Anda di halaman 1dari 5

otes Potensi minyak dan gas bumi terakumulasi sedimen sebagai campuran butiran batuan, air, dan kadar

organik. Mereka terkubur dan terpadatkan, fluida dan gas yang telah matang akan meningkat volumenya dan terperas keluar dari souce rock karena tenaga endogen yang mempengaruhinya. Migrasi adalah proses dari minyak dan gas bumi menjauh dari sourcerock. Proses ini menempuh jarak yang jauh dan waktu yang sangat lama, mungkin beberapa kilometer selama jutaan tahun. Migrasi ini disebabkan oleh penguburan, pemadatan, dan peningkatan volume dan pemisahan dari konsituen source rock. Harus ada ruang (porositas) dalam batuan untuk memungkinkan pergerakan. Selain itu harus ada permeabilitas dalam batuan untuk memungkinkan adanya aliran. Sebenarnya Apa Saja Sih yang Sebabkan Minyak Bermigrasi?

Pengkuburan-sebagai batuan yang terkubur jauh di dalam bumi, maka tekanan pun akan besar karena tekanan batuan diatasnya yang kompak sehingga menghasilkan kekuatan mendorong dan meremas yang besar untuk mendesak air, minyak dan gas bumi sehingga keluar dari source rock. Kenaikan Volume-Pematangan cairan atau gas dari padat, menyebabkan peningkatan volume yang signifikan yang menyebabkan rekahan dari source rock. Hidrokarbon yang dihasilkan akan berpindah keatas melalui rekahan yang ada. Pemadatan-pemadatan dari dasar source rock oleh beban batuan diatasnya memberikan tekanan yang menyebabkan mereka akan bergerak, dan mencari jalur yang termudah yaitu (melalui dasar yang paling berpori atau rekahan dan patahan

yang ada) berpindah ke tempat yang memiliki tekanan lebih rendah yaitu berada di tempat yang lebih dangkal dari sebelumnya. Pemisahan-Gravitasi pemisahan gas, minyak dan air mengambil tempat dalam batuan reservoir yang biasanya airnya jenuh. Akibatnya, minyak bumi akan selalu mencoba naik sampai mereka terjebak atau lolos ke permukaan bumi (rembesan minyak). Yang perlu diketahui air, minyak dan gas hanya akan bermigrasi melalui zona yang cukup permeabel dimana ruang antara partikel batuan saling berhubungan dan cukup besar sehingga memungkinkan gerakan fluida ke jalur trap. Migrasi itu ada 2 Jenis loh, Primer dan Sekunder. Lalu Bedanya Apa? singkatnya, migrasi primer adalah proses gerakan dari batuan induk sedangkan migrasi sekunder adalah gerakan migas di jebakan reservoir. belum paham nih, bisa dijelaskan lebih lanjut? Migrasi Primer transportasi air, minyak dan gas keluar dari pemadatan sedimen. Misalnya ketika sumber lumpur saat pertama kali tertampung mereka terdiri dari 70-80 % air. Sisanya adalah padatan seperti tanah material clay, karbonat, ataupun silika berbutir halus. Sebagai sedimen yang tersusun ke ketebalan yang lebih besar pada cekungan sedimen, air terperas keluar oleh berat sedimen diatasnya. Dibawah tekanan hidrostatik normal (0,445 psi/ft), clay kehilangan porositas dan diameter pori mengecil seperti dapat anda lihat pada tabel dibawah ini.

Hal ini juga penting untuk diingat bahwa cairan cendrung bergerak menuju energi potensial terendah. Awalnya berada diatas, tetapi selama proses pemadatan berlangsung, ada lateralserta gerakan vertikal. Migrasi utama minyak dari sumber ke reservoir adalah sebagai berikut: 1. Air mengalir menuju energi potensial terendah 2. Lumpur clay sering memiliki tekanan tidak normal karena mereka sangat lambat dalam melepas air. 3. Jalan dari migrasi selama pemadatan adalah batupasir, ketidakselarasan, rekahan ataupun patahan, dan biothermal terumbu Migrasi Sekunder, tetesan minyak bergerak sekitar reservoir dari kolamnya (pools). Migrasi sekunder mencakup langkah kedua selama gerakan kerak bumi dari pergeseran bumi terhadap posisi pools dalam batuan reservoir. Akumilasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang kadang-kadang bertentangan. Misalnya: 1. Apungan menyebabkan minyak mencari bagian yang memiliki permeabel tinggi dari reservoir, gaya kapiler mengarahkan minyak ke daerah berbutir kuarsa terlebih dahulu kemudian berturut-turut ke daerah berbutir halus. 2. Setiap hambatan permeabel dalam saluran reservoir minyak ke dalam distribusi yang acak.

3. Akumulasi minyak dalam batuan karbonat sering tak menentu karena bagian dari ruang kosong aslinya tertanam mineral setelah batuan terbentuk 4. Dalam tubuh pasir yang besar, hambatan yang dihasilkan oleh lapisan tipis serpih padat dapat mengikat minyak di berbagai tingkatan. Dengan gerakan kerak bumi, akumulasi bergeser jauh dari tempat mereka awalnya ditempatkan. 5. Patahan kadang memotong reservoir, menghancurkan bagian atau menggeser mereka ke kedalaman yang berbeda. 6. Erosi membawa akumulasi lebih dekat dengan permukaan dimana hidrokarbon ringan bisa menguap. 7. Patahan dari cap rock memungkinkan akumulasi bermigrasi secara vertikal ke arah yg lebih dangkal. Dimanapun tekanan diferensial berada dan permeabel memberikan jalan, minyak akan bergerak. Setelah air, minyak dan gas bumi bermigrasi ke trapnya, dan terpisah berdasarkan kepadatan. Gas yang paling ringan, berjalan keatas dati jebakan untuk membentuk tudung gas bebas. Minyak berjalan ke tengah dan air yang selalu hadir ada di bagian bawah.