Anda di halaman 1dari 2

Kekerasan Seksual Anak Definisi dan Jenis Kekerasan Seksual pada Anak Penganiayaan seksual merupakan salah satu

tipe perlakuan salah yang paling parah pada anak. Child Abuse and prevention Act mendefinisikan penganiayaan seksual sebagai penggunaan, persuasi/rayuan, atau pemaksaan setiap anak untuk terlibat dalam praktik seksual secara eksplisit untuk manghasilkan setiap gambaran visual mengenai praktik tersebut. Penganiayaan seksual meliputi (Hockenberry, 2003): - Inses: setiap aktivitas seksual fisik antara anggota keluarga - Molestasi: kebebasan yang tidak senonoh, seperti menyentuh, memain-mainkan, mencium, masturbasi tunggal atau mutual, atau kontak oral-genital - Ekshibisionisme: mempertontonkan secara tidak senonoh - Pornografi anak: mengatur dan memotret-dalam media apapun- tindakan seksual yang melibatkan anak-anak, juga dapat berarti penyebaran bahan tersebut dalam segala bentuk dengan atau tanpa mengambil keuntungan. - Prostitusi Antuk: melibatkan anak dalam tindakan seks untuk mendapatkan keuntungan dan biasanya dengan pasangan yang berganti-ganti - Pedofilia: secara harafiah berarti mencintai anak dan tidak menunjukkan tipe aktivitas seksual tetapi merupakan pilihan orang dewasa terhadap anak prapuber sebagai cara dalam mencapai kepuasan seksual Faktor-faktor Resiko Kekerasan Seksual Pada Anak Lingkungan Anak yang hidup di lingkungan padat akan merasa kurang perhatian dari orangtua sehingga anak lebih senang untuk pergi bermain ke luar rumah tanpa pengawasan orangtua. Hal inilah yang membuat anak lebih berisiko mengalami pelecehan seksual. Defisit pendidikan seks Pendidikan seks perlu diperoleh oleh anak-anak sejak usia dini. Namun pada kenyataannya, pendidikan seks masih dianggap tabu oleh sebagian orangtua. Padahal, pendidikan seks di usia dini dari orang tua akan membantu anak untuk lebih berhati-hati dengan perlakuan berbahaya yang diterima anak dari orang lain, seperti pelecehan seksual dan lain-lain. Kelalaian orang tua

Orang tua yang tidak memperhatikan tumbuh kembang dan pergaulan anak akan memberikan peluang besar bagi pelaku yang biasanya merupakan kerabat atau orang yang dekat dengan korban. Dampak dari kekerasan seksual pada anak Dampak psikologis Dampak psikologis yang dialami oleh anak korban dari kekerasan seksual terbagi menjadi tiga bagian, yakni; gangguan perilaku, gangguan kognisi, dan gangguan emosional. Dampak fisik Temuan yang biasanya mengarah pada dampak kekerasan seksual secara fisik diantaranya; memar, perdarahan, laserasi atau iritasi genitalia eksterna, anus, mulut dan tenggorokan, penyakit menular seksual, vaginitis nonspesifik, kesulitan berjalan atau duduk, infeksi kandung kemih berulang dan bau tidak lazim pada daerah genital.