Anda di halaman 1dari 7

BIOFARMASETIK SEDIAAN ORAL Rumusan masalah 1. Bagaimana biofarmasetik sediaan oral terhadap bentuk sediaan? 2.

Bagaimana proses zat aktif tersebuk? 3. Bagaimana proses absorbsi sedian oral padat (tablet, kapsul cangkang keras, tablet salut enterik)? 4. Bagaimana biofarmasetik sediaan oral terhadap pengaruh eksipien (pengisi dan pelincir)? 5. Bagaimana biofarmasetik sediaan oral terhadap pengaruh teknologi formulasi (daya kempa tablet)?

A. Bentuk sediaan oral dan absorbsinya 1. Larutan Larutan adalah sediaan cair yang mengandung 1 jenis obat atau lebih dalam pelarut air suling kecuali dinyatakan lain, dimaksudkan untuk digunakan sebagai obat dalam, obat luar atau di masukkan kedalam rongga tubuh. Berikut adalah bentuk sediaan larutan sebagai penggunaan oral: a. Suspensi Suspensi adalah dispersi kasar dimana partikel padat yang tak terlarut terdispersi dalam medium cair. Partikelnya mempunyai diameter yang sebagian besarlebih dari 0,1 mikron. Beberapa partikel terlihat dibawah mikroskop menunjukan gerakan Brown bila dispersinya mempunyai viskositas rendah. Sifat dari fase dispersi dipilih sedemikian rupa hingga membentuk suspense yang mempunyai sifat-sifat fisika-kimia dan farmakologi yang optimum. Factor-faktor yang mempengaruhi stabilnya suspensi adalah : Ukuran partikel Sedikit banyaknya bergerak partikel atau viskositas Tolak menolak antar partikel, karena adanya muatan listrik Kadar partikel tersuspensi

b. Emulsi Emulsi adalah suatu sediaan yang mengandung dua zat cair yang tidak mau campur, biasanya air dan minyak dimana cairan satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain. Dispersi ini tidak stabil, butir-butir ini akan bergabung dan membentuk dua lapisan air dan minyak yang terpisah. Emulgator merupakan komponen yang penting untuk memperoleh emulsi yang stabil. Ada dua macam tipe emulsi yang

terbentuk yaitu tipe M/A,dimana tetes minyak terdispersi ke dalam fase air, dan tipe A/M dimana fase intern adalah air dan fase ekstern adalah minyak. Penggunaan emulsi dibagi menjadi dua yaitu emulsi untuk pemakian dalam dan emulsi untuk pemakaian luar. Emulsi untuk pemakaian dalam meliputi peroral atau pada injeksi intravena. Emulsi untuk penggunaan oral biasanya mempunyai tipe M/A.

2. Tablet Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara kempa cetak berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung 1 jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengembang, zat pembasah.

3. Kapsul Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul keras atau lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain. Cangkang dapat pula dibuat dari metilselulosa atau bahan lain yang cocok.

B. Mekanisme Absorpsi dari Sediaan Oral Untuk dapat melewati barier absorpsi, maka perlu adanya mekanisme transpor. Beberapa mekanisme transpor absorpsi adalah: 1. Difusi pasif. Difusi pasif adalah pergerakkan obat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Bersifat spontan, non selektif, bergantung pada konsentarasi, proses ini akan berhenti pada saat konsentrasi yang dicapai telah sama. 2. Difusi aktif. Difusi aktif adalah pergerakkan zat yang melawan gradien konsentrasi sehingga perlu energi. Karena adanya energi, maka pergerakkan

obat dapat bergerak dari keadaan konsentrasinya rendah ke konsentrasinya tinggi. Pergerakkan ini akan berhenti jika energi telah habis. 3. Difusi terfasilitasi. Pada proses ini terdapat carrier yang memfasilitasi proses transpor. Bersifat spesifik, karena hanya zat yang cocok dengan carrier sajalah yang dapat terbawa. Proses ini tidak tergantung dari konsentrasi dan berhenti ketika carrier tidak ada lagi. 4. Pinositosis dan Fagositosis, jarang terjadi pada obat, umumnya terjadi pada sistem imun. 5. Osmosis, termasuk difusi pasif (difusi pelarut).

C. Zat aktif terserbuk Bentuk serbuk harus mudah terbasahi oleh cairan saluran cerna agar dapat terlarut. Pembahasan tersebut tergantung pada kualitas permukaan serbuk zat aktif. Factorfaktornya di antaranya : 1. Energy penggabungan 2. Pirositas serbuk 3. Karakter hidrofil atau hidrofob zat aktif 4. Bentuk keadaan dan pirositosis partikel 5. Kelembaban serbuk D. Proses Absorbsi Sediaan Oral Padat 1. Tablet Tablet merupakan bahan obat dalam bentuk sediaan padat yang biasanya dibuat dengan penambahan bahan tambahan farmasetika yang sesuai. Obat tablet akan mengalami 3 proses yaitu: Disintegrasi yaitu proses pemecahan tablet atau pil menjadi partikelpartikel yang lebih kecil. Disolusi yaitu proses melarutnya partikel- partikel kecil dalam cairan gastrointestinal untuk di absorpsi. Absorbsi adalah pegerakan partikel- partikel obat dari saluran gastro intestinal ke dalam cairan tubuh.

2. Kapsul cangkang keras Kapsul keras merupakan kapsul yang cangkangnya terbuat dari gelatin berkekuatan gel relatif tinggi. Pembebasan obat dan karenanya, penyerapan juga dapat menyebar keluar ketika obat disajikan dalam bentuk menyerpihkan terdiri dari pelet dilapisi dengan licin film ketebalan bergradasi. Tergantung pada ketebalan film, pembubaran bertahap terjadi selama transit enteral, melepaskan obat pada tingkat variabel untuk penyerapan. Prinsipnya, untuk kapsul juga dapat diterapkan untuk tablet. dalam hal kasus ini, baik pelet obat dilapisi dengan film dari berbagai ketebalan yang dikompresi menjadi tablet atau obat yang tergabung menjadi matriks-jenis tablet. 3. Tablet salut enterik Dalam kasus tablet salut, Ketebalan lapisan dapat dirancang sedemikian rupa sehingga rilis dan penyerapan obat terjadi baik di proksimal atau distal usus. Jadi, dengan pencocokan waktu pembubaran waktu transit usus kecil, pelepasan obat dapat diatur untuk terjadi di usus besar.

E. Pengaruh Eksipien Terhadap Sediaan Oral 1. Pengisi

Zat pengisi Adalah zat yang ditambahkan ke dalam massa tablet untuk mencapai bobot tablet yang diinginkan. Zat pengisi biasanya diperlukan bila dosis obat tidak cukup untuk membuat bulk.
bahan pengisi (filler/diluents), dengan fungsi menambah massa dan volume tablet sehingga dapat dikempa dengan ukuran punch dan die yang sudah ditentukan, contoh: lactose. Zat inert secara farmakologi yang dapat ditambahkan dalam sebuah formulasi tablet untuk penyesuian bobot dan ukuran tablet sesuai dengan yang ditetapkan, jika jumlah bahan aktif kecil, juga untuk mempermudah pembuatan tablet walaupun pengisi adalah zat yang inert secara farmakologi, zat tersebut masih dapat mempengaruhi sifat fisika,

kimia

dan

biofarmasi

dari

sedian

tablet.

Contoh : laktosa, avicel, kalsium sulfat anhidrat, kalsium fosfat dibasic, dextrose, sukrosa interaksi basa atau garam garam amin dengan laktosa dan alkali basa yang menyebabkan terjadinya perubahan warna coklat sampai hitam. Laktosa tidak bercampur dengan asam askorbat dan salisilamide. Penggunaan dari pengisi tergantung dari volume atau berat tablet yang diingan. Bahan pengisi yang sering digunakan: laktosa USP, lactose anhydrous, spray dried lactose. Amylim : maydis, oryzae, meranthae, solany, mannitol, sukrosa dan lain- lain.

Sifat Umum : Pada umumnya adalah zat inert dan dapat mempengaruhi sifat biofarmasi, kimia, disolusi zat aktif. Misalnya ; garam Ca dalam Tetrasiklin mempengaruhi absorpsinya, karena terjadi kompleks, Laktosa bila dicampurkan dengan basa amin garamnya maka lamakelamaan tablet menjadi hitam. Adanya lembab akan mempengaruhi zat aktif,oleh karena itu sifat higroskopis merupakan hal yang penting dalam pemilihan eksipien dengan alasan :

Air yang diserap zat aktif dan eksipien tidak selalu dapat dilepas kembali.

Kandungan lembab dalam granul mempengaruhi sifat-sifat fisik dan kimia zat aktif.

zat

aktif

yang

peka

terhadap

lembab

hendaknya

tidak

dikombinasikan dengan eksipien yang higroskopis.

Pengemas harus dipilih yang cocok terhadap zat aktif yang higroskopis.

Data higroskopis dapat membantu dalam mendesain tablet.

2. Pelincir

Lubrikan adalah bahan yang mengurangi gesekan antara granul dengan dindng di selama proses pengempaan dan pengeluaran. Lubrikan yang sering digunakan adalah yang tidak larut air, hal ini karena lubrikan ini efektif pada konsentrasi yang rendah. Lubrikan larut air hanya digunakan pada saat akan membuat tablet yang larut air dengan sempurna sebelum diminum, contohnya tablet

effervescent. Kedua lubrikan ini haruslah dicampurkan dalam granulasi setelah dilewatkan pada ayakan no Mesh 200, karena fungsi lubrikan adalah melapisi sehingga keefektifannya ditentukan oleh luas permukaan.

F. Pengaruh Teknologi Formulasin (Daya Kempa Tablet) Terhadap Sediaan Oral