Anda di halaman 1dari 8

DIABETES (KULIAH DRG HERLAMBANG) Kelenjar Eksokrin : Kelenjar dengan muara sekresinya disalurkan melalui muara Kelenjar Endokrin

n : 1. Kelenjar tanpa muara 2. Kelenjar ini melepaskan hormon Fungsi hormon : 1. Berperan dlm pengaturan metabolisme seluler 2.Mempertahankan homeostasis Kelenjar Endokrin : Kelenjar pituitari, Kelenjar thyroid, Kelenjar parathyroid, Kelenjar korteks adrenal, Kelenjar gonad, Kelenjar pankreas

Pulau pankreas terdiri dari tiga jenis sel utama, yang masing-masing menghasilkan produk endokrin yang berbeda: 1. Alpha sel (sel A) mensekresi hormon glukagon. 2. Beta sel (sel B) memproduksi insulin 3. Delta sel (sel D) mensekresi hormon somatostatin,

PANKREAS Gangguan toleransi Glukosa & DM Sel B pankreas menghasilkan h. Insulin berperan dlm metabolisme glukosa Bila metabolisme abnormal hiperglikemi DM DM manifestasi RM. Pengaruhi prognosis kesehatan RM drg mengetahui / mengenali gejala RM ~ kadar gula darah

Klasifikasi DM menurut KonsensusPengelolaan Dm Tipe 2 di Indonesia thn 2002 (PERKENI) DM tipe 1 (IDDM) destruksi sel B, umumnya menuju ke defisiensi absolut autoimun idiopatik DM tipe 2 (NIDDM) Bervariasi mulai yg terutama dominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang terutama defek sekresi insulin disertai resistensi insulin DM tipe lain : Defek genetik fungsi sel B Defek genetik kerja insulin Peny. Eksokrin pankreas Endokrinopati Krn obat/zat kimia Infeksi Sebab imunologi yg jarang Sindrom genetik lain yg berkaitan dgn DM

DM Gestational : kehamilan Degenerative Diseases Type II Diabetes Mellitus, Parkinson Disease, Atherosclerotic Heart Disease, Stroke, Alzheimer Dementia, and Cancer

Diabetes Mellitus (DM) DM --> insufisiensi insulin (relatif/absolut) CAUSA: Cacat genetik sel B pankreas dalam memproduksi insulin FAKTOR RESIKO: Herediter, obesitas (kegemukan) dan usia bertambah SIMTOM KLASIK: Polidipsi, poliuria, polifagi dan BB (berat badan) menurun

Insulin berperan dalam: Regulasi KH, lemak, dan metabolisme protein Insulin menurun--> glukosa darah yg ke jaringan juga menurun --> kadar gula darah jadi meningkat Meningkatnya kadar gula darah--> kadar glukosa di ginjal jg meningkat --> ginjal tdk mampu mereabsorbsi -->glykosuria --> osmotic diuresis : --> kencing banyak (Poliuria)--> sebagai kompensasi, intake cairan lbh banyak (polidipsia)

Menurunnya glukosa dalam urin --> BB (berat badan) menurun --> diet meningkat(polifagia) Hiperglikemia menghambat metabolisme lemak dan protein --> akumulasi keton Komplikasi: ketoacidosis, coma, nefropati, neuropati, retinopati Pasien KETOASIDOSIS riwayat : Polidipsi, poliuria, nausea, vomiting

KLINIS PASIEN DIABETES : dehidrasi, lemah, bingung, nafas bau aceton ( dlm Rongga Mulut) Bila ketoasidosis meningkat, maka : gangguan kestabilan mental dan kardiovaskuler -->coma-->death. Dengan adanya komplikasi metabolisme DM , melibatkan : vaskuler, neurologic, komplikasi, rentan infeksi

PENYAKIT PEMBULUH DARAH KECIL / BESAR (Angiopati) Makrovaskuler : Makroangiopati diabetik * Tersumbatnya arteri coronary * CVD ( Cerebro Vaskuler Disease) * PVD (Peripheral Vakuler Disease) Mikrovaskuler --> Mikroangiopati diabetik * Retinopati : buta * Nefropati : GGK / GGT (gagal ginjal kronis/ terminal) * Neuropati * Neurologi : neuropati perifer ( kebas) --> trauma --> gangren (jari, tangan, kaki)

GEJALA KRONIS DM : Lemah, Semutan, Mata kabur, Kemampuan sexual menurun, bisul (timbul hilang), Batuk kronis, Oral diabetik KRITERIA DIAGNOSTIK DM dan GANGGUAN TOLERANSI GLUKOSA 1. Adanya keluhan klinis khas DM, cukup diperiksa :kadar glukosa plasma ( plasma vena) sewaktu/ acak dinyatakan DM : bila 200 mg/dl 2. Kadar glukosa plasma puasa (plasma vena) : 126 mg/dlPuasa : tidak ada masukan kalori sejak 10 jam. 3. Kadar glukosa plasma 200 mg/ dl pada 2 jam sesudah beban glikosa 75 gr pada TTGO

PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH : * KGD puasa * KGD 2 jam PP * TEs toleransi glukosa oral * Pemeriksaan HbA1C PENATALAKSANAAN DM : Regulasi gula darah Terapi untuk DM type 2 : -Normalkan BB (resistensi perifer thd sirkulasi insulin menurun) -Untuk regulasi glukosa darah dapat digunakan obat2 hipoglikemia atau insulin OBAT-OBAT HIPOGLIKEMIA : -Sulfonilurea : (flipizine, acetohexamide, tolbutamide, chlorpropamide,flyburide) -Biquanides : (phenformin)

KOMPLIKASI TERAPI HIPOGLIKEMIA Gejala: ( lemah,tremor, nervous, palpitasi, kringat dingin ) --> Bila tdk diatasi kejang, koma TERAPI HIPOGLIKEMIA :-Glukosa cair / permen-Glukosa intra vena ( 50% dextrose in water) PERIODONTITIS: Manifestasi oral yang penting dr penyakit DM Resistensi jaringan gingiva dan jaringan periodontal menurun krn adanya :-Perubahan komposisi kolagen-Regulasi DM dan oral Hygiene FAKTOR PENCETUS: -Faktor infeksi -Angiopati diabetik -Neuropati diabetik

NEUROPATI : ( xerostomia, gloosodynia, TMJ disorder) XEROSTOMIA : DM --> Saliva menurun --> SIg A menurun menyebabkan gigi karies, candidiasis PENGARUH INFEKSI RM terhadap DM :Infeksi RM --> pasien DM ( kadar glukosa sulit turun) TATA LAKSANA PASIEN DM DGN ORAL DIABETIK : 1. Terapi DM harus adekuat 2. Hindari stres, jangan buat / tindakan perawatan terlalu lama --> bila perlu gunakan penenang 3. Pemilihan Antibiotik: Tiga antibiotik yng menunjukkan kepekaan tinggi: SAS ( Sefalosforin, aminoglikosida, sulbensilin) Petunjuk Khusus Dalam menghadapi penderlta diabetes melitus perlu dibedakan 3 golongan: Golongan Resiko rendah Resiko sedang Resiko tinggi Kadar glukosa < 200 mg/dl 200-300 mg/dl > 300 mg/dl

RESIKO RENDAH KGK< 200 MG/DL Tindakan -Restorasi & rehabilitasi -Tindakan bedah Perhatian -Bisa dilaksanakan -Biasa, sedang & Rumit (bisa dilaksanakan, tapi Adrenalin rendah),

RESIKO SEDANG KGK 200-300 MG/DL Tindakan -Regulasi kgd -Restorasi & rehabilitasi -Tindakan bedah Perhatian -Tunggu 1-2 minggu -Bisa dilaksanakan -Biasa, sedang (konsultasi)

RESIKO TINGGI KGK > 300 MG/DL Tindakan -Regulasi kgd -Restorasi & rehabilitasi -Tindakan bedah Perhatian -Tunggu 1-3 minggu -Tunda (pemeriksaan saja) -Rawat inap bila darurat (short acting insulin)

Hal yang perlu diperhatikan bagi dokter gigi dalam menghadapi penderita diabetes mellitus dengan oral diabetik 1. DM termasuk golongan resiko rendah (glukosa darah kurang dari 200 mg/dl) 2. Pergunakan anesthesi lokal(untuk mempermudahkan persiapan), 3. Penggunaan adrenalin(vasokontriktor) dan desinfektan (yang nekrosis) dengan dosis yang serendah mungkin, 4. Laksanakan tindakan se-sterilmungkin, 5. Trauma akibat tindakan usahakan seminal mungkin, 6. Ekstraksi gigi bertahap(1-2 gigi setiap tahap) 7. Jahitan dengan benangyang tidak bisa diserap agar tidak timbul perdarahan dan dry socket, 8. Berikan antibiotika pilihan, bila perlu berikan antibiotika 3-5 hari sebelumnya, 9. Bila luka operasi cukup luas, gunakan insulin(untuk regulasi dan penyembuhan luka) sampai 2 minggu setelah sembuh, 10. Berikan vitamin golongan B komplekdalam dosis tinggi.

LESI RONGGA MULUT PADA PENDERITA DM ANGULAR CHEILITIS Merupakan suatu lesi kronis berupa fissure (celah pada sudut bibir, terasa nyeri krn sampai ke membran basalis, daerah sekitar eritema,berupa fisure yg dalam)... seringnya bilateral. Etiologi: jamur candida albicans. MEDIAN RHOMBOID GLOSSITIS Suatu bercak licin, gundul, lesi berwarna merah tanpa papilla filiformis, berbatas jelas, dengan tepi irreguler Lokasi paling sering : garis tengah dorsum lidah Etiologi: candida albicans BURNING MOUTH SYNDROME Rasa terbakar pada mulut. Predisposisi : infeksi kronis, aliran balik asam lambung, obat2an, kelainan darah, defisiensi nutrisi, ketidak seimbangan hormonal, alergi. ORAL LICHEN PLANUS Ciri khas lesi berbentuk seperti jala menyilang, dikenal sbagai "wickham striae"..Bersifat kronis. Dapat terjadi pada kulit, mukosa atau kulit dan mukosa ETIOLOGI: Belum jelas. Predisposisi (faktor pencetus) : Stress Emosi, Obat-obatan, gangguan imun, DM

Kebanyakan diabetes mellitus di negara berkembang termasuk Indonesia ialah diabetes mellitus tipe 2 (T2D) : Keadaan ini dipicu dengan adanya : 1. urbanisasi yang cepat, 2. kegemukan (berat badan naik), 3. perubahan gaya hidup, dan 4. pola makan (tradisional jadi modern kebaratan), 5. sedentary life.