Anda di halaman 1dari 5

PENGERTIAN Cedera kepala merupakan proses di mana terjadi trauma langsung atau deselerasi terhadap kepala yang menyebabkan

kerusakan pada kulit kepala, tengkorak, dan otak. (Pierce Agrace & Neil R. Borlei, !!" hal #$% Cedera kepala adalah cedera yang meliputi trauma kulit kepala,tengkorak dan otak. Cedera kepala paling sering dan penyakit neurologik yangserius diantara penyakit neurologik dan merupakan proporsi epidemic sebagai hasil kecelakaan jalan raya (&melt'er & Bare !!$% (enurut Brain )njury Assosiation o* America, !!". Cedera kepala adalah suatu kerusakan pada kepala bukan bersi*at congenital ataupun degenerati+e, tetapi disebabkan serangan,benturan *isik dari luar yang dapat mengurangi atau mengubah kesadaran yang mana menimbulkan kerusakan kemampuan kogniti* dan *ungsi *isik. Cedera kepala atau cedera otak merupakan suatu gangguan traumatik dari *ungsi otak yang di sertai atau tanpa di sertai perdarahan innterstiil dalam substansi otak tanpa di ikuti terputusnya kontinuitas otak. (Ari* (utta-in, !!., hal /!0 /$% 1adi, cedera kepala adalah suatu kerusakkan pada daerah kepala yang disebabkan oleh trauma yang menyebabkan kerusakkan pada kulit kepala, tengkorak, dan otak. ETIOLOGI Penyebab cedera kepala antara lain ((ansjoer, !!!23%2 a. 4rauma tumpul

5ecepatan tinggi 2 tabrakan motor dan mobil 5ecepatan rendah 2 terjatuh atau dipukul

b. 4rauma tembus2 luka tembus peluru dari cedera tembus lainnya c. 1atuh dari ketinggian d. Cedera akibat kekerasan e. Cedera otak primer2 adanya kelainan patologi otak yang timbul segera akibat langsung dari trauma. 6apat terjadi memar otak dan laserasi *. cedera otak sekunder2 kelainan patologi otak disebabkan kelainan biokimia metabolisme, *isiologi yang timbul setelah trauma.

PATOFISIOLOGI (enurut 4ar7oto ( !!/ 2 $ /% adanya cedera kepala dapat mengakibatkan kerusakan struktur, misalnya kerusakan pada paremkim otak, kerusakan pembuluh darah,perdarahan, edema dan gangguan biokimia otak seperti penurunan adenosis tripospat,perubahan permeabilitas *askuler. Pato*isiologi cedera kepala dapat di golongkan menjadi yaitu cedera kepala primer dan cedera kepala sekunder. Cedera kepala primer merupakan suatu proses biomekanik yang dapat terjadi secara langsung saat kepala terbentur dan memberi dampak cedera jaringan otak. Cedera kepala primer adalah kerusakan yang terjadi pada masa akut, yaitu terjadi segera saat benturan terjadi. 5erusakan primer ini dapat bersi*at ( *okal % local, maupun di*us. 5erusakan *okal yaitu kerusakan jaringan yang terjadi pada bagian tertentu saja dari kepala, sedangkan bagian relati+e tidak terganggu. 5erusakan di*us yaitu kerusakan yang si*atnya berupa dis*ungsi menyeluruh dari otak dan umumnya bersi*at makroskopis. Cedera kepala sekunder terjadi akibat cedera kepala primer, misalnya akibat hipoksemia, iskemia dan perdarahan.Perdarahan cerebral menimbulkan hematoma, misalnya 8pidoral 9ematom yaitu adanya darah di ruang 8pidural diantara periosteum tengkorak dengan durameter,subdural hematoma akibat berkumpulnya darah pada ruang antara durameter dengan sub arakhnoit dan intra cerebal hematom adalah berkumpulnya darah didalam jaringan cerebral. MANIFESTASI KLINIS $. Nyeri yang menetap atau setempat. . Bengkak pada sekitar *raktur sampai pada *raktur kubah cranial. 3. :raktur dasar tengkorak2 hemorasi dari hidung, *aring atau telinga dan darah terlihat di ba7ah konjungti+a, memar di atas mastoid (tanda battle%, otoreaserebro spiral (cairan cerebros piral keluar dari telinga%, minoreaserebrospiral (les keluar dari hidung%. ;. <aserasi atau kontusio otak ditandai oleh cairan spinal berdarah. ". Penurunan kesadaran. /. Pusing , berkunang0kunang. Absorbsi cepat les dan penurunan +olume intra+askuler .. Peningkatan 4)5 #. 6ilatasi dan *iksasi pupil atau paralysis ekstremitas. $!. Peningkatan 46, penurunan *rekuensi nadi, peningkatan perna*asan

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada pasien dengan cedera kepala meliputi2 a. C4 &can (dengan,tanpa kontras% (engidenti*ikasi luasnya lesi, perdarahan, determinan, +entrikuler, dan perubahan jaringan otak b. (R) Ber*ungsi sama dengan C4 &can dengan,tanpa kontras radio akti* c. Cerebral angiogra*i (enunjukan anomaly sirkulasi serebral seperti perubahan jaringan otak sekunder menjadi edema, perdarahan, dan trauma. d. &erial 88= 6apat melihat perkembangan gelombang patologis e. &inar > (endeteksi perubahan struktur tulang (*raktur%, perubahan struktur garis (perdarahan,edema% *ragmen tulang *. BA8R (engoreksi batas *ungsi korteks dan otak kecil g. P84 (endeteksi perubahan akti*ititas metabolisme otak h. C&& <umbal *ungsi dapat dilakukan jika diduga terjadi perdarahan subarachnoid i. 5adar elektrolit ?ntuk mengoreksi keseimbangan elektrolit sebagai peningkatan intracranial j. &creen to@icology ?ntuk mendeteksi pengaruh obat yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran k. Rontgen thorak arah (PA,AP dan lateral% Rontgen thorak menyatakan akumulasi udara atau cairan pada area pleural. l. 4oraksentesis menyatakan darah atau cairan m. Analisa gas darah (AA=6,astrup% Analisa gas darah (AA=6,astrup% adalah salah satu tes diaknostik untuk menentukan status

respirasi. &tatus respirasi dapat digambarkan melalui pemeriksaan A=6 ini adalah status oksigenisasi dan status asam basa PENATALAKSANAAN 1. Farmakologi 2. Keperawa a! a. 1ika terjadi peningkatan 4)5, keadaan ini diatasi dengan mempertahankan oksigenasi adekuat, pemberian menitol, pemberian steroid, pemberian posisi semi *o7ler, *o7ler, dan inter+ensi bedah neuro bila memungkinkan. b. 4indakan pendukung lain yaitu +entilasi, pencegahan kejang, pemeliharaan cairan dan elektrolit, serta pemeliharaan keseimbangan nutrisi. Pasien cidera kepala heat yang koma diintuasi dan di+entilasi mekanis untuk mengontrol dan melindungi jalan napas. Bila kejang umum terjadi setelah cidera kepala, terapi antikon+ulsan dapat dimulai. Bila pasien sangat teragitasi, klorproma'in dapat diberikan kepada pasien utk menenangkan tanpa menurunkan kesadaran. &elang nasogastrik dapat dipasang bila motilitas lambung menurun. c. Air dan Breathing 0 Perhatian adanya apnoe 0 ?ntuk cedera kepala berat lakukan intubasi endotracheal. Penderita mendapat +entilasi dengan oksigen $!!B sampai diperoleh A=6 dan dapat dilakukan penyesuaian yang tepat terhadap :iC . 0 4indakan hiper+entilasi dilakukan hati0hati untuk mengoreksi asidosis dan menurunkan secara cepat 4)5 pada penderita dengan pupil yang telah berdilatasi. PCC harus dipertahankan antara ;03; mmhg. d. Circulation 9ipotensi dan hipoksia adalah merupakan penyebab utama terjadinya perburukan pada C5&. 9ipotensi merupakan petunjuk adanya kehilangan darah yang cukup berat, 7alaupun tidak tampak. 1ika terjadi hipotensi maka tindakan yang dilakukan adalah menormalkan tekanan darah. <akukan pemberian cairan untuk mengganti +olume yang hilang sementara penyebab hipotensi dicari.

e. 6isability (pemeriksaan neurologis% 0 Pada penderita hipotensi pemeriksaan neurologis tidak dapat dipercaya kebenarannya. 5arena penderita hipotensi yang tidak menunjukkan respon terhadap stimulus apapun, ternyata menjadi normal kembali segera tekanan darahnya normal 0 Pemeriksaan neurologis meliputi pemeriksaan =C& dan re*lek cahaya pupil KOMPLIKASI D Perdarahan ulang D 5ebocoran cairan otak D )n*eksi pada luka atau sepsis D 4imbulnya edema serebri D 4imbulnya edema pulmonum neurogenik, akibat peninggian 4)5 D Nyeri kepala setelah penderita sadar D 5on+ulsi 8+aluasi epidural hematom dengan kontusio serebri lebih buruk daripada kalau hanya ada epidural hematomnya (=uillermann, $##"% Eolume hematom epidural (869% 869 F ;! cc mortalitasnya $ B 869 ;! G $!! cc mortalitasnya 33 B 869 H $!! cc mortalitasnya "" B