Anda di halaman 1dari 6
  • I. IDENTITAS PASIEN

LAPORAN KASUS

Nama

: Nn. FH

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 20 tahun 9 bulan

Agama

: Islam

Suku/bangsa

: Makassar/Indonesia

Alamat

: BTN Minasa Upa blok M 18 No. 17

Pekerjaaan

: Pelajar

No. RM

: 649820

Tanggal pemeriksaan : 11 Februari 2014

Tempat pemeriksaan Pemeriksa

: Poli Mata RSWS : Dr. S

II.

ANAMNESIS

  • Keluhan Utama

: Kabur pada kedua mata

III.

Anamnesis Terpimpin : Dialami sejak SD, secara perlahan-lahan terutama saat melihat jauh. Mata merah (-), nyeri (-), silau meliha cahaya (-), sakit kepala (-), kotoran mata (-), air mata berlebih (-), rasa mengganjal (-), rasa berpasir (-). Riwayat pakai kacamata 2011 (jarang dipakai) Riwayat penyakit lain disangkal Riwayat keluarga (+), bapak pasien

IV.

STATUS GENERALISATA

  • :Sakit sedang, Gizi cukup, Sadar

Status Umum

  • Tekanan Darah

Tanda Vital:

: 120/80 mmHg

Nadi

: 72x/menit

Pernafasan

: 20 x/menit

Suhu

: 36,6 C

  • V. FOTO KLINIS

V. FOTO KLINIS 2
V. FOTO KLINIS 2
V. FOTO KLINIS 2
V. FOTO KLINIS 2
V. FOTO KLINIS 2
V. FOTO KLINIS 2
V. FOTO KLINIS 2
V. FOTO KLINIS 2
V. FOTO KLINIS 2

VI.

PEMERIKSAAN OFTALMOLOGI

A.

Inspeksi

 

Pemeriksaan

OD

 

OS

Palpebra

Edema (-)

 

Edema (-)

Appratus lakrimalis

Hiperlakrimasi (-)

 

Hiperlakrimasi (-)

Silia

Normal, sekret (-)

 

Normal,sekret (-)

Konjungtiva

Hiperemis (-)

 

Kemosis (-)

Bola mata

Normal

 

Normal

Mekanisme muscular

Mekanisme muscular
 
Mekanisme muscular

Cover test

Alternating exotropia

Kornea

Jernih

 

Jernih

Bilik mata depan

Normal

 

normal

Iris

Coklat, kripte (+)

 

Coklat, kripte (+)

Pupil

Bulat, sentral, RC (+)

 

Bulat, sentral, RC (+)

Lensa

Jernih

 

Jernih

B.

Palpasi

 

Pemeriksaan

OD

OS

Tensi okuler

Tn

Tn(-)

Nyeri tekan

(-)

(+)

Massa tumor

(-)

(-)

Glandula preaurikuler

Tidak ada pembesaran

Tidak ada pembesaran

C.

Visus

VOD

: 6/19 F

ph

: 6/19 F ph Ph

Ph

6/19 F

VOS

: 6/30

6/30

 
C. Visus VOD : 6/19 F ph Ph 6/19 F VOS : 6/30 6/30 D. Tonometri

D.

Tonometri

: 17,3

E.

Campus Visual

: tidak dilakukan pemeriksaan

 

F.

Color sense

: tidak dilakukan pemeriksaan

G.

Light Sense

: tidak dilakukan pemeriksaan

H.

Penyinaran Oblik :

 
 

Pemeriksaaan

OD

OS

 

Konjungtiva

 

Hiperemis (-)

Hiperemis(-)

Kornea

 

Jernih

Jernih

Bilik mata depan

 

Normal

normal

Iris

Coklat, Kripte

Coklat, kripte (+)

Pupil

Bulat, Sentral, RC (+)

Bulat, sentral, RC (+)

Lensa

Jernih

Jernih

I.

Diafonoskopi : Tidak dilakukan pemeriksaan

 

J.

Oftalmoskopi : Tidak dilakukan pemeriksaan

K.

Slit lamp :

SLODS : konjunctiva hiperemis (-), kornea jernih, BMD normal, iris coklat, kripte (+), pupil bulat, sentral RC (+), lensa jernih

L.

Retinoskopi

: OD : + 2,75 C 0,25 X 180 0

  • 6/30

 

OS

: + 4,00 C 1,50 X 10 0

  • 6/48

Pemeriksaan Funduskopi

Pemeriksaan Funduskopi FODS : - Refleks fundus (+), - Papil kesan tilted (oval), papil N.II batas

FODS : - Refleks fundus (+),

  • - Papil kesan tilted (oval), papil N.II batas tegas.

  • - CDR 0,3,

  • - A:V= 2:3,

  • - Macula: Refleks fovea (-)

Pemeriksaan Funduskopi FODS : - Refleks fundus (+), - Papil kesan tilted (oval), papil N.II batas

Hipoplasia fovea

  • - Retina Perifer kesan tipis

VII.

RESUME

Seorang wanita 20 tahun datang kepoli mata dengan keluhan kabur pada kedua mata dialami sejak SD, secara perlahan-lahan terutama saat melihat jauh. Mata merah (-), nyeri (-), silau melihat cahaya (-), sakit kepala (-), kotoran mata (-), hiperlakrimasi (-), rasa mengganjal (-), rasa berpasir (-), riwayat pakai kacamata 2011 (jarang dipakai), riwayat keluarga (+), bapak pasien.

  • a. Pemeriksaan visus:

VOD

: 6/19 F

ph

6/19 F,

6/19 F,

koreksi 6/30

 
VOD : 6/19 F ph 6/19 F, koreksi 6/30 VOS : 6/30 Ph 6/30 koreksi 6/48

VOS

: 6/30

Ph

6/30

6/30

koreksi 6/48

 
VOD : 6/19 F ph 6/19 F, koreksi 6/30 VOS : 6/30 Ph 6/30 koreksi 6/48
  • b. Pemeriksaan Tonometri; 17,3

  • c. Pemeriksaan Slit Lamp: SLODS :konjunctiva hiperemis (-), kornea jernih, BMD normal, iris coklat, kripte (+), pupil bulat, sentral RC (+), lensa jernih

VIII.

DIAGNOSIS

 

IX.

ODS Ambliopia TERAPI

-

Cenfresh ED 4x1 gtt ODS

 

-

Artificial tears

X.

PROGNOSIS

 

1.

Quo ad vitam

: dubia

2.

Quo ad sanationam

 

: bonam

3.

Quo ad visam : malam

 

4.

Quo ad kosmetikum

 

: dubia-malam

XI.

DISKUSI

 
 

Ambliopia

berasal

dari

bahasa

yunani

yaitu “amblyos” (tumpul) dan opia”

penglihatan. Dikenal juga dengan Lazy Eye atau mata malas. Ambliopia adalah penurunan ketajaman penglihatan, walaupun sudah diberi koreksi yang terbaik, dapat unilateral atau bilateral (jarang) yang tidak dapat dihubungkan

langsung dengan kelainan structural mata maupun jaras penglihatan posterior.