Anda di halaman 1dari 13

PERCOBAAN 05 HUKUM HESS

A. Tujuan Percobaan a.Mempelajari besarnya kalor reaksi pada reaksi yang berlangsung dengan proses yang berbeda- beda. b. Membuktikan Hukum Hess. B. Dasar Teori Lavoiser dan Laplace mengenal bahwa kalor yang diabsorbsi dalam penguaraian senyawa harus sama dengan kalor yang dilepaskan dalam pembentukkannya pada kondisi yang sama. Hess menunjukkan bahwa kalor dari reaksi kimia total pada tekanan tetap adalah sama tanpa memperhatikan tahap antara yang terjadi. Prinsip ini adalah kesimpulan dari hukum Termodinamika I dan sebagai akibat bahwa entalpi adalah suatu ungsi keadaan !"arrington# $%&'(. ).H. Hess mengeluarkan hukumnya yang menyatakan bahwa jumlah aljabar panas reaksi yang dibebaskan atau diserap tidak bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut. Hukum Hess secara praktis dapat diartikan bahwa jumlah entalpi reaksi total H dapat diperoleh dengan menjumlahkan entalpi reaksi antara entalpi awal reaksi dan entalpi akhir reaksi !http*++www.wikipedia.org(. ,ika sebuah sistem bebas untuk mengubah volumenya terhadap tekanan luar yang tetap# perubahan energi dalamnya tidak lagi sama dengan energi yang diberikan sebagai kalor. -nergi yang diberikan sebagai kalor diubah menjadi kerja untuk memberikan tekanan balik terhadap lingkungan. Pada tekanan tetap kalor yang diberikan sama dengan perubahan dalam si at termodinamika yang lain dari sistem yaitu entalpi H !.tkins# $%%%(. /uatu reaksi kadang-kadang tidak hanya berlangsung pada satu jalur# akan tetapi bisa juga melalui jalur yang lain dengan memberikan hasil yang sama. Hal ini dapat dijelaskan dengan gambar $ berikut.

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 1

Ara' !

Rea$%an

A&B

C&D

Pro#u$

"
Ara' ( Ga bar !. 0erlangsungnya reaksi dalam 1 proses yang berbeda )ambar $ diatas# menunjukkan bahwa reaktan . dan 0 beraksi membentuk produk !2 dan 3( melalui dua jalur yang berbeda yaitu jalur arah $ dan jalur arah 1. Menurut hukum Hess kalor reaksi tidak tergantung pada jalannya proses tetapi hanya tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir. /ebagai contoh adalah jika natrium hidroksida padat !4a5H( direaksikan dengan asam klorida !H2l( maka reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut. .rah $* 4a5H padatan dilarutkan dalam air menghasilkan larutan 4a5H# kemudian larutan 4a5H tersebut direaksikan dengan larutan H2l 6 M menghasilkan larutan 4a2l dengan konsentrasi 1 M. 4a5H !s( 7 H15 4a5H 4a2l !a8#1 M( 7 H15 !$( 4a5H !a8#6 M( 7 H2l !a8#6 M(

.rah 1 * larutan H2l 6 M diencerkan menjadi larutan H2l 1 M# selanjutnya ditambahkan 4a5H padat menghasilkan larutan 4a2l dengan konsentrasi 1 M. H2l !a8#6 M( 7 H15 !$( H2l !a8#1 M( 7 4a5H !s(

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 2

C.

A)a% #an ba'an *an+ #i+una$an A)a% Na a A)a% 9alorimeter )elas ukur 0atang pengaduk Termometer 2awan petri Pipet tetes /patula )elas kimia /topwatch 4eraca analitik Ba'an Na a Ba'an Larutan 4a5H Larutan H2l .ir suling Konsen%rasi ,u )a' /ecukupnya /ecukupnya /ecukupnya ,u )a' $ set $ buah $ buah $ buah 1 buah 1 buah $ buah $ buah $ buah $ buah U$uran $: mL dan 1; mL $::o2 ;:: mL # $:: mL -

D.

Prose#ur Kerja $. /ebanyak 6#:%<: gram 4a5H padat ditimbang dalam botol timbang yang ditutup rapat. 1. /ebanyak 1 mL air suling dimasukkan ke dalam kalorimeter# diaduk dan dicatat suhu air dengan teliti mulai dari = menit pertama sampai = menit ketiga. >. Tepat pada = menit keempat# dimasukkan 6#:: gram 4a5H padat tadi ke dalam kalorimeter sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai larut dan dicatat suhu mulai pada = menit kelima sampai = menit kesembilan. 6. 3iukur 1; mL larutan H2l 6 M# catat suhunya dan tepat pada menit kesepuluh# dimasukkan ke dalam kalorimeter. ! catatan * asam klorida ini harus ditambahkan segera setelah 4a5H dilarutkan( ;. 2ampuran tersebut diaduk pada kalorimeter dan dicatat suhunya mulai menit kesebelas dan seterusnya hingga diperoleh suhu yang hampir konstan.

D!. Prose#ur Kerja Un%u$ Ara' !

D.( Prose#ur Kerja Un%u$ Ara' ( Laporan Praktikum Kimia Fisika Page 3

$. 3iukur 1; mL air suling dengan gelas ukur# dimasukkan ke dalam kalorimeter dan dicatat suhunya mulai = menit pertama sampai = menit ketiga. 1. 3iukur 1; mL larutan H2l 6 M# catat suhunya dan kemudian dimasukkan ke dalam kalorimeter tepat pada = menit keempat. 3icatat suhu larutan mulai dari = menit kelima sampai = menit kesembilan. >. Tepat pada = menit kesepuluh# dimasukkan dengan cepat 6#::%> gram 4a5H padat ke dalam kalorimeter sedikit demi sedikit sambil diaduk. 3icatat suhu mulai = menit kesebelas dan seterusnya hingga diperoleh suhu yang hampir konstan. E. -e bar .en+a a%an .rah $. /a$%u 0 eni%1 : :#; $ $#; 1 1#; > >#; 6 6#; ; ;#; < <#; ' '#; & &#; % %#; Su'u 0oC1 .ir suling 1&#& 1&#; 1&#; Penambahan 4a5H padat >%#; 61 6> 66 6; 6; 66 6> Penambahan larutan H2l 6 M. /uhu H2l ? >>o2 ;< ;<#; ;< ;; ;6 ;> /a$%u 0 eni%1 $: $:#; $$ $$#; $1 $1#; $> $>#; $6 $6#; $; $;#; $< $<#; $' $'#; $& $&#; $% Su'u 0oC1 ;1#; ;1#$ ;$#& ;$ ;$ ;: ;: 6%#& 6% 6&#; 6&#$ 6& 6'#; 6'#; 6'#; 6<#; 6< 6< 6<

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 4

.rah 1. /a$%u 0 eni%1 : :#; $ $#; 1 1#; > >#; 6 6#; ; ;#; < <#; ' '#; & &#; % %#; $: $:#; $$ $$#; ". Su'u0oC1 .ir suling 1% 1%#; 1%#% Penambahan larutan H2l 6 M. /uhu H2l ? >>o2 >$ >$#; >$#; >$#; >$#; Penambahan 4a5H padat 6; ;6 ;% <:#; ;% ;&#; ;' ;' ;' ;< ;;#; ;; ;6#; /a$%u 0 eni%1 $1 $1#; $> $>#; $6 $6#; $; $;#; $< $<#; $' $'#; $& $&#; $% $%#; 1: 1:#; 1$ 1$#; 11 11#; 1> 1>#; Su'u 0oC1 ;6 ;>#; ;> ;1#; ;1 ;$#; ;$ ;:#; ;: ;: 6%#& 6% 6% 6&#& 6&#; 6& 6& 6'#; 6' 6' 6' 6' 6' 6'

Pe ba'asan 9alor yang dihasilkan dalam suatu reaksi kimia dapat diukur dengan menggunakan

kalorimeter. 9alor diukur dengan jalan menjumlah total kalor yang diserap lingkungan. 9alor yang diserap air merupakan hasil perkalian antara massa# kalor jenis dan kenaikkan suhu. 9alor yang diserap komponen lingkungan lain yaitu bom# pengaduk# termometer dan sebagainya merupakan hasil kali jumlah kapasitas kalor komponen-komponen ini dengan suhu. 3ari sini# dapat diketahui bahwa penjumlahan kalor dapat diterapkan melalui Hukum Hess.

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 5

Ga bar (. 9alorimeter Hukum Hess menyatakan bahwa besarnya entalpi dari suatu reaksi tidak ditentukan oleh jalan atau tahap reaksi# tetapi hanya ditentukan oleh keadaan awal dan keadaan akhir suatu reaksi# /elain itu Hukum Hess juga menyatakan bahwa entalpi suatu reaksi merupakan jumlah total dari penjumlahan kalor reaksi tiap satu mol dari masing-masing tahap atau orde reaksi. 5leh karena itu# besarnya H dapat ditentukan hanya dengan mengetahui kalor reaksinya saja. 3asar hukum Hess ini adalah entalpi atau energi internal adalah besaran yang tidak tergantung pada jalannya reaksi. /uatu reaksi kadang-kadang tidak hanya berlangsung melalui satu jalur akan tetapi bisa juga melalui jalur lain dengan hasil yang diperoleh adalah sama. 3alam melakukan perubahan entalpi dari suatu reaksi kita terlebih dahulu harus memahami bahwa perubahan entalpi tersebut adalah suatu si at yang ekstensi # artinya perubahan entalpi berbanding lurus dengan jumlah @at yang terlibat dalam reaksi# selain itu perubahan entalpi akan berubah bila arah reaksi berbalik. 9onsep ini sangat berguna dalam memahami hukum Hess. Pada percobaan ini dilakukan reaksi penetralan asam basa karena digunakan H2l !asam( dan 4a5H !basa( yang menghasilkan H15. Aeaksi ini juga disebut dengan reaksi penggaraman karena menghasilkan garam 4a2l. 3alam percobaan ini dilakukan pengukuran perubahan entalpi dengan menggunakan kalorimeter atau alat pengukuran @at. Percobaan ini dilakukan dalam dua arah dalam reaksi endoterm yaitu arah satu dan arah dua. Menurut Hukum Hess besarnya H reaksi akan sama pada arah satu dan arah dua# karena nilai H tidak bergantung pada jalan atau tahap reaksi# namun hanya ditentukan pada keadaan awal dan keadaan akhirnya saja. Bntuk reaksi arah $# langkah pertama yang dilakukan adalah pelarutan kristal 4a5H sebanyak 6#:%<: gram ke dalam a8uades sebanyak 1; mL yang suhunya 1&#; o2. Pelarutan kristal ini melepaskan sejumlah energi yang ditandai dengan terbentuknya panas pada Laporan Praktikum Kimia Fisika Page 6

larutan yang mengakibatkan suhu naik menjadi >6o2. Aeaksi terus berlangsung hingga panas yang dilepaskan menjadi maksimal dan suhunya menjadi 6; o2. Aeaksi terhenti ketika suhu larutan menurun menjadi 6>o2. 3alam hal ini# energi yang dilepaskan dihitung sebagai CH$ dengan perubahan suhu CT$ dengan tetapan kalorimeter adalah <%#<' ,+o2. Pada langkah kedua !tahap penetralan( digunakan larutan H2l sebanyak 1; ml yang dituangkan pada menit ke-% dengan suhu larutan H2l adalah >> o2. Penambahan ini menyebabkan suhu campuran dalam kalorimeter naik menjadi ;;#; o2 dan suhu maksimalnya mencapai hingga ;<#;o2. Aeaksi terhenti pada suhu ;<#;o2 dan suhu perlahan turun hingga reaksi pembentukan 4a2l sempurna pada saat suhu 6< o2 yang ditandai dengan konstanya suhu pada 6<o2. Pada tahap ini dapat ditentukan CH1 dengan perubahan suhu CT1. .dapun perhitungannya adalah sebagai berikut. 3iketahui * m$ 4a5H ? 6#:%<: g Mr 4a5H ? 6: D air 2 2air Eair m .ir CT$ Mr H2l E H2l G H2l D H2l M H2l ? $ g+mL ? <%#<' ,+o2 ? 6#$& ,+go2 ? 1; mL ? air F Eair ? $ g+mL F 1; mL ? 1; g ? !6&#6-1&#>(o2 ? 1:#$o2 ? ><#; ? 1; mL ? >' G ? $#$% g+mL ? ? CT1
D $: G Mr
$#$% $: >' ? $1#:< M ><#;

? !;'#<-1<#&(o2 ? >:#&o2

CH$ * H15!l( 7 4a5H!s( H 4a5H!a8( 8 reaksi ? -!8 larutan 7 8 kalorimeter( CH$ ?


8 reaksi mol

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 7

8 larutan

? m c CT$ ? !m$ 7 m( c CT$ ? !6#:%<: g7 1;g( F 6#$& ,+go2 F 1:#$ o2 ? 1666#;&& ,oule

8 kalorimeter ? 2 CT$ ? 2 CT$ ? <%#<' ,+o2 F 1:#$ o2 ? $6::#><' ,oule ,adi# kalor reaksi adalah 8 reaksi ? -!8 larutan 7 8 kalorimeter( 8 reaksi ? -!1666#;&& 7 $6::#><'( ,oule 8 reaksi ? - >&66#%;; ,oule Tanda negati !-( menandakan energi dilepaskan ke lingkungan sebesar >&66#%;; ,oule. CH$ ?
- >&66#%;; , - >&66#%;; , 8 reaksi ? ? :#$:16 mol ? - >';6&#>&% ,+mol !6#:%<:+6:( mol mol

CH1 * 4a5H!a8( 7 H2l!a8( H 4a2l!a8 ( 7 H15!l( mol ?ME ? $1#:< M F 1; mL ? >:$#;'; mmol massa ? >:$#;'; mmol F ><#; mg+mmol ? $$::'#; mg ? $$#::' g m1 H2l ? $$#::' g 8 larutan ? m c CT1 ? !m$ 7 m1( c CT1 ? !6#:%<: g7 $$#::'g( F 6#$& ,+go2 F >:#&o2 ? $%66#61$ ,oule 8 kalorimeter ? 2 CT1 ? 2 CT1 ? <%#<' ,+o2 F >:#& o2 ? 1$6;#&>< ,oule ,adi# kalor reaksi adalah 8 reaksi ? -!8 larutan 7 8 kalorimeter( 8 reaksi ? -!$%66#61$ 7 1$6;#&><( ,oule 8 reaksi ? - 6:%:#1;' ,oule Tanda negati !-( menandakan energi dilepaskan ke lingkungan sebesar 6:%:#1;' ,oule. Laporan Praktikum Kimia Fisika Page 8

CH1 ?

8 reaksi - 6:%:#1;' , ? :#>:1 mol ? - $>;6>#&%' ,+mol mol

/ehingga# CH untuk arah $

? CH$ 7 CH1 ? !->';6&#>&% - $>;6>#&%'( ,+mol ? - ;$:%1#1&< ,+mol ? - ;$#:%1 k,+mol

Bntuk reaksi arah 1# langkah kerja pada reaksi 1 ini merupakan kebalikan dari reaksi arah $. Langkah pertama yang dilakukan dalam reaksi arah 1 ini adalah pengenceran larutan H2l. Pengenceran ini dimulai dengan pengukuran suhu a8uades pada setengah menit pertama hingga setengah menit ketiga. /uhu a8uades pada setengah menit pertama adalah 1&#;o2 dan pada setengah menit ketiga adalah 1%#%o2. /elanjutnya dilakukan penambahan larutan H2l yang suhunya >>o2 ke dalam kalorimeter yang telah diisi a8uades tadi. 3ari langkah ini terjadi penurunan suhu larutan H2l menjadi >$ o2 pada setengah menit kelima dan meningkat menjadi >$#;o2 pada setengah menit kesembilan.selanjutnya pada menit kesepuluh ditambahkan 6#::%> gram 4a5H padat# terjadi perubahan suhu yang sangat tajam yaitu >;o2. /uhu terus meningkat hingga 4a5H habis bereaksi yang suhunya <$o2 dan menurun hingga sushunya konstan pada menit ke 1> dengan suhu 6' o2. 3ari perubahan suhu ini terlihat bahwa adanya pelepasan kalor oleh sistem yang diserap oleh kalorimeter. .dapun perhitungannya adalah sebagai berikut. 3iketahui * m$ 4a5H ? 6#::%> g Mr 4a5H ? 6: D air 2 2air Eair m .ir Mr H2l E H2l G H2l D H2l M H2l ? $ g+mL ? <%#<' ,+o2 ? 6#$& ,+go2 ? 1; mL ? air F Eair ? $ g+mL F 1; mL ? 1; g ? ><#; ? 1; mL ? >' G ? $#$% g+mL ?
D $: G Mr

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 9

? CT> CT6 Aeaksi pelarutan H2l *

$#$% $: >' ? $1#:< M ><#;

? !>$#;->:#6(o2 ? $#$o2 ? !<1#&->1#'(o2 ? >:#$o2

H2l!a8( 7 H15!l( H H>57 7 2lmol ?ME ? $1#:< M F 1; mL ? >:$#;'; mmol massa ? >:$#;'; mmol F ><#; mg+mmol ? $$::'#; mg ? $$#::' g m1 H2l ? $$#::' g 8 larutan ? m c CT> ? !m1 7 m( c CT> ? !$$#::' g7 1;g( F 6#$& ,+go2 F $#$o2 ? $<;#;<: ,oule 8 kalorimeter ? 2 CT> ? 2 CT> ? <%#<' ,+o2 F $#$o2 ? '<#<>' ,oule ,adi# kalor reaksi adalah 8 reaksi ? -!8 larutan 7 8 kalorimeter( 8 reaksi ? -!$<;#;<: 7 '<#<>'( ,oule 8 reaksi ? - 161#$%' ,oule Tanda negati !-( menandakan energi dilepaskan ke lingkungan sebesar 161#$%' ,oule. CH> ?
8 reaksi - 161#$%' , ? :#>:1 mol ? - &:$#%'' ,+mol mol

Aeaksi * CH> * H2l!a8( 7 4a5H!a8( H 4a2l!a8 ( 7 H15!l( 8 larutan ? m c CT6 ? !m$ 7 m1( c CT6 ? !6#::%> g7 $$#::'g( F 6#$& ,+go2 F >:#$o2 ? $&&%#>1$ ,oule

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 10

8 kalorimeter ? 2 CT6 ? 2 CT6 ? <%#<' ,+o2 F >:#$ o2 ? 1:%'#:<' ,oule ,adi# kalor reaksi adalah 8 reaksi ? -!8 larutan 7 8 kalorimeter( 8 reaksi ? -!$&&%#>1$ 7 1:%'#:<'( ,oule 8 reaksi ? - >%&<#>&& ,oule Tanda negati !-( menandakan energi dilepaskan ke lingkungan sebesar >%&<#>&& ,oule. CH6 ?
- >%&<#>&& , 8 reaksi ? ? - >%''$#6$$ ,+mol !6#::%>+6:( mol mol

/ehingga# CH untuk arah 1

? CH> 7 CH6 ? !-&:$#%'' - >%''$#6$$( ,+mol ? - 6:;'>#>&& ,+mol ? - 6:#;'> k,+mol

0esarnya perubahan entalpi pada arah satu dan arah dua ada sedikit perbedaan. 3ari hasil yang diperoleh ini menunjukkan bahwa percobaan yang dilakukan menyimpang dari Hukum Hess bahwa entalpi arah pertama sama dengan entalpi arah kedua. Terjadinya penyimpangan ini dimungkinkan adanya kesalahan prosedur yang dilakukan praktikan atau dapat juga dimungkinkan bahan-bahan yang digunakan telah tercampur oleh @at-@at pengotor lainnya# atau dapat juga disebabkan bahan yang digunakan ini mengikat @at kimia lainya yang berada diudara bebas pada saat akan dimasukkan ke dalam kalorimeter mengingat bahan yang digunakan !4a5H( bersi at higroskopis# sehingga bahan yang digunakan pada percobaan ini tidak murni lagi yang mengakibatkan hasil pengamatan yang diperoleh tidak maksimal. G. Kesi .u)an 0erdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat diperoleh beberapa kesimpulan yakni * $. Hukum Hess menyatakan bahwa besarnya entalpi dari suatu reaksi tidak ditentukan oleh jalan atau tahap reaksi# tetapi hanya ditentukan oleh keadaan awal dan keadaan akhir suatu reaksi. 1. 0esarnya entalpi reaksi pada arah satu adalah sebesar ;$#:%1 k,+mol dan entalpi pada arah dua adalah sebesar 6:#;'> k,+mol.

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 11

,a2aban Per%an*aan $. .pa yang dimaksud dengan Hukum HessI Jawab: 0unyi Hukum Hess yaitu Jkalor reaksi tidak bergantung pada lintasan# tetapi hanya ditentukan keadaan awal dan keadaan akhirK. Maksudnya jika suatu reaksi dapat berlangsung menurut dua tahap atau lebih# maka kalor reaksi totalnya sama dengan jumlah aljabar kalor tahapan reaksinya. ,adi Hukum Hess adalah suatu hukum yang mengemukkan bahwa setiap reaksi memiliki LH tetap dan tidak bergantung pada jalan reaksinya atau jumlah tetap reaksi melainkan hanya tergantung dari keadaan awal dan keadaan akhir. 1. Tuliskan Hukum Hess untuk percobaan iniM Jawab: Bntuk percobaan $ !arah $( dapat dituliskan Hukum Hess sebagai berikut* H2l!a8( 7 4a5H!a8( H 4a2l!a8 ( 7 H15!l( H2l!a8( 7 H15!l( H H>57 7 2lBntuk percobaan 1 !arah 1( dapat dituliskan Hukum Hess sebagai berikut* 4a5H!a8( 7 H2l!a8( H 4a2l!a8 ( 7 H15!l( H15!l( 7 4a5H!s( H 4a5H!a8(

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 12

Da3%ar Pus%a$a .hmad# 1::&. Penuntun Praktikum Kimia Fisika I. 9endari* "-MIP. Bnhalu. .tkins# P. N. $%%%. Kimia Fisika Jilid 1. ,akarta* -rlangga. "arrington# dkk. $%&'. Kimia Fisika. ,akarata* -rlangga. 0arrow# )ardon M. $%%<. Physical Chemistry. B/.* Mc )raw-Hill. 0ird# Tony. $%&'. Penuntun Praktikum Kimia Fisika untuk Universitas. ,akarta* PT )ramedia. 3ogra# /9. .lih 0ahasa* Bmar Mansyur. $%%:. Kimia Fisik dan Soal soal. ,akarta * Bniversitas Indonesia - Press http*++:jh:nchemistry:'.blogspot.com+1::&+$1+hukum-hess.html 1 april 1::% Petrucci# H. Aalph. $%&'. Kimia !asar. 0ogor* -rlangga. Aetug# 4yoman dan 3ewa /astrawidana. 1::6. Penuntun Praktikum Kimia Fisika. /ingaraja* I9IP 4 /ingaraja. Aohman# Ijang dan /ri Mulyani. 1::6. Kimia Fisika I. ,akarta * Bniversitas Pendidikan Indonesia. /ienko# Michel ,. $%&;. "ks#erimental Chemistry. Bnited /tates* Mc )raw-Hill. /ukardjo# Pr. $%%'. Kimia Fisika. Oogyakarta * Aineka 2ipta.

Laporan Praktikum Kimia Fisika

Page 13