Anda di halaman 1dari 4

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT)

Nama Jenis Kelamin/Umur No. Register : Tn. MdN : Laki-laki/43 tahun : Nama Petugas : Tanggal : 29 Maret 2013 Diperbarui pada tgl 13/4/2013
INTERVENSI IDENTIFIKASI MASALAH Kelebihan Asupan Karbohidrat DIAGNOSA GIZI (NI-5.8.2) Intake karbohidrat yang tinggi dibandingkan dengan kebutuhan standar atau rekomendasi berdasarkan kebutuhan fisiologis, yang di antaranya disebabkan oleh pengetahuan yang kurang tentang makanan yang bersangkutan, tidak adanya kemampuan untuk mengakses informasi yang sesuai mengenai asupan karbohidrat, ditandai dengan hiperglikemia (hasil pemeriksaan GDS yang tinggi/melebihi batas normal, yakni 449 mg/dl), asupan yang tinggi secara konsisten melebihi rekomendasi yang dianjurkan, kondisi yang berhubungan dengan diagnosis atau pengobatan dari DM. TERAPI TERAPI DIET EDUKASI Jenis Diet : Tujuan : Diet Diabetes Melitus (DM IV 1. Memotivasi (1700 kkal)) pasien untuk patuh terhadap diet Tujuan Diet: 1. Menurunkan kadar glukosa yang darah supaya mendekati normal diberikan. hingga normal dengan 2. Memperbaiki menyeimbangkan asupan asupan makanan dengan insulin makanan (endogenous atau exogenous), khususnya dengan obat penurun glukosa makanan oral dan aktivitas fisik, serta sumber pengaturan pola makan karbohidrat (khususnya untuk diet sederhana. karbohidrat) berdasarkan 3. Memotivasi carbohydrate counting pasien untuk (carbing). tetap 2. Memberi cukup energi untuk menjalankan mempertahankan berat badan olahraga pagi ideal dan berat badan normal. secara teratur. 3. Meningkatkan derajat kesehatan serta keseluruhan Materi : melalui gizi yang optimal. - Pola makanan yang seimbang. Syarat Diet : 1. Energi cukup untuk mencapai - Pemilihan dan berat badan normal. pengaturan Kebutuhan energi ditentukan jenis dan dengan memperhitungkan jumlah kebutuhan untuk metabolisme makanan basal 25-30 kkal/kg BB sumber RENCANA MONITORING & EVALUASI Antropometri status gizi/minggu Status gizi awal pemantauan dan akhir pemantauan. Biokimia:
GDS Kolesterol serum

ASSESSMENT DATA DASAR 1. Diagnosa Medis Diabetes Melitus Tipe II. 2. Keluhan Utama Gatal-.gatal, sering haus, sering lapar, dan sering buang air kecil. 3. Riwayat Penyakit Dahulu Hepatitis B. Ada keluarga yang juga menderita DM. Mengidap penyakit gastritis (maag akut). Sekarang DM Tipe II, konsumsi Glibenclamid (obat DM)

Fisik - KU Dietary/minggu Evaluasi: 1. Menanyakan kembali materi yang telah diberikan 2. Kepatuhan diet pasien

Perubahan nilai laboratorium terkait 4. Skirning Gizi zat gizi khusus A. Antropometri TB : 156,2 cm (glukosa darah dan BBI : 156,2 100 kg (khusus untuk laki-laki Fe) dengan TB < 160 cm) : 56,2 kg BBA : 56 kg BB sebelum sakit: 70 kg (saat berusia 30-an tahun) BB setelah sakit: 40 kg Status Gizi:

= 99% (Gizi baik) -

(NC-2.2) Perubahan komposisi tubuh, perubahan pengobatan, perubahan sistem tubuh/genetik atau perubahan kemampuan untuk mengeluarkan produk sisa metabolisme/proses pencernaan, di antaranya disebabkan oleh adanya gangguan fungsi hati (dari riwayat penyakit dahulu), ditandai dengan perubahan antropometri dengan cepat dan ketidaknormalan kadar glukosa darah (tinggi, yakni 449 gr/dl) serta kadar hemoglobin yang di bawah normal (12 g/dl).

2.

3.

4. = 23,04 kg/m2 (Normal) B. Laboratorium GDS (<180 mg/dl) = 449 mg/dl (tinggi) Hb (13-16 g/dl) = 12 g/dl (rendah) C. Fisik/Klinis: Tekanan Darah = 140/90 mmHg (tinggi)

5.

Menurunnya (NI-5.4) Kebutuhan Zat Gizi Menurunnya kebutuhan Spesifik zat gizi spesifik dibandingkan dengan kebutuhan standar fisiologis, di antaranya disebabkan oleh disfungsi hati, ditandai dengan asupan tinggi melebihi kebutuhan dari lemak, dan diagnosis hipertensi, serta kekacauan yang berhubungan dengan

6.

normal, ditambah kebutuhan untuk aktivitas fisik dan keadaan khusus, misalnya ada tidaknya komplikasi. Makanan dibagi dalam 3 porsi besar, yaitu makan pagi (20%), siang (30%), dan sore (25%), serta 2-3 porsi kecil untuk makanan selingan (masing-masing 10-15%). Kebutuhan protein normal, yaitu 10-15% dari kebutuhan energi total. Kebutuhan lemak sedang, yaitu 20-25% dari kebutuhan energi total, dalam bentuk <10% dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh, 10% dari lemak tidak jenuh ganda, sedangkan sisanya dari lemak tidak jenuh tunggal. Asupan kolesterol makanan biasanya dibatasi, yaitu <300 mg/hari. Kebutuhan karbohidrat adalah sisa kebutuhan energi total, yaitu 60-70%. Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan tidak diperbolehkan kecuali jumlahnya sedikit sebagai bumbu. Bila kadar glukosa darah sudah terkendali, diperbolehkan mengkonsumsi gula murni sampai 5% dari kebutuhan energi total. Penggunaan gula alternatif dalam jumlah terbatas. Gula alternatif adalah bahan pemanis selain sakarosa. Ada dua jenis gula alternatif yaitu yang bergizi. Gula alternatif bergizi adalah fruktosa, gula alkohol berupa sorbitol,

karbohidrat berdasarkan carbohydrate counting (carbing). - Terapi Diet penderita DM (Termasuk mengenai Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Bahan Makanan yang Tidak Dianjurkan). - Pola hidup sehat. Sasaran : Pasien dan keluarga Waktu : 20 menit Tempat : Di rumah pasien atau di tempat kerja pasien. Metode : Penyuluhan dan individu. Alat bantu : Leaflet

penyakit hati. D. Riwayat Gizi Sekarang Mulai mengatur pola makan/mengatur diet Ketidakmampuan dalam Mengatur Diri dan minum susu Diabetasol. Sendiri Mulai aktif/rutin melakukan olahraga/exercise E. Riwayat gizi dahulu Frekuensi makan: 4-5 kali/hari Sering ngemil makanan berlemak dan manis-manis F. Sosial ekonomi Agama: Islam Pekerjaan: Karyawan/Satpam

(NB-2.3) Ketiadaan kemampuan atau keengganan untuk menerapkan metode untuk mendukung makanan sehat dan perilaku yang terkait dengan gizi, yang di antaranya disebabkan oleh pengetahuan yang kurang berhubungan dengan makanan dan gizi, yang ditandai dengan data riwayat penyakit yaitu diagnosa yang berhubungan dengan manajemen diri, seperti diabetes melitus dan penyakit hati.

manitol, dan silitol, sedangkan gula alternatif tak bergizi adalah aspartame dan sakarin. Penggunaan gula alternatif hendaknya dalam jumlah terbatas. Fruktosa dalam jumlah 20% dari kebutuhan energi total dapat meningkatkan kolesterol dan LDL, sedangkan gula alkohol dalam jumlah berlebihan mempunyai pengaruh laksatif. 7. Asupan serat dianjurkan 25g/hari dengan mengutamakan serat larut air yang terdapat di dalam sayur dan buah. Menu seimbang rata-rata memenuhi kebutuhan serat sehari. 8. Pasien DM dengan tekanan darah normal diperbolehkan mengonsumsi natrium dalam bentuk garam dapur seperti orang sehat, yaitu 3000 mg/hari. Apabila mengalami hipertensi, asupan garam harus dikurangi (Diet Rendah Garam). 9. Cukup vitamin dan mineral. Apabila asupan dari makanan cukup, penambahan vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen tidak diperlukan.

Kebutuhan energi dan zat gizi: Kebutuhan kalori basal:


- BB ideal (Rumus Broca) = (TB (cm) 100) x 1 kg = (156 100) x 1 kg = 56 kg - Kebutuhan kalori basal = BB ideal x 30 kkal (krn laki2) = 56 kg x 30 kkal = 1680 kkal

- Koreksi faktor aktivitas (aktivitas ringan, kerja kantoran, +10%) = kalori basal x 10% = 1680 kkal x 10% = 168 kkal - Koreksi faktor usia (usia 43 thn, minus 5%) = kalori basal x 5% = 1680 kkal x 5% = 84 kkal - Koreksi faktor BB (BB normal, minus 0%) - Jadi, kebutuhan kalori adalah: = kebutuhan kalori basal + faktor aktivitas faktor usia faktor BB = 1680 + 168 84 0 = 1764 kkal

Protein

= 66,15 g Lemak

= 49 g KH

= 264,6 g Cara pemesanan: Diet Diabetes Melitus IV (DM IV)