Anda di halaman 1dari 15

LINGKUNGAN PENGENDAPAN I.

Pengertian dan Penggolongan Lingkungan Pengendapan Definisi (Krumbein) Lingkungan pengendapan (krumbein,1958) keadaan ang kompleks ang disebabkan interaksi antara faktor !faktor fisika ,kimia ,dan biologi ,dimana sedimen diendapkan . II. Klasifikasi Lingkungan Pengendapan "ukar untuk mempergunakan faktor#faktor tersebut diatas sebagai parameter . $iasan a lingkungan pengendapan diklasifikasikan berdasarkan p% siografi &geomorfologi . "elain itu faktor#faktor fisika atau kimia itu biasan a berpengaru% pada %abitat organisme atau ekologi ,se%ingga istila% ekologi dipakai . ' (nsur#unsur Lingkungan Pengendapan 1. )aterial sedimen *. Keadaan pembatasan ($oundar +ondition ) a. ,isika ! mekanis b. Kimia &energi &,isik -. .nergi (mekanis ) a. /enang b. .nergi renda% +. .nergi tinggi 0. Kimia1i fisika a. .% dan p% b. "alinitas , konsentrasi kelarutan karbonat +. /emperatur 5. 2kti3itas biologi a. "truktur pertumbu%an

b. 4angkang sebagai sedimen +. )aterial organik d. "truktur galian ' .Klasifikasi Lingkungan Pengendapan Detritus 5 1. 6on marine 5 # 7urun & .olian # ,lu3ial&allu3ial a. $raided ri3er b. Point bar ri3er # Limni+ *. Perali%an 4ampuran 5 # # # # Paludal &paralis Delta .stuarine Littoral &paralis a. b. +. d. e. Pantai &bea+% &+%enia Lagon $arrier Island 8ffs%ore bar /idal ,lat

-. )arine 5 # 6eritis & s%allo1 marine # Deep 6eiritis # $at% al /urbidite # 2b ssal /urbidite

2nalisa 2sosiasi Litologi dan )ineral Ini merupakan +ara ang biasa dipergunakan selama penentuan lingkungan. $erbagai ma+am kriteria dipergunakan, dari 9enis#9enis litologi serta asosiasin a dan 9uga beberapa mineral 2ut%igenik ang terdapat dalam suatu paket lapisan sedimen. )etode ini memerlukan ban ak data ang saling menun9ang dan kadang# kadang saling melema%kan. Dan data perpetaan fasies seperti isopao% dan perbandingan pasir&serpi% akan sangat membantu. "truktur sediment pun dapat membantu dan melengkapi menganalisa lingkungan pengendapan. 4onto%#+onto% Checklist dari kriteria#kriteria ini adala% 5 1. Potter (19:5) *. 4on boare dan 4rook (19:8) -. De "itter (1901). 2nalisa 2rus#Purba dan lingkungan pengendapan 2ra% arus purba ini lebi% ditekankan pada analisa orientasi dari +ekungan sedimen dan tubu%#tubu% batupasir ang ada. 2nalisa ini melengkapi analisa sedimentasi lingkungan pengendapan lainn a. Dalam analisa arus#purba dipersoalkan 5 1. 2ra% transport (dire+tion of transport) klastik dari sumber ke +ekungan. 2ra% ini meliputi endapan#endapan flu3iatil. *. Lereng#purba dan gradient fasies (paleoslope and ,asies 7radient). Lereng ini dianggap seara% dengan ara% transport. -. ;urus pengendapan (depositional strike). 2nalisa Profil (se<uen+e analis s) 4ara penentuan lingkungan pengendapan dengan metode ini sebetuln a adala% metode stratigrafi asli, ang berkembang dalam industri min ak dengan menganalisa urutan#urutan 3ertikal, ang terutama didapatkan dari sumur pemboran, berupa inti pemboran ataupun log listrik.

4ara ini sebetuln a tela% lama berkembang, dan diketa%ui endapan# endapan tertentu meng%asilkan urutan#urutan 3ertikal tertentu, misaln a 5 1. (rutan endapan glasial *. (rutan turbidite -. (rutan molasses )etode urutan#urutan struktur sedimen kemudian berkembang setela% $ouma (19:-) memperkenalkan model suatu urutan pointbar dari 2llen (19=>), dan dikenal dengan istila% $ouma "e<uen+e dan 2llen "e<uen+e. Perlu diketa%ui ba%1a kedua se<uen+e ini mempun ai kesamaan atau serupa, dan letak perbedaan dalam 9enis lapisan bersusun (graded bedding) dan +ross bedding& mi+ro +ross lamination. Dasar ,ilsafa% dari 2nalisa Profil 2dala% 5 a. Konsep daur (+ +lus) dan irama. Konsep ini mengatakan ba%1a sedimentasi ini sering merupakan daur atau perulangan dari urutan#urutan ang sama. 4onto%n a lun+uran#lun+uran turbidit, 4 +lot%erm dan sebagain a. $erbagai 9enis siklus atau irama diketa%ui seperti 5 # # # $anding (ab ab ab)!atau interkalasi. 4 +li+ (ab+d+ba, ab+d+ba) (9enis simetris) Pulsatoris (ab+d#ab+d) (9enis asimetris).

b. ?ukum @alter, ang men atakan ba%1a dalam sedimentasi urutan#urutan fasies 3ertikal men+erminkan urutan#urutan lateral. Ini disebabkan karena lingkungan#lingkungan pengendapan ang dalam suatu satuan 1aktu (inter3al 1aktu) berada berdampingan ole% proses#proses progradasi dan terutama trasgresi dan regresi dapat bertumpuk dimana suatu lingkungan pengendapan berada di atas ang lain. +. Prinsip ? ulstrom 5 Prinsip ini memungkinkan lapisan#lapisan %alus ang tela% terendapkan tidak dapat di erosi lagi ole% makin +epatn a arus (in+reasing +urrent +ondition), se%ingga urutan#urutan atau mengkasar ke atas dimungkinkan. ang meng%alus

Fluvial Sistem "istem pengendapan flu3ial se+ara primer bersifat agradasional. Progradasi lokal dan akresi %adir dalam lingkungan ang spesifik, pusat dari pengendapan bed load dan fitur paling penting dari permukaan agradasi allu3ial adala% channel. ,lu3ial merupakan akti3itas aliran sungai. Pada endapan resen, biasan a merupakan sekuen ang tebal dari perselingan konglomerat, pasir dan lempung ang ber1arna mera% tidak sama sekali menun9ukkan adan a fosil lingkungan laut ang sebagian besar terdapat di dunia ini. ?al ini merupakan +iri atau karakteristk umum dari endapan alu3ial. 7eomorfologi, %idrologi, dan sedimentologi dari sungai#sungai ang terbentuk tela% diketa%ui dan dipela9ari dari obser3asi dan per+obaan ang tela% dilakukan. /ipe segment +%annel menurut plan 3ie1, memiliki range geometri dari sinusitas (pelengkungan) renda% %ingga sinusitas tinggi. $eberapa tipe dari segment +%annel tersebut sbb 5 1. Braided channel, merupakan chanel low sinusity, dimana aliran pada ta%ap sungai sedang renda% membentuk pola mengan am diantara bar ganda. Pada ta%ap aliran tinggi, bar#bar pada +%anel bergabung dan men9adi aktif, sebagai bentukmakri skala besar dari bed. *. /ipe +%annel straig%t atau lo1 sinusit , merupakan tipe +%annel aliran mudd (suspended), menggambarkan pelengkungan +%annel. -. /ipe +%annel dengan sinusitas moderat %ingga besar, biasan a digambarkan sebagai meandering, di+irikan ole% +%annel sungai dengan gra3el kasar. (ntuk +%annel ganda atau multiple, dua pola ang dikenali pada s stem agradasi flu3ial adala% 5 1. Pola anastomatik 5 ter9adi bila +abang sungai tunggal ang berumur sama dengan sungai utama, mengan am disekitar pulau#pulau ber3egetasi atau segment terpisa% dari pedataran ban9ir ang permanent. Pola ini umumn a ang renda%, dan di+irikan ole% sand waves ang bermigrasi atau bar ang terikat ke sisi

ter9adi pada pedataran berkemuiringan renda%, seperti pada allu3ial plain, dimana kekuatan stream renda% dan tepian tersusun dari sedimen lempung ko%esif atau ka a akan 3egetasi. "egment +%annel indi3idual dalam 9aringan anastomatik dapat berbentuk lurus atau melengkung. *. Pola distributar 5 merupakan karakteristik dari tipe tertentu pada permukaan allu3ial ang mengalami agradasi +epat, termasuk diantaran a delta plain dan kipas allu3ial besar serta apron (area pinggirn a). Dalam pola anastomatik dan distributar , aliran dipisa%kan ole% dua atau lebi% +%annel. Proses Pengendapan "istem flu3ial mensortir se+ara efektif sediment ang beraneka ragam. $eberapa proses berkombinasi untuk memisa%kan bed load dan suspended load ke dalam lingkungan ang spesifik dan se+ara terpili% memerangkap dan mengendapkan fraksi bed load. 2. Endapan Sungai Meandering High sinuosity meandering channels di+irikan dengan perkembangan dari gradien kemiringan dan discharge sedimen relatif lambat dibandingkan dengan sungai mengan am. ("+%umm, 1981 dan 4ant, 198*) .ndapan pada sungai meandering dapat dibagi men9adi tiga sub fasies karena pengendapan ini terdapat pada tiga lingkungan ang berbeda.
a.

floodplain sub facies Lembaran#lembaran dari pasir %alus, lanau, dan lempung diendapkan di

area overbank dari daera% limpa% ban9ir. "e%ingga struktur sedimen terbentuk aitu ripple-mark dan sering terdapat %orison dari pasir#pasir

ang ang

retak. /erdapatn a tana% mungkin indikasi dari carbonate caliches, ferruginous laterites, dan rootlet horizons. ,asies ini diendapkan sebagian besar ole% arus suspensi selama ban9ir dan ketika saluran atau channel sungai terputus maka ter9adila% bank.

b. Channel sub facies Perpinda%an se+ara lateral dari sungai meandering aitu dengan mengerosi tepi dari endapan bank ang +ekung, dasar sungai, dan mengendapkan sedimen tersebut pada inner bank (point bar). Ini akan meng%asilkan karakteristik dari sikuen ukuran butir dan struktur sedimen. +. Abandoned channel sub-facies .ndapan ang berbentuk tali sepatu dari klastik %alus mengisi fasies ini, kadang#kadang dinamakan o bow-lakes, ang terbentuk ketika sungai tersebut kembali pada bentuk semula ang pendek, setela% terputus pada kelokan sungai. "ub fasies ini mirip dengan endapan limpa% ban9ir tetapi berbeda pada bentuk geometrin a dan ole% karena itu kontak dengan lapisan konglomerat dasar adala% kasar dengan tidak ada %ubungann a dengan sikuen pasir pada point bar!

B. Endapan Sungai Mengan am !Braided "iver# "istem sungai mengan am terdiri dari 9alinan saluran dengan tingkat kelokan sungai ang renda% (low sinuosity channels). 4onto% ang ada dari sungai mengan am ini aitu ba%1a gradien kemiringan dan discharge sedimen lebi% besar dari pada sungai meandering. Pada lingkungan ini akti3itas erosi sangat +epat, discharge sangat tinggi dan sporadic dan %an a sedikit tumbu%an ang ada karena terganggu ole% run-off. Karena faktor tersebut sungai ini biasan a kelebi%an muatan sedimen. Pada saluran tidak segera terpotong tetapi +enderung ber+abang, karena material klastik ang ada akan terendapkan ditenga%#tenga% channel ang dikelilingi ole% +abang sungai ang baru terbentuk. Pada endapan ini biasan a di+irikan ole% pasir dan gravel. Pola meng%alus dari sekuen gravel, pasir, dan lanau ter9adi akibat dari penurunan ke+epatan arus ang beker9a pada suatu channel ang merupakan endapan ang menerus. Pola mengkasar dari sekuen ini merupakan akibat dari pengisian sedimen pada sungai mengan am ter9adi pada 1aktu ban9ir. .ndapan ang sedikit dari klastik %alus

pada sungai mengan am biasan a diendapkan pada abandoned channel. ?al ini terbentuk karena per+abangan dan perpinda%an dari sungai. ;ika channel ang suda% mati ini masi% ber%ubungan dengan channel ang aktif, ini bisa membentuk 9ebakan lanau dan lempung ang terba1a ole% putaran arus dari channel utama. Sistem Delta Delta merupakan suatu lingkungan transisi ang di+irikan ole% sedimen ang tela% tertransport sampai ke ak%ir saluran ( channel) ole% arus air sungai dan endapann a paling ban ak bersifat suba"uaeous dan sebagian lagi bersifat subaerial pada batas standing water, dimana saluran tersebut 9uga masi% aktif mengisi suatu +ekungan (danau, laut atau samudera).

Lingkungan delta mempun ai 3ariasi dalam fasies pengendapann a. ?al ini di%asilkan dari beberapa faktor, antara lain karena berada pada suatu tatanan geografi ang luas, terbentuk dalam Aona interaksi antara air ta1ar (fresh water) dan proses laut. Delta memba1a sedimen dalam 9umla% besar. Ke+epatan deposisi ang seringkali tinggi ang di%asilkan dalam suatu formasi dengan fondasi ang sangat lema% dengan suatu 3ariasi proses pergerakan massa. "e%ingga endapan ang di%asilkan pada lingkungan delta ini memperli%atkan suatu geometri dan +iri sikuen 3ertikal ang ber3ariasi. Delta terbentuk karena adan a suplai material sedimentasi dari sistem flu3ial. Ketika sungai#sungai pada sistem flu3ial tersebut bertemu dengan laut, akan ter9adi peruba%an ara% arus ang me ebabkan pen ebaran air sungai dan akumulasi pengendapan ang +epat ter%adap material sedimen dari sungai se%ingga terbentukla% delta. $ersamaan dengan pembentukan delta tersebut, terbentuk pula morfologi delta ang k%as dan dapat dikenali pada setiap sistem ang ada. )orfologi delta se+ara umum dibagi tiga, aitu 5 delta plain# delta front dan prodelta. a! $elta plain $elta plain merupakan bagian delta ang bersifat subaerial ang terdiri dari channel ang suda% ditinggalkan. $elta plain merupakan bagian daratan dari delta ang terdiri dari endapan sungai ang lebi% dominan daripada endapan laut dan membentuk suatu dataran ra1a#ra1a. Dataran delta plain digerus ole% channel pensuplai material sedimen ang disebut fluvial distributaries dan membentuk suatu per+abangan. 7erusan#gerusan tersebut biasan a men+apai kedalaman 5#->m dan menggerus sampai sedimen delta front. "edimen pada channel tersebut disebut sandy channel dan membentuk distributary channel ang di+irikan ole% batupasir lempungan. $elta plain dapat dibagi lagi men9adi dua dua aitu %pper $elta &lain dan 'ower $elta &lain!

1 Upper Delta Plain $agian ini terletak diatas area tidal laut dan endapann a se+ara umum terdiri dari 5 ' .ndapan distributary channel ang terdiri dari endapan braided# maendering, levee dan endapan point bar. .ndapan distributary channel ditandai dengan adan a bidang erosi pada bagian dasar urutan fasies dan menun9ukkan ke+enderungan meng%alus keatas. "truktur sedimen ang umumn a di9umpai adala% cross bedding# ripple cross stratification# scour# fill dan lensa#lensa lempung. .ndapan point bar terbentuk apabila terputus dari channeln a sedangkan levee se+ara alami berasosiasi dengan distributary channel sebagai tanggul alam ang memisa%kann a dengan interdistributary channel. "edimen pada bagian ini berupa pasir %alus dan rombakan material organik serta lempung ang terbentuk sebagai %asil luapan material selama ter9adi ban9ir. ' 'acustarin delta fill dan endapan interdistributary flood plain .ndapan interdistributary channel merupakan endapan ang terdapat diantara distributary channel. Lingkungan ini mempun ai ke+epatan arus paling ke+il, dangkal, tidak berelief dan proses sedimen lambat. Pada interdistributary channel dan flood plain area terbentuk suatu endapan ang berukuran lanau sampai lempung ang sangat dominan. "truktur sedimenn a adala% laminasi ang se9a9ar dan burrowing structure endapan pasir ang bersifat lokal, tipis dan kadang %adir sebagai pengaru% gelombang. 2 Lower Delta Plain 'ower delta plain terletak pada daera% dimana ter9adi interaksi antara sungai dengan laut aitu dari low tidemark sampai batas ke%adiran ang dipengaru%i pasang surut. Pada lingkungan ini endapann a meliputi endapan pengisi teluk (bay fill deposits) meliputi interdistributary bay, tanggul alam, ra1a dan crevasse splay serta endapan pengisi distributary ang ditinggalkan

b. $elta front $elta front merupakan sublingkungan dengan energi ang tinggi dan

sedimen se+ara tetap dipengaru%i ole% adan a proses pasang surut, arus laut sepan9ang pantai dan aksi gelombang. $elta front terbentuk pada lingkungan laut dangkal dan akumulasi sedimenn a berasal dari distributary channel. $atupasir ang diendapkan dari distributary channel tersebut akan membentuk endapan bar ang berdekatan dengan teluk atau mulut distributary channel tersebut. Pada penampang stratigrafi, endapan bar tersebut memperli%atkan distribusi butiran mengkasar keatas dalam skala ang besar dan menun9ukkan peruba%an fasies se+ara 3ertikal keatas, mulai dari endapan lepas pantai atau prodelta ang berukuran butir %alus ke fasies garis pantai ang didominasi batupasir. .ndapan tersebut dapat men9adi reser3oir %idrokarbon ang baik. Diantara bar pada mulut distributary channel akan terakumulasi lempung lanauan atau lempung pasiran dan bergradasi men9adi lempung keara% laut. )enurut 4oleman (19:9) dalam ,is+%er (19:9), lingkungan pengendapan delta front dapat dibagi men9adi beberapa sublingkungan dengan karakteristik asosiasi fasies ang berbeda, aitu5 ' (uba"ueous 'evees )erupakan kenampakan fasies endapan delta front ang berasosiasi dengan active channel mouth bar. ,asies ini sulit diidentifikasikan dan dibedakan dengan fasies lainn a pada endapan delta masa lampau. ' Channel Channel ditandai dengan adan a bidang erosi pada bagian dasar urutan fasies dan meng%alus keatas. "truktur sedimen ' $istributary )outh Bar Pada lingkungan ini ter9adi pengendapan dengan ke+epatan paling tinggi dalam sistem pengendapan delta. "edimen umumn a tersusun atas pasir ang diendapkan melalui proses fluvial. "truktur sedimen ang dapat di9umpai antara lain 5 current ripple# cross bedding dan massive garded bedding ang umumn a di9umpai adalah cross bedding# ripple cross stratification# scoure dan fill.

+. &rodelta &rodelta merupakan sublingkungan transisi antara delta front dan endapan normal marine shelf ang berada diluar delta front. &rodelta merupakan kelan9utan delta front keara% laut dengan peruba%an litologi dari batupasir bar ke endapan lempung dan selalu ditandai ole% Aona lempungan tanpa pasir. Daera% ini merupakan bagian distal dari delta, dimana %an a terdiri dari akumulasi lanau dan lempung dan biasan a solitaire serta fasies mengkasar keatas memperli%atkan transisi dari lempungan prodelta ke fasies ang lebi% batupasir dari delta front. Litologi dari prodelta ini ban ak ditemukan bioturbasi ang merupakan karakteristik endapan laut. "truktur sedimen bioturbasi n a berma+am#ma+am sesuai dengan ukuran sedimen dan ke+epatan sedimenn a. "truktur deformasi sedimen dapat di9umpai pada lingkungan ini, sedangkan struktur sedimen akibat akti3itas gelombang 9arang di9umpai. &rodelta kadang#kadang sulit dibedakan dengan endapan paparan (shelf), tetapi pada prodelta ini sedimenn a lebi% tipis dan memperli%atkan pengaru% proses endapan laut ang tegas.

"e9alan dengan progradasi delta keara% laut, ketiga lingkungan pengendapan di atas tersusun dan membentuk sikuen delta ang mengkasar ke atas. "ikuen tersebut dimulai pada bagian dasar aitu sedimen serpi% prodelta # shelf dan material sedimen berukuran butir %alus, ditindi% ole% pasir bar dan pasir lempungan delta front dan terak%ir aitu distributari delta plain ang membentuk endapan erosional channel dan se+ara lateral dilan9utkan ole% lanau, serpi% dan batubara delta plain

Lingkungan pengendapan daera% transisi (2llen et. al., 1998)

Klasi$i%asi Delta a. *luvial $ominated $elta ;ika gelombang dan pasang surut melema% serta arus air dari sungai ang memba1a suplai sedimen di daera% itu. Pola ang besar maka akan ter9adi proses pengendapan se+ara progradasi se%ingga akan terbentuk pola#pola pengendapan delta ang k%as ang k%as ini biasan a akan merefleksikan keadaan dari dominasi sala% satu dari ketiga sumber energi utama pembentukan karakter delta. Pada keadaan pengaru% pengendapan dari sungai sangat dominan maka dapat disebutkan ba%1a daera% delta itu termasuk dalam pengaru% dominasi sungai. Litologi dan struktur ang ter9adi pada lingkungan dengan pola dominasi sungai ini terdapat pada batupasir dengan sistem +%annel adala% cross bedding, kontak dasarn a biasan a menun9ukkan kontak ang sangat ta9am dan 9elas, pada kur3a 7B akan terli%at 9elas perbedaan ang kontras refleksi kur3a dari 7B tinggi langsung beruba% men9adi 7B dengan nilai renda% serta ketebalan ang besar, terdapat fragment batubara, sikuen meng%alus keatas, terdapat crevarse splay, merupakan karakter limba% ban9ir ang ter9adi biasan a direfleksikan dengan adan a gradasi sikuen berangsur mengkasar ke atas, pada fasies distributary bar

akan terli%at adan a struktur sedimen berupa batupasir dengan cross laminasi, pararel laminasi# pada faseis mout% bar akan di9umpai adan a climbing ripple, mika ang melimpa%, adan a karbon, sedangkan di distal bar fasies akan terli%at adan a batulempung, batupasir, pararel laminasi, climbing ripple, terdapat material karbon, sisa 9e9ak binatang, struktur deformasi, pada lingkungan prodelta fasies ang akan berkembang adala% batulempung sedangkan batupasir akan sangat tipis ba%kan %ampir tidak ada sama sekali. b. +ave $ominated $elta Pada lingkungan ini akti3itas dari arus sungai maupun tidal sangat ke+il sekali se%ingga dominasi dari gelombang sangat besar sekali. 2kibat adan a gelombang ang sangat kuat ini maka akan ter9adi perombakan kembali. 7elombang ang sangat besar ini men ebabkan material sedimen tidak dapat tertransfer masuk 9au% ke dalam lautan, tetapi %an a men ebar mengikuti alur garis pantai atau pengendapan dari material delta ini umumn a pararel dengan garis pantai. Litologi serta struktur ang ada dalam lingkungan ini adala% pembentukan fasies barrier beach, fasies distributary mouth bar, se+ara seder%ana dapat dibedakan ba%1a sekuen ini akan mengkasar keatas. +. ,ide--nfluence $elta. )erupakan daera% dengan tingkat pasang surut dengan tingkat kontinuitas ang sangat tinggi,

se%ingga sedimentasi ber9alan dengan +epat. 7eometri ang ada berupa +%annel, ang sangat 9elek sekali, pen ebaran fasies ini umumn a tegak lurus dengan ara% umum garis pantai. Litologi umum ang ada didominasi ole% tidal bar fasies ang terdiri dari batupasir dengan struktur cross bedding, flasser, lenticular. Pasang surut ang diakibatkan ole% adan a ga a gra3itasi ang

mempengaru%i bumi akibat kedudukan bulan dan 9uga kedudukan mata%ari. Keadaan ini bisa berlangsung +epat ataupun berlangsung amat lambat.