Anda di halaman 1dari 59

GEOMETRI ANALITIK RUANG

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER TAHUN 2012
Dr. Susanto, MPd
ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Alloh SWT atas segala rahmat, taufiq,
dan hidayah-Nya yang telah dilimpahkan, sehingga terselesaikannya buku
pegangan kuliah untuk mata kuliah Geometri Analitik Ruang. Mata Kuliah ini
memuat materi tentang garis lurus, persamaan bola, luasan putaran, dan luasan
berderajad dua.
Selanjutnya penulis menyadari bahwa buku ini masih belum sempurna;
untuk itu dimohon tanggapan baik berupa kritik dan saran kepada pembaca demi
kebaikan buku pegangan kuliah ini. Akhirnya mudah-mudahan buku ini
bermanfaat bagi pembaca.

Penulis














iii

DAFTAR ISI

Hal.
HALAMAN JUDUL .. i
KATA PENGANTAR . ii
DAFTAR ISI .. iii
BAB I TITIK DAN VEKTOR DALAM RUANG DIMENSI TIGA . 1
Titik dalam Ruang Dimensi Tiga 1
Jarak Dua Titik .. 3
Vektor Dalam Ruang Dimensi Tiga . 5
Hasil Kali Silang Dua Vektor . 9
BAB II GARIS LURUS .. 12
Letak Garis Lurus Terhadap Bidang Datar 14
Jarak Dua Garis Bersilangan .. 19
BAB III PERSAMAAN BOLA ............ 21
Bidang Singgung Pada Bola . 24
BAB IV LUASAN PUTARAN ..... 27
Suatu Ellips di Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X 27
Suatu Parabola di Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X. 29
Suatu Hiperbola di Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X........ 30
Suatu Garis Lurus di Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X 32
Suatu Lingkaran di Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X....... 34
Luasan Putaran Dengan Sumbu Putar Garis Sembarang 35
BAB IV LUASAN BERDERAJAT DUA .. 39
DAFTAR KEPUSTAKAAN . 56

1


BAB I
TITIK DAN VEKTOR DALAM RUANG DIMENSI TIGA

1.1 Titik Dalam Ruang Dimensi Tiga
Ada beberapa cara menentukan letak suatu titik dalam ruang dimensi tiga.
Cara-cara tersebut didasarkan pada penetapan patokan mula yang digunakan.
Dalam tulisan ini dalam menentukan letak suatu titik menggunakan sistem
koordinat kartesius siku-siku. Patokan mula yang diambil dalam koordinat
kartesius dimensi tiga adalah tiga garis lurus yang saling tegak lurus yang
dinamakan sumbu x, sumbu y, dan sumbu z. Meskipun letak garis-garis yang
saling tegak lurus ini dapat diambil sesuka hati kita, namun diambil kesepakatan
sebagai berikut: sumbu y diambil mendatar, arah ke kanan merupakan arah
positif dan ke kiri merupakan arah negatif. Sumbu y dan sumbu z terletak pada
kertas kita; sedangkan sumbu x tegak lurus pada kertas dan melalui titik potong
sumbu y dan sumbu z. Sumbu x yang menuju kita sebagai arah positif dan arah
lawannya sebagai arah negatif. Pengaturan sistem seperti ini dinamakan sistem
tangan kanan. Hal ini karena jika empat jari tangan kanan dikepalkan sehingga
melengkung dari sumbu x positif ke arah sumbu y positif dan ibu jari akan
mengarah ke sumbu z positif. Ketiga sumbu tersebut menentukan tiga bidang,
yaitu bidang xy, bidang xz, dan bidang yz. Ketiga bidang ini membagi ruang
menjadi delapan oktan, yaitu oktan-oktan I, II, III, IV, ..., VIII. Oktan-oktan I, II, III,
dan IV di atas bidang xy, dan lainnya di bawah bidang xy. Oktan-oktan V, VI, VII,
dan VIII berturut-turut tepat di bawah oktan-oktan I, II, III, dan IV.
Letak suatu titik ditentukan oleh jarak titik itu ke bidang-bidang koordinat
yz, xz, dan xy, serta dilihat apakah arah positif atau negatif. Oleh karena itu suatu
titik tertentu oleh pasangan (tripel) tiga bilangan, misalnya titik P(x, y, z).
Pasangan pertama, yaitu x disebut koordinat x tau absis. Pasangan kedua, yaitu y
disebut koordinat y atau ordinat, dan pasangan ketiga disebut koordinat z atau
2
aplikat. Titik-titik P(2, 3, 4) dan Q(4, -2, 3) berturut-turut terletak dalam oktan I
dan II. Titik O(0, 0, 0) disebut titik asal. Setiap pada sumbu x, ordinat dan
aplikatnya nol, sedang suatu titik yang terletak pada bidang xy, aplikatnya nol.
Selanjutnya untuk menggambar sebuah titik, kita tidak perlu menggambar
balok, tetapi cukup dengan tiga ruas garis yang menyatakan panjang absis,
ordinat, dan aplikatnya. Sebagai contoh perhatikan koordinat T(3, 5, 4) sebagai
berikut.













Setiap titik yang aplikatnya positif terletak di atas bidang xy dan jika aplikatnya
negatif terletak di bawah bidang xy. Demikian juga untuk bidang-bidang yang lain
(xz dan yz).
Contoh 1.1. Titik A(1, -2,-4) terletak di oktan VI
Titik B(3, 4, -2) terletak di oktan V
Titik C(-2, -3, -5) terletak di oktan VII
Titik D(-4, -1, 6) terletak di oktan III


Gambar 1.1
Y
Z
X
T(3,5,4)
3
1.2 Jarak Dua Titik
Perhatikan gambar 1.2 dibawah ini. Akan ditentukan jarak titik asal O ke
titik P( . BP dan , AB , OA ). , ,
1 1 1 1 1 1
z y x z y x = = =









Perhatikan OAB A yang siku-siku di A, maka
2
1
2
1
2 2 2
y x AB OA OB + = + =
Selanjutnya pada OBP A yang siku-siku di B berlaku bahwa
2 2 2
BP OB OP + =
2
1
2
1
2
1
2
z y x OP + + =

Jarak titik O ke titik P(
1 1 1
, , z y x ).

Selanjutnya akan ditentukan rumus jarak dua titik sebarang, misalnya titik-
titik P(
1 1 1
, , z y x ) dan Q(
2 2 2
, , z y x ). Perhatkan gambar 1.3 di bawah ini.






Y
Z
X
P(
1 1 1
, , z y x )
Gambar 1.2
2
1
2
1
2
1
z y x OP + + =

P(x
1
, y
1
, z
1
)
Q(x
2
, y
2
, z
2
)
Z
4








1 2
x x AB =
1 2
y y BC =
1 2
z z DQ =
Segitiga ABC siku-siku di B, maka
2 2 2
BC AB AC + =
2
1 2
2
1 2
2
y y x x AC + =
AC PD =
Segitiga PDQ siku-siku di D, maka
2 2 2
DQ PD PQ + =
=
2
PQ
2
1 2
2
1 2
2
1 2
z z y y x x + +
2
1 2
2
1 2
2
1 2
z z y y x x PQ + + =
Rumus diatas adalah rumus jarak antara P(
1 1 1
, , z y x ) dan Q(
2 2 2
, , z y x ).
Contoh 1.2. Tentukan jarak antara titik-titik P(1, -2, 3) dan Q(5, 5, 7)
Jawab:
2
1 2
2
1 2
2
1 2
z z y y x x PQ + + =

2 2 2
) 3 7 ( ) 2 5 ( ) 1 5 ( + + + = PQ
16 49 16 + + = PQ
9 = PQ
A
D
C B
Gambar 1.3
Y
X
5

1.3 Vektor Dalam Ruang Dimensi Tiga
Dalam ruang dimensi tiga suatu titik dinyatakan dengan tiga komponen,
yaitu absis, ordinat, dan aplikat. Misalnya titik D(
1 1 1
, , z y x ); vektor posisi terhadap
titik O dari D ini adalah
1 1 1
, , z y x d = = k z j y i x
1 1 1
+ + .
Vektor-vektor basis k j i , , berturut-turut adalah vektor-vektor satuan yang searah
dengan sumbu-sumbu x positif, y positif, dan z positif. Selanjutnya semua definisi
dan teorema vektor pada bidang sama dengan definisi dan teorema vektor dalam
ruang. Dalam bahasan ini hanya diberikan contoh-contoh untuk vektor dalam
ruang.
Contoh 1.3. Jika ) ( = 4 , 2 , 3 a dan ) ( = 5 , 1 , 2 b , maka
(1) 2a+3b =2 ) ( 4 , 2 , 3 =3 ) ( 5 , 1 , 2
= ) ( 7 , 7 , 0
(2) 5a 2b = ) ( 30 , 8 , 19

Untuk rumus perbandingan berlaku bahwa jika
1 1 1
, , z y x a = adalah vektor
posisi titik A, dan
2 2 2
, , z y x b = adalah vektor posisi titik B, serta titik C terletak
pada ruas garis AB sedemikian hingga n m CB AC : : = , maka vektor posisi titik C
adalah

n m
b m a n
c
+
+
=
Apabila vektor posisi titik C adalah
c c c
z y x c , , = , maka diperoleh hubungan

n m
z y x m z y x n
z y x
c c c
+
+
=
2 2 2 1 1 1
, , , ,
, ,

2 1 2 1 2 1
, ,
1
, , mz nz my ny mx nx
n m
z y x
c c c
+ + +
+
=

n m
mz nz
n m
my ny
n m
mx nx
z y x
c c c
+
+
+
+
+
+
=
2 1 2 1 2 1
, , , ,
6
Jadi
n m
mz nz
z
n m
my ny
y
n m
mx nx
x
c c c
+
+
=
+
+
=
+
+
=
2 1 2 1 2 1
; ;

Contoh 1.4. Segitiga OAB dengan O titik asal, A(4, -2, 1) dan B(6, -3, -11). Titik D
terletak pada sisi AB sedemikian hingga 2 : 3 : = DB AD .
Tentukan koordinat titik D.

Jawab: Misalkan ) , , (
D D D
z y x D , maka

5
1
5
2 3
6 . 3 4 . 2
=
+
+
=
D
x

5
3
2
2 3
) 3 .( 3 ) 2 .( 2
=
+
+
=
D
y

5
1
6
2 3
) 11 .( 3 1 . 2
=
+
+
=
D
z
Jadi |
.
|

\
|

5
1
6 ,
5
3
2 ,
5
1
5 D .
Apabila
3 2 1
, , a a a a = , maka panjang vektor a yang ditulis dengan a adalah
2
3
2
2
2
1
a a a a + + =
Jika
3 2 1
, , a a a a = adalah vektor posisi titik A dan
3 2 1
, , b b b b = adalah vektor
posisi titik B, maka
AB a b =
=
3 2 1
, , b b b -
3 2 1
, , a a a

3 3 2 2 1 1
, , a b a b a b =
AB
2
3 3
2
2 2
2
1 1
) ( ) ( ) ( a b a b a b + + =
Jika ) ( = ) ( =
3 2 1 3 2 1
, , dan , , v v v v u u u u maka perkalian titiknya didefinisikan sama
dengan pada vektor di bidang, yaitu:
< < = - 0 dengan cos v u v u
7
Dan dengan mengingat ) ( = ) ( = ) ( = 1 0, , 0 k dan , 0 1, 0, j , 0 0, , 1 i , maka mudah
dimengerti bahwa:

1 i
dan , 0
= - = - = -
= - = - = -
k k j j i
k i k j j i

Sehingga dapat diturunkan sebagai berikut:
= - v u ) ( ) (
3 2 1 3 2 1
, , . , , v v v u u u
= - v u
3 3 2 2 1 1
v u v u v u + + dan hasil kali dua vektor ini berupa skalar.
Selanjutnya jika dua vektor saling tegak lurus, maka hasil kali titiknya sama
dengan nol; sebaliknya jika hasil kali titik dari dua vektor yang bukan vektor nol
sama dengan nol, maka dua vektor tersebut saling tegak lurus. Hal ini dapat ditulis
sebagai berikut:
0 v atau 0 u atau 0 = = = - v u v u
Contoh 1.5. Diketahui vektor-vektor
) ( = ) ( = ) ( = 4 - 1, 2, c dan , 5 3, - , 1 b , 1 2, - 3, a . Tunjukkan bahwa
ketiga vektor ini dapat merupakan sisi-sisi suatu segitiga siku-siku.
Jawab: Untuk menunjukkan bahwa ketiga vektor membentuk suatu
segitiga, ada dua pertimbangan, yaitu: (1) jumlah ketiga vektor
sama dengan vektor nol; atau (2) salah satu vektornya sama
dengan jumlah dua vektor lainnya.
Mengingat bahwa c b a + = . Maka ketiga vektor membentuk
segitiga. Selanjutnya ditunjukkan bahwasegitiga tersebut adalah
segitiga siku-siku.
Karena c a - =3.2 +(-2).1 +1.(-4) =0, maka c a , sehingga
segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku.
Untuk menentukan besarnya sudut yang dibentuk oleh dua vektor
) ( = ) ( =
3 2 1 3 2 1
, , dan , , v v v v u u u u yaitu:
v u
v -
=
u
cos
8
atau
2
3
2
2
2
1
2
3
2
2
2
1
3 3 2 2 1 1
u
cos
v v v u u u
v u v u v
+ + + +
+ +
=
adalah sudut yang dibentuk oleh v dan u

Contoh 1.6. Diketahui ) ( = ) ( = 2 2, -1, v dan 1 - 3, 2, u .
Nyatakan u sebagai jumlah suatu vektor yang sejajar v dan vektor
yang tegak lurus pada v .
Jawab: Gambar 1.4 berikut ini memberikan ilustrasi dari ketentuan-
ketentuan dalam soal dengan mengambil v v a b dan // .
v pada u proyeksi adalah a , maka
v
v
u a - =
3
2
2 2, -1,
3
1
1 - 3, 2, = ) ( - ) ( = a
v
v
a
3
2
= = ) ( 2 2, -1,
9
2

9
4
,
9
4
,
9
2
= a
= = a u b - 1 - 3, 2, ) (
9
4
,
9
4
,
9
2

9
13 -
,
9
23
,
9
20
= b
Untuk memeriksa kebenaran perhitungan ini, tunjukkan bahwa a tegak lurus b ,
yaitu 0 = - b a .




v
b
a

u
Gambar 1.4
9
1.4 Hasil Kali Silang Dua Vektor
Perhatikan gambar 1.5 berikut ini.









Diketahui k a j a i a a
3 2 1
+ + = dan k b j b i b b
3 2 1
+ + = serta adalah sudut yang
dibentuk oleh a dan b dengan s s 0 . Hasil kali silang dari a dan b ditulis a
b dibaca a silang b didefinisikan sebagai berikut:
a b =
u
b a sin
dengan u adalah vektor satuan yang tegak lurus dengan a dan b dan mengikuti
aturan pada sistem tangan kanan.
Memperhatikan definisi tersebut, karena u adalah vektor satuan, maka
a b = sin b a
Karena arah u ditentukan dengan aturan pada sistem aturan tangan kanan, maka
dapat disimpulkan bahwa:
b a = ) ( . sin u a b
=- u b a . sin
=-(a b )
Sehingga diperoleh hubungan bahwa:
b a = -(a b ) (sifat anti komutatif)
Dari definisi di atas jika a dan b sejajar, yaitu =0, maka
Gambar 1.5
O
b
a
b a

10
a b = u b a sin
a b =0
Maka dapat disimpulkan bahwa dua vektor yang tidak nol adalah sejajar jika dan
hanya jika hasil kali silangnya sama dengan nol.
Hasil kali silang vektor-vektor bersifat distributif terhadap penjumlahan
vektor, yaitu: ) ( ) ( ) ( c a b a c b a + = +
) ( ) ( ) ) ( c b c a c b a + = + (buktikan sebagai latihan)
Selanjutnya akan diperoleh hasilkali silang untuk vektor-vektor satuan k dan , j , i ,
dengan menerapkan definisi hasil kali silang di atas sebagai berikut.
i j = k j i .
2
sin


i j = k
Dengan cara yang sama diperoleh,

j i k
i k j
=
=

j k i
i j k
k i j
=
=
=

0
0
0
=
=
=
k k
j j
i i

Sekarang akan dicari hasil kali silang dari
k a j a i a a
3 2 1
+ + = dan k b j b i b b
3 2 1
+ + =
a b = + + ) (
3 2 1
k a j a i a ) (
3 2 1
k b j b i b + +
= ) (
3 2 1
k a j a i a + + + i b
1
) (
3 2 1
k a j a i a + + + j b
2
) (
3 2 1
k a j a i a + + k b
3

= 0 0 0
3 2 3 1 2 3 2 1 1 3 1 2
+ + + + + i b a j b a i b a k b a j b a k b a
= ) ( ) ( ) (
1 2 2 1 1 3 3 1 2 3 3 2
b a b a k b a b a j b a b a i +
a b =
2 1
2 1
3 1
3 1
3 2
3 2
b b
a a
k
b b
a a
j
b b
a a
i +
a b =
3 2 1
3 2 1
b b b
a a a
k j i

11
Dengan mengingat kembali cara menghitung determinan dengan menggunakan
kofaktor-kofaktor baris pertama.
Selanjutnya dengan mengingat sifat determinan bahwa apabila dua baris
suatu determinan ditukarkan maka determinan yang lainnya negatif dari nilai
determinan semula.

b a =
3 2 1
3 2 1
a a a
b b b
k j i
=-
3 2 1
3 2 1
b b b
a a a
k j i
=-(a b ) (bukti sifat anti komutatif)
Contoh 1.7. Diketahui ) ( = ) ( = 1 4, , 2 , 1 - 2, - , 1 b a
Hitunglah ; b a ; a b a - . a b b -
Jawab: a b =
1 4 2
1 2 1


k j i
=
1 4
1 2
i -
1 2
1 1


j +
4 2
2 1


k
= = + + k j i 0 2 j i + 2
a b a - = ( j i + 2 )- ( 0 ) 2 = k j i
0 ) 2 ( ) 4 2 ( = + - + + = - j i k j i b a b






12
BAB II
PERSAMAAN GARIS LURUS


Pada gambar dibawah ini l adalah garis yang melalui titik P
o
(x
o
, y
o
, z
o
) dan
sejajar dengan vektor . k c j b i a v + + = Untuk menentukan persamaan garis l,
diambil sebarang titik P(x, y, z) pada garis l, maka v P P
o
// dan v t P P
o
= dengan t
bilangan real. Jika vektor-vektor posisi titik P
o
dan P terhadap O adalah
o o o o o o
r r P P maka z y x r dan z y x r = = ( = , , ) , , dan karena , v t P P
o
= maka
v t r r
o
=
v t r r
o
+ =











Karena r adalah vektor posisi sebarang titik P pada garis l dan memenuhi
persamaan terakhir, maka setiap titik P pada garis l akan memenuhi persamaan
tersebut. Dengan kata lain, persamaan garis l yang melalui P
o
(x
o
, y
o
, z
o
) dan sejajar
vektor v =<a, b, c>adalah v t r r
o
+ =
Selanjutnya persamaan ini disebut persamaan vektor garis l

Atau
Z
r
0
v
P
0
r
P
Y
X
13
c b a t z y x z y x
o o o
, , , , , , + =
tc z tb y ta x z y x
o o o
+ + + = , , , ,
tc z z tb y y ta x x
o o o
+ = + = + = ; ;
Selanjutnya persamaan ini disebut persamaan parametrik (kanonik) dari garis l.
Apabila parameter t dari persamaan parametrik ini dihilangkan, maka diperoleh
c
z z
b
y y
a
x x
o o o

=

. Selanjutnya disebut persamaan simetrik garis l dengan


bilangan arah a, b, c dan melalui titik (x
o
, y
o
, z
o
).
Persamaan parametrik tersebut terdiri dari dua persamaan yaitu
c
z z
b
y y
dan
b
y y
a
x x
o o o o

=

=



Contoh
Tentukan persamaan simetrik dari garis potong bidang-bidang
2x y 5z =-14 dan 4x +5y +4z =28.

Jawab
Dari dua persamaan bidang tersebut jika dihilangkan x, diperoleh y +2z =8. Jika
dihilangkan y, maka diperoleh x =
2
3
z 3. Selanjutnya dari dua persamaan ini
dapat disusun persamaan simetriknya, yaitu
z
x
z
y
=
+
=

2
3
3
,
2
8

atau z
y x
=

=
+
2
8
2
3
3

2 4
8
3
3 z y x
=

=
+
.

14
Selanjutnya dapat dicari persamaan garis melalui dua titik. Misalkan titik A(x
1
, y
1
,
z
1
) dan B(x
2
, y
2
, z
2
). Vektor-vektor posisi titik-titik A dan B masing-masing adalah
a =<x
1
, y
1
, z
1
>dan b =<x
2
, y
2
, z
2
) dengan garis yang melalui A dan B. Dengan
mengambil sebarang titik R(x, y, z) pada garis tersebut yang vektor posisinya
adalah r =<x, y, z>. Maka persamaan vektor garis AB adalah
r =a +t(b a) dengan t bilangan real.
<x, y, z>=<x
1
, y
1
, z
1
>+t<x
2
x
1
, y
2
y
1
, z
2
z
1
>
x =x
1
+t(x
2
x
1
), y =y
1
+t(y
2
y
1
), z =z
1
+t(z
2
z
1
).
Selanjutnya persamaan ini disebut persamaan para metrik garis AB.
Dengan menghilangkan parameter t dari persamaan parametrik tersebut akan
diperoleh persamaan simetrik dari garis AB sebagai berikut
1 2
1
1 2
1
1 2
1
z z
z z
y y
y y
x x
x x



Contoh
Tentukan persamaan garis lurus yang melalui titik A(3, 2, 1) dan B(5, -1, -2)

Jawab
Persamaan garis lurus yang melalui A dan B adalah
1 2
1
2 1
2
3 5
3


=


=

z y x

3
1
3
2
2
3

=
z y x


Letak Garis Lurus Terhadap Bidang datar
Ada tiga kemungkinan yang terjadi, letak suatu garis terhadap suatu bidang datar,
yaitu garis memotong bidang, garis sejajar bidang, dan garis terletak pada bidang.
Perhatikan sebuah garis l =
c
z z
b
y y
a
x x
1 1 1

=


Dan sebuah bidang o =Ax +By +Cz +D =0
15
Misalkan garis l dan bidang o tersebut berpotongan, maka koordinat titik
potongnya dicari dengan menyelesaikan x, y, dan z dari tiga persamaan tersebut.
Salah satu cara menyelesaikannya dengan memisalkan bahwa
c
z z
b
y y
a
x x
1 1 1

=

=t
x =x
1
+at, y =y
1
+bt, z =z
1
+ct disubstitusikan pada persamaan bidang, maka
diperoleh
A(x
1
+at) +B(y
1
+bt) +C(z
1
+ct) +D =0
(Aa +Bb +Cc)t +Ax
1
+By
1
+Cz
1
+D =0
Apabila Aa +Bb +Cc = 0, maka akan diperoleh nilai t, sehingga koordinat titik
potong garis dan bidang diperoleh dengan mensubstitusikan nilai t kedalam
persamaan garis yang memuat t.
Jika Ax
1
+By
1
+Cz
1
+D =0 dan Aa +Bb +Cc = 0 maka titik potong garis dan bidang
adalah (x
1
, y
1
, z
1
).
Jika Aa +Bb +Cc =0 dan Ax
1
+By
1
+Cz
1
+D = 0, maka garis dan bidang akan
sejajar.
Jika Aa +Bb +Cc =0 dan Ax
1
+By
1
+Cz
1
+D =0, maka garis terletak pada bidang
Apakah syarat yang harus dipenuhi agar garis l tegaklurus pada bidang ?
Garis l tegaklurus bidang , apabila vektor arah garis l sejajar dengan vektor
normal bidang . Vektor arah garis l adalah m =<a, b, c>dan vektor normal
bidang adalah n =<A, B, C>. Maka garis l tegak lurus bidang ,
apabila m =kn dengan k suatu bilangan real.

Contoh
Carilah persamaan bidang yang memuat garis x =1 +2t, y =-1 +3t, z =4 +t dan
titik (1, -1, 5).



16
Jawab
Ambil dua titik pada garis dengan cara memberi harga t, misal t =0 dan t =1 akan
diperoleh titik-titik (1, -1, 4) dan (3, 2, 5). Selanjutnya persamaan bidang yang
dicari adalah persamaan bidang yang melalui titik-titik (1, -1, 5), (1, -1, 4), dan (3,
2, 5) yaitu
0
1 5 2 3
1 4 1 1
1 5 1 1
1
=

z y x

3x 2y 5 =0
Penyelesaian cara lain yaitu dengan menggunakan vektor arah garis, yaitu m =<2,
3, 1>dan sebuah titik (1, -1, 4) pada garis, serta titik (1, -1, 5) yang diketahui. Dua
titik ini menentukan vektor u =<0, 0, 1>.
Vektor normal bidang yang dicari adalah
m x u = j i
k j i
2 3
1 0 0
1 3 2 =
Maka persamaan bidang yang dicari adalah
3(x 1) 2(y +1) =0
3x 2y 5 =0

Letak dua garis lurus dalam ruang dimensi tiga. Dua buah garis lurus dalam ruang
mungkin akan berpotongan, sejajar, berimpit, atau bersilangan.
Misalkan diketahui dua garis berikut ini
1
1
1
1
1
1
c
z z
b
y y
a
x x
=

dan
2
2
2
2
2
2
c
z z
b
y y
a
x x
=


sudut antara dua garis tersebut sama dengan sudut yang dibentuk oleh vektor-
vektor arahnya yaitu m
1
=<a
1
, b
1
, c
1
>dan m
2
=<a
2
, b
2
, c
2
>.
Jika u adalah sudut yang dibentuk oleh dua garis tersebut, maka
17
Cos u =
2
2
2
2
2
2
2
1
2
1
2
1
2 1 2 1 2 1
c b a c b a
c c b b a a
+ + + +
+ +

Dua garis akan sejajar apabila vektor-vektor arahnya sejajar, yaitu m
1
=tm
2

dengan t suatu bilangan real. Sehingga bentuknya menjadi <a
1
, b
1
, c
1
>=t<a
2
, b
2
,
c
2
>, atau
2
1
2
1
2
1
c
c
b
b
a
a
= = .
Dua garis saling tegak lurus apabila vektor-vektor arahnya saling tegak lurus, yaitu
m
1
.m
2
=0
<a
1
, b
1
, c
1
>. <a
2
, b
2
, c
2
>=0
a
1
a
2
+b
1
b
2
+c
1
c
2
=0
Dua garis akan berpotongan apabila ada penyelesaian untuk x, y, dan z dari empat
persamaan bidang yang menyatakan dua persamaan garis tersebut.

Contoh
Tunjukkan bahwa garis-garis
6
2
1
1
1
2
2
4
3
2
4
1 +
=

z y x
dan
z y x

berpotongan, dan carilah persamaan bidang yang memuat dua garis tersebut.

Jawab
Dimisalkan bahwa:
k
z y x
dan t
z y x
=
+
=

6
2
1
1
1
2
2
4
3
2
4
1

Atau x =1 4t y =2 +3t z =-2 +6k
X =2 k y =1 +k z =-2 +6k
Maka diperoleh persamaan:
1 4t =2 k, 2 +3t =1 +k, dan 4 2t =-2 +6k
Dari k =4t +1, k =3t +1 diperoleh t =0 dan k =1 yang memenuhi
persamaan 4 2t =-2 +6k.
18
Jadi titik potongnya adalah (1, 2, 4).
Untuk mencari persamaan bidang yang memuat dua garis tersebut
ditentukan vektor normalnya dulu, yaitu dengan perkalian silang dari vektor-
vektor arah garis, yaitu 6 , 1 , 1 2 , 3 , 4
2 1
= = m dan m
Vektor normal bidangnya adalah
6 1 1
2 3 4
2 1

= =
k j i
m x m n
k j i n + = 26 20
Jadi persamaan bidang yang dicari adalah persamaan bidang yang melalui titik (1,
2, 4) dan tegak lurus n yaitu:
20(x 1) +26(y 2) (z 4) =0
20x +26y z =68.
Telah diketahui bahwa garis dengan persamaan
c
z z
b
y y
a
x x
1 1 1

=

,
mempunyai bilangan-bilangan arah a, b, dan c atau mempunyai vektor arah m =
<a, b, c>. Selanjutnya akan ditentukan bilangan-bilangan arah dari garis tersebut
ke dalam persamaan simetrik (kanonik), misalnya melenyapkan x, kemudian
melenyapkan y dari dua persamaan bidang tersebut.
Dengan melenyapkan x didapat
(A
2
B
1
A
1
B
2
)y +(a
2
C
1
A
1
C
2
)z +(a
2
D
1
A
1
D
2
) =0
Dengan melenyapkan y diperoleh
(A
1
B
2
A
2
B
1
)x +(B
2
C
1
B
1
C
2
)z +(B
2
D
1
B
1
D
2
) =0
Dari dua persamaan tersebut diperoleh
1 2 2 1 2 1 1 2
2 1 1 2
1 2 2 1
1 2 2 1
1 2 2 1
1 2 2 1
B A B A
z
C A C A
B A B A
D A D A
y
C B C B
B A B A
D B D B
x


Terlihat bahwa bilangan-bilangan arah (vektor arah) dari garis tersebut adalah
m =<B
1
C
2
B
2
C
1
, -A
1
C
2
+A
2
C
1
, A
1
B
2
A
2
B
1
>


19
Atau dalam bentuk determinan menjadi

2 1
2 1
2 1
2 1
2 1
2 1
, ,
B B
A A
C C
A A
C C
B B
m =

Jarak Dua Garis Bersilangan
Misalkan diketahui dua garis g
1
dan g
2
, jarak garis g
1
dan g
2
ditentukan
dengan cara sebagai berikut. Dibuat bidang o melalui garis g
2
dan sejajar g
1
. Pilih
suatu titik P pada garis g
1
. Maka jarak garis g
1
dan g
2
sama dengan jarak titik P ke
bidang o.

Contoh
Berapakah jarak garis g
1
: 7x 4z 38 =0, 7y 5z +37 =0 dan
garis g
2
: 7x +8z 16 =0, 7y 3z =15

Jawab
Persamaan bidang yang melalui garis g
1
adalah anggota berkas bidang
(7x +4z 38) +t(7y 5z +37) =0. Atau 7x +7ty +(4 5t)z 38 +37t =0.
Vektor normal bidang ini adalah n =<7, 7t, 4-5t>.
Sedangkan vektor arah garis g
2
adalah
. 49 , 21 , 56
7 0
0 7
,
3 0
8 7
,
3 7
8 0
> =<

= m
Bidang yang melalui g
1
sejajar g
2
, maka harus dipenuhi
0 . , = n m yaitu n m
<-56, 21, 49>. <7, 7t, 4-5t>=0
-8 +3t +4 5t =0
t =-2
Jadi bidang yang melalui g
1
dan sejajar g
2
adalah 7x 14y +14z 112 =0 yang
disederhanakan menjadi x 2y +2z 16 =0.
Pilih titik P(0, 3, 2) pada garis g
2
, maka jarak P ke bidang x 2y +2z 16 =0 adalah
20
d = 6
4 4 1
16 2 . 2 3 . 2 0
=
+ +
+

Jadi jarak garis-garis g
1
dan g
2
adalah 6.

Soal-soal
1. Carilah persamaan parameter dan persamaan simetrik garis lurus yang melalui
titik-titik (1, -2, 3) dan (4, 5, 6).
2. Carilah persamaan simetrik garis potong bidang-bidang x +y z =1 dan 3x
3y +7z =9, serta tentukan vektor arahnya.
3. Carilah persamaan simetrik garis yang melalui titik (4, 0, 6) dan tegak lurus
pada bidang x 5y +2z =10.
4. Carilah persamaan garis yang melalui titik (-5, 7, -2) dan tegak lurus pada
vektor-vektor <2, 1, -3>dan <5, 4, -1>.
5. Carilah persamaan garis yang melalui titik (5, -3, 4) dan memotong tegak lurus
sb x.
6. Carilah persamaan garis yang melalui titik (2, -4, 5) yang sejajar dengan bidang
3x +y 2z =5 dan tegak lurus pada garis g:
1
1
3
5
2
8

=
+ z y x

7. Carilah persamaan bidang yang memuat garis-garis
g
1
: x =-2 +2t, y =1 +4t, z =2 t dan
g
2
: x =2 2t, y =3 4t, z =1 +t
8. Carilah persamaan bidang yang memuat garis g
1
: x =3t, y =1 +t, z =2t dan
sejajar dengan garis g
2
: 2x y +z =0, y +z +1 =0.
21
BAB III
PERSAMAAN BOLA


Bola dengan pusat titik O (titik asal) dan berjari-jari r, persamaannya diperoleh
dengan cara mengambil sebarang titik P(x, y, z) pada bola. Sehingga
). , , ( z y x r OP = =








Pada gambar diatas
2 2 2
z y x r OP + + = = jari-jarinya r =r
r
2
=x
2
+y
2
+z
2
.
Karena P(x, y, z) sebarang titik pada bola, maka setiap titik (x, y, z) pada bola
berlaku x
2
+y
2
+z
2
=r
2
. Ini berarti persamaan bola dengan pusat O dan berjari-
jari r adalah:
x
2
+y
2
+z
2
=r
2
.
Selanjutnya akan dicari persamaan bola dengan jari-jari r dan titik pusat M(a, b,
c).
Ambil sebarang titik P(x, y, z) pada bola, maka vektor
). , , ( c z b y a x r PM = =
P(x,y)
O
Z
Y
X
r
22
= = = r r r PM .
2
2
). , , ( c z b y a x ). , , ( c z b y a x
r
2
=(x a)
2
+(y b)
2
+(z c)
2
.







Karena P(x, y, z) sebarang titik pada bola yamg memenuhi persamaan tersebut
diatas, maka setiap titik (x, y, z) pada bola memenuhi persamaan tersebut. Hal ini
berarti persamaan bola dengan jari-jari r dan titik pusat (a, b, c) adalah:
(x a)
2
+(y b)
2
+(z c)
2
=r
2
.
Contoh
Carilah persamaan bola yang berpusat di titik (1, 3, 2) dan melalui titik (2, 5, 0).
Jawab
Jari-jari bola adalah jarak dua titik tersebut, yaitu
. 3 4 4 1 ) 2 ( ) 3 5 ( ) 1 2 (
2 2 2
= + + = + + = r
Persamaan bola yang dicari adalah persamaan bola dengan jari-jari 3 dan
berpusat di titik (1, 3, 2), yaitu:
(x 1)
2
+(y 3)
2
+(z 2)
2
=9
Jika dijabarkan menjadi x
2
+y
2
+z
2
2x 6y 4z +5 =0.
M

O
Z
Y
X
P(x,y,z)
23
Rumus persamaan bola yaitu (x a)
2
+(y b)
2
+(z c)
2
=r
2
dapat ditulis sebagai
berikut: x
2
+y
2
+z
2
2ax 2by 2cz +a
2
+b
2
+c
2
r
2
=0
Jika 2a =A, -2b =B, -2c =C, dan a
2
+b
2
+c
2
r
2
=D, maka persamaan bola
tersebut dapat ditulis sebagai berikut
x
2
+y
2
+z
2
+Ax +By +Cz +D =0
Nampak disini bahwa persamaan bola adalah suatu persamaan kuadrat dalam x,
y, dan z dengan ciri-ciri: (a) tidak memuat suku-suku xy, xz, atau yz, dan (b)
koefisien-koefisien x
2
, y
2
, dan z
2
selalu sama.
Selanjutnya akan ditentukan titik pusat dan jari-jari dari bola dengan persamaan
x
2
+y
2
+z
2
+Ax +By +Cz +D =0.
Persamaan ini bisa diubah dengan melengkapi kuadrat dari x, y, dan z sebagai
berikut:
(x
2
+Ax + .
4
1
4
1
4
1
)
4
1
( )
4
1
( )
4
1
2 2 2 2 2 2 2 2
D C B A C Cz z B By y A + + = + + + + + +
.
4
1
4
1
4
1
)
2
1
( )
2
1
( )
2
1
(
2 2 2 2 2 2
D C B A C z B y A x + + = + + + + +
Dari persamaan ini dapat dengan mudah ditentukan titik pusat dan jari-jari bola,
yaitu:
jarinya jari adalah D C B A r
dan pusatnya titik sebagai C B A M
+ + =

2 2 2
4
1
4
1
4
1
, )
2
1
,
2
1
,
2
1
(

Contoh
Tentukan pusat dan jari-jari bola, jika diketahui persamaan bola tersebut adalah
sebagai berikut: x
2
+y
2
+z
2
10x 8y 12z +68 =0.
Jawab
Dengan proses melengkapkan kuadrat, persamaan bola diubah menjadi:
24
(x
2
10x +25) +(y
2
8y +16) +(z
2
12z +36) =25 +16 +36 68
(x 5)
2
+(y 4)
2
+(z 6)
2
=9
Ini berarti bola berpusat di titik (5, 4, 6) dengan jari-jari 3.
Soal diatas dapat juga diselesaikan dengan menggunakan rumus, sehingga
diperoleh:
Titik pusat bola )
2
1
,
2
1
,
2
1
( C B A M = )) 12 (
2
1
), 8 (
2
1
), 10 (
2
1
( M =(5, 4, 6)
Jari-jari bola adalah D C B A r + + =
2 2 2
4
1
4
1
4
1

r = 68 ) 12 (
4
1
) 8 (
4
1
) 10 (
4
1
2 2 2
+ +
68 36 16 25 + + = r
3 9 = = r

Bidang Singgung Pada Bola
Misalkan bola dengan persamaan (x a)
2
+(y b)
2
+(z c)
2
=r
2
;
dan suatu titik T(x
1
, y
1
, z
1
) pada bola. Akan dicari persamaan bidang singgung pada
bola di titik T(x
1
, y
1
, z
1
). Bidang singgung di titik T dan jari-jari bola melalui T saling
tegak lurus, ambil sebarang titik V(x, y, z) pada bidang singgung, maka
1 1 1
, , z z y y x x TV = pada bidang singgung
Pusat bola adalah P(a, b, c), maka
) , , (
1 1 1
c z b y a x PT =
Karena 0 . = TV PT maka PT TV
25
0 . .
0 ) .(
=
=
PV PT PT PT
PV PT PT

r
2
- <x
1
a, y
1
b, z
1
c>. <x a, y b, z c>=0
(x
1
a)(x a) +(y
1
b)(y b) +(z
1
c)(z c) =r
2
.
Ini adalah persamaan bidang singgung bola dengan persamaan (x a)
2
+(y b)
2
+
(z c)
2
=r
2
; di titik T(x
1
, y
1
, z
1
) pada bola.
Contoh
Tentukan persamaan bidang singgung pada bola (x 3)
2
+(y 1)
2
+(z 2)
2
=9 di
titik (1, 3, 3).
Jawab
Titik (1, 3, 3) terletak pada bola, sebab koordinat-koordinatnya memenuhi pada
persamaan bola. Maka persamaan bidang singgung pada bola di titik (1, 3, 3)
adalah:
(1 3)(x 3) +(3 1)(y 1) +(3 2)(z 2) =9.
-2x +2y +z 7 =0.
Soal-soal
1. Tuliskan persamaan bola yang pusatnya di titik (-6, 2, -3) dan jari-jarinya 2.
2. Carilah persamaan bola yang berpusat di titik (2, 4, 5) dan menyinggung
bidang xy.
3. Carilah persamaan bola jika diameternya adalah ruas garis yang
menghubungkan titik (-2, 3, 7) dan (4, -1, 5).
4. Tentukanlah pusat dan jari-jari bola dengan persamaan : 4x
2
+4y
2
+4z
2
4x +
8y +16z 13 =0.
5. Carilah persamaan bola-bola yang bersinggungan yang titik-titik pusatnya
berturut-turut (-3, 1, 2) dan (5, -3, 6) dan jari-jarinya sama.
26
6. Carilah persamaan bola dalam kuadran pertama yang jari-jarinya 6 dan
menyinggung bidang-bidang koordinat.
7. Carilah persamaan bola dengan pusat (1, 1, 4) dan menyinggung bidang x +y =
12.
8. Tentukan persamaan bola yang melalui titik-titik (3, 1, -3), (-2, 4, 1), dan (-5, 0,
0) yang titik pusatnya terletak pada bidang 2x +y z +3 =0.
9. Tentukan persamaan bola yang berjari-jari 3 dan menyinggung bidang
x +2y +3z +3 =0 di titik T(1, 1, -3).
10. Tentukan persamaan bidang singgung pada bola (x 3)
2
+(y +2)
2
+(z 1)
2
=
25 yang sejajar dengan bidang 4x +3z 17 =0.










27
BAB IV
LUASAN PUTARAN

Misalkan sumbu x diambil sebagai sumbu putar dan kurva yang diputar
terletak pada bidang YOZ. Persamaan kurva yang diputar adalah

=
=
0 ) , (
0
z y f
x

Selanjutnya diambil T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada kurva. Maka dipenuhi :
x
o
=0 dan f(y
o
, z
o
) =0.
Ambil T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada kurva.
Maka dipenuhi

=
=
0 , (
0
0 0
0
z y f
x

Lingkaran yang dilalui T adalah perpotongan bidang yang melalui T dan tegak
lurus sumbu putar, yaitu sumbu dengan bola yang pusatnya pada sumbu x,
misalkan titik O dan jari-jarinya OT.
Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x =x
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Selanjutnya dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
sehingga diperoleh persamaan
luasan putarannya.
Berikut ini akan dicari bermacam-macam persamaan luasan putaran.

3.1 Suatu Ellips Pada Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X
Persamaan ellips pada bidang XOY berbentuk

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada ellips. Maka harus dipenuhi
z
o
=0
28
1
2
2
2
2
= +
b
y
a
x
o o

Persamaan bidang yang melalui T dan tegak lurus sumbu x adalah x =x
0
.
Persamaan bola yang melalui titik T dan titik pusatnya di O adalah
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x=x
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan
1
2
2 2
2
2
=
+
+
b
z y
a
x

Persamaan ini merupakan persamaan ellipsoida putaran dengan sumbu putar
sumbu x.










Jika sumbu putarnya sumbu y maka persamaan ellipsoida diperoleh sebagai
berikut.
Persamaan ellips yang diputar adalah

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada ellips.
O
Z
X
Y
29
Maka harus dipenuhi

= +
=
1
0
2
2
0
2
2
0
0
b
y
a
x
z

Persamaan bidang yang melalui T dan tegak lurus sumbu y adalah y =y
0
.
Persamaan bola yang melalui titik T dan titik pusatnya di O adalah
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
y=y
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan
1
2
2
2
2 2
= +
+
b
y
a
z x

Persamaan ini merupakan persamaan ellipsoida putaran dengan sumbu putar
sumbu y.
Titiktitik puncaknya adalah (a, 0, 0), (-a, 0, 0), (0, b, 0), (0, -b, 0), (0, 0, a), dan (0,
0, a).

3.2 Suatu Parabola Pada Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X
Persamaan parabola pada bidang XOY berbentuk:

=
=
px y
z
2
0
2

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada parabola.
Maka harus dipenuhi
z
o
=0
y
o
2
=2px
o

Persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x=x
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan
30
y
2
+z
2
=2px.
Persamaan ini merupakan persamaan paraboloida putaran dengan sumbu putar
sumbu x.









3.3 Suatu Hiperbola Pada Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X
Persamaan hiperbola pada bidang XOY berbentuk

=
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada hiperbola. Maka harus dipenuhi
z
o
=0
1
2
2
2
2
=
b
y
a
x
o o

Persamaan bidang yang melalui T dan tegak lurus sumbu x adalah x =x
0
.
Persamaan bola yang melalui titik T dan titik pusatnya di O adalah
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x=x
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan
1
2
2 2
2
2
=
+

b
z y
a
x

O
X
Y
Z
31
Persamaan ini merupakan persamaan hiperboloida putaran berdaun dua dengan
sumbu putar sumbu x.
Titik puncaknya ada dua yaitu (-a, 0, 0) dan (a, 0, 0).













Jika hiperbola pada bidang XOY tersebut diputar mengelilingi sumbu y maka
diperoleh persamaan luasan sebagai berikut.
Persamaan hiperbola pada bidang XOY berbentuk

=
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada hiperbola. Maka harus dipenuhi
z
o
=0
1
2
2
2
2
=
b
y
a
x
o o

Persamaan bidang yang melalui T dan tegak lurus sumbu y adalah y =y
0
.
Persamaan bola yang melalui titik T dan titik pusatnya di O adalah
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
X
Z
Y O
32
y =y
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan
1
2
2
2
2 2
=
+
b
y
a
z x

Persamaan ini merupakan persamaan hiperboloida putaran berdaun satu dengan
sumbu putar sumbu y.
Beberapa titik puncaknya adalah (a, 0, 0), (-a, 0, 0), (0, 0, a), dan (0, 0, -a).











3.4 Suatu Garis Lurus Pada Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X
a. Misalkan persamaan garis yang diputar adalah

+ =
=
p my x
z 0

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada garis yang diputar. Maka harus dipenuhi
z
o
=0
x
o
=my
o
+p
Persamaan bidang yang melalui T dan tegak lurus sumbu x adalah x =x
0
.
Persamaan bola yang melalui titik T dan titik pusatnya di O adalah
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

O
X
Z
Y
33





Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x =x
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan
x
2
m
2
(y
2
+z
2
) 2px +p
2
=0.
Persamaan ini merupakan persamaan kerucut.

b. Misalkan garis yang diputar menyilang sumbu x, maka persamaannya
berbentuk

+ =
=
p my x
k z

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada garis yang diputar. Maka harus dipenuhi
z
o
=k
x
o
=my
o
+p
Persamaan bidang yang melalui T dan tegak lurus sumbu x adalah x =x
0
.
Persamaan bola yang melalui titik T dan titik pusatnya di O adalah
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x =x
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan
1
) (
2 2
2
2
2 2
=

+
k m
p x
k
z y

Persamaan ini merupakan persamaan hiperboloida putaran berdaun satu.
O
X
Y
Z
34









3.5 Suatu Lingkaran Pada Bidang XOY Diputar Mengelilingi Sumbu X
Misalkan persamaan lingkaran pada bidang XOY berbentuk

= +
=
2 2 2
) (
0
r b y x
z

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada garis yang diputar. Maka harus dipenuhi

= +
=
2 2 2
) (
0
r b y x
z
o o
o

Persamaan bidang yang melalui T dan tegak lurus sumbu x adalah x =x
0
.
Persamaan bola yang melalui titik T dan titik pusatnya di O adalah
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x =x
o

x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan
(x
2
+y
2
+z
2
r
2
b
2
)
2
=4b
2
(r
2
x
2
).





O
X
Y
Z
35
Persamaan ini merupakan persamaan torus.












3.6 Luasan Putaran Dengan Sumbu Putar Garis Sebarang
Misalkan persamaan sumbu putarnya adalah
c
z z
b
y y
a
x x
1 1 1

=


dan persamaan kurva yang diputar adalah

=
=
0 ) , , (
0 ) , , (
2
1
z y x f
z y x f

Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada kurva yang diputar. Maka harus dipenuhi

=
=
0 ) , , (
0 ) , , (
2
1
o o o
o o o
z y x f
z y x f

Lingkaran yang dilalui T adalah perpotongan bidang melalui T dan tegak lurus
sumbu putar dengan bola yang pusatnya di titik P yang terletak pada sumbu putar
dan berjari-jari PT. Di sini dapat diambil P(x
1
, y
1
, z
1
).
Persamaan bidang melalui T dan tegak lurus sumbu putar adalah
a(x x
o
) +b(y y
o
) +c(z z
o
) =0.
Persamaan bola yang pusatnya di titik P(x
1
, y
1
, z
1
) dan berjari-jari PT adalah
X
Y O
Z

36
(x x
1
)
2
+(y y
1
)
2
+(z z
1
)
2
=(x
o
x
1
)
2
+(y
o
y
1
)
2
+(z
o
z
1
)
2

Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah

+ + = + +
= + +
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) (
0 ) ( ) ( ) (
z z y y x x z z y y x x
z z c y y b x x a
o o o
o o o

Dengan mengeleminasi x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh persamaan luasan putaran.

Contoh
Tentukan persamaan luasan yang terjadi dari perputaran parabola

=
=
x y
z
4
0
2

mengelilingi garis

+ =
=
1 2
0
x z
y

Jawab
Persamaan sumbu putar adalah

+ =
=
1 2
0
x z
y

Vektor arah dari sumbu putar ini adalah m =<-1, 0, -2>.
Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada parabola.
Maka harus dipenuhi
z
o
=0
y
o
2
=4x
o

Persamaan bidang yang melalui T dan tegak lurus sumbu putar adalah
-1(x x
o
) +0(y y
o
) 2(z z
o
) =0 atau
x +2z =x
o
+2z
o

Persamaan bola yang pusatnya di titik P(0, 0, 1) dan berjari-jari PT =
2 2 2
) 1 ( + +
o o o
z y x adalah x
2
+y
2
+(z 1)
2
=x
o
2
+y
o
2
+(z
o
1)
2
.
Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x +2z =x
o
+2z
o

x
2
+y
2
+(z 1)
2
=x
o
2
+y
o
2
+(z
o
1)
2
.
Selanjutnya didapat x +2z =x
o
.
37
Akibatnya y
o
2
=4x
o
=4(x +2z) =4x +8z.
Dengan mensubstitusikan x
o
, y
o
, dan z
o
diperoleh
x
2
+ y
2
+(z 1)
2
=(x +2z)
2
+(4x +8z) +1
Setelah dijabarkan dan disederhanakan, diperoleh persamaan luasan yaitu:
Y
2
3z
2
4xz 4x 10z =0.

Contoh
Diketahui persamaan garis g =

+ =
=
1 2
0
x y
z

Tentukan persamaan luasan yang terbentuk dari garis g yang diputar mengelilingi
sumbu x.

Jawab
Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) sebarang titik pada garis g.
Maka harus dipenuhi

+ =
=
1 2
0
o o
o
x y
z

Persamaan bidang yang melalui titik T dan tegak lurus sumbu x adalah x =x
o
.
Persamaan bola yang titik pusatnya di O dan melalui T adalah
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2
.
Jadi persamaan lingkaran yang dilalui T adalah
x =x
o
x
2
+y
2
+z
2
=x
o
2
+y
o
2
+z
o
2
.
Kita mempunyai y
o
=2x +1. Selanjutnya dengan mensubstitusikan x
o
, y
o
, dan z
o

diperoleh persamaan
x
2
+y
2
+z
2
=x
2
+(2x +1)
2
+0.
Setelah dijabarkan dan disederhanakan diperoleh persamaan luasan yang
ditanyakan yaitu:
-4x
2
+y
2
+z
2
4x 1 =0.

38

Soal-soal
1. Suatu ellips dengan persamaan

= +
=
0 16 4
0
2 2
z x
y
diputar mengelilingi
sumbu x. Tentukan persamaan ellipsoida putaran yang terbentuk.
2. Jika suatu hiperbola dengan persamaan

=
=
1
9 16
0
2 2
z x
y
diputar mengelilingi
sumbu x. Tentukan persamaan luasan putaran yang terjadi.
3. Suatu parabola dengan persamaan

=
=
z x
y
2
0
2
diputar mengelilingi garis

+ =
=
2
0
x y
z
. Tentukan persamaan luasan putaran yang terjadi.
4. Suatu parabola dengan persamaan

=
=
z y
x
2
0
2
diputar mengelilingi sumbu z.
Tentukan persamaan luasan yang terjadi.
5. Suatu garis

=
=
1
0
z x
y
diputar mengelilingi garis dengan persamaan

=
=
3 3 2
0
z y
x
. Tentukan persamaan luasan putaran yang terjadi.
39
BAB V
LUASAN BERDERAJAD DUA

Berikut ini akan diselidiki suatu luasan yang terjadi dari suatu ellips dan
hiperbola yang letak dan besarnya berubah menurut aturan tertentu.
1. Pada bidang XOY terletak ellips dengan persamaan

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

Pada bidang YOZ terletak ellips dengan persamaan

= +
=
1
0
2
2
2
2
c
z
b
y
x

Kedua ellips diatas mempunyai puncak-puncak yang sama pada sumbu y.
Selanjutnya ellips yang terletak pada bidang XOY digerakkan dengan aturan
sebagai berikut.
a) bidangnya selalu sejajar dengan bidang XOY,
b) titik pusatnya tetap pada sumbu z,
c) dua dari puncaknya selalu terletak pada ellips yang terletak pada bidang YOZ,
dan
d) ellips tetap sebangun dengan ellips yang digerakkan.
Berarti ellips pada bidang YOZ merupakan garis arah dari ellips yang bergerak.
Adapun persamaan luasan yang terjadi dapat dicari sebagai berikut.
Misalkan ellips

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z
digerakkan sehingga terletak pada bidang z = dan
setengah sumbu-sumbunya adalah x
o
dan y
o
berturut-turut sumbu yang sejajar
sumbu x dan sumbu y.
Karena memenuhi aturan a, b, dan c, maka titik (0, y
o
, ) terletak pada ellips

= +
=
1
0
2
2
2
2
c
z
b
y
x
sehingga memenuhi ) 1 ( 1
2
2
2 2
2
2
2
2
c
b y atau
c b
y
o
o

= = +
40
Karena aturan a, b, dan d maka dipenuhi
b
a
y
x
o
o
=
Atau
2
2
2
2
2
2
2
.b
b
a
y
b
a
x
o o
= = ) 1 (
2
2
c

=a
2
) 1 (
2
2
c

.
Jadi persamaan ellips yang terletak pada bidang z = tersebut adalah:

= +
=
1
2
2
2
2
o o
y
y
x
x
z

atau

=
1
) 1 ( ) 1 (
2
2
2
2
2
2
2
2
c
b
y
c
a
x
z


Dengan mengeleminasi dan persamaan ellips ini, diperoleh persamaan
1
2
2
2
2
2
2
= + +
c
z
b
y
a
x

Persamaan ini merupakan persamaan ellipsoida dengan titik pusat O dan sumbu-
sumbunya berimpit dengan sumbu-sumbu koordinat.
Jika dua diantara a, b, dan c adalah sama, maka ellipsoida tersebut merupakan
suatu ellipsoida putaran. Jika a =b =c, maka ellipsoida tersebut merupakan bola.











x
0
O
X
Y
Z
y
0
41
2. Ellips yang digerakkan terletak pada bidang XOY dengan persamaan

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

dan persamaan garis arah dari ellips yang bergerak adalah hiperbola pada bidang
YOZ dengan persamaan

=
=
1
0
2
2
2
2
c
z
b
y
x

Selanjutnya ellips digerakkan dengan aturan:
a) bidangnya selalu sejajar dengan bidang XOY,
b) titik pusat ellips selalu terletak pada sumbu z,
c) dua dari puncaknya selalu terletak pada garis arah, dan
d) ellips yang digerakkan selalu tetap sebangun dengan ellips semula.
Misalkan ellips digerakkan sehingga terletak pada bidang z = dan setengah
sumbu-sumbunya adalah x
o
dan y
o
berturut-turut sumbu yang sejajar sumbu x
dan sumbu y.
Karena memenuhi aturan a, b, dan c, maka titik (0, y
o
, ) terletak pada ellips

=
=
1
0
2
2
2
2
c
z
b
y
x
sehingga memenuhi ) 1 ( 1
2
2
2 2
2
2
2
2
c
b y atau
c b
y
o
o

+ = =
Karena aturan a, b, dan d maka dipenuhi
b
a
y
x
o
o
=
atau
2
2
2
2
2
2
2
.b
b
a
y
b
a
x
o o
= = ) 1 (
2
2
c

+ =a
2
) 1 (
2
2
c

+ .
Jadi persamaan ellips yang terletak pada bidang z = tersebut adalah:

= +
=
1
2
2
2
2
o o
y
y
x
x
z

atau
42

=
+
+
+
=
1
) 1 ( ) 1 (
2
2
2
2
2
2
2
2
c
b
y
c
a
x
z


Dengan mengeleminasi dan persamaan ellips ini, diperoleh persamaan
1
2
2
2
2
2
2
= +
c
z
b
y
a
x

Persamaan ini merupakan persamaan hiperboloida berdaun satu dengan titik
pusat O dan sumbu-sumbunya berimpit dengan sumbu-sumbu koordinat.
Jika a =b maka diperoleh hiperboloida putaran.











3. Ellips yang digerakkan terletak pada bidang XOY dengan persamaan

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

dan garis arah dari ellips yang digerakkan adalah hiperbola dengan persamaan

= +
=
1
0
2
2
2
2
c
z
b
y
x

Aturan untuk menggerakkan adalah sebagai berikut.
a) bidangnya selalu sejajar dengan bidang XOY,
O
y
0
x
0
Z
Y
X
43
b) titik pusat ellips selalu terletak pada sumbu z,
c) dua dari puncaknya selalu terletak pada garis arah, dan
d) ellips yang digerakkan selalu tetap sebangun dengan ellips semula.
Misalkan ellips digerakkan sehingga terletak pada bidang z = dan setengah
sumbu-sumbunya adalah x
o
dan y
o
berturut-turut sumbu yang sejajar sumbu x
dan sumbu y.
Karena memenuhi aturan a, b, dan c, maka titik (0, y
o
, ) terletak pada ellips

= +
=
1
0
2
2
2
2
c
z
b
y
x
sehingga memenuhi - ) 1 ( 1
2
2
2 2
2
2
2
2
= = +
c
b y atau
c b
y
o
o


Karena aturan a, b, dan d maka dipenuhi
b
a
y
x
o
o
=
atau
2
2
2
2
2
2
2
.b
b
a
y
b
a
x
o o
= = ) 1 (
2
2

=a
2
) 1 (
2
2

.
Jadi persamaan ellips yang terletak pada bidang z = tersebut adalah:

= +
=
1
2
2
2
2
o o
y
y
x
x
z

atau

=
1
) 1 ( ) 1 (
2
2
2
2
2
2
2
2
c
b
y
c
a
x
z


Dengan mengeleminasi dan persamaan ellips ini, diperoleh persamaan
1
2
2
2
2
2
2
= +
c
z
b
y
a
x

Persamaan ini merupakan persamaan hiperboloida putaran berdaun dua dengan
titik pusat O dan sumbunya adalah sumbu z.
Jika a =b maka persamaan ini menjadi persamaan hiperboloida putaran berdaun
dengan titik pusat O dan sumbunya adalah sumbu Z.

44










4. Ellips yang digerakkan terletak pada bidang XOY dengan persamaan

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

dan garis arah dari ellips yang bergerak adalah parabola pada bidang YOZ dengan
persamaan

=
=
pz y
x
2
0
2

aturan untuk menggerakkan ellips adalah:
a) bidangnya selalu sejajar dengan bidang XOY,
b) titik pusat ellips selalu terletak pada sumbu z,
c) dua dari puncaknya selalu terletak pada garis arah, dan
d) ellips yang digerakkan selalu tetap sebangun dengan ellips semula.
Misalkan ellips digerakkan sehingga terletak pada bidang z = dan setengah
sumbu-sumbunya adalah x
o
dan y
o
berturut-turut sumbu yang sejajar sumbu x
dan sumbu y.
Karena memenuhi aturan a, b, dan c, maka titik (0, y
o
, ) terletak pada ellips
sehingga memenuhi y
o
2
=2p.
Karena aturan a, b, dan d maka dipenuhi
b
a
y
x
o
o
=
y
0
x
0
O
Z
X
Y
45
atau x
o
2
= p
b
a
y
b
a
o
2
2
2
2
2
2
=
Jadi persamaan ellips yang terletak pada bidang z = tersebut adalah:

= +
=
1
2
2
2
2
2
2

p
y
p
b
a
x
z

Dengan mengeleminasi dan persamaan ellips ini, diperoleh persamaan
z
c
p
b
y
a
x
2 2
2
2
2
2
= +
Persamaan ini merupakan persamaan paraboloida ellips dengan titik puncak di O.
Jika a =b maka persamaan ini menjadi persamaan paraboloida putaran dengan
sumbu z sebagai sumbu putarnya.













5. Misalkan hiperbola yang digerakkan terletak pada bidang YOZ dengan
persamaan

=
=
1
0
2
2
2
2
c
z
b
y
x

O
Z
X
Y
y
0
x
0
46
dan garis arahnya berupa ellips pada bidang XOY dengan persamaan

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

Aturan untuk menggerakkan hiperbola adalah sebagai berikut.
a) bidangnya selalu sejajar dengan bidang YOZ,
b) titik pusatnya selalu terletak pada sumbu x,
c) hiperbolanya selalu tetap sebangun dengan hiperbola semula, dan
d) titik-titik puncaknya selalu terletak pada garis arah.
Misalkan hiperbola digerakkan sehingga terletak pada bidang x = dan
setengah sumbu-sumbunya yang sejajar dengan sumbu y dan sumbu z berturut-
turut adalah y
o
dan z
o
.
Dari garis aturan diatas, titik puncak (, y
o
, 0) terletak pada garis arah sehingga
harus dipenuhi

) 1 (
) 1 ( 1
2
2
2 2 2
2
2
2
2
2
2 2
2
2
2
2
a
c z atau y
b
c
z sehingga
c
b
z
y
juga dan
a
b y atau
b
y
a
o o o
o
o
o
o


= = =
= = +
.
Jadi persamaan hiperbola yangbterletak pada bidang x = adalah

=
1
) 1 ( ) 1 (
2
2
2
2
2
2
2
2
a
c
z
a
b
y
x


Dengan mengeliminasi dari persamaan hiperbola diatas dapat diperoleh
persamaan
1
2
2
2
2
2
2
= +
c
z
b
y
a
x

Persamaan ini merupakan persamaan hiperbola berdaun satu.

47
6. Misalkan hiperbola yang digerakkan terletak pada bidang YOZ dengan
persamaan

=
=
1
0
2
2
2
2
c
z
b
y
x

dan garis arahnya berupa ellips pada bidang XOY dengan persamaan

=
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

Aturan untuk menggerakkan hiperbola adalah sebagai berikut.
a) bidangnya selalu sejajar dengan bidang YOZ,
b) titik pusatnya selalu terletak pada sumbu x,
c) hiperbolanya selalu tetap sebangun dengan hiperbola semula, dan
d) titik-titik puncaknya selalu terletak pada garis arah.
Misalkan hiperbola digerakkan sehingga terletak pada bidang x = dan
setengah sumbu-sumbunya yang sejajar dengan sumbu y dan sumbu z berturut-
turut adalah y
o
dan z
o
.
Dari garis aturan diatas, titik puncak (, y
o
, 0) terletak pada garis arah sehingga
harus dipenuhi

) 1 (
) 1 ( 1
2
2
2 2 2
2
2
2
2
2
2 2
2
2
2
2
+ = = =
+ = =
a
c z atau y
b
c
z sehingga
c
b
z
y
juga dan
a
b y atau
b
y
a
o o o
o
o
o
o


.
Jadi persamaan hiperbola yangbterletak pada bidang x = adalah

=
+

+
=
1
) 1 ( ) 1 (
2
2
2
2
2
2
2
2
a
c
z
a
b
y
x


48
Dengan mengeliminasi dari persamaan hiperbola diatas dapat diperoleh
persamaan
1
2
2
2
2
2
2
= +
c
z
b
y
a
x

Persamaan ini merupakan persamaan hiperboloida berdaun dua dengan sumbu y
sebagai sumbunya.

7. Misalkan hiperbola yang digerakkan terletak pada bidang XOY dengan
persamaan

= +
=
1
0
2
2
2
2
b
y
a
x
z

dan garis arahnya berupa parabola pada bidang YOZ dengan persamaan

=
=
pz y
x
2
0
2

Aturan untuk menggerakkan hiperbola adalah sebagai berikut.
a) bidangnya selalu sejajar dengan bidang YOZ,
b) titik pusatnya selalu terletak pada sumbu x,
c) hiperbolanya selalu tetap sebangun dengan hiperbola semula, dan
d) titik-titik puncaknya selalu terletak pada garis arah.
Misalkan hiperbola digerakkan sehingga terletak pada bidang x = dan setengah
sumbu-sumbunya yang sejajar dengan sumbu y dan sumbu z berturut-turut
adalah y
o
dan z
o
.
Berdasarkan aturan diatas, titik puncak (, y
o
, 0) terletak pada garis arah sehingga
y
o
2
=2p.
Karena aturan a, b, dan d maka dipenuhi
b
a
y
x
o
o
=
atau x
o
2
= p
b
a
y
b
a
o
2
2
2
2
2
2
=
Jadi persamaan hiperbola yang terletak pada bidang z = tersebut adalah:
49

= +
=
1
2
2
2
2
2
2

p
y
p
b
a
x
z

Dengan mengeleminasi dan persamaan hiperbola ini, diperoleh persamaan
z
c
p
b
y
a
x
2 2
2
2
2
2
= +
Persamaan ini merupakan persamaan paraboloida hiperbolis dengan sumbu z
sebagai sumbunya.

8. Pandang persamaan ellipsoida 1
2
2
2
2
2
2
= + +
c
z
b
y
a
x

Titik pusat ellipsoida ini adalah (0, 0, 0).
Sumbu-sumbu simetrinya adalah sumbu x, sumbu y, dan sumbu z yang masing-
masing panjangnya 2a, 2b, dan 2c.
Titik-titik puncaknya ada enam yaitu (a, 0, 0), (-a, 0, 0), (0, b, 0), (0, -b, 0), (0, 0, c),
dan (0, 0, -c).
Persamaan bidang singgung pada ellipsoida dapat dicari sebagai berikut.
Misalkan T(x
1
, y
1
, z
1
) merupakan titik singgung tersebut. Persamaan garis yang
melalui T dengan bilangan-bilangan arah p, q, dan r adalah
=

r
z z
q
y y
p
x x
1 1 1

Koordinat-koordinat titik-titik potong garis ini dengan ellipsoida diatas, diperoleh
sebagai berikut.
1
) ( ) ( ) (
2
2
1
2
2
1
2
2
1
=
+
+

+
+
c
r z
b
q y
a
p x

Setelah dijabarkan, persamaan diatas menjadi
0
2 2 2
2
1
2
1
2
1 2
2
2
2
2
2
2
= |
.
|

\
|
+ + +
|
|
.
|

\
|
+ +
c
rz
b
qy
a
px
c
r
b
q
a
p

Salah satu akar dari persamaan kuadrat ini adalah
1
=0.
50
Agar garis menyinggung ellipsoida maka haruslah
1
=
2
=0.
Hal ini hanya terjadi untuk 0
2 2 2
2
1
2
1
2
1
= |
.
|

\
|
+ +
c
rz
b
qy
a
px

Dengan mengeliminasi p, q, dan r diperoleh
0
) ( ) ( ) (
2
1 1
2
1 1
2
1 1
=

c
z z z
b
y y y
a
x x x

Persamaan ini merupakan persamaan garis yang menyinggung ellipsoida di T.
Jadi persamaan bidang singgung di T pada ellipsoida adalah
1
2
1
2
1
2
1
= + +
c
z z
b
y y
a
x x


Misalkan T(x
1
, y
1
, z
1
) suatu titik diluar ellipsoida. Dari titik T dibuat bidang-
bidang yang menyinggung ellipsoida.
Misalkan P(x
o
, y
o
, z
o
) suatu titik singgung dari bidang singgung yang melalui titik T.
Berdasarkan uraian diatas persamaan bidang singgung di titik P adalah
1
2 2 2
= + +
c
z z
b
y y
a
x x
o o o

Karena bidang singgung melalui T, maka dipenuhi
1
2
1
2
1
2
1
= + +
c
z z
b
y y
a
x x
o o o

Ini berarti setiap titik singgung dari bidang singgung pada ellipsoida yang melalui
T, terletak pada bidang dengan persamaan
1
2
1
2
1
2
1
= + +
c
z z
b
y y
a
x x

Persamaan ini merupakan persamaan bidang kutub dari titik T terhadap ellipsoida
1
2
2
2
2
2
2
= + +
c
z
b
y
a
x

Tampak bahwa, jika T terletak pada ellipsoida maka persamaan bidang kutub dari
T merupakan persamaan bidang singgung di T. Persamaan batas bayangan
ellipsoida oleh sinar-sinar yang melalui T(x
1
, y
1
, z
1
) adalah
51

= + +
= + +
1
1
2
2
2
2
2
2
2
1
2
1
2
1
c
z
b
y
a
x
c
zz
b
yy
a
xx

Contoh
Carilah m sehingga bidang x 2y 2z + m = 0 menyinggung ellipsoida
1
9 36 144
2 2 2
= + +
z y x

Jawab
Misalkan T(x
o
, y
o
, z
o
) suatu titik singgung ellipsoida
Maka dipenuhi 1
9 36 144
2 2 2
= + +
o o o
z y x

Persamaan bidang singgung ellipsoida di T adalah 1
9 36 144
= + +
o o o
zz yy xx

Atau x
o
x +4y
o
y +16z
o
z 144 =0.
Bidang singgung ini harus berimpit dengan bidang x 2y 2z +m =0
Ini berarti harus dipenuhi =

=
m
z y x
o o o
144
2
16
2
4
1

atau x
o
=
y
o
=-
2
1

z
o
=
8
1

Karena titik T(x
o
, y
o
, z
o
) pada ellipsoida, maka 1
) 9 ( 64 ) 36 ( 4 144
2 2 2
= + +


Atau = 8.
Untuk =8 diperoleh m =-18 dan untuk =-8 diperoleh m =18.
Jadi nilai m yang ditanyakan adalah m =18.

9. Pandang persamaan hiperboloida berdaun Satu
52
1
2
2
2
2
2
2
= +
c
z
b
y
a
x

Sumbu-sumbu simetrinya adalah sumbu x, sumbu y, dan sumbu z. Titik-
titik puncaknya yang terletak di sumbu-sumbu koordinat ada empat yaitu: (a, 0,
0), (-a, 0, 0), (0, b, 0), dan (0, -b, 0).
Selanjutnya dengan cara seperti pada ellipsoida diperoleh persamaan bidang
singgung pada hiperboloida berdaun satu di titik singgung T(x
1
, y
1
, z
1
) yaitu
1
2
1
2
1
2
1
= +
c
z z
b
y y
a
x x

Demikian juga dengan persamaan bidang kutub dari titik T(x
1
, y
1
, z
1
) terhadap
hiperboloida bardaun satu yaitu
1
2
1
2
1
2
1
= +
c
z z
b
y y
a
x x

Berikut ini akan diubah bentuk bentuk persamaan hiperboloida berdaun satu.
Misalkan persamaan hiperboloida berdaun satu adalah
1
2
2
2
2
2
2
= +
c
z
b
y
a
x

Bentuk ini dapat dinyatakan sebagai

2
2
2
2
2
2
1
b
y
c
z
a
x
=
atau |
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|
= |
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|

b
y
b
y
c
z
a
x
c
z
a
x
1 1
Berarti ada dua susunan garis pada hiperboloida berdaun satu yaitu
(1)

|
.
|

\
|
+ = |
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
= |
.
|

\
|

b
y
c
z
a
x
b
y
c
z
a
x
1
1


(2)

|
.
|

\
|
= |
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
+ = |
.
|

\
|

b
y
c
z
a
x
b
y
c
z
a
x
1
1



dengan o, |, , parameter.
Akan dibuktikan bahwa garis-garis dalam satu susunan saling bersilangan.
Misalkan persamaan garis-garis dalam satu susunan tersebut adalah
53

|
.
|

\
|
+ = |
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
= |
.
|

\
|

b
y
c
z
a
x
b
y
c
z
a
x
1
1
1 1
1 1


dan

|
.
|

\
|
+ = |
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
= |
.
|

\
|

b
y
c
z
a
x
b
y
c
z
a
x
1
1
2 2
2 2



Andaikan kedua garis tersebut berpotongan maka terdapat harga x, y, dan z
sehingga
(1)
2
2
1
1
2
2
1
1
1 1

= |
.
|

\
|
= |
.
|

\
|
= dengan
b
y
b
y
c
z
a
x

Berarti 0 1
2
2
1
1
= |
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|

b
y

atau y =b.
(2)
2
2
1
1
2
2
1
1
1 1

= |
.
|

\
|
= |
.
|

\
|
+ = + dengan
b
y
b
y
c
z
a
x

Berarti 0 1
2
2
1
1
= |
.
|

\
|
+
|
|
.
|

\
|

b
y

atau y =-b.
Sehingga diperoleh suatu kontradiksi yaitu b =y =-b (karena b = 0.
Jadi pengandaian diatas adalah salah dan haruslah kedua garis dalam satu
susunan adalah bersilangan.

10. Pandang persamaan hiperboloida berdaun dua
1
2
2
2
2
2
2
=
c
z
b
y
a
x

Hiperboloida ini hanya mempunyai satu sumbu simetri yaitu sumbu x.
Titik-titik puncak ada dua yaitu (a, 0, 0) dan (-a, 0, 0).
Panjang sumbu-sumbunya adalah 2a, 2b, dan 2c.
Dengan cara seperti pada ellipsoida, diperoleh persamaan bidang singgung di titik
T(x
1
, y
1
, z
1
) yaitu
1
2
1
2
1
2
1
=
c
z z
b
y y
a
x x

Demikian juga persamaan bidang kutub dari titik T(x
1
, y
1
, z
1
) terhadap
hiperboloida berdaun dua, yaitu
54
1
2
1
2
1
2
1
= +
c
z z
b
y y
a
x x

Jika titik T terletak pada hiperboloida berdaun dua maka bidang kutub dari T
menjadi bidang singgung di T.

11. Pandang persamaan paraboloida elliptis z
b
p
b
y
a
x
2 2
2
2
2
2
= +
Titik puncak ada satu dan sumbu simetrinya adalah sumbu z.
Dengan cara seperti pada ellipsoida, diperoleh persamaan bidang singgung di
T(x
1
,y
1
,z
1
) pada paraboloida elliptis yaitu:
) (
1 2 2
1
2
1
z z
b
p
b
yy
a
xx
+ = +
Persamaan bidang kutub dari T(x
1
,y
1
,z
1
) terhadap paraboloida elliptis adalah
) (
1 2 2
1
2
1
z z
b
p
b
yy
a
xx
+ = +
Jika titik T pada paraboloida elliptis maka bidang kutub dari T menjadi bidang
singgung di T.

12. Pandang persamaan paraboloida hiperbolis
) 0 ( ,
2
2 2
2
2
2
) = + p z
b
p
b
y
a
x

Dengan cara seperti pada ellipsoida dapat diperoleh persamaan bidang singgung
di titik T(x
1
, y
1
, z
1
) pada paraboloida hiperbolis yaitu
) (
1 2 2
1
2
1
z z
b
p
b
yy
a
xx
+ = +
Jika titik T pada paraboloida hiperbolis, maka bidang kutub menjadi bidang
singgung.




55
Soal-soal
1. Tentukan semua titik-titik puncak ellipsoida 9x
2
+4y
2
+36z
2
=36, yang terletak
di sumbu-sumbu koordinat.
2. Tentukan irisan paraboloida hiperbolis ) 0 ( ,
2
2 2
2
2
2
) = + p z
b
p
b
y
a
x
dengan
bidang XOY.
3. Tentukan irisan bidang x 2 =0 dengan ellipsoida 1
4 12 16
2 2 2
= + +
z y x

4. Tunjukkan bahwa bidang y + 6 = 0 memotong paraboloida hiperbolis
z
y x
6
4 5
2 2
= dalam bentuk parabola, dan tentukan puncak dan parameter
parabolanya.
5. Tentukan persamaan bidang singgung ellipsoida 4x
2
+16y
2
+8z
2
=1 yang
sejajar dengan bidang x 2y +2z +17 =0.













56
DAFTAR KEPUSTAKAAN

Kletenic, D., Problems in Analytic Geometry, Moscow: Peace Publisher, t.th.
Moeharti Hadiwidjojo, Ilmu Ukur Analitik Bidang Bagian III, Yagyakarta: FMIPA,
IKIP Yogyakarta, 1994.
Moeharti Hadiwidjojo, Vektor dan Transformasi dalam Geometri, Yagyakarta:
FMIPA, IKIP Yogyakarta, 1989.
Purcell, Edwin J (Penterjemah: Rawuh, Bana Kartasasmita), Kalkulus Dan Geometri
Analitis Jilid II, Jakarta: Erlangga, 1984.
Thomas, George B., JR., Calculus and Analytic Geometry, Tokyo, Jakarta
Publications Trading Company, Ltd, 1963.