Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis.

Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.. Penyebabnya karena gangguan dalam pembentukan alat genitalia external, yaitu kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke dalam skrotum. Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan terperangkap di dalam skrotum sehingga skrotum membengkak.1,3 ekitar 1!" bayi baru lahir mengalami hidrokel, dan umumnya akan hilang sendiri dalam tahun pertama kehidupan. #iasanya tidak terasa nyeri dan $arang membahayakan sehingga tidak membutuhkan pengobatan segera. Pada bayi hidrokel dapat ter$adi mulai dari dalam rahim. Pada usia kehamilan %& minggu, testis turun dari rongga perut bayi ke dalam skrotum, dimana setiap testis ada kantong yang mengikutinya sehingga terisi cairan yang mengelilingi testis tersebut. Pada orang de'asa, hidrokel bisa berasal dari proses radang atau cedera pada skrotum. (adang yang ter$adi bisa berupa epididimitis )radang epididimis* atau orchitis )radang testis*.

BAB II LAPORAN KASUS II.1. IDENTIFIKASI + + + + + + + + ,ama /mur 0enis kelamin 3lamat tatus Peker$aan 3gama 4( -.H - 1! tahun - 1aki2laki - Pla$u, Palembang - belum 4enikah - Pela$ar - .slam - 5 0anuari %!13

II.2. ANAMNESIS (autoanamnesis a!a tan""a# $ O%to&e' 2(12) Ke#u*an utama krotum sering membesar Ri+a,at e'-a#anan en,a%it 4enurut ibu 6s se$ak lahir skrotum anaknya sering membesar. krotum biasa membesar ketika anaknya beraktifitas di siang hari. #en$olan semakin membesar apabila os menangis. trauma testis )2*, 7emudian kembali mengecil sendiri setelah anaknya bangun tidur keesokan harinya. ,yeri )2*, mual2muntah )2*, ri'ayat

Ri+a,at en,a%it !a*u#u. (i'ayat batuk lama )2* (i'ayat asma )2* (i'ayat 3sma )2*

Ri+a,at en,a%it %e#ua'"a (i'ayat penyakit dengan ge$ala yang sama dalam keluarga disangkal III./. PEMERIKSAAN FISIK 7eadaan umum 7esadaran 8ekanan darah ,adi Pernafasan uhu Kea!aan s esi0i% Kulit <arna sa'o matang, turgor kembali cepat, ikterus pada kulit )2*, sianosis )2*, scar )2*, pucat pada telapak tangan dan kaki)2*, pertumbuhan rambut normal. KGB 8idak ada pembesaran 7=# pada daerah axilla, leher, inguinal dan submandibula serta tidak ada nyeri penekanan. Kepala #entuk oval, simetris, ekspresi sakit sedang, dan deformasi )2*. Mata >ksophtalmus dan endopthalmus )2*, edema palpebra )2*, kon$ungtiva palpebra pucat )2*,pupil isokor, reflek cahaya normal, pergerakan mata ke segala arah baik. Hidung - #aik - compos mentis - 11!9&! mmHg - :&x9menit, reguler, isi2tegangan cukup. - %%x9menit, - 3;,& o C

#agian luar tidak ada kelainan, septum dan tulang2tulang dalam perabaan baik, tidak ditemukan penyumbatan maupun perdarahan, pernapasan cuping hidung)2*. Telinga 8ophi )2*, nyeri tekan processus mastoideus )2*,pendengaran baik. Mulut 8onsil tidak ada pembesaran, pucat pada lidah )2*, atrofi papil )2*, gusi berdarah )2*, stomatitis )2*, rhageden )2*, bau pernapasan khas )2*, faring tidak ada kelainan. Leher Pembesaran kelen$ar tiroid tidak ada, 0?P )@2%* cmH % !, kaku kuduk )2*. Dada #entuk dada simetris, nyeri tekan )2*, nyeri ketok )2*, krepitasi )2* Paru2paru . PPtatis,dinamis simetris kanan A kiri, temfremitus kanan A kiri onor kedua lapangan paru

3- ?esikuler )B* ,ormal kanan A kiri, ronkhi )2*, 'heeCing )2* 0antung . - .ctus cordis tidak terlihat P - .ctus codis P - #atas $antung dalam batas normal 3- H( A &%x9menit murmur)2*, gallop )2* Perut
4

. - datar, venektasi)2* P -lemas , nyeri tekan )2* P - hiftting Dullness )2* 3 - #/)B* normal Alat kelamin .nspeksi -

1* 8ampak skrotum kiri lebih besar dari skrotum kanan. /kuran @xD cm kiri dan kanan 3xD cm. Hiperemi )2*, %* Pasien diminta mengedan dan batuk. skrotum tidak membesar. 3* Dilihat pembesaran kantung testisnya bersifat bilateral.

Palpasi

1* Palpasi pada skrotum yang hidrokel terasa ada fluktuasi dan relatif kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam hidrokel. Hidrokel dirasakan sesuatu yang oval atau bulat, lembut, berbatas tegas dan tidak nyeri tekan.

3uskultasi

1* 8idak terdengar bising usus

Extremitas atas : >utoni, eutrophi, gerakan bebas, kekuatan B@, nyeri sendi )2*, edema )2*, $aringan parut )2*, pigmentasi normal, acral hangat, $ari tabuh )2*, turgor kembali cepat, clubbing finger )2*.

Extremitas bawah >utoni, eutrophi, gerakan bebas, kekuatan B@, nyeri sendi )2*, edema pretibial )B9 B*, $aringan parut )2*, pigmentasi normal, acral hangat, clubbing finger )2*, turgor kembali cepat.

II.1 PEMERIKSAAN PENUN2AN3 1. 8ransilumisasi crotum #ila dilakukan transiluminasi pada hidrokel terlihat translusen, terlihat ben$olan terang dengan masa gelap oval dari bayangan testis. Pada pasien pemeriksaan 8ransiluminasi scotum kiri dan kanan )B*

II. 4. RESUME eorang anak laki2laki datang ke poli bedah ( /D Palembang #ari dengan keluhan skrotumnya sering membesar. 4enurut ibu 6s skrotum anaknya sering membesar dialami se$ak lahir. krotum biasa membesar ketika anaknya beraktifitas di siang hari. #en$olan semakin membesar apabila os menangis. 7emudian kembali mengecil sendiri setelah anaknya bangun tidur keesokan harinya. ,yeri )2*. Dari pemeriksaan vital sign 8D- 11!9&! ,- &%x9menit ((%%x9menit dan 8emp- 3;,&!C. Pemeriksaan fisik pada genitalia .nspeksi -

1. 8ampak skrotum kiri lebih besar dari skrotum kanan. /kuran @xD cm kiri dan kanan 3xD cm. Hiperemi, %. Pasien diminta mengedan dan batuk. skrotum tidak membesar. 3. Dilihat pembesaran kantung testisnya bersifat bilateral.

Palpasi - Palpasi pada skrotum yang hidrokel terasa ada fluktuasi dan relatif kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam hidrokel. Hidrokel dirasakan sesuatu yang oval atau bulat, lembut, berbatas tegas dan tidak nyeri tekan. 3uskultasi - 8idak terdengar bising usus

Pemeriksaan penun$ang- 8ransiluminasi )B*

II.5. DIA3NOSIS KER2A Hidrokel komunikan bilateral II.6. TATALAKSANA Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan sembuh sendiri, tetapi

$ika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi.& #eberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah )1* Hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah )%* .ndikasi kosmetik )3* Hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari2hari.

Hi!'o%e#e%tomi Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel, sekaligus melakukanherniografi. 8eknik operasi sama dengan herniografi yaitumelibatkan pembukaan aponeurosis otot obliEuus abdominis eksternus dan membebaskan funnikulus spermatikus. Fascia transversalis kemudian dibuka, dilakukan inspeksi kanalis spinalis, celah direct dan indirect. 7antung hernia diligasi dan dasar kanalis spinalis di rekonstruksi.

BAB III TIN2AUAN PUSTAKA A. Anatomi Testis

8estis adalah organ genitalia pria yang terletak di skrotum. /kuran testis pada orang de'asa adalah DG3G%,@ cm dengan volume 1@2%@ ml berbentuk ovoid. 7edua buah testis terbungkus oleh $aringan tunika albuginea yang melekat pada testis. Diluar tunika albuginea terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis, serta tunika dartos. 6tot kremaster yang berada disekitar

testis memungkinkan testis dapat digerakan mendekati rongga abdomen untuk mempertahankan temperatur testis agar tetap stabil. %,3 ecara histopatologis, testis terdiri atas kurang lebih %@! lobuli dan tiap lobulus terdiri atas tubuli seminiferi. Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel2sel spermatogenia dan sel ertoli, sedang diantara tubulus seminiferi terdapat sel2sel 1eydig. el2sel spermatogenia pada proses spermatogenesis men$adi sel el2sel ertoli berfungsi memberi makanan pada bakal sperma, spermatoCoa.

sedangkan sel2sel 1eydig atau disebut sel interstisial testis berfungsi dalam menghasilkan hormon testosteron. el2sel spermatoCoa yang diproduksi di tubuli seminiferi testis disimpan dan mengalami pematangan atau maturasi di epididimis, setelah mature )de'asa* sel2sel spermatoCoa bersama2sama dengan getah dari epididimis dan vas deferens disalurkan menu$u ke ampula vas deferens. el2sel itu setelah dicampur dengan cairan2cairan dari epididimis, vas deferens, vesikula seminalis, serta cairan prostat menbentuk cairan semen atau mani. 7as%u#a'isasi 8estis mendapatkan darah dari beberapa cabang arteri, yaitu 1. 3rteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta %. 3rteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior 3. 3rteri kremasterika yang merupakan cabang arteri epigastrika. Pembuluh vena yang meninggalkan testis berkumpul membentuk pleksus Pampiniformis. Plesksus ini pada beberapa orang mengalami dilatasi dan dikenal sebagai varikokel. B. De0inisi Hi!'o%e# Hidrokel adalah penumpukan cairan berbatas tegas yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. )1*

10

=ambar %- hidrokel 8. Etio#o"i Hidrokel yang ter$adi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga ter$adi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis atau belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. 1 Pada bayi laki2laki hidrokel dapat ter$adi mulai dari dalam rahim. Pada usia kehamilan %& minggu ,testis turun dari rongga perut bayi ke dalam skrotum, dimana setiap testis ada kantong yang mengikutinya sehingga terisi cairan yang mengelilingi testis tersebut.D

11

=ambar 3. Prosesus vaginalis yang belum menutup sempurna Pada orang de'asa, hidrokel dapat ter$adi secara idiopatik )primer* dan sekunder. Penyebab sekunder dapat ter$adi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. 7elainan pada testis itu mungkin suatu tumor, infeksi, atau trauma pada testis atau epididimis. 7emudian hal ini dapat menyebabkan produksi cairan yang berlebihan oleh testis, maupun obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus.1 D. K#asi0i%asi 1. 4enurut letak kantong hidrokel terhadap testis1 a. Hidrokel 8estis 7antong hidrokel seolah2olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. Pada anamnesis, besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepan$ang hari.

12

=ambar D. Hidrokel testis b. Hidrokel Funikulus 7antong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah cranial dari testis, sehingga pada palpasi, testis dapat diraba dan berada diluar kantong hidrokel. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepan$ang hari. c. Hidrokel 7omunikan 8erdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya dapat berubah2ubah yaitu bertambah pada saat anak menangis. Pada palpasi kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan kedalam rongga abdomen.

=ambar @. Hidrokel 7omunikan

13

E. Pato0isio#o"i Hidrokel adalah pengumpulan cairan pada sebagian prosesus vaginalis yang masih terbuka. 7antong hidrokel dapat berhubungan melalui saluran mikroskopis dengan rongga peritoneum dan berbentuk katup. Dengan demikian cairan dari rongga peritoneum dapat masuk ke dalam kantong hidrokel dan sukar kembali ke rongga peritoneum.D Pada kehidupan fetal, prosesus vaginalis dapat berbentuk kantong yang mencapai scrotum. Hidrokel disebabkan oleh kelainan kongenital )ba'aan se$ak lahir* ataupun ketidaksempurnaan dari prosesus vaginalis tersebut menyebabkan tidak menutupnya rongga peritoneum dengan prosessus vaginalis. ehingga terbentuklah rongga antara tunika vaginalis dengan cavum peritoneal dan menyebabkan terakumulasinya cairan yang berasal dari sistem limfatik disekitar. Cairan yang seharusnya seimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. 8etapi pada penyakit ini, telah terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan limfa. Dan ter$adilah penimbunan di tunika vaginalis tersebut.3kibat dari tekanan yang terus2menerus, mengakibatkan 6bstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus. Dan ter$adilah atrofi testis dikarenakan akibat dari tekanan pembuluh darah yang ada di daerah sekitar testis tersebut. @ Hidrokel dapat ditemukan dimana sa$a sepan$ang funikulus spermatikus, $uga dapat ditemukan di sekitar testis yang terdapat dalam rongga perut pada undensensus testis. Hidrokel infantilis biasanya akan menghilang dalam tahun pertama, umumnya tidak memerlukan pengobatan, $ika secara klinis tidak disertai hernia inguinalis. Hidrokel testis dapat meluas ke atas atau berupa beberapa kantong yang saling berhubungan sepan$ang processus vaginalis peritonei. Hidrokel akan tampak lebih besar dan kencang pada sore hari karena banyak cairan yang masuk dalam kantong se'aktu anak dalam posisi tegak, tapi kemudian akan mengecil pada esok paginya setelah anak tidur semalaman.@ Pada orang de'asa hidrokel dapat ter$adi secara idiopatik )primer* dan sekunder. Penyebab sekunder ter$adi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorpsi cairan

14

di kantong hidrokel. 7elainan tersebut mungkin suatu tumor, infeksi atau trauma pada testis atau epididimis. Dalam keadaan normal cairan yang berada di dalam rongga tunika vaginalis berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorpsi dalam sistem limfatik.1 F. Dia"nosa 1. 3namnesis Pada anamnesis keluhan utama pasien adalah adanya ben$olan di kantong skortum yang tidak nyeri. #iasanya pasien mengeluh ben$olan yang berat dan besar di daerah skortum. #en$olan atau massa kistik yang lunak dan kecil pada pagi hari dan membesar serta tegang pada malam hari. 8ergantung pada $enis dari hidrokel biasanya ben$olan tersebut berubah ukuran atau volume sesuai 'aktu tertentu.% Pada hidrokel testis dan hidrokel funikulus besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepan$ang hari. Pada hidrokel komunikan, kantong hidrokel besarnya dapat berubah2ubah yang bertambah besar pada saat anak menangis. Pada ri'ayat penyakit dahulu, hidrokel testis biasa disebabkan oleh penyakit seperti infeksi atau ri'ayat trauma pada testis.D

%.

Pemeriksaan Fisik Pada inspeksi krotum akan tampak lebih besar dari yang lain. Palpasi pada skrotum yang hidrokel terasa ada fluktuasi, dan relatif kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam hidrokel, permukaan biasanya halus. Palpasi hidrokel seperti balon yang berisi air. #ila $umlah cairan minimum, testis relatif mudah diraba. edangkan bila cairan minimum, testis relatif mudah diraba. 0uga penting dilakukan palpasi korda spermatikus di atas insersi tunika vaginalis. Pembengkakan kistik karena hernia atau hidrokel serta padat karena tumor. ,ormalnya korda spermatikus tidak terdapat penon$olan, yang membedakannya dengan hernia skrotalis yang kadang2kadang transiluminasinya $uga positif. Pada

15

3uskultasi dilakukan untuk mengetahui adanya bising usus untuk menyingkirkan adanya hernia. 1angkah diagnostik yang paling penting adalah transiluminasi massa hidrokel dengan cahaya di dalam ruang gelap. umber cahaya diletakkan pada sisi pembesaran skrotum. truktur vaskuler, tumor, darah, hernia, penebalan tunika vaginalis dan testis normal tidak dapat ditembusi sinar. 8rasmisi cahaya sebagai bayangan merah menun$ukkan rongga yang mengandung cairan serosa, seperti hidrokel. Hidrokel berisi cairan $ernih, strawcolored dan mentransiluminasi )meneruskan* berkas cahaya. Hidrokel biasanya menutupi seluruh bagian dari testis.0ika hidrokel muncul antar 1& H 3@ tahun harus dilakukan aspirasi. 4assa kistik yang terpisah dan berada di pool atas testis dicurigai spermatokel. Pada aspirasi akan didapatkan cairan kuning dari massa skortum. #erbeda dengan spermatokel, akan didapatkan cairan ber'arna putih, opalescent dan mengandung spermatoCoa. 3. Pemeriksaan Penun$ang /ltrasonografi dapat mengirimkan gelombang suara mele'ati skrotum dan membantu melihat adanya hernia, kumpulan cairan )hidrokel atau spermatokel*, vena abnormal )varikokel*, dan kemungkinan adanya tumor. 3. Dia"nosis Ban!in" ecara umum adanya pembengkakan skrotum memberikan ge$ala yang hampir sama dengan hidrokel, sehingga sering salah terdiagnosis. 6leh karena itu diagnosis banding hidrokel adalah 1. 7a'i%o%e# 3dalah varises dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna.5 =ambaran klinis a. 3namnesa 1. Pasien biasanya mengeluh belum mempunyai anak setelah beberapa tahun menikah.

16

%. 8erdapat ben$olan di atas testis yang tidak nyeri. 3. 8erasa berat pada testis b. Pemeriksaan Fisik - )Pasien berdiri dan diminta untuk manuver valsava*. .nspeksi dan Palpasi terdapat bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung, yang letaknya di sebelah kranial dari testis, permukaan testis licin, konsistensi elastis. 2. To'si Testis 3dalah keadaan dimana funikulus spermatikus terpuntir sehingga ter$adi gangguan vaskularisasi dari testis yang dapat berakibat ter$adinya gangguan aliran darah daripada testis.1 =ambaran klinis a. 3namnesa 1. %. 3. 8imbul mendadak, nyeri hebat dan pembengkakan skrotum. akit perut hebat, kadang mual dan muntah. ,yeri dapat men$alar ke daerah inguinal.

b. Pemeriksaan Fisik 1. .nspeksi 8estis bengkak, ter$adi retraksi testis ke arah kranial, karena funikulus spermatikus terpuntir dan memendek, testis pada sisi yang terkena lebih tinggi dan lebih horiContal $ika dibandingkan testis sisi yang sehat. %. Palpasi teraba lilitan 9 penebalan funikulus spermatikus. 3dalah ben$olan kistik yang berasal dari epididimis dan berisi sperma.5 =ambaran klinis 3namnesa - #en$olan kecil, tidak nyeri Pemeriksaan fisik - 2 teraba masa kistik 2 4obile 2 1okasi di cranial dari testis 2 8ransiluminasi )B* 2 3spirasi - cairan encer, keruh keputihan. /. S e'mato%e#

17

1. Hemato%e# 3dalah penumpukan darah di dalam tunika vaginalis, biasanya didahului oleh trauma.5 =ambaran klinik - ben$olan pada testis Pemeriksaan Fisik 2 4asa kistik 28ransiluminasi )2* 4. He'nia In"uina#is Late'a# =ambaran klinis -; a. 3namnesa #en$olan di daerah inguinal9skrotal yang hilang timbul. 8imbul saat mengedan, batuk, atau menangis, dan hilang bila pasien tidur. b. Pemeriksaan fisik 8erdapat ben$olan di lipat paha9 skrotum pada bayi saat menangis dan bila pasien diminta untuk mengedan. #en$olan menghilang atau dapat dimasukkan kembali ke rongga abdomen. 8ransiluminasi )2* 5. Tumo' Testis 7eganasan pada pria terbanyak usia antara 1@23@ tahun.1 =ambaran klinis 3namnesa - 7eluhan adanya pembesaran testis yang tidak nyeri. 8erasa berat pada kantong skrotum Pemeriksaan Fisik #en$olan pada testis yang padat, keras, tidak nyeri pada palpasi. 8ransiluminasi )2* H. Te'a i Hidrokel biasanya tidak berbahaya dan pengobatan biasanya baru dilakukan $ika penderita sudah merasa terganggu atau merasa tidak nyaman atau $ika hidrokelnya sedemikian besar sehingga mengancam aliran darah ke testis.&

18

Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan sembuh sendiriI tetapi $ika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi. Pengobatannya bisa berupa aspirasi )pengisapan cairan* dengan bantuan sebuah $arum atau pembedahan. 8etapi $ika dilakukan aspirasi, kemungkinan besar hidrokel akan berulang dan bisa ter$adi infeksi. etelah dilakukan aspirasi, bisa disuntikkan Cat sklerotik tetrasiklin, natrium tetra desil sulfat atau urea untuk menyumbat9menutup lubang di kantung skrotum sehingga cairan tidak akan tertimbun kembali. Hidrokel yang berhubungan dengan hernia inguinalis harus diatasi dengan pembedahan sesegera mungkin. Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup, hidrokel akan sembuh sendiri, tetapi $ika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi.& #eberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah )1* Hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah )%* .ndikasi kosmetik )3* Hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari2hari. 8indakan pembedahan berupa hidrokelektomi. Pengangkatan hidrokel bisa dilakukan anestesi umum ataupun regional )spinal*. Hi!'o%e#e%tomi Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel, sekaligus melakukanherniografi. Pada hidrokel testis de'asa dilakukan pendekatan scrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara <inkelman atau plikasi kantonghidrokel sesuai cara 1ord. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto. Pada hidrokel tidak ada terapi khusus yang diperlukan karena cairan lambat laun akan diserap, biasanya menghilang sebelum umur 1 tahun.

19

Te%ni% O e'asi ecara singkat tehnik dari hidrokelektomi dapat di$elaskan sebagai berikut+ Dengan pembiusan regional atau umum. + Posisi pasien terlentang )supinasi*. + Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik. + 1apangan pembedahan dipersempit dengan linen steril. + .nsisi kulit pada raphe pada bagian skrotum yang paling menon$ol lapis demi lapis sampai tampak tunika vaginalis. + Dilakukan preparasi tumpul untuk meluksir hidrokel, bila hidrokelnya besar sekali dilakukan aspirasi isi kantong terlebih dahulu. + .nsisi bagian yang paling menon$ol dari hidrokel, kemudian dilakukan+ 8eknik 0aboulay- tunika vaginalis parietalis dimarsupialisasi dan bila diperlukan diplikasi dengan benang chromic cat gut. + 8eknik 1ord- tunika vaginalis parietalis dieksisi dan tepinya diplikasi dengan benang chromic cat gut. + 1uka operasi ditutup lapis demi lapis dengan benang chromic cat gut. 7omplikasi pasca bedah ialah perdarahan dan infeksi luka operasi. I. Kom #i%asi 1. 7ompresi pada peredaran darah testis %. 0ika dibiarkan, hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menu$u ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis. 3. Perdarahan yang disebabkan karena trauma dan aspirasi. D. ekunder .nfeksi.

20

BA# I7 KESIMPULAN Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya.. Penyebabnya karena gangguan dalam pembentukan alat genitalia external, yaitu kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke dalam skrotum. Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan terperangkap di dalam skrotum sehingga skrotum membengkak.1,3 Penegakan diagnosa hidrokel berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penun$ang. Pada anamnesis keluhan utama pasien adalah adanya ben$olan di kantong skortum yang tidak nyeri. #iasanya pasien mengeluh ben$olan yang berat dan besar di daerah skortum. Pemeriksaan fisik Pada inspeksi krotum akan tampak lebih besar dari yang lain. Palpasi pada skrotum yang hidrokel terasa ada fluktuasi, dan relatif kenyal atau lunak tergantung pada tegangan di dalam hidrokel, permukaan biasanya halus. Palpasi hidrokel seperti balon yang berisi air. Pemeriksaan penun$ang transiluminasi dan / =. Pada kasus didapatkan seorang anak laki2laki berusia 1! tahun datang ke Poli #edah ( /D palembang bari dengan keluhan krotum sering membesar apabila beraktivitas sehari2hari dan mengecil keesokan pagi setelah bagun tidur. 4enurut ibunya hal itu telah di derita pasien se$ak lahir. ,yeri )2*. Pemeriksaan fisik didapatkan skrotum membesar. Palpasi flukutuasi dan kenyal seperti balon berisi air. Pemeriksaan transiluminasi )B*. #erdasarkan pemeriksaan tersebut diagnoso os ditegakan menderita Hidrokel komunikan. Pengobatan yang tepat untuk hidrokel komunikan adalah dilakukan 6perasi Hidrokelektomi. Pada kasus termasuk hidrokel congenital sehingga dapat dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel, sekaligus melakukanherniografi.

21

DAFTAR PUSTAKA

1* Purnomo, #asuki #., Dasar2Dasar /rologi, edisi kedua, Fakultas 7edokteran /niversitas #ra'i$aya, 4alang, %!!3 - 1D!21D@, 1&; %* (hoads et all., Surgical Principal and Practise, 1ippincott 8urtle, 1:51 3* Didi, Hidrokel, '''.generalhealth.com., %!!& D* 4antu, F.,., Hidrokel, Bedah Anak, 0akarta, >=C, 1::3 - 3323@ @* mith, Donald (., General Urology, 5th edition, 4aruten 3sian >dition, 1:;:. ;* $amsuhida$at (. dan 0ong <.D., Buku Ajar Ilmu Bedah, >disi D, 0akarta, >=C, 1::5 5* 3nonim, 4asa krotum, '''.medicastore.com., dikun$ungi tanggal %! 0anuari %!13 &* (ifki, 4., Hidrokelektomi, '''.bedahumum.'ordpress.com., dikun$ungi tanggal 1& 0anuari %!13

22

Anda mungkin juga menyukai