Anda di halaman 1dari 23

i

KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr. Wb
Bismillahirahmanirrahim
Segala puji saya panjatkan kepada Allah S.W.T yang telah memberikan
kesempatan untuk kami bisa menyelesaikan laporan ini, yaitu tentang Peta
Topografi dengan baik dan tepat pada waktunya.
Terimakasih banyak atas dukungan dari kawan-kawan sekalian terutama
untuk asisten Laboratorium Eksplorasi, khususnya asisten praktikum perpetaan
Universitas Islam Bandung yang telah memberikan pengetahuan dan tuntunan
kepada saya dalam penyusunan laporan ini.
Dalam laporan ini dijelaskan tentang pengertian peta topografi, kegunaan
dari peta topografi dan cara membuat peta topografi juga disertakan cara untuk
menghitung luas suatu wilayah.
Akhir kata saya ucapkan terimaksih dan semoga laporan ini bermanfaat
untuk khalayak.
Wassalamualaikum Wr. Wb






Bandung, 03 Maret 2014




Penyusun

ii

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ................................................................................. i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................... 1
1.2 Maksud Dan Tujuan ................................................................... 1
1.2.1 Maksud ............................................................................. 1
1.2.2 Tujuan ............................................................................... 1
BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 2
2.1 Peta Topografi ........................................................................... 2
2.2 Bagian Bagian Peta Topografi ................................................ 3
2.3 Proses Pemetaan Topografi ....................................................... 5
2.4 Kegunaan Peta Topografi .......................................................... 6
BAB III TUGAS DAN PEMBAHASAN ...................................................... 7
3.1 Tugas ........................................................................................ 7
3.2 Pembahasan ............................................................................. 7
3.2.1 Pembuatan peta topografi ................................................. 7
3.2.2 Perhitungan luas wilayah ................................................. 13
3.2.3 Perhitungan luas wilayah yang dibuat peta topografi ......... 14
BAB IV ANALISA ...................................................................................... 18
BAB V KESIMPULAN .............................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA

1

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Pengetahuan ilmu perpetaan didasarkan terhadap ilmu tentang pemetaan.
Diawali dengan bagaimana cara memperoleh data untuk membuat peta, cara
untuk mengolah data, dan untuk membuat peta yang baik dan benar.
Dalam mengetahui suatu kondisi daerah tertentu, dengan adanya data hasil
survey lapangan yang digambarkan dalam bidang dua dimensi yaitu berupa
peta, maka akan dapat dengan mudah menganalisa bagaimana morfologi
keadaan suatu daerah tersebut, yang bilamana akan ditentukan sebagai lokasi
pembukaan lahan kerja, akan didapatkan hasil yang maksimal dan dengan
konsep perencanaan kerja yang baik dengan mengacu pada keadaan daerah
tersebut.
1.2 Maksud Dan Tujuan
1.2.1 Maksud
Maksud dari praktikum kali ini yaitu untuk memahami dan mengerti salah
satu dari jenis peta dasar, yaitu peta topografi yang digunakan sebagai media
gambar dua dimensi dalam mengetahui kondisi atau morfologi daerah tertentu.
1.2.2 Tujuan
Mampu menjabarkan unsur-unsur peta dari peta topografi
Dapat membuat atau menggambarkan sebuah peta topografi dari data
berupa koordinat (X, Y, Z).
Mampu mengetahui kegunaan dari peta topografi.
Mampu menghitung luas wilayaha yang dibuat peta topografinya





2

BAB II
LANDASAN TEORI


2.1 Peta Topografi
Peta topografi yang sekarang akan dibahas adalah peta topografi yang
dapat didefinisikan sebagai representasi diatas bidang datar tentang keseluruhan
atau sebagian permukaan bumi yang terlihat dari atas dan di perkecil dengan
perbandingan atau skala tertentu. Peta topografi menggambarkan secara
proyeksi dari sebagian fisik bumi sehingga dengan peta ini dapat diperkirakan
bentuk permukaan bumi.
Bentuk-bentuk relief bumi dalam peta ini digambarkan dalam garis-garis
kontur dimana garis konntur tersebut digambarkan kedalam bentuk tempat-
tempat dari bagian bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut. Atau satu
garis kontur mewakili satu ketinggian dan bisa juga didefinisikan bahwa garis
kontur garis kontur merupakan kombinasi dari dua segmen garis yang
berhubungan namun tidak berpotongan, ini merupakan titik elevasi pada peta
topografi.
Dalam sebuah peta topografi berisi tentang keadaan lapangan secara
menyeluruh, baik itu unsure alam seperti sungai, gunung, danau, laut dan lain-
lain maupun dari unsure buatan seperti jalan, jembatan, perkampungan,
bendungan dan sebagainya. Yang digambarkan dengan garis bayangan berupa
garis kontur.

Sumber : Google Earth
Gambar 2.1
Desa Citatah
3



Kondisi daerah seperti yang terlihat dalam gambar 1, dapat digambarkan
dalam peta topografi dengan menggunakan garis - garis konturnya. dapat dilihat
hasil dari penggambaran kedalam sebuah peta topografi dengan garis-garis
konturnya.

Sumber : Data Eskursi Lapangan Kristalografi, Mineralografi dan Petrologi 2014
Gambar 2.2
Peta Topografi Desa Citatah
2.2 Bagian Bagian Dari Peta Topografi
Dalam sebuah peta khususnya peta topografi akan memiliki sebuah
bagian-bagian yang nantinya akan menjadi tuntunan atau panduan untuk kita
bisa membaca sebuah kondisi lapangan dari gambar yang terdapat dalam
sebuah peta. Bagian-bagian dari peta topogarafi diantaranya :
a. Judul Peta
Adalah sebuah identitas dari sebuah peta. Biasanya ditulis suatu nama
daerah tempat yang digambarkan.
b. Keterangan Pembuatan
Merupakan informasi yang dicantumkan dibagian kiri bawah dari sebuah
peta yang berisi tentang informasi pembuatan dan instansi pembuat.
c. Pembagian Lembar Peta
Adalah penjelasan dari nomor-nomor peta yang lain yang tergambar
disekitar peta yang bertujuan untuk memudahkan penggolongan peta bila
memerlukan interprestasi suatu daerah yang lebih luas.
d. Sistem Koordinat
Sistem koordinat ini sangatlah penting dalam sebuah pembuatan peta,
karena dengan adanya sistem koordinat maka kita akan dapat menggambarkan
sebuah peta topografi dengan mudah dalam skala yang lebih kecil.
4



Sumbu koordinat ini adalah berupa dua garis sumbu yang biasa
dilambangkan dengan X dan Y. beberapa macam koordinat diantaranya, yaitu :
Koordinat geografis
Koordinat grid
Koordinat local
e. Skala Peta
Pengertian dari skala yaitu suatu perbandingan dari jarak gambar pada
peta terhadap jarak datar sesungguhnya di lapangan. Contohnya skala 1 :
15.000, ini berarti 1 cm dip eta sama dengan 15 m jarak sebenarnya di lapangan.
f. Garis Kontur atau Garis Ketinggian
Garis kontur adalah gambaran bentuk permukaan bumi pada peta
topografi, garis kontur ini memiliki sifat-sifat tertentu diantaranya, yaitu :
Garis kontur merupakan kurva tertutup yang tidak akan memotong satu
sama lain dan tidak akan bercabang.
Garis kontur yang didalam selalu lebih tinggi dari pada pada garis kontur
yang di luar.
Interval kontur selalu merupakan kelipatan yang sama.
Indeks kontur dinyatakan dengan garis tebal.
Semakin rapat jarak antara garis kontur berarti semakin terjal medan
sebenarnya dan jika garis kontur bergerigi maka kemiringannya hamper
sama dengan 90
0.

Pelana (sadel)

terletak antara dua garis kontur yang sama tingginya tetapi
terpisah satu sama lainnya.
g. Sumber Peta
Sumber peta ini merupakan informasi yang diberikan untuk mengetahui
dari mana asal data yang dicantumkan dalam peta topografi. Bisa dari hasil
survey instansi terkait seperti Bakosurtanal ataupun sumber lasngsung dari hasil
survey atau pengambilan data dilapangan.
h. Legenda Peta
Legenda dalam sebuah peta merupakan salah satu bagian dari gambar
peta yang berfungsi sebagai tambahan agar dapat memudahkan interpretasi
peta, berupa simbol-simbol maupun keterangan lainnya. Salah satu contoh unsur
legenda yang dibuat adalah garis kontur, jalan raya, garis batas wilayah, hutan,
5



sungai, pemukiman dan lain-lain yang dilambangkan dengan simbol-simbol.
Seperti gambar dibawah.

Gambar 2.3
Legenda peta
2.3 Proses Pemetaan Topografi
Kegiatan pemetaan dalam pembuatan sebuah peta topografi dapat
dilakukan dengan dua metode, yaitu :
Metode Teristis, metode ini, semua pengukuran topografi dilakukan
dilapangan dengan menggunakan alat ukur sederhana maupun moderen.
Contoh pengukuran dengan penggunaan alat berupa theodolite atau plot
elevasi dengan GPS.
Metode fotogrametris
Sebelum tergambarnya peta topografi dalam bidang dua dimensi,
dilakukan terlebih dahulu pengukuran topografi dimana Pengukuran topografi
adalah pengukuran posisi dan ketinggian titik titik kerangka pemetaan serta
pengukuran detail topografi sehingga dapat dipetakan di atas bidang datar dalam
skala tertentu.
Tahap-tahap pengukuran topografi ini meliputi :
Pengukuran data lapangan
6



Pengolahan data lapangan
Penggambaran data lapangan
Proses kartografi ARAK DI PETA x S
2.4 Kegunaan Peta Topografi
Peta topografi dibuat untuk memberikan informasi tentang keberadaan,
lokasi, dan jarak. Peta topografi juga menampilkan variasi daerah, ketinggian
kontur, dan morfologi daerah. Dan masih banyak lagi kegunaan dari peta
topografi ini.
Salah satu fungsi lain dari peta topografi dalam kegiatan dunia
pertambangan adalah untuk mengetahui sebaran dari bahan galian ataupun
untuk mengetahui rekontruksi keterbentukan suatu endapan disuatu daerah.
Seperti contoh dibawah, kegunaan dari peta topografi ini dapat digunakan
sebagai dasar dalam pembuatan penampang geologi yang menggambarkan
suatu arah lapisan batuan yang tersingkap dipermukaan dengan data tambahan
berupa arah dan kemiringan dari lapisan tersebut di elevasi atau ketinggian
tertentu berdasarkan titik koordinat ditemukannya singkapan tersebut.

Sumber : Data Praktikum Kristalografi, Mineralografi dan Petrologi 2014
Gambar 2.4
Penampang Geologi
Dari penampang tersebut, dasar yang digunakan dalam pembuatannya
adalah dengan menggunakan peta topografi dimana dalam titik pengamatan
yang terlihat pada gambar merupakan titik-titik yang berada pada elevasi
tertentu, yang bilamana diplot dan saling disambungkan akan membentuk
sebuah penampang topografi sebagai acuan untuk kelanjutan pembuatan dari
penampang geologinya.

7

BAB III
TUGAS DAN PEMBAHASAN


3.1 Tugas
Membuat peta topografi
Menghitung luas dari wilayah yang dibuat peta topografi
Menghitung luas wilayah peta topografinya.
3.2 Pembahasan
3.2.1 Membuat Peta Topografi Desa Bantarugung
Dari peta master lembar Kuningan dengan skala 1 : 250 m dimuat kedalam
kertas ukuran A3 dengan batas wilayah (koordinat dalam UTM pada peta master
Lembar Kuningan) :

Gambar 3.1
Sketsa batas wilayah desa Bantarugung (Skala diabaikan)
Dari sketsa gambar untuk batasan wilayah yang akan digambarkan
topografinya, dapat dilihat dalam tabel 3.1 untuk tiap titik koordinat dari 1 14
yang merupakan batas wilayah dari desa Bantarugung yang akan dibuat peta
topografinya.
8



Tabel 3.1
Data koordianat batas wilayah Desa Bantarugung
Titik X Y
1 212655 9239289
2 213577 9239289
3 212655 9238367
4 213577 9238367
5 214499 9238367
6 215421 9238367
7 212655 9237445
8 213577 9237445
9 214499 9237445
10 215421 9237445
11 212655 9236523
12 213577 9236523
13 214499 9236523
14 215421 9236523
Dari batas wilayah tersebut diambil titik-titik detail beserta elevasinya yang
mencakup daerah yang akan dibuat garis kontur untuk peta topografi, yaitu
sebagai berikut :
Untuk membuat peta topografi, ada beberapa hal yang dilakukan, yaitu
sebagai berikut :
Daerah yang akan dibuat peta topografi yaitu Desa Bantarugung yang di
plot pada peta master lembar Kuningan dengan skala 1 : 250 m (dalam
UTM) yang dimuat dalam kertas A3 dengan batas-batas koordinatnya.
Dalam peta master lembar Kuningan, koordinat yang digunakan dalam
sistem degree dan UTM. Namun dalam pengeplotan pada kertas A3
digunakan koordinat dengan sistem UTM.
Dilakukan pengeplotan dalam kertas berukuran A3 yang dibuat dengan
skala 1 : 112,5 m. Hal ini dilakukan agar peta yang dibuat menjadi lebih
besar dan proporsional untuk kertas yang digunakan.
Untuk proses plot koordinat secara manual dalam kertas A3, titik-titik Koordinat
untuk batas wilayah yang diplot berdasarkan perhitungan :



9



Tabel 3.2
Perhitungan plot koordiant untuk batas wilayah


( )


= 0,04 cm


( )


= 3,2 cm


( )


= 3,76 cm


( )


= 3,16 cm


( )


= 3,9 cm


( )


=3,4 cm


( )


= 3,7 cm


( )


= 3,3 cm


( )


= 7,5 cm


( )


= 3,3 cm


( )


= 3,3 cm

( )


= 3,27 cm
10





( )


= 3,86 cm


( )


= 3,6 cm


( )


= 3,67 cm


( )


= 3,56 cm


( )


= 3,4 cm


( )


= 3,52 cm


( )


= 3,2 cm


( )


= 3,52 cm


( )


= 3,83 cm


( )


= 3,84 cm


( )


= 3,64 cm


( )


= 3,79 cm
11





( )


= 3,4 cm


( )


= 3,71 cm


( )


= 3,28 cm


( )


= 3,7 cm
Setelah titik-titik koordinat untuk batas wilayah diplot pada kertas A3
secara manual dengan skala 1 : 112,5 m. Selanjutnya dilakukan pengeplotan
untuk tiap titik elevasi yang berada dalam batas wilayah dengan mempunyai
koordinat (X,Y,Z), dimana (Z) adalah elevasinya.
Cara pengeplotan untuk titik-titik elevasi ini dilakukan dengan cara :
Plot titik elevasi pada peta master seperti sketsa gambar dibawah :

Gambar 3.2
Sketsa mencari koordinat titik elevasi dalam peta master (Skala diabaikan)
Cari koordinat X dan Y untuk titik elevasi tersebut, dengan cara :
Ukur berapa jarak titik elevasi tersebut dari grid X dan Y yang terdekat.
Hasil pengukuran itu selanjutnya dihitung dengan perbandingan skala
peta master yaitu 1 : 25000 cm. Perhitungan sebagai berikut :
12



Untuk nilai koordinat X
X = 2,2 cm x 25000 cm (Skala peta master)
= 55000 cm
= 550 m
Karena dalam UTM digunakan koordinat dengan sataun meter (m),
maka :
= 550 m + 212655 m (koordinat X dari garis grid)
= 213205 m
Untuk nilai koordinat Y
Y = 0,7 cm x 25000 cm
= 17500 cm
= 175 m
= 923928 m (koordinat Y dari garis grid) 175
= 9239114 m
Karena nilai koordinat yang dihitung tersebut masih dalam skala peta
master (1:25000 cm), dilakukan pengeplotan kembali dengan untuk
mencari letak koordinat tersebut dalam peta topografi yang akan dibuat
manual ukuran A3 dengan skala 1:11250 cm. Perhitungannya sebagai
berikut :
Untuk nilai koordinat X
X = (nilai koordinat terdekat dalam grid peta topografi
manual) dikurangi (nilai koordinat yang didapat dari
perhitungan sebelumnya) dibagi (skala pada peta
topografi manual).
= 213550 m 213205 m x 100 (konversi satuan dari m ke cm)
11250 cm
= 3,06 cm
Untuk nilai koordinat Y
Y = 9239650 m 9239114 m x 100
11250 cm
= 4, 76 cm
Setelah nilai X dan Y tersebut didapat, dilakukan pengplotan dalam peta
topografi manual A3 dengan ukuran jarak dari koordinat terdekat sesuai
dengan koordinat grid yang dihitung. Begitupun untuk mencari letak
13



koordinat titik elevasi yang lain yang dilakukan dengan cara perhitungan
yang sama, maka didapatkan data berupa titik elevasi beserta koordinat X
dan Y.
Namun disini dalam wilayah yang akan dibuat peta topografinya, dalam
peta master hanya ada beberapa titik elevasi saja yang diplot dalam peta
manual. Elevasi yang lainya diambil secara acak dengan menggunakan
parameter mengikuti arah umum dari tiap elevasi garis konturnya.
Tabel 3.3
Data koordianat titik-titik elevasi didalam batas wilayah pada gambar 3.1
X Y Elevasi
212720 9239150 2180
213201 9239121 2193
213520 9238370 2540
213910 9238220 2560
215000 9238140 2280
215340 9237210 2300
215310 9236650 2280
213651 9236573 2889
212700 9236780 2800
212720 9237600 2780
212800 9238610 2380
213430 9237866 3070
213380 9237069 2866
213652 9237049 2838
213652 9236849 3056
213305 9238366 2754
214100 9237840 2660
214528 9237546 2620
Dari hasil olah data, maka dapat digambarkan sebuah peta topografi dari
batas wiliyah desa Bantarugung secara manual dalam media berupa kertas
berukuran A3. (Terlampirkan).
Untuk proses pembuatan garis-garis kontur menggunakan metode
triangulasi atau dengan menggunakan segitiga-segitiga sebagai patokan
oenarikann garis kontur yang mempunyai elevasi yang sama. Dan dalam
pembuatan peta topografi ini menggunakan interval kontur 20. Dengan
perhitungan sebagai berikut :
14



Jarak Kontur =
IntervaI Kontur
Beda Tinggi
x Jarak Datar
Jarak sisa =
Sisa
IntervaI Kontur
x Jarak kontur

Untuk menhitung jarak kontur :
aa ntu

, ,

Untuk menghitung jarak sisa :
aa ia

,
Dari pembuatan peta topografi dengan metode triangulasi ini didapatkan
data hasil perhitungan yang digambarkan dalam peta topografi manual ukuran
A3. Data perhitungan sebagai berikut :
Tabel 3.4
Perhitugan jarak kontur dan jarak sisa pada peta topografi
NO
Interval
kontur
Jarak
datar
Beda
tinggi
Sisa
Jarak
kontur
Jarak
sisa
Titik
tinggi
Ttitik
rendah
1 20 4,8 200 0 0,48 0,00 2380 2180
2 20 5,75 187 0 0,61 0,00 2380 2193
3 20 7,2 160 0 0,90 0,00 2540 2380
4 20 7,5 347 0 0,43 0,00 2540 2193
5 20 8,1 374 14 0,43 0,30 2754 2380
6 20 5,1 214 14 0,48 0,33 2754 2540
7 20 9 400 0 0,45 0,00 2780 2380
8 20 5,75 26 6 4,42 1,33 2780 2754
9 20 6,2 194 6 0,64 0,19 2754 2560
10 20 7 94 0 1,49 0,00 2754 2660
11 20 3,7 100 0 0,74 0,00 2660 2560
12 20 9,6 280 0 0,69 0,00 2560 2280
13 20 8,4 380 0 0,44 0,00 2660 2280
14 20 4,1 40 0 2,05 0,00 2660 2620
15 20 5,98 340 0 0,35 0,00 2620 2280
16 20 8,8 20 0 8,80 0,00 2300 2280
17 20 8,2 320 0 0,51 0,00 2620 2300
18 20 6,3 340 0 0,37 0,00 2640 2300
19 20 6,2 360 0 0,34 0,00 2640 2280
20 20 5,2 319 6 0,33 0,10 3073 2754
21 20 6,8 293 10 0,46 0,23 3073 2780
22 20 7,7 413 0 0,37 0,00 3073 2660
15



23 20 11,5 433 13 0,53 0,35 3073 2640
24 20 8 273 13 0,59 0,38 3073 2800
25 20 14,3 609 9 0,47 0,21 2889 2280
26 20 6,5 66 6 1,97 0,59 2866 2800
27 20 8,1 89 9 1,82 0,82 2889 2800
28 20 2 207 13 0,19 0,13 3073 2866
29 20 2,9 235 13 0,25 0,16 3073 2838
30 20 9,2 198 13 0,93 0,60 2838 2640
31 20 5 23 9 4,35 1,96 2889 2866
32 20 8,7 38 18 4,58 4,12 2838 2800
33 20 2,4 28 6 1,71 0,51 2866 2838
34 20 3,1 190 16 0,33 0,26 3056 2866
35 20 8,4 256 16 0,66 0,53 3056 2800
36 20 1,7 218 16 0,16 0,12 3056 2838
37 20 2,5 167 16 0,30 0,24 3056 2889
38 20 9,1 416 16 0,44 0,35 3056 2640
39 20 9,6 249 9 0,77 0,35 2889 2640

3.2.2 Menghitung Luas Wilayah
Dalam menghitung luas wilayah digunakan metode perhitungan dengan
konsep polygon, dimana perhitungan tersebut adalah sebagai berikut :
Rumus Perhitungan :
Luas =
1
2
x ((Zx.y)-(Zy.x))
Untuk perhitungan dengan metode polygon dari tabel dibawah, dengan
cara sebagai berikut :

Dari perkalian silang diatas,
16



Untu .y = 2,7665E+13
Untuk .y = 2,7665E+13
, - ,
= 8436555,5 m
2
= 843,65555 ha
3.2.3 Menghitung Luas Wilayah Peta Topografi
Untuk luas daerah topografi ini, ditentukan dari tiap batas titik koordinat
yang hampir memenuhi luas wilayah desa Bantarugung. Dilakukan perhitungan
yang sama seperti menghitung luas wilayah keseluruhan pada poin 3.2.2.
Data yang dihitung adalah sebagai berikut :

Dari perkalian silang diatas,
Untu .y = 2,17172E+13
Untuk .y = 2,17172E+13
,-,
= 4855310 m
= 485,5310 ha
Dari semua hasil perhitungan yang dilakukan, baik perhitungan untuk
pengeplotan batas wilayah yang akan dibuat topografinya dan juga pengeplotan
untuk setiap titik-titik elevasi, ditambahkan dan didapat gambaran berupa peta
yang dibuat dalam aplikasi pengolahan data untuk peta yaitu mapinfo.
Dalam peta dibawah digambarkan batas dari wilayah yang dibuat peta
topografi dan juga luas wilayah untuk garis kontur yang akan dibuat berdasarkan
titik-titik elevasi terluar yang hampir menutup wilayah tersebut dengan skala yang
disesuaikan.
17




Gambar 3.3
Peta Batas Wilyah desa Bantarugung

18

BAB IV
ANALISA


Dari hasil pembuatan peta topografi ini ada beberapa hal yang dapat
dianalisa, diantaranya yaitu pembuatan peta topografi ini dibuat berdasarkan titik-
titik elevasi dengan koordinatnya masing-masing. Dibuat secara manual dalam
kertas ukuran A3 (terlampirkan), pembuatan peta secara manual ini dilakukan
dari hasil pengambilan data dari koordinat dan elevasi pada peta master lembar
kuningan dengan skala 1:25000 cm dengan batasan wilayah yang ditentukan,
yang berada pada desa Bantarugung kecamatan Pembantu sindangwangi.
Dari batas wilayah dalam peta master tersebut, digambarkan dengan
memperbesar skalanya yaitu 1:11250 cm pada kertas dengan ukuran A3 yang
bertujuan untuk lebih memperbesar gambar peta dan proporsiaonal untuk media
yang digunakan. Dan untuk koordinat yang dipakai menggunakan sistem
koordinat UTM. Dimana satuan koordinat yang digunakan adalah meter
(m). Hal selanjutnya yang dapat dianalisa yaitu pada garis-garis kontur peta
topografi dimana pada elevasi 3070, dan 3050 mdpl dianalisa bahwa daerah
tersebut merupakan sebuah gunung karena jika dilihat dari garis konturnya,
garis-garis kontur yang berada diarah Utara elevasi tersebut memusat dan
berputar kearah puncak atau elevasi tertinggi, namun pada elevasi 2866 dan
2838 mdpl yang berada diarah tenggara dan barat daya dari koodinat dengan
elevasi 3070 mdpl garis kontur yang terbentuk dapat dianalisa bahwa didaerah
tersebut merupakan sebuah lereng gunung yang terjal dikarenakan rapatnya
garis kontur pada daerah elevasi sekitar.
Namun dari elevasi tersebut kearah selatan pada titik koordinat dengan
elevasi 3050 mdpl dianalisa bahwa daerah dengan elevasi tersebut merupakan
puncak gunung juga seperti halnya pada elevasi 3070 mdpl. Dari sini dapat
dianalisa bahwa disekitar daerah dengan elevasi, 3070, 2866, 2836 dan 3050
mdpl merupakan sebuah puncak gunung dan dikatakan adanya lereng yang
terjal, itu merupakan lereng antara satu puncak gunung yang bentuknya seperti
cekungan.


19

BAB V
KESIMPULAN


Dari laporan ini dapat disimpulkan bahwa sebuah peta topografi
merupakan salah satu jenis peta dasar yang dibuat berdasarkan titik-titik
koordinat dan elevasinya. Peta topografi ini dalam penggambarannya
memberikan informasi mengenai keadaan suatu daerah ataupun morfologi
daerah tersebut.
Dari pembuatan peta topografi ini dapat disimpulkan bahwa setiap elevasi
yang sama namun berbeda letak koordinatnya, garis kontur yang dibuat tidak
akan terputus dan berkelanjutan mengikuti elevasi yang sama. Karena ini
merupakan salah satu sifat dari garis kontur. Dalam peta topografi yang dibuat,
jika dilihat dari sifat-sifat garis konturnya, maka dapat disimpulkan bahwa jika
garis kontur memusat dan berarah ke satu pusat, maka pusat itu dikatakan
sebagai elevasi tertinggi dan pada peta topografi yang dibuat kali ini, garis-garis
kontur yang memusat itu mengarah ke arah gunung diwilayah tersebut. dan
rapatnya garis kontur diantara elevasi yang paling tinggi, itu dikatakan sebagai
daerah yang curam atau lereng-lereng dari gunung tersebut.
Untuk menghitung luas wilayah, baik luas wilayah keseluruhan ataupun
luas wilayah yang dibuat garis-garis kontur untuk peta topografinya, dapat
disimpulkan bahwa dengan metode polygon akan didapat luas wilayah dalam
satuan (m
2
) dan merupakan luas wilayah dengan jarak sebenarnya. Dikatakan
seperti itu dikarenakan, perhitugnan luas tersebut menggunakan sistem
koordinat UTM yang merupakan sistem koordinat dengan satuan (m) dan
menunjukan jarak sebenarnya dari garis bujur dan lintang bumi.
Kegunaan dari peta topografi selain untuk menggambarkan keadaan suatu
daerah, khususnya dibidang pertambangan, geologi, eksplorasi dan lain-lain.
peta topografi ini menjadi peta dasar dalam pembuatan rencana kerjanya.
Seperti salah satu contoh yang dijelaskan di bab sebelumnya.


DAFTAR PUSTAKA


Geologiminyak, 2012, Bagian Peta Topografi,
http://geologiminyak.blogspot.com/2012/03/bagian-peta-topografi.html.
Diakses tanggal 25 Februari 2014 (html, online).
Rafil, 2011, Peta Topografi,
http://rafil-petatopografi.blogspot.com/2011/01/peta-topografi.html.
Diakses tanggal 25 Februari 2014 (html, online).







LAMPIRAN