Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN PENGANTAR AMDAL KERANGKA ACUAN PT.

NUTRIFOOD INDONESIA (NFI)

Oleh: Kelompok 1 Ded Se! "dh# L#)! o P*#"*d"+# M#.!"h F"!m")"*# S#l0# A)!# M"l#" 12l"+ M"h"*"+ $%M1&'&&( $%M,&'&-$%M1&'&1/ $%M1&'&%, $%M1&'&34

TEKNIK DAN MANA$EMEN LINGKUNGAN DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN 5OGOR ,&&(

I. PENDA6ULUAN 1.1 L"!"* 5el"k"+7 Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mendorong semakin pesatnya perkembangan indusri agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Sisi negatif dari perkembangan industri ini adalah kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya yang ada dan limbah yang dihasilkan dari industri. Nutrifood Indonesia (NFI) merupakan perusahaan yang akan dibangun sebagai penghasil produk minuman dan makanan kesehatan yang kaya akan vitamin, mineral serta mampu memenuhi kebutuhan asupan gizi bagi konsumen. Produksi minuman dan makanan tersebut berbahan dasar gula, sari buah serbuk, dan tepung susu (skim dan krim), serta mengunakan bahan bahan kimia dalam proses produksi, di mana dapat menghasilkan limbah dengan karakteristik fisik, kimia, dan biologi. Perusahaan ini memerlukan tenaga ker!a dan lokasi pabrik yang "ukup luas, karena didalamnya akan terdapat proses produksi, pa"kaging, serta administrasi. Saat ini sudah dipilih lokasi yang strategis untuk men!alankan usaha ini dengan luasan # $ %a. &okasi terletak di 'l. (aya )ia*i No.+,- . /esa Sindangsari 0e"amatan 1ogor Selatan, 1ogor 'a*a 1arat. Pembangunan pabrik NFI ini akan menimbulkan dampak yang memerlukan penanggulangan baik meningkatkan dampak positifnya maupun meminimalisasi dampak ngatif yang ditimbulkan. .2/.& (.nalisis 2engenai /ampak Penyusunan dokumen merupakan upaya &ingkungan)

pengelolaan lingkungan. 0erangka a"uan merupakan salah satu bagian dari dokumen .2/.& yang membahas kegiatan pengelolaan ingkungan yang akan dilakukan pada studi .N/.&. 1agian penting dari kerangka a"uan adalah tahapan tahapan proyek, rona lingkungan a*al, dampak besar dan penting dan metode studi.

I.,

T282"+ d"+ M"+.""! Ke7#"!"+ (en"ana pembangunan pabrik Nutrifood Indonesia (NFI) bertu!uan untuk

memenuhi kebutuhan asupan gizi masyarakat. 2anfaat yang diperoleh dari pembangunan pabrik Nutrifood Indonesia (NFI) di )ia*i 1ogor adalah membuka lapangan ker!a, berpartisipasi dalam mengurangi dan mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan kese!ahteraan masyarakat terutama masyarakat di sekitar pabrik. Penyusunan 0. dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari pembangunan pabrik NFI agar dapat dilakukan pengelolaan lingkungan I.% Pe*"!2*"+ Pe*2+d"+7"+ Peraturan perundang undangan yang men!adi a"uan dalam pembuatan 0. P3.Nutrifood Indonesia adalah 4ndang 4ndang Nomor +5 tahun 6778 tentang Pengolahan &ingkungan %idup, Peraturan Pemerintah Nomor +8 3ahun 6777 tentang .nalisis 2engenai /ampak &ingkungan %idup, Peraturan 2enteri Negara &ingkungan %idup Nomor 66 tahun +--9 tentang 'enis (en"ana 4saha dan:atau 0egiatan yang ;a!ib /ilengkapi .nalisis 2engenai /ampak lingkungan %idup, serta Peraturan 2enteri Negara &ingkungan %idup Nomor , 3ahun +--9 tentang Pedoman Penyusunan .nalisis 2engenai /ampak &ingkungan %idup.

II. RUANG LIGKUP INDUSTRI ,.1 L#+7k2p Re+9"+" U)"h" d"+:"!"2 Ke7#"!"+

,.1.1 De)k*#p)# Ke7#"!"+ PT. N2!*#.ood I+do+e)#" C#";#<5o7o* 6. +. Nama Proyek < P3.Nutrifood Indonesia (NFI) desa Sindang Sari, ke"amatan 1ogor Selatan, kotamadya 1ogor. 5. &uasan < luas arel =7.7-7 m+ atau sekitar # $ ha.

&okasi Proyek < 'alan (aya )ia*i Nomor +,-. 698+-,

&uasan tersebut terdiri dari gedung atas dan gedung ba*ah. >edung atas meliputi gedung 3ropi"ana slim terdiri dari gedung . (6=-+ m +), gedung 1 (65=,,+ m+), gedung ) (66$+ m+). Sedangkan gedung ba*ah adalah gedung Nutrisari Indonesia terdiri dari gedung / (,,, m+), gedung ? (+96,-5 m+), gedung F (57-,$5 m+), gedung > (6-$9 m+), gedung % (+$7+ m+), gedung I (6-,8,+- m+), gedung ' (+=8,5$ m+, mushola (6$9 m+), Instalasi Pengolahan .ir &imbah (6,8 m+), in"inerator (6+ m+), ruang terbuka hi!au +-+$,9$ m+). ,.,., T"h"p"+ Pem="+72+"+ P3. nutrifood indonesia merupakan industri pengolahan makanan dan minuman kesehatan. Perusahaan ini memproduksi produk dengan brand Nutrisari, 3ropi"ana Slim, Nutri 3ea, ;(P, & 2en, dan %ilo. 0egiatan pembangunan pabrik NFI meliputi tiga tahap yakni < +.6.6 6. Pra 0onstruksi (Persiapan) Pengadaan lahan, diantaranya Pembebasan lahan, pengukuran lahan, dan pembuatan batas. &ahan yang akan dibangun pabrik merupakan lahan milik *arga sehingga ra*an terhadap konflik sosial. @leh karena itu perlu ada pendekatan dari perusahaan sendiri agar lahan tersebut di!ual kepada pihak perusahaan untuk pembangunan pabrik.

+. 5.

Peren"anaan, penyusunan studi .N/.& kelayakan usaha dan dampaknya terhadap lingkungan. Perizinan, termasuk penyusunan dokumen .2/.& !ika *a!ib .2/.& atau (0&:(P& !ika tidak *a!ib .2/.& yang telah diatur dalam Permen &% No.66 3ahun +--9 tentang !enis ren"ana usaha dan:atau kegiatan yang *a!ib dilengkapi .2/.&.

=. $.

Pembersihan lahan (pembukaan lahan). 0egiatan ini meliputi pembukaan lahan *arga yang di!adikan sebagai agroekosistem. Pembuatan !alan masuk dan keluar pabrik terutama untuk alat alat berat serta pembatas untuk membatasi areal yang akan dibangun pabrik.

+.6.+ 6.

0onstruksi (Pembangunan) Penyiapan &ahan, pada saat pembangunan pabrik dibutuhkan fasilitas fasilitas penun!ang bagi para peker!a seperti toilet, tempat istirahat. 0egiatan ini !uga meliputi perataan tanah yang miring dan pemadatan agregat tanah agar stabil sehingga dapat mengganggu system hidrologi, dalam hal ini siklus air serta bentang alam.

+.

(en"ana penyerapan tenaga ker!a, harus dipersiapkan bagaimana fasilitas tenaga ker!a selama proses pembangunan pabrik. /ari mulai tempat tinggalnya, penggunaan air, dan pembuangan limbahnya. %al ini akan men!adi masalah apabila !umlah peker!a yang banyak dan berasal dari luar daerah. Sehingga solusi yang dapat dita*arkan, yaitu merekrut tenaga ker!a yang tempat tinggalnya tidak !auh dari lokasi pembangunan pabrik yang masih bisa di!angkau. ;arung *arung disekitar lokasi pabrik mendapatkan peningkatan penghasilan karena aktivitas pembangunan pabrik.

5.

2obilisasi 1ahan 1angunan. .ktivitas pembangunan membutuhkan bahan baku dan alat alat berat untuk membangun konstruksi fisik yang dapat menimbulkan dampak negatif termasuk dari mobilisasi bahan bangunan. 1ahan bangunan dapat berupa semen, pasir, pondasi, dll., bahan bahan tersebut dapat menimbulkan peningkatan keberadaan partikulat di udara.

=.

Pembangunan gedung gedung produksi. 0omponen lingkungan yang terkena dampak pada tahap konstruksi paling banyak diakibatkan dari proses pembnagunan gedung gedung produksi. (en"ana pembangunan gedung produksi yang "ukup banyak meliputi gedung tropi"ana slim terdiri dari gedung ., gedung 1, dan gedung. Serta gedung Nutrisari Indonesia terdiri dari gedung /, gedung ? , gedung F , gedung > , gedung % , gedung I , dan gedung '.

$.

Pembangunan IP.& (Instalasi Pengolahan .ir &imbah). Pembangunan IP.& termasuk di dalam pembangunan konstruksi fisik yang dapat menimbulkan kebisingan, debu, maupun getaran. &uas lahan yang akan dibangun IP.& yaitu 6,8 m +, pembangunan IP.& ini sangat penting untuk menanggulangi dampak pen"emaran badan air akibat limbah industri yang dihasilkan.

9.

Pengadaan ?nergi &istrik. ?nergi listrik yang dibutuhkan untuk keperluan proses pembangunan dan proses produksi ini akan mempengaruhi pendapatan daerah, tetapi besarnya energi listrik yang dibutuhkan !uga akan berdampak terhadap konsumsi energi listrik sehingga sangat diperlukan penghematan untuk men"apai efisiensi energi.

8.

Pembangunan Pondasi. Pemabangunan pondasi merupakan tahap a*al dalam proses pembangunan konstruksi fisik. Pada tahap ini bahan bangunan dan alat berat akan menimbulkan kebisingan.

,.

Pembangunan Fasilitas Penun!ang. Fasilitas penun!ang yang dibangun NFI terdiri dari mushola, kantin, IP.& dan Insenerator.

7.

3ransportasi. &ahan yang akan dibangun pabrik NFI berada dekat dengan !alan raya, sehingga akses menun!u pabrik ini akan mempengaruhi kondisi !alan raya yang tidak memiliki lebar yang luas. /ampak yang ditimbulkan diantarnya adalah kema"etan sehingga pen"emaran udara akibat transportasi akan meningkat.

6-. Penyediaan air bersih. 0ebutuhan air bersih pada proses produksi "ukup besar, lokasi pembanggunan pabrik merupakan daerah yang terdapat akuifer sehingga sebagian kebutuhan tersebut selain dari P/.2 !uga dipenuhi oleh air yang berasal dari sumur artesis. 66. Pembangunan sistem penanggulangan bahaya. .ktivitas ini berkaitan dengan penanggulangan 05 (0eselamatan ker!a) baik untuk peker!a maupun system pemadam kebakaran. 6+. Pembersihan sisa konstruksi dan pembuangan limbahnya. Puing puing sisa konstruksi perlu dibersihkan agar tidak mengganggu lingkungan dan estetika. %al tersebut berkaitan dengan penataan ruang dan perlu dipikirkan pembuangannya serta penanganan yang efektif serta tidak merusak lingkungan. +.6.5 6. 6. +. 5. =. $. 9. 8. ,. 7. Paska 0onstruksi 3eknologi yang digunakan /esain dan Spesifikasi teknologi yang di berikan seperti < 2esin miAing ?urbin miAing 2esin filling 2esin Penggilingan )ontainer (giling, granuasi, miAing, filling pa"king) IP.& ;ater fresah treatment In"inerator Ba"um "leaner

6-. >lass *ool (lapisan bising) 66. Pompa hydrofor 6+. %oop miAer (pen"ampur bahan baku) 65. "orong feeding 6=. Feeding pump 6$. 2ultiline 69. .ir "ompression (pengering)

+.

1ahan baku dan bahan penolong yang digunakan. 'enis bahan baku dalam proses produksi terdiri bahan baku mayor dan minor, diantaranya < 6. 2ayor Susu skim Susu full "ream 2altisol )itri" a"id >ula Sorbitol Padat dan )air @at Inulin +. 2inor 1ahan pe*arna PremiA vitamin 1aking soda 1ubuk "okelat Na)l @mega 5 'enis mentega Bitamn (0C.) )&

+.

Penyimpanan dan pengangkutan bahan baku yang akan dibangun P3.NFI, terdiri dari < >udang baku terdiri dari .) mayor, .) minor, Non .). >udang 0emas, untuk menyimpan kemasan. 0emasan ada yang menggunakan pallet kayu,1otol, alumunium foil, dus dan boA. >udang 'adi, untuk menyimpan produk yang sudah !adi.

=.

Penyerapan tenaga ker!a. Pabrik NFI membutuhkan 888 peker!a untuk ber!alannya proses produksi. Peker!a sebesar itu tentunya akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dari mulai tempat tinggalnya dan limbah yang dihasilkan.

$.

.ktivitas produksi. .ktifitas produksi dapat mengan"am keselamatan peker!a. /alam melakukan aktifitasnya para peker!a dilengkapi .P/ (alat pelindung diri), selain fisik se"ara psikologi peker!a harus diperlakukan baik agar tidak stress dan harus ter!alin komunikasi yang baik. Proses produksi yang dilakukan dalam menghasilkan produk minuman dan makanan kesehatan, diantaranya adalah <

6.

P(@S?S >(.N4&.SI a. 3ahap >iling gula 1ahan baku berupa gula digiling denngan menggunakan mesin penggiling (borne mister) dan hasil penggiligannya berupa tepung gula yang ditampung dalam "ontainer. b. 3ahap >ranulasi >ranulasi adalah suau pross di mana tepung gula diubah men!adi gula dalam bentuk granul. "ontainer tepung (glatt "ontainer) gula dari ruang penampungan di dorong ke mesin granul (glatt), untuk kemudian di"ampur dengan larutan pe*arna dan digranulasi. hasil granulasi yang berupa gula dalam bentuk granul diperiksa oleh bagian Duality "ontrol untuk mengetahui layak atau tidaknya sesuai dengan spesifikasi.produk yang lolos ditampung dalam "ontainer untuk persiapan selan!utnya. ". 3ahap 2iAing 3ahap miAing merupakan proses pen"ampuran antara gula granul dan bahan bakku minor. gula granul di"ampur dengan air dan bahan baku minor dengan !enis produk yang diinginkan. bahan baku minor ini diayak terebih dahulu dengan mesin pengayak kemudian di"ampur dengan flavor dan air lalu diproses atau dimiAing. hasilnya ditampung di EbinF. d. tahap Filling Pada tahapan ini dilakukan pengemasan dngan bahan kemas primer atau bahan kemas yang bersentuh langsung dengan produk sa"het dan botol. e. tahap pi"king 3ahapan ini adalah tahap pengemasan sekunder di mana kemasan+ primer dikemas men!adi kemasan yang lebi besar seperi dus atau boA.

+.

Proses Non >ranulasi Proses ini sama dengan tahap granulasi hanya tidak

mengalami proses granulasi. produk non granulasi adalah semua produk susu dan syrup. 9. Pengoperasian IP.&. 0ualitas limbah yang dihasilkan dari proses produksi mengandung bahan bahan kimia sehingga diperlukan IP.& sebelum dibuang ke lingkungan. 0arakteristik limbah yang dihasilkan "ukup kompleks sehingga dibutuhkan IP.& yang lengkap dari mulai diolah se"ara fisika, kimia, dan biologi 0arakteristik limbah yang dihasilkan dari proses produksi bersifat toksik, mengandung bahan kimia, dan bahan organik. .ir limbah yang dihasilkan !uga berasal dari domestik rumah tangga yang berasal dari kantin. Selain itu terdapat limbah laboratorium, limbah produksi dan limbah pen"u"ian botol. Sifat dan karakteristik limbah tersebut dapat mempengaruhi pengoperasian IP.&, sehingga !ika IP.& tersebut bo"or dapat menimbulkan pen"emaran sungai )ibalok yang berada di sekitar pabrik NFI. &imbah yang dihasilkan diantaranya adalah < 6. limbah produksi < pen"u"ian tangki produksi (miAing tank) dan dari mesin mesin proses. pen"u"ian peralatan produksi pembersihan lantai +. limbah non produksi laundry < pen"u"ian seragam karya*an. laboratorium< pembersihan lantai, pen"u"ian peralatan laboratorium, sisa penggunaan air dengan pengukuran sampel, misalnya sterilisasi alat dan media, pe"u"in kemasan botol.

5.

limbah domestik kantin , pen"u"ian peralatan minum dan makan pembersiha selokan 2)0.

,., L#+7k2p Ro+" L#+7k2+7"+ A;"l ,.,.1 Ikl#m M#k*o 4daranya relatif se!uk dengan suhu udara rata rata setiap bulannya adalah +9G) dan kelembaban udaranya kurang lebih 8-H. Suhu rata rata terendah di 1ogor adalah +6,,G), paling sering ter!adi pada 1ulan /esember dan 'anuari. .rah mata angin dipengaruhi oleh angin muson. 1ulan 2ei sampai 2aret dipengaruhi angin muson barat. 1ogor terletak pada kaki >unung Salak dan >unung >ede sehingga sangat kaya akan hu!an orografi. .ngin laut dari &aut 'a*a yang memba*a banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik se"ara mendadak di *ilayah 1ogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan men!adi hu!an. ,.,., K2"l#!") Ud"*" 0erapatan vegetasi di daerah ini masih baik, sehingga kualitas udara di lokasi studi masih ter!aga dengan adanya vegetasi. 0erapatan vegetasi yang masih rapat dikaenakan lokasi tersebut berada di daerah hulu yang merupakan arah menu!u pun"ak 1ogor. Parameter kualitas udara yang diukur meliputi< S@+, N@+, N%5, %+S, )@, debu, getaran dan kebisingan. Pengukuran kualitas udara dilakukan di tiga !alur pembangunan 1(( yaitu 0edung %alang I Simpang Jasmin, Simpang Jasmin I /armaga, dan Sentul Selatan I 0edung %alang. 2etode analisis dan peralatan untuk pengukuran tiap parameter kualitas udara disa!ikan pada 3abel III.6. No 6 + 5 = $ Parameter Sulfur /ioksida Nitrogen /ioksida .monia %idrogen Sulfida 0arbon 2onoksida 2etode .nslisis Pararosanilin Saltzman Nessler 2er"urythio"yanate N/I( Peralatan Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer N/I3 .nalyzer

%igh Bolume Sampler 3abel III.6. Parameter 0ualitas 4dara, 2etode .nalisis dan Peralatan Pengukurannya. %asil pengukuran kualitas udara dibandingkan dengan nilai baku mutu untuk mengetahui kualitas udara di areal proyek dan sekitarnya serta untuk memperkirakan dampak pembangunan NFI terhadap kualitas udara. 1aku mutu menga"u pada Peraturan Pemerintah (epublik Indonesia No. =6 tahun 6777 untuk parameter S@+, N@+, debu dan )@ dan keputusan 2enteri Negara &ingkungan %idup No. 0?P $-:2?N&%:66:6779 untuk parameter N%5 dan %+S. /i lokasi pengukuran kualitas udara !uga dilakukan pengukuran kebisingan dilakukan dengan pemba"aan langsung menggunakan alat Sound Level Meter. %asil pengukuran dibandingkan dengan baku mutu tingkat kebisingan menurut keputusan 2enteri Negara &ingkungan %idup No. 0?P =,:2?N&%:66:6779. 0ualitas udara di daerah studi masih baik, hal ini berdasarkan kepada frekuensi lalu lintas kendaraan di daerah tersebut yang masih rendah dimana udara yang dihirup terasa segar. (endahnya frekuensi lalu lintas kendaraan !uga merupakan indikator rendahnya tingkat kebisingan di daerah tersebut. 4ntuk mengetahui kualitas kebisingan dan untuk memperkirakan dampak kebisingan dari sumber kebisingan di lokasi areal pembangunan 1(( ke lokasi sekitarnya khususnya ka*asan pemukiman penduduk menggunakan rumus< S&+ K S&6 +- &og /imana< S&6 K kebisingan pada !arak (6 dari sumber kebisingan (d1.) S&+ K kebisingan pada !arak (+ dari sumber kebisingan (d1.) ,.,.% K2"l#!") A#*

/ebu

>ravimetri"

&okasi perusahaan NFI di e*ati oleh suatu sungai )ibalok yang merupakan bagian dari /.S )ili*ung. Sungai ini berair sepan!ang tahun dengan *ilayah sekitar masih ditumbuhi pepohonan sehingga daya serap air pun masih baik. .ir tanah di sekitar *ilayah ini pun masih bagus karena pemukimannya

masih sedikit. .ir tanah merupakan sumber air yang vital bagi penduduk desa Sindangsari dengan memanfaatkan sumur gali atau sumur pantek. ,.,./ 6#d*olo7# /aerah perusahaan NFI yang dile*ati oleh sungai )ibalok dimana sungai ini dipenuhi air sepan!ang tahun akibat "urah hu!an bogor yang tinggi dan keadaan sekitar yang masih banyak pepohonan. ,.,.3 5#olo7# ;ilayah NFI dibangun di atas lahan pemukiman pnduduk dan kebun kebun milik penduduk Pada *ilayah ini tidak ditemukan flora ataupun fauna yang endemik ataupun langka. 0erapaan dari vegetasinya pun tergolong sedang. 1erkurangnya (3% akan membuat fauna fauna dari lokasi berpindah, penyerapan air berkurag dan penaikkan suhu udara. ,.,.4 Kepe+d2d2k"+ 'umlah, kepadatan, perkembangan dan distribusi penduduk satu *ilayah antara lain ditentukan dan sekaligus menentukan kelengkapan fasilitas sosial dan fasilitas ekonomi guna memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidup sehari hari penduduk tersebut di samping pula dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam yang dapat dinikmati hasilnya. .spek kependudukan men!adi penting karena faktor penentu terhadap fungsi dan peranan pembangunan suatu daerah. Penduduk yang berada di pemukiman masih relative sedikit dengan komposisi *arga aslinya lebih banyak dibandingkan dengan *arga pendatang. Pembangunan NFI dapat menyebabkan pemukiman akan bertambah padat karena akan ter!adinya perpindahan penduduk dari *arga di luar /esa Sindangsari. ,.,.So)#"l Eko+om# 0egiatan perekonomian yang menon!ol di daerah studi khususnya di /esa Sindang sari adalah perdagangan dan petani. 0a*asan sekitar yang telah terdapat industri lain membuat petani berubah profesi men!adi pedagang sekitar ka*asan. &ahan pertanian yang selama ini se"ara turun temurun digarap oleh penduduk setempat, semakin lama semakin menyempit. 0egiatan di sektor !asa yang ditekuni masyarakat sesuai dengan keahlian yang dimiliki pada umumnya bergerak pada peker!aan sebagai buruh seperti angkut, tukang batu, tukang kayu dan tukang o!ek. Selain peker!aan tersebut ada penduduk yang berdagang sebagai

tambahan untuk pangan keluarga dengan membuka toko ataupun *arung:kios. /i!umpai pula rumah kontrakan terutama untuk pendatang yang berasal dari *ilayah sekitar maupun *ilayah lain seperti 'a*a 1arat, 'a*a 3engah, Padang, dan sebagainya.

,.,.'

So)#"l 52d" "

2asyarakat di sekitar pabrik mayoritas beragama Islam, maka sikap, "ara dan budayanya pun sedikit banyak terpengaruhi oleh agama yang dianutnya. Sebagai penganut Islam umumnya tidak fanatik, hubungan dengan agama lainnya ter!alin dengan harmonis. /engan telah berkembangnya masyarakat di sekitar pabrik, hal ini membuktikan bah*a masyarakat di sekitar *ilayah tersebut "ukup tanggap akan perubahan nilai nilai yang terus menerus ter!adi. @rganisasi sosial yang ada di sekitar pabrik berupa organisasi sosial yang bersifat formal maupun non formal. @rganisasi tersebut adalah organisasi kepemudaan seperti 0arang 3aruna, organisasi keagamaan dan olahraga kesenian ,.,.( T*"+)po*!")# 3ransportasi di sekitar *ilayah sudi tidak terlalu padat meskipu sudah terdapat beberapa industri. ,.,.1& Ke)eh"!"+ M") "*"k"! 2asyarakat sudah banyak menggunakan fasilitas kesehatan baik fasilitas kesehatan pemerintah maupun fasilitas kesehatan s*asta, tetapi tidak sedikit !uga masyarakat yang masih mengunakan !asa dukun dikarenakan masih memegang budaya orangtuanya dan masih memper"ayai hal hal yang berbau mistis misalnya masih memper"ayai bah*a dirinya sakit dikarekan ra"un ternyata setelah di lakukan tindakan medis menderita 31) paru. &ingkungan pemukiman penduduk diluar lokasi pabrik sangat menyebar dengan tingkat kesehatan yang beragam pula, karena terkait dengan kepemilikan rumah (eA. rumah kontrakan). 2asih banyaknya pemukiman penduduk yang tidak memiliki !amban keluarga serta sarana air bersih yang memadai, serta tidak memiliki tempat pembuangan sampah.

,.%

Pel#+7k2p"+ < P*o)e) Pel#+7k2p"+ Proses pelingkupan dampak penting yang ditimbulkan dari aktivitas pembangunan P3.Nutrifood Indonesia terdiri dari

identifikasi dampak potensial, evaluasi dampak hipotetik, dan karakterisasi dampak

<

6")#l P*o)e) Pel#+7k2p"+ ". =. D"mp"k Pe+!#+7 6#po!e!#k L#+7k2p 1#l" "h S!2d# d"+ 5"!") 1"k!2 K"8#"+

5A5 III. METODE STUDI %.1 Me!ode Pe+72mp2l"+ d"+ A+"l#)#) D"!" 2etode studi pada pembuatan pabrik NFI (Nurifood Indonesia) dengan menggunakan pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan metode metode yang sesuai tetapi memberikan hasil yang baik agar memberikan gambaran ter*akilkan dari keadaan setiap komponen:variabel yang diukur atau dianalisis. Selain itu pada pengumpulan data primer dilakukan *a*an"ara dengan masyarakat sekitar, dan penggunaan daftar isian (literatur) dari tugas akhir untuk menambah informasi dan !uga untuk pengumpulan data dari setiap komponen komponen lingkungan yang dianggap penting namun sulit dikumpulkan melalui metode metode seperti dikemukaan di atas. Pengumpulan data primer dalam studi .N/.& pembangunan pabrik NFI (Nurifood Indonesia) di 0abupaten 1ogor dilakukan se"ara langsung di lapangan melalui pengamatan, *a*an"ara, dan pengukuran dengan tu!uan untuk mendapatkan data se"ara akurat tentang keadaan lingkungan pada saat studi dilakukan. Pengumpulan data ini dilakukan dengan sampling melalui plot plot pengamatan untuk setiap parameter lingkungan yang diamati di lapang yang meliputi komponen fisika kimia (seperti< iklim mikro, kualitas udara, hidrologi, kualitas air, dan transportasi), biologi (seperti< vegetasi darat, fauna, biota perairan, dan kesehatan masyarakat), serta sosial ekonomi budaya masyarakat yang ada disekitar pembangunan pabrik NFI (Nurifood Indonesia). Penentuan lokasi plot pengamatan tersebut didasarkan atas pertimbangan pertimbangan sebagai berikut< 0eter*akilan karakteristik komponen lingkungan di *ilayah studi Penentuan plot pengamatan didasarkan atas kesamaan sifat dan "iri dari suatu komponen. 'enis ren"ana kegiatan pembangunan NFI (Nurifood Indonesia) yang se"ara hipotetik menimbulkan dampak penting Penentuan plot didasarkan pada lokasi dimana ren"ana kegiatan yang akan dilaksanakan se"ara hipotetik merupakan sumber dampak. 2etode penentuan plot

pengamatan tersebut ditu!ukan untuk menentukan keterkaitan antara pengaruh kegiatan pembangunan dengan komponen lingkungan yang ada. pelaksanaan ;aktu dan lokasi ren"ana kegiatan pembangunan ka*asan Penentuan plot pengamatan berdasarkan pada *aktu dan lokasi ren"ana kegiatan pengembangan ka*asan ditu!ukan untuk mengetahui perkiraan perubahan perubahan terhadap komponen lingkungan yang akan timbul akibat pengaruh *aktu dan lokasi pelaksanaan ren"ana kegiatan tersebut. Selain pengumpulan data primer !uga dilakukan pengumpulan data sekunder dalam pendirian pabrik NFI (Nurifood Indonesia) yang bertu!uan untuk mendapatkan gambaran keadaan umum areal pengembangan ka*asan serta untuk menun!ang hasil pengumpulan data primer yang diperoleh. /ata sekunder yang diperoleh berupa literatur (tabel, gambar, peta, dan laporan laporan) dari beberapa /inas:Instansi terkait antara lain< Pemerintahan /aerah 0ota 1ogor, /inas Peker!aan 4mum, 1adan Pertanahan Nasional (1PN) tingkat kabupaten, /inas 3ata (uang dan &ingkungan %idup, 0antor Statistik, Stasiun Pengamatan 1adan 2eteorologi dan >eofisika setempat, 0antor Pemerintahan serta /inas:Instansi terkait lainnya.

%.1.1 Kompo+)e+ F#)#k<K#m#"


%.1.1.1 Ikl#m d"+ K2"l#!") Ud"*" Ikl#m m#k*o %.1.1.1.1

/ata iklim mikro diperoleh dari stasiun klimatologi yang terdekat dengan lokasi studi. /ata iklim yang dikumpulkan sebagai data sekunder merupakan hasil pengamatan !angka pan!ang, yang meliputi unsur unsur iklim< "urah hu!an, suhu udara, kelembaban nisbi udara, radiasi surya dan angin (arah dan ke"epatan). 1erdasarkan data suhu dan "urah hu!an periode tahun 677- I 6777 dari Stasiun Pengamatan )ua"a 12> /armaga 1ogor yang berdekatan dari daerah studi, dapat diketahui tipe iklim di 1ukit Sentul adalah tipe .f menurut 0lasifikasi S"hmidt dan Ferguson. Suhu udara rata rata bulanan antara +=,8 o) I +8,$ o) dan suhu minimum rata rata +=,, o). )urah hu!an bulanan rata rata adalah +$,, mm

dengan , bulan basah, antara bulan @ktober hingga bulan September selama setahunnya. 0elembaban udara dilokasi studi tersebut antara 8+H 76H. 3erhadap data pengamatan !angka pan!ang tiap unsur iklim (ke"uali data iklim) dihitung nilai rata rata bulanan yang disa!ikan dalam bentuk grafik atau blok diagram sehingga diketahui fluktuasinya atau pola musimannya. 3erhadap data arah dan ke"epatan angin akan dilakukan analisis frekuensinya, yang digambarkan dalam bentuk ma*ar angin (wind rose). /engan demikian dapat diketahui pola angin terutama ke"epatan dan arah yang terbesar frekuensinya untuk tiap bulan dan pola musimannya. III.1.1.1.,. K2"l#!") Ud"*" Parameter kualitas udara yang diukur meliputi< S@+, N@+, N%5, %+S, )@, debu, getaran dan kebisingan. Pengukuran kualitas udara dilakukan di tiga !alur pembangunan 1(( yaitu 0edung %alang I Simpang Jasmin, Simpang Jasmin I /armaga, dan Sentul Selatan I 0edung %alang. 2etode analisis dan peralatan untuk pengukuran tiap parameter kualitas udara disa!ikan pada 3abel III.6. Peralatan Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer Spektrofotometer N/I3 .nalyzer %igh Bolume Sampler 3abel III.6. Parameter 0ualitas 4dara, 2etode .nalisis dan Peralatan Pengukurannya. %asil pengukuran kualitas udara dibandingkan dengan nilai baku mutu untuk mengetahui kualitas udara di areal proyek dan sekitarnya serta untuk memperkirakan dampak pembangunan 1(( terhadap kualitas udara. 1aku mutu menga"u pada Peraturan Pemerintah (epublik Indonesia No. =6 tahun 6777 untuk parameter S@+, N@+, debu dan )@ dan keputusan 2enteri Negara &ingkungan %idup No. 0?P $-:2?N&%:66:6779 untuk parameter N%5 dan %+S. /i lokasi pengukuran kualitas udara !uga dilakukan pengukuran kebisingan dilakukan dengan pemba"aan langsung menggunakan alat Sound Level Meter. No 6 + 5 = $ 9 Parameter Sulfur /ioksida Nitrogen /ioksida .monia %idrogen Sulfida 0arbon 2onoksida /ebu 2etode .nslisis Pararosanilin Saltzman Nessler 2er"urythio"yanate N/I( >ravimetri"

%asil pengukuran dibandingkan dengan baku mutu tingkat kebisingan menurut keputusan 2enteri Negara &ingkungan %idup No. 0?P =,:2?N&%:66:6779. 0ualitas udara di daerah studi masih baik, hal ini berdasarkan kepada frekuensi lalu lintas kendaraan di daerah tersebut yang masih rendah dimana udara yang dihirup terasa segar. (endahnya frekuensi lalu lintas kendaraan !uga merupakan indikator rendahnya tingkat kebisingan di daerah tersebut. 4ntuk mengetahui kualitas kebisingan dan untuk memperkirakan dampak kebisingan dari sumber kebisingan di lokasi areal pembangunan 1(( ke lokasi sekitarnya khususnya ka*asan pemukiman penduduk menggunakan rumus< S&+ K S&6 +- &og /imana< S&6 K kebisingan pada !arak (6 dari sumber kebisingan (d1.) S&+ K kebisingan pada !arak (+ dari sumber kebisingan (d1.) III.1.1.,. 6#d*olo7# .ir tanah merupakan sumber air yang vital bagi penduduk desa )ipambuan dan desa )itaringgul dengan memanfaatkan sumur gali atau sumur pantek. Pada daerah 1ukit Sentul termasuk kedalam /.S 0ali 1ekasi, Sub /.S )ikeas dan )iteureup. Sungai )ikeas dan )iteureup merupakan sungai utama di daerah ini dan berair sepan!ang tahun. Sistem pembuangan air larian yang berasal dari air hu!an akan dialirkan ke saluran drainase menu!u sungai )itaringgul. Parameter yang diukur meliputi< 0e"epatan aliran permukaan air sungai &ebar sungai total &ebar sungai basah ( yang berisi air pada saat pengukuran ) /alam sungai, pada tiga titik< dua sisi pinggir sungai dan satu di tengah atau titik terdalam. Sedangkan data skunder untuk ka!ian hidrologi adaalah data hu!an, yang diambil dari stasiun pengamatan "ua"a terdekat. %asil pengukuran digunakan untuk mengukur debit sungai saat pengukuran, dengan rumus< LKBA.

/imana< L K debit sungai saat pengukuran ( liter. S 6 ) B K ke"epatan aliran permukaan ( m. s 6 ) . K luas sungai merupakan hasil perkalian lebar sungai basah dengan kedalaman rata rata ( m+ ) /ebit sungai maksimum akan di duga dari data hu!an. 0a!ian hidrologi !uga diarahkan pada tiga keadaan saat tahun normal, tahun El Nino dan tahun La Nina. 0a!ian hidrologi !uga meliputi indi"ator utama nera"a kesetimbangan air *ilayah yakni hu!an sebagai input air utama dan evapotranspirasi sebagai output utama. Persamaan umum nera"a *ilayah sebagai berikut< )% K ?3P M d0.3 M ( /imana< )% ?3P ( K )urah %u!an K ?vapotranspirasi K (un @ff ( aliran permukaan ) ( K )% I ?3P d0.3 III.1.1.% K2"l#!") A#*
.. 2etode Pengumpulan dan .nalisi /ata Pengukuran terhadap kualitas air dilakukan dengan dua metode, yaitu dengan pengamtan dan pengukuran se"ara langsung di lokasi (air sungai dan air tanah) serta pengukuran parameter parameter kualitas air yang dilakukan pada &aboratorium 2ikrobiologi 0ampus /iploma IP1. .nalisis kualitas air dilakukan dengan "ara membuat penilaian terhadap hasil pengukuran parameter kualitas air yang selan!utnya dibandingkan dengan parameter baku mutu air baku air minum menurut Permenkes No. 685:2en. 0es:Per. BII:6788, baku mutu air bersih menurut 0epmenkes (I No. 7-8:2?N0?S:S0:BII:+--+, dan baku mutu air sungai menurut 0eputusan >ubernur 'a*a 1arat 0ep. >ub. 'abar No. 5, 3ahun 6776.

d0.3 K Perubahan nilai kadar air tanah /ari rumus tersebut dapat dihitung la!u permukaan ( ( )

&okasi pengumpulan data se"ara langsung dilakukan pada lokasi sungai yang di!adikan sebagai tempat pengambilan data yang akan dianalisis. .dapun lokasi tersebut adalah /.S 0ali 1ekasi, Sub /.S )ikeas dan )iteureup. T"=el P"*"me!e* K2"l#!") A#* d"+ Me!ode Pe+72k2*"++ " Se*!" Al"! "+7 D#72+"k"+. No 6 + 5 = $ 9 8 , 7 666 6+ 65 6= 6$ 69 68 6, 67 ++6 ++ +5 += +$ +9 +8 +, +7 5P"*"me!e* A. F#)#k" 3/S /%& Suhu (asa 1au 0ekeruhan ;arna 5. K#m#" Ph /@ 1@/$ )@/ N%5 bebas Nirit (N@+N) Nitrat (N@5N) /eter!en 21.S) Fenol Nat @rganik Sulfat Fluorida 0lorida 0esadahan 1esi (Fe) 0admium ()d) )r9M 2angan Natrium Nikel (Ni) Seng (Nn) 3embaga ()u) 3imbal (Pb) S"!2"+ 2g:l uS:"m o ) N34 3)4 2g mg:l Me!ode A+"l#)#) 0onduktifitas 0onduktifitas @rganaleptik @rganaleptik Nephelometrik 0olorimeter Photensiometrik 2etode ;inkler 2odifikasi .zide 3itimetrik 2etode Nessler 2etode Sulfanik 2etode 1rusin Al"! )ondu"tivitimeter )ondu"tivitineter 3hermometer &idah %idung Spektrophotometer Spektrophotometer p% meter Peralatan 3itrasi Spektrophotometer Peralatan 3itrasi In situ Lok")# A+"l#)#)

In situ

&ab 2ikro

mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l mg:l

3itimetrik 3itimetrik
Penguapan 3urbidimetrik 3itrimetrik 3itimetrik merkrinitrat 3itimetrik ?/3.

3anur Spektrophotometer Peralatan titrasi

&ab. 2ikrobio logi

Serapan .tom

..S

III.1.1./. T*"+)po*!")#
Pengumpulan data primer mengenai aktifitas transportasi dilakukan antara lain melalui pengamatan se"ara intensif terhadap sarana dan prasarana transportasi terutama dilakukan pada ka*asan sekitar pproyek, yang diperkirakan akan berpengaruh baik se"ara langsung maupun tidak langsung terhadap berbagai kegiatan penduduk dalam kaitannya dengan tata ruang persoalan yang timbul akibat pembangunan proyek Bogor Ring Road. Persoalan yang diperkirakan akan timbul karena adanya pembangunan proyek 1ogor Ring Road ini adalah kema"etan yang di sepan!ang ruas !alan pembangunan proyek 1ogor Ring Road. 0ema"etan dapat disebabkan karena terhambatnya lalu lintas kendaraan umum maupun pribadi yang disebabkan adanya kendaraan operasional proyek yang melintas pada !alan raya maupun !alan menu!u pemukiman penduduk. .. Pengumpulan /ata 6. Penentuan ruas !alan yang terpengaruh (uas !alan yang terpengaruh akibat adanya pembangunan proyek 1ogor Ring Road, pihak 'asa 2arga dan Pemda 0ota 1ogor menetapkan ruas !alan sekitar lokasi kegiatan adalah 'alan 3ol 'agora*i Sentul Selatan 0edung %alang ('alan 1aru) )imanggu /ramaga. +. Pengumpulan /ata Primer Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah penekanan terhadap kema"etan lalu lintas akibat proyek ini. Pen"atatan terhadap tingkat kema"etan dilakukan di masing masing titik pada setiap titik yang telah dipaparkan di atas. Pengambilan data primer ini dilakukan setiap hari selama satu minggu terutama pada !am pun"ak (peak hour), yaitu < Pagi !am -9.-- -7.-Siang !am 66.-- I 6=.-Sore !am 69.-- I 67.--

Pengambilan data tersebut dilakukan menggunakan bantuan alat untuk menghitung frekuensi kendaraan yang melintas setiap !amnya. /ata hasil pengukuran di"atat dan dirata rata, maka akan diperoleh !umlah kendaraan yang melintas setiap !amnya pada masing masing titik.

1. .nalisis 0iner!a lalu lintas 1ogor Ring Road dinilai dengan menggunakan parameter lalu lintas sebagai berikut < 6. Bolume lalu lintas atau arus lalu lintas adalah !umlah kendaraan yang melintasi suatu titik pengamatan pada !alan raya per satuan *aktu. Bolume dan komposisinya merupakan parameter parameter lainnya seperti tingkat pelayanan, ke"epatan, kendaraan dan antrian. +. 3ingkat pelayanan pada suatu ruas !alan menun!ukkan kondisi se"ara keseluruhan. 3ingkat pelayanan ditentukan berdasarkan nilai kuantitatif seperti der!at ke!enuhan (/S). 0e"epatan per!alanan dan berdasarkan nilai kualitatif seperti kebebasan pengemudi dalam bergerak, memilih ke"epatan, dera!at lalu lintas serta kenyamanan.

III.1.,. 5#olo7#
III.1.,.1 >e7e!")# D"*"! /alam pengukuran vegetasi darat yang diamati adalah < a. Begetasi kebun "ampur Pengamatan pada tanaman budaya dilakukan se"ara kualitatif, yang meliputi !enis tanaman, pertumbuhan, produksi per hektar serta gangguan hama dan penyakit. Sedangkan pengamatan semak belukar dan tumbuhan ba*ah menggunakan metode titik menyinggung (Point Intercept) Me!ode T#!#k Me+ #+772+7 (Point Intercept) F*ek2e+)# M2!l"k 8e+#) I (FM#)
M (i ) = Jumlah titik yang diduduki !enis i x6--H 'umlah titik seluruh !enis

F*ek2e+)# M2!l"k 8e+#) # (FR#)


R (i ) = Frekuensi mutlak !enis i x6--H !otal frekuensi seluruh !enis i

INP?FM @ FR 4ntuk mengetahui besarnya nilai Indeks 0eanekaragaman Spe"ies di *ilayah penelitian digunakan rumus sebagai berikut < (@dum,6786O 0rebs, 67,7O 1arbour et al.,67,8)

" P = ( pi )( Inpi )
i =6

/imana < piKni:N ni K 'umlah nilai penting suatu spe"ies N K 'umlah nilai penting seluruh spe"ies In K &ogaritme natural (bilangan alami) .gar nilai Indeks 0eragaman Spe"ies Sahanon ;iever dapat ditafsirkan maknanya maka digunakan kriteria sebagai berikut < (1arbour et,al.,67,8). Nilai %Q biasanya berkisar dari - 8. 'ika %Q K R 6 kategori sangat rendah 'ika %Q K S 6 + kategori rendah 'ika %Q K S + 5 kategori sedang (medium) 'ika %Q K S 5 = kategori tinggi 'ika %Q K S = kategori sangat tinggi %al hal yang akan ditelaah adalah< identifikasi spe"ies spe"ies yang dilindungi serta indentifikasi spe"ies spe"ies dikaitkan dengan fungsi:hubungannya dengan komponen komponen fisik kimia (air tanah) dan biologi (sat*a liar,dan lainnya). III.1.,., F"2+" Pengumpulan data meliputi< 'enis fauna yang ada di lokasi:ka*asan proyek dan sekitarnya 'enis fauna yang bisa berimigrasi, endemik langka, dilindungi undang undang dan yang dapt menimbulkan hama tanaman budi daya. .da tidaknya habitat fauna yang khas dan spesifik, dan habitat yang serupa antara yang ada didalam dan sekitar proyek. 1. P"*"me!e* Pe+7"m"!"+ Parameter yang diamati adalah !umlah !enis dan habitat penyebaran !enis fauna baik yang dilundungi ataupun tidak dilindungi serta mempunyai sistem ekologis dan ekonomis

,. ".

Me!ode Pe+7"m"!"+ Pe+7"m"!"+ )e9"*" !#d"k l"+7)2+7 2etode ini dilakukan dengan pen!ela!ahan lapangan untuk mengenali !enis fauna (mamalia,burung, reptil) yang di!umpai dan dengan men"atat tanda tanda atau !e!ak yang ditinggalkan seperti< !e!ak kaki, suara, sarang, bekas "akaran, kotoran, dan bagian bagian yang ditinggalkan. ;a*a"ara dilakukan terhadap masyarakat di sekitar lokas studi, untuk mendapatkan informasi tentang !enis !enis sat*a, keberadaan, serta bentuk bentuk pemanfaatan dan gangguan fauna. =. Pe+7"m"!"+ l"+7)2+7 Pengamatan langsung khususnya burung dilakukan dengan metode IP. (indeA Point of .bundan"e), yaitu untuk men"atat !umlah burung pada suatu tempat selama *aktu tertentu (6$ menit dengan interval setiap $ menit). %asil pengamatan berupa nilai skala pendugaan populasi yang di"atat pada tabel sperti tersebut pada tabel 'enis ;aktu (menit) $ $ $ 0eteranagan

9.

Lok")# Pe+7"m"!"+ &okasi pengamatan vegetasi dan fauna berada di areal "alon lokasi pembangunan !alan tol 1ogor Ring Road dan pekarangan penduduk di areal tersebut.

III.1.,.% 5#o!" Pe*"#*"+ &okasi sampling kualitas biota perairan disamakan dengan lokasi sampling hidrologi. Parameter parameter yang akan dihitung adalah plankton, benthos, dan nekton, dengan aspek aspek !umlah !enis, kelimpahan, indeks keragaman dan indeks keseragaman. III.1.,.%.1. Pl"+k!o+ Plankton dikumpulkan dengan menyaring 6-- liter "ontoh air dengan planktonen no.+$. Plankton yang tersaring dimasukan kedalam botol film yang berada di ba*ah planktonet. 0emudian dia*etkan dengan lugol sebanyak -.$ ml,

lalu diidentifikasi di &aboratorium 2ikrobiologi, 'urusan 1iologi, Fakultas 2atematika dan Ilmu Pengetahuan .lam IP1. 2etode pengukuran kelimpahan plankton (!umlah plankton per liter) dihitung berdasarkan rumus .P%. (678$) sebagai berikut<
%e lim pahan = Ind ! P $ 6 = x x x Lt L p v #

/imana < 3 K &uas gelas penutup (mm+) & K &uas lapang pandang (mm+) P K 'umlah plankton pandang diamati p K 'umlah lapang pandang yang diamati B K Bolume plankton dalam botol penadah (ml) v K Bolume plankton dalam gelas penutup (ml) ; K Bolume plankton yang disaring (&t) 2etode pengukuran keragaman biota plankton dinyatakan dengan Indeks 0eragaman (%Q) menurut Shanon ;ienner dalam Poole (678=) sebagai berikut< " P = (
6=6 s

ni ni log + ) N N

/imana < %Q K Penduga keragaman spe"ies s K 'umlah semua spe"ies ni:N K 1agian dari !umlah individu yang termaksuk kedalam spe"ies ke i N K 'umlah semua spe"ies ni K 'umlah individu yang termaksuk spe"ies ke i III.1.,.%.,. 5e+!ho) 1enthos diambil dengan alat surber di perairan yang dangkal. 1ethos disaring dengan surber kemudian dia*etkan dengan formalin 6-H. Selan!utkan benthos diidentifikasi di &aboratorium 2ikrobiologi, 'urusan 1iologi, Fakultas 2atematika dan Ilmu Pengetahuan .lam IP1. 2etode pengukuran kelimpahan benthos (ind:l) dihitung dengan rumus sebagai berikut<
n

& =

xi
i =6

/imana< T K 0elimpahan rata rata ni K 'umlah individu spe"ies i N K 'umlah total individu 2etode pengukuran keragaman benthos (%Q) dan keseragaman benthos (?) sama dengan rumus Indeks 0eragaman (%Q) dan Indeks 0eseragaman (?) yang digunakan untuk plankton. III.1.,.%.% Nek!o+ 0eberadaan spe"ies ikan (nekton) diteliti dengan "ara mengamati spe"ies ikan yang ada di lokasi sampling se"ara langsung dan bertanya kepada masyarakat sekitar. %.1.,./ Ke)eh"!"+ M") "*"k"! Parameter yang diamati dalam faktor kesehatan masyarakat adalah dampak ke masyarakat sekitar terhadap pembangunan 1(( tersebut. Pengu!iaan kesehatan masyarakat dilakukan dengan pemberian kuisioner ke masyarakat yang berada di lingkungan pembangunan 1((. III.1.% So)#"l Eko+om# d"+ 52d" " /alam pengumpulan data so"ial ekonomi dan budaya menggunakan pendekatan yang bertahap yakni < Pendekatan Parti"ipory (ural .ppraisal (P(.) yakni untuk memahami kondisi so"ial, ekonomi dan budaya masyarakat se"ara "epat pada saat ini dan memprediksikannya setelah 1(( ini ber!alan. /ilakukan dengan "ara me*a*an"arai tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat. Pendekatan survey yaitu dengan melakukan *a*an"ara terstruktur menggunakan kuisioner terhadap responden terpilih. Pop2l")# d"+ S"mple Populasi dari studi ini yakni masyarakat yang ada di lingkungan proyek terutama yang berbatsan langsung dengan lokasi proyek EPembangunan !alan 1ogor Ring RoadsF yakni masyarakat desa "ipambuan, "iluar, kedungbadak, "urugmekar, dll.

Sample rumah tangga dipilih se"ara a"ak sederhana (Simple Random Sampling) se!umlah 9- responden rumah tangga yang terdiri dari $- responden tokoh masyarakat dan 6- responden tokoh agama. 0emudian dilan!utkan dengan *a*an"ara terstruktur meliputi karakteristik kondisi sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta kondisi sosial budaya. Pe+72mp2l"+ D"!" d"+ Lok")# S!2d# /ata yang dikumpilkan terdiri dari data primer dan data sekunder. /ata sekunder terutama data kependudukan yang terlebih dahulu diambil. Sedangkan data primer (terutama karakteristik sumber daya alam dan sumber daya manusia, kondisi so"ial budaya serta persepsi masyarakat) dihimpun setelah data sekunder. &okasi studi pengambilan data so"ial ekonomi adalah desa "ipambuan, "iluar, kedungbadak, "urugmekar, dll. A+"l#)#) D"!" 4ntuk memudahkan dan melakukan analisis, maka data yang telah terkumpul baik data kuantitatif maupun data kualitatif disusun dan disederhanakan serta disa!ikan dalam bentuk tabulasi. Selan!utkan dilakukan data anlisis se"ara deskriptif kuantitatif. III.1.%.1 Kepe+d2d2k"+ /ata demografi yang dikumpulkan dalam studi ini meliputi < 0epadatan Penduduk (asio beban tanggungan (asio spesies dan kelamin Perkembangan penduduk /ata yang dimaksud adalah data sekunder yang dihimpun dari dinas:instansi terkait seperti 1appeda 0antor Statistik, 0antor 0e"amatan, 0antor /esa dan instansi lainnya. /ata kuantitatif ini selan!utnya diolah dan dianalisi se"ara tabulasi dengan teknik analisis spesifik pada bidang tertentu meliputi < Kep"d"!"+ Pe+d2d2k (R5T) (asio beban tanggungan merupkan perbandingan antara banyaknya penduduk usia tidak produktif dengan banyaknya produk usia produktif, dengan rumus E

(13 K P@

6=

M P9$ : P6$
6=

9=

A 6--H

0eterangan < P@

< !umlah penduduk usia - 6=

P9$ < !umlah penduduk usia 9$ tahun ke atas P6$ 9= < !umlah penduduk usia 6$ 9$ tahun R")#o $e+#) Kel"m#+ (asio !enis kelamin adalah perbandingan banyaknya penduduk laki laki dengan perbandingan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan *aktu tertentu, dengan rumus < ('0 K 'umlah penduduk laki laki < 'imlah penduduk perempuan A 6--H S!*2k!2* Pe+d2d2k Struktur penduduk menurut tingkat pendidikan Struktur penduduk menurut tingkat pendidikan, mayoritas adalah lulus S/:sedera!at, lainnya lulus S&3P:sedera!at, kemudian lulusan S2.:sedera!at. 3ingkat pendidikan formal masyarakat dapat diestimasikan dengan rumus TK1<4Ak 0eterangan < T K 3ingkat pendidikan formal masyarakat 1 K 'umlah penduduk yang tamat S/ ke atas (!i*a) 4 K 3otal penduduk (!i*a) 0 K 0onstanta (6--) o Struktur penduduk menurut ke*arganegaran dan &atar 1elakang 0omposisi kependudukan kelurahan merupakan komunitas dengan latar belakang multiens yang umumnya telah beberapa generasi tinggi menetap di *ilayah ini. 1erdasarkan hasil *a*an"ara etnis yang merupakan kelompok dominan sunda, !a*a, dan etnis lainnya. Pe*kem="+7"+ Pe+d2d2k Perkembangan penduduk dihitung dengan rumus < P6 K P- ( l M r )t

0eterangan < P6 K 'umlah penduduk t tahun P- K 'umlah penduduk - tahun ( K 3ingkat pertumbuhan penduduk III.1.%.,. So)#"l Eko+om# Pengumpulan data sosial ekonomi terdiri dari < 0esempatam ker!a dan berusaha 2ata pen"aharian 3ingkat pendapatan dan pengeluaran Pola pemikiran Penguasaan dan pemanfaatan sumber daya serta 0elembagaan ekonomi.

Pol" M"!" Pe+9"h"*#"+ 1erdasarkan monografi kelurahan peker!aan:mata pen"aharian penduduknya adalah 3NI:P@&(I, s*asta, PNS, dan bermatapen"aharian lain. III.1.%.%. So)#"l 52d" " Pengumpulan data primer dengan metode *a*an"ara yang berkaitan dengan aspek sosial budaya antara lain < interaksi:proses sosial (asosiatif disosiatif) masyarakat terhadap keberadaan proyek dan pengurus:staf:pega*ai proyek:peker!a proyek. Interaksi:proses sosial (asosiatif disosiatif) masyarakat sekitar proyek dengan sesama *arga yang berkaitan dengan proyek. Norma:adat:sikap perilaku masyarakat sekitar proyek. Persepsi masyarakat sekitar proyek terhadap kepemilikan dan kegiatan yang berlangsung di dalam proyek. III., Me!ode P*"k#*""+ D"mp"k 5e)"* d"+ Pe+!#+7 Prakiraan dampak dimaksudkan sebagai upaya pengka!ian terhadap besarnya perubahan kulaitas lingkungan yang mungkin akan timbul akibat kegiatan

pembangunan 1ogor Ring Road di sepan!ang daerah Sentul Selatan I 0edung %alang I Simpang Jasmin I /armaga oleh 'asa 2arga dan P3 2arga Sarana 'abar. /ikaitkan dengan kepentingan ekologis, dan kepentingan sosial ekonomi budaya setempat. /alam pelaksanaannya, besarnya perubahan kualitas lingkungan tersebut diungkapkan dalam bentuk besaran dampak (magnitude) dan pentingnya dampak (importance) berdasarkan 0eputusan 0epala 1apedal No. $9 tahun 677=. /alam penentuan besaran dampak digunakan metode formal berupa < model matematik, baku mutu lingkungan serta metode informal berupa < analogi dan penilaian para ahli yang dapat digunakan se"ara terpisah atau gabungan dan baku mutu lingkungan. III.,.1. Model M"!em"!#k Pendekatan dengan menggunakan model matematik adalah pendekatan yang didasarkan pada penggunaan rumus matematik. 1eberapa model matematik yang digunakan adalah sebagai berikut < III.,.1.1 P*"k#*""+ D"mp"k K2"l#!") Ud"*"A Ikl#m d"+ Ke=#)#+7"+ 2etode prakiraan da,pak yang digunakan untuk aspek kualitas udara dan kebisingan meliputi metode formal dan informal adalah sebagai berikut< 2odel yang digunakan untuk prakiraan dampak kebisingan adalah sebagai berikut< 2odel yang digunakan untuk prakiraan dampak kebisingan adalah sebagai berikut ( (au dan ;ooten, 677- ) S&+ K S&6 +- &og /imana< S&6 K kebisingan pada !arak (6 dari sumber kebisingan ( d1. ) S&+ K kebisingan pada !arak (+ dari sumber kebisingan ( d1. ) r6 K 'arak dari sumber ke lokasi 6 r+ K 'arak dari sumber ke lokasi + %asil pengukuran dibbandingkan dengan baku mutu lingkungan ( 0ep 2en &% No. =,7 3ahun 6779 tentang 1aku 2utu kebisingan )

Penyebaran gas ( S@+, N@+ ) dan debu diprakirakan dengan menggunakan model >aussian untuk sumber di permukaan tanah< & ' x()()()* K /imana< T L (m) U < ke"epatan angin (m 6) < konsentrasi gas: debu pada !arak A meter dari sumber (Ug:m5) < la!u emisi di sumber pen"emaran (Ug s 6) < masing masing !umalh koefisien distribusi horizontal dan verti"al

y dan z

III.,.1., P*"k#*""+ D"mp"k 6#d*olo7# Prakiraan dampak untuk aspek hidrologi terutama untuk yang berkaitan dengan la!u air larian adalah dengan menghitung perubahan nilai kadar air tanah ( d0.3 ) dan aliran permukaan ( ( ) dengan rumusnya < ( K )% I ?3P d0.3 /imana < ( )% ?3P K (un @ff ( aliran permukaan ) K )urah %u!an K ?vapotranspirasi

d0.3 K Perubahan nilai kadar air tanah Pada kondisi normal saat tahun El Nino dan tahun La nina. Pada saat tahap tahyap konstruksi dan operasional 1((, niali ( ( la!u air aliran ), niali ?3P dan d0.3 akan berubah dan berbeda dengan adanya pembangunan 1((. Perbedaan tersebut merupakan dampak yang ter!adi akibat adanya pembangunan gedung terhadap air larian. %al itu akan mempengaruhi la!u aliran air semakin besar atau ke"il. 'ika dampak yang ter!adi meningkatkan la!u air larian maka akan meningkatkan debit air sungai )itaringgul se"ara langsung dan ketersediaan air sumur penduduk sekitar men!adi berkurang III.,.1.1. P*"k#*""+ D"mp"k 5#olo7#

Prakiraan dampak untuk aspek biologi dapat menggunakan model matematik yaitu dengan menghitung nilai indeks keanekaragaman !enis Shanon ;iever (%) baik untuk flora maupun fauna dengan kriteria sebagai berikut (1arbour et al, 67,8) Nilai % K R 6 kategori sangat rendah Nilai % K S 6 I + kategori rendah Nilai % K S + I 5 kategori sedang (medium) Nilai % K S 5 I = kategori tinggi Nilai % K S = kategori sangat tinggi Selisih nilai % atau perbedaan nilai %, sebelum dan sesudah atau antara ada dan tidak ada pembangunan !alan tol merupakan besarnya dampak terhadap komponen 1iologi. III.,.1.3. P*"k#*""+ D"mp"k So)#"l Eko+om# 52d" " a. Prakiraan dampak kesempatan ker!a, menggunakan metoda non formal se"ara kulitatif dan kuantitatif dengan membandingkan< 'umlah lo*ongan ker!a yang ada di ka*asan pembangunan 1(( antara sebelum dan sesudah ada pembangunan 1(( apakah meningkat, tetap atau menurun. 'umlah angkatan ker!a dan ratio beban tanggungan, masyarakat yang ada di sepan!ang daerah pembangunan khususnya daerah 0edung %alang I Simpang Jasmin, Simpang JasminI/armaga, Sentul Selatan I 0edung %alang pada umumnya setelah dan sesudah ada pembangunan 1((.
a. Prakiraan dampak bangkitan lalu lintas, terutam pada saat tahap konstruksi dan operasional !alan tol. Pengamatan pada titik pengamatan di !alan dimana mungkin ter!adi peningkatan frekuensi dan !umlah kendaraan yaitu pada persimpangan !alan 0edunghalang 'alan 1aru ke arah !alan perumahan 1ukit )imanggu dan menu!u /ramaga. Prakiraan dampak dilakukan dengan membandingksn parameter parameter bangkitan lalu lintas pada saat tidak ada proyek pembangunan !alan tol dengan setelah ada proyek pembangunan !alan tol, apakah ter!adi kenaikan,

konstan atau penurunan. Parameter bangkitan lalu lintas yang diukur antara lain < 6. 'umlah kendaraan persatuan *aktu : persatuan ruas !alan yang melaluia titik persimpangan !alan 0edunghalang perumahan 1ukit )imanggu /ramaga. +. /era!at ke!enuhan, sebagai arus maksimum kendaraan per ruas !alan persatuan *aktu pada kondisi tertentu. 5. 0e"epatan per!alanan kendaraan rata rata persatuan *aktu persatuan ruas !alan, selisih nilai perbandingan antara parameter tersebut merupakan besarnya dampak yang diperkirakan ter!adi pada saat tidak ada proyek dan kalau ada proyek pembangunan !alan tol. Se"ara dikriptif prakiraan dampak bangkitan lalu lintas dapat digambarkan sebagai berikut < (uas !alan < Sentul I 0edunghalang /ramaga Pintu 3ol Sentul )ity

'umlah kendaraan 0ondisi tanpa proyek (.)

'umlah kendaraan dengan adanya Proyek Pembanggunan 'alan 3ol 1ogor (ing (oad (1)

Selisih 1I. 1angkitan lalu lintas

/ampak akibat Proyek Pembangunan 'alan 3ol

5.+.+. 1aku 2utu &ingkungan 1aku mutu lingkungan yang digunakan dalam pendugaan dampak adalah baku mutu yang telah ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. Prakiraan dampak melalui pendekataan menggunakan baku mutu lingkungan dilakukan terhadap parameter kualitas air, kualitas udara dan kebisingan. 5.+.5. Penggunaan .nalogi Pendekatan prakiraan dampak se"ara analogi dilakukan untuk menduga dampak yang mungkin timbul dari suatu ren"ana kegiatan yang se!enis. Pendekatan analogi didasarkan pada adanya kesamaan antara kegiatan pembangunan !alan tol yang telah dilaksanakan pada !aringan !alan tol dengan kondisi dan karakteristik lingkungan yang serupa. Pendekatan ini digunakan dalam rangka prakiraan dampak untuk parameter tanah, air, vegetasi, sat*a liar, sosial dan budaya. 5.+.=. Penilaian Para .hli /alam pendekatan ini, prakiraan dampak terhadap komponen:sub komponen: parameter lingkungan ditetapkan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman para ahli yang tergabung dalam tim studi yang dikaitkan dengan fenomena di lapangan. Pendekatan ini digunakan !ika beberapa kendala untuk mendapatkan data yang ditemukan di lapangan. Pendekatan ini digunakan untuk memprakirakan dampak parameter air, tanah, sat*a liar dan sosekbud. 2etode ?valuasi /ampak 1esar dan Penting 5.5.6. 3elaah 3erhadap /ampak 1esar dan Penting ?valuasi dampak dilakukan dengan menelaah se"ara menyeluruh (holistik) terhadap keterkaitan dan ke"enderungan dampak dari komponen dan parameter lingkungan yang merupakan perubahan mendasar. Penilaian ada atau tidaknya dampak penting dari kegiatan pengembangan ka*asan didasarkan pada

0eputusan 0epala 1apedal No. -$9 3ahun 677= tentang Pedoman 2engenai /ampak Penting, yaitu < 6. 'umlah manusia yang terkena dampak +. Intensitas dampak 5. &uas persebaran dampak =. Sifat berbaliktidaknya dampak $. Sifat kumulatif dampak 9. 1anyaknya komponen lingkungan lain yang terkena dampak 8. &amanya dampak berlangsung 0riteria penggunaan dampak penting didasarkan atas tu!uh kriteria penentuan dampak penting tersebut di atas, dimana apabila suatu ren"ana kegiatan diprakirakan menimbulkan dampak yang tergolong penting maka dampak yang bersangkutan digolongkan sebagai dampak penting (P), dengan sifat dampak dapat positif (MP) atau negatif ( P). 4ntuk melihat interaksi se"ara langsung antara komponen kegiatan dengan komponen lingkungan terkena dampak penting digunakan 2atriks ?valuasi /ampak Penting, sedangkan penelaahan keterkaitan dampak penting menggunakan metode 1agan .lir /ampak Penting yang menggambarkan hubungan antara dampak penting yang satu dengan dampak penting yang lainnya sehingga terlihat dampak primer, sekunder, tertier dan seterusnya atau dampak yang bersifat langsung dan tidak langsung. Selan!utnya nilai kuantitatif dan kualitatif dari besaran nilai kepentingan dampak tersebut akan diuraikan se"ara deskriptif. /ari aliran dampak penting, dalam pengelolaan dampak penting yang dapat dilakukan se"ara tepat dan akurat adalah dengan mengendalikan dampak yang primer, karena kalau dampak primernya teratasi maka dampak ikutannya tidak akan ter!adi. 5.+.+. 3elaahan Sebagai /asar Pengelolaan Penyusunan (en"ana Pengelolaan &ingkungan ((0&) akan menga"u pada hasil .N/.&. Pada prinsipnya (0& bertu!uan untuk men"egah, menanggulangi dan menekan dampak negatif penting serta mengembangkan dampak positif penting.

Pendekatan pengelolaan langsung yang digunakan melalui pendekatan < 3eknologi, Sosial ?konomi dan Institusi atau kelembagaan penyusunan dokumen (0& disusun dengan berpedoman pada Peraturan 2enteri Negara &ingkungan %idup No. -, 3ahun +--9. (en"ana Pemantauan &ingkungan ((P&) akan disusun dengan menga"u pada (0&. Pada dasarnya (P& dilakukan guna memantau keberhasilan pengelolaan lingkungan yang tertuang di dalam (0&, disamping itu (P& berfungsi pula sebagai alat untuk mengetahui se"ara dini adanya bahaya lingkungan dan struktur penyusunan (P& berpedoman pada Peraturan 2enteri Negara &ingkungan %idup No. -, 3ahun +--9.

%., %.%

Me!ode Pe*k#*""+ D"mp"k Pe+!#+7 Me!ode E0"l2")# D"mp"k Pe+!#+7

5A5 I>. /.1 /., /.% /./ Pem*"k"*)"

PELAKSANAAN STUDI

Pe+ 2)2+"+ S!2d# AMDAL 5#" " S!2d# 1"k!2 S!2d#

5A5 >. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN<LAMPIRAN