Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Dalam usaha meminimalkan AKI dan AKB, persalian yang dilakukan oleh dukun harus dialihkan kepada bidan. Dengan kata lain hal-hal yang berbau adat istiadat tetap dilakukan oleh dukun namun diawasi oleh bidan (kemitraan bidan dengan dukun tersebut). Salah satu kasus kesehatan yang masih banyak ter adi di Indonesia adalah persalinan dengan pertolongan oleh dukun bayi. Kenyataannya, hampir semua masyarakat Indonesia baik itu yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan lebih senang ditolong oleh dukun. !al tersebut disebabkan oleh tradisi dan adat istiadat setempat. Dan "ara atau strategi untuk membangun "ohesi#e network di antara para pemuka setempat, masyarakat, dukun dan bidan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan maternal dan perinatal se"ara bersama-sama. $enelitian ini menggunakan metode kualitati%. &eknik yang digunakan adalah wawan"ara mendalam. In%orman yang dipilih adalah dukun bayi, bidan, ibu yang melahirkan dengan pertolongan dukun bayi dan ibu yang melahirkan dengan pertolongan bidan. B. TUJUAN PENULISAN &u uan dari penulisan makalah ini adalah ' (. )ntuk mengembangkan pengetahuan tentang *ASK+B , (Kebidanan Komunitas)- khususnya pada pembahasan tentang $embinaan Dukun Bayi, $emberitahuan Ibu !amil untuk Bersalin di &enaga Kesehatan ($romosi &enaga Kesehatan) .. /. )ntuk menambah wawasan kita sebagai mahasiswa Akademi Kebidanan khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Sebagai pemenuhan tugas dari mata kuliah ASK+B , (Kebidanan Komunitas)

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 PEMBINAAN KADER 1. Pengertian Kader Kader kesehatan masyarakat adalah laki-laki atau wanita yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah-masalah kesehatan perseorangan maupun masyarakat untuk berker a dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat-tempat pemberian pelayanan kesehatan. Kader merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling dekat dengan masyarakat departemen kesehatan membuat kebi akan mengenai latihan untuk kader yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, menurunkan angka kematian ibu dan anak. $ara kader kesehatan masyarakat itu seyogyanya memiliki latar belakang pendidikan yang "ukup sehingga memungkinkan mereka untuk memba"a, menulis dan menghitung se"ara sedarhana. Kader kesehatan masyarakat bertanggung awab atas masyarakat setempat serta pimpinan yang ditu uk oleh pusat-pusat pelayanan kesehatan. Diharapkan mereka dapat melaksanakan petun uk yang diberikan oleh para pembimbing dalam alinan ker a dari sebuah tim kesehatan. $ara kader kesehatan masyarakat untuk mungkin sa a berker a se"ara %ullteng atau partime dalam bidang pelayanan kesehatan dan mereka tidak dibayar dengan uang atau bentuk lainnya oleh masyarakat setempat atau oleh puskesmas. 0amun ada uga kader kesehatan yang disediakan sebuah rumah atau sebuah kamar serta beberapa peralatan se"ukupnya oleh masyarakat setempat. 2.Peran F ng!i Kader $eran dan %ungsi kader sebagai pelaku penggerakan masyarakat' (. .. /. 1. 2. perilaku hidup bersih dan sehat pengamatan terhadap masalah kesehatan didesa upaya penyehatan dilingkungan peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita permasyarakatan keluarga sadar gi3i

Kader di tun ukan oleh masyarakat dan biasanya kader melaksanakan tugas-tugas kader kesehatan masyarakat yang se"ara umum hampir sama tugasnya dibeberapa 0egara yaitu' (. .. /. 1. 2. 4. 5. 6. 7. pertolongan pertama pada ke"elakaan dan penanganan penyakit yang ringan melaksanakan pengobatan yang sederhana pemberian moti#asi dan saran-saran pada ibu-ibu sebelum dan sesudah melahirkan menolong persalinan pemberian moti#asi dan saran-saran tentang perawatan anak memberikan moti#asi dan peragaan tentang gi3i program penimbangan balita dan pemberian makanan tambahan pemberian moti#asi tentang imunisasi dan bantuan pengobatan melakukan penyuntikan imunisasi

(8. pemberian moti#asi KB ((. membagikan alat-alat KB (.. pemberian moti#asi tentang sanitasi lingkungan,kesehatan perorangan dan kebiasaan sehat se"ara umum. (/. pemberian moti#asi tentang penyakit menular,pen"egahan dan peru ukan. (1. pemberian moti#asi tentangperlunya %all up pada penyakit menular dan perlunya memastikan diagnosis. (2. penenganan penyakit menular. (4. membantu kegiatan di klinik. (5. meru uk penderita kepuskesmas atau ke 9S (6. membina kegiatan )KS se"ara teratur (7. mengumpulkan data yang dibutuhkan oleh puskesmas membantu pen"atatan dan pelaporan. ". #e$%ent &an &ader :ekanisme pembentukan kader membutuhkan ker asama tim. !al ini disebabkan karena kader yang akan dibentuk terlebih dahulu harus diberikan pelatihan kader. $elatihan kader ini diberikan kepada para "alon kader didesa

yang telah ditetapkan. Sebelumnya telahdilaksanakan kegiatan persiapan tingkat desa berupa pertemuan desa, pengamatan dan adanya keputusan bersama untuk terlaksanakan a"ara tersebut. ;alon kader berdasarkan kemampuan dan kemauan ber umlah 1-2 orang untuk tiap posyandu. $ersiapan dari pelatihan kader ini adalah' "alon kader yang kan dilatih waktu pelatihan sesuai kesepakatan bersama tempat pelatihan yang bersih, terang, segar dan "ukup luas adanya perlengkapan yang memadai pendanaan yang "ukup adanya tempat praktik ( lahan praktik bagi kader ) &im pelatihan kader melibatkan dari beberapa se"tor. ;amat otomatis bertanggung awab terhadap pelatihan ini, namun se"ara teknis oleh kepala puskesmas. $elaksanaan harian pelatihan ini adalah sta% puskesmas yang mampu melaksanakan. Adapun pelatihannya adalah tanaga kesehatan, petugas KB ($<KB), pertanian, agama, pkk, dan se"tor lain. =aktu pelatihan ini membutuhkan /. am atau disesuaikan. :etode yang digunakan adalah "eramah, diskusi, simulasi, demonstrasi, pemainan peran, penugasan, dan praktik lapangan. >enis materi yang disampaikan adalah' (. .. /. 1. 2. 4. 5. 6. pengantar tentang posyandu persiapan posyandu kesehatan ibu dan anak keluarga beren"ana imunisasi gi3i penangulangan diare pen"atatan dan pelaporan

1. Strategi men aga +ksistensi Kader Setelah kader posyandu terbentuk, maka perlu ada nya strategi agar mereka dapat selalu eksis membantu masyarakat dibidang kesehatan.

(.

re%resing kader posyandu pada saat posyandu telah selesai dilaksanakan oleh bidan desa maupun petugas lintas se"tor yang mengikuti kegiatan posyandu

.. /.

adanya perubahan kader posyandu tiap desa dan dilaksanakan pertemuan rutin tiap bulan se"ara bergilir disetiap posyandu re#italisasi kader posyandu baik tingkat desa maupun ke"amatan. Dimana semua kader di undang dan diberikan penyegaran materi serta hiburan dan bisa uga diberikan rewards.

1.

$emberian rewards rutin misalnya berupa kartu berobat gratis kepuskes untuk kader dan keluarganya dan uga dalam bentuk materi yang lain yang diberikan setiap tahun $ara kader kesehatan yang beker a dipedesaan membutuhkan pembinaan

atau pelatihan dalam rangka menghadapi tugas-tugas mereka, masalah yang dihadapinya. $embinaan atau pelatihan tersebut dapat berlangsung selama 4-6 minggu atau bahkan lebih lama lagi. Salah satu tugas bidan dalam upaya menggerakkan peran serta masyarakat adalah melaksanakan pembinaan kader. Adapun hal-hal yang perlu disampaikan dalam pembinaan kader adalah ' (. .. /. 1. 2. $emberitahuan ibu hamil untuk bersalin ditenaga kesehatan ( promosi bidan siaga) $engenalan tanda bahaya kehamilan, persalinan dan ni%as serta ru ukannya. $enyuluhan g3i dan keluarga beren"ana $en"atatan kelahiran dan kematian bayi atau ibu $romosi btabulin, donor darah ber alan,ambulan desa,suami siaga,satgas gerakan saying ibu. $embinaan kader yang dilakukan bidan didalamnya berisi tentang perran kader adalah dalam daur kehidupan wanita dari mulai kehamilan sampai dengan masa perawatan bayi. Adapun hal-hal yang perlu disampaikan dalam persiapan persalinan adalah sebagai berikut ' Se ak awal, ibu hamil dan suami menentukan persalinan ini ditolong oleh bidan atau dokter

Suami atau keluarga perlu menabung untuk biaya persalinan. Ibu dan suami menanyakan kebidan atau kedokter kapan perkiraan tanggal persalinan >ika ibu bersalin dirumah, suami atau keluarga perlu menyiapkan terang, tempat tidur dengan alas kain yang bersih, air bersih dan sabun untuk "u"i tangan, handuk kain, pakaian kain yang bersih dan kering dan pakaian ganti ibu. $embinaan kader yang dilakukan bidan yang berisi tentang peran kader dalam deteksi dini tanda bahaya dalam kehamilan maupun hal-hal berikut ini. $erdarahan ( hamil muda dan hamil tua) Bengkan dikaki, tangan, wa ah, atau sakit kepala kadang disertai ke ang Demam tinggi Keluar air ketuban sebeleum waktunya Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak Ibu muntah terus dan tidak mau makan 2.2. D & n Ba'i Dukun bayi adalah seorang anggota masyarakat, pada umumnya seorang wanita yang mendapat keper"ayaan serta memiliki keterampilan menolong persalinan se"ara tradisional dan memperoleh keterampilan tersebut dengan "ara turun-temurun bela ar se"ara praktis atau "ara lain yang men urus kearah peningkatan keterampilan tersebut serta melalui petugas kesehatan. Dukun bayi adalah seorang wanita atau pria yang menolong persalinan. Kemampuan ini diperoleh se"ara turun menurun dari ibu kepada anak atau dari keluarga dekat lainnya (Kusnada Adimihard a) Beberapa hasil penelitian menun ukkan bahwa masyarakat sudah mengenal dukun bayi atau dukun beranak sebagai tenaga pertolongan persalinan yang diwariskan se"ara turun-temurun. Dukun bayi yaitu mereka yang memberi pertolongan pada waktu kelahiran atau dalam hal-hal yang berhubungan dengan pertolongan kelahiran, seperti memandikan bayi, upa"ara mengin ak tanah, dan upa"ara adat serimonial lainnya. $ada kelahiran anak dukun bayi yang biasanya adalah seorang wanita tua yang sudah berpengalaman, membantu melahirkan dan

memimpin upa"ara yang bersangkut-paut dengan kelahiran itu (Koent araningrat, (77.) Sekitar 58? - 68? pertolongan persalinan di pedesaan ditangani oleh dukun bayi. Dukun bayi mendapat keper"ayaan penuh sebagai orang tua yang dapat melindungi klien dan keluarga. Biaya pertolongan bayi oleh dukun di berikan se"ara bertahap yang dianggap murah, meskipun bila dihitung relati% mahal. $embagian Dukun Bayi, :enurut Depkes 9I, dukun bayi dibagi men adi . yaitu ' (. .. Dukun Bayi &erlatih, adalah dukun bayi yang telah mendapatkan pelatihan oleh tenaga kesehatan yang dinyatakan lulus. Dukun Bayi &idak &erlatih, adalah dukun bayi yang belum pernah terlatih oleh tenaga kesehatan atau dukun bayi yang sedang dilatih dan belum dinyatakan lulus. Kesalahan yang sering dilakukan oleh dukun sehingga dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi, antara lain ' &er adinya robekan rahim karena tindakan mendorong bayi didalam rahim dari luar sewaktu melakukan pertolongan pada ibu bersalin &er adinya perdarahan pas"a bersalin yang disebabkan oleh tindakan mengurut-ngurut rahim pada waktu kala III &er adinya partus tidak ma u, karena tidak mengenal tanda kelainan partus dan tidak mau meru uk ke puskesmas atau 9S. )ntuk men"egah kesalahan tindakan dukun tersebut di perlukan suatu bimbingan bagi dukun. Super#isi @ pembinaan adalah bimbingan teknis yang terus menerus dan berkesinambungan untuk men"apai suatu tu uan. :en angkau . aspek ' (. $embinaan keterampilan dukun bayi .. $embinaan hasil kegiatan yang dilaksanan oleh dukun bayi. &u uan super#isi @ bimbingan dukun bayi ' :en aga, mempertahankan, meningkatkan keterampilan dukun bayi :en aga, mempertahankan dan meningkatkan "akupan hasil kegiatan dukun dalam merawat bumil, bulin dan bu%as.

Sebagai bahan asupan dalam penyusunan laporan kegiatan petugas puskesmas. $elaksana super#isi @ bimbingan @ pembinaan ' (. Dokter .. Bidan /. $erawat kesehatan 1. $etugas imunisasi 2. $etugas gi3i &empat pelaksanaan pembinaan dukun bayi ' (. $osyandu pada hari buka oleh petugas @ pembina posyandu .. $erkumpulan dukun bayi dilaksanakan di puskesmas. /. !ome to home (a&t #e)a&!anaan #e$%inaan d & n %a'i * Saat kun ungan super#isi petugas puskesmas di posyandu di desa tempat tinggal dukun. $ertemuan rutin yang telah disepakati =aktu-waktu lain saat petugas bertemu dengan dukun bayi Saat mendampingi dukun bayi waktu menolong persalinan D & n $e$# n'ai +iri,+iri !e%agai %eri& t * (. .. /. $ada umumnya adalah seorang anggota masyarakat yang "ukup dikenal di desa. $endidikan tidak melebihi pendidikan orang biasa, umumnya buta huru% $eker aan sebagai dukun umumnya bukan untuk tu uan men"ari uang tetapi karena ApanggilanB atau melalui mimpi-mimpi, dengan tu uan untuk menolong sesam 1. Disamping men adi dukun, mereka mempunyai peker aan lainnya yang tetap. :isalnya petani, atau buruh ke"il sehingga dapat dikatakan bahwa peker aan dukun hanyalah peker aan sambilan

2.

Cngkos yang harus dibayar tidak ditentukan, tetapi menurut kemampuan dari masing-masing orang yang ditolong sehingga besar ke"il uang yang diterima tidak sama setiap waktunya

4.

)mumnya dihormati dalam masyarakat atau umumnya merupakan tokoh yang berpengaruh, misalnya kedudukan dukun bayi dalam masyarakat

Ke)e%i-an dan Ke& rangan #er!a)inan 'ang dit.).ng .)e- d & n antara )ain * (. Kelebihan D Dukun merawat ibu dan bayinya sampai tali pusatnya putus. D Kontak ibu dan bayi lebih awal dan lama D $ersalinan dilakukan di rumah D Biaya murah dan tidak ditentukan. .. Kekurangan D Dukun belum mengerti teknik septik dan anti-septik dalam menolong persalinan. D Dukun tidak mengenal keadaan patologis dan kehamilan, persainan, ni%as dan bayi baru lahir. $engetahuan dukun rendah sehingga sukar ditatar dan di ikutsertakan dalam program pemerintah. ($edoman Super#ise Dukun Bayi, (77.). 2." TUJUAN PEMBINAAN DUKUN BA/I Dukun bayi merupakan tokoh kun"i dalam masyarakat yang berpotensi untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. $eran dan pengaruh dukun sangat ber#ariasi sesuai dengan budaya yang berlaku. $eran dukun dalam masa perinatal sangat ke"il atau dukun memiliki wewenang yang terbatas dalam pengambilan keputusan tentang "ara penatalaksanaan komplikasi kehamilan atau persalinan, sehinngga angka kematian masih tinggi. )ntuk mengatasi hal tersebut di atas, yaitu untuk meningkatkan status dukun dalam pengambilan keputusan, maka di lakukan upaya pelatihan dukun

bayi agar mereka memiliki pengetahuan dan ide baru yang dapat di sampaikan dan di terima oleh anggota masyarakat. Beberapa program pelatihan dukun bayi memperbesar peran dukun bayi dalam program KB dan pendidikan kesehatan di berbagai aspek kesehatan reproduksi dan kesehatan anak. $okok dari pelatihan dukun adalah untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan yang sebenarnya sudah di lakukan oleh dukun, seperti memberikan saran tentang kehamilan, melakukan persalinan bersih dan aman, serta mengatasi masalah yang mungkin mun"ul pada saat persalinan, sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat di kurangi atau di "egah sedini mungkin.

2.0 LANGKAH PEMBINAAN DUKUN BA/I $embinaan dukun dilakukan dengan memperhatikan kondisi, adat, dan peraturan dari masing-masing daerah atau dukun berasal ,karena tidak mudah menga ak seseorang dukun untuk mengikuti pembinaan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan bidan dalam pembinaan dukun adalah sebagai berikut' a. Ease I ' $enda%taran Dukun Semua dukun yang berpraktek dida%tar dan diberikan tanda terda%tar Dilakukan assesment mengenai pengetahuan@ ketrampilan dan sikap mereka dalam penanganan kehamilan dan persalinan b. Ease II ' $elatihan Dilakukan pelatihan sesuai dengan hasil assesment Diberikan serti%ikat

Diberikan penataan kembali tugas dan wewenang bidan dalam pelayanan kesehatan ibu Fang tidak dapat serti%ikat tidak diperkenankan praktek ". Ease III ' $elatihan oleh tenaga terlatih $ersalinan hanya boleh dilakukan oleh tenaga trelat $endidikan bidan desa diprioritaskan pada anak dan keluarga dukun

2.1 UPA/A PEMBINAAN DUKUN BA/I Dalam praktiknya, melakukan pembinaan dukun di masyarakat tidaklah mudah. :asyarakat masih menganggap dukun sebagai tokoh masyarakat yang patut dihormati, memiliki peran penting bagi ibu-ibu di desa. Cleh karena itu, di butuhkan upaya agar bidan dapat melakukan pembinaan dukun. Beberapa upaya yang dapat dilakukan bidan di antaranya adalah sebagai berikut' (. .. /. :elakukan pendekatan dengan para tokoh masyarakat setempat. :elakukan pendekatan dengan para dukun. :emberikan pengertian kepada para dukun tentang pentingnya persalinan yang bersih dan aman. 1. :emberi pengetahuan kepada dukun tentang komplikasi-komplikasi kehamilan dan bahaya proses persalinan. 2. :embina kemitraan dengan dukun dengan memegang asas saling menguntungkan. 4. :engan urkan dan menga ak dukun meru uk kasus-kasus resiko tinggi kehamilan kepada tenaga kesehatan.

Pelaksana supervisi / bimbingan / pembinaan G Dokter G Bidan G $erawat kesehatan G $etugas imunisasi G $etugas gi3i

Tempat pelasanaan pembinaan dukun bayi G $osyandu pada hari buka oleh petugas @ pembina posyandu G $erkumpulan dukun bayi dilaksankan di puskesmas.

Waktu pelaksanaan pembinaan dukun bayi G Saat kun ungan super#isi petugas puskesmas di posyandu di desa tempat tinggal dukun. G $ertemuan rutin yang telah disepakat G =aktu-waktu lain saat petugas bertemu dengan dukun bayi G Saat mendampingi dukun bayi waktu menolong persalinan

2.2 KLASIFIKASI PEMBINAAN DUKUN BA/I Berikut adalah klasi%ikasi materi yang di berikan untuk melakukan pembinaan dukun' 1. Pr.$.!i Bidan Siaga Salah satu "ara untuk melakukan promosi bidan siaga, yaitu dengan melakukan pendekatan dengan dukun bayi yang ada di desa untuk beker a sama dalam

pertolongan persalinan. Bidan dapat memberikan imbalan asa yang sasuai apabila dukun menyerahkan ibu hamil untuk bersalin ke tempat bidan. Dukun bayi dapat di libatkan dalam perawatan bayi baru lahir. Apabila "ara tersebut dapat di lakukan dengan baik, maka dengan kesadaran, dukun akan memberitaukan ibu hamil untuk melakukan persalinan di tenaga kesehatan (bidan). Ibu dan bayi selamat, dera at kesehatan ibu dan bayi di wilayah tersebut semakin meningkat. 2. Pengena)an Tanda Ba-a'a Ke-a$i)an3 Per!a)inan3 Ni4a!3 dan R 5 &an Dukun perlu mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang perawatan pada ibu hamil, sehingga materi tentang pengenalan terhadap ibu hamil yang beresiko tinggi, tanda bahaya kehamilan, persalinan, ni%as, dan ru ukan merupakan materi yang harus di berikan, agar dukun bayi dapat melakukan deteksi dini kegawatan atau tanda bahaya pada ibu hamil, bersalin, ni%as dan segera mendapatkan ru ukan "epat dan tepat. Beri& t ini ada)a- $ateri,$ateri da)a$ #e)a&!anaan #e$%inaan d & n* a. Pengenalan golongan resiko tinggi Ibu yang termasuk dalam golongan resiko tinggi adalah ibu dengan umur terlalu muda (kurang (4 tahun) atau terlalu tua (lebih /2 tahun), tinggi badan kurang dari (12 "m, arak antara kehamilan terlalu dekat (kurang dari . tahun) atau terlalu lama (lebih dari (8 tahun), ibu hamil dengan anemia, dan ibu dengan riwayat persalinan buruk (perdarahan, operasi, dan lain-lain) b. Pengenalan tanda-tanda bahaya pada kehamilan $engenalan tanda-tanda bahaya pada kehamilan meliputi perdarahan pada kehamilan sebelum waktunyaH ibu demam tinggiH bengkak pada kaki, tangan dan wa ahH sakit kepala atau ke angH keluar air ketuban sebelum waktunyaH

%rekuensi gerakan bayi kurang atau bayi tidak bergerakH serta ibu muntah terus menerusH dan tidak mau makan c. Pengenalan tanda-tanda bahaya pada persalinan &anda-tanda bahaya pada persalinan, yaitu bayi tidak lahir dalam (. am se ak ibu merasakan mulas, perdarahan melalui alan lahir, tali pusat atau tangan bayi keluar dari alan lahir, ibu tidak kuat menge an atau mengalami ke ang, air ketuban keruh dan berbau, plasenta tidak keluar setelah bayi lahir, dan ibu gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat. d. Pengenalan tanda-tanda kelainan pada nifas &anda-tanda kelainan pada ni%as meliputi' perdarahan melalui alan lahirH keluarnya "airan berbau dari alan lahirH demam lebih dari dua hariH bengkak pada muka, kaki atau tanganH sakit kepala atau ke ang-ke angH payudara bengkak disertai rasa sakitH dan ibu mengalami gangguan iwa.

BAB I6 PENUTUP

A. KESIMPULAN Salah satu kasus kesehatan yang masih banyak ter adi di Indonesia, adalah persalinan yang ditolong oleh dukun bayi. Kenyataannya, hampir semua masyarakat Indonesia baik yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan sekalipun lebih senang ditolong oleh dukun. !al tersebut disebabkan oleh tradisi dan adat istiadat setempat. :asalah kesehatan bagi penduduk di kota maupun di pedesaan Indonesia masih sa a merupakan masalah yang pelik. )paya untuk meyakinkan sasaran agar dapat menerima pelayanan kesehatan yang memberi man%aat bagi mereka tidak lain adalah melalui promosi kesehatan. B. SARAN Setelah memba"a makalah ini, diharapkan pemba"a dapat memahami dan mengerti mengenai isi dari makalah, yaitu tentang $embinaan Dukun Bayi, $emberitahuan Ibu !amil untuk Bersalin di &enaga Kesehatan ($romosi &enaga Kesehatan).

DAFTAR PUSTAKA

:a"h%oed3, Ir"ham, dkk, $endidikan Kesehatan Bagian Dari $romosi Kesehatan, Eitramaya, Fogyakarta, .885, !al. 56-(84. Dep Kes 9I.(771.-$edoman Super#isi Dukun Bayi Sya%rudin, SK:, :. Kes, dkk. .887. Kebidanan Komunitas. >akarta ' +I; Fuli%ah, 9ita. .887. Asuhan Kebidanan Komunitas. >akarta ' Salemba :edika