Anda di halaman 1dari 3

Diseksi aorta (DA) terjadi bila aliran darah yang mengisi lumen aorta sebenarnya ( true lumen) menyusup,

mengisi, hingga mengalir di lumen palsu dari dinding aorta yang terbentuk dari robekan tunika intima hingga tunika media dari dinding aorta tersebut ( false lumen). Bidang diseksi yang memisahkan tunika intima dari tunika adventitia panjangnya bervariasi dan terbentuk umumnya di dalam tunika media1. Bentuk serangan akut dari diseksi aorta seringkali cepat sekali letal, sementara pasienpasien yang selamat dari ase akut biasanya memburuk ke ase diseksi kronik dengan mani estasi yang bervariasi. !ada tinjauan pustaka singkat kami ini, kami akan mengulas mengenai etiologi, patogenesis diseksi aorta, mempelajari algoritme diagnostic terbaru, dan mengulas singkat terapi, termasuk teknik operasi secara umum. INSIDENSI DAN PREVALENSI Diseksi aorta (DA) adalah kondisi letal tersering dari aorta yang terdiagnosis dan terjadi mendekati tiga kali kejadian ruptur aneurisma aorta abdomen di Amerika "erikat (A") #. !revalensi DA di seluruh dunia diperkirakan $.%-#.&% per 1$$,$$$ per tahun' dan prevalensinya berkisar antara $.#-$.( per 1$$,$$$ per tahun di A", sehingga secara kasar sekitar #$$$ kasus baru per tahun. "ecara klinis, diseksi tipe A terjadi dengan rekuensi keseluruhan lebih sering#. KLASIFIKASI "istem klasi ikasi yang digunakan untuk diseksi aorta berdasarkan pada lokasi dan luasnya diseksi. )ipe-tipe tersebut kemudian di-subklasi ikasikan lagi berdasarkan pada *aktu (onset) diseksi. )erminologi +diseksi akut, digunakan bila presentasi dalam # minggu pertama, sedangkan istilah +kronik, bila presentasinya lebih dari # bulan sejak kejadian pertama. -stilah yang muncul kemudian yaitu +subakut,, ditambahkan untuk periode antara # minggu dan # bulan1. Dua sistem klasi ikasi yang paling sering dipakai dalam klinis adalah +DeBakey, dan +"tan ord, (gambar 1).. "istem DeBakey membedakan pasien berdasarkan lokasi dan luasnya diseksi.,/. 0euntungan sistem ini bah*a keempat kelompok pasien yang berbeda dengan pola diseksi aorta yang berbeda dapat digunakan dalam penelitan atau studi perbandingan. "ebaliknya, sistem "tan ord merupakan sistem klasi ikasi ungsional %. "eluruh diseksi yang

melibatkan aorta asendens dikelompokkan sebagai tipe A, tanpa mempertimbangkan dimana letak primer (asal) robekan. !endukung sistem "tan ord yang lebih mudah ini berpendapat bah*a per orma klinis pasien dengan diseksi aorta sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aorta desendens atau tidak. 1amun sebagai kritik dari sistem ini adalah bah*a kadang individual dengan klasi ikasi tipe A dapat berbeda dari satu individu dengan individu lainnya bergantung pada perluasan diseksi ke arah distal. ETIOLOGI DAN PATOGENESIS )erdapat beberapa hipotesis mengenai etiologi dari disrupsi intima (robekan primer) yang menyebabkan aliran darah aorta membentuk bidang cekungan dalam tunika media dinding aorta. Beberapa memahaminya sebagai akibatabnormalitas biokimia dalam tunika media dimana gaya mekanikal normal dalam aorta memaksa membentuk robekan intima. 2ubungan antara tunika media yang abnormal, yang dikenal sebagai nekrosis atau degenerasi media kistik, dengan terjadinya robekan primer masih belum jelas. )erdapat data yang mendukung hubungan antara diseksi aorta dan hematoma intramural. )eori ini mengatakan bah*a perdarahan dari vasa vasorum ke dalam tunika media membentuk suatu massa, yang menyebabkan terlokalisasinya area dengan peningkatan stress dalam tunika intima selama diastolik. Area ini kemungkinan menyebabkan disrupsi intima. !ada kenyataannya, 1$-#$3 pasien yang diperkirakan memiliki diseksi aorta akut memiliki hematoma intramural yang berarti bah*a hematoma tersebut dapat menjadi prekursor terhadap diseksi. !enetrasi dari ulkus aterosklerosis dianggap berdampak terhadap disrupsi intima pada kasus tertentu. !ola keterlibatan aterosklerotik pada aorta torakalis yang menyebabkan ulkus penetrating dan seringnya diseksi ke arah luar aorta tidak mendukung teori ini. "ementara tidak ada satu kelainan single yang bertanggungja*ab terhadap munculnya diseksi aorta, beberapa aktor risiko telah diidenti iikasi dapat merusak dinding aorta dan menyebabkan diseksi ()abel 1). 2al-hal tersebut meliputi gaya mekanik langsung pada dinding aorta (seperti, hipertensi, hipervolemia, ketidakteraturan aliran aorta) dan gaya-gaya yang memepengaruhi komposisi dari dinding aorta (seperti gangguan jaringan ikat atau destruksi kimia secara langsung). 2ipertensi adalah gaya mekanik tersering yang dihubungkan dengan DA dan ditemukan lebih dari 4%3 kasus. 5alaupun peran dari peningkatan strain6regangan pada dinding aorta adalah natural, namun mekanisme bagaimana hipertensi menyebabkan diseksi

tidak jelas. 2ypervolemia, cardiac output yang tinggi, dan milieu hormonal yang abnormal tentu saja berperan meningktan kejadian diseksi pada kehamilan, namun mekanisme tersebut belum jelas. Aterosklerosis bukanlah aktor risiko diseksi aorta kecuali terdapat aneurisma yang telah ada sebelumnya atau pada kasus ulserasi aterosklerosis, yang dapat menyebabkan diseksi pada aorta torakalis desendens. )rauma iatrogenic pada intima aorta dapat menyebabkan diseksi. !rosedur kateterisasi, kanulasi batang aorta dan arteri emoral pada cardiopulmonary bypass, aortic cross-clamping, prosedur bedah yang dilakukan pada aorta (penngatian katub aorta dan aorto-coronary bypass grafting), dan penggantian intra-aortic balloon pumps (-AB!) telah dilaporkan dapat menyebabkan diseksi. )ranseksi aorta akibat trauma dapat menyebabkan diseksi luas dan boleh dibedakan dari proses diseksi aorta. )unika adventitia menyokong kekuatan peregangan6kelenturan dari dinding aorta dengan sedikit dukungan dari tunika media. )unika media terbentuk dari otot polos yang terususun dengan protein jaringan ikat, seperti as kolagen, elastin, dan ibrillin. !embentuk tunika media yang abnormal seperti pada kondisi tertentu7 penyakit jaringan ikat, seperti sindrom 8ar an dan sindrom 9hlers-Danlos, dihubungkan dengan deseksi aorta. "indrom 8ar an adalah penyakit ba*aan autosomal dominant akibat suatu point mutation pada gen ibrillin-1 (:B11) yang terletak pada lengan panjang kromososm 1% yang menyebabkan abnormalitas pada tunika media. -ncidensi sindrom 8ar an kira-kira 1 per %$$$ kelhiran hidup. "indrom 9hlers-Danlos tipe -; adalah kelainan jaringan ikat dari rantai pro1(---) pada kolagen tipe ---.