Anda di halaman 1dari 13
UNIVERSITAS INDONESIA Tugas ManajemenInformasiKorporat (MIK) Amazon.com: The Brink of Bankruptcy Kelas 2013 SA Kelompok

UNIVERSITAS INDONESIA

Tugas ManajemenInformasiKorporat (MIK)

Amazon.com: The Brink of Bankruptcy

Kelas 2013 SA Kelompok 4:

Muhammad Anshar S.

1306431021

Ndaru Nuswantari

1306347042

Pipiet Faizal Amin

1306347080

Surya Tri Wardhana

1306347181

Tri Uvi Fauziah

1306347194

Zainudin Syuhada

1306431236

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS INDONESIA

2014

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1

1.1 Sejarah Singkat Amazon

1

1.2 Tujuan Penulisan

1

1.3 Kerangka Penulisan

1

BAB 2

PERBEDAAN “DOT-COM” dan “TRADITIONAL-COM

2

2.1. Pengertian “dot-com

2

2.2. Pengertian “traditional-com

3

2.3. Perbedaan “dot-com” dan “traditional-com”

3

BAB 3

PERKEMBANGAN MODEL BISNIS AMAZON

4

3.1. Pengertian Model Bisnis

4

3.2. Evolusi Model Bisnis

4

3.3. Perkembangan Model Bisnis Amazon

4

BAB 4

STRATEGI AMAZON PADA “DOT-COM BUBBLE BURST ERA

6

4.1. Era “Dot-com Bubble

6

4.2. Faktor Penyebab “Dot-com Bubble Burst

6

4.3. Strategi Amazon dalam Era Dot-Com Bubble Burst

6

BAB 5 STRATEGI “BLUE OCEAN

8

5.1. Pengertian Strategi “Blue Ocean

8

KESIMPULAN

10

DAFTAR PUSTAKA

11

1.1 Sejarah Singkat Amazon

BAB 1

PENDAHULUAN

Amazon, Inc. didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994. Amazon adalah sebuah perusahaan internasional dalam bidang perdagangan elektronik yang mempunyai kantor pusat di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Amazon memulai usahanya sebagai toko buku online dan selanjutnya melebarkan usahanya pada penjualan DVD, VHSs, CD, video dan MP3, software, video games, elektronik, pakaian, furniture, makanan, mainan, dan perhiasan. Perusahaan juga memproduksi Kindlee-book reader dan tablet Kindle Fire serta merupakan penyedia utama layanan cloud computing. Amazon dianggap sebagai perusahaan startup paling sukses keempat sepanjang masa berdasarkan kapitalisasi pasar, pendapatan, pertumbuhan dan dampak budaya. [12]

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk melihat peranan Teknologi Informasi (TI) pada evolusi model bisnis dan bagaimana TI digunakan untuk membuat inovasi strategi dalam meningkatkan produk serta mengembangkan suatu organisasi.

1.3 Kerangka Penulisan

Untuk mencapai tujuan penulisan, kami menyajikan permasalahan mulai dari Bab 2 sampai Bab 5 dan kami membahas permasalahan tersebut dalam konteks menjawab tujuan penulisan ini. Adapun sistematika penulisan disusun sebagai berikut:

Bab 1 Pendahuluan Bab 2 Perbedaan “Dot-Com” Dan “Traditional-ComBab 3 Perkembangan Model Bisnis Amazon Bab 4 Strategi Amazon Pada “Dot-Com Bubble Burst EraBab 5 Strategi Blue-Ocean Bab 6 Kesimpulan

BAB 2 PERBEDAAN “DOT-COM” dan “TRADITIONAL-COM

Bab ini memberikan penjelasan tentang perbedaan utama strategi dan manajemen informasi korporat antara perusahaan “dot-com” dan “tradisional-com”.

2.1. Pengertian dot-com

Definisi “dot-com” atau “e-Commerce” tidak dapat distandarkan dengan pasti, namun secara umum e-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik. [10]

Beberapa jenis model bisnis e-Commerce telah dijelaskan oleh Kenneth C.Laudon dan Carol G. Traver dalam E-Commerce: Business, Technology, and Society 2009, antara lain:

a. Portal Berupa website penjualan yang memiliki penawaran yang terintegrasi meliputi e- mail service, online adverstisement, news, search engine, streaming, dst. Selain itu, model bisnis ini juga berisi berita mulai politik, ekonomi, olahraga, teknologi hingga berita ringan seperti lifestyle atau kehidupan selebriti. Contohnya antara lain :www.detik.com, www.yahoo.com, www.aol.com

b. E-Tailer Merupakan kombinasi proses transaksi, sekuriti, online payment serta penyimpanan informasi yang memungkinkan penjual untuk menjual dagangannya di internet. Contohnya antara lain :www.apple.com, www.okeshop.com, www.amazon.com

c. Content Provider Menyediakan konten digital seperti musik, video, grafis dst. Contohnya antara lain :www.melon.co.id, www.cnn.com

d. Transaction Broker Menghubungkan transaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli. Contohnya :www.paypall.com, www.e-trade.com

e. Market Creator Website yang membawa penjual dan pembeli dalam satu tempat yang sama sehingga terbentuk marketplace sendiri. Contohnya :www.berniaga.com, www.ebay.com

f. Community Provider Menciptakan suatu komunitas dalam website dengan kesamaan hobi atau minat serta menciptakan forum diskusi sebagai produk yang dijual. Contohnya :www.kaskus.com, www.about.com

2.2.

Pengertian traditional-com

Traditional com” atau “Traditional commerce” adalah bisnis yang menggunakan cara traditional dalam proses perdagangannya dimana tiga komponen utamanya yang berupa pemain, produk dan proses transaksinya merupakan komponen fisik. [2]

dan proses transaksinya merupakan komponen fisik. [ 2 ] Gambar 1.1 Bagan 1 Choi et al

Gambar 1.1 Bagan 1 Choi et al Economics of Electronic Commerce, 1997

2.3. Perbedaan dot-comdan traditional-com

Beberapa perbedaan antara “traditional-com” dan “dot-com” dalam pemanfaatan TI dapat dijelaskan dalam tabel berikut:

Tabel 2.1. Perbedaan traditional-com” dan “dot-com” dalam pemanfaatan TI

No

 

Traditional Com

 

Dot Com

1.

Penggunaan TI masih sebatas untuk mempercepat atau memperluas penyampaian iklan produk

Penggunaan TI sudah mencakup pemesanan dan pembayaran secara online

 

2.

Memiliki ketergantungan yang tinggi untuk pertukaran informasi dari orang ke orang lainnya

Pertukaran informasi sangat mudah dilakukan melalui komunikasi elektronik sehingga ketergantungan pertukaran informasi dari orang ke orang lainnya sangat rendah

3.

Komunikasi bisnis tergantung pada skill individu

Tidak ada intervensi manusia dalam komunikasi bisnis

 

4.

Transaksi / komunikasi dilakukan secara manual / fisik antara penjual-pembeli

Sistem elektronik menggantikan komunikasi secara fisik antara penjual- pembeli

5.

Cara

Pembayaran masih

Pembayaran

dilakukan

secara

online

 

menggunakan layanan pembayaran

baik melalui transfer atau kartu kredit

tunai

sebagai pembayaran

 

utamanya

6.

Penjual menampilkan produk secara riil (nyata) di suatu lokasi dan pembeli harus datang ke lokasi untuk melihat produk yang akan dibeli

Penjual menampilkan gambar dari produk yang dijual melalui website dan pembeli tidak perlu datang ke lokasi untuk melihat produk yang akan dibeli

BAB 3 PERKEMBANGAN MODEL BISNIS AMAZON

Bab ini menjelaskan tentang evolusi model bisnis Amazon dari pertama kali diluncurkan sebagai perusahaan ritel buku online sampai sekarang.

3.1. Pengertian Model Bisnis

Model bisnis mendefinisikan bagaimana organisasi berinteraksi dengan lingkungannya untuk mendefinisikan strategi unik, untuk dapat menggunakan sumber daya dan membangun kapabilitas yang diperlukan untuk menjalankan strategi unik tersebut dan memberikan value untuk seluruh pemangku kepentingan. [1]

3.2. Evolusi Model Bisnis

Bisnis model merupakan sesuatu yang tidak statis, tetapi berkembang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Organisasi melakukan perubahan terhadap model bisnisnya dipengaruhi oleh kemampuan melihat suatu kondisi sebagai peluang, melihat adanya ancaman-ancaman terhadap organisasi, maupun untuk meningkatkan kapabilitas organisasi itu sendiri. Perubahan model bisnis dilakukan untuk berhasil dalam menghadapi persaingan-persaingan dengan pelaku bisnis lainnya. Menurut Applegate terdapat 4 metode pendekatan untuk melakukan evolusi bisnis model, yaitu enhance, expand, explore, dan exit.

3.3. Perkembangan Model Bisnis Amazon

Dari awal diluncurkan tahun 1995, Amazon telah melakukan berbagai perubahan terhadap model bisnisnya. Diawali hanya sebagai penjual buku secara online, kemudian melakukan diversifikasi produk dan pelayanan. Diawali dengan bisnis dengan jangkauan pasar nasional, kemudian berkembang menjadi bisnis berskala internasional. Gambar di bawah ini menjelaskan evolusi model bisnis Amazon.

di bawah ini menjelaskan evolusi model bisnis Amazon . Sumber: L.M.Applegate, Corporate Information Strategy and

Sumber: L.M.Applegate, Corporate Information Strategy and Mangement, 2009 Gambar 3.1 Perkembangan Model Bisnis Amazon pada tahun 1995-2000

a. Enhance Evolusi model bisnis yang bersifat “enhance” ditandai dengan upaya meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya. Evolusi tahap ini belum melakukan perubahan jenis barang/jasa yang ditawarkan dan belum juga memiliki wilayah pemasaran yang baru. Tahun 1997, Amazon berusaha membuat pelanggan lebih nyaman dengan portal onlinenya. Amazon memperbaiki tampilan websitenya, menambahkan fasilitas keranjang belanja, 1-Click Shopping, rekomendasi, kartu ucapan, dll. Selain fokus pada peningkatan produk dan layanan, pada tahun 1996- 1997, Amazon juga menjalin kerja sama dengan online agregator untuk meningkatkan kunjungan orang ke website amazon

b. Expand Model bisnis dikatakan “expand” jika pelaku bisnis mengeluarkan produk baru (product expansion) atau memasuki wilayah pemasaran yang baru (market expansion). Strategi diversifikasi produk dengan penambahan produk-produk baru ditandai dengan amazon menambahkan produk video dan musik sebagai komoditas penjualannya (1997-1998). Selama tahun 1998-1999, Amazon melebarkan sayap jaringan pemasarannya. Perusahaan ini berusaha menembus pasar baru di lebih dari 160 negara.

c. Explore Selama tahun 1999, Amazon mulai melakukan eksplorasi strategi bisnisnya. Bisnis amazon telah merambah ke dunia lelang dan ruang pasar internet (marketplace). Pada tahun 2000, Amazon juga membangun kerjasama dengan perusahaan mainan bernama Toys “R” Us. Pada langkah inilah, amazon dikatakan melakukan eksplorasi model bisnisnya sebagai penyedia pasokan logistik. Eksplorasi bisnis terus dilakukan melalui peluncuran produk baru berupa “Kindle” pada tahun 2007. Amazon Kindle berfungsi untuk menyimpan dan menampilkan buku elektronik dan media digital lainnya. Pada tahun 2011, amazon meluncurkan “kindle fire” yang merupakan kelanjutan dari kindle generasi sebelumnya. Kindle Fire ini berupa komputer mini tablet dengan sistem operasi Android

d. Exit Pada pertengahan tahun 2000, banyak mitra ritel online mengalami atau sedang menuju kearah kebangkutan. Melihat kondisi ini, Amazon melakukan evolusi model bisnis dengan melepas/menjual beberapa sektor bisnis yang dianggap kurang menguntungkan seperti Living.com, eToys, boo.com, dan Garden.com. Amazon melepas bisnis ritel mainan sebagai langkah awal melakukan kerjasama dengan Toys “R” Us.

BAB 4 STRATEGI AMAZON PADA “DOT-COM BUBBLE BURST ERA

Bab ini menjelaskan tentang strategi Amazon untuk bertahan pada masa “Dot-com Bubble Burst”

4.1. Era Dot-com Bubble

Dot-com bubble atau disebut juga sebagai sebagai booming dot-com, gelembung Internet dan gelembung teknologi informasi adalah gelembung spekulatif bersejarah yang terjadi sekitar 1997-2000 dimana pasar saham di negara-negara industri mengalami kenaikan nilai ekuitas secara tajam berkat pertumbuhan industri sektor internet dan bidang-bidang yang terkait. Era ini terbentuk seiring dengan semakin mudah diaksesnya internet dan semakin pesatnya perkembangan TI, ditandai dengan berdirinya sekumpulan perusahaan berbasis internet yang biasa disebut perusahaan dot-com. [3]

4.2. Faktor Penyebab Dot-com Bubble Burst

Terdapat 2 faktor penyebab pecahnya gelembung dot-com (dot-com bubble burst) yaitu: [7]

a. Pengabaian Metrik Tradisional

Pada masa dot-com bubble terjadi antusiasme yang berlebihan terhadap dunia e- commerce, banyak investor yang mengabaikan metrik tradisional seperti Price earning

ratio (PER atau P/E - cara mengukur seberapa besar investor menilai laba yang dihasilkan perusahaan) dan tidak segan-segan mengucurkan dana pada perusahaan maya tanpa melihat jelas atau tidaknya bussiness plan yang ditawarkan. [3][5] Banyak perusahaan dot-com baru saat itu, hanya mengutamakan keahlian teknis TI, tapi lemah dalam sisi business plan, tidak memiliki pengalaman dalam menjalankan bisnis konvensional, seperti logistik, hubungan dengan pemasok, produsen, manajemen keuangan, dan sebagainya.

b. Saham Overvalued Sebuah gelembung pasar saham (a stock market bubble) terjadi ketika spekulan mencatat terjadi peningkatan cepat dalam nilai saham dan memutuskan untuk membeli untuk mengantisipasi kenaikan lebih lanjut. Aksi perdagangan yang overreaction (ditransaksikan secara berlebih) menyebabkan nilai saham menjadi tidak realistis, banyak saham perusahaan menjadi overvalued (harga di pasar terlalu tinggi dari harga sewajarnya).Ketika terjadi pembalikan harga (price reversal) karena harga saham dikoreksi pelaku pasar sendiri (price correction) melalui aksi jual berlebih (oversold), gelembung "pecah", harga saham turun drastis, dan banyak perusahaan keluar dari bisnis. [3][5]

4.3. Strategi Amazon dalam Era Dot-Com Bubble Burst

Meskipun nilai saham amazon mengalami penurunan drastis saat pecahnya gelembung dot-com selama periode 1999-2001, tidak seperti banyak rekannya dalam dunia e- Commerce yang mengalami kebangkrutan, amazon mampu selamat. Saat ini amazon bukan sekedar selamat dari jurang kebangkrutan, namun membuat dirinya menjadi

pemain utama dalam dunia e-commerce. Dengan kondisi yang ada saat itu, untuk menghasilkan keuntungan perusahaan harus menghemat pengeluaran dan merestrukturisasi model bisnisnya. Beberapa kebijakan yang dilakukan Amazon dapat dikelompokkan dalam empat dimensi kunci posisi strategis (Porter, 1996) sebagai berikut:

a. Market Positioning Amazon merupakan perusahaan yang sangat memperhatikan pelanggan, sehingga meski terjadi penurunan harga saham yang drastis, jumlah pelanggan tetap bertambah. [1] Berbagai fitur dan layanan dikembangkan untuk memanjakan pelanggannya yang terdiri dari tiga kelompok yaitu consumer, seller dan developer. Sejak awal Amazon fokus pada pengembangan infrastruktur dan operasional bisnis digital yang menghubungkan 9 pusat distribusi dan 6 pusat layanan pelanggan. Amazon mempunyai lebih dari 76 juta pelanggan, tetapi hanya 1,3 juta pelanggan seller. Untuk meningkatkan jumlah seller, Amazon mengembangkan teknologi web service yang menyediakan akses ke infrastruktur teknologi seperti hosting yang dapat digunakan seller untuk menjual produknya. Sementara itu untuk meningkatkan jumlah konsumen Amazon menambahkan fitur online review dan wishlist serta layanan pengiriman gratis

b. Product Positioning Amazon berhenti menjual produk yang tidak menghasilkan keuntungan dan berkonsentrasi untuk melakukan pengelolaan produk dengan cara menyortir paket berdasarkan lokasi geografi atau mengembangkan algoritma kompleks seperti pengelompokan item yang dibeli pelanggan dengan lokasi gudang barang.Amazon menjual produk dari gudang perusahaan lain dengan menyediakan fasilitas auction dan marketplace (zShops) bagi retailer lain. Amazon menambahkan berbagai kategori produk baru dalam daftarnya, seperti produk pakaian, olahraga, makanan, perhiasan serta kesehatan dan kecantikan. [8]

c. Bussiness Network Dengan bangkrutnya living.com dan pets.com pada era dot.com bubble burst, Amazon beralih dari model kerjasama dengan perusahaan dot-com ke perusahaan tradisonal yang beniat untuk mengembangkan pasar onlinenya. Pada Agustus 2000 Amazon menutup toko mainan onlinenya dan memulai kerjasama dengan Toys “R” Us. Sedangkan untuk toko pakaian online, Amazon bekerjasama dengan produsen pakaian seperti Nordstrom dan Gap. Amazon mengubah dirinya dari pengecer online menjadi portal belanja online yang memposisikan diri sebagai penghubung pembeli dan penjual. [1][8] Dengan posisinya ini Amazon terbebas dari pengaruh kekuatan tawar supplier dan buyer, untuk bersaing dengan kompetitornya Amazon lebih fokus pada services.

d. Boundary Position Amazon merupakan perusahaan yang unik. Amazon tidak berorientasi pada satu fokus bisnis namun lebih berorientasi pada pasar. Jika pasar menginginkan sesuatu yang baru maka amazon berupaya masuk dalam bisnis tersebut. Pada awal berdiri, Amazon bergerak di bisnis penjualan buku online, kemudian bisnis amazon bergeser menjadi perantara antara buyer dan seller. Untuk bisnis ini, Amazon hanya menyediakan software, layanan dan bertindak sebagai penyedia jasa logistik, tapi tidak menangani kontrol inventori. [8]

BAB 5 STRATEGI “BLUE OCEAN

Bab ini memberikan gambaran tentang hubungan antara bisnis Amazon dengan strategi Blue Ocean”.

5.1 Pengertian Strategi “Blue Ocean”

Strategi Blue Ocean adalah strategi yang menantang perusahaan untuk keluar dari kondisi yang disebut Red Ocean dengan cara menciptakan pangsa pasar yang belum ada pesaingnya dan membuat kompetisi tidak relevan. [11] Kondisi Red Ocean yaitu kondisi dimana terjadi persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan pasar yang sama dengan kompetitor. Kondisi Red Ocean merupakan akibat dari jumlah permintaan yang lebih sedikit dari jumlah penawaran, akibatnya persaingan antar kompetitor menjadi sangat ketat dan bisa saja antar kompetitor saling

menghancurkan.

Untuk menerapkan strategi Blue Ocean maka suatu perusahaan harus berani tampil beda. Ada 4 tindakan dalam menerapkan strategi Blue Ocean, yaitu :

a. Eliminate, menghapuskan unsur-unsur yang tidak bernilai dari produk.

b. Reduce, mengurangi unsur-unsur yang nilainya kurang tapi masih diperlukan.

c. Raise, meningkatkan unsur-unsur yang akan dijadikan keunggulan dari produk hingga diatas standar industri yang ada.

d. Create, menciptakan hal-hal baru yang belum pernah ada di industri tersebut.

hal-hal baru yang belum pernah ada di industri tersebut. Sumber: Kim, “Blue Ocean Strategy : How

Sumber: Kim, “Blue Ocean Strategy : How to Create Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant" , 2005 halaman 29.

5.2. Hubungan Kasus Amazon dengan Strategi “Blue Ocean”

Amazon telah menerapkan strategi Blue Ocean dengan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :

a. Reduce Pengurangan fulfillment cost (biaya pemenuhan) dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengintegrasikan proses pada pelanggan (belanja, pembelian, pembayaran dan layanan pelanggan) ke proses internal (supply chain, inventori, dan

pemenuhan pesanan). Proses tersebut dilakukan pada tahun 2000 dan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan (sustainable advantage) dengan mengurangi fulfillment cost sebagai persentase dari penjualan ke satu digit.

b. Raise Secara terus menerus amazon meningkatkan kemampuan portal belanja onlinenya. Pada tahun 1996 amazon sudah berfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan pada saat melakukan browsing dan fokus pada kemampuan pencarian, personalisasi tampilan portal belanja, rekomendasi, keranjang belanja, 1-Click shopping yang kemudian dipatenkan, daftar keinginan dan kartu ucapan. Kemampuan tersebut pada tahun 1999 ditingkatkan dengan kemampuan akses melalui perangkat nirkabel (wireless devices) yang menjadikan amazon sebagai perusahaan ritel online pertama yang memiliki kemampuan tersebut.

c. Create Disaat mitra perusahaan ritel online mengalami kebangkrutan (Living.com dan pets.com) sebagai dampak dari bubble burst .com, pada tahun 2000 amazon merubah bisnis modelnya melalui kerjasama dengan perusahaan Toys “R” Us sebagai penyedia pasokan logistik. Toys “R” Us merupakan perusahaan ritel tradisional yang belum pernah mengembangkan bisnisnya secara online.

d. Eliminate Pada pertengahan tahun 2000, amazon menghentikan kemitraan dengan perusahaan ritel online seperti Living.com dan pets.com karena lini bisnis tersebut sudah tidak menguntungkan.

Dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut diatas, amazon telah menerapkan strategi Blue Ocean yang berdampak amazon mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan (sustainable advantage) dan meningkatkan hambatan untuk masuk (barriers to entry). Hal tersebut menjadikan amazon berbeda dari kompetitor dan menciptakan pasarnya tersendiri dengan berbagai strategi yang mengakibatkan kompetitor akan mengalami kesulitan ketika akan masuk dan bersaing pada pasar yang telah dikuasai oleh Amazon.

BAB 6

KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peranan TI sudah mulai bergeser dari dari “Supporting” menjadi “Enabler”. TI berperan dalam merubah kultur sebuah organisasi. Organisasi pada awalnya hanya menggunakan TI sebagai tool (alat bantu) untuk melakukan entri transaksi. Seiring berkembangnya dunia TI, TI telah menjadi penentu strategi organisasi. Amazon merupakan salah satu contoh organisasi atau perusahaan yang menempatkan TI sebagai enabler, sehingga dia dapat berevolusi dari perusahaan commerce biasa menjadi perusahaan raksasa seperti saat ini.

Penggunaan TI di sebuah organisasi mampu meningkatkan kapabilitas organisasi dalam menjalankan aktivitasnya. Aktifitas harian sebuah organisasi tidak lagi disibukkan dengan pekerjaan manual yang menyita banyak waktu. Organisasi dapat menggunakan waktu lebih atas penggunaan TI untuk memikirkan bagaimana untuk mengembangkan organisasinya. Dalam contoh kasus ini Amazon melakukan transformasi penggunaan TI yang awalnya untuk portal penjualan buku online menjadi portal yang dapat digunakan bersama-sama oleh semua partnernya (pihak ketiga). Dengan inovasi ini penjualan melalui Amazon meningkat dan Amazon dapat memikirkan strategi baru untuk berkompetisi di bisnis yang dia lakukan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Applegate, Linda M., Austin, Robert D., Soul, Deborah L.Corporate Information Strategy and Management. 2009. Mc Graw Hill; [2] Choi Whinston and Dale. Economics of Electronic Commerce .1997;

[3]

[4]

[5]

[6]

[7]

[8]

[9]

[10]

[11] W. Chan Kim and Renee Mauborgne, "Blue Ocean Strategy : How to Create Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant" 2005 Harvard Business School Publishing Corporation.

[12]

Purbo, Onno. W., Mengenal eCommerce, 2001;

http://en.wikipedia.org/wiki/Amazon