Anda di halaman 1dari 3

Jawaban Soal Ujian Metodologi Penelitian

1. a. Design Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang. Penelitian deskriptif memusatkan perhatian kepada pemecahan masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilaksanakan Peneliti berusaha memotret peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatiannya, kemudian menggambarkan atau melukiskannya sebagaimana adanya, sehingga pemanfaatan temuan penelitian ini berlaku pada saat itu pula yang belum tentu relevan bila digunakan untuk waktu yang akan datang Tidak ada uji hipotesa

b. Design Penelitian Analitik Penelitian analitik merupakan riset epidemiologi yang memiliki tujuan untuk mendapatkan penjelasan mengenai faktor-faktor resiko serta penyebab penyakit. Faktor resiko merupakan faktor-faktor / keadaan-keadaan yang memberi efek pada perkembangan sebuah penyakit / status kesehatan tertentu. Visi analisis yang dipakai dalam penelitian analitik yaitu membandingkan resiko terkena suatu penyakit antara grup terpapar serta tidak terpapar oleh faktor penelitian. Pada penelitian observasional, peneliti hanya bertugas mengamati perjalanan alamiah suatu peristiwa, menulis catatan siapa yang tidak terpapar dan terpapar oleh faktor peristiwa, lalu siapa yang mengalami serta yang tidak mengalami penyakit tersebut. Berikut beberapa metode penelitian analitik 1. Metode cross sectional / potong lintang Merupakan rancangan riset epidemiologi yang mempelajari antara hubungan penyakit serta paparan / faktor penelitian yakni dengan mengamati status faktor dan penyakit serentak terhadap individu dari populasi yang terjadi pada 1 saat / periode. 2. Metode Case Control atau Kasus Kontrol Yaitu rancangan studi epidemiologi yang berguna untuk membelajari hubungan antara faktor penelitian (paparan) dan penyakit, dengan menggunakan cara membandingkan kelompok kontrol dan kelompok kasus berdasarkan status paparannya.

2. Teknik Pengambilan Sampling a. Random (Acak) Artinya, setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Pengambilan acak sederhana (Simpel random sampling) Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas. Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling) Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan.] Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5.] Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya. Pengambilan acak berdasarkan lapisan (Stratified random sampling) Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama. Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling) Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama.

b. Tidak Acak (Tidak Random) Merupakan cara pengambilan sampel secara tidak acak dimana masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel.
[3]

Ada

intervensi tertentu dari peneliti dan biasa peneliti menyesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan penelitiannya. Pengambilan sesaat (Accidental/haphazard sampling) Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan tiba-tiba berdasarkan siapa yang ditemui oleh peneliti. Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat. Pengambilan menurut jumlah (Quota sampling) Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti.

Pengambilan menurut tujuan (Purposive sampling) Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu dari peneliti.

Pengambilan beruntun (Snow-ball sampling) Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden. Mulai dari mewawancarai satu responden. Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.

Anda mungkin juga menyukai