Anda di halaman 1dari 37

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Menurut Data WHO pada Tahun 2012, sebanyak 585.000 Perempuan meninggal saat Hamil atau Persalinan.Sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau Kelahiran terjadi di Negara-negara berkembang.Rasio Kematian ibu di Negara-negara berkembang merupakan tertinggi dengan 450 kematian Ibu per 100 Ribu kelahiran Bayi hidup jika dibandingkan dengan Rasio kematian ibu di 9 Negara maju dan 51 Negara persemakmuran. (WHO,2012) Millenium Development Goals adalah hasil kesepakatan 189 Negara termasuk Indonesia yang mulai dijalankan pada September 2000. Adapun Program Pemerintah dalam Rangka percepatan penurunan AKI guna mencapai target MDGs tahun 2015, telah dirumuskan Skenario percepatan penurunan AKI yaitu, Target MDGs akan tercapai apabila 50% kematian ibu per Provinsi dapat dicegah/dikurangi. ( DinKes Provinsi Lampung 2012). Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih termasuk yang tinggi dibandingkan Negara-negara di Asia misalnya Thailand dengan AKI 130/100.000 KH. Data SDKI Tahun 2007 mencatat AKI di Indonesia mencapai 228 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH). Walaupun angka ini dipandang mengalami perbaikan dibanding tahun tahun sebelumnya, TargetMillenium Development Goals (MDGs) 5 yaitu menurunkan AKI menjadi 102/100.000 (KH) pada tahun 2015 masih memerlukan upaya khusus dan kerja keras dari seluruh pihak baik Pemerintah, Sektor Swasta maupun masyarakat. AKI yang tinggi menunjukkan rawannya derajat kesehatan ibu. Sedangkan jumlah kasus kematian ibu yang dilaporkan di Provinsi Lampung sampai dengan bulan Desember tahun 2012 sebanyak 178 kasus.( Profil DinKes Provinsi Lampung 2012 )
1

Angka kematian ibu (AKI) saat melahirkan di Lampung terus meningkat. Jumlah itu meningkat menjadi 144 Kasus di tahun 2010 dan hingga bulan Oktober 2011 sudah 138 kasus. Rata-rata penyebab kematian Ibu adalah perdarahan (38%), tekanan darah tinggi saat melahirkan (23%), Infeksi (4%) dan kematian karena adanya Penyakitpenyakit lain, seperti Jantung (35%) (Dinkes Lampung, 2011). Kematian maternal adalah kematian Wanita Sewaktu Hamil atau dalam 42 sesudah berakhirnya kehamilan oleh seabab apapun,terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang di lakukan untuk mengakhiri kehamilan (Prawirohardjo,2010;h.7) Kebijakan Pemerintah Tentang Standar Pemeriksaan Antenatal Care yaitu Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal Care sedikitnya 4 kali selama kehamilan 1 Kali pada kehamilan Triwulan Pertama antara 0 hingga 13 Minggu, 1 Kali pada Kehamilan Triwulan ke-dua antara 14 hingga 27 Minggu, 2 Kali kehamilan Triwulan Ketiga antara 28 hingga 40 minggu.(Sulistyawati,2012;h.4) Kehamilan merupakan masa dimana seorang wanita mengalami suatu keadaan yang luar biasa karena di dalam rahim terdapat janin yang akan menjadi calon anak bagi mereka. Dalam masa kehamilannya seorang ibu hendaklah menjaga daya tahan tubuh mereka, tidak hanya menjaga daya tahan ibu, namun kesehatan sang calon bayi pun mutlak harus mendapatkan ekstra perhatian khusus. Selain menjaga asupan gizi untuk sang ibu dan buah hati, agar ibu selalu dalam kondisi yang sehat hendaklah ibu hamil melakukan gerakan-gerakan kecil untuk melemaskan otot-otot tubuh serta melancarkan peredaran darah. Dengan itu tubuh akan merasa lebih rileks, segar dan bugar sehingga saat persalinan tiba, ibu hamil akan mudah untuk

melahirkan. (http://tipsibuhamil.com) Menurut Hartati Fauzi Bowo ( 2008), Kematian ibu dapat dicegah hingga 22% yaitu dengan melakukan Antenatal Care (ANC) yang teratur,mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan, hidup secara sehat dengan pemenuhan gizi yang seimbang, pelaksanaan inisiasi menyusui dini dalam persalinan serta pelaksanaan senam hamil secara teratur.

(http://bejocommunity.blogspot.com/2010/05)

Dari data yang diperoleh di Puskesmas Rawat Inap Panjang pada periode 18-22 Oktober 2013, dari 10 ibu hamil yang melakukan ANC didapatkan 6 ibu hamil atau 60 % ibu yang mengeluh susah tidur, pegal-pegal dan cepat lelah selama kehamilan. Berdasarkan Angka kejadian dan besarnya peran tenaga kesehatan dalam

penatalaksanaan Kunjungan ANC normal maka penulis tertarik untuk mengambil judul Asuhan Keperawatan terhadap Ny. I dengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung Tahun 2013. B. Rumusan Masalah Dari Latar Belakang diatas, maka Penulis Membuat Rumusan Masalah penelitian sebagai berikut Bagaimana Asuhan Keperawatan terhadap Ny. I dengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Perawatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2013?. C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Mampu Melaksanakan Asuhan Keperawatan terhadap Ny. I dengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Perawatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2013. 2. Tujuan Khusus a. Dapat melakukan pengumpulan data dasar terhadap Ny. Idengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Perawatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2013. b. Dapat melakukan interpretasi Data dasar berdasarkan hasil pengumpulan data terhadap Ny. I dengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Perawatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2013 c. Dapat mengidentifikasi Diagnosa atau masalah potensial yang mungkin akan terjadi terhadap Ny. I dengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Perawatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2013.

d. Dapat mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera terhadap Ny. I dengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung Tahun 2013 e. Dapat merencanakan Asuhan yang sesuai dengan Penatalaksanaan Senam Hamil terhadap Ny. I dengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Perawatan Panjang Bandar Lampung Tahun 2013 f. Dapat melaksanakan Perencanaan secara menyeluruh terhadap Ny. I dengan kehamilan Trimester III di Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung Tahun 2013 D. Ruang Lingkup 1. Sasaran Objek yang akan diberikan Asuhan kebidanan adalah satu orang yaitu Ny.I G3 P2A0 32 Minggu 2. Tempat Selama dinas tanggal 18-22 Oktober 2013 Didiskusikan dan di presentasikan/seminar tanggal 28-31 Oktober 3. Waktu Waktu Penyusunan tugas akhir ini dimulai dari 28-30 Oktober 2013. E. Manfaaat Penulisan 1.Institusi Pendidikan Hasil Penelitian diharapkan dapat menjadi sumber bacaan bagi

mahasiswaKeperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang.

2.Lahan Praktek Hasil Penelitian ini dapat digunakan sebagai Pedoman yang tepat untuk memberikan Asuhan Keperawatan pada Ibu hamil Normal Trimester III 3.Masyarakat Hasil Penelitian ini di harapkan dapat memberikan pengetahuan untuk ibu hamil Normal Trimester III 4.Penulis Diharapkan Penulis dapat menerapkan secara langsung ilmu yang didapat selama dibangku kuliah mengenai Manajemen Asuhan Keperawatan pada Ibu

Hamil Normal Trimester III. Serta dapat memberikan manfaat bagi Mahasiswa untuk menambah pengetahuan, Wawasan dan Pengalaman.

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1. Pengertian Kehamilan Masa kehamilan dimulai sejak konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu, 9 bulan 7 hari) dihitung dari pertama haid terakhir. (Saifudin, Abdul Basri, 2002:89) Pembagian Trimester (Doenges, Marilyn, 2001:57) TM I (usia kehamilan 0-12 minggu) TM II (akhir UK 12 minggu-28 minggu) TM III (akhir UK 28 minggu-40 minggu)

2.2. Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan Trimester ke III 1. Tanda Subjektif a. 29-33 minggu

Fatigue Ansietas tentang masa depan Mimpi buruk Penurunan keinginan seksual karena ketidaknyamanan fisik

b. 34-38 minggu

Sakit punggung, perubahan gaya berjalan Ketidaksabaran untuk mengakhiri kehamilan Perasaan buaian tentang masa depan yang ambivalen

c. Sebelum kelahiran

Lightening atau tanda dini dimulainya persalinan


6

Sakit perut bagian bawah

2. Tanda Objektif a. 29-33 minggu

Rasa panas dalam perut disebabkan tekanan uterus, mild hiatus hernia dan muntahan asam perut ke dalam esophagus

Kontaraksi braxton-hick Fundus terletak diantara umbilikus dan xipoid

b. 34-38 minggu

Heartburn (pirosis, nyeri dada) Konstipasi Vena varikosa (varicose veins) Vena varikosa (varicose veins) Edema kaki Haemoroid (wasir)

c.

Sebelum kelahiran Fundus ada di bawah diafragma sampai kepala janin masuk kedalam rongga panggul, kemudian perut kelihatan maju ke depan. (Dickason, 1997)

2.3. Adaptasi Kehamilan Tugas terakhir di minggu terakhir adalah pengakhiran kehamilan dan untuk melahirkan bayinya. Dia harus mempersiapkan fase letting go dari kehamilan dan semua penyatuan perasaan dan kreatifitas, proses perpisahan dengan janin. Sadar atau tidak sadar ketakutan mutilasi, kematian atau abdonment selalu muncul pada waktu ini. Antisipasi kecemasan merupakan hal yang normal dan sehat. Selama kehamilan, tingkat ketergantungan keperluan meningkat, puncaknya pada trimester ketiga, selama persalinan dan periode asuhan kehamilan. Seorang ibu yang sedang hamil harus memelihara dirinya sendiri sehingga dia dapat merawat bayinya. Seorang laki-laki juga merasa keperluannya meningkat, terutama untuk seorang ynag dapat dipercaya untuk merawat bayinya, karena ibu yang sedang mengandung lebih banyak introspektif dengan kemajuan kehamilannya. Anggota keluarga seharusnya mengingatkan, khususnya pada periode ini.
7

Hampir semua ibu hamil menunjukkan keperluan yang sama pada trimester ketiga walaupun berbeda latar belakang, tingkat pendidikan, dan pengalaman seorang wanita memusatkan perhatian pada bayinya, proses kelahiran, perubahan fisik dan emosional. Ekspresi pada trimester tiga ini antara lain: a. Kesehatan bayi (pertanyaan tentang kecacatan bayi, tanda kesehatan bayi, bagaimana pengaruh kelahiran bagi bayi, efek obat dan anestesi) b. Biaya kelahiran bayi (rumah sakit, pengeluaran alat) c. Proses persalinan dan kelahiran (nyeri, ketakutan, salah paham, ketika ada di rumah sakit) d. Keluarga (bagaimana penerimaan anak yang lain dengan kehadiran bayi, bagaimana perencanaan selama dirumah sakit, bagaimana pasangan merespon bayi) (Dickason, 1997)

2.4 Perubahan Psikologis Ibu Pada Trimester III 1. Ambivalence Pada awalnya, terjadi rencana kehamilan, dimana ada element yang mengejutkan bahwa konsepsi telah terjadi. Ambivalence ini berhubungan dengan pemilihan waktu yang salah, kekhawatiran tentang modifikasi keperluan hubungan yang ada atau rencana karier ; ketakutan tentang peran baru; dan ketakutan tentang kehamilan, persalinan dan kelahiran. 2. Acceptance (penerimaan) Penerimaan kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor. Rendahnya penerimaan cenderung dihubungkan dengan tidak direncanakanya kehamilan dan bukti ketakutan dan konflik. Pada trimester tiga menggabungkan perasaan bangga dengan takut mengenai kelahiran anak. Pada periode ini, khususnya hak istimewa kehamilan lebih berarti. Selama trimester akhir, ketidaknyamanan fisik kembali meningkat dan istirahat yang adekuat menjadi keharusan. Wanita membuat persiapan akhir untuk bayi dan mungkin menggunakan waktu yang lama untuk mempertimbangkan nama anaknya. 3. Introversion Introvert atau memikirkan dirinya sendiri dari pada orang lain merupakan peristiwa yang biasa dalam kehamilan. Wanita mungkin menjadi kurang tertarik
8

dengan aktifitas terdahulunya dan lebih berkonsentrasi dengan keperluan untuk istirahat dan waktu untuk sendiri. 4. Mood Swings (Perasaan Buaian) Selama kehamilan, wanita memiliki karakteristik ingin dibuai, dengan suka cita. Pasangan harus mengetahui bahwa ini merupakan karakteristik perilaku kehamilan, hal itu menjadi mudah baginya untuk lebih efektif disamping itu akan menjadi sumber stress selama kehamilan. 5. Change in body image (perubahan gambaran tubuh) Kehamilan menimbulkan perubahan tubuh wanita periode waktu yang singkat. Wanita menyadari bahwa mereka memerlukan lebih banyak ruang sebagai kemajuan kehamilan. Reaksi ibu/ istri pada kehamilan trimester III:

Lebih cemas akan kecanggungan fisik Ketidaknyamanan Persiapan persalinan Sering mimpi kelainan letak, tidak dapat lahir, takut cacat. Pada akhir kehamilan terangsang secara tiba-tiba. (Olds, 1995)

2.5 Keperluan Pengetahuan Bagi Orang Tua Pada Kehamilan Trimester ke III 1. Perubahan fisik pada trimester tiga 2. Perubahan emosional pada trimester tiga dan periode post partum 3. Sexuality perubahan keperluan sexual expression (cara yang berbeda) sexual concerns problem solving

4. Ketidak nyamanan ringan kehamilan a. Frekuensi berkemih b. Sakit punggung c. Dyspnea d. Varicose veins e. Kontraksi braxton hicks f. Kram kaki g. Vaginal discharge h. Konstipasi i. Nyeri disekitar tulang j. Fatigue
9

5. Tanda bahaya a. Perdarahan vagina b. Nyeri perut c. Edema pada muka, tangan, dan kaki d. Sakit kepala yang hebat e. Gangguan bicara f. Rupture of membrane (sebelum 38 minggu) 6. Nutrisi 7. General hygiene a. Istirahat dan tidur b. Latihan 8. Penggunaan obat a. Rokok b. Alkohol c. Obat otc d. Resep obat

9. Pertumbuhan janin 10. Persiapan menyusui 11. Support system 12. Persiapan kelahiran bayi a. Rasa takut dan cemas b. Keterlibatan ayah dalam kelahiran bayi c. Manajemen nyeri d. Intervensi obstetri 13. Persiapan menjadi orang tua a. Perubahan gaya hidup b. Perubahan peran c. Konflik peran d. Keseimbangan tuntutan keluarga e. Tugas perkembangan maternal 14. Persiapan untuk bayi baru lahir 15. Rencana keluarga (Reeder, 1992)

2.6 Reaksi Kognitif Dan Emosional Ibu Pada Kehamilan Trimester Tiga 1. Pemulihan ketidaknyamanan fisik
10

2. Pengembangan ukuran psychososial 3. Peningkatan perhatian pada dirinya sendiri 4. Peningkatan perhatian

ketakutan diri untuk mendapatkan kesehatan dan performance selama persalinan ketakutan pada kesehatan bayi

5. Pemikiran penerimaan peran sebagai seorang ibu


membayangkan situasi sebagai orang tua obsesi persalinan dan kelahiran, keinginan kehamilan yang berlebihan peningkatan nesting behavior (Reeder, 1992)

2.7 Komplikasi Kehamilan Trimester III (28-40 Minggu) 1. Persalinan Prematuritas Persalinan prematuritas (prematur) dimaksudkan dengan persalinan yang terjadi diantara umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat badan lahir kurang dari 2,5 kg. Persalinan prematuritas merupakan masalah besar karena berat janin kurang dari 2,5 kg dan umur kurang dari 36 minggu, maka alat-alat vital belum sempurna. Sebab persalinan prematuritas : a. Hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda b. Kehamilan disertai komplikasi (preeklamsia, dan eklamsia) c. Kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal, penyakit jantung, dsb). Keadaan gizi yang rendah disertai kurang darah, lapisan dalam lahir yang kurang subur karena jarak hamil terlalu pendek. 2. Kehamilan Ganda (Kembar) a. Pengaruh hamil ganda terhadap ibu : Diperlukan gizi yang lebih banyak, sehingga tumbuh kembang janin mencapai cukup bulan, pada hamil muda sering terjadi keluhan yang lebih hebat, ibu sering cepat lelah, sering terjadi penyulit hamil (hidramnion, preeklamsia, dan eklamsia), pada saat persalinan dijumpai kesulitan. b. Pengaruh hamil ganda terhadap janin : Dapat terjadi persalinan prematuritas, dapat terjadi janin dengan anemia atau BBLR, setelah persalinan anak pertama dapat terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya dan membahayakan janin ke dua.
11

3. Kehamilan Dengan Perdarahan Perdarahan pada kehamilan memberikan dampak yang membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Perdarahan yang dapat membahayakan dan berhubungan dengan trimester ketiga adalah mengalami perdarahan plasenta previa, perdarahan solusio plasenta, perdarahan dari pecahnya sinus marginalis dan perdarahan dari pecahnya vasa previa. 4. Kehamilan Dengan Ketuban Pecah Dini Pecahnya selaput janin memberikan pertanda bahaya dan memberi kesempatan infeksi langsung pada janin. Disamping itu, gerak janin makin terbatas, sehingga pada kehamilan kecil mungkin dapat terjadi deformitas. Oleh karena itu bila berhadapan dengan kehamilan dengan mengeluarkan air apalagi belum cukup bulan harus segera datang kerumah sakit dengan fasilitas yang memadai. 5. Kehamilan dengan kematian janin dalam rahim a. Kehamilan diatas umur hamil 36 minggu pada ibu dengan diabetes melitus b. Mungkin terjadi lilitan tali pusat yang mematikan c. Terjadi simbol tali pusat d. Gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan e. Kehamilan dengan perdarahan f. Kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari 6. Kehamilan Lewat Waktu Persalinan (Senotinus) Beberapa kerugian dan bahaya kehamilan lewat waktu: a. Janin yang kekurangan nutrisi dan oksigen, akan mengalami pengrusakan diri sendiri, dengan metabolisme jaringan lemak bawah kulit sehingga tampak tua dan keriput, sebagai gejala janin dengan hasil lewat waktu b. Air ketuban yang makin kental, akan sulit dibersihkan, sehingga dapat menimbulkan gangguan pernafasan saat kelahirannya. c. Bila gangguan terlalu lama dan berat, janin dapat meninggal dalam rahim d. Mungkin plasenta cukup baik tumbuh kembangnya sehingga dapat memberikan nutrisi cukup dan janin menjadi lebih besar e. Dengan makin besarnya janin dalam rahim memerlukan tindakan operasi persalinan f. Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan persalinan dengan tindakan operasi seperti induksi persalinan sampai dengan sesio sesarea
12

7. Kehamilan Dengan Preeklamsia Dan Eklamsia Gejala klinik preeklamsia ringan : a. Tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30 mmhg untuk sistolik 15 mmhg untuk diastolik dengan interval pengukuran selama 6 jam b. Terdapat pengeluaran protein dalam urin 0,3 gr/literatau kualitatif +1,-+2 c. Edema (bengkak kaki, tangan, atau lainnya) d. Kelainan berat badan lebih dari 1 kg/minggu Gejala preeklamsi berat (kelanjutan preeklamsia ringan) : a. Tekanan darah 160/110 mmhg atau lebih b. Pengeluaran protein dalam urine lebih dari sekitar 5 gr/24 jam c. Terjadi penurunan produksi urin kurang dari 400 cc/24 jam d. Terdapat edema paru dan sianosis dan terasa sesak napas. e. Terdapat gejala subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri dibagian daerah perut atas) (Ida Bagus Gde Manuaba, 1999)

13

I. ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian Hari : Tanggal : Jam : A. Data Subjektif 1. Biodata Pasien dan Penanggung Jawab 2. Keluhan dan Alasan Datang 3. Riwayat Kesehatan ( Dahulu, Sekarang dan Keluarga) 4. Riwayat Perkawinan (usia menikah, lama menikah, brp kali menikah) 5. Riwayat Menstruasi (menarche, siklus/lama, byknya haid, dismenorea) 6. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu 7. Riwayat Kehamilan sekarang (usia kehamilan mnrt pasien, HPHT/HPL, periksa ANC brp kali, therapy, penkes, suntik TT 1-3, kebiasaan merokok;minum minuman keras;jamu;obt2an, ada hewan peliharaan, gerakan janin, renc bersalin) 8. Riwayat KB (KB yang digunakan, lamanya, alas an berhenti, renc KB stlh bersalin) 9. Keperluan sehari hari sebelum dan slm hamil (nutrisi, eliminasi, aktivitas, istirahat, seksual, personal hygiene) 10. Psikososiospiritual (perasaan dg kehamilan, respon kluarga thd kehamilan, pengambil kptusan dominan ke siapa)

B. Data Obyektif Tingkat Kesadaran : BB / TB : LILA : TTV : Suhu : Nadi : Tensi : Status Present : Head to toe (Tulang Belakang lordosis) Status Obstetri : 1. Inspeksi Muka : tidak cloasma grav, tidak odema
14

Mamae : Montgomery terlihat, putting susu menonjol, colostrum sudah keluar Perut : Linea Alba dan Striae gravidarum ada Anus : tidak hemoroid 2. Palpasi Leopold I : TFU pertengahan antara prosesus xipoideus dan pusat Bagian fundus teraba bulat, lunak dan tidak melenting Leopold II : Bagian Kanan ibu teraba ada tahanan memanjang, keras Bagian Kiri ibu teraba bagian kecil kecil janin Leopold III : Bagian segmen bawah rahim teraba bagian bulat, keras dan melenting Leopold IV : Keduan jari jari tangan bertemu berarti kepala janin belum masuk PAP 3. Auskultasi DJJ 4. Perkusi Reflek patella : + / +

2. Diagnosa Keperawatan a. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan fisik pengaruh hormonal b. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengalaman, kesalahan interpretasi informasi c. Resiko tinggi harga diri rendah berhubungan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak d. Resiko tinggi cedera berhubungan dengan hipertensi, infeksi, penggunaan/ penyalahgunaan zat, perubahan sistem imun, profil darah abnormal, hipoksia jaringan, ketuban pecah dini. e. Eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus, peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus f. Perubahan pola seksual berhubungan dengan perubahan hasrat seksual, ketidaknyamanan, atau merasa takut g. Resiko tinggi Curah jantung berhubungan dengan peningkatan volume cairan/ perubahan aliran balik vena, perubahan permeabilitas kapiler
15

h. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan. i. Risiko tinggi cedera janin berhubungan dengan masalah kesehatan ibu, pemajanan pada teratogen/ agen infeksi j. Resiko tinggi koping individu/ keluarga tidak efektif berhubungan dengan krisis situasi/ maturasi, kerentanan pribadi, persepsi tidak realistis, metoda koping yang tidak adekuat, sistem pendukung yang tidak ada/ tidak adekuat

3. Intervensi Keperawatan

Ketidaknyamanan b/d perubahan fisik dan pengaruh hormonal Kemungkinan di buktikan oleh : Melaporkan tegang/nyeri, kram kaki, parestesia, pruritus, kontraksi uterus

NOC 1. Melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan 2. Melaporkan ketidaknyamanan dapat diminamalkan dikontrol 3. Mencari pertolongan dengan cepat atau

NIC 1. Kaji terus-menerus klien

RASIONAL 1. Data dasar terbaru untuk

ketidaknyamanan

merencanakan perawatan 2. Penurunan kapasitas pernapasan saat uterus menekan difragma,

dan metode mengatasinya 2. Kaji status pernapasan klien 3. Perhatikan adanya

mengakibatkan dipsnea, khususnya pada multigravida yang tidak

keluhan ketegangan pada punggung dan perubahan cara jalan. Lanjutkan

mengalami kelegaan dengan ikatan antara ibu dan bayi dalam

kandungannya (keringanan) sampai awitan persalinan 3. Lordosis dan regangan otot

penggunaan sepatu hak rendah, rock, latihan girdle pelvic-

maternitas,
16

disebabkan oleh pengaruh hormone

penggunaan hangat,

kompres sentuhan

(rrelaksin,

progesterone)

pada

sambungan pelvis dan perpindahan pusat gravitasi sesuai dengan Intervensi

terapeutik atau stimulasi saraf elektrikal transkutan (TENS) dengan tepat. 4. Berikan kalsium suplemen tepat. 4.

pembesaran

uterus.

multiple biasanya lebih membantu untuk ketidaknyamanan. Penambahan produk susu bila menghilangkan

dengan

Anjurkan penggunaan jeli alumunium hidroksida

intoleransi dapat menjadi masalah. Jeli dapat menurunkan kadar fospor, memperbaiki kalsium fospor. ketidakseimbangan

sesuai keperluan

Kurang pengetahuan mengenai persiapan untuk persalinan/kelahiran; perawatan bayi b/d kurang pengalaman Kemungkinan dibuktikan oleh : NOC 1. Meminta informasi Pernyataan masalah atau kesalahan konsep NIC RASIONAL Pemahanman kenormalan

Mendiskusiakan 1. Berikan info tentang perubahan fisik 1. perubahan fisik/psikologis atau fisiologis normal berkenaan dengan trimester tiga

perubahan ini dapat menurunkan klecemasan meningkatkan aktivitas perawatan diri dan membantu penyesuaiaan

berkenaan dengan 2. Berikan info tertulis/verbal tentang persalinan/kelahira n 2. Mengidentifikasi sumber-sumber yang tepat untuk mendapatkan informasi tentang tanda-tanda awitan persalinan,

bedakan antara persalinan palsu dan 2. Membantu klien untuk mengenali benar. Diskusiakan kapan memberi tahu doctor atau pemberi pelayuanan kesehatan serta kapan meninggalkan rumah sakit/rumah bersalin. 3. awitan persalinan, untuk menjamin tiba kerumah sakit tepat waktu, dan menangani persalinan/kelahiran Membantu pengambilan menyiapkan peran baru,

Diskusikan tahap-tahap persalinan untuk persalinan.

perawatan bayi. 3.

memerlukan barang-barang tertentu untuk perabot, pakaian bayi,

Mengungkapkan 3. Berikan info verbal atau tertulis


17

kesiapan

untuk

tentang

perawatan

bayi,

membantu persiapan membri makan, cara menyusui dengan menggunakan botol. Kurang persiapan mungkin brhubungan secara kultural, di

persalinan/kelahira n dan bayi

perkembangan, pemberian makan, berikan referensi tepet. Kaji

keyakinan budaya. 4. Anjurkan keikutsertaan dalam kelas kelahiran anak (bila belum

tandai dengan keyakinan bahwa ersiapan mungkin berkenaan dengan peningkatan resiko kematian bayi karena Tuhan. 4. Menurunkan ansietas berkanaan dengan ketidaktahuan, menentang keinginan

mengikuti) dan melakukan orientasi RS/RB

meningkatkan mekanisme koping untuk persalinan/kelahiran

Harga diri,situsiaonal rendah b/d masalah mengenai kemampuan untuk menyelesaikan tugas kehamilan/kelahiran anak

NOC 1.

NIC Mendiskusikan 1. Diskusiakan 1. sifat/frekuensi mimpi-mimpi 2. Evaluasi fisiologis klien/pasangan terhadap kehamilan. 3. Dorong

RASIONAL Pada saat ini, mimpi-mimpi dan fantasi berhubungan dengan pengalaman melahirkan, kemungkinan abnormalitas bayi baru lahir, dan

reaksi-reaksi terhadap perubahan citra tubuh dan impian-impian 2. Mencari model peran positif persiapan dalam untuk

adaptasi perubahan peran yang berat. 2. Tugas normal trimester ketiga berfokus pada persiapan menjadi ibu atau ayah. Bila klien dan/atau pasangannya mempunyai ego lemah

menjadi orangtua. 3. Mengungkapkan perasaan percaya diri mengenai perqn baru.

untuk dan tidak menyelesaikan tugas-tugas kehamilan, mengatasi stress persalinan dan

berpartisivasi dalam kesulitan kelas anak,bila terlibat. 4. Kaji dan

kelahiran kelahiran serta menjadi orang tua mungkin belum terjadi. 3. Memberikan kesempatan untuk

ketersidaian mengembangkan kelompok pendukung untuk sifat system berbagi reaksi emosi pada kehamilan dan
18

pendukung,

model menyiapkan kelahiran yang berhasil Ketersediaan dukungan yang memedai

peran, dan keyakinan 4. budaya.

membantu mengembangkan penyesuaian positif terhadap kehamilan dan menjadi orangtua.

Resiko tinggi cedera terhadap ibu b/d ketuban pecah dini

NOC 1.

NIC Mengungkapkan 1.

RASIONAL Dapatkan kultur vagina. Kaji 1. Infeksi vagina atau PHS yang tidak diobati, menciptakan pada

pemahaman factor-faktor individu potensial 2. Bebas komplikasi

tentang resiko yang

terhadap infeksi dan penyakit hubungan seksual (PHS) misal monilia, gonorrhea dll.bila ada, rujuk pada tindakan yang tepat.

ketidaknyamanan berat

klien, dan resiko terhadap janin, baik transmisi melalui plasenta atau pad saat kelahiran Mendeteksi anemia dengan hipoksemia/anoksia pada klien dan janin. Riwayat positif meningkatkan kemungkinan masalah serupa pada kehamilan berikutnya 4. Penggunaan/ penyalahgunaan zat membuat klien beresiko terhadap persalinan prematur potensial

dari 2. Dapatkan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) pada gestasi 2.

minggu ke-28. Paastikan bahwa klien mentaati masukan zat besi dan vitamin Pranatal setiap hari. 3. Periksa masalah genetik (mis, sel sabit, talasemi) bila tidak di lakukan sebelumnya. 3. Berikan informasi tentang awitan persalinan 4. Tentukan penggunaan 5.

dan janin sulit di lahirkan. Adanya kedaruratan obstetrik, dengan reduksi pada volume cairan dan penurunan kapasitas pembawa oksigen

alkohol/onbat-obatan lain 5. Kaji terhadap perdarahan vagina, adanya area ekimosis, dan tandatanda koagulasi intravaskuler

diseminata, rujuk pada tindakan yang tepat (hemoragi pranatal)


19

menimbulkan ancaman pada organ-organ ibu, sirkulasi

plasenta, dan sistem janin.

Perubahan eliminasi urine b/d pembesaran uterus, peningkatan, tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus (LFG) Kemungkinan dibuktikan oleh : Frekuensi berkemih Dorongan Edema Dependen

NOC 1. Mengungkanpkan pemahaman kondisi. 2. Mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah statis tentang

NIC 1. Anjurkan clien untuk melakukan posisi miring kiri saaat tidur. keluhan-

RASIONAL 1. Meningkatkan memobilisasi proposi bagian ginjal: yang

mengalami edema dependen. Edema berkurang pada pagi hari pada edema fisiologis 2. Posisi ini memungkinkan terjadinya sindrom vena cava dan menurunkan aliran vena. 3. Kehilangan/ pembatasan natrium sangat menentukan regulator reninangio tensin- aldosteron dari kadar cairan, mengakibatkan dehidrasi atau hipovolemia berat. 4. Dapat mengidentifikasi spasme

Perhatikan

keluhan nokturia 2. Anjurkan clien untuk menghindari pisisi tegak atau supina dalam waktu yang lama 3. Berikan mengenai menggunakan dan informasi bahaya deuretik

urinarius dan/ atau edema jaringan

penghilangan

natrium dari diet 4. Tes urine midstrream untuk albumin. lokasi edema dan memeriksa Perhatikan luasnya dan

glomerulus atau penurunan perfusi ginjal berkenaan dengan HAK 5. Masalah-masalh yang

mempengaruhi fungsi ginjal di sertai dengan peningakatan folume cairan dan statis meningkatkan resiko clien terhadap masah-masalah sirkulasi

jaringan

haluaran urine 5. Kaji ulang masalah20

masalah medis yang ada sebelumnya penyakit (misal: ginjal,

yang mempengaruhi plasenta atau janin

hipertensi dan penyakit jantung)

Perubahan pola seksual b/d perubahan hasrat seksual, ketidak nyamanan salah pengertian atau takut Kemungkinan di buktikan oleh: Keluhan kesulitan seksual Keterbatasan atau perubahan pada perilakku seksual Memperhatikan keamanan janin

NOC 1. Mendiskusikan masalah yang behubungan dengan isu-isu seksual pada

NIC 1. Kaji persepsi pasangan terhadap hub seksual 2. Anjurkan pilihan posisi untuk choitus selain posisi pria di atas( misal, miring atau posisi wanita di atas) 3. Diskusikan tidak meniup pentingnya udara ke

RASIONAL 1. Kemampuan pasangan untuk mengintifikasi perubahan

seksual pada trimester 3 dapat mempengaruhi lemampuasn hub mereka dan untuk

trisemester3 2. Mengekpresika kepuasan berssama seksual dengan hub

mendukung ssatu sama lain secara emosional 2. Pembesaran abdomen clien memerlukan perubahan posisi untuk keamanan 3. Kematian imbolisme jumpai 4. Intruksi khusus mungkin di perlukan bila terdapat riwayat komplikasi atau bila komplikasi ibu udara keerena telah di kenyamanan dan

dalam vagina 4. Intruksikan clien untuk mendiskusikan keamanan

choitus dalam minggu ke 68 ahir dengan pemberi

perawatanya

21

di antisipasi

Resiko tinggi terhadap dekompensasi curah jantung b/d peningkatan volume cairan/perubahan aliran balik vena , perubahan permeabilitas kapiler NOC 1. NIC Melaporkan 1. perbaikan tidur/istirahat 2. Melaporkan 2. peningkatan rasa sejahtera dan segar persaan Tinjau ulang keperluan perubahan tidur normal berkanaan dengan RASIONAL 1. Membantu mengidentifikasi

keperluan untuk menetapkan pola tidur yang berbeda ( misal waktu tidur malam dan tidur siang lebih dini 2. Ansietas yang berlebihan,

kehamilan. Tentukan pola tidur saat ini Kaji terhadap kejadian insomnnia dan respon clien terhadap penurunan tidur. Anjurka alat bantu untuk tidur, seperti tehnik relaksasi, membaca, mendi air hangat dan penurunan aktifitas tepat sebelum istirahat 3. Dapatkan sel darah merah dan kadar hb: keseimbangan masala-masalah 3.

kegambiraan, ketidak nyamanan fisik, nokturia dan aktifitas janin dpat mempersulit tidur Anemia dan penurunan kadar hb, men gakibatkan jaringan perasaan penurunan serta leleh

organik seperti anemia

oksigenasi mempengaruhi berlbihan

Resiko tinggi terhadap pertukaran gas, kerusakan janin b/d perubahan suplai oksigen/ perubahan kapasitas pembawa oksigen darah (anemia atau ngrokok)

NOC 1. mengidentifikasi faktor-faktor indifidu 2. medemonstrasikan tehnik mengontrol menghilangkan faktor untuk resiko

NIC 1. Kaji program latihan 1.

RASIONAL Karena latihan yang keras aliran darah

pranatal clien, anjurka clien pada uterus daoat menurunkan sampai untuk yang mengikuti tidak terlalu latihan 70%, terjadi bradikardi janin sementara, berat kemungkinan hipertermia janin, dan

bukan latihan dengan beban retardasi pertumbuhan intra uterus berat badan (misal berenang, 2. naik sepesa)
22

Merupakan incompatibilitas

indikasi potensial

masalah dan

resiko 3. menunjukan denyut jantung janin normal, gerakan janin setiap hari normal dan

2.

Evalusasi terhadap faktor- penurunan perfusi plasenta faktor resiko lain (misal 3. anemia ibu) Perbandingan ukuran diameter

biparietal, perkiraan berat badan janin

3.

Siapkan dan bantu dengan dan panjang femur yang di dapatkan ultra sonografi , bila di dengan ultra sonografi dapat mengkaji indikasikan. pertumbuhan secara akurat Pada clien yang tidak sensitif dapat menurunkan kemungkinan perdarahan transplasenta

kemajuan perkembangan fundus. 4.

Berikan globulin Rh-imun 4. pada gestasi minggu ke28

Resiko tinggi terhadap cidera janin berhubungan dengan masalah kesehatan ibu, pemajanan pada teratogen/ agen inpeksi NOC 1. Mengidentifikasi faktorfaktor resiko indifidu 2. Mengubah gaya hidup/ perlaku menurunkan resiko untuk 3. 2. NIC 1. Hindari tembakau Pantau profil bio fisik janin Perhatikan kondisi RASIONAL penggunaan 1. Dapat menghambat penambahan berat badan ibu, menurunkan

pertumbuhan intra uterus/ plasenta , dan mengakibatkan scor apgar

rendah saat melahirkan

membran: clien yang di 2. Tentukan kesejahteraan ultraplasenta rawat di rumah sakit bila membran pecah atau janin 3. Pecah ketuban membuat janin dan clien beresiko terkena sepsis

Resiko tinggi terhadap koping indifidu/ kluarga berhubungan dengan metode koping yang tidak adekuat NOC 1. Mendiskusikan reaksi emosi trisemester3 2. Menyiapkan kelahiran bayi, sesuai dengan keinginan 2. NIC 1. RASIONAL Kaji persiapan persalinan, 1. keahlian dan kedatangan bayi baru lahir Tentuka persepsi clien / pasangan terhadap janin
23

Ketrlibatan pada kelas kelahiran bayi dan keahlian dan dapat secara bahan tentang dalam

peralatan perawatan kesiapan

menunjukkan psikologis.

budaya , melalui pendidikan

atau keahlian 3. Mengidentifikasi peran yang tepat 4. Menggambarkan kerakterikstik terhadap janin kepribadian model 3.

sebagai terpisah

kesatuan

yang

Kurangnya persiapan dapat di dasarkan pada keyakinan budaya,

Evaluasi

sistem

atau dapat menandakan masalah keuangan atau psikologis. 2. Persepsi pelengkapan ini menandakan tugas-tugas

pendukung yang tersedia pada clien attau pasangan

psikologis dari kehamilan 3. Ketersediaan keluarga dan teman dapat membantu klien/pasangan untuk mengatasi tugas-tugas yang datang karena persalinan dan

kelahiran

24

DAFTAR PUSTAKA
Doengoes. E, Marylinn. 2001. Rencana Perawatan Maternal Bayi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC Farrer, Helen. 2001. Perawatan Maternitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC

Prawiroharjo, Sarwono. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: yayasan Bina Pustaka Prawiroharjo, Sarwono. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka. Prawiroharjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: yayasan Bina Pustaka
http://sahabatsejatimayah.blogspot.com/2013/02/makalah-askep-ibu-hamil-trimester-ketiga.html

25

BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KEHAMILAN TRIMESTER III TERHADAP NY.I DI PUSKESMAS RAWAT INAP PANJANG BANDAR LAMPUNG

DATA UMUM KLIEN 1. Inisial Klien 2. Usia 3. Status Perkawinan 4. Pekerjaan : Ny. I : 23 tahun : Menikah : Ibu Rumah Tangga 1. Nama Suami : Tn. H 2. Usia 3.Pekerjaan 4. Pendidikan : 30 tahun : Buruh : SMK

5. Pendidikan Terakhir : SMK 6. Alamat : Srengsem B.Lampung

KELUHAN SAAT KUNJUNGAN Klien datang ke Puskesmas Rawat Inap Panjang Bandar Lampung tanggal 21 Oktober 2013 pukul 10.00 WIB bersama saudara perempuannya dengan keluhan nyeri dibagian pinggang menjalar sampai perut bagian bawah dengan skala nyeri 3 ( 1-10) nyeri dirasa saat klien banyak bergerak. RIWAYAT KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS YANG LALU No. Tahun Jenis Persalinan Penolong Jenis kelamin 1. 2. 3. 2010 2011 Normal / spontan Normal / spontan Bidan Bidan : Ya
26

Keadaan Bayi Sehat Sehat -

Masalah Kehamilan -

Laki-laki perempuan -

Hamil ini -

Pengalaman Menyusui

Berapa Lama

: Anak pertama menyusui selama 2 tahun, sedangkan anak kedua menyusui selama 1 tahun setengah.

RIWAYAT GINEKOLOGI 1. Masalah ginekologi 2. Riwayat KB : Tidak ada : klien menggunakan KB suntik 3 bulan

3. Riwayat Kehamilan saat ini : HPHT BB sebelum hamil : 20 Maret 2013 : 45 kg Taksiran partus : 27 Desember 2013 TD sebelum hamil :110/70mmHg

TD

BB/TB

TFU

Presentasijanin

DJJ

Usia Gestasi

Keluhan

Data lain

110/70 60 kg/ 33 cm mmHg 159 cm

Punggung kanan 135x/menit 32 minggu / kepala

Pusing

dan -

cepat lelah

Data umum kesehatan ini Status obstetric : G3 P4 A0 32 minggu Keadaan Umum : Baik, Kesadaran : Compos Mentis, TB/BB : 159 cm/ 60 kg Tanda tanda vital Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 85x/ menit

Pernafasan : 20x/ menit Suhu : 36,5 C

27

Kepala : simetris, bentuk kepala bulat, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan, kulit kepala bersih dan sedikit rontok Wajah : simetris, terdapat kloasma gravidarum Mata : simetris, konjungtiva ananemis, sclera anikterik, tidak ada gangguan penglihatan, terdapat lingkaran hitam di bawah mata Hidung : simetris, tidak flu, tidak mimisan, nyeri tekan (-) Mulut: simetris, tidak ada stomatis, gigi tidak berlubang, tidak ada karies gigi dan tidak ada pembengkakan tonsil Telinga: simetris, bersih, tidak ada pembengkakan dan tidak ada gangguan pendengaran Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada distensi vena jugularis Dada Jantung Paru : BJ 1 dan 2 , Reguler, Tekanan darah : 100/70 mmHg : vesikuler, ronchi (-), wheezing (-)

Payudara : simetris, bersih, aerola mamae berwarna hitam, teraba hangat, tidak ada benjolan, nyeri tekan (-) Putting susu : menonjol

Pengeluaran ASI : cairan colostrum keluar sebanyak 1 sendok teh Abdomen Uterus: TFU : 33 cm

28

Leopold I : TFU 33 cm, bagian fundus teraba bulat, lunak dan tidak melenting (bokong ) Leopald II: - Bagian kanan perut ibu teraba bagian datar dan keras seperti papan (punggung ) - Bagian kiri perut ibu teraba bagian terkecil janin (ekstermitas) Leopald III: Bagian bawah perut ibu/ diatas simfisis pubis teraba bulat keras dan melenting (kepala). Masih dapat digoyangkan Pigmentasi Terdapat linea nigra dan striae disekitar abdomen Perineum dan Genital Vagina Keputihan Ekstremitas Ekstremitas atas: tonus otot pada kedua tangan baik, tidak ada odema dan tidak ada varises Ekstremitas bawah Tonus otot : tidak ada odema, tidak terdapat verises, dan reflek patela(+) : 5555 5555 5555 5555 : bersih, tidak ada varises : tidak ada

Eliminasi Kebiasaan BAK : Klien Bak 5x/hari, sama seperti sebelum hamil

29

Kebiasaan BAB: Sebelum hamil, klien BAB 1x/hari, dan saat hamil klien sulit BAB, BAB 3 hari sekali, Konsistensi feses padat, warna kuning kecoklatan Masalah Keperawatan : Gangguan pola eliminasi Istirahat dan Kenyamanan Sebelum Hamil : Pola kebiasaan tidur klien dengan frekuensi tidur 8 jam/hari

Saat Hamil: Klien hanya tidur 1jam pada siang hari, dan 4jampadamalamhari, sering terbangun dimalam hari, karena merasa nyeri dibagianpinggang sampai perut Masalah Keperawatan : Gangguan Pola Tidur Mobilisasi dan Latihan Klien mengatakan masih bisa dan tetap melakukan aktifitas seperti biasanya sepertimencuci, menyapu rumah namun cepat merasa lelah. Klien juga tidak sempat untuk berolahraga karena harus mengurus rumah dan anak-anaknya Nutrisi dan Cairan Asupan Nutrisi Asupan Cairan Keadaan mental Klien mengatakan sudah mulai menyiapkan diri untuk proses persalinan nanti. Klienjuga mengatakan bahagia dan tidak sabar menantikan kelahiran anak ketiganya. Persiapan Persalinan Klien mengatakan bahwa ia tidak pernah mengikuti senam hamil
30

: Klien mengatakan makan 1 piring, 3x/hari, sering mengemil : Klien mengatakan banyak minum, 8 gelas/hari, ( 2 liter/hari)

Klien mengatakan akan melahirkan di rumah bersalin dekat rumahnya Klien mengatakan sudah mempersiapkan perlengkapan untuk bayinya Klien, suami dan keluarga sangat tidak sabar menantikan proses kelahiran anaknya yang ketiga Karena ini merupakan kehamilan yang ketiga, klien sudah mengerti mengenai tandatanda mau melahirkan, cara mendistraksi nyeri maupun proses persalinan Klien belum mengerti cara perawatan payudara dan vulva hygiene

Obat-obatan yang dikonsumsi saat ini Pil zat besi (penambah darah) Hasil Pemeriksaan Penunjang --Rencana Kunjungan Rumah ---

Bandar Lampung,

Oktober 2013

Pengkaji

31

ANALISA DATA Data Senjang DS : Klien mengatakan nyeri dan pegal di bagian pinggang Masalah Keperawatan Gangguan nyeri rasa Etiologi fisik dan

nyaman Perubahan

pengaruh hormonal

sampai perut DO : Klien tampak lemas Klien tampak mengusap bagian pinggangnya DS : Klien mengatakan sulit BAB Klien mengatakan, saat hamil BAB 3 hari sekali Gangguan pola eliminasi Penurunan usus uterus dan peristaltik penekanan

32

DO : Konsistensi feses padat, warna feses kuning kecoklatan DS : Klien mengatakan tidur 1 jam pada siang hari dan 4 jam pada malam hari Klien mengatakan sering Gangguan pola tidur Ketidakmampuan mempertahankan kenyamanan

terbangun pada malam hari DO : Klien tampak kurang tidur Terdapat lingkaran hitam di bawah mata klien Klien sering menguap

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN No.Dx Tujuan Intervensi Rasional

33

1.

Setelah

dilakukan

1. Kaji skala nyeri 2. Ajarkan relaksasi dalam 3. Anjurkan posisi teknik nafas

1. Mengetahui nyeri

intensitas

askep selama 1x24 jam, nyeri berkurang diharapkan klien dengan

2. Dapat mengurangi rasa nyeri 3. Dapat mengurangi rasa nyeri 4. Aktivitas berat fisik yang dapat

kriteria hasil : Skala nyeri 0-3 Klien mengelus pinggang dengan meringis
2.

yang nyaman 4. Anjurkan untuk melakukan aktivitas yang berat fisik tidak klien tidak

meningkatkan rasa lelah

Setelah

dilakukan 1. Kaji kebiasaan 1. Mengetahui perubahan pola BAB 2. Pembesaran menekan diet intestinal menurunkan kinerja/pergerakan usus 3. Untuk BAB 4. Untuk feses indikasi BAB memperlancar memperlancar uterus organ sehingga pola eliminasi 2. Auskultasi bising usus 3. Anjurkan

askep selama 1x24 jam, masalah diharapkan eliminasi

(BAB) dapat teratasi dengankriteria hasil: BAB klien

buah sayur dan intake cairan

lancar 1x/hari 3.

yang adekuat 4. Kolaborasi pemberian pelunak sesuai

Konsistensi feses lunak

(bila perlu) Setelah dilakukan 1. Mengetahui perubahan 1. Kaji kebiasaan


34

askep selama 1x24 jam, diharapkan

pola tidur

pola

tidur

klien efektif kriteria

pola tidur 2. Anjurkan dengan miring 3. Anjurkan klien tidur posisi

2. Meningkatkan ingin beristirahat 3. Meningkatkan ingin beristirahat 4. Untuk

rasa

menjadi dengan hasil: Klien tidur jam/hari Klien tidur nyaman

rasa

mengurangi

dapat 8

tidur

diruangan

kerja otak saat tidur, sehingga dapat tidur

yang nyaman dan tenang

dengan lebih nyaman klien

dapat dengan

4. Anjurkan

untuk mematikan lampu ruangan/kamar sebelum dan saat tidur

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN No. Dx 1 Tanggal 21-10-13 Implementasi 1. Mengkaji skala nyeri klien 2. Mengajarkan teknik Evaluasi S = Klien mengatakan nyeri masih sering muncul saat ibu bergerak O= Skala nyeri 3 Klien tampak Paraf

relaksasi nafas dalam 3. Menganjurkan posisi yang nyaman bagi ibu 4. Menganjurkan untuk melakukan klien tidak aktivitas -

menahan rasa nyeri Klien mengusap pinggang A = Masalah gangguan tampak bagian

fisik yang berat

nyaman nyeri belum teratasi


35

P = Lanjutkan intervensi 1,2 1. klien 2. 2 21-10-13 1. Mengkaji kebiasaan Mengajarkan teknik Mengkaji skala nyeri

relaksasi nafas dalam

pola eliminasi klien 2. Auskultasi bising usus S = Klien mengatakan masih klien 3. Menganjurkan buah dan sayur diet O= Klien BAB 3 hari sekali Konsistensi padat, kecoklatan A = Bising usus 5x/menit Masalah gangguan feses kuning sulit untuk BAB

eliminasi belum teratasi 3 21-10-13 P = Lanjutkan intervensi 1,2 1. 1. Mengkaji kebiasaan Mengkaji kebiasaan

pola eliminasi klien 2. Auskultasi bising usus

pola tidur klien 2. Menganjurkan tidur

klien S = Klien mengatakan masih sulit untuk tidur O= Terdapat lingkaran

dengan posisi miring 3. Menganjurkan klien

tidur diruangan yang nyaman dan tenang 4. Menganjurkan klien


36

untuk

mematikan -

hitam pada mata Klien masih sering menguap Klien tampak lemas

lampu ruangan atau kamar sebelum dan saat tidur

A = Masalah gangguan pola tidur belum teratasi P = Lanjutkan intervensi 1,2 1. Mengkaji kebiasaan

pola tidur klien 2. Menganjurkan tidur

dengan posisi miring

37