Anda di halaman 1dari 7

Yu Nem, Pembantuku AKU terjaga saat kurasakan sesuatu yang dingin menyentuh kakiku. "Gus ....

bangun, sudah sore. Mandi dulu. Ayo... bangun." Aku terbangun. Yu Nem berdiri di ujung tempat tidurku. Tangan kanannya menggun ang!gun ang kakiku. Aku meliukkan badan, dan mataku terpejam lagi. ""eeeh... ayo bangun. Mandi dulu," Yu Nem kembali menggun angkan kakiku. Aku membalikkan badan. #nak sekali tidurku. $asanya masih ingin tidur lagi. Kulirik jam dinding menunjuk pukul % sore lebih. "&u 'ik sudah pulang, Yu(" tanyaku. Yu Nem menggeleng, dan kembali memintaku mandi. )h ya, umurku *aktu itu masih +, tahun, masih kelas - ./. Yu Nem adalah salah satu pembantu kami 0ba a erita sebelumnya1 "/ipaksa Melayani &u 'ik"2. Umurnya sekitar 34 tahun. /ia sudah lama ikut kami. /ia satu dari tiga pembantu kami. Yu Nem bertugas melayani keperluanku dan keperluan &u 'ik. Mulai dari mempersiapkan keperluan mandi, makan, apa saja. Karena itu aku lebih dekat dengan Yu Nem daripada dengan Mbah Karso atau Yu 5armi. "&u 'ik kok belum pulang to Yu(" tanyaku. Yu Nem duduk di tepi ranjang. "Mungkin sampai malam. Kan kulakannya ke 5ra i." &u 'ik adalah pedagang hasil bumi. .elain menerima setoran hasil bumi dari para petani, seringkali &u 'ik "hunting" dagangan sampai ke kota!kota ke amatan. .esekali aku diajak. "Ayo mandi dulu Gus," kata Yu Nem. Aku pun beranjak. Yu Nem mengangsurkan handuk, dan aku menuju kamar mandi. Yu Nem mengikutiku. "Kok sepi(" tanyaku. "Mbah Karso sama 5armi lagi nagih." Mbah Karso dan Yu 5armi adalah dua pembantu kami lainnya. &eberapa pengrajin tempe dan tahu seringkali ambil kedelai dari &u 'ik, dan bayarnya beberapa hari kemudian. 5ara pembantu kami seringkali yang disuruh menagih. .elesai mandi, ini yang tak aku sangka!sangka, Yu Nem bertanya, "Kangen sama 6bu ya(" 6bu yang dimaksud perempuan itu adalah &u 'ik. 5ertanyaan Yu Nem bernada menyelidik, sedikit meledek. /ia tersenyum penuh arti. Aku menyambar koran, dan duduk di bangku teras. Aku paling sedang komik serial Tar7an. &iasanya sore begini aku memba a bersama &u 'ik. Yu Nem di sebelahku.

"Ayo erita dong Gus," katanya. "8erita apa(" "8erita Gus sama 6bu." Aku terperanjat. "Yu Nem tahu kok Gus. Mbah Karso, 5armi juga tahu. Tapi tenang saja, rahasianya aman." Aku benar!benar mati kutu. $upanya per7inaanku dengan &u 'ik sudah diketahui ketiga pembantuku. "Kalau sudah tahu ya sudah. Napa suruh erita," sahutku agak kesal. Yu Nem tersenyum. "5engin denger saja. .udah pinter ya Gus(" "Apaan sih(" aku terus menatap koran, tapi pikiranku agak ka au. "#hh tapi jangan bilang ke 6bu yaa kalau kami sudah tahu." Aku diam saja. "&ener lho jangan bilang." lalu Yu Nem pergi. Malamnya, aku belajar ditunggui Yu Nem. /ari dulu memang begitu. Kalau &u 'ik ke apekan dan tak bisa menunggui belajar, disuruhnya Yu Nem menungguiku. 9aktu kelas satu sampai kelas dua ./ perempuan itu malah kerap membantuku mengerjakan 5$ atau membantuku membetulkan ara memba a. Tetapi setelah kelas enam, dia mulai tidak bisa mengikuti pelajaranku. Maklum, dia uma sekolah sampai kelas empat ./. .ekitar jam : aku mulai ngantuk dan menyudahi belajar. Yu Nem membantu mengemasi buku!bukuku. Aku pun beranjak ke kamar. "Mau ditemani bobo ndak Gus(" tiba!tiba Yu Nem bertanya. /ulu *aktu masih umur ;!< tahun aku sering tidur dikeloni Yu Nem. atau &u 'ik Tapi semenjak kelas lima, aku sudah tidur di kamar sendiri. #ntah kenapa, rasanya pengin juga seperti dulu, tidur ditemani Yu Nem. &eda dengan &u 'ik, Yu Nem kalau ngeloni suka sabar. .ering mendongeng sambil mengusap!usap penggungku, dan aku memainkan ujung sikunya. .ampai tertidur. ""e!eh" kataku. Aku merebahkan tubuh di ranjang. Yu Nem juga rebahan di sebelahku. Kami tidur satu bantal karena memang hanya ada satu bantal di tempat tidurku. Aroma perempuan ini belum berubah. $ambutnya berbau minyak em! eman. Minyak ini terbuat dari minyak kelapa di ampur daun pandan dan rempah!rempah lain. /ia mengenakan kemeja lengan pendek, dan jarik yang digulung sebatas pusar. .emua pembantuku kesehariannya ya begitu. =ariknya sedikit di ba*ah lutut.

Yu Nem meraih tubuhku, dan mengelus!elus punggungku. ".udah lama ya Gus, ndak bobo sama Yu Nem. 9ajahku hanya beberapa in i dari *ajahnya. Terasa lembut na>asnya. &au na>asnya gurih. $asanya amat menenteramkan. ""e!eh," sahutku pendek sambil memejamkan mata. "&erapa kali gituan sama 6bu(" pertanyaan itu menyentakkanku, menghilangkan kantuk. "Ndak pa!pa erita sama Yu Nem." /ia menunggu reaksiku. Tangannya masih mengelus!elus punggungku. ".udah ndak kehitung ya( Ati!ati ya Gus, nanti kayak Gus &ambang, ketahuan terus diusir. .emua kena malu." "Memangnya Mas &ambang juga gituan sama &u 'ik(" tanyaku ingin tahu. Aku memang mendengar selentingan kasus itu. Tapi karena umurku yang belum ukup mampu men erna pembi araan orang, aku tidak pernah mengerti apa yang sebenarnya terjadi. "6ya. /asarnya Gus &ambang ndak bisa menjaga rahasia, jadi yaa rahasianya kesebar." 'alu Yu Nem ber erita panjang lebar tentang skandal &u 'ik dengan Mas &ambang, sepupuku yang berarti juga masih keponakan &u 'ik. Yu Nem juga ber erita bagaimana Mas &ambang pun pernah meniduri Yu Nem dan Mbah Karso. "Yu Nem kok mau(" "Yaa ndak berani nolak to Gus," ja*abnya. "&erapa kali Yu(" "Ahh banyak." 'alu Yu Nem memintaku ber erita tentang per7inaanku dengan &u 'ik. "Malu Yu ahh," sahutku. "Kok malu, Yu Nem juga sudah erita." 'ama aku terdiam. "Ayo erita." Yu Nem men ubit hidungku. "5ertamanya dipaksa ya(" ""e!eh," sahutku. Yu Nem terta*a ke il. "'ama!lama Gus yang minta(" "Ndak. Ndak berani to Yu." "/isuruh ium! ium anunya 6bu juga(" "6hhh kok Yu Nem ..." "/ulu Gus &ambang suka erita kok." Aku heran, kok Mas &ambang bisa erita ke Yu Nem. 5antesan a>>airnya dengan &u 'ik terbongkar dan menggegerkan keluarga besar &u 'ik.

"Gus ketagihan ndak( Kalau pas pengin gimana( Kan ndak berani minta ke 6bu(" "Ya diem. /itahan." Yu Nem terkikih. "Minta sama Yu Nem to, kayak Gus &ambang." "6diih..." Yu Nem terta*a ke il. ".ekarang lagi pengin ndak(" Aku diam tak menja*ab. "Mumpung ada Yu Nem...." Kalimat itu membuatku tergetar. "Yu Nem mau kok Gus." Tiba!tiba kurasakan elusan Yu Nem terasa aneh. Membuat bulu!bulu di tubuhku meremang. /arahku berdesir. /an tak kuduga, Yu Nem men ium bibirku. 'embut. 'idahnya menerobos ke dalam mulutku, men ari! ari. /ihisapnya bibirku, di arinya lidahku. Kami berpagutan. Tangan Yu Nem berpindah ke perutku, mengusap, meremas, dan menerobos masuk ke elana. ".ama Yu Nem ya Gus(" Tanpa menja*ab aku membuka kan ing baju Yu Nem, dan mengeluarkan sepasang tetek dari dalam kutangnya. Aku menghisapnya, memilin dan menggigitnya. Yu Nem mendesah!desah. Tangannya meremas penisku. /isingkapnya jariknya hingga menampakkan paha yang padat dan mulus. /ia lepas 8/!nya, dan meraih tanganku, diba*anya ke selangkangan. 'alu dilepasnya elanaku. Terasa penisku masuk ke dalam mulut hingga terdengar bunyi yang menggairahkan. "8rop... ropp..." Yu Nem memutar tubuhnya, mengarahkan ?aginanya tepat di depan mulutku. 'alu ditekannya pinggul, hingga ?agina itu menempel di mulutku. $e>leks lidahku terjulur. Yu Nem mengerang keras. /i tekan lagi, dan digoyangkannya pantat bulat itu. Aku oba menghindar karena na>asku jadi sesak. Tapi Yu Nem kembali menekan sambi terus melumat penisku dengan rakus. 5erempuan itu adalah janda yang sudah lama erai dari suaminya. Mungkin dia memang sangat butuh sentuhan seperti halnya &u 'ik. &edanya, &u 'ik bisa melampiaskan ke aku atau Mas &ambang, dan mungkin ke lelaki lain. .edangkan Yu Nem, mana bisa. Kini di hadapannya ada aku. 'elaki ken ur tapi sudah mahir bersenggama. Yu Nem mengangkat pantatnya, dan "Gus.. digigit itilnya." Aku menggigit lembut itil itu. Aromanya memang tidak se*angi ?agina &u 'ik. Tapi sangat terasa lubangnya masih sempit. @agina yang belum pernah mengeluarkan bayi. Yu Nem kembali mengerang. 5enisku disedot kuat!kuat. Aku lap ?aginanya yang basah lendir

ben ampur ludahku dengan ujung jariknya, lalu kujilat!jilat lagi. Na>suku sudah sampai di ubun!ubun. Yu Nem membalikkan badan. /ipegangnya penisku dan diarahkan ke lubang ?aginanya. .amar!samar aku lihat *ajahnya meringis seperti menahan sakit. /ia berhenti sejenak, lalu men oba menekan ?aginanya. Ujung penisku mulai masuk. /ia kembali mendorong sehingga seluruh penisku masuk. Aku tidak tahu kenapa ?agina Yu Nem begitu sempitnya, sampai!sampai penisku yang sebenarnya tidak besar pun sulit masuk. Maklum umurku masih +, tahun, dan belum disunat. &egitu seluruh penis tenggelam dalam ?aginanya, Yu Nem menggereng. .eperti suara kereta api. /ia men engkeram lenganku. /itekannya tubuhnya seolah ingin menelan habis tubuhku. /igoyang!goyang tubuhnya. Ahh Yu Nem memang tidak semahir &u 'ik. Ketika dengan &u 'ik, aku merasakan kenikmatan yang luar biasa sehingga epat sekali keluar. .eringkali ketika ronde kedua baru &u 'ik men apai pun aknya. Kini Yu Nem sepertinya sudah sampai di pun ak, sedangkan aku belum apa!apa. 5erempuan itu lemas di atas tubuhku. "Gus belum keluar(" "&elum." /ia membalikkan badan, telentang, dan memintaku menaiki tubuhnya. "5elan!pelan ya(" katanya sambil mengarahkan penisku ke lubang ?aginanya. Aku menekan penisku. Yu Nem merintih menahan sakit. /ia memintaku pelan!pelan. &elakangan baru aku tahu, rasa sakit itu dikarenakan dia sudah lama tidak gituan, sehingga lubang ?aginanya seperti menyempit. Ketika seluruh penisku berada dalam engkeraman ?aginanya, akupun mulai memompa. Mula!mula dia terlihat pasi>. Tetapi lama!lama kurasakan dia kembali terangsang dan mengimbangiku. Keringatnya ber u uran, menimbulkan aroma yang menyengat. /alam kondisi normal mungkin aku muak dengan bau itu. Tetapi di tengah na>su yang menjeratku, aku sangat menikmati aroma itu. &ahkan kemudian kuangkat tangannya sehingga nampak sepasang ketiak yang ditumbuhi bulu yang sangat lebat. Aromanya benar!benar menyengat tajam. Aku benamkan *ajahku ke ketiak itu. /ia menggelinjang menerima jilatanku. Aku terus menggenjot dengan hebat. ")hhh Gus.. Yu Nem ndak tahan lagi..." &eberapa saat kemudian aku mengejang. "&uang di luar Gus..." kata Yu Nem. .epertinya dia tahu apa yang akan terjadi.

"Nanti Yu Nem hamil. &uang di perut..." Aku tarik keluar penisku, aku tempelkan di perutnya, dan aku tekan dengan kuat, merasakan semprotkan maniku. "8reettt..... rettt..." Aku dipeluknya dengan erat, dan di iumnya *ajahku, bibirku, kupingku. Aku jatuh telentang di sebelahnya. Tanpa kuduga, dia hampiri penisku, dan dihisap!hisapnya sisa!sisa maniku. =uga sebagian yang ada di perutnya. Malam itu aku tertidur pulas. Aku terbangun oleh suara &u 'ik, memintaku segera mandi. .ekilas kulihat *ajah &u 'ik menegang. Mungkin ke apekan dari bepergian. Tetapi memang ada yang ganjil. .uaranya amat berat. /ia seperti menghardikku.... 5ulang sekolah barulah semuanya terja*ab. Yu Nem menyeretku dengan *ajah tegang. "=angan erita ke 6bu bah*a Gus sama Yu Nem gituan," katanya. 5erempuan itu ber erita bah*a pagi tadi dia dipanggil &u 'ik, diinterograsi. /itanya kenapa Yu Nem tidur di kamarku. Mula!mula Yu Nem mengelak. Tapi &u 'ik bilang, bantalku beraroma minyam em! eman. .atu!satunya yang dituduh adalah Yu Nem karena dia yang paling dekat denganku. Akhirnya Yu Nem mengaku bah*a dia memang tidur di kamarku karena aku yang minta ditemani. Tidur biasa, tidak ngapa!ngapain. "&ener ya Gus, jangan bilang. 5okoknya jangan ngaku." 9ajah Yu Nem benar!benar tegang. Aku sendiri merasa sangat takut. Takut gagal membohongi &u 'ik. Malamnya, di kamarku &u 'ik menanyaiku. Karung bantal sudah tak beraroma em! eman lagi. .udah diganti. "Kenapa Yu Nem tidur di sini tadi malam(" tanya &u 'ik. ".aya takut &u 'ik. .epi sekali tadi malam ndak ada &u 'ik," ja*abku berbohong dengan ke emasan yang seakan hendak membunuhku. "Ndak boleh. Gus ndak boleh tidur dengan pembantu. Ngerti(A" Aku mengangguk. "Gituan sama Yu Nem ya(" tanyanya. Aku memang sudah menduga akan ditanya begitu. Tapi tetap saja aku amat takut, berdebar!debar. Ngeri. "Ndak kok &u 'ik. .aya ndak mau to." ".umpah(" "6ya sumpah &u 'ik." 5erempuan itu menarik na>as, lalu men ium pipiku. "&u 'ik ndak mau kamu gituan sama perempuan lain. .ama &u 'ik saja." /ia memagut bibirku. Malam itu aku disetubuhi &u 'ik. .ejak peristi*a dengan Yu Nem, aku memang sangat ingin mengulangi. Kesempatan

ke il selalu kami gunakan. Kadang!kadang di dalam kamar Yu Nem di tengah malam buta. Tapi seringnya di gudang, di antara tumpukan karung!karung pala*ija, dalam kegelapan. .etelah selesai, kami menyelinap keluar, persis maling....BBB