Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang Neurodermatitis Sirkumskripta atau juga dikenal sebagai Liken Simpleks Kronikus adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, dan khas ditandai dengan likenifikasi. Keluhan dan gejala dapat mucul dalam waktu hitungan minggu sampai bertahun-tahun. Keluhan utama yang dirasakan pasien dapat berupa gatal dan seringkali bersifat paroxismal.
,!,"

Lesi kulit yang mengalami likenifikasi umumnya akan dirasakan sangat nyaman bila digaruk sehingga terkadang pasien secara refleks menggaruk dan menjadi kebiasaan yang tidak disadari. #ada stadium awal kelainan kulit yang terjadi dapat berupa eritem dan edema atau kelompok papul, selanjutnya karena garukan berulang, bagian tengah menebal, kering dan berskuama serta pinggirnya hiperpigmentasi.!," $tiopatogenesis dari neurodermatitis sirkumskripta belum diketahui, diduga pruritus memainkan peranan karena pruritus berasal dari pelepasan mediator atau akti%itas en&im proteolitik. 'isebutkan juga bahwa garukan dan gosokan mungkin respon terhadap stres emosional. (elum ada penelitian terbaru mengenai insiden Neurodermatitis Sirkumskripta, terakhir dilakukan oleh )ulius L. 'anto dkk. #ada "*++ kasus penyakit kulit, didapatkan angka kejadian neurodermatitis sirkumskripta sebesar ,,-. pada masyarakat china.* /erbilang cukup besar dan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sehingga peningkatan dan pengembangan pengetahuan mengenai etiopatogenesis serta penelitian mengenai metode penatalaksanaan neurodermatitis sirkumskripta menjadi sangat urgensi. 1.2. Rumusan masalah Laporan kasus ini membahas mengenai analisis kasus neurodermatitis sirkumskripta yang ditemukan di poli kulit dan kelamin di 0S1' #alembang (203

1.3. Tujuan enul!san #enulisan laporan kasus ini bertujuan untuk menambahkan pengetahuan mengenai neurodermatitis sirkumskripta. 1.". #et$%e enul!san #enulisan laporan kasus ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan mengacu pada berbagai literatur dan kepustakaan berupa buku dan jurnal kemudian dibandingkan dengan temuan kasus. 1.&. #an'aat enul!san .4. .4.! 5enambah wawasan mengenai ilmu kedokteran pada umumnya, dan ilmu penyakit kulit dan kelamin pada khususnya. Sebagai proses pembelajaran bagi dokter muda yang sedang mengikuti kepaniteraan klinik bagian ilmu penyakit kulit dan kelamin.

BAB II TIN(AUAN PU)TA*A

2.1

De'!n!s! Neurodermatitis sirkumskripta atau juga dikenal dengan liken simplek

kronis adalah penyakit peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol 6likenifikasi7 menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama karena berbagai rangsangan pruritogenik tertentu pada kulit sehingga garis kulit tampak lebih menonjol menyerupai kulit batang kayu. #enyakit ini memiliki predileksi di punggung, leher, dan ekstremitas terutama pergelangan tangan dan lutut. ,!,",, Neurodermatitis sirkumskripta merupakan proses yang sekunder ketika seseorang mengalami sensasi gatal pada daerah kulit yang spesifik dengan atau tanpa kelainan kulit yang mendasar yang dapat mengakibatkan trauma mekanis pada kulit yang berakhir dengan likenifikasi.
,!,4

8ambar . 8ambaran likenifikasi pada neurodermatitis sirkuskripta

2.2

E !%em!$l$g! Neurodermatitis sirkumskripta atau juga dikenal dengan liken simplek

kronis jarang terjadi pada usia anak- anak, tetapi lebih sering pada usia dewasa keatas, yaitu usia "+-4+ tahun. #ada pasien yang memiliki riwayat dermatitis atopik dapat menderita neurodermatitis sirkumskripta pada onset usia yang lebih muda, yaitu rata-rata 9 tahun. :anita lebih sering menderita dari pada pria dengan insidensi lebih banyak pada kelompok ras 2sia dan kelompok ras asli 2merika.!,",2.3 Et!$l$g! #enyebab neurodermatitis sirkumskripta belum diketahui secara pasti, namun diduga pruritus memainkan peranan karena pruritus berasal dari pelepasan mediator atau akti%itas en&im proteolitik. Neurodermatitis sirkumskripta ditemukan pada regio yang mudah dijangkau tangan untuk menggaruk. Sensasi gatal memicu keinginan untuk menggaruk atau menggosok yang dapat mengakibatkan lesi yang bernilai klinis, namun patofisiologi yang mendasarinya masih belum diketahui.!," ;ipotesis mengenai pruritus dapat oleh karena adanya penyakit yang mendasari, misalnya gagal ginjal kronis, obstruksi saluran empedu, limfoma ;odgkin, hipertiroidia, penyakit kulit seperti dermatitis atopik, gigitan serangga, dan aspek psikologik dengan tekanan emosi.<aktor penyebab dari neurodermatitis sirkumskripta dapat dibagi menjadi dua, yaitu = !," . <aktor 3nterna a. 'ermatitis 2topik 2sosiasi antara neurodermatitis sirkumskripta dan gangguan atopik telah banyak dilaporkan, sekitar !-. sampai *4. pasien dengan dermatitis atopik terkena neurodermatits sirkumskripta.

b. #sikologis 2nxietas telah dilaporkan memiliki pre%alensi tertinggi yang mengakibatkan neurodermatitis sirkumskripta. 2nxietas sebagai bagian dari proses patologis dari lesi yang berkembang. /elah dirumuskan bahwa neurotransmitter yang mempengaruhi perasaan, seperti dopamin, serotonin, atau peptida opioid, memodulasikan persepsi gatal melalui penurunan jalur spinal. !. <aktor eksterna a. Lingkungan <aktor lingkungan seperti panas dan udara yang kering dapat berimplikasi dala menyebabkan iritasi yang dapat menginduksi gatal. Suhu yang tinggi memudahkan seseorang berkeringat sehingga dpat mencetuskan gatal, hal ini biasanya menyebabkan neurodermatits sirkumskripta pada daerah anogenital. b. 8igitan Serangga 8igitan seranga dapat meyebabkan reaksi radang dalam tubuh yang mengakibatkan rasa gatal. 2." Pat$genes!s Stimulus untuk perkembangan neurodermatitis sirkumskripta adalah pruritus. #ruritus sebagai dasar dari gangguan kesehatan dapat berhubungan dengan gangguan kulit, proliferasi dari ner%us, dan tekanan emosional. #ruritus yang memegang peranan penting dapat dibagi dalam dua kategori besar, yaitu pruritus tanpa lesi dan pruritus dengan lesi. #asien dengan neurodermatitis mempunyai gangguan metabolik atau gangguan hematologik. #ruritus tanpa kelainan kulit dapat ditemukan pada penyakit sistemik, misalnya gagal ginjal kronik, obstruksi kelenjar biliaris, Hodgkins lymphoma, polisitemia rubra %era, hipertiroidisme, gluten-sensitive enteropathy, dan infeksi imunodefisiensi. #ruritus yang disebabkan oleh kelainan kulit yang terpenting adalah dermatitis atopik, dermatitis kontak alergi, dan gigitan serangga.,,4

#ada pasien yang memiliki faktor predisposisi, garukan kronik dapat menimbulkan penebalan dan likenifikasi. )ika tidak diketahui penyebab yang nyata dari garukan, maka disebut neurodermatitis sirkumskripta. 2danya garukan yang terus-menerus diduga karena adanya pelepasan mediator dan akti%itas en&im proteolitik. :alaupun sejumlah peneliti melaporkan bahwa garukan dan gosokan timbul karena respon dari adanya stress. 2danya sejumlah saraf mengandung immunoreaktif >80# 6Calsitonin Gene-Related Peptida) dan S# 6Substance Peptida7 meningkat pada dermis. ;al ini ditemukan pada prurigo nodularis, tetapi tidak pada neurodermatitis sirkumskripta. Sejumlah saraf menunjukkan imunoreaktif somatostatin, peptide histidine, isoleucin, galanin, dan neuropeptida ?, dimana sama pada neurodermatitis sirkumskripta, prurigo nodularis dan kulit normal. ;al tersebut menimbulkan pemikiran bahwa proliferasi ner%us akibat dari trauma mekanik, seperti garukan dan goresan. S# dan >80# melepaskan histamin dari sel mast, dimana akan lebih menambah rasa gatal. 5embran sel schwann dan sel perineurium menunjukkan peningkatan dan p*4 ner%us growth factor, yang kemungkinan terjadi akibat dari hyperplasia neural. #ada papilla dermis dan dibawah dermis alpha-5S; 6 elanosit Stimulating Hormon7 ditemukan dalam sel endotel kapiler.,,4 2.& +ejala *l!n!s 8atal yang berat merupakan gejala dari liken simpleks kronik. #enderita mengeluh gatal sekali, bila timbul malam hari dapat mengganggu tidur. 0asa gatal memang tidak terus menerus, biasanya pada waktu yang tidak sibuk, bila muncul sulit ditahan untuk tidak digaruk. #enderita merasa enak bila digaruk, setelah luka baruhilang rasa gatalnya untuk sementara 6karena diganti dengan rasa nyeri7. Keparahan gatal dapat diperburuk dengan berkeringat, suhu atau iritasi dari pakaian. 8atal juga dapat bertambah parah pada saat terjadi stress psikologis./empat yang biasa terjadi liken simpleks kronik adalah di skalp, tengkuk, samping leher, lengan bagian ekstensor, pubis, %ul%a, skrotum, perianal, paha bagian medial, lutut, tungkai bawah lateral, pergelangan kaki bagian bagian depan, dan punggung kaki. Neurodermatitis di daerah tengkuk 6lichen nuchae7 umumnya hanya pada wanita, berupa plak kecil, di tengah tengkuk atau dapat 6

meluas hingga ke skalp. (iasanya skuamanya banyak menyerupai psoriasis.-

8ambar !. 'aerah predileksi neurodermatitis sirkumskripta

#ada liken simpleks kronik, penggosokan dan penggarukan yang berulang menyebabkan terjadinya likenifikasi 6penebalan kulit dengan garis-garis kulit semakin terlihat7 plak yang berbatas tegas dengan ekskoriasis, sedikit edematosa, lambat laun edema dan eritema menghilang. (agian tengah berskuama dan menebal, sekitarya hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal tidak jelas. (iasanya, hanya satu plak yang tampak, namun dapat melibatkan lebih dari satu tempat.@ariasi klinis dapat berupa prurigo nodularis, akibat garukan atau korekan tangan penderita yang berulang-ulang pada suatu tempat. Lesi berupa nodus berbentuk kubah, permukaan mengalami erosi tertutup krusta dan skuama, lambat laun menjadi keras dan berwarna lebih gelap 6hiperpigmentasi7.-

2.,

D!agn$s!s Ban%!ng Kasus-kasus primer yang umumnya menyebabkan likenifikasi adalah =,,4 1. Dermat!t!s k$ntak alerg! 'ermatitis kontak alergi adalah inflamasi dari kulit yang diinduksi oleh bahan kimia yang secara langsung merusak kulit dan oleh sensitifitas spesifik pada kasus. penderita umumnya mengeluh gatal. Kelainan kulit tergantung pada keparahan dermatitis dan lokalisasinya. #ada yang akut dimulai dengan bercak eritematous yang berbatas jelas kemudian diikuti dengan edema, papulo%esikel, %esikel atau bulla. @esikel atau bulla dapat pecah menimbulkan erosi dan eksudasi.,,4 2. Plak s$r!as!s #soriasis merupakan gangguan peradangan kulit yang kronik, dengan karakteristik plak eritematous, berbatas tegas, berwarna putih keperakan, skuama yang kasar, berlapis-lapis, transparan, disertai fenomena tetesan lilin, auspit& dan kobner. Llokasi terbanyak ditemukan didaerah ekstensor. #enyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi beberapa hipotesa telah mendapatkan bahwa penyakit ini bersifat autoimun, dan residif. 3. L!ken Planus Lesi yang pruritis, erupsi popular yang dikarakteritikkan dengan warna kemerahan berbentuk polygonal, dan kadang berbatas tegas. Sering ditemukan pada permukaan fleksor dari ekstremital, genitalia dan membrane mukus. 5irip dengan reaksi mediasi imunologis. Liken planus ditandai dengan papul-papul yang mempunyai warna dan konfigurasi yang khas. #apul-papul berwarna merah biru, berskuama, dan berbentuk siku-siku.,,4 ". Dermat!t!s at$ ! #eradangan kulit kronis yang residif disertai gatal, yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak. Sering berhubungan dengan peningkatan kadar 3g$ dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita. Kelainan kulit berupa
,,,4

papul gatal, yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likenifikasi, distribusinya di lipatan. 8ambaran lesi kulit pada remaja dan dewasa dapat berupa plak papuler, eritematosa, dan berskuama atau plak likenifikasi yang gatal.,,4 2.Pemer!ksaan Penunjang . /es laboratorium #ada pemeriksaan laboratorium tidak ada tes yang spesifik untuk neurodermatitis sirkumskripta. /etapi walaupun begitu, satu studi mengemukakan bahwa !4 pasien dengan neurodermatitis sirkumskripta positif terhadap patch test. #ada dermatitis atopik dan mikosis fungiodes bisa terjadi likenefikasi generalisata oleh sebab itu merupakan indikasi untuk melakukan patch test. #ada pasien dengan pruritus generalisata yang kronik yang diduga disebabkan oleh gangguan metabolik dan gangguan hematologi, maka pemeriksaan hitung darah harus dilakukan, juga dilakukan tes fungsi ginjal dan hati, tes fungsi tiroid, elektroporesis serum, tes &at besi serum, tes kemampuan pengikatan &at besi 6iron binding capacity7, dan foto dada. Kadar 3g$ dapat meningkat pada neurodermatitis yang atopik, tetapi normal pada neurodermatitis nonatopik. (isa juga dilakukan pemeriksaan potassium hydroksida pada pasien liken simpleks genital untuk mengeleminasi tinea cruris.*,A,9 !. ;istopatologi 8ambaran histopatologik neurodermatitis sirkumskripta berupa ortokeratosis, hipergranulosis, akantosis, dengan rate ridges memanjang teratur. (ersebukan sel radang limfosit dan histiosit di sekitar pembuluh darah dermis bagian atas, fibroblas bertambah, dan kolagen menebal. #ada prurigo nodularis akantosis pada bagian tengah lebih tebal, menonjol lebih tinggi dari permukaan, sel Schwan berproliferasi, dan terlihat hiperplasi neural. Kadang terlihat krusta yang menutup sebagian epidermis.*,A,9

2..

Penatalaksanaan2/3/0/11 /erapi Neurodermatitis Sirkumskripta bertujuan untuk memutus itch-

scratch cycle, karena pada dasarnya tindakan menggaruk lesi yang terasa gatal justru akan memperberat lesi, dan memperberat gatal yang dirasakan. #enyebab sistemik dari gatal harus diidentifikasi. ;al ini lah yang menyebabkan penatalaksanaan 'ermatitis Sirkumskripta menjadi sangat sulit. ;arus dijelaskan berkali-kali untuk tidak menggaruk atau menggosok lesinya. . 5edika mentosa #engobatan utama dari neurodermatitis adalah untuk mengurangi pruritus dan memperkecil luka akibat garukan atau gosokan. #emberian kortikosteroid dan antihistamin oral bertujuan untuk mengurangi reaksi inflamasi yang menimbulkan rasa gatal. #emberian steroid topikal, membantu mengurangi hyperkeratosis atau mengurangi liken. #emberian steroid mid-potent diberikan pada reaksi radang yang akut, tidak direkomendasikan untuk daerah kulit yang tipis 6%ul%a, scrotum, axilla dan wajah7. #ada pengobatan jangka panjang digunakan steroid yang low-potent, pemakaian high-potent steroid hanya dipakai kurang dari " minggu pada kulit yang tebal. (eberapa obat kortikosteroid yang dipakai dalam pengobatan neurodermatitis yaitu = a. >lobetasol 6!emovate7 /ermasuk dalam superpotent steroid topikal = menekan mitosis dan meningkatkan sintesis protein sehingga mengurangi inflamasi dan menyebabkan %asokontriksi. b. <luocinolon +,+ . atau +,+!4. krim 6Synalar, <luonid7 5erupakan topikal steroid yang medium potent yang menhambat proliferasi sel, juga sebagai imunosuprosor, antiproliferasi, dan anti-inflamasi. c. ;ydrocortisone @alerate krim +,+!. 6:estcort7 Salah satu deri%at dari adrenokortikosteroid yang sesuai untuk penggunaan pada kulit atau selaput lender eksternal. 10

d. <luocinonide krim +, . atau +,+4. 6Lidex7 5erupakan kortikosteroid topikal yang menghambat proliferasi sel. 2ntipruritik 5emberikan efek pengendalian terhadap pelepasan histamine secara endogen. Sehingga dapat, mengurangi efek gatal, efek sedasi dan menyebabkan kantuk. Bbat ini bekerja menstabilkan membran saraf dan mencegah transmisi dan inisiasi dari impuls saraf, dan menghasilkan anastesi lokal. beberapa macam obat yang digunakan sebagai antipruritik yaitu = a. 'iphenhydramine 6(enadryl, (enylin, 'iphen, 2llermax7 5engurangi rasa gatal yang disebabkan oleh pelepasan histamine. b. >hlorpheniramine 6>hlor-/rimeton7 #enghambat histamine atau ; -0eseptor pada sel efektor di pembuluh darah dan traktus respiratori. c. ;ydroxyne 62tarax, @istaril7 2ntagonis ; -0eseptor pada bagian luar, dan menekan aktifitas dari histamin. d. 'oxepin 6SineCuan, Donaton7 #enghambat #enggunaannya aktifitas dapat histamin dan efek asetilkolin. sedasi, dan memberikan

penyerapannya tinggi pada pemberian secara topikal. )ika terdapat suatu infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik topical ataupun oral. #erlu diberikan nasehat untuk mengatur emosi dan perilaku yang dapat mencegah gatal dan garukan. !. Non 5edika mentosa 5enjelaskan kepada pasien untuk tidak menggaruk pada bagian lesi nya, dikarenakan dapat menyebabkan infeksi serta akan memperburuk keadaan penyakitnya. 2pabila terasa gatal cukup di usap secara lembut dengan menggunakan kain, untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikan antipruritus. +

11

2.0

*$m l!kas! #enggarukan yang terjadi berulang-ulang dapat menimbulkan suatu infeksi

atau peradangan kulit. 'apat pula meninggalkan jaringan parut dan perubahan warna kulit yang bertambah gelap 6hiperpigmentasi7.!," 2.11 Pr$gn$s!s #rognosis pada pasien LSK adalah baik, pruritus dapat diatasi tetapi dapat terjadi perubahan ringan seperti jaringan parut dan pigmentasi. Kekambuhan sangat mungkin terjadi kembali bisa karena stress psikis, udara panas, kelembaban maupun terjadinya iritasi kulit atau alergi.-

12

BAB III LAP2RAN *A)U)

3.1 I%ent!'!kas! Nama 1mur 2gama 2lamat No. 05 3.2 Anamnesa 6'ilakukan secara 2utoanamnesis 4 5aret !+ ,, pukul *eluhan Utama = Kulit kemerahan disertai rasa gatal pada pergelangan kaki sebelah kanan yang terjadi sejak F 4 bulan yang lalu. *eluhan Tambahan = #asien mengeluh kulitnya mengelupas. R!3a4at Perjalanan Pen4ak!t = Sejak F 4 bulan yang lalu pasien mengaku timbul bintil kemerahan yang terasa gatal pada pergelangan kaki sebelah kanan. (intil mula-mula sedikit namun lama kelamaan bintil kemerahan bertambah banyak dan makin terasa gatal. 8atal tidak disertai panas ataupun nyeri. Sejak F " bulan yang lalu bintil kemerahan tersebut pecah karena digaruk pasien namun kulit kemerahan masih tetap ada. Kulit kemerahan dan terasa gatal kemudian semakin lama semakin meluas karena digaruk hingga melingkar ke pergelangan kaki dan meluas ke punggung kaki, kulit juga menjadi kering dan mengelupas. 0asa gatal hilang timbul, tidak disertai perih, tidak nyeri, tidak ada .++ :3(7 = /n. D = - tahun = 3slam = )L. (ungaran ! no. !4* 0/E0: -E+ Kel. A 1lu = "A, 44

)enis kelamin = Laki-laki

13

rasa terbakar atau panas. Sejak F ! bulan yang lalu pasien mengeluh muncul keluhan serupa pada punggung kaki sebelah kirinya. Karena terasa gatal pasien sering menggaruk dengan menggunakan sikat dan sisir. Selain itu pasien sering memberi salap pada bagian kaki yang terasa gatal namun rasa gatal bertambah dan bahkan kulitnya terasa menebal dan membengkak. Sejak F kaki terasa minggu terakhir rasa gatal bertambah dan kulit yang menebal dan membengkak dirasakan semakin bertambah hingga terasa

mengganggu. Kemudian pasien berobat ke #oliklinik Kulit dan Kelamin 0S1' #alembang (203 untuk keluhannya tersebut. R!3a4at en4ak!t %ahulu = 0iwayat pernah menderita penyakit yang sama disangkal. 0iwayat alergi makanan dan obat 6-7 0iwayat ;;' sejak ! tahun lalu 6G7 0iwayat '5 6-7 0iwayat asma dan rhinitis 6-7

R!3a4at en4ak!t *eluarga /idak ada yang menderita sakit sama dengan BS dalam keluarga 0iwayat asma dan rhinitis 6-7

R!3a4at eng$batan #asien belum pernah berobat ke dokter atau tenaga medis lainnya, namun pasien mengaku mengkonsumsi metilprednisolon dan menggunakan decoderm salap yang dibelinya di apotek namun tidak ada perubahan. 3.3 Pemer!ksaan 5!s!k Status generalisata Keadaan umum = normal Kesadaran = compos mentis /anda %ital

14

/' = 4+E ++ mm;g Nadi = ++xEmenit 00 = !,xEmenit Suhu = tidak diperiksa Kepala Leher /horax 2bdomen $kstremitas = dalam batas normal = dalam batas normal = dalam batas normal = dalam batas normal = superior dalam batas normal, inferior terdapat kelainan kulit

Status 'ermatologikus = #ada regio dorsum pedis dextra et sinistra dan regio E" distal cruris dextra anterior tampak plak eritematosus sebagian hiperpigmentasi, ukuran "+x!- cm disertai skuama sedang sampai kasar berwarna putih. /ampak papul eritem multiple berukuran milier yang sebagian diskret dan konfluens serta terdapat likenifikasi dan erosi.

8ambar 9. Lokasi efloresensi

15

8ambar +. $floresensi temuan kasus

3." Resume Sejak F 4 bulan yang lalu pasien mengaku timbul bintil kemerahan yang terasa gatal pada pergelangan kaki sebelah kanan. (intil mula-mula sedikit namun lama kelamaan bintil kemerahan bertambah banyak dan makin terasa gatal. 8atal tidak disertai panas ataupun nyeri. Sejak F " bulan yang lalu bintil kemerahan tersebut pecah karena digaruk pasien namun kulit kemerahan masih tetap ada. Kulit kemerahan dan terasa gatal kemudian semakin lama semakin meluas karena digaruk hingga melingkar ke pergelangan kaki dan meluas ke punggung kaki, kulit juga menjadi kering dan mengelupas. 0asa gatal hilang timbul, tidak disertai perih, tidak nyeri, tidak ada rasa terbakar atau panas. Sejak F ! bulan yang lalu pasien mengeluh muncul keluhan serupa pada punggung kaki sebelah kirinya. Karena terasa gatal pasien sering menggaruk dengan menggunakan sikat dan sisir. Selain itu pasien sering memberi salap pada bagian kaki yang terasa gatal namun rasa gatal bertambah dan bahkan kulitnya terasa menebal dan membengkak. Sejak F kaki terasa minggu terakhir rasa gatal bertambah dan kulit yang menebal dan membengkak dirasakan 16 semakin bertambah hingga terasa

mengganggu. Kemudian pasien berobat ke #oliklinik Kulit dan Kelamin 0S1' #alembang (203 untuk keluhannya tersebut. Status 'ermatologikus = #ada regio dorsum pedis dextra et sinistra dan regio E" distal cruris dextra anterior tampak plak eritematosus sebagian hiperpigmentasi, ukuran "+x!- cm disertai skuama sedang sampai kasar berwarna putih. /ampak papul eritem multiple berukuran milier yang sebagian diskret dan konfluens serta terdapat likenifikasi, dan erosi. 3.& Pemer!ksaan enunjang . #emeriksaan laboratorium = ureum = 4, mgEdl, kreatinin = ,*, mgEdl !. Prick test 3., Pemer!ksaan anjuran . Patch test !. #emeriksaan histopatologi 3., D!agn$s!s Ban%!ng . Neurodermatitis sirkumskripta !. 'ermatitis kontak alergi ". 'ermatitis atopik 3.- D!agn$sa kerja )ementara Neurodermatitis sirkumskripta

17

3.. Tatalaksana H 1mum = . )angan menggaruk pada bagian kaki yang mengalami kelainan kulit baik itu menggaruk dengan tangan, sisir bahkan sikat. !. Segera keringkan bagian yang mengalami kelainan kulit tersebut ketika terkena air atau keringat Spesifik = 6topikal7 . kortikosteroid topikal, betamethason dipropionat +,+4. salep sehari ! kali oles !. 2ntihistamin yaitu >etiri&ine + mg, sehari kali. 3.0 Pr$gn$s!s Iuo ad %itam Iuo ad functionam Iuo ad Sanationam Iuo ad >osmetica = dubia ad bonam = dubia ad bonam = 'ubia ad bonam = 'ubia ad bonam

18

BAB I6 ANALI)I) *A)U)

/n. D datang dengan keluhan timbul bercak berwarna kemerahan disertai gatal di punggung kaki kanan sejak " bulan yang lalu. Selain itu, pasien juga mengeluh kulitnya mengelupas. #asien didiagnosa dengan neurodermatitis sirkumskripta. 'iagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. 2namnesis didapatkan timbul kemerahan dan kulit mengelupas yang disertai rasa gatal pada daerah pergelangan kaki sebelah kanan sejak " bulan yang lalu. 2walnya terdapat bintil kecil kemerahan dan terasa gatal kemudian semakin lama semakin meluas karena digaruk hingga melingkar ke pergelangan kaki dan meluas ke punggung kaki. Secara teori keluhan gatal merupakan gejala klinis pada neurodermatitis. 8arukan akibat rasa gatal menyebabkan kulit pasien mengalami penebalan atau mengelupas. 8ejala tersebut merupakan khas pada neurodermatitis sirkumskripta. #emeriksaan fisik, status dermatologis didapatkan lesi eritema, hiperpigmentasi, ukuran "+x!- cm disertai skuama sedang sampai kasar berwarna putih, terdapat likenifikasi, dan erosi. #ada neurodermatitis didapatkan gejala peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, dan khas ditandai dengan likenifikasi. Lokasi predileksi secara teori sesuai dengan temuan pada kasus yaitu pada pergelangan kaki. 'iagnosis banding pada kasus ini adalah dermatitis kontak alergi, neurodermatitis sirkumskripta, dan dermatitis atopik. #enyingkiran diagnosis banding pada '2 6dermatitis atopik7 dengan gejala kulit yang biasanya kering, pucatEredup, jari tangan teraba dingin. penderita '2 cenderung bertipe astenik dengan intelegensia diatas rata-rata, sering merasa cemas, egois, frustasi, atau tertekan. 8ejala gatal hilang timbul sepanjang hari tetapi lebih hebat pada malam hari. 8arukan pada daerah gatal akan menimbulkan kelainan seperti papul, likenifikasi, eritema, erosi, ekskoriasi, eksudasi, dan krusta. faktor turunan merupakan dasar pertama untuk timbulnya penyakit.

19

'ermatitis kontak alergi memiliki gejala gatal pada area yang terpa an!kontak dengan sensiti"er!alergen. #ada tipe akut $ dimulai dari %er&ak eritematosa yang %er%atas tegas'sirkumskripta(, kemudian diikuti oleh edema, papulo)esikel, )esikel, atau %ula. *esikel atau %ula yang pe&ah dapat pe&ah kemudian menim%ulkan erosi dan eksudasi'%asah(. +,- di tempat tertentu misalnya kelopak mata, penis, skrotum, ge ala eritema dan edema le%ih dominan daripada )esikel. #ada tipe kronik $ kulit terlihat kering, %erskuama '%ersisik(, papul, likenifikasi, mungkin uga fisur, dan %er%atas tidak tegas. /atalaksana K3$ merupakan terpenting pada pasien ini yaitu jangan digaruk pada lesi dan usahakan agar lesi tetap kering dari air ataupun keringat. #emberian obat topikal yaitu kortikosteroid topikal kuat betamethasone dipropionate salep. (entuk sediaan salep cocok untuk efloresensi likenifikasi dan sesuai lokasi efloresensi yang terdapat pada bagian kulit yang tebal. Bbat sistemik diberikan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal yaitu diberikan cetiri&ine.

20

BAB 6 *E)I#PULAN

. Neurodermatitis sirkumskripta adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, dan khas ditandai dengan likenifikasi. Keluhan dan gejala dapat mucul dalam waktu hitungan minggu sampai bertahun-tahun. Keluhan utama yang dirasakan pasien dapat berupa gatal dan seringkali bersifat paroxismal. !. #asien bernama /n. D, sirkumskripta. ". $dukasi terhadap pasien yaitu jangan menggaruk bagian kulit yang mengalami kelainan dan menjaga kebersihan tubuh pasien. ,. /atalaksana medikamentosa pada pasien diberikan salep betamethason dipropionat yang dioles sehari sekali dan antihistamin berupa cetiri&ine tablet + mg sekali sehari. tahun, dengan diagnosis neurodermatitis

21

DA5TAR PU)TA*A . Sularsito S2, 'juanda Suria. Neurodermatitis sirkumskripta. 'alam 'juanda 2, ;am&ah 5, 2isah S. 3lmu #enyakit Kulit dan Kelamin. $disi Keempat. )akarta= <akultas Kedokteran 1ni%ersitas 3ndonesia= !++-= ,*,A !. Susan (urgin, 5'. Numular $c&ema and Lichen Simplex >hronicE#rurigo Nodularis. 'alam= <it&patrick /(, $i&en 2D, :off K, <reedberg 35, 2uten K<, penyunting= 'ermatology in general medicine, * th ed, New ?ork= 5c 8raw ;ill. !++A= 4A- -!. ". Bdom 0(, )ames :', (erger /8. 2topic dermatitis, ec&ema, and noninfectious immunodeficiency disorders. 'alam= 2ndrewJs 'iseases of /he Skin= >linical 'ermatology. 9th ed. #hiladelphia= :( Saunders= !+++= -9-9,. ,. >.2. ;olden K ). (erth-)ones. Lichen Simplex >hronic. 'alam= 0ookJs /ext (ook of 'ermatology. (lackwell #ublishing. !++,= *., - *.,". 4. 8ulsum 8encoglan et al. /herapeutic ;otline= /reatment of prurigo nodularis and lichen simplex chronicus with gabapentin. 'ermatologic /herapy @olume !", 3ssue !, 5archE2pril !+ += 9,L 9A .
6. ;ogan ' ), 5ason S ;. Lichen Simplex >hronicus. 'iakses dari

www"emedicine"com !, <ebruari !+

pukul -.,* :3(.

*. 'alton, L )ulius. 3ncidence Bf Lichen Simplex >hronicus 3n Brientals 2nd >aucasians. >anad. 5. 2. )= 'ec. 4, 94-, %ol. *4.
8. 0ajalakshmi 0, /happa '5, )aisankar /), et al. Lichen simplex chronicus

of anogenital region= 2 clinico-etiological study. #ndian $ %ermatol

22

&enereol 'eprol ()** $an-+eb, --.*)/(0-12"


9. Stewart K5. >linical care of %ul%ar pruritus, with emphasis on one

common cause, lichen simplex chronicus. %ermatol Clin ()*) 3ct, (0.4)/225-0)"
10. 0ichards 0N. 1pdate on intralesional steroid= focus on dermatoses. $

Cutan

ed Surg ()*) $an-+eb, *4.*)/*5-(1"

. /ony (, ( S, > N, 8 >. Rook6s !e7tbook 3f %ermatology. *th ed. !. ) (, >oulsen 3, $nglish ). Guidelines for the management of contact dermatitis/ an update. ()' (ristish )ournal of 'ermatology. !++A +th 'ecember. ". 5 8, )ane, Kels. !++*.Color 8tlas of %ermatopathology. New ?ork= @anderbilt 2%enue. ,. (uxton #K. !++".89C of %ermatology. ,th ed. London= to%istock sCuare. 4. :olff >, 2) 0, S '. !++4. +it:patrick6s Color 8tlas ; Synopsis 3f Clinical %ermatology. 4th ed. New ?ork= 5c8raw-;ill.

23