Anda di halaman 1dari 27

BANTALAN / BEARING

Bantalan / Bearing merupakan salah satu bagian dari elemen mesin yang memegang peranan cukup penting karena fungsi dari bantalan yaitu untuk menumpu sebuah poros agar poros dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan. Bantalan harus cukup kuat untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik.

Bantalan / Bearing dibagi menjadi : Journal / Slevee Bearing Adalah bantalan sederhana atau dengan istilah lain bush, yang harus menumpu bagian yang berputar

Gambar 1. 1 Journal / Slevee Bearing

Antifriction Bearing

A. PRINSIP KERJA BANTALAN Apabila ada dua buah logam yang bersinggungan satu dengan lainnya saling bergeseran maka akan timbul gesekan , panas dan keausan . Untuk itu pada kedua benda diberi suatu lapisan yang dapat mengurangi gesekan , panas dan keausan serta untuk memperbaiki kinerjanya ditambahkan pelumasan sehingga kontak langsung antara dua benda tersebut dapat dihindarai.

B. KLASIFIKASI BANTALAN Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. BERDASARKAN GERAKAN BANTALAN TERHADAP POROS a. Bantalan Luncur Macam-macam bantalan luncur 1) Berdasarkan konstruksinya bantalan luncur dibedakan menjadi: a) Bantalan Luncur Radial Bantalan ini untuk mendukung gaya radial dari batang torak saat berputar. Konstruksinya terbagi / terbelah menjadi dua agar dapat dipasang pada poros engkol.

Gambar 1. 2 Bantalan Luncur Radial

b) Bantalan Luncur Aksial Bantalan ini menghantarkan poros engkol menerima gaya aksial yaitu terutama pada saat terjadi melepas / menghubungkan plat kopling saat mobil berjalan.

Konstruksi bantalan ini juga terbelah / terbagi menjadi dua dan dipasang pada poros jurnal bagian paling tengah.

Gambar 1. 3 Bantalan Luncur Aksial Radial

c) Bantalan Gelinding Roll Bantalan poros engkol ini digunakan pada poros engkol yanmg terpisah / terbagi , sehingga pemasangan / pelepasannya dengan jalan membagi poros engkol terlebihdahulu.Bantalan roll ini banyak digunakan pada motor-motor 2 tak .

Konstruksi bantalan ini disesuaikan dengan beban yang diterimanya yaitu :

i. ii. iii.

Bantalan gelinding Aksial ( mengatasi gaya aksial ) Bantalan gelinding Radial ( mengatasi gaya radial ) Bantalan gelinding Kontak Sudur ( mengatasi gaya aksial dan radial )

Gambar 1. 4 Bantalan Beban

2) Menurut bentuk dan letaknya bagian poros yang ditumpu bantalan yaitu bagian yang disebut jurnal dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Bantalan Radial, yang dapat berbentuk silinder, belahan silinder, elips. b) Bantalan Aksial, yang dapat berbentuk bola, kerah, Michel c) Bantalan Khusus, yang berbentuk bola.

C. BAHAN BANTALAN LUNCUR Bahan untuk bantalan luncur harus memenuhi persyaratan berikut: Mempunyai kekuatan yang cukup (tahan beban dan kelelahan) Dapat menyesuaikan diri terhadap lenturan poros yang tidak terlalu besar atau terhadap perubahan bentuk yang kecil Mempunyai sifat anti las (tidak dapat menempel) terhadap poros jika terjadi kontak dan gesekan antara logam dan logam Sangat tahan karat Dapat membenamkan kotoran atau debu kecil Murah harganya Tidak terlalu terpengaruh oleh temperatur

1. Bahan-bahan untuk bantalan umum Paduan tembaga, termasuk dalam golongan ini adalah perunggu, perunggu fosfor, dan perunggu timah hitam. Logam putih, termasuk dalam golongan ini adalah logam putih berdasar Sn (yang disebut logam babit) dan logam putih berdasar Pb.

2. Bahan untuk bantalan tanpa pelumas Bahan ini mengandung pelumas di dalamnya sehingga dapat dipakai sebagai bantalan yang melumasi sendiri. Bantalan semacam ini dipakai bila tidak memungkinkan perawatan secara biasa, yaitu: a) Jika letak bantalan tidak memungkinkan pemberian pelumas dariluar b) Jika bantalan mempunyai gerakan bolak-balik sehingga kemungkinan terbentuknya lapisan minyak sangat kecil c) Untuk alat-alat kimia atau pengolahan air d) Untuk kondisi khusus seperti beban besar, temperatur tinggi, temperatur rendah atau keadaan hampa.

Bantalan tanpa minyak dapat berupa: a) Bantalan plastic b) Bantalan logam yang diresapi minyak c) Pelumas padat

3. Bantalan luncur hidostatik Bantalan semacam ini dipakai sebagai bantalan utama pada mesin perkakas presisi tinggi, misalnya pada meja putar bubut vertikal besar. Bahan bantalan dapat berupa minyak atau udara. Dalam hal ini, minyak atau udara dialirkan dengan tekanan ke dalam celah bantalan untuk mengangkat beban dan menghindari keausan ataupenempelan pada mesin berputar.

4. Bahan bantalan khusus a) Bantalan Kayu, dipakai dalam mesin pengolahan makanan.

b) Bantalan Karet, dicampur dengan air sebagai pelumas, Bantalan karet mempunyai koefisien gesek yang rendah. Bantalan karet juga dapat meredam bunyi dan getaran.

Bantalan Grafit Karbon, merupakan bahan yang sepenuhnya dapat melumasi sendiri dan bekerja pada temperatur tinggi.penambahan serbuk babit, perak, atau tembaga dapat memperbaiki sifatnya yang susah bereaksi sebagai bantalan. c) Bantalan Permata, dipakai pada alat-alat ukur. Merupakan bantalan dari batu akik seperti delima (ruby), dan batu nilam (sapphire).

Berdasar bahannya batalan luncur dibedakan menjadi : a. Bantalan satu bahan Yaitu bantalan yang terbuat dari satu jenis bahan saja seperti besi tuang kelabu atau perunggu . Jenis ini hanya digunakan pada motor dengan beban ringan

Gambar 1. 5 Bantalan Luncur Satu Bahan

b. Bantalan dua bahan Bantalan ini mempunyai dua bahan untuk pendukung dan untuk bagian luncurnya.Untuk bagian pendukungnya terbuatdari Cuprum ( Cu) , Plumbum ( Pb), Sn atau paduan alumunium , sedanng bagian luncurnya

biasanya terbuat dari : Pb atau Sn. Jenis ini mempunyai sifat luncur yang baik serta daya dukungnya lebih besar

Gambar 1. 6 Bantalan Luncur Dua Bahan

c. Bantalan tiga bahan Bantalan ini biasanya pelindungya terbuat dari baja ,pendukungnya terbuat dari Pb , Cu atau Sn dan permukaan luncurnya terbuat dari Pb atau SN dengan proses galvanis.

Gambar 1. 7 Bantalan Luncur Dengan 3 Bahan

Berdasarkan pemakaianya,contoh bantalan luncur antara lain :

a) Bantalan untuk penggunaan umum

D. CARA PELUMASAN BANTAL LUNCUR Dalam pemilihan cara pelumasan sangat perlu diperhatikan kontruksi, kondisi kerja dan letak bantalan. Tempat pelumasan dan lokasi, bentuk serta kekasaran alur minyak, juga merupakan faktor-faktor penting. Jadi pelumasan harus direncanakan atas dasar pengalaman.

1) Pelumasan Tangan Cara ini cocok digunakan untuk beban ringan, kecepatan rendah atau kerja yang tidak terus-menerus. 2) Pelumasan Tetes Cara ini cocok digunakan untuk beban ringan dan sedang. 3) Pelumasan Sumbu Cara ini menggunakan sebuah sumbu yang dicelupkan dalam mangkok minyak sehingga minyak terisap oleh sumbu tersebut. 4) Pelumasan Percik Cara ini digunakan untuk melumasi torak dan silinder motor bakar torak yang berputaran tinggi. 5) Pelumasan Cincin Pelumasan ini dipakai seperti pada pelumasan tetes, caranya yakni dengan menggunakan sebuah sumbu yang dicelupkan dalam mangkok minyak sehingga minya terserap oleh sumbu tersebut. 6) Pelumasan Pompa Pelumasan pompa cocok digunakan untuk keadaan kerja dengan kecepatan tinggi dan beban besar.di sini pompa digunakan untuk mengalirkan minyak ke dalam bantalan yang sulit letaknya seperti bantalan utama motor yang berputaran tinggi. 7) Pelumasan Gravitasi Pelumasan ini grafitasi dipakai untuk kecepatan sedang dan tinggi,carany yaki dari sebuah tangki yang diletakkan di atas bantalan, minyak dialirkan oleh gaya beratnya.

8) Pelumasan Celup Sebagian bantalan dicelupkan dalam minyak. Cara ini cocok untuk bantalan dengan poros tegak seperti pada turbin air.

10

PEGAS
Pegas adalah elemen mesin flexible yang digunakan untuk memberikan gaya, torsi, dan juga untuk menyimpan atau melepaskan energy. Energy disimpan pada benda padat dalam bentuk twist, stretch, atau kompresi. Energy di-recover dari sifat elastic material yang telah terdistorsi. Pegas haruslah memiliki kemampuan untuk mengalami defleksi elastis yang besar. Beban yang bekerja pada pegas dapat berbentuk gaya tarik, gaya tekan, atau torsi (twist force). Pegas umumnya beroperasi dengan high working stresses dan beban yang bervariasi secara terus menerus. Beberapa contoh spesifik aplikasi pegas adalah Untuk menyimpan dan mengembalikan energy potensial, seperti misalnya pada gun recoil mechanism Untuk memberikan gaya dengan nilai tertentu, seperti misalnya pada relief valve Untuk meredam getaran dan beban kejut, seperti pada auto mobil Untuk indicator/control beban, contohnya pada timbangan Untuk mengembalikan komponen pada posisi semula, contohnya pada brake pedal

A. KLASIFIKASI PEGAS Pegas dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis fungsi dan beban yang bekerja yaitu pegas tarik, pegas tekan, pegas torsi,dan pegas penyimpan energy. Tetapi klasifikasi yang lebih umum adalah diberdasarkan bentuk fisiknya. Klasifikasi berdasarkan bentuk fisik adalah : 1. Wire form spring (helical compression, helical tension, helical torsion, custom form)

11

2. Spring washers (curved, wave, finger, Belleville) 3. Flat spring (cantilever, simply supported beam) 4. Flat wound spring (motor spring, colute, constant force spring) Pegas helical compression dapat memiliki bentuk yang sangat bervariasi. Gambar 2.1 menunjukkan beberapa bentuk pegas helix tekan. Bentuk yang standar memiliki diameter coil, pitch, dan spring rate yang konstan. Pitch dapat dibuat bervariasi sehingga spring ratenya juga bervariasi. Penampang kawat umumnya bulat, tetapi juga ada yang berpenampang segi empat. Pegas konis biasanya memiliki spring rate yang non-linear, meningkat jika defleksi bertambah besar. Hal ini disebabkan bagian diameter coil yang kecil memiliki tahanan yang lebih besar terhadap defleksi, dan coil yang lebih besar akan terdefleksi lebih dulu. Kelebihan pegas konis adalah dalam hal tinggi pegas, dimana tingginya dapat dibuat hanya sebesar diameter kawat. Bentuk barrel dan hourglass terutama digunakan untuk mengubah frekuensi pribagi pegas standar.

Gambar 2. 1 Pegas Helix Tekan

Gambar 2. 2 Pegas

Pegas helik tarik perlu memiliki pengait hook) pada setiap ujungnya sebagai tempat untuk pemasangan beban. Bagian hook akan mengalami tegangan yang relaif lebih besar dibandingkan bagian coil, sehingga kegagalan umumnya terjadi

12

pada bagian ini. Kegagalan pada bagian hook ini sangat berbahaya karena segala sesuatu yang ditahan pegas akan terlepas. Salah satu metode untuk mengatasi kegagalan hook ini adalah dengan menggunakan pegas tekan untuk menahan beban tarik seperti ditunjukkan pada gambar 2.2 . Pegas wire form juga dapat memberikan/menahan beban torsi seperti pada gambar 2.1 . Pegas tipe ini banyak digunakan pada mekanisme garage door counter balance, alat penangkap tikus, dan lain-lain. Spring washer dapat memiliki bentuk yang sangat bervariasi, tetapi lima tipe yang banyak digunakan ditunjukkan pada gambar 2.3. Spring washer hanya mampu menyediakan beban tekan aksial. Pegas jenis ini memiliki defleksi yang relative kecil dan mampu memberikan beban yang ringan. Volute spring, seperti gambar 2.4 mampu memberikan beban tekan tetapi ada desekan dan histerisis yang cukup signifikan. Beam spring dapat memiliki bentuk yang bervariasi dengan menggunakan prinsip kantilever atau simply supported. Spring rate dapat dikontrol dari bentuk dan panjang beam. Pegas beam mampu memberikan atau menahan beban yang relative beasr, tetapi dengan defleksi yang terbatas.

Gambar 2. 3 Macam Pegas

Gambar 2. 4 Macam Spring

13

Power spring seperti yang ditunjukan pada gambar 2.4 sering juga disebut pegas motor atau dock spring. Fngsi utamanya adalah menyimpan energy dan menyediakan twist. Contoh aplikasinya adalah pada windup dock, mainan anakanak. Tipe yang kedua disebut dengan constant force spring. Kelebihan pegas ini adalah defleksinya atau stroke yang sangat besar dengan gaya tarik yang hampir konstan.

Jenis pegas menurut bentuk: 1. Pegas Daun Pegas daun adalah komponen yang berfungsi untuk meredam kejutan yang ditimbulkan permukaan jalan. Pegas jenis ini mampu menerima beban yang lebih besar bila dibandingkan dengan pegas lainnya seperti pegas koil dan pegas torsi. Oleh karena itu, pegas daun banyak digunakan pada sistemsuspensi belakang pada kendaraan. Kerjanya: bila roda-roga belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka diteruskan ke rumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elips menekati lurus (pemegasan pegasdaun) yang kontruksnya dilengkapi dengan ayunan pegas. Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspense ini dilengkapi peredam getaran yang dipasangkan di antara penopang pegas daun dengan frame. Komponen utama pegas daun dan fungsinya meliputi: Pemeriksaan pegas daun : a. Dalam keadaan terlepas dan bersih lembaran pegas tidak retak atau pada ujung-ujungnya tidak terjadi keausan yang berlebihan b. Ujung-ujung pegas daun tidak terjadi keausan yang berlebihan

Gambar 2. 5 Pegas Daun

14

Sifat-sifat: Konstruksi sederhana Dapat meredam getaran sendiri (gesekan antara daun pegas) Berfungsi sebagai lengan penyangga (tidak memerlukan lengan, memanjang-melintang) Aksel depan / belakang, tanpa / dengan penggerak roda

Kontruksi Pegas Daun Pegas daun yang umunya digunakan pada mobil adalah bentuk semi elliptical seperti ditunjukkan pada gambar 2.6 . pegas daun ini terbentuk dari sejumlah pelat-pelat (berbentuk seperti daun). Daun-daun ini biasanya mempunyai ciri dilengkungkan sehingga daun-daun itu akan melayani untuk melentur menjadi lurus oleh karena kerja beban.

Gambar 2. 6 Kontruksi Pegas Daun

2. Pegas Koil Komponen ini berfungsi untuk menyerap kejutan/gaya yang diakibatkan dari permukaan jalan tidak rata, penempatannya diantara lower arm dan upper arm. Pemeriksaan pegas koil dalam keadaan terlepas dan bersih pastikan tidak

15

ada bagian yang retak atau aus, ukur tinggi bebas pegas sesuai dengan buku manual sesuai dengan jenis mobil yang diperiksa. Batas limit = 273 mm. Pengujian pegas koil dalam keadaan pegas koil terlepas ukur tinggi bebas pegas, kemudian tekan pegas dengan beban tertentu. Ukur kembali tinggi bebas pegas, bila ukuran kurang dari batas limit spesifikasi sesuai yang ditentukan maka pegas perlu diganti, dan sebaliknya. Catatan : a. Bila pegas lemah dapat dirasakan ada kejutan tidak normal saat kendaraan melewati jalan yang rata. b. Bila pegas lemah, maka keausan ban menjadi tidak normal. Pada saat pemegasan, batang pegas koil menerima beban punter dan lengkung

Gambar 2. 7 Pegas Koil

Sifat-sifat: Langkah pemegasan panjang Tidak dapat meredam getaran sendiri Tidak dapat menerima gaya horizontal (perlu lengan-lengan) Energy beban yang diabsorsi lebih besar daripada pegas daun Dapat dibuat pegas lembut Penggunaan pada suspense independen dan aksel rigid

16

3. Pegas Batang Torsi (Puntir)

Gambar 2. 8 Pegas Torsi Menerima Beban

Sifat-sifat: Memerlukan sedikit tempat Energy yang diabsorsi lebih besar daripada pegas lain Tidak mempunyai sifat meredan getaran sendiri Dapat menyetel tingi bebas mobil Langkah pemegasan panjang Mahal Penggunaan Suspensi Independen

17

4. Pegas Spiral Pegas spiral itu dibuat dari batang pegas khusus yang dilingkarkan membentuk spiral dengan jalan memanaskannya. Setelah terbentuk kemudian dipanaskan secara hati-hati untuk disepuh. Ujung yang satu dibuat sedemikian rupa guna dipasang pada bagian rangka, sedang ujung lainnya untuk dipasang pada sumbu atau kelengkapan suspense menurut kebutuhan.

5. Pegas Pada Klep Pegas klep atau pir katup pada mesin memiliki peranan penting, sebagai penekan klep agar menutup sehingga kompresi mesin tidak sampai bocor. Pir klep pada kondisi bebas atau tanpa tekanan memiliki panjang sesuai spesifikasi pabrik, apabila panjangnya kurang dari spesifikasi pabrik maka pir klep/ pegas katup wajib gantu daripada mesin nanti mengalami kebocoran kompresi.

B. MATERIAL PEGAS Material pegas yang ideal adalah material yang memiliki kekuatan ultimate yang tinggi, kekuatan yield yang tinggi, dan modulus elastisitas atau modulus geser yang rendah untuk menyediakan kemampuan penyimpanan energy yang maksimum. Parameter loss soefficient, v, yang menyatakan fraksi energy yang dapat didisipasikan pada siklis stress-strain juga merupakan factor penting dalam pemilihan materal. Material pegas ang baik haruslah memiliki sifat loss coefficient yang rendah. Nilai loss coefficient suatu material dapat dihitung dengan persamaan (lihat gambar 2.9)

18

Gambar 2. 9 Kurva stress-strain untuk satu siklus

Untuk pegas yang mendapat beban dinamik, kekuatan fatigue adalah merupakan pertimangan utama dalag tinggi dapat dipenuhi pemilihan material. Kekuatan ultimate dan yield yang tinggi dapat dipenuhi oleh baja karbon rendah sampai baja karbon tinggi, baja paduan, stainless steel, sehingga material jenis ini paling banyak digunakan untuk pegas. Kelemahan baja karbon adalah modulus elastisitasnya yag tinggi. Untuk beban yang ringan, paduan copper, seperti beryllium coopper serta paduan nikel adalah material yang umum

digunakan.Tabel 1.1 menampilkan sifat-sifat mekanik beberapa material yang sangat umum digunakan.

19

Tabel 1. 1 Sifat-sifat mekanik material pegas

Kekuatan ultimate material pegas bervariasi secara signifikan terhadap ukuran diaeter kawat. Hal ini adalah sifat material dimana material yang memiliki penampang sangat kecil akan memiliki kekuatan ikatan antar atom yang sangat tinggi. Sehingga kekuatan kawat baja yang halus akan memiliki kekuatan ultimate yang tinggi. Fenomena ini ditunjukkan dalam kurva semi-log pada gambar 2.10 untuk beberapa jenis material pegas.

Gambar 2. 10 Kekuatan Ultimate Kawat Material Pegas vs Diameter Kawat

Data sifat material pada gambar 2.10 di atas dapat didekati dengan persaaan eksponensial Sut Adb

20

Dimana A dan b diberilan pada table 1.1 untuk range ukuran kawat yang tertentu. Fungsi empiris ini sangat membantu dalam perancangan pegas karena proses derasi dapat dilakukan dengan bantuan computer. Perlu dicatat bahwa untuk A dalam ksi maka d harus dalam inch, sedangkan jika A dalam satuan Mpa mada d harus dalam satuan mm. Dalam perancangan pegas, tegangan yang diijinkan adalah dalam kekuatan geser torsional. Hasil penelitian untuk material pegas menunjukan bahwa kekuatan geser torsional adalah sekitar 67% dari kekuatan ultimate tarik.
Ss= 0,67Sut

Tabel 1. 2 Koefisien dan eksponen kekuatan ultimate material pegas

21

RODA GIGI
Definisi roda gigi adalah salah satu bentuk system transmisi yang mempunyai fungsi mentransmisikan gaya, membalikkan putaran, mereduksi atau menaikkan putaran/kecepatan. Umumnya roda gigi berbentuk silindris, dimana di bagian tepi terdapat bentukan-bentukan yang menyerupai gigi (bergerigi)

Kontruksi roda gigi mempunyai prinsip kerja berdasarkan pasangan gerak. Bentuk gigi dibuat untuk menghilangkan keadaan slip, sehingga penyaluran putaran dan daya dapat berlangsung dengan baik.

Gambar 3. 1 Prinsip Roda Gigi

Selain itu dapat dicapai kecepatan keliling (Vc) yang sama pada lingkaran singgung sepasang roda gigi. Lingkaran singgung ini disebut lingkaran pitch atau lingkaran tusuk yang merupakan lingkaran khayal pada pasangan roda gigi, tapi berperan penting dalam perencanaan konstruksi roda gigi pada sepasang roda gigi maka perlu diperhatikan, bahwa jarak lengkung antara dua gigi yang berdekatan (disebut pitch) pada kedua roda gigi harus sama, sehingga kaitan antara gigi dapat berlangsung dengan baik. Bentuk lengkung pada suatu profil gigi tidak dapat dibuat semaunya, melainkan mengikuti kurva-kurva tertentu yang dapat menjamin terjadinya kontak gigi dengan baik.

A. JENIS JENIS RODA GIGI Jenis-Jenis Profil gigi pada roda gigi:

22

1. Profil Gigi Sikloida (Cycloide) Struktur gigi melengkung cembung dan cekung mengikuti pola sikloida. Jenis gigi ini cukup baik karena presisi dan ketelitiannya baik, dapat meneruskan daya lebih besar dari jens sepa dan juga keausannya dapat lebih lama. Tetapi mempunyai kerugian, diantaranya pembuatannya lebih sulit dan

pemasangannya harus lebih teliti, tidak dapat digunakan sebagai roda gigi pengganti/change wheel, dan harga lebih mahal.

2. Profil Gigi Evolvente Struktur gigi ini berbentuk melengkung cembung, mengikuti pola evolvente. Jenis gigi ini struktur cukup sederhana, cara pembuatannya lebih mudah, tidak sangat presisi, dan maupun teliti, harga lebih murah, baik sekali digunakan untuk roda gigi ganti. Jenis profil gigi evolvente dipakai sebagai profil gigi standard untuk semua kepentingan transmisi.

3. Profil Gigi Khusus Misalnya bentuk busur lingkaran dan miring digunakan untuk transmisi daya yang besar dan khusus.

Gambar 3. 2 Ilustrasi Profil Khusus

Berdasarkan strukturnya, bentuk gigi roda gigi dibagi menjadi: 1. Gigi Lurus (Spur Gear) Bentuk gigi ini lurus dan parallel dengan sumbu roda gigi.

23

Gambar 3. 3 Roda Gigi Lurus

Pada konstruksi berpasangan, penggunaannya terdapat pada tiga keadaan, yaitu : a. Roda gigi lurus eksternal (spur gear) b. Roda gigi lurus internal (planetary gear) c. Roda gigi lurus rack dan pinion

Gambar 3. 4 Macam Roda Gigi Lurus

Penggunaan roda gigi lurus ini cukup luas terutama spur gear pada konstruksi general mekanik yang sederhana sampai sedang putaran dan beban relative sedang. Dan ketiga jenis roda gigi ini, maka internal gear memiliki tingkat kesulitan pemasangan yang agak sulit, sehubungan dalam menentukan ketepatan pemasangan sumbu. Sedangkan untuk jenis rac dan pinion gear, mempunyai kekhususan dalam penggunaannya, yaitu untuk pengubah gerak putar ke gerak lurus atau sebaliknya, sedangkan pada rack gear mempunyai sumbu pitch yang lurus. Pembebanan pada gigi-giginya mempunyai distribusi

24

beban yang paling sederhana, yaitu gaya normal yang terurai menjadi gaya keliling (gaya tangensial) dan gaya radial.

2. Gigi Miring (Helical Gear) Bentuk gigi ini menyilang miring terhadap sumbu roda gigi.

Gambar 3. 5 Roda Gigi Miring

3. Gigi Panah (Double Helical /Herring Bone Gear) Bentuk gigi berupa panah atau miring dengan kemiringan berlawanan.

4. Gigi Melengkung / Bengkok (Curved/Spherical Gear) Merupakan roda gigi yang mempunyai bentuk gigi melengkung mengikuti pola tertentu (lingakaran/elips) Dalam kerja dan pemasangannya roda gigi biasanya dipasang secara berpasangan. Terdapat dua buah roda gigi atau lebih. Oleh karena ini, akan menimbulkan sebuah kerjasama antar roda gigi. Kerjasama berdasarkan sumbunya dibedakan menjadi: a. Sumbu roda gigi sejajar/parallel Biasanya dapat berupa kerjasama roda gigi lurus, miring atau spherical b. Sumbu roda gigi tegak lurus berpotongan Biasanya dapat berupa roda gigi trapezium/paying/bevel dengan profil lurus(radial), miring(helical), melengkung(spherical)

25

c. Sumbu roda gigi menyilang tegak lurus Biasanya dapat berupa roda gigi cacing, atau roda gigi miring atau melengkung. d. Sumbu roda gigi menyilang Biasanya dapat berupa roda gigi skrup(screw/helical) atau spherical. e. Sumbu roda gigi berpotingan tidak tedak lurus Biasanya dapat berupa roda gigi paying trapezium atau helical, dll.

Kerjasama antar roda gigi ini harus memenuhi syarat. Beberapa hal yang cukup penting pada kerjasama roda gigi, apabila dua roda gigi atau lebih bekerja sama maka: 1) Profil gigi harus sama (Spur atau helical dll) 2) Modul gigi harus sama Modul gigi adalah besaran dimensi roda gigi, yang dapat menyatakan besar dan kecilnya gigi. Bilangan modul biasanya bilangan utuh, kecuali untuk gigi yang kecil (bilangan yang ditulis tak berdimensi, walaupun dalam arti yang sesungguhnya dalam satuan mm) 3) Sudut tekanan harus sama Sudut tekanan adalah sudut yang dibentuk antara garis singgung dua roda gigi dan garis perpindahan gaya antar dua gigi yang bekerja sama.

Ada dua macam roda gigi sesuai dengan letak giginya: 1) Roda gigi dalam (internal gear), yang mana gigi terletak pada bagian dalam dari lingkaran jarak bagi. 2) Roda gigi luat (eksternal gear), yang mana gigi terletak dibagian luar dari lingkaran jarak, jenis roda gigi ini paling banyak dijumpai. Roda gigi dalam banyak dijumpai pada transmisi roda gigi planit (planetary gear) dan roda gigi cyclo.

26

Apabila dua roda gigi dengan gigi luar maka putaran output akan berlawanan arah dengan putaran inputnya, tetapi bila salah satu roda gigi dengan gigi dalam maka putaran outputnya akan sama dengan arah putaran input. Bila kerjasama lebih dari dua buah roda gigi disebut transmisi kereta api (train gear)

5. Roda Gigi Payung (Bevel Gear) Roda gigi paying atau roda gigi trapezium digunakan apabila diinginkan antara sumbu input dan sumbu output menyudut 90 derajat. Bentuk gigi yang biasa dipakai pada roda gigi payung: Bentuk gigi lurus atau radial Bentuk gigi miring atau helical Bentuk didi melengkung atau spherical

6. Roda Gigi Cacing (Worm Gear) Roda gigi cacing (worm) digunakan apabila diinginkan antara sumbu input dan sumbu output menyilang tegak lurus. Roda gigi cacing mempunyai karateristik yang khas, yaitu input dan output tidak dapat dipertukankan. Jadi input selalu dari roda cacingnya (worm)

27