Anda di halaman 1dari 10

BAB V TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Tumor ganas (maligna) secara kolektif disebut kanker. 1 Karsinoma serviks adalah karsinoma primer serviks (kanalis servikalis dan/atau porsio).2 B. Epidemiologi C. Etiologi Kejadiannya berhubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik diataranya ! jarang ditemukan pada pera"an coitarche diusia sangat muda (1# tahun) multi paritas dengan jarak persalinan terlalu dekat sosial ekonomi rendah higien seksual jelek merokok serta jarang ditemukan pada "anita yang suaminya disirkumsisi.$ %aktor risiko mayor untuk karsinoma serviks adalah infeksi dengan Human Papilloma Virus (&'() yang ditularkan secara seksual. 'enelitian epidemiologi di seluruh dunia menegaskan bah"a infeksi &'( adalah faktor penting dalam perkembangan karsinoma serviks.) *ebih dari +,- penyebab karsinoma serviks saat ini akibat Human Papilloma Virus (&'() yang ditularkan melalui hubungan seksual. .nfeksi &'( secara signifikan berkaitan dengan karsinoma serviks intraepitel dan karsinoma serviks yang sudah invasi. Tipe &'( yang dianggap berkaitan dengan karsinoma serviks adalah tipe 1# 1/ $1 $0 dan $+.) D. Fakto !isiko %aktor1faktor risiko kejadian karsinoma serviks adalah sebagai berikut!0 1. Ka"in usia muda. 2. .nsidens meningkat dengan tingginya paritas. $. 2ktivitas seksual sering berganti pasangan (promiskuitas) atau melakukan hubungan seks dengan lelaki yang memiliki istri penderita karsinoma serviks. ). 3erokok baik pasif maupun aktif. 0. 4olongan sosial ekonomi rendah (kebersihan seksual yang jelek).

#. 5ering dijumpai pada masyarakat yang suaminya tidak disunat (sirkumsisi). 6. 7utrisi. 8ari beberapa penelitian defisiensi terhadap asam folat vitamin 9 : beta karotin/retinol dihubungkan dengan peningkatan risiko karsinoma serviks. :. 'atologi Karsinoma serviks timbul di batas antara epitel yang melapisi ektoserviks (porsio) dan endoserviks kanalis serviks yang disebut sebagai 5ambungan 5kuamo1 Kolumner (55K). &istologik antara epitel gepeng berlapis (squamous complex) dari porsio dengan epitel kuboid/silindris pendek selapis bersilia dari endoserviks kanalis serviks. 'ada "anita muda 55K ini berada di luar ostium uteri eksternum sedang pada "anita berumur ;$0 tahun 55K berada di dalam kanalis serviks. 'ada pemeriksaan dengan spekulum tampak sebagai porsio yang erosif (metaplasia skuamosa) yang fisiologik atau patologik.0 5erviks yang normal secara alami mengalami proses metaplasia (erosio) akibat saling desak mendesaknya kedua jenis epitel yang melapisi. 8engan masuknya mutagen porsio yang erosif (metaplasia skuamosa) yang semula faali/fisiologik dapat berubah menjadi patologik (displastik1diskariotik) melalui tingkatan 7.51. .. ... dan K.5 untuk akhirnya menjadi karsinoma invasif. 5ekali menjadi mikro invasif atau invasif proses keganasan akan berjalan terus.0 'eriode laten (dari 7.51. s/d K.5) tergantung dari daya tahan tubuh penderita. <mumnya fase pra invasif berkisar antara $12, tahun (rata1rata 011, tahun). 'erubahan epitel displastik serviks secara terus menerus yang masih memungkinkan terjadinya regresi spontan dengan pengobatan/tanpa diobati itu dikenal dengan Unitarian concept dari =ichart. &istopatologik sebagian terbesar (+01+6-) berupa squamous cell carcinoma sisanya adenokarsinoma clear cell carcinoma/mesonephroid carcinoma dan yang paling jarang adalah sarcoma.0 Karsinoma serviks timbul dibatasi antara epitel yang melapisi ektoserviks (portio) dan endoserviks kanalis serviks yang disebut skuamo kolumnar junction (59>). 'ada "anita muda 59> terletak diluar ?<: sedang pada "anita diatas $0 tahun didalam kanalis serviks.0 Tumor dapat tumbuh !

1. 2

:ksofitik. 3ulai dari 59> kearah lumen vagina sebagai massa proliferatif yang mengalami infeksi sekunder dan nekrosis. :ndofitik. 3ulai dari 59> tumbuh kedalam stroma serviks dan cenderung membentuk ulkus <lseratif. 3ulai dari 59> dan cenderung merusak struktur jaringan pelvis dengan melibatkan fornices vagina untuk menjadi ulkus yang luas. 5erviks normal secara alami mengalami metaplasi/erosi akibat saling desak kedua jenis epitel yang melapisinya. 8engan masuknya mutagen portio yang erosif (metaplasia skuamos) yang semula faali berubah menjadi patologik (diplatik1diskariotik) melalui tingkatan 7.51. .. ... dan K.5 untuk akhirnya menjadi karsinoma invasive. 5ekali menjadi mikroinvasive proses keganasan akan berjalan terus. infitratif

%. 'atogenesis .nsidensi Neoplasma Servikal Intraepitel (75.) memuncak pada usia sekitar $, tahun sedangkan untuk karsinoma invasif adalah sekitar )0 tahun. >elas bah"a lesi pra kanker memerlukan "aktu bertahun1tahun mungkin berpuluh tahun untuk berkembang menjadi karsinoma yang nyata.# 'roses terjadinya karsinoma serviks sangat erat hubungannya dengan proses metaplasia (perubahan dalam jenis sel pada jaringan yang abnormal). 3asuknya mutagen atau bahan1bahan yang dapat mengubah sifat sel secara genetik pada saat fase aktif metaplasia dapat menimbulkan sel1sel yang berpotensi ganas. 'erubahan ini terjadi di 5ambungan 5kuamo1Kolumner (55K) atau daerah transformasi. 3utagen tersebut berasal dari agen1agen yang ditularkan secara seksual dan diduga bah"a Human Papilloma Virus (&'() mengandung peranan penting. 5el yang mengalami mutasi tersebut dapat berkembang menjadi sel1sel displastik sehingga terjadi kelainan epitel yang disebut displasia.) 8isplasia menyangkut pengertian berbagai gangguan maturasi epitel skuamosa yang secara sitologik dan histologik berbeda dari epitel normal tetapi tidak memenuhi persyaratan sel karsinoma. 'erbedaan derajat displasia didasarkan atas tebal epitel yang mengalami kelainan dan berat ringannya pada sel sedangkan

karsinoma in situ adalah gangguan maturasi epitel skuamosa yang menyerupai karsinoma invasif tapi membran basalis masih utuh.) ". Pen#e$a an 'enyebaran karsinoma serviks terjadi melalui $ jalan yaitu perkontinuitatum ke dalam vagina septum rektovaginal dan dasar kandung kemih. 'enyebaran secara limfogen terjadi terutama paraservikal dalam parametrium dan stasiun1stasiun kelenjar di pelvis minor baru kemudian mengenai kelenjar para aortae terkena dan baru terjadi penyebaran hematogen (hepar tulang). 5ecara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju $ arah ! 1. fornices dan dinding vagina 2. korpus uteri $. parametrium dan dalam tingkatan lebih lanjut menginfiltrasi septum rektovagina dan kandung kemih. 'enyebaran limfogen ke parametrium akan menuju kelenjar kelenjar limfe regional melalui ligamentum latum kelenjar iliaka obturator hipogastrika parasakral paraaorta dan seterusnya ke trunkus limfatik di kanan dan vena subklvia di kiri mencapai paru hati ginjal tulang serta otak.0 &. 8iagnosis 8iagnosis kanker serviks tidaklah sulit apalagi tingkatannya sudah lanjut. @ang menjadi masalah adalah bagaimana melakukan skrining untuk mencegah kanker serviks dilakukan dengan deteksi eradikasi dan pengamatan terhadap lesi prakanker serviks. Kemampuan untuk mendeteksi dini kanker serviks disertai dengan kemampuan dalam penatalaksanaan yang tepat akan dapat menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.$ 0 Tiga komponen utama yang saling mendukung dalam menegakkan diagnosa kanker serviks adalah ! 1. 5itologi.

Aila dilakukan dengan baik ketelitian melebihi +,-. Tes 'ap sangat bermanfaat untuk mendeteksi lesi secara dini. 5ediaan sitologi harus mengandung komponen ektoserviks dan endoserviks. 2. Kolposkopi. Kolposkopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan kolposkop yaitu suatu alat seperti mikroskop bertenaga rendah dengan sumber cahaya di dalamnya. 'emeriksaan kolposkopi merupakan pemeriksaan standar bila ditemukan pap smear yang abnormal. 'emeriksaan dengan kolposkopi merupakan pemeriksaan dengan pembesaran melihat kelainan epitel serviks pembuluh darah setelah pemberian asam asetat. 'emeriksaan kolposkopi tidak hanya terbatas pada serviks tetapi pemeriksaan meliputi vulva dan vagina. Tujuan pemeriksaan kolposkopi bukan untuk membuat diagnosa histologik tetapi untuk menentukan kapan dan dimana biopsi harus dilakukan. $. Aiopsi Aiopsi dilakukan di daerah abnormal di bagian yang telah dilakukan kolposkopi. >ika kanalis servikalis sulit dinilai sampel diambil secara konisasi. &asil pemeriksaan sitologi eksploratif dari ekto dan endo1serviks yang positif tidak boleh dianggap diagnosis pasti. 8iagnosis harus dipastikan dengan pemeriksaan histopatologik dari jaringan yang diperoleh dengan melakukan biopsi. 2gar hasil pemeriksaan histopatologik memuaskan biopsi harus terarah (targeted iops!). 5ebaiknya dengan bimbingan kolposkop bila sarana memungkinkan. 5ecara sederhana yang ternyata memadai dapat dikerjakan dengan sebelumnya memulas porsio dengan larutan lugol dan jaringan yang akan diambil hendaknya pada batas antara jaringan normal (ber"arna coklat tua karena menyerap .odium) dengan bagian porsio yang pucat (jaringan abnormal yang tidak menyerap .odium). Kemudian jaringan direndam dalam larutan formalin 1,- untuk dikirim ke laboratorium patologi anatomi. 'erlu disadari mengerjakan biopsi yang benar dan tidak mengambil bagian yang nekrotik. 'ada tingkat klinik , .a .b penentuan tingkat keganasan secara klinis didasarkan atas hasil pemeriksaan histopatologik. ?leh karena itu untuk konfirmasi diagnosis yang

tepat sering diperlukan tindak lanjut seperti kuretase endoserviks (:99 B "ndo# $ervical $urettage) atau konisasi serviks.0 5tadium dinilai berdasarkan kategori %.4? ) berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan pencitraan. Ta$el %.&. Klasifikasi Tingkatan Ka sinoma Se 'iks (en) )t FI"* Tingkat , . .a K ite ia Karsinoma in situ atau karsinoma intraepitel 'roses terbatas pada serviks (perluasan ke korpus uteri tidak dinilai Karsinoma serviks pre klinis hanya dapat didiagnosis secara mikroskopik lesi tidak lebih dari $ mm atau secara mikroskopik kedalamannya ; $10 mm dari .b .. epitel basal dan memanjang tidak lebih dari 6 mm. *esi invasif ; 0 mm dibagi atas lesi C ) cm dan ; ) cm 'roses keganasan telah keluar dari serviks dan menjalar ke 2/$ bagian atas vagina dan atau ke ..a ..b ... ...a parametrium tetapi tidak sampai dinding panggul. 'enyebaran hanya ke vagina parametrium masih bebas dari infiltrat tumor. 'enyebaran ke parametrium uni atau bilateral tetapi belum sampai dinding panggul. 'enyebaran sampai 1/$ distal vagina atau ke parametrium sampai dinding panggul. 'enyebaran sampai 1/$ distal vagina namun tidak sampai ke dinding panggul. ...b 'enyebaran sampai dinding panggul tidak ditemukan daerah bebas infiltrasi antara tumor dengan dinding panggul atau proses pada tingkat . dan .. tetapi sudah .( ada gangguan faal ginjal/hidronefrosis. 'roses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan melibatkan mukosa rektum dan atau vesika urinaria (dibuktikan secara histopatologik) atau telah

.(a .(b

bermetastasis keluar panggul atau ketempat yang jauh. Telah bermetastasis ke organ sekitar. Telah bermetastasis jauh.11

5umber! Kapita 5elekta Kedokteran 2,,,D $6+

.. Tatalaksana 'enatalaksanaan karsinoma serviks dibagi berdasarkan stadium6 1. 2. Karsinoma serviks mikroinvasive &isterektomi totalis 5tadium .21 Total 2bdominal &isterektomi (T2&)/Total (aginal &isterektomi (T(&). Aila disertai (aginal .ntra :pitelial 7eoplasma ((2.7) dilakukan pengangkatan vaginal cuff. $. ). 0. terapi #. 5tadium .A2 E ..2 ;)cm Kemoradiasi primer &isterektomi radikal primer G limfadenektomi G radiasi neoadjuvan Kemoterapi neo adjuvan 6. 9a serviks stadium lanjut meliputi stadium ..A ... .( 2 'engobatan terpilih adalah radioterapi lengkap yaitu radiasi eksterna dilanjutkan intrakaviter radioterapi. Terapi variasi yang sering fluorourasil gemcitabine /. 5tadium .( A 'engobatan yang diberikan bersifat paliatif radioterapi paliatif yang diberikan diberikan khemoradiasi khemoterapi yang sering diberikan antara lain cisplatinum pachitaHel docetaHel 5tadium .22 &isterektomi radikal tipe 2 dan limfe adenektomi pelvis 9a invasive Aiopsi untuk konfirmasi diagnosis 5tadium .A1 E ..2 F )cm >ika mempunyai prognosis baik dapat dikontrol dengan operasi dan radio

Kemoterapi Ketiga cara pengobatan tersebut bisa dilakukan salah satu atau kombinasi.2 Ta$el %.%. Penatalaksanaan Ka sinoma Se 'iks Tingkat Penatalaksanaan , Aiopsi Kerucut Histerektomi transvaginal% .a Aiopsi Kerucut Histerektomi transvaginal% .b .ia Histerektomi radikal dengan lim&adenektomi panggul dan evaluasi kelenjar limfe para aorta (bila terdapat metastasis dilakukan radioterapi pasca ..b ... .( .( dan .vb pembedahan). Histerektomi transvaginal% =adioterapi 'adiasi paliati& Kemoterapi.11

5umber! Kapita 5elekta Kedokteran 2,,,D $/1

>. %ollo" <p Tiap $ bulan selama 2 tahun pertama kemudian tiap # bulan tergantung keadaan. >angan lupa meraba kelenjar inguinal dan supraclavikla abdomen abdominal vaginal dan abdominalrektal pemeriksan sitologik puncak vagina dan foto rontgen thoraks (setiap # bulan).$ Kolposkopi untuk meneliti puncak vagina hanya dilakukan menurut indikasi.$ K. 'rognosis %aktor1faktor yang menentukan prognosis adalah! umur keadaan umum tingkat klinik keganasan ciri histologi sel tumor kemampuan tim penolong dan sarana pengobatan.$ (ngka ketahanan hidup ) tahun menurut data internasional Tingkat
T.5 T1 T2 T$

serta bentuk1bentuk praganas.

=ektoskopi sistoskopi renogram .ntra (enous 'yelografi (.(') dan 9T scan panggul

2K&10 Thn
&ampir 1,,6,1/0),1#,$,1),-

T)

F1,-

8apus 1. Kumar (inay =amIi 5. 9otran 5tanley *. =obbins. Auku 2jar 'atologi (ol. . :disi 6. Terjemahan ?leh! 2"al 'rasetyo Arahm <. 'undit Toni 'riliyono. >akarta! :49 2,,6D p. 1/#. 2. 'ra"irohardjo 5ar"ono. .lmu Kebidanan :disi ). >akarta! '.T. Aina 'ustaka 5ar"ono 'ra"irohardjo 2,,/D p. /+01/+6.

$. Jiknjosastro &. Karsinoma 5erviks <terus. 8alam ! Jiknjosastro &. .lmu Kandungan. @ayasan Aina 'ustaka 5ar"ono 'ra"irohardjo ! >akarta ! 1+++ $/,1$// ). 'rice 5ylvia 2 *orraine 3. Jilson. 'atofisiologi! KKonsep Klinis 'roses1'roses 'enyakitL (ol. .. :disi #. Terjemahan ?leh! &uria"ati &artanto dkk. >akarta! :49 2,,0D p. 12+0112+#. 0. #. 3ansjoer 2 dkk. Kanker 5erviks. 8alam ! 3ansjoer 2 dkk. Kapita 5elekta Kedokteran. 3edia 2esculapius ! >akartaD 2,,1 $6+1$/1. 6. Kumar (inay =amIi 5. 9otran 5tanley *. =obbins. Auku 2jar 'atologi (ol. .. :disi 6. Terjemahan ?leh! 2"al 'rasetyo Arahm <. 'undit Toni 'riliyono. >akarta! :49 2,,6D p. 6#6. /. 2gustria M5. 'enuntun pelaksanaan praktis kanker ginekologi. 'alembang 2,,)D2,1 2#