Anda di halaman 1dari 40

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

Latihan Kepemimpinan Bagi Calon Kepala Sekolah/ Madrasah


Bahan Pembelajaran Diklat Penyiapan Calon Kepala Sekolah

LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN 2011

Bahan Pembelajaran Latihan Kepemimpinan Bagi Calon Kepala Sekolah/Madrasah


Tim Pengembang Bahan Pembelajaran Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Pengarah Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd Dr. Abi Sujak Prof. Dr, Siswandari, M.Stats Dr. Abdul Kamil Marisi Joko Priyadi, S.Pd Drs. Tri Harsono Udjianto, MM, M.Pd Medira Ferayanti, S.S, M.A Ady Saefudin, S.Pd Ghandi Kusuma Jaya, S.T Indah Mustika Rini, S.Pd Siti Budiyah, S.Si Kepala BPSDMP-PMP Kepala Pusbangtendik Kepala LPPKS

Penanggung Jawab Tim Penulis

Tim Produksi

Diterbitkan Oleh LPPKS, Karanganyar @2011

Dilarang keras menerjemahkan, memfotokopy, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari LPPKS.

KATA PENGANTAR
Dalam rangka peningkatan mutu kepala sekolah/madrasah pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/ Madrasah. Permendiknas ini memuat tentang sistem penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, proses pengangkatan kepala sekolah/madrasah, masa tugas, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah, mutasi dan pemberhentian tugas guru sebagai kepala sekolah/madrasah Dalam sistem penyiapan calon kepala sekolah/madrasah, peserta yang telah lulus seleksi administrasi dan seleksi akademik, mengikuti Pendidikan dan Latihan Calon Kepala Sekolah/madrasah (Diklat Cakep). Dalam Diklat Calon Kepala sekolah tersebut, peserta mendapat materi-materi yang berkaitan dengan tugas, pokok dan fungsi kepala sekolah baik bersifat manajerial sekolah maupun kepemimpinan sekolah.

Berkaitan dengan hal tersebut, LPPKS menyiapkan bahan pembelajaran sesuai dengan materi yang dibutuhkan calon kepala sekolah. Materi ini dirancang untuk pembelajaran mandiri, sehingga calon kepala sekolah dapat menggunakan bahan pembelajaran ini secara aktif. Dengan harapan pada akhir kegiatan pembelajaran, pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mempersiapkan diri menjadi kepala sekolah menujukkan peningkatan yang signiikan dan pada gilirannya akan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengembangan keprofesian mereka secara berkelanjutan. Kemudian dari semua yang diperolehnya itu, diharapkan akan berdampak pada semakin banyaknya pemimpin-pemimpin baru yang amanah, berjiwa wirausaha, dan profesional. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan bahan pembelajaran ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati kita semua. Surakarta, Juni 2011 Kepala LPPKS

Prof. Dr. Siswandari, M.Stats

Latihan Kepemimpinan

ii

Latihan Kepemimpinan

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI Tentang Bahan Pembelajaran Ini Kompetensi yang Diharapkan Ruang Lingkup Materi Uji Pengetahuan Awal Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran 1 KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN (INSTRUCTIONAL LEADERSHIP) A. Konsep kepemimpinan pembelajaran B. Temuan Empiris C. Dampak kepemimpinan pembelajaran A.Pengertian Kepemimpinan Pendidikan 1 2 2 3 4 5 5 5 7 9 9 10 11 14 15 17 19 19 13 iii

Kegiatan Pembelajaran 2

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN

B. Kompetensi Kepala Sekolah/ Madrasah E. Gaya Kepemimpinan Kegiatan Pembelajaran 3 Materi G. Manajemen Konlik

C. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah/ Madrasah D. Pendekatan Teori Munculnya Pemimpin F. Kepemimpinan Transformasional INTEGRITAS KEPRIBADIAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH Penugasan Releksi

12

17

Latihan Kepemimpinan

iii

Kegiatan Pembelajaran 4 BEKERJA SAMA DENGAN PIHAK LAIN DAN MEMILIKI KEPEKAAN SOSIAL TERHADAP ORANG ATAU KELOMPOK LAIN 21 Materi Penugasan Kegiatan Pembelajaran 5 JIWA KEWIRAUSAHAAN CALON KEPALA SEKOLAH Materi Penugasan Uji Hasil Belajar Releksi Releksi 21 22 22 24 24 27 28 29

iv

Latihan Kepemimpinan

Tentang Bahan Pembelajaran Ini


Latihan Kepemimpinan bagi calon kepala sekolah merupakan proses internalisasi nilai-nilai Budaya Bangsa yang dilakukan melalui berbagai kegiatan penyiapan kondisi, pembiasaan dan ketauladanan. Pusat Kurikulum (2009) mengembangkan 18 (delapan belas) nilai budaya bangsa yang dapat dipergunakan dalam pembentukan Latihan Kepemimpinan bagi calon kepala sekolah, nilai tersebut meliputi nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial, cinta damai dan tanggungjawab. Pembentukan kepemimpinan calon kepala sekolah dilakukan melalui penyiapan kondisi, penyiapannya dapat dilakukan melalui pendidikan dan latihan dilakukan secara terjadwal yang dilakukan di dalam ruangan maupun di alam terbuka. Pendidikan tersebut dengan maksud membekali calon kepala sekolah dapat mengetahui dan memahami bahwa terdapat beragam nilai budaya membentuk kepemimpinan termasuk kepemimpinan kepala sekolah. Penyiapan calon kepala sekolah dapat pula dilakukan melalui pendidikan di alam terbuka yang berupa . simulasi kegiatan, sambil bermain peserta dikenalkan dan ditanamkan nilai-nilai budaya bangsa melalui penugasan yang disediakan. Pembiasaan nilai-nilai budaya bangsa dapat dilakukan oleh calon kepala sekolah melalui berbagai kegiatan rutin dan spontan di sekolah maupun di luar sekolah. Dan keteladanan penerepan nilai-nilai budaya bangsa dapat dilakukan oleh calon kepala sekolah di manapun tempatnya termasuk juga di sekolah.

Latihan Kepemimpinan

Kajian Latihan Kepemimpinan bagi calon kepala sekolah di kelas akan disuguhkan 3 (tiga) kegiatan belajar yang meliputi integritas kepribadian sebagai kepala sekolah, bekerja sama dengan pihak lain dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain, dan jiwa kewirausahaan calon kepala sekolah. Sedangkan kegiatan Latihan Kepemimpinan di luar ruangan dipandu dengan Panduan penugasan.

Kompetensi yang Diharapkan


Setelah mengikuti diklat calon kepala sekolah peserta mampu menerapkan integritas, kebersamaan dan kepekaan terhadap orang lain atau sosial, dan kewirausahaan dalam kepemimpinannya di sekolah.

Ruang Lingkup Materi


Ruang lingkup materi sajian disusun sebagai berikut: 1. Integritas kepribadian sebagai pemimpin 2. Bekerja sama dengan pihak lain dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. 3. Bekerja keras, menciptakan inovasi, pantang menyerah, dan memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan sekolah/madrasah sebagai sumber belajar calon kepala sekolah.

Latihan Kepemimpinan

Langkah-langkah Pembelajaran
Bahan pembelajaran ini dapat digunakan calon kepala sekolah sebagai acuan dalam meminpin di sekolah. Saudara diharapkan mereview kepemimpinan yang sudah dilaksanakan. Permasalahan yang Saudara temukan diskusikan dengan pengawas/ fasilitator. Hasil diskusi dapat digunakan untuk menyempurnakan program kepemimpinan di sekolah. Hasil penyempurnaan program kepemimpinan dipaparkan di hadapan pengawas/ fasilitator dengan mekanisme operasional yang jelas dan menambah peran, tanggung jawab petugas yang diberi amanat sehingga dapat mempermudah pekerjaan kepala sekolah sebagai pemimpin dalam mengelola sekolah sehingga dapat memperlancar pekerjaan kepala sekolah sehari-hari dan optimalisasi kegiatan pembelajaran yang berbasis kewirausahaan yang berkepemimpinan serta mempunyai integritas sehingga warga sekolah memliki jiwa wirausaha, berkepribadian,sosial dalam mengelola sekolah sebagai sumber belajar.

Latihan Kepemimpinan

Uji Pengetahuan Awal


1. Apa yang dimaksud dengan integritas? 2. Apa yang dimaksud dengan integritas kepribadian kepala sekolah? 3. Integritas kepribadian seperti apakah yang harus dimiliki seorang kepala sekolah? 4. Kerja sama seperti apa yang perlu dibangun dengan warga sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan kegiatan pembelajaran siswa. 5. Mengapa kepala sekolah perlu menjaga hubungan baik dan memiliki kepekaan sosial dalam menjalankan kepemimpinannya sebagai kepala sekolah? Jelaskan! 6. Apa yang dimaksud dengan jiwa wirausaha kepala sekolah? 7. Sebutkan beberapa ciri-ciri wirausaha yang berhasil? 8. Mengapa kepala sekolah ingin menjadi seorang wirausaha yang sukses?

Latihan Kepemimpinan

Kegiatan Pembelajaran 1

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN (INSTRUCTIONAL LEADERSHIP)

A. Konsep kepemimpinan pembelajaran


Kepemimpinan pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu implementasi kepemimpinan seorang pemimpin institusi pendidikan yang memfokuskan diri pada kualitas pembelajaran sehingga yang bersangkutan secara terus menerus mengembangkan kualitas pembelajaran yang diselenggarakan pada institusinya. Sehubungan dengan fokusnya pada pembelajaran maka kepemimpinan pembelajaran atau Instructional Leadership ini seringkali disebut sebagai Learning-Centred Leadership. Indikator keberhasilan pengembangan kualitas pembelajaran ini terutama diukur melalui kualitas lulusannya, baik melalui capaian atau hasil belajar lulusan maupun kebermanfaatan atau keberdayaan lulusan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun pada dunia kerja.

B. Temuan Empiris

Konsep dan implementasi tentang kepemimpinan pembelajaran ini sangat penting dan wajib diketahui dan dilaksanakan oleh semua kepala sekolah. Logikanya sangat sederhana karena pembelajaran itu merupakan ruh dari pendidikan, pada jenjang atau level pendidikan manapun. Pendidikan yang berlangsung di suatu institusi akan baik jika pembelajarannya baik dan sebaliknya. Pembelajaran yang dimaksud disini tentu saja meliputi persiapan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjutnya.

Latihan Kepemimpinan

Beberapa kajian empiris membuktikan bahwa (Rhodes and Brundrett, 2010),

1. Kualitas pembelajaran sangat berkaitan dengan kesuksesan siswa di masa depan 2. Pembelajaran merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan pada negara manapun 3. Kepemimpinan pembelajaran selalu fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran 4. Lingkup kepemimpinan pembelajaran meliputi supervisi, pengembangan sumberdaya manusia, dan pengembangan kurikulum

Temuan yang keempat ini harus mendapat perhatian yang lebih besar karena indicator tindakan yang harus diambil oleh kepala sekolah sangat jelas, yaitu melaksanakan supervisi, mengembangkan SDM nya dan mengembangkan kurikulumnya. Bagi setiap kepala sekolah supervisi ini menjadi penting karena hanya melalui supervisilah kepala sekolah akan tahu dan dapat dapat meyakinkan setiap pemangku kepentingan bahwa guru-guru di sekolahnya sudah mengintegrasikan materi (terkait dengan standar isi), proses pembelajaran (terkait dengan standar proses), dan penilaian yang dilakukannya (terkait dengan standar penilaian) dalam rangka mencapai standar kompetensi lulusannya. 50% dari standar nasional pendidikan ini hanya dapat dicapai melalui supervisi yang dilakukan oleh setiap kepala sekolah secara terpogram dan berkelanjutan. Pembahasan tentang supervisi secara lebih mendalam akan dibicarakan pada saat mengkaji modul Supervisi Akademik. Mengenai pengembangan SDM, hal ini sudah bukan menjadi hal baru bagi pengembangan institusi manapun karena hanya SDM yang berkualitas yang

Latihan Kepemimpinan

akan mampu mengembangkan secara berkelanjutan, disamping membawa nama baik institusinya. SDM berkualitas paling tidak memiliki tiga karakteristik yaitu cerdas (secara intelektual, spiritual, dan emosianal); memiliki komitmen yang tinggi terutama memiliki waktu untuk ikut memperbaiki kualitas penyelenggaraan institusinya; dan memiliki integritas diri secara utuh (mengatakan seperti apa yang ada di hatinya dan melakukan apa yang dikatakannya disamping itu, apapun yang dilakukan tidak akan memalukan dirinya sendiri, keluarga, institusi maupun negaranya). Pengembangan kurikulum akan dibahas lebih mendalam pada modul Pengelolaan Kurikulum. Salah satu hal perlu ditekankan disini adalah bahwa pengembangan kurikulum harus selalu berorientasi pada kebutuhan lulusan, oleh karena itu ketajaman kepala sekolah dalam memprediksikan kebutuhan lulusan sangat diperlukan. Prediksi ini dapat dilakukan baik melalui intuisi maupun kajian empiric.

C. Dampak kepemimpinan pembelajaran


Beberapa dampak dari adanya kepemimpinan pembelajaran ini antara lain:

1. Banyak kepala sekolah dan para pemimpin pendidikan lainnya sangat terlibat pada manajemen internal untuk meyakinkan bahwa the right teacher gets into the right job at the right time. Pada pokoknya, peran pemimpin adalah meyakinkan semua pihak bahwa dia dapat merekrut guru yang baik agar mampu mengajar peserta didik dengan sangat baik, sehingga guru benarbenar memberikan kontribusi yang sangat berarti pada keberhasilan proses belajar mengajar.

Latihan Kepemimpinan

2. Pemimpin sekolah yang selalu meningkatkan kualitas pembelajarannya akan memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk memberikan motivasi kepada guru dan staf dalam rangka mencapai hasil belajar terbaik.

Referensi: Bush, Bell & Middlewood. 2010. The Principles of Educational Leadership & Management. 2nd Edition. London: SAGE Publication Inc.

Puccio, Mance & Murdock. 2011. Creative Leadership: Skills that Drive Change. Thousand Oaks: SAGE Publication Inc. Tomlinson, Harry. 2004. Educational Leadership: Personal Growth for Professional Development. London: SAGE Publication Inc.

Latihan Kepemimpinan

Kegiatan Pembelajaran 2

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN

A.Pengertian Kepemimpinan Pendidikan


Kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan untuk mempengaruhi, mendorong, menggerakkan, mengarahkan, memberdayakan seluruh sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Adapun kepemimpinan pendidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, guru dan personel sekolah pada dimensi kepemimpinan masing-masing. Kepala sekolah menjadi pemimpin pendidikan yang mengatur semua personel, guru menjadi pemimpin bagi siswa, dan personel sekolah yang lain yang menjadi pemimpin pada tiap unit kerja tertentu (Rohmat, 2010). Kepala sekolah/madrasah sebagai top leader dalam sebuah institusi pendidikan mempunyai peran yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepemimpinan kepala sekolah/madrasah. Kepala sekolah/madrasah merupakan komponen pendidikan yang bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 12 ayat 1 PP 28 tahun 1990 bahwa: Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Sarjilah mengatakan, pengelolaan sekolah/madrasah yang efektif dan eisien tidak akan lepas dari tugas dan fungsi kepala sekolah. Kegagalan dan keberhasilan sekolah banyak ditentukan

Latihan Kepemimpinan

oleh kepala sekolah, karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. Kepala sekolah/madrasah merupakan seorang pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah/madrasah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guruguru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam memberdayakan lingkungan sekola/madrasah dan masyarakat sekitar, kepala sekolah/madrasah merupakan kunci keberhasilan, menaruh perhatian tentang apa yang terjadi pada siswa di sekolah dan apa yang dipikirkan orang tua serta masyarakat tentang sekolah/madrasah.

B.

Kompetensi Madrasah

Kepala

Sekolah/

Kepala sekolah/madrasah dalam mengelola satuan pendidikan disyaratkan menguasai kompetensi tertentu yang mendukung pelaksanaan tugasnya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah/madrasah telah menetapkan lima dimensi kompetensi yang harus dikuasai kepala sekolah/madrasah yaitu kepribadian, manajerial, supervisi, kewirausahaan dan sosial. Hasil penelitian tentang kompetensi dan kepemimpinan dari 405 kepala sekolah/madrasah tujuh kab/kota di wilayah Surakarta (Siswandari, 2011) menunjukkan bahwa kompetensi yang paling tinggi yang dimiliki kepala sekolah adalah kompetensi kepribadian, kemudian berturut-turut menempati urutan yang lebih rendah adalah kompetensi sosial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi, kompetensi manajerial. Disamping itu yang paling

10

Latihan Kepemimpinan

memprihatinkan adalah kemampuan memimpin para kepala sekolah sampel (leadership skills) masih relative rendah.

C.

Peran Kepemimpinan Sekolah/ Madrasah

Kepala

Dalam usaha mencapai tujuan pendidikan, kepala sekolah/madrasah harus mampu melaksanakan perannya dengan baik. Adapun peran kepala sekolah/madrasah menurut Diknas adalah sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator atau sering disebut EMASLIM (Diknas, 2000 :iv). Dari ketujuh peran tersebut dapat diringkas menjadi dua yaitu sebagai manajer dan pemimpin (leader). Seringkali manajer dan pemimpin dianggap sama, sebenarnya dua tersebut merupakan hal yang berbeda. Sebagai manajer, kepala sekolah/madrasah harus mampu mencapai tujuan organisasi dengan menggunakan perangkat manajemen dan sumber daya organisasi, sedangkan sebagai pemimpin, kepala sekolah/madrasah harus mampu melakukan perubahan atau pembaharuan organisasi ke arah yang lebih baik.

Untuk mewujudkan sekolah efektif hanya mungkin didukung oleh kepala sekolah/madrasah sebagai pemimpin pendidikan yang efektif. Fred M. Hechinger (Rohmat,2010) pernah menyatakan:
Saya tidak pernah melihat sekolah yang bagus dipimpin oleh kepala sekolah yang buruk, dan sekolah buruk dipimpin oleh kepala sekolah yang buruk. Saya juga menemukan sekolah yang gagal berubah menjadi sukses, sebaliknya sekolah yang sukses tiba-tiba menurun kualitasnya. Naik atau turunnya kualitas sekolah sangat tergantung kepada kualitas kepala sekolahnya.

Latihan Kepemimpinan

11

Pandangan tersebut menganjurkan kepada para kepala sekolah/madrasah untuk memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin pendidikan secara cermat.

Dalam menjalan perannya, kepala sekolah/madrasah sebagai pemimpin menjalankan berbagai aktivitas kepemimpinan, yang meliputi : 1. Menetapkan keputusan 2. Berkomunikasi 3. Memberi motivasi

4. Mengembangkan potensi pendidik, tenaga kependidikan dan siswa.

D.

Pendekatan Pemimpin

Teori

Munculnya

Ada beberapa teori yang membahas tentang munculnya pemimpin diantaranya : 1. Seseorang akan menjadi pemimpin karena ia memang dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Menurut teori ini, hanya orang-orang yang mempunyai bakat dan pembawaan saja yang bisa menjadi pemimpin. 2. Menurut teori ini siapapun bisa menjadi pemimpin kalau lingkungan, waktu dan keadaan memungkinkan ia menjadi pemimpin serta diberi kesempatan dan pembinaan untuk menjadi pemimpin walaupun tidak mempunyai bakat. 3. Teori Sosial. Teori Genetik

12

Latihan Kepemimpinan

Merupakan gabungan antar teori genetis dan so-

Teori Ekologis,

sial, ialah seseorang bisa menjadi pemimpin jika mempunyai bakat dan bakat itu perlu dibina supaya berkembang dan tergantung dengan waktu, lingkungan, keadaan dan kesempatan. 4. Menurut teori ini, siapapun bisa menjadi pemimpin, tetapi di dalam situasi tertentu saja, karena ia memiliki kelebihan-kelebihan yang diperlukan dalam situasi itu. Teori Situasi.

E. Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan pendidikan terlihat pada polapola yang dikembangkan dalam berbagai kebijakan yang dilakukan dalam menjalankan kepemimpinan. Berbagai bentuk gaya kepemimpinan tersebut terimplementasi dalam semua kebijakan pendidikan yang meliputi pembinaan terhadap semua personel sekolah dan pelaksanaan program-program pendidikan. Dibawah ini dijelaskan gaya-gaya kepemimpinan, yaitu : 1. Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan. 2. Adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan deGaya Kepemimpinan Demokratis Gaya Kepemimpinan Otoriter

Latihan Kepemimpinan

13

mokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. 3. Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. Gaya Kepemimpinan Bebas

F. Kepemimpinan Transformasional
Model kepemimpinan transformasional merupakan model kepemimpinan yang relative baru. Model kepemimpinan ini sangat tepat apabila diimplementasikan dalam dunia pendidikan. Asumsi yang mendasari kepemimpinan transformasional adalah bahwa setiap orang akan mengikuti seseorang yang dapat memberikan mereka inspirasi, mempunyai visi yang jelas , serta cara dan energi yang baik untuk mencapai sesuatu tujuan baik yang besar. Bekerja sama dengan seorang pemimpin transformasional dapat memberikan suatu pengalaman yang berharga, karena pemimpin transformasional biasanya akan selalu memberikan semangat dan energi positif terhadap segala hal dan pekerjaan tanpa kita menyadarinya. Pemimpin transformasional akan memulai segala sesuatu dengan visi, yang merupakan suatu pandangan dan harapan kedepan yang akan dicapai bersama dengan memadukan semua kekuatan, kemampuan dan keberadaan para pengikutnya. Adapun dimensi kepemimpinan transformasional adalah 4 I, yaitu : 1. I : Idealiced inluence (perilaku yang meng-

14

Latihan Kepemimpinan

2. I : Inspirational motivation (perilaku yang senantiasa menyediakan pekerjaan yang menantang bagi pengikut);

hasilkan rasa hormat dan rasa percaya diri dari orang yang dipimpinnya);

3. I : Intellectual stimulation (melakukan inovasi-inovasi); 4. I : Individualized consideration (mendengarkan dan memperhatikan dengan baik aspirasi, harapan, segala masukan dari pengikutnya).

G. Manajemen Konik
Sebuah organisasi sekolah/madrasah selayaknya dikembangkan sebagai sistem yang mendorong upaya kerjasama antar pendidik, tenaga kependidikan dan siswa . Namun, dalam kehidupan nyata (the real world), organisasi akan selalu diwarnai konlik dalam berbagai bentuk dan tingkat kekuatannya, baik secara positif dan negatif. Konlik dapat terjadi dengan: (1) diri sendiri, (2) seseorang, (3) kelompok, (4) organisasi, (5) kelompok dengan kelompok, (6) kelompok dengan organisasi, dan (7) organisasi dengan oganisasi.

Penyebab utama konlik menurut Hunsaker (2003) adalah a) masalah komunikasi (salah pengertian, ketertutupan, penyampaian yang kasar, dan sebagainya); b) disain struktur (tempat basah dan tempat kering) dan perbedaan personal (perbedaan latar belakang budaya, pendidikan, pengalaman, usia, dan lain-lain). Adapun cara mengatasi konlik dapat dilakukan dengan cara-cara berikut : a) mempelajari penyebab utama konlik; b) memutuskan untuk mengatasi konlik; dan c) memilih strategi mengatasi konlik

Latihan Kepemimpinan

15

Secara umum, kepala sekolah/madrasah akan menghadapi sejumlah konlik, dan kepala sekolah sekolah/madrasah memegang peran yang sangat penting dalam menyelesaikan konlik. Konlik tidak boleh dihindari namun harus dikelola dengan baik. Pengelolaan konlik dengan tepat akan memberikan dampak positif bagi sekolah/madrasah, seperti 1)meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif; 2)meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, seperti terlihat dalam upaya peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, kejujuran, inisiatif dan kreativitas; 3)semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress dan 4)meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja.

16

Latihan Kepemimpinan

PENUGASAN 1. Releksikan pada diri sendiri, apakah sudah menjadi pemimpin yang baik bagi diri sendiri dan bagi siswa yang diajar (guru sebagai pemimpin pembelajaran), beberapa peserta maju untuk menyampaikan hasil releksinya. 2. Bentuk kelompok 4 6 orang. a. Setiap kelompok akan mendiskusikan satu tema yang ditayangkan melalui video (Penanggulangan perkelahian pelajar, pencegahan perbuatan asusila pelajar dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran) b. Diskusi meliputi : Menentukan tindakan-tindakan yang dilakukan kepala sekolah untuk mempengaruhi dan menggerakkan warga sekolah dalam mensukseskan program yang telah ditetapkan (program sesuai dengan tema yang telah ditentukan)

Menulis narasi yang berkaitan dengan tema yang telah ditentukan dan disampaikan kepada semua warga sekolah sebagai upaya untuk mempengaruhi mereka agar mau mengikuti program kepala sekolah 3. Semua peserta menulis narasi singkat, tema dapat memilih salah satu : (budaya membaca, kedisiplinan di sekolah, pentingnya budi pekerti, tertib administrasi sekolah, narkoba, pergaulan bebas, peningkatan prestasi belajar). Narasi yang telah ditulis dipresentasikan. 4. Role play : penanganan konlik (tema konlik bebas berkaitan dengan permasalahan yang sering terjadi di sekolah) Bentuk kelompok 5 6 orang Setiap kelompok membuat skenario dan menentukan peran. Dua kelompok dipilih secara acak untuk melaksanakan role play. c. Mempresentasikan hasil diskusi.

Latihan Kepemimpinan

17

Daftar Pustaka
Dirjen PMPTK. 2007. Kepemimpinan Pendidikan Persekolahan yang Efektif.

Peraturan Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Rohmat. 2010. Kepemimpinan Pendidikan Konsep dan Aplikasi. Purwokerto : STAIN Press Sarjilah. 2008. Kajian Kinerja Kepala Sekolah. http://hdr.undp.org/en/media /hdr_2007/2008 Siswandari dkk. 2011. Kompetensi, Kepemimpinan Dan Kinerja Kepala Sekolah Se-Karesidenan Surakarta. Hasil Penelitian. Tim Penyusun, Depdiknas Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. 2000. Rambu-rambu Penilaian Kinerja Pendidikan (SLTP dan SMU). Jakarta : Rineka Cipta. Wahyudi. 2009. Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Organisasi Pembelajar (Learning Organization). Bandung : Alfabeta

18

Latihan Kepemimpinan

INTEGRITAS KEPRIBADIAN SEBAGAI KEPALA SEKOLAH


Kepala sekolah harus memiliki integritas dalam melaksanakan tugas sehari-harinya. Di sekolah banyak tantantang yang dihadapi dan diselesaikan oleh kepala sekolah, tantangan tersebut bila tidak segera diatasi dapat menimbulkan bencana yang dapat merugikan kepala sekolah. Hanya kepala sekolah yang mempunyai integritas yang dapat mengatasi masalah dan menyelamatkan diri dan sekolahnya dari bencana yang merugikannya. Bacaan berikut ini mengatarkan saudara pada pengembangan wawasan tentang integritas kepribadian kepala sekolah dalam pelaksanaan tugas kepala sekolah sehari-hari.

Kegiatan Pembelajaran 3

Materi

Kepala sekolah dalam melaksanakan tugas kesehariannya selalu berhadapan dengan pimpinan di atasnya, guru, staf tata usaha, siswa, orang tua siswa dan keluarganya. Dalam banyak hal tugasnya menuntut satunya kata dengan perbuatannya. Sebagai kepala sekolah, tidak selamanya tuntutan itu dapat dipenuhi karena berbagai pertimbangan dan tindakan itu memang menjadi tanggungjawabnya.

Sekolah negeri yang menjalankan fungsi pelayanan pendidikan untuk semua warga negara dalam mendapat pelayanan pendidikan dasar akan berbeda dengan sekolah swasta milik masyarakat dalam melayani warga negara, dalam berbagai hal kepala sekolah negeri harus menyesuaikan keputusannya

Latihan Kepemimpinan

19

dengan pimpinan di atasnya. Penyesuaian itu dapat mengganggu integritas kepribadian kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Dari pimpinan ia mendapat tekanan, sementara dari pihak guru, staf administrasi, siswa dan orang tua siswa kepala sekolah harus memperjuangkan kepentingan mereka. Benturan kepentingan tak dapat dihindarkan ketika kepala sekolah menjalankan putusannya untuk mengutamakan salah satu dari mereka. Tidak jarang keputusan kepala sekolah berpihak pada putusan yang datang dari pimpinan di atasnya dengan mengesampingkan tuntutan yang datang dari guru, staf administrasi, siswa, dan orang tua, Teten Masduki menjuliki keadaan itu sebagai kepsek dianggap perpanjangan birokrasi (Republika Kamis 10 Februari 2011 halaman 7). Sementara dalam pelaksanaan tugasnya ia juga harus menyesuaikan dan mengimbangkan dengan tuntutan yang datang dari pihak keluarga yakni dari istri dan anaknya. Ketika, tuntutan keluarga tak dipenuhi oleh diri kepala sekolah, benturan kepentingan tak dapat terhindari. Dalam banyak hal, tuntutan keluarga lebih sering di nomor duakan ketimbang urusan dinas atau urusan sekolah. Konlik di sekolah yang dipersepsikan sebagai akibat kecenderungan pilihan keputusan kepala sekolah yang menitik beratkan salah satu kepentingan, bila tidak segera di atasi oleh kepala sekolah dapat mengakibatkan merugikan diri dan sekolah. Untuk keperluan itu kepala sekolah harus mempunya integritas.

20

Latihan Kepemimpinan

Penugasan
Penugasan ini dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan 1. Pabrik kapal terbang 2. Pesan berantai 3. Membangun menara

Reeksi
a. Releksi Sebagai Pemimpin Bagaimana perasaan saudara saat menjadi pemimpin dalam suku ? Apakah saudara merasa kesulitan mendelegasikan tugas kepada anggota suku Bagaimana saudara mengatasi kesulitan itu ? saat

Bagaimana perasaan saudara saat anggota suku tidak mau menerima strategi yang saudara tawarkan padahal strategi tersebut sangat jitu untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi ?

Apakah penugasan ini dapat meningkatkan kreatiitas saudara dalam mengembangkan kepemimpinan di sekolah/di masa yang akan datang ? Dengan latihan kepemimpinan ini saudara dapat sesuatu yang baru sebagai bekal kepemimpinan disekolah kedepan ? b. Releksi anggota Bagaimana perasaan saudara saat mendapat tugas dari pimpinan/ketua tim?

Latihan Kepemimpinan

21

Apakah saudara mengerjakan tugas dengan iklas ? berikan alasan Bagaimana saudara mengatasi kesulitan tersebut ?

Apakah saudara merasa kesulitan untuk mengerjakan tugas yang diberikan? Berikan alasan. Bagaimana persaan saudara saat mengutarakan ide yang bagus menurut saudara tapi anggota suku yang lain menyangkal dan menolak ide tersebut? Apakah penugasan ini dapat meningkatkan kreatiitas saudara dalam mengembangkan kepemimpinan di sekolah/di masa yang akan datang ? Dengan penugasan ini apakah saudara mendapatkan sesuatu yang bermanfaat untuk mengaplikasikan kepemimpinan saudara dimasa depan ?

Referensi Buku sumber untuk penulisan kegiatan belajar 1 adalah: 1. Modul 10-8224 Kompetensi Kepribadian KKKS4 (Hal 23 s.d 35) 2. Modul 10-8243 Pengembangan Kepribadian (Hal 5 s.d 9) 3. Google buku : TAO Kepemimpinan, integritas pemimpin (hal 111 s.d 123)

22

Latihan Kepemimpinan

Kegiatan Pembelajaran 4

BEKERJA SAMA DENGAN PIHAK LAIN DAN MEMILIKI KEPEKAAN SOSIAL TERHADAP ORANG ATAU KELOMPOK LAIN

Bekerjasama dan kepekaan sosial merupakan nilai peduli sosial dari nilai budaya bangsa yang harus dimiliki dan dibiasakan oleh kepala sekolah dalam menangani masalah dan menjalankan tugas keseharian kepala sekolah di tempat tugasnya. Materi ini penting untuk dikuasai oleh calon kepala sekolah ketika yang bersangkutan kelak sebagai kepala sekolah.

Bacaan berikut ini mengatarkan saudara pada pengembangan wawasan tentang bekerja sama dengan pihak lain dan memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

Materi
Tugas kepala sekolah dilingkup sekolah dan di luar sekolah membutuhkan kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Di sekolah kepala sekolah bersama guru, walikelas, wakil kepala sekolah dan staf tata usaha melakukan pencapaian tujuan sekolah. Kebersamaan di sekolah harus dibangun oleh kepala sekolah, keberhasilanya melahirkan sekolah sekolah menjadi sehat dan kuat. Kepekaan kepala sekolah di lingkungan sekolah selalu diwujudkan dalam berbagai kegiatan kekeluargaan bagi warga sekolah misalnya bersama guru mengunjungi guru yang sakit, staf yang sakit, atau pun orang tua siswa yang sakit dan bersama pengunjung mendoakan

Latihan Kepemimpinan

23

yang sakit semoga Allah meringankan beban dan menyembuhkan si sakit. Di luar sekolah kepekaan sosial dapat diwujudkan melalui kunjungan dan melibatkan warga sekolah turut serta membantu meringankan beban penderitaan warga masyarakat yang mengalami musibah misalnya musibah banjir atau kebakaran.

Keteladanan kepala sekolah dalam membangun kebersamaan dan kepekaan sosial bagi guru, walikelas, staf tatausaha, dan orang tua siswa dapat melahirkan sekolah diakui dan diminati oleh masyarakat.

Penugasan

Penugasan ini dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan 1. 2. 3. 4. Pejuang semut Kareograi Lempar gelang Pesan gambar

Reeksi

24

Latihan Kepemimpinan

a. Releksi Sebagai Pemimpin Bagaimana perasaan saudara saat menjadi pemimpin dalam suku ? Apakah saudara merasa kesulitan saat mendelegasikan tugas kepada anggota suku ? Bagaimana saudara mengatasi kesulitan itu ? Bagaimana perasaan saudara saat anggota suku tidak mau menerima strategi yang saudara tawarkan padahal strategi tersebut sangat jitu untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi?

Apakah penugasan ini dapat meningkatkan kreatiitas saudara dalam mengembangkan kepemimpinan di sekolah/di masa yang akan datang? Dengan latihan kepemimpinan ini saudara dapat sesuatu yang baru sebagai bekal kepemimpinan di sekolah kedepan? b. Releksi anggota Bagaimana perasaan saudara saat mendapat tugas dari pimpinan/ketua tim? Apakah saudara mengerjakan tugas dengan iklas? berikan alasan ! Apakah saudara merasa kesulitan untuk menger jakan tugas yang diberikan? Berikan alasan! Bagaimana saudara mengatasi kesulitan tersebut? Bagaimana persaan saudara saat mengutarakan ide yang bagus menurut saudara tapi anggota suku yang lain menyangkal dan menolak ide tersebut? Apakah penugasan ini dapat meningkatkan kreatiitas saudara dalam mengembangkan kepemimpinan di sekolah/di masa yang akan datang? Dengan penugasan ini apakah saudara mendapatkan sesuatu yang bermanfaat untuk mengaplikasikan kepemimpinan saudara dimasa depan? Referensi Buku sumber untuk penulisan kegiatan belajar 2 adalah: 1. Buku 10-2262 Kompetensi Sosial KKKS-4 (Hal 10 s.d 14) 2. Buku 10-8684 Membangun Tim yang handal (Hal 15 s.d 24) 3. Buku 20-0081 GAYA KERJA-KONFLIK (Hal 10 s.d 28)

Latihan Kepemimpinan

25

Kegiatan Pembelajaran 5

JIWA KEWIRAUSAHAAN CALON KEPALA SEKOLAH

Satu di antara dimensi kompetensi Kepala Sekolah/ Madrasah adalah kewirausahaan. Kewirausahaan di sini dalam makna untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial bukan untuk kepentingan komersial. Kewirausahaan dalam bidang pendidikan yang diambil adalah kepemimpin anistiknya (sifatnya) seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik, dan memiliki naluri kewirausahaan; bukan mengkomersilkan Sekolah/Madrasah. Semua kepemimpinanistik tersebut bermanfaat bagi Calon Kepala Sekolah/Madrasah dalam mengembangkan Sekolah/Madrasah, mencapai keberhasilan Sekolah/ Madrasah, melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin, menghadapi kendala Sekolah/ Madrasah, dan mengelola kegiatan Sekolah/ Madrasah sebagai sumber belajar siswa.

Materi

Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah proses menciptakan sesuatu yang baru dan berani mengambil risiko dan mendapatkan keuntungan. Para ahli sepakat bahwa yang dimaksud dengan kewirausahaan menyangkut tiga perilaku yaitu: a. kreatif b. komitmen (motivasi tinggi dan penuh tanggung jawab), dan c. berani mengambil risiko dan kegagalan.

26

Latihan Kepemimpinan

Kewirausahaan adalah proses inovasi dan kreasi (Kuratko & Hodgetts, 1989; Hisrich & Peters, 2002). Orang yang berwirausaha disebut wirausahawan (entrepreneur). Entrepreneur adalah inovator dan kreator (Kao, 1991). Entrepreneur ialah seorang inovator (Hisrich & Peters, 2002). KEWIRAUSAHAAN adalah singkatan dari: Kreatif, Enerjik, Wawasan luas, Inovatif, Rencana bisnis, Agresif, Ulet, Supel, Antusias, Hemat, Asa, Antusias, Negosiatif.(Anonim 1, 2005) Ciri-ciri wirausaha yang berhasil adalah: 1. Inisiatif, 16. Dinamis, 2. Pantang menyerah 17. Inovatif, (ulet), 18. Cerdik (cerdas), 3. Memiliki standar 19. Mau belajar mutu yang tinggi, sepanjang hayat, 4, Hemat, 20. Supel atau luwes 5. Selalu mencari solusi (leksibel), terbaik (kreatif 21. Umpan balik memecahkan ditanggapi masalah), responsif), 6. Berani mengambil 22. Berorientasi risiko yang pencapaian tujuan, diperhitungkan, 23. Membangun masa 7. Persuasif, depan, 8. Bertindak jika ada 24. Komunikatif peluang, (termasuk 9. Haus informasi, pendengar yang 10. Sistematis, baik), 11. Percaya diri, 25. Enerjitik, 12. Tegas, 26. Berorientasi pada 13.Menggunakan keuntungan, strategi yang 27. Integritas, berpengaruh, 28. Agresif, 14. Mandiri, 29. Kompetitif, 15. Optimis, 30. Egoistis,

Latihan Kepemimpinan

27

31.Petualang, 32. Perfeksionis, 33. Kooperatif, 34.Pribadi yang menyenangkan, 35. Jujur, 36.Orientasi pada perubahan, 37.Disiplin (mengendalikan diri), 38. Visioner,

Menjadi seorang wirausaha yang sukses

39. Pengelola perubahan, 40. Ingin berprestasi, 41. Organisator, 42. Pekerja keras, 43.Motivasi kuat (komitmen), 44. Antusias, 45. Negosiatif, 46. Mampu memasarkan jasa/produk.

Kepala sekolah sebagai seorang wirausaha yang sukses harus memiliki tiga kompetensi yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sifat kewirausahaan. Ketiga kompetensi tersebut saling berkaitan. Keterkaitan ketiga kompetensi tersebut digambarkan sebagai berikut.

28

Latihan Kepemimpinan

Kompetensi merupakan penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sifat. Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang disimpan di otak dan dapat dipanggil jika dibutuhkan. Keterampilan adalah kemampuan menerapkan pengetahuan.

Gambar : Kompetensi (Anonim 4, 2005)

Sifat adalah sekumpulan kualitas kepemimpinan yang membentuk kepribadian seseorang (Anonim 4, 2005). Seseorang yang tidak memiliki ketiga kompetensi tersebut akan gagal sebagai wirausaha yang sukses.

Keterampilan-keterampilan (skills) yang dibutuhkan oleh seorang wirausaha menurut Hisrich & Peters (2002) adalah keterampilan teknikal, manajemen bisnis, dan jiwa kewirausahaan personal. Keterampilan teknikal meliputi: mampu menulis, berbicara, mendengar, memantau lingkungan, teknik bisnis, teknologi, mengorganisasi, membangun jaringan, gaya manajemen, melatih, bekerja sama dalam kerja tim (teamwork). Manajemen bisnis meliputi: perencanaan bisnis dan menetapkan tujuan bisnis, pengambilan keputusan, hubungan manusiawi, pemasaran, keuangan, pembukuan, manajemen, negosiasi, dan mengelola perubahan. Jiwa wirausaha personal meliputi: disiplin (pengendalian diri), berani mengambil resiko diperhitungkan, inovatif, berorientasi perubahan, kerja keras, pemimpin visioner, dan mampu mengelola perubahan.

Penugasan

Penugasan ini dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Roda pedati Bom waktu Jaring listrik Kotak misteri Gentong bolong Tali buta

Latihan Kepemimpinan

29

Reeksi
Mohon untuk mengisi lembar releksi setiap akhir penugasan berdasarkan materi pelatihan yang Bapak/Ibu sudah pelajari terkait dengan kepemimpinan, kepribadian, sosial dan jiwa kewirausahaan dalam mengelola sekolah sebagai sumber belajar Nama : ____________________ Tanggal: ____________________ 1. Apakah yang saudara pikirkan tentang: kepemimpinan yang dapat bersinergi dengan kepribadian, sosial dan kewiruasahaan sekolah? 2. Jenis kepemimpinan bersinergi, apakah yang saudara akan bangun melalui pembelajaran ini yang bisa dimanfaatkan siswa sebagai sumber belajar? 3. Bagaimana saudara mengembangkan kepemimpinan bersinergi bersama guru, staf tata usaha, siswa, dan orang tua siswa di sekolah? 4. Bagaimana saudara mengukur kepribadian, sosial dan jiwa wirausaha guru, staf tata usaha, siswa yang anda pimpin dan perencanaan yang akan terjadi dimasa depan? 5. Bagaimana saudara mempertahankan keberhasilan usaha dengan tetap mempertahankan basis pembelajaran bagi siswa? 6. Bagaimana saudara menghargai kepribadian, sosial dan jiwa wirausaha dan usaha yang saudara bangun bersama? 7. Bagaimana saudara mempengaruhi guru, staf tata usaha, siswa dan orang tua untuk menjalin kerjasama dalam mengembangkan bisnis berbasis pembelajaran di sekolah?

30

Latihan Kepemimpinan

Uji Hasil Belajar


1. Mengapa kepala sekolah harus memiliki integritas dan kepribadian yang baik? Jelaskan! 2. Integritas kepribadian yang seperti apa seharusnya dibudayakan kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinannya sebagai kepala sekolah. 3. Apa yang dimaksud dengan membangun kerja sama dan kepekaan sosial antara sekolah dan masyarakat. 4. Jenis kerja sama konkrit seperti apa yang perlu dibangun kepala sekolah dengan masyarakat dan tidak melupakan unsur sosial? 5. Wirausaha apa yang dapat dikembangkan di sekolah agar dapat menjadi sumber belajar siswa dalam menumbuhkan jiwa wirausaha siswa dan masyarakat sekitar? Referensi Buku sumber untuk penulisan kegiatan belajar 3 adalah: 1. Buku 10-2256 Kompetensi Kewirausahaan MKKS-4 2. Buku 10-6368 Kreativitas (Hal 14 s.d 17) 4. Permen 13 th 2007-Kepsek (Hal 4 s/d 5)

3. 10-8362 berpikir kritis ks-anitah (Hal 9 s.d 12)

Latihan Kepemimpinan

31