satu keter%ukaan dami per%aikan pelayanan. 6udit menjadi %erharga %ila para pro+esi pelaku kesehatan yang terkait yakin %ah&a hasil audit tidak disalahgunakan untuk masalah legal atau tuntutan lain. 5ang jelas pengem%angan proses 6M8 tidak mudah dan cara pelaksanaan dari sistem pelaporan perlu segera disempurnakan =ila mungkin dapat pula ditanyakan kepada keluargaApasien tentang apakah pelayanan yang telah di%erikan sesuai dengan keinginan. 7elama ini 6M8 le%ih memusatkan pada kejadian(kejadian yang ada di komunitas dengan %idan desa se%agai pusat perhatian. *urangnya otoritas dan kurangnya pengetahuan seorang %idan di desa tentang prosedur pelayanan medic di +asilitas yang le%ih tinggi! mem%uatnya merasa ser%a salah. @ekam Medik dan pelaporan hasil pun %er%eda. 8elayanan di tingkat +asilitas yang le%ih %aik sangat mempengaruhi upaya untuk mencegah kematian maternal perinatal. 7eyogyanya upaya pencegahan di tingkat komunitas patut juga dihargai. 7elama ini audit mempunyai tujuan untuk mencari penye%a% kematian i%u( %ayi. Dari pengamatan 6M8 di daerah di 3ndonesia! perdarahan dan penyakit hipertensi adalah penyakit yang paling sering dilaporkan se%agai penye%a% utama kematian maternal.

13